LAPORAN RANCANGAN LISTRIK DASAR
JS. 13 PENGATURAN PENERANGAN DENGAN
SAKLAR IMPULS, DUA PUSH BOTTON NO,
DAN KOTAK KONTAK
Disusun Oleh :
Alivia Renantivani
[Link].02
LT-1E
Program Studi D-3 Teknik Listrik
Jurusan Teknik Elektro
Politeknik Negeri Semarang
Tahun Akademik 2018/2019
JS. 13 PENGATURAN PENERANGAN DENGAN
SAKLAR IMPULS, DUA PUSH BOTTON NO, DAN KOTAK KONTAK
I. TUJUAN
1. Mahasiswa dapat membuat rangkaian pengaturan penerangan dengan saklar
impuls, dengan dua push botton NO, dan kotak kontak dengan baik dan benar.
2. Mahasiswa dapat menjelaskan cara kerja rangkaian pengaturan penerangan dengan
saklar impuls, dengan dua push botton NO, dan kotak kontak.
3. Mahasiswa dapat mengatasi kendala yang timbul pada rangkaian pengaturan
penerangan dengan saklar impuls, dengan dua push botton NO, dan kotak kontak.
4. Mahasiswa dapat mengaplikasi dari rangkaian pengaturan penerangan dengan
saklar impuls, dengan dua push botton NO, dan kotak kontak.
II. ALAT
1. Power supply 1 buah
2. Kotak hubung 3 buah
3. Saklar impuls 1 buah
4. Lampu pijar 1 buah
5. Fitting lampu pijar 1 buah
6. Kotak kontak 1 phasa 1 buah
7. Kabel penghubung 30 buah
III. DASAR TEORI
Saklar impuls merupakan salah satu jenis saklar yang digunakan untuk
menghubungkan dan memutuskan aliran listrik (arus) dan tegangan dengan bantuan
saklar tekan. Saklar impuls merupakan saklar yang kinerjanya menggunakan medan
magnet guna mengalirkan arus dan tegangan. Akan tetapi, saklar impuls juga dapat
untuk memutuskan aliran listrik itu sendiri. Namun, saklar impuls tidak dapat bekerja
sendirian, karena saklar impuls hanya berfungsi sebagai pengunci, sehingga dibutuhkan
penambahan saklar jenis lain yaitu tombol tekan normally open atau disebut push
botton NO.
Pada rangkaian ini digunakan saklar tekan yang berfungsi sebagai pengirim
aliran listrik masukan ke saklar impuls yang akan digunakan untuk menginduksi
magnet sebagai pengunci pada saklar impuls guna melahirkan arus ke beban salah
satunya lampu. Pada kenyataannya saklar impuls tidak hanya dapat mengalirkan beban,
tetapi juga dapat memutuskan arus ke beban, karena adanya induksi magnet pada saklar
impuls tersebut. Pada pengoperasiannya saklar impuls bekerja pada Normally Open dan
Normally Close yang dikarenakan adanya aliran listrik masukan pada saklar tekan yang
mengakibatkan magnet dalam saklar impuls menjadi terinduksi dan tidak menginduksi.
Sedangkan kegunaan kotak kontak pada rangkaian ini hanya sebagai penyedia tegangan
(sumber arus) yang tidak dipengaruhi oleh kinerja dari push botton NO dan saklar
impuls, arus yang mengalir selalu tetap.
IV. GAMBAR RANGKAIAN
1. One Line Diagram
2. Diagram Pengawatan
V. LANGKAH KERJA
1. Menyiapkan masing-masing alat yang akan digunakan.
2. Memasang lampu pijar pada fitting lampu pijar.
3. Membuat jalur fasa dengan cara :
a. Menghubungkan kabel fasa dari power supply ke kotak hubung 1.
b. Menghubungkan kabel fasa dari kotak hubung 1 ke lubang input 1 saklar
impuls.
c. Menghubungkan kabel fasa dari lubang input 1 saklar hubung menuju kotak
kontak.
d. Menghubungkan kabel fasa kotak hubung 1 menuju kotak hubung 2.
e. Memastikan kabel pada poin a-d dalam satu rangkaian pada kotak hubung.
f. Menghubungkan kabel fasa dari kotak hubung 2 ke saluran input push botton
NO.
g. Menghubungkan kabel fasa dari kotak hubung 2 ke kotak hubung 3.
h. Memastikan kabel pada poin f-g dalam satu rangkaian pada kotak hubung.
i. Menghubungkan kabel fasa dari kotak hubung 3 ke saluran input push botton
NO 2.
j. Menghubungkan kabel fasa dari saluran output push botton NO 2 menuju kotak
hubung 3.
k. Menghubungkan kabel fasa dari kotak hubung 3 ke kotak hubung 2.
l. Memastikan kabel pada langkah j-k dalam satu rangkaian pada kotak hubung.
m. Menghubungkan kabel fasa dari kotak hubung 2 ke saluran output push botton
NO 1.
n. Menghubungkan kabel fasa dari kotak hubung 2 ke kotak hubung 1.
o. Memastikan kabel pada poin m-n dalam satu rangkaian pada kotak hubung.
p. Menghubungkan kabel fasa dari kotak hubung 1 ke saluran a saklar impuls.
q. Menghubungkan kabel fasa dari saluran 3 saklar impuls ke kotak hubung 1
menuju kotak hubung 2, kotak hubung 3, dan terakhir ke fitting lampu pijar.
4. Membuat jalur netral dengan cara :
a. Menghubungkan kabel netral dari power supply ke kotak hubung 1.
b. Menghubungkan kabel netral dari kotak hubung 1 menuju saluran b pada saklar
impuls.
c. Menghubungkan kabel netral dari saluran b saklar impuls menuju kotak kontak.
d. Menghubungkan kabel netral dari kotak hubung 1 ke kotak hubung 2.
e. Menghubungkan kabel netral dari kotak hubung 2 ke kotak hubung 3.
f. Menghubungkan kabel netral dari kotak hubung 3 ke fitting lampu pijar.
5. Membuat jalur grounding dengan cara :
a. Menghubungkan jalur grounding dari power supply ke kotak hubung 1.
b. Menghubungkan kabel grounding dari kotak hubung 1 ke kotak kontak.
c. Menghubungkan kabel grounding dari kotak hubung 1 ke kotak hubung 2.
d. Menghubungkan kabel grounding dari kotak hubung 2 ke kotak hubung 3.
6. Menyambungkan power supply ke sumber listrik.
7. Mengamati dan mencatat hasil percobaan.
VI. DATA
POSISI KEADAAN VSTK1
NO
S2 S3 S1 E1 (VL1- N ) Volt
1 PA PA Open OFF ( Padam ) 220 V
2 PA OP Close ON ( Menyala ) 220 V
3 OP PA Close ON ( Menyala ) 220 V
4 OP OP Open OFF ( Padam ) 220 V
VII. ANALISA DATA
Pada rangkaian penerangan dengan saklar impuls, dua push botton no, dan kotak
kontak ini menggunakan 1 buah saklar impuls yang digunakan sebagai pengunci dan
2 buah push button NO yang digunakan untuk memutus dan menghubungkan arus
listrik dari tempat yang berbeda. Saklar impuls memiliki fungsi sebagai pengunci untuk
push button NO. Sehingga arus listrik yang mengalir bila push botton NO ditekan dan
saklar impuls dapat bekerja secara elektromagnetis dapat menarik tuas pada saklar
impuls dan dapat mengunci arus sehingga dapat mengalir ke lampu pijar E1. Pada
percobaan didapat hasil sebagai berikut :
a. Pada saat S2 posisi PA dan S3 posisi PA, maka S1 dalam keadaan Open ( Terbuka )
sehingga keadaan lampu pijar E1 OFF ( Padam ).
b. Pada saat S2 posisi PA dan S3 posisi OP, maka S1 dalam keadaan Close ( Tertutup )
sehingga keadaan lampu pijar E1 ON ( Menyala ).
c. Pada saat S2 posisi OP dan S3 posisi PA, maka S1 dalam keadaan Close ( Tertutup )
sehingga keadaan lampu pijar E1 ON ( Menyala ).
d. Pada saat S2 posisi OP dan S3 posisi OP, maka S1 dalam keadaan Open ( Terbuka )
sehingga keadaan lampu pijar E1 OFF ( Padam ).
Selain itu, pada rangkaian ini terdapat kotak kontak STK1 di mana keadaannya
selalu tetap dan tidak mempengaruhi ataupun terpengaruh dengan keadaan saklar.
Tegangan pada kotak kontak pun tetap yakni 220 V.
VIII. PERTANYAAN
1. Gambarkan diagram kerja dari percobaan saudara
2. Gambarkan diagram fungsi waktu dari percobaan saudara
3. Mengapa S2 dan S3 dihubung parallel, jelaskan!
IX. JAWABAN
1. Diagram Kerja
2. Diagram Kerja Fungsi Waktu
3. S2 dan S3 dihubung parallel agar arus listrik dapat mengalir dan lampu dapat
dioperasikan dari 2 tempat yang berbeda. Jika S2 terbuka atau OFF, maka beban
bisa dihidupkan melalui S3 dan sebalik nya. Karena input S1 dihubungkan dengan
input S2 dan output S1 dihubungkan dengan output S2 maka push button NO
dihubungkan secara pararel.
X. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1. Rangkaian pengaturan penerangan dengan saklar impuls, dengan dua push
botton NO, dan kotak kontak yaitu rangkaian pengaturan penerangan dengan
mengombinasikan saklar impuls dengan dua buah push botton NO, serta kotak
kontak.
2. Pada rangkaian penerangan dengan saklar impuls, dua push botton no, dan kotak
kontak ini menggunakan 1 buah saklar impuls yang digunakan sebagai pengunci
dan 2 buah push button NO yang digunakan untuk memutus dan
menghubungkan arus listrik dari tempat yang berbeda. Sedangkan kotak kontak
hanya sebagai penyedia tegangan (sumber arus) apapun dan arus yang mengalir
selalu tetap.
3. Kendala yang dihadapi pada saat percobaan biasanya terkait pemasangan jalur
fasa, terutama pada saat memasang di saklar impuls yang nantinya di
hubungkan ke dua buah push botton NO, maka perlu diperhatikan agar
rangkaian dapat bekerja secara baik dan benar.
4. Aplikasi pengaturan penerangan ini cocok diterapkan di lorong bawah tanah
atau digudang.
B. Saran
1. Lakukan pengecekkan terhadap alat-alat yang digunakan apakah alat tersebut
masih dapat berfungsi atau tidak.
2. Dibutuhkan ketelitian dalam mengkoneksikan kabel fasa dan netral pada setiap
lubang input ataupun output yang terdapat di perlatan listrik yang digunakan,
sehingga jika semua koneksi antar kabel penghubung terpasang dengan benar
maka keseluruhan rangkaian itu dapat beroperasi sebagaimana mestinya.
3. Pada saat penyusunan rangkaian, sebaiknya pastikan rangkaian tersusun dengan
benar sebelum dihubungkan dengan sumber listrik, agar tidak terjadi korsleting
arus listrik. Apabila hendak melepas susunan kabel pada seluruh rangkaian,
cabut terlebih dahulu kabel power supply yang terhubung pada sumber listrik.