0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
232 tayangan9 halaman

Proses dan Alat dalam Absorpsi Gas

Dokumen tersebut memberikan penjelasan tentang absorpsi, termasuk definisi absorpsi, pemilihan pelarut, peralatan absorpsi skala laboratorium beserta bagian dan fungsinya, serta prosedur pengoperasian absorpsi.

Diunggah oleh

fatimah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
232 tayangan9 halaman

Proses dan Alat dalam Absorpsi Gas

Dokumen tersebut memberikan penjelasan tentang absorpsi, termasuk definisi absorpsi, pemilihan pelarut, peralatan absorpsi skala laboratorium beserta bagian dan fungsinya, serta prosedur pengoperasian absorpsi.

Diunggah oleh

fatimah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ABSORPSI

Mata Kuliah : Laboratorium Teknik Kimia 1

Disusun Oleh : Kelompok 1

Anggota:

Annisa Nur Aini (171411068)

Dhea Putri Aprilianti (171411073)

Dina Ocktafiani (171411075)

Siti Nurjanah (171411092)

Kelas:

2C

PROGRAM STUDI D3-TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2018
A. PENGERTIAN
1. Pengertian Absorpsi

Menurut Treybal (1980:275), Absorbsi adalah suatu operasi dimana suatu


campuran gas dikontakkan dengan dengan cairan untuk melarutkan satu atau lebih
komponen gas. Sedangkan menurut Cook & Cullen (1985:60), Proses absorpsi
didefinisikan sebagai operasi satuan penghilangan satu atau lebih komponen-komponen
gas melalui kontak dengan suatu cairan.

Absorpsi digunakan di industri kimia untuk menghilangkan komponen-komponen


berbahaya seperti hidrogen sulfide atau belerang dioksida dari gas-gas yang berasal dari
cerobong keluaran (flue gases).

2. Pemilihan pelarut
a. Jika tujuan utama operasi absorpsi adalah untuk menghasilkan larutan khusus,
contohnya seperti dalam pembuatan asam hidroklorat, pelarut ditentukan oleh sifat
produk.
b. Jika tujuan utamanya untuk menghilangkan kandungan tertentu dalam gas, maka ada
beberapa pilihan yang mungkin.

Walaupun air adalah pelarut yang murah dan paling banyak, tetapi pelarut tetap
harus memenuhi pertimbangan sifat-sifat dibawah ini:

a. Kelarutan gas. Kelarutan gas harus tinggi, sehingga meningkatkan laju penyerapan
dan menurunkan jumlah pelarut yang dibutuhkan. Umumnya pelarut yang memiliki
sifat yang mirip dengan zat terlarut yang akan diserap akan memberikan kelarutan
yang baik.
b. Volatilitas. Pelarut harus memiliki tekanan uap yang rendah karena gas yang
meninggalkan operasi absorpsi biasanya dijenuhkan dengan pelarut dan banyak yang
hilang.
c. Korosif. Bahan-bahan konstruksi yang diperlukan untuk peralatan harus tidak biasa
atau mahal agar pelarut tidak mudah merusak kolom.
d. Biaya. Pelarut harus murah, karena jika terjadi kegagalan maka tidak akan
merugikan, dan pelarut juga harus selalu tersedia.
e. Viskositas. Viskositas lebih rendah lebih disukai karena akan terjadi laju absorpsi
yang tinggi, meningkatkan karakter flooding dalam menara, serta perpindahan kalor
yang baik.
f. Lain-lain. Pelarut jika memungkinkan harus tidak beracun, tidak mudah terbakar,
dan stabil secara kimia dan harus memiliki titik beku rendah.
B. PERALATAN
1. Alat Absorpsi Skala Laboratorium

Gambar 1. Kolom Absorpsi Gas cair (UOP 7)

2. SPESIFIKASI

Nama Alat : Gas Liquid Absorption Column (UOP 7)


Perusahaan : Armfield Technical Education Company Limited
Dibuat di : Inggris
Dimensi keseluruhan:
 Height : 2.68m
 Width : 0.90m
 Depth : 0.65m
Kapasitas tangki umpan : 50 liter
Diameter dalam kolom : 0,8 mm
Volume isian : 70 liter
Tinggi kolom absorpsi : 1,4 m
Tipe isian : raschig ring (10x10 m)
Kapasitas kompresor udara : 0,15 m3/min@0,3 bar
Kapasitas tangki kolom umpan : 10,0 l/min@3m
Flow meter udara : 20-180 l/min
Flow meter gas : 1,0-22,0 l/min
Flow meter air : 1,0-10,0 l/min

3. Bagian-bagian alat

Gambar 2. Bagian-bagian alat absorpsi

Keterangan:
1 : Sump tank 10 :Metal support 18 : Support bracket
2 : Valve bracket 19 : Overflow pipe
3 : Manometer U 11 : Raschig rings 20 : Upper overflow
4 : Switch 12 : Sampling cocks pipe
5 : Hempl apparatus 13 : Sampling cocks 21 : Coupling
6 : Scale 14 :Rotary C1 : Control valve 1
7 :Sampling syringe compressor C2 : Control valve 2
8 : Gas sample tube 15 :Centrifugal pump C3 : Control valve 3
9 :Water supply 16 : Drain cock C4 : Control valve 4
tube 17 : Sampling Point S5 : Sampling pipette
F1 : Flow meter 1 F2 : Flow meter 2 F3 : Flow meter

4. Fungsi bagian-bagian alat


Beberapa fungsi bagian-bagian alat:
a. Kolom absorpsi. Kolom absorpsi merupakan tempat terjadinya absorpsi gas oleh
absorber.
b. Sump tank. Sump tank merupakan tempat penampung absorben yang digunakan
untuk melarutkan gas.
c. Apparatul hempl. Apparatus hempel digunakan untuk mengetahui banyaknya
absorbat yang terabsorpsi
d. Flow meter. Flow meter digunakan untuk mengukur laju alir gas, udara, dan cairan
e. Manometer. Manometer digunakan untuk mengukur tekanan
f. Rischig ring. Rischig ring digunakan untuk menyerap gas
C. PENGOPERASIAN

Prosedur Kerja
1. Isi dua buah bola yang ada pada alat analisa absorpsi gas dipanel sebelah kiri dengan
0,1 molar NaOH. Atur permukan larutan pada bola hingga berada pada tanda “0” pada
tabung, dengan menggunakan keterangan CN, lakukan drain.
2. Isi tanki tendon dengan air bersih dengan tiga perempat bagian (40 liter).
3. Tutup control airan gas C2 dan C3, jalankan pompa cairan dan atur laju alir air lewat
kolom hingga sekitar 6 liter/menit pada flowmeter F1 dengan mengatur control keran
C1 .
4. Jalankan kompresor dan atur control keran C2 hingga memberikan laju air udara 30
liter/menit pada flowmeter F2.
5. Dengan hati-hati buka kran pengatur tekanan pada silinder karbon dioksida dan atur
keran C3 sehingga memberikan laju alir gas pada F3 sekitar laju alir udara pada F2.
Pastikan bahwa tutup aliran caira didasar kolom sudah dibuka jika perlu dengan
mengatur control keran C4.
6. Sesudah 15 menit atau operasi mantap, ambil sample fas secara simultan dari titik S1
dan S2. Lakukan analisa gas tersebut terhadap kandungan CO2.
7. Bilas saluran sample dengaan jalan mengulang – ulang menarik piston dan
menekannya kembali ke atmosfir. Volume silinder 100 cc, perkiraan volume tabung
yang berisi udara yang tinggal didalam alat. Kemudian beberapa kali lakukan langkah
menghisap dan menekan.
8. Dengan bola absorbs terisolasi dan saluran keudara tertutup, isi selindar dari saluran
yang dipilih dengan menarik piston keluar pelan-pelan. Catat volume gas yang dihisap
ke dalam silinder V2 hendaknya sekitar 20 ml. tunggu sedikitnya dua menit sehingga
temperature gas didalam silinder sama dengan temperature silinder.
9. Putuskan hubungan silinder dari kolom dan bola serta saluran buang ke atmosfir tutup
setelah sekitar 10 detik.
10. Hubungkan silinder dengan bola, absorbs di permukaan cairan didalaam pipa harus
tetap, jika berubah buka pelan-pelan saluran ke atmosfir lagi.
11. Tunggu sampai permukaan didalam silinder sama dengaan tekanan atmosfir.
12. Pelan-pelan tekan piston, hingga silinder kosong karena gas masuk ke dalam bola
absorbs. Pelan-pelan tarik kembali piston. Catat tinggi permukaan pada tabung
indicator, hingga tidak terdapat perubahan permukaan cairan di dalam tabung
indicator. Tinggi permukaan cairan didalam tabung indicator V2, ini menunjukan
volume gas CO2 didalam campuran sample.
DAFTAR PUSTAKA

Cook, T.M. dan [Link] (Penerjemah Ir. Theresia Sri Utami). 1985. Industri Kimia
Operasi Aspek-Aspek Keamanan dan Kesehatan. Jakarta: PT Gramedia.

Jazanu College. 2009. Instruction Manual Gas Absorption olumn UOP 7.


[Link]
ocuments/ChELabsManuals/8_GasAbsrb.pdf&ved=2ahUKEwj7k_z9qPdAhUJpo8KHeiGAX
0QFjAEegQIBRAB&usg=AOvVaw1etAzcTRNrWwfZFGKpNRJr (diakses 4 September
2018)
Primasto, Agil Ramadhan, Aisyah Nur Ridha, dan Jupiter Eresta. 2015. Modul Absorpsi.
[Link] (Diakses 5 September 2018)

Treybal, Robert E. 1980. Mass-Transfer Operations 3rd Edition. United States: McGraw-Hill
Education – Europe

Anda mungkin juga menyukai