RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan : SD/MI
Kelas / Semester : 5 /1
Tema : Organ Gerak Hewan Dan Manusia (Tema 1)
Sub Tema : Manusia dan Lingkungan (Sub Tema 2)
Pembelajaran ke : 2
Alokasi waktu : 1 Hari
A. KOMPETENSI INTI
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam
berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca]
dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan
kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam
karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan
yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
Muatan : Bahasa Indonesia
No Kompetensi Indikator
3.1 Menentukan pokok pikiran 3.1.1 identifikasi pokok pikiran pada sebuah
dalam teks lisan dan tulis. teks.
4.1 Menyajikan hasil identifikasi pokok 4.1.1 Menuliskan hasil identifikasi pokok
pikiran dalam teks tulis dan lisan Pikiran
secara lisan, tulis, dan visual.
Muatan : IPA
No Kompetensi Indikator
3.1 Menjelaskan alat gerak dan fungsinya 3.1.1 Menghafal alat gerakdan fungsinya
pada hewan pada hewan.
dan manusia serta cara memelihara 3.1.2 Mengetahui cara memelihara
kesehatan alat gerak manusia. kesehatanlat gerak pada manusia.
4.1 Membuat model sederhana alat gerak 4.1.1 Membuat alat gerak manusia dan
manusia dan hewan. hewan dar kawat dan bubur kertas.
Muatan : SBDP
No Kompetensi Indikator
3.2 Memahami gambar cerita. 3.2.1 Menceritakan ulang cerita yang
terdapat pada gambar.
4.2 Membuat gambar cerita. 4.2.1 Menyajikan gambar cerita.
C. TUJUAN
1. Dengan mengamati gambar, siswa mampu memahami tulang sebagai salah satu organ
gerak manusia secara benar.
2. Dengan membaca, siswa mampu mengolah informasi dari bacaan dan menentukan ide
pokok dari setiap paragraf secara bertanggung jawab.
3. Dengan mengamati gambar, siswa mampu menyebutkan dan menunjukkan berbagai jenis
tulang sebagai organ gerak pada manusia secara tepat.
4. Dengan diskusi, siswa dapat memahami fungsi masing-masing tulang pada manusia
secara benar.
D. MATERI
1. Bacacan tentang penyandang cacat yang sukses
2. Bacaan tentang manfat sayuran bagi organ tubuh manusia.
E. PENDEKATAN & METODE
Pendekatan : Scientific
Strategi : Cooperative Learning
Teknik : Example Non Example
Metode : Penugasan, pengamatan, Tanya Jawab, Diskusi dan Ceramah
F. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Pembukaan 1. Kelas dimulai dengan dibuka dengan salam, menanyakan 15
kabar dan mengecek kehadiran siswa menit
2. Kelas dilanjutkan dengan do’a dipimpin oleh salah
seorang siswa. Siswa yang diminta membaca do’a adalah
siswa siswa yang hari ini datang paling awal.
(Menghargai kedisiplikan siswa/PPK).
3. Siswa diingatkan untuk selalu mengutamakan sikap
disiplin setiap saat dan menfaatnya bagi tercapainya sita-
cita.
4. Menyanyikan lagu Garuda Pancasila atau lagu nasional
lainnya. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya
menanamkan semangat Nasionalisme.
5. Pembiasaan membaca/ menulis/ mendengarkan/ berbicara
selama 15-20 menit materi non pelajaran seperti tokoh
dunia, kesehatan, kebersihan, makanan/minuman sehat ,
cerita inspirasi dan motivasi . Sebelum membacakan buku
guru menjelaskan tujuan kegiatan literasi dan mengajak
siswa mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut:
Apa yang tergambar pada sampul buku.
Apa judul buku
Kira-kira ini menceritakan tentang apa
Pernahkan kamu membaca judul buku seperti ini
Inti A. Ayo Mengamati 140
Siswa mengamati secara saksama gambar yang terdapat menit
pada buku siswa.
Fokus pengamatan siswa pada gambar dan penjelasan
gambar.
Siswa menyajikan dan mengomunikasikan hasil
pengamatannya secara tertulis dengan panduan
pertanyaan-pertanyaan pada buku siswa.
Hasil yang diharapkan
Merangkai sebuah cerita berdasarkan gambar.
Kemampuan mengidentifikasi berdasarkan
pengamatan terhadap suatu objek, dalam hal ini berupa
gambar.
Siswa mengamati rangka organ gerak manusia.
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk
bertanya atau memberikan tanggapan.
Alternatif kegiatan
1. Alternatif 1, guru memberikan waktu selama 5 menit
dan siswa diminta mengamati gambar dan membaca
keterangan dalam hati.
2. Alternatif 2, guru menunjuk gambar dan menjelaskan
gambar bagian-bagian organ gerak manusia secara
klasikal untuk dipahami murid.
Setelah menjelaskan, guru memberikan kesempatan pada
siswa untuk bertanya dan berpendapat.
Hasil yang diharapkan
Mengetahui rangka manusia dan fungsi-fungsinya.
Cermat dan teliti dalam mengamati gambar.
Mampu mengumpulkan informasi dan data dari gambar
yang diamati.
Berani dan percaya diri mengemukakan pendapat.
B. Ayo Mencoba
Guru membimbing dan mengawasi siswa membuat model
sederhana organ gerak manusia dari bahan kawat dan
bubur kertas.
Guru selalu menekankan kebersihan, kerapian, dan
keselamatan kerja selama kegiatan berlangsung.
Meskipun model sederhana, namun kerangka organ gerak
manusia ini harus dibuat dengan memperhatikan proporsi
dan anatominya.
Hasil yang diharapkan
Mengetahui organ gerak manusia.
Cermat, teliti, dan percaya diri dalam mengerjakan
tugas.
C. Ayo Berdiskusi
Guru memberikan sebuah narasi informasi secara menarik
dengan konsep interaktif untuk mengulang kembali
bagian-bagian organ gerak manusia dan fungsinya.
Alternatif Pelaksanaan Diskusi:
1. Guru menciptakan suasana interaktif dan atraktif
dengan mengajak siswa melaksanakan diskusi secara
klasikal.
2. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk
memilih para petugas diskusi, seperti pembawa acara,
sekretaris/notulis, dan lain-lain. Sementara anak-anak
yang lain bertindak sebagai peserta diskus
3. Pembawa acara bertanggung jawab atas jalannya
diskusi. Pembawa acara juga bertugas untuk
membacakan pertanyaan-pertanyaan untuk
didiskusikan oleh peserta.
4. Notulis bertugas untuk mencatat kejadian-kejadian
yang terjadi saat diskusi berlangsung, seperti
pendapat-pendapat yang disampaikan oleh peserta
diskusi. Notulis juga bertugas untuk membuat laporan
dan kesimpulan hasil diskusi.
5. Setiap peserta diskusi berhak mengemukakan
pendapatnya berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan
yang diajukan oleh pembawa acara.
6. Setelah siswa memberikan pendapatnya, guru
mengonfirmasi pendapat-pendapat siswa. Kemudian
guru memandu siswa untuk menarik kesimpulan.
7. Masing-masing siswa menulis jawaban sesuai
pertanyaan pada buku siswa berdasarkan hasil diskusi.
Hasil yang diharapkan
Mengetahui nama, letak, dan fungsi tulang pada
manusia.
Menggali informasi dari gambar.
melakukan pengamatan dengan cermat.
Menggali informasi dan data dari objek yang diamati,
dalam hal ini berupa gambar.
D. Ayo Membaca
Pada kegiatan Ayo Membaca, Siswa diminta untuk
membaca teks tentang Penyandang Cacat yang Sukses.
Alternatif kegiatan membaca
1. Alternatif 1, guru memberikan waktu selama 5 menit
dan siswa diminta membaca dalam hati.
2. Alternatif 2, guru menunjuk satu siswa untuk
membacakan bacaan tersebut dan meminta siswa lain
menyimak.
3. Alternatif 3, bacaan tersebut dibaca secara bergantian
dan bersambung oleh seluruh siswa.
Alternatif Jawaban
Hasil yang diharapkan
- Gemar membaca.
- Mampu menggali informasi dari bacaan.
- Mampu menentukan ide pokok dari bacaan.
E. Ayo Berkreasi
Secara interaktif guru menjelaskan salah satu jenis gambar
ilustrasi, yaitu gambar cover.
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk
bertanya dan berpendapat.
Guru memastikan siswa memahami arti dan unsur-unsur
gambar cover.
Setelah benar-benar paham, siswa mencoba membuat
gambar cover berdasarkan bacaan yang berjudul
Penyandang Cacat yang Sukses.
Tekankan pada siswa untuk selalu memperhatikan unsur-
unsur gambar cover buku. Semua unsur gambar cover
harus termuat dalam gambar yang dibuat siswa.
F. Ayo Renungkan
Secara mandiri siswa diminta untuk mengemukakan
pendapatnya berdasarkan pemahaman yang sudah
didapatkannya selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
Guru mengidentifikasi dan menganalisa jawaban masing-
masing siswa untuk mengetahui sejauh mana tingkat
keterampilan siswa untuk mengembangkan ide pokok
menjadi sebuah bacaan serta memahami organ gerak
manusia yang berupa tulang dan cara menjaganya.
Hasil yang diharapkan
Mengetahui gambar cerita yang berupa cover.
Membuat gambar cerita.
Mengembangkan imajinasi sekaligus menuangkannya
ke dalam bentuk gambar.
Hasil yang diharapkan
Siswa memahami tulang sebagai organ gerak manusia
dan manfaat sayuran bagi tubuh manusia.
Siswa mampu mengembangkan ide pokok menjadi
sebuah paragraf.
Siswa mampu membuat cerita gambar.
G. Kerja Sama dengan Orang Tua
Bersama orang tua, siswa melakukan aktivitas sehari-hari di
rumah sambil menentukan organ gerak apa yang digunakan pada
saat melakukan aktivitas [Link] mengoptimalkan kerja
sama, siswa dapat berbagi peran dan tugas dengan orang tuanya.
Hasil yang diharapkan
Mampu melakukan gerakan menendang, menerima, dan
menggiring bola.
Mampu bekerja sama dengan orang lain.
Menjaga hubungan baik dengan orang tua.
Penutup 1. Siswa mapu mengemukan hasil belajar hari ini 15
2. Guru memberikan penguatan dan kesimpulan menit
3. Siswa diberikan kesempatan berbicara /bertanya dan
menambahkan informasi dari siswa lainnya..
4. Penugasan dirumah
Dengan bantuan orang tuanya, siswa melakukan aktivitas
sehari-hari di rumah sambil menentukan organ gerak apa
yang digunakan pada saat melakukan aktivitas tersebut.
5. Menyanyikan salah satu lagu daerah untuk menumbuhkan
nasionalisme, persatuan, dan toleransi.
6. Salam dan do’a penutup di pimpin oleh salah satu siswa.
G. PENILAIAN
Penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran dilakukan oleh guru untuk mengukur
tingkat pencapaian kompetensi peserta didik. Hasil penilaian digunakan sebagai bahan
penyusunan laporan kemajuan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran. Penilaian
terhadap materi ini dapat dilakukan sesuai kebutuhan guru yaitu dari pengamatan sikap, tes
pengetahuan dan presentasi unjuk kerja atau hasil karya/projek dengan rubric penilaian
sebagai berikut.
1. Teknik Penilaian:
a. Penilaian Sikap: Percaya diri, peduli, tanggung jawab, disiplin
b. Penilaian Pengetahuan: Tes Tertulis
c. Penilaian Keterampilan: Unjuk kerja
2. Bentuk Instrumen Penilaian
a. Sikap
1) Disiplin
2) Tanggung jawab
3) Peduli
4) Percaya Diri
b. Pengetahuan
Siswa mengerjakan soal-soal latihan tertulis, remedial, dan pengayaan
pada buku siswa.
Format Penilaian
c. Keterampilan
Penilaian Unjuk Kerja
1) Rubrik Menulis Berdasarkan Pengamatan Gambar
a) Mencari Ide Pokok Bacaan
b) Menuliskan Ide Pokok dari Bacaan
c) Rubrik Membuat Gambar Cover
d) Rubrik Membuat Model Sederhana Organ Gerak
H. REMEDIAL DAN PENGAYAAN
Remedial
Sebutkan jenis-jenis tulang pada manusia.
Pengayaan
Bersama dalam kelompok siswa, buatlah rangka manusia secara sederhana.
Fokuskan pada rangka organ gerak manusia.
Siswa bisa memilih bahan-bahan berikut:
1. Styrofoam
2. Tanah liat
3. Plastisin atau lilin malam
I. SUMBER DAN MEDIA
1. Buku Pedoman Guru Tema 1 Kelas 5 dan Buku Siswa Tema 1 Kelas 5 (Buku Tematik
Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014).
2. Buku Sekolahnya Manusia, Munif Khotif.
3. Software Pengajaran SD/MI untuk kelas 5 semester 1 dari JGC/SCi Media.
4. Video/slide/gambar organ tubuh manusia
LAMPIRAN 1
Materi
LAMPIRAN 2
MEDIA
MEDIA PEMBELAJARAN
1. Siapkan alat dan bahan
a. Gunting
b. Ember
c. Kertas koran
d. Kawat kasa
e. Pati kanji
f. Cat warna dan kuas
2. Buatlah kerangka patung dari kawat kasa
3. Potong-potonglah kertas koran menjadi serpihan-serpihan
4. Rendamlah serpihan koran-koran ke dalam air.
5. Setelah rendaman serpihan koran lembek, angkat dan tumbuklah sampai halus dan
campurkan dengan perekat dari pati kanji. Aduklah hingga berbentuk bubur, namun
jangan terlalu encer.
6. Tempelkan bubur koran tersebut pada rangka kawat.
7. Keringkan dengan cara diangin-anginkan. Jangan dijemur langsung di bawah
terik matahari agar tidak retak
8. Warnailah dengan menggunakan cat.
LAMPIRAN 3
LKPD
Penyandang Cacat yang Sukses
Sidik lahir dengan kondisi yang memprihatinkan. Dia tak memiliki kedua kaki mulai dari
pangkal paha. Boleh dibilang, tubuhnya hanya separuh. Sebelum menggunakan kursi roda, dia
mengayunkan dua tangan guna menyeret tubuhnya untuk berjalan. Meski tubuhnya tak
sempurna, sejak kecil Sidik tidak pernah mau merepotkan orang lain. Ia selalu berusaha
melakukan semua aktivitasnya sendiri. Dia juga tidak mau dipapah atau digendong.
“Saya tidak mau dikasihani orang. Saya ingin sukses bukan karena orang kasihan kepada
saya, tetapi karena kerja keras saya,” katanya lugas.
Setelah bertahun-tahun bekerja di Yayasan Swa Prasidya Purna tetapi tidak menghasilkan
materi berarti, Sidik memilih keluar dan mencari pekerjaan lain. Dengan bekal ijazah
diplomanya, dia diterima di sebuah perusahaan kontraktor sebagai staf personalia. Tapi belum
lama dia bekerja, krisis moneter tahun 1998 menghantam dan perusahaannya terpaksa tutup.
Maka, dimulailah periode Sidik menjadi pengangguran. Tetapi, dia tak mau lama-lama
menganggur, Sidik mulai mengikuti berbagai kursus keterampilan yang diadakan oleh Pemda
DKI bagi penyandang cacat. Salah satu kursus yang memikat perhatian Sidik ialah kursus
membuat kerupuk dari singkong.
Modalnya ketika itu sumbangan dari Pemda DKI sebesar satu juta rupiah. Bersama istrinya,
Sidik kemudian memulai usaha membuat kerupuk dari singkong.
“Dulu belum ada merek, plastik pembungkusnya masih polos.” katanya.
Pada awal produksi dia memproduksi sekitar 100 bungkus kerupuk berukuran 2 ons dari
bahan baku singkong sebanyak 10 kilogram.
“Namanya juga pertama, kerupuk dagangan saya baru habis setelah sebulan lebih,” katanya
mengenang.
Namun kini, dari hanya mengolah 10 kilogram singkong, Sidik mengolah sedikitnya 50
hingga 100 kilogram singkong setiap bulannya. Dia juga sudah memiliki merek lengkap dengan
cap di pembungkus produknya.
“Saya beri nama merek Cap Gurame, ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan ikan
gurame, tetapi gurame adalah singkatan dari Gurih, Renyah, Enak,” katanya tersenyum. “Kalau
nanti ada uang lebih, merek ini saya mau patenkan.” tambahnya. Beruntung, ada seorang
pengusaha lokal yang melihat kegigihan Sidik dan akhirnya menyumbangkan sebuah sepeda
motor untuk operasional usaha.
“Namanya juga tidak punya kaki, saya sempat bingung juga, bagaimana mengendarainya?”
Tetapi Sidik tak kehilangan akal, dia mendesain motornya agar tuas perseneling dapat
dioperasikan dengan tangan. Dengan bantuan tukang las, jadilah sebuah motor dengan tongkat
besi tambahan yang ditempel di perseneling dan injakan rem. Tidak lupa dia juga menempelkan
gerobak di sampingnya untuk mengangkut muatan.
“Motor itu benar-benar membantu mobilitas dan produktivitas usaha saya.” ujar Sidik.
Saat ini Sidik terus mengembangkan pemasaran produknya. Setiap hari dia masih
berkeliling ke koperasi-koperasi atau warung di seluruh pelosok Ibukota. Bahkan saat Kabari
mewancarainya, dua kali telepon selularnya berbunyi dari orang yang meminta agar pasokan
kerupuk “Cap Gurame” segera dikirim.
Kini, dari hasil usahanya, Sidik mengantungi keuntungan berkisar 1 sampai 2 juta rupiah
perbulan. Meski jumlahnya kecil, apa yang diperbuat Sidik termasuk luar biasa. Dengan keadaan
yang terbatas, dia menjadi enterpreuner sejati. Meminjam rumusnya Pak Ciputra, pengusaha dan
dosen mata kuliah enterpreunership, bahwa Indonesia membutuhkan sedikitnya 20 persen
penduduknya menjadi enterpreuner, barulah menjadi negara makmur, maka Sidik telah
memulainya bertahun-tahun lalu. Jelaslah, Indonesia membutuhkan orang-orang gigih seperti
Sidik.
Cerita yang kamu baca inspiratif, bukan? Orang yang berkebutuhan khusus pun mampu
beraktivitas layaknya orang normal. Bagaimana dengan kamu?