0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4K tayangan12 halaman

Menentukan Variabel X dan Y Penelitian

Dokumen tersebut membahas tentang menentukan variabel dalam penelitian, termasuk variabel tergantung (Y) dan variabel bebas (X). Variabel Y merupakan inti permasalahan sedangkan variabel X adalah faktor yang mempengaruhi variabel Y. Dokumen memberikan contoh dan cara menentukan variabel penelitian secara tepat dan relevan dengan masalah yang diteliti.

Diunggah oleh

Husein Afronie
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4K tayangan12 halaman

Menentukan Variabel X dan Y Penelitian

Dokumen tersebut membahas tentang menentukan variabel dalam penelitian, termasuk variabel tergantung (Y) dan variabel bebas (X). Variabel Y merupakan inti permasalahan sedangkan variabel X adalah faktor yang mempengaruhi variabel Y. Dokumen memberikan contoh dan cara menentukan variabel penelitian secara tepat dan relevan dengan masalah yang diteliti.

Diunggah oleh

Husein Afronie
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Variabel X&Y

Menentukan Variabel X dan Y dalam metodologi penelitian

- Tentukan variabel y (variabel tergantung/variabel yang mengikat) nya, usahakan pilih variabel
yang menarik, paling penting dan yang akan menjadi sorotan

- Identifikasi, yaitu variabel tegantung itu dipillih dari faktor apa saja.

Misal ada 3 variabel x (pembatasan masalah, variabel bebas) dan 1 variabel y. Sumber masalah
disesuaikan dengan pembatasan masalah. Misal, berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka
dapat ditentukan sebagai bla bla bla

- Judul dan

- Latar belakang menguraikan isi dari penelitian, karena itu meskipun latar belakang berada di
halaman awal, penyelesaian sub bab ini selalu disempurnakan paling akhir.

- Informasi yang dipadukan dengan standar

- Teori:

Misal, penelitian dengan 3 variabel dan satu variabel y, maka dari judul tersebut akan terdapat lebih
dari 3 permasalahan, yaitu:

a. Hubungan antara variabel x1 dan y

b. Hubungan antara variabel x2 dan y

c. Hubungan antara variabel x3 dan y

d. Hubungan x1 dan x2

e. Dst.

- Anjuran: gunakan jurnal,jangan skripsi, disertasi atau tesis

- Hasil penelitian harus dipetakan (dengan data)

- Manajemen lebih sering penelitiannya menggunakan variabel laten

Cerdas dalam menentukan Variabel Penelitian!

Penelitian sering dilakukan oleh kita terutama guru. Termasuk saya atau teman-teman yang lain
terkadang sulit untuk menentukan judul penelitiannya. Ini ada beberapa tips yang unutk
menentukan variable dalam penelitian :
1. Tentukan pemasalah utamanya apa? Permasalahan utama ini kita sebut Y. Y merupakan variable
terikat yang dijadikan inti penelitian kita. Contoh : Hasil Belajar

2. Faktor permasalah, kita sebut X, X ini adalah variabel bebas. Biasanya dalam penelitian tesis
variabelnya minimal 2 variabel. Misalnya : Hubungan Metode Ceramah dan Metode Kelompok
dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP ‘X”. ATAU Pengaruh Metode Ceramah dan
Metode Kelompok Terhadap hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP “X”.

Dari contoh yang saya buat : Variabel bebas (X1 = Pengaruh metode ceramah , X2 = Pengaruh
metode kelompok, dan variable terikat adalah Y = Hasil belajar Matematika).

Kita garis bawahi untuk Pengaruh menggunakan penghubung dengan variable terikat yaitu :
‘terhadap’ sedang untuk Hubungan gunakan kata penghubung varibel terikatnya “dengan”.

3. Variabel yang kita tentukan, kita siapkan dulu apakah banyak teori-teorinya atau tidak, juga
pandapat para ahli apakah banyak atau tidak. Satu variable minimal 10 teori untuk penelitian tesis
misalnya.

4. Lalu yang terakhir tentukan apakah penelitian yang kita memungkinkan untuk kita lakukan atau
tidak. Lihat dari lokasi/tempat, biaya, dsb……

Demikian dari saya…mudah-mudahan bisa membantu saya dan teman-teman dalam melakukan
penelitiannya.

Untuk Guru biasanya melakukan PTK, tentukan saja variabel yang sederhana dan cukup satu variabel
bebas…..Kalau saya salah menjelaskan mohon dikoreksi, karena saya juga masih
belajar….terimakasih

Penulis : Pascasarjana penelitian dan evaluasi pendidikan, Thank’s [Link] untuk ilmu
metodologi peneliannya…!!

Bagaimanakah Menentukan Judul Penelitian ?

Salah satu kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa dalam menyusun tugas akhir (skripsi, tesis atau
disertasi) adalah menentukan judul penelitian. Kesulitan untuk menentukan judul penelitian ini
sangat terasa, khususnya bagi para peneliti muda yang akan memulai menekuni bidang penelitian
atau para mahasiswa yang akan menyelesaikan masa studinya melalui kegiatan penelitian.

Kesulitan-kesulitan yang dialami untuk menentukan judul penelitian diantaranya tampak dari
beberapa fenomena sebagai berikut:

Judul usulan penelitian yang diajukan ditolak. Alasan penolakan judul usulan penelitian yang
diajukan antara lain disebabkan oleh: (a) Judul yang diajukan tidak atau kurang jelas, baik
menyangkut variabel maupun objeknya. Judul yang baik, harus jelas variabelnya, apakah penelitian
itu melibatkan satu variabel, dua variabel atau lebih, serta mana variabel yang menjadi variabel
bebas dan variabel terikatnya. Selain itu agar judul yang diusulkan jelas, perlu memperhatikan atau
disertakan objek penelitian pada variabel yang dikaji. Misalnya, seseorang ingin meneliti tentang
masalah pengaruh pengawasan terhadap kinerja pegawai pada suatu perusahaan. Maka judul yang
dapat ditulis adalah: “Pengaruh Pengawasan Kepala Bagian Distribusi terhadap Kinerja Pegawai
Bidang Pelayanan Air Bersih pada PT X”. Berdasarkan contoh tersebut, dapat dijelaskan sebagai
berikut. Variabel yang dikaji adalah variabel pengawasan sebagai variabel bebas (X) dan variabel
kinerja sebagai variabel terikat (Y). Pada variabel pengawasan perlu diikuti dengan objeknya,
pengawasan siapa, misalnya tadi pengawasan kepala bagian distribusi. Begitupun pada variabel
terikatnya, dalam contoh ini kinerja, perlu diikuti oleh objeknya, kinerja siapa, misalnya kinerja
pegawai bidang pelayanan air bersih.

Judul yang diajukan tidak atau kurang relevan dengan bidang ilmu (core competence) yang ditekuni
oleh seseorang. Contoh, seorang mahasiswa pada jurusan manajemen perkantoran, membuat judul
usulan penelitian dengan topik kajian tentang pemasaran. Tentu saja ini tidak relevan untuk dikaji
karena topik kajian tentang pemasaran relevan untuk dikaji oleh mahasiswa pada jurusan
manajemen pemasaran. Meskipun misalnya pada jurusan manajemen perkantoran ini ada mata
kuliah pemasaran yang dipelajari oleh mahasiswa tersebut. Kenapa harus ada relevasi bidang ilmu
yang ditekuni seseorang dengan tema yang akan diteliti, ini berkaitan, khususnya, dengan
kedalaman kajian atau pembahasan hasil penelitian nantinya. Oleh karena itu harus ada relevansi
antara Judul yang diajukan dengan bidang ilmu yang ditekuni oleh seseorang.

Ketidaksesuaian antara judul penelitian dengan masalah yang dikaji.

Judul penelitian yang diusulkan sebagai topik kajian tidak didukung oleh bukti-bukti atau data
empirik yang dapat menunjukan bahwa topik tersebut layak untuk diteliti.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah bagaimanakah caranya menentukan judul penelitian?
Salah satu upaya untuk mengatasi kesulitan dalam menentukan judul penelitian adalah melakukan
studi pendahuluan. Studi pendahuluan merupakan salah satu aktivitas atau kegiatan persiapan yang
dilakukan oleh seorang peneliti, dengan tujuan untuk menentukan objek dan subjek penelitian yang
tepat, dan sesuai dengan tema penelitian yang menjadi fokus kajian peneliti.

Objek penelitian, berkaitan dengan variabel-variabel yang dipilih oleh peneliti, baik variabel masalah
maupun variabel-variabel yang diduga merupakan variabel yang mempengaruhi variabel masalah.
Dengan demikian, penentuan variabel-variabel penelitian melalui studi pendahuluan merupakan
salah satu upaya dari peneliti untuk memilih variabel-variabel yang tepat, dan secara empirik
merupakan variabel masalah dan juga variabel penyebab yang determinan, sebagai mempengaruhi
variabel masalah.

Hal ini berarti bahwa untuk melakukan penelitian atau memperoleh hasil penelitian yang
berkualitas, bermanfaat dan bermakna, maka seorang peneliti tidak cukup hanya berdasarkan pada
teori-teori saja dalam menentukan variabel-variabel penelitiannya, karena belum tentu variabel-
variabel yang dipilih berdasarkan teori-terori tadi, merupakan variabel yang sesuai secara empirik
perlu untuk diteliti. Oleh karena itu sangatlah dianjurkan apabila seorang peneliti dalam
menentukan judul penelitiannya, melakukan studi pendahuluan di samping melakukan kajian teori.

Sementara subjek penelitian, berkaitan dengan responden. Memilih responden yang tepat
merupakan satu keharusan untuk memperoleh data atau informasi yang memiliki tingkat akurasi
dan presisi yang tinggi. Oleh karena itu peneliti harus menetapkan responden yang reliabel
(terpercaya) dalam memberikan data atau informasi yang dibutuhkan untuk menjelaskan
permasalahan yang diteliti.
Memilih responden yang terpercaya antara lain dilakukan dengan mengkaji karakteristik-
karakteristik yang melekat pada responden tersebut, misalnya tingkat pendidikan, jenis pekerjaan,
jenis keahlian yang dimiliki, jenis kelamin, dan lain sebagainya. Karakteristik-karakteristik yang
melekat pada responden tersebut kemudian disesuaikan dengan kebutuhan akan data atau
informasi yang akan digunakan untuk menjelaskan masalah atau variabel yang dikaji.

Disinilah pentingnya melakukan studi pendahuluan, karena akan diperoleh masalah dan judul
penelitian yang sesuai dengan kondisi empirik, sehingga pada akhirnya hasil penelitian akan lebih
bermakna dan berkualitas, serta bermanfaat baik secara ilmiah maupun praktis. Oleh karena itu bagi
peneliti sangat dianjurkan melakukan studi pendahuluan dalam kegiatan penelitiannya.

ips menentukan judul penelitian / skripsi versi saya adalah sebagai berikut:

1. Tentukan permasalahan utama

Ini adalah langkah awal dan yang paling mudah. Terlebih jika penelitian terdiri atas 2 atau lebih
variabel, tentukan dahulu permasalahan utama atau yang biasa disebut dengan variabel Y. Variabel Y
adalah variabel terikat yang menjadi inti permasalahan dalam penelitian. Contoh: hasil belajar
rendah, hasil kerja buruk, kinerja rendah dan sebagainya. Yang penting hal tersebut memang ada
alias tidak dibuat-buat. Oleh karenanya, lakukan "penelitian awal" untuk memperoleh bukti atas
adanya masalah. Bisa didapatkan lewat pengamatan, wawancara, dokumentasi, kuesioner, dll.
Hasilnya kemudian dilampirkan pada proposal penelitian.

2. Tentukan faktor permasalahan dan buat sesempit mungkin

Faktor permasalahan biasa disebut Variabel X. Kita sudah punya variabel Y, contoh: hasil belajar
rendah. Kemudian cari teori ahli tentang hal-hal yang menentukan hasil belajar. Dari buku Slameto
diperoleh hasil belajar dipengaruhi 2 faktor: internal dan eksternal. Tapi ini belum selesai.

Kenapa? Karena faktor internal dan eksternal juga memiliki sub faktor. Internal: psikis dan psikologis,
sementara eksternal: lingkungan sosial dan non sosial. Ini pun masih belum selesai! Karena masih
bisa dipersempit.

Faktor internal, sub faktor: psikologis = minat, sikap, motivasi, persepsi, dsb. Faktor eksternal, sub
faktor: lingkungan sosial = ekonomi keluarga, pendidikan orang tua, pergaulan, dsb.

Kesimpulannya, usahakan untuk mempersempit cakupan (fokus) penelitian agar penelitian tidak
bias, mengambang dan menimbulkan banyak celah (bahaya kalo sidang). Sehingga akhirnya, judul
penelitiannya bisa dicontohkan sebagai berikut:

Hubungan Minat Berwirausaha dengan Hasil Belajar Kewirausahaan

Hubungan Motivasi Berprestasi dengan Prestasi Belajar


Kontribusi Kelengkapan Fasilitas terhadap Hasil Belajar Praktek

Hubungan Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah dengan Hasil Belajar

Pengaruh Pergaulan Luar Sekolah terhadap Hasil Belajar

Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga terhadap Hasil Belajar

3. Ada teori ahli pendukung

Tips selanjutnya adalah keberadaan teori pendukung. Banyak mahasiswa mencari judul penelitian
tanpa mempertimbangan keberadaan teori pendukung hingga akhirnya susah-susah bertualang ke
berbagai perpustakaan atau searching di internet. Dalam penelitian, teori atau pendapat para ahli
amatlah penting. Sebaiknya sebelum judul diajukan, cari terlebih dahulu buku-buku atau referensi
untuk penelitian agar tidak menghambat proses penyusunan skripsi / proposal nantinya.

4. Mungkin untuk dilakukan

Apakah peneliti memiliki relasi, waktu, tenaga atau biaya yang tersedia untuk melakukan penelitian?
Katakanlah peneliti ingin wisuda pada semester ini namun penelitian pada schedule baru akan
selesai pada semester depan, tentu hal ini akan merugikan atau peneliti ingin meneliti dengan suatu
alat, namun alat tersebut mahal harganya atau hanya ada di negara lain! Hal-hal tersebut harus
dipertimbangkan dan diperhitungkan sebelumnya, jangan sampai nanti mentok di proposal. Selesai
seminar malah bingung.

Tambahan:

Hal lain yang perlu ditambahkan adalah proses bimbingan, jangan hanya mengharapkan bimbingan
dari kedua pembimbing. Carilah "pembimbing ketiga", keempat dan seterusnya. Mereka bisa berasal
dari dosen lain, teman-teman, senior bahkan jika perlu ahlinya. Dari mereka kita bisa mendapatkan
informasi dan masukan yang bermanfaat bagi penyusunan skripsi / penelitian.

Cara Menentukan Variabel Penelitian

Menurut catatan Desi Wulandari dalam [Link]


[Link].,ia menjelaskan bahwa variabel adalah konsep yang diberi lebih dari satu nilai.
Setelah mengemukakan beberapa proposisi berdasarkan konsep dan teori tertentu, peneliti perlu
menemukan variabel penelitian dan selanjutnya merumuskan hipotesa berdasarkan hubungan antar
variabel. Di samping berfungsi sebagai pembeda, variabel juga berkaitan dan saling memengaruhi
satu sama lainnya. Bentuk variabel :

§ Variabel diskrit : dinyatakan dengan angka utuh (hasil perhitungan)

§ Variabel bersambungan : dapat dinyatakan dalam angka pecahan (hasil pengukuran)


Agar dapat dikelompokkan menjadi satu variabel, dua / lebih atribut tidak boleh ‘tumpang tindih’
(mutually exclusive). Atribut dalam suatu variabel harus mencakup semua kemungkinan yang ada
dalam suatu variabel (exhaustive). Dalam penyusunan kuesioner, atribut suatu variabel perlu
diketahui secara lengkap. Contoh, merah dan putih adalah dua dari sejumlah atribut dalam variabel
warna.

Jenis Hubungan Antar Variabel

A. Hubungan Simetris

Variabel yang satu tidak disebabkan / dipengaruhi oleh yang lainnya. Empat kelompok hubungan
simetris :

1. Kedua variabel merupakan indikator sebuah konsep yang sama.

2. Kedua variabel merupakan akibat dari suatu faktor yang sama.

3. Kedua variabel saling berkaitan secara fungsional, dimana satu berada yang lainnya pun pasti
disana.

4. Hubungan yang kebetulan semata-mata.

B. Hubungan Timbal Balik

Hubungan dimana suatu variabel dapat menjadi sebab dan juga akibat dari variabel lainnya. Variabel
terpengaruh dapat menjadi variabel pengaruh pada waktu lain. Contoh, variabel X mempengaruhi
variabel Y, pada waktu lainnya varaibel Y mempengaruh variabel X.

C. Hubungan Asimetris

Satu variabel mempengaruhi variabel yang lainnya. Enam tipe hubungan asimetri :

1. Hubungan antara stimulus dan respons. Hubungan kausal yang umumnya dileliti dalam ilmu
eksakta, psikologi dan pendidikan. Prinsip selektivitas adalah data dasar yang memperhatikan bahwa
kedua kelompok sesungguhnya sama dalam keterbukaan terhadap pengaruh luar sebelum
mendapat stimulus.

2. Hubungan antara disposisi dan respons. Disposisi adalah kecendrungan untuk menunjukkan
respons tertentu dalam situasi tertentu yang berada dalam diri. Misal, hubungan kepercayaan
dengan kecendrungan makan obat tradisional.

3. Hubungan antara ciri individu dan disposisi / tingkah laku. Ciri yaitu sifat individu yang relatif
tidak berubah dan tidak dipengaruhi lingkungan.

4. Hubungan antara prakondisi yang perlu dengan akibat tertentu. Misal, agar pedagang kecil
dapat memperluas uasaha perlu persyaratan pinjaman bank yang lunak.

5. Hubungan yang imanen antara dua variabel. Bila variabel satu berubah maka variabel yang
lainnya akan berubah.

6. Hubungan antara tujuan dan cara. Misal, kerja keras dan keberhasilan.
Berbagai Hubungan Asimetris

A. Hubungan Asimetris Dua Variabel

Hubungan antara “variabel pengaruh” dan “varaibel terpengaruh” akan disebut variabel pokok.
Hubungan keduanya merupakan titik pangkal analisa dalam ilmu sosial. Dalam ilmu sosial hubungan
tunggal antar satu variabel dengan variabel lainnya tidak pernah ada dalam realita.

B. Hubungan Asimetris Tiga Variabel

Pengaruh variabel ketiga / keempat dapat “dikontrol” melalui sistem analisa maupun cara
penentuan sampel. Menetralisasi pengaruh variabel luar dengan memasukkannya sebagai variabel
kontrol / variabel penguji dalam analisa. Akal sehat, teori dan hasil empiris dari penelitian lain
merupakan pedoman untuk menentukan variabel kontrol dalam penelitian. Selain dengan
memasukkan variabel ketiga kedalam analisa, dapat juga mengontrol pengaruh variabel luar melalui
penentuan sampel.

1. Variabel penekanan dan variabel pengganggu

Dari hasil analisa awal disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antar dua variabel tetapi ketika
variabel kontrol dimasukkan, hubungan menjadi nampak. Variabel kontrol dalam kasus ini disebut
variabel penekan (suppressor variable).

Masuknya variabel ketiga dalam analisa dua variabel dapat memberikan hasil yang berlawanan
dengan hasil analisa dua variabel saja. Variabel ketiga dalam kasus ini disebut variabel pengganggu
(distorter variable).

2. Variabel-antara

Segala sesuatu ada penyebabnya, dan tidak begitu saja terjadi. Variabel antara jika masuknya
variabel ini hubungan statistik yang semula nampak antara dua variabel menjadi lemah / lenyap.
Karena hubungan yang semula nampak antar kedua variabel pokok bukanlah suatu hubungan yang
langsung tetapi melalui variabel yang lain.

Untuk dapat menentukan diantara 3 (kelompok) variabel terdapat variabel-antara, diperlukan 3


hubungan asimetris. A dan B, B dan C, A dan C (lihat gambar di atas).

Menurut Davis dan Blake (1956) variabel sosial budaya tidak dapat mempengaruhi fertilitas secara
langsung tapi melalui variabel-antara dinamakan variabel Davis-Blake. Variabel pengaruh dapat
melalui variabel antara mempengaruhi variabel2 antara, dapat secara langsung mempengaruhi
variabel terpengaruh.

3. Variabel anteseden

Hasil yang lebih mendalam dari penelusuran hubungan kausal antar variabel. Dan mendahului
variabel pengaruh.

Dalam realita, hubungan antar dua variabel merupakan penggalan dari sebuah jalinan sebab akibat
yang panjang. Setiap usaha mencari jalinan yang lebih jauh seperti variabel anteseden akan
memperkaya pengertian tentang fenomena yang sedang diteliti.

Kerangka teori serta akal sehat yang menentukan suatu variabel dapat dipertimbangkan sebagai
variabel anteseden. Untuk itu perlu 3 syarat yaitu :

§ Ketiga variabel saling berhubungan, variabel anteseden dan variabel pengaruh, variabel
anteseden dan variabel terpengaruh, variabel pengaruh dan variabel terpengaruh.

§ Variabel anteseden dikontrol, hubungan antar variabel pengaruh dan variabel terpengaruh tidak
lenyap. Variabel anteseden tidak mempengaruhi hubungan antar kedua variabel pokok.

§ Variabel pengaruh dikontrol, hubungan antar variabel anteseden dan variabel terpengaruh harus
lenyap.

Kesimpulan

Hubungan antar variabel sosial cukup kompleks. Tugas peneliti adalah mencari hubungan yang
menarik dan penting, yang menerangkan maslah yang diamati. Hubungan tersebut dikaitkan dengan
teori dan hasil penelitian orang lain, dan dirumuskan dalam bentuk hipotesa. Konsep pokok diukur
dengan variabel yang diberi definisi khusus oleh peneliti, agar dapat menguji hipotesa penelitian.
Penggolongan dan penyederhanaan hubungan agar mudah dimengerti. Mempelajari masalah,
hubungan dan memilih variabel dapat menjelaskan hubungan sosial yang dianggap perlu
diperhatikan. Penelitian dari orang lain, pengamatan secara akal sehat, pedoman baik menentukan
variabel kontrol yang tepat

JUDUL SKRIPSI: Pelaksanaan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Pengaruhnya
Terhadap Semangat Kerja Karyawan Di PT. Soeloeng Laoet, Kebun Sinah Kasih Sei Rampah

ABSTRAK
Keselamatan Kerja adalah Perlindungan terhadap kesejahteraan fisik seseorang dan
mencegah kecelakaan atau cedera yang terkait dengan pekerjaan. Kesehatan Kerja adalah Individu
yang sehat, bebas dari penyakit, cedera serta masalah mental dan emosi yang bisa mengganggu
aktivitas manusia normal umumnya. Semangat Kerja adalah Sikap mental manusia untuk membuat
hari esok lebih baik dari hari sekarang dan membuat hari ini lebih baik dari hari kemarin.

Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah berapa besar pengaruh keselamatan dan
kesehatan kerja terhadap semangat kerja karyawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
pelaksanaan program dan juga pengaruh program untuk mengetahui hambatan – hambatan
keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap semangat kerja karyawan. Teknik pengumpulan data
yang penulis pergunakan dalam penelitian ini adalah wawancara atau interview, daftar pertanyaan
atau quitioner, studi dokumentasi dan observasi. Sedangkan teknik analisis data yang penulis
pergunakan adalah dengan analisa regresi linier berganda dan Uji F.

PT. Soeloeng Laoet adalah badan usaha yang independent yang bergerak dibidang perkebunan. Dari
hasil penelitian penulis di PT. Soeloeng Laoet, di peroleh kesimpulan bahwa secara parsial, penilaian
keselamatan kerja (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap semangat kerja (Y). Dan begitu pula
kesehatan kerja ( X2) berpengaruh secara signifikan terhadap semangat kerja (Y) pada taraf
signifikan 0,05.

Persamaan regresi linier berganda untuk 2 prediktor (penilaian keselamatan dan kesehatan) adalah
Y=15,228 + 0,240 X1 + 0,253 X2 persamaan ini memperlihatkan bahwa semua variabel bebas (X1 dan
X2) memiliki koefisien yang positif, berarti seluruh variabel bebas (penilaian keselamatan dan
kesehatan kerja) mempunyai pengaruh yang searah terhadap variabel Y (semangat kerja). Variabel
X1 memiliki kontribusi relatif yang paling besar diantara kedua variabel bebas.

Nilai R – Square yang diperoleh adalah sebesar 0,311 menunjukkan sekitar 31,10% variabel Y
(semangat kerja) dapat dijelaskan oleh variabel penilaian keselamatan kerja (X1) dan kesehatan kerja
(X2) terhadap variabel Y (semangat kerja) adalah 31,10% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang
tidak diteliti.

Dari uji F diperoleh 6,090 dengan F table 3,35 menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima, berarti (X1)
dan (X2) penilaian keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Y
(semangat kerja).

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Setiap perusahaan baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil mempunyai fasilitas untuk
berproduksi dan juga menguji hasil yang diproduksi dari perusahaan tersebut dan efek dari
pekerjaan tersebut sangat erat kaitannya dengan tenaga kerja. Tetapi efisiensi dan efektifitas kerja
tidak tergantung pada jumlah tenaga kerja yang banyak, melainkan dari mutu tenaga kerja tersebut.

Khusus di dalam pengaruh semangat kerja karyawan, banyak terkandung unsur-unsur seperti :

1. Keselamatan Kerja Karyawan

2. Kesehatan Kerja Karyawan

3. Lingkungan yang mendukung pencapaian prestasi

4. Segala fasilitas-fasilitas yang disediakan serta kemudahan-kemudahan lainnya.

Untuk meningkatkan semangat kerja perusahaan memberikan jaminan-jaminan dalam lingkungan


kerja, diantaranya :

1. Keselamatan Kerja

Perusahaan juga tidak menginginkan terjadinya kecelakaan kerja, karena mempengaruhi hasil kerja
karyawan.

2. Jaminan Sosial Tenaga Kerja Karyawan

Tanggungan terhadap karyawan dengan memberikan fasilitas perawatan dan pemeliharaan


kesehatan oleh perusahaan. Perusahaan juga tidak ingin kecelakaan kerja terjadi, karena akibat dari
kecelakaan kerja akan menimbulkan kerugian disegi waktu dan juga disegi peralatan.

Penempatan dan pembagian kerja yang tidak sesuai dengan keahlian yang dimiliki akan
memungkinkan terjadinya kecelakaan kerja dan kesalahan kerja. Perlindungan tenaga kerja yang
berupa keamanan dan keselamatan kerja merupakan perhatian utama di dalam perusahaan.
Undang-Undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 1970, pada tanggal 12 Januari 1970 ” tentang
keselamatan kerja” merupakan bukti tentang pentingnya keselamatan kerja di dalam perusahaan.

Perhatian lain juga dituangkan pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik
Indonesia No. 02/ Men/ 1980, ” tentang pemeriksaan kesehatan tenaga kerja dalam
menyelenggarakan kesehatan kerja”.

Karena perhatian keselamatan dan kesehatan kerja merupakan perhatian utama dan berpengaruh
terhadap semangat kerja karyawan, maka penulis tertarik terhadap masalah yang terjadi pada
keselamatan dan kesehatan kerja yang tentunya sangat mempengaruhi semangat kerja karyawan,
dengan mengambil judul: ” Pelaksanaan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan
Pengaruhnya Terhadap Semangat Kerja Karyawan di PT. Soeloeng Laoet Kebun Sinah Kasih Sei
Rampah” .

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka perlu diidentifikasi masalah penelitian sebagai berikut:

1. Bagaimana pengaruh pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja terhadap


semangat kerja karyawan di PT. Soeloeng Laoet Kebun Sinah Kasih Sei Rampah ?

2. Bagaimana pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja karyawan di PT. Soeloeng
Laoet Kebun Sinah Kasih Sei Rampah ?

3. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi semangat kerja karyawan di PT. Soeloeng Laoet
Kebun Sinah Kasih Sei Rampah ?

C. Batasan Dan Perumusan Masalah

Pembatasan masalah sangat penting bagi suatu penelitian yang berguna untuk menjadikan
penelitian terarah pada masalah tertentu. Oleh karena itu untuk menghindari kekeliruan dalam
penafsiran mengenai masalah yang dibahas serta terbatasnya waktu dan pengetahuan yang dimiliki
penulis, maka dalam hal ini penulis hanya membatasi masalah, yaitu Pelaksanaan Program
Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Pengaruhnya Terhadap Semangat Kerja Karyawan di PT.
Soeloeng Laoet Kebun Sinah Kasih Sei Rampah.

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

Setiap kegiatan mempunyai tujuan, begitu juga dalam penelitian ini. Adapun tujuan dari penelitian
ini adalah:

a. Untuk mengetahui pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja yang dilakukan oleh
PT. Soeloeng Laoet Kebun Sinah Kasih Sei Rampah.

b. Untuk mengetahui tingkat kesejahteraan karyawan di PT. Soeloeng Laoet Kebun Sinah Kasih
Sei Rampah.

c. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja yang dilakukan
terhadap kesejahteraan karyawan di PT. Soeloeng Laoet Kebun Sinah Kasih Sei Rampah.

2. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat, yaitu sebagai berikut:

a. Sebagai masukan bagi karyawan khususnya di PT. Soeloeng Laoet Kebun Sinah Kasih Sei
Rampah tentang hak memperoleh jaminan sosial tenaga kerja.

b. Sebagai bahan pemikiran bagi perusahaan khususnya PT. Soeloeng Laoet Kebun Sinah Kasih Sei
Rampah dalam menjamin kesejahteraan karyawan yang merupakan salah satu kewajiban terhadap
karyawan dalam mengelola tenaga kerja.
c. Menambah wawasan pengetahuan penulis dalam bidang kesejahteraan sosial tenaga kerja
sebagai salah satu kebutuhan karyawan yang erat kaitannya dengan tingkat produktivitas tenaga
kerja.

Common questions

Didukung oleh AI

Utilizing multiple sources for supervision, such as guidance from various mentors and experts, provides a diverse range of insights and expertise that can help identify potential flaws, enhance methodology, and provide a well-rounded perspective. This practice encourages thoroughness, increases scrutiny, and ultimately contributes to more robust and comprehensive research outcomes .

Researcher bias in selecting and interpreting research variables can lead to skewed results that reflect the researcher's expectations rather than the actual phenomena. This bias might cause researchers to overlook important variables or improperly analyze the data, ultimately affecting the validity of the research findings and leading to erroneous conclusions .

Conducting a preliminary study allows researchers to choose research variables that are empirically relevant and significantly related to the problem being investigated. This empirical approach ensures that the variables are not only theoretically significant but also practically applicable, enhancing the overall quality and meaningfulness of the research outcomes .

Variable antecedents enhance the understanding of causal relationships by offering a more nuanced view of how variables interact over time. They precede the causal variables and aid in tracing a longer causal chain, thus providing a richer interpretation of the phenomena under study. By identifying these antecedents, researchers can more accurately explain the underlying mechanisms of observed effects .

Defining variables as mutually exclusive and exhaustive poses challenges in ensuring all potential states or categories within the research context are covered without overlap. It requires comprehensive knowledge of the subject area to ensure the attributes of a variable accurately represent the full range of possibilities while avoiding t overlap, which can result in incomplete or biased research outcomes .

Neglecting empirical relevance when choosing research variables can lead to a disconnect between theoretical assumptions and practical applicability, potentially resulting in outcomes that lack significance or are not generalizable. The absence of empirical grounding may result in flawed conclusions and reduce the study's overall impact .

The scope of research can be narrowed by refining the research question to focus on specific sub-factors of the main variables. This involves breaking down broad concepts into smaller, more manageable components, such as identifying precise internal or external factors that affect a variable. This process ensures focused research, reduces bias, and minimizes the potential for confounding variables .

Selecting reliable respondents is crucial for obtaining accurate and precise data. A reliable respondent ensures that the information gathered has high validity, which is essential for drawing meaningful conclusions that accurately reflect the phenomena being studied. By taking into account characteristics such as education level, occupation, and skills, researchers can ensure that their data sources are trustworthy and relevant .

Key factors to consider when determining a research title include: identifying the main problem or dependent variable (Y), understanding the factors contributing to the problem or independent variables (X), and ensuring the scope is focused to avoid bias and ambiguity. Additionally, a preliminary study should support the problem's existence to validate the research's foundation .

Latent variables in management research represent underlying factors not directly observed but inferred from other variables. Identifying these variables is critical because they help in understanding the hidden structures and causal relationships within complex systems, thus providing deeper insights into the management phenomena under study .

Anda mungkin juga menyukai