0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
170 tayangan36 halaman

Gambaran Umum Kabupaten Seluma

Paragraf pertama memberikan gambaran umum tentang kondisi geografis, administratif, dan fisik Kabupaten Seluma. Paragraf berikutnya menjelaskan batas administrasi, kondisi iklim, topografi, jenis tanah, hidrologi, dan geologi Kabupaten Seluma secara detail.

Diunggah oleh

Made Deta Pratama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
170 tayangan36 halaman

Gambaran Umum Kabupaten Seluma

Paragraf pertama memberikan gambaran umum tentang kondisi geografis, administratif, dan fisik Kabupaten Seluma. Paragraf berikutnya menjelaskan batas administrasi, kondisi iklim, topografi, jenis tanah, hidrologi, dan geologi Kabupaten Seluma secara detail.

Diunggah oleh

Made Deta Pratama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

GAMBARAN UMUM WILAYAH

2.1 Geografis, Administratif dan Kondisi Fisik


Gambaran Umum wilayah menjelaskan kondisi umum Kabupaten Seluma yang
mencakup : Kondisi Fisik , Kependudukan , Administratif, Keuangan dan Perekonomian
Daerah, Kebijakan Penataan Ruang dan Struktur Organisasi serta tugas dan tanggung jawab
setiap perangkat daerah.

2.1.1. Geografis
a. Batas Administrasi
Kabupaten Seluma merupakan Kabupaten dalam Provinsi Bengkulu yang merupakan
hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkulu Selatan. Bila ditinjau dari letak garis bujur dan
lintangnya berada pada koordinat 03˚49’55’66” LS - 04˚21’40’22” LS dan 101˚17’27’ 57”
BT - 102˚59’40’54” BT dan secara geografis wilayah Kabupaten Seluma berada di Pantai
Barat Pulau Sumatera bagian Selatan, membujur di sepanjang Bukit Barisan yang secara
administratif berbatasan dengan :
 Sebelah Utara berbatasan dengan Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah
 Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kabupaten Lahat
Provinsi Sumatera Selatan
 Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bengkulu Selatan
 Sebelah Barat berbatasan dengan Samudera Indonesia.

b. Kondisi Fisik
 Kondisi Iklim
Kabupaten Seluma beriklim tropis karena jarak Bukit Barisan dengan Samudera
Indonesia sangat dekat sehingga pengaruh angin laut lebih terasa bila dibandingkan dengan
angin [Link] udara rata-rata maksimum antara 31C sampai dengan 33C dan rata-rata
suhu minimum antara 22C sampai dengan 23C, sedangkan kelembaban rata-rata antara 80
– 88%, curah hujan rata-rata dalam satu tahun adalah 298,8583 [Link] hujan di Kabupaten
Seluma sepanjang tahun rata-rata mencapai 12 hari hujan per bulan dengan curah hujan
sebesar 7,2 mm. Jumlah hari hujan terbanyak berada di Bulan Maret dan Desember yakni 16 hari
dengan curah hujan masing-masing sebesar 9,8 mm dan 6,3 mm. Sedangkan jumlah hari
hujan terendah terjadi di Bulan Juli yakni 6 hari dengan curah hujan sebesar 4,4 [Link]
melihat pola hujan demikian, dan sesuai dengan pola iklim global, maka wilayah Kabupaten

19
Seluma ini tergolong kepada wilayah dengan Iklim Tropis Basah yang relatif tanpa musim
kering. Dengan tipe iklim tropis basah ini, maka potensial bagi pengembangan pertanian.
Namun di lain pihak dengan karakter topografi/ morfologi wilayah di atas, sangat penting
adanya kawasan lindung berupa kawasan yang memberikan perlindungan kawasan
bawahannya khususnya kawasan hutan lindung dan kawasan resapan air.
 Topografi
Kabupaten Seluma memiliki ketinggian tempat antara 0 - >1.000 m dpl, yaitu 0 – 25
m sebesar 30,67 %, 25 – 100 m sebesar 29 %, 100 – 500 m sebesar 21,50 %, 500 – 1.000 m
sebesar 15,96 % dan > 1.000 m sebesar 16 %. Kelompok daerah perbukitan menempati
lereng bawah dari rangkaian Bukit Barisan yang memanjang ke arah barat laut – tenggara
dengan perbedaan ketinggian sekitar 300 m. Puncak-puncaknya berada pada ketinggian 500 –
2. 000 m dpl dan ditengah-tengah jalur rangkaian dijumpai sistem patahan Sumatera.
Keadaan Topografi di wilayah Kabupaten Seluma terdiri dari daerah datar dan
berbukit sampai bergunung. Berdasarkan atas ketinggiannya dari permukaan laut, maka
wilayah Kabupaten Seluma terbagi atas :
 Daerah yang berada pada ketinggian >10 m dpl dengan luas 30.810 Ha atau 12,834 %.
 Daerah yang berada pada ketinggian 10 – 25 m dpl dengan luas 22.322 Ha atau 9,295 %.
 Daerah yang berada pada ketinggian 25 – 50 m dpl dengan luas 27.274 Ha atau 11,357
%.
 Daerah yang berada ketinggian 50 – 100 m dpl dengan luas 18.773 Ha atau 7,817 % .
 Daerah yang berada ketinggian 100 – 500 m dpl dengan luas 58.409 Ha atau 24,322 %.
 Daerah yang berada pada ketinggian 500 – 1.000 m dpl dengan luas 42.323 Ha atau
17,624 %.
 Daerah yang berada pada ketinggian >1.000 m dpl dengan luas 40.223 Ha atau 16,750
%.
Kondisi topografi Kabupaten Seluma datar hingga sangat terjal/curam. Berdasarkan
kemiringan lereng, bahwa wilayah yang bertopografi datar 89.105 ha, landai 23.940 ha,
curam 59.760 ha dan sangat curam 67.239 ha. Dengan demikian karakter umum wilayah
sebagai berikut :
 Lahan dengan ketinggian di bawah 10 m dpl merupakan lahan dengan kemiringan 0-3%;
 Lahan dengan ketinggian 10 – 25 m dpl, umumnya mempunyai kemiringan 0 – 3 % dan
3 – 8 %;

20
 Lahan dengan ketinggian 25 – 50 m dpl, mempunyai kemiringan yang sangat variatif,
mulai dari 0 – 3%, 3 – 8%, 8 – 15% dan bahkan sebagian kecil adalah 15 – 25%;
 Lahan dengan ketinggian 50 – 100 m dpl, umumnya dominan dengan dengan kemiringan
8 – 15% dan 15 – 25 %, serta ada sebagian lagi dengan kemiringan diatas tersebut, yaitu
25 – 40 % dan sebagian kecil3 – 8%;
 Lahan dengan ketinggian 100 – 500 m dpl, umumnya dominan dengan kemiringan antara
15 – 25 % dan 25 – 40 %, serta sebagian kecil > 40%; namun ada dua kompleks area
yang terletak di selang ketinggian ini yang mempunyai kemiringan dari 0 – 3 %, 3 – 8 %
sampai 8 – 15 %, yaitu di Kecamatan Ulu Talo dan Kecamatan Semidang Alas yang
berada di sekitar kawasan pengembangan permukiman transmigrasi;
 Lahan dengan ketinggian 500 – 100 m dpl, dominan dengan kemiringan >40% dan
setempat – setempat terdapat lahan dengan kemiringan 25 – 40 %, dengan pemanfaatan
ruangnya yang dominan berupa hutan, baik hutan produksi terbatas maupun hutan
lindung;
 Lahan dengan ketinggian > 1000 m dpl, dominan dengan kemiringan >40%, walaupun
setempat-setempat terdapat kemiringan lahan 25 – 40% dan 15 – 25%, seperti di
Kecamatan Semidang Alas dan Kecamatan Lubuk Sandi. Pemanfaatan lahan untuk lahan
dengan >1000 m dpl ini berupa hutan lindung.
 Jenis Tanah
Jenis tanah terluas di Kabupaten Seluma adalah jenis regosol yakni jenis tanah yang
mempunyai perkembangan yang berasal dari pegunungan lipatan, oleh akibat adanya erosi
tanah pentorehan 0 yang kuat membentuk pelembahan yang dalam mencapai 23,77 luas
kabupaten, podsolik coklat litosol yang terbentuk dari bahan aluvial pada dataran tinggi yang
terakumulasi ke dataran pelembahan mencapai 19 %, podsolik merah kuning latosol
mencapai 17,29 % dan diikuti dengan jenis aluvial sebesar 17,24 %.
 Hidrologi
Sungai-sungai yang terdapat di wilayah Kabupaten Seluma yang relatif besar
mengalir dari hulunya di kompleks pegunungan Bukit Barisan dan bermuara di Samudera
Indonesia. Sementara sungai-sungai yang relatif kecil dengan arah aliran yang sama, namun
hulunya belum sampai ke Pegunungan Bukit Barisan.
Kabupaten Seluma memiliki sungai besar dan kecil, antara lain : Sungai Air Ngalam,
Air Seluma, Air Simpang, Air Dingin, Air Plubang, Air Gambiran Air Rika, Air Plubang
Simpang Kanan dan Simpang Kiri, Air Tanjung Aur, Air Nelas Kiri, Air Keruh, Air Nelas,

21
Air Sindur, Air Kungkai, Air Penago, Air Talo, Air Alas, dan Air Maras. Sungai-sungai
tersebut ada yang langsung bermuara ke Samudra Indonesia.
Sungai di Kabupaten Seluma berfungsi sebagai sumber irigasi dan sumber air minum
PDAM. Wilayah Kabupaten Seluma juga berbatasan dengan lautan Samudera Indonesia
dengan kedalaman laut cukup bervariasi mulai dari 5 m s/d 200 m di bawah permukaan air
laut. Pada kondisi tertentu pasang air laut tercatat maksimum 120 cm di Muara Sungai
Seluma.
Tabel 2.1 : Nama Daerah Aliran Sungai di wilayah Kabupaten Seluma
No DAS/ SUB DAS Luas ( Ha )
1 DAS Tanjung Aur 50.405,28
Sub DAS Nelas Kecil 17.956,10
Sub DAS Air Keruh 4.402,47
Sub DAS Air Nelas 12.216,53
Sub DAS Tanjung Aur 15.830,18
2 DAS Kungkai 43.871,37
Sub DAS Sindur 8.463,95
Sub DAS kungkai Hulu 16.653,46
Sub DAS Kungkai Hilir 9.635,78
Sub DAS ngalam 9.118,18
3 DAS Kungkai Kecil 3.566,74
4 DAS Seluma 51.247,90
Sub DAS Pelubang 17.166,68
Sub DAS Seluma Hulu 13.783,19
Sub DAS Seluma Tengah 6.142,62
Sub DAS Seluma Hilir 4.885,72
Sub DAS Simpang 9.269,69
5 DAS Penago 9.648,61
6 DAS Talo 42.024,83
Sub DAS Air Keruh 6.351,43
Sub DAS Talo Hulu 13.456,54
Sub DAS Talo Hilir 22.216,86
7 DAS Alas 53.754,85
8 DAS Alas Maras 21.131,86
Sumber : BPS kabupaten Seluma
 Geologi
Karakter geologi di wilayah Kabupaten Seluma dicirikan oleh endapan permukaan
(surficial deposits) serta batuan sedimen dan gunung berapi (sedimentary and volcanicrocks).
Batuan sedimen dan gunung api ini terdiri atas 3 lajur, 2 lajur diantaranya terdapat di wilayah
Kabupaten Seluma yaitu lajur Bengkulu (Bengkulu zones) dan lajur Barisan (Barisan zones),
serta lajur Palembang (Palembang zones) yang terletak di sebelah timur wilayah Kabupaten
Seluma (yaitu Kabupaten Lahat/ Provinsi Sumatera Selatan).

22
Peta 2.1 Peta Daerah Aliran Sungai di Wilayah Kabupaten Seluma

23
c. Administratif
Luas wilayah darat Kabupaten Seluma menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun
2003 adalah seluas ± 2.400,44 km2 atau 12,13 % dari luas Provinsi Bengkulu dan wilayah
laut seluas ± 1.728,02 km² sehingga total keseluruhan luas Kabupaten Seluma adalah
4.128,46 km². Dalam perkembangannya sesuai dengan rencana pengembangan wilayah dan
aspirasi dari masyarakat, maka Kabupaten Seluma memekarkan Kecamatan Induk dari 5
Kecamatan menjadi 14 Kecamatan.

Tabel 2.2 : Nama,luas wilayahdan jumlah kelurahan per-Kecamatan


Nama Jumlah Luas wilayah
Kecamatan Kelurahan/ Administrasi Terbangun
Desa (Ha) % ( Thd Total) (Ha) % ( Thd Total)

Sukaraja 21 24.078 10.03 8.563 9.81


Air Periukan 16 12.233 5.10 4.858 4.45
Lubuk Sandi 14 17.519 7.30 5.134 5.88
Seluma Barat 9 10.245 4.27 7.432 5.37
Seluma 7 2.183 0.91 1.978 1.43
Seluma Utara 10 41.089 17.12 25.678 18.57
Seluma Timur 8 6.450 2.69 3.765 2.72
Seluma Selatan 12 7.446 3.10 4.568 3.30
Talo 16 11.120 4.63 6.789 4.91
Talo Kecil 11 5.977 2.49 2.876 2.80
Ulu Talo 13 22.716 9.46 8.657 7.71
Ilir Talo 15 13.138 5.47 5.360 6.05
Semidang Alas 24 55.475 23.11 15.980 22.40
SAM 25 10.375 4.32 3.356 4.60

Sumber : Bappeda Kabupaten Seluma

24
Peta 2.2 Peta Administrasi Kabupaten Seluma

25
2.2. Demografi
a. Jumlah Penduduk
Penduduk Kabupaten Seluma pada tahun 2013 berjumlah 202.062 jiwa dengan
jumlah KK sebanyak 71.629 dengan rincian jumlah penduduk per kecamatan seperti pada
tabel berikut ini.
Tabel 2.3. Jumlah dan Kepadatan Penduduk 3-5 tahun terakhir

Tingkat
Jumlah Penduduk Jumlah KK Kepadatan pddk
Pertumbuhan
Nama Kecamatan
Tahun Tahun Tahun Tahun

2011 2012 2013 2011 2012 2013 2011 2012 2013 2011 2012 2013

Sukaraja 29.740 30.203 32.570 10.354 10.668 10.972 1,25 1,25 1,25 123,52 125,44 135,27

Air Periukan 18.526 18.812 19.930 8.561 8.981 9.500 1,25 1,25 1,25 151,44 153,78 162,92

Lubuk Sandi 9.681 9.832 10.719 3.373 3.689 3.868 1,25 1,25 1,25 55,26 56,12 61,18

Seluma Barat 7.798 7.919 9.602 2.890 2.979 3.267 1,25 1,25 1,25 76,12 77,30 93,72

Seluma 8.344 8.472 9.867 3.042 3.256 3.461 1,25 1,25 1,25 382,23 388,09 451,99

Seluma Utara 7.736 7.857 11.963 3. 567 3.890 4.091 1,25 1,25 1,25 18,83 19,12 29,11

Seluma Timur 8.901 9.038 10.109 3.290 3.590 3.895 1,25 1,25 1,25 138,00 140,12 156,73

Seluma Selatan 10.588 10.751 12.289 4.239 4.678 4.901 1,25 1,25 1,25 142,20 144,39 165,04

Talo 10.591 10.754 11.690 3.890 4.120 4.562 1,25 1,25 1,25 95,24 96,71 105,13

Talo Kecil 9.259 9.402 14.321 3.568 3.754 4.675 1,25 1,25 1,25 154,91 157,30 239,60

Ulu Talo 4.816 4.891 10.889 2.154 2.347 3.890 1,25 1,25 1,25 21,20 21,53 47,94

Ilir Talo 9.789 9.930 10.529 3.887 4.235 4.569 1,25 1,25 1,25 74,51 75,58 80,14

Semidang Alas 13.591 13.803 15.423 4.678 4.889 4.997 1,25 1,25 1,25 24,50 24,88 27,80

Semidang Alas
20.801 21.122 22.161 4.341 4.679 4.981 1,25 1,25 1,25 200,49 203,59 213,60
Maras

Sumber; Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Seluma 2014

26
Jumlah penduduk Kabupaten Seluma pada tahun 2018 diproyeksi 215.187 Jiwa.
Proyeksi ini menggunakan rumus sebagai berikut:

Pt = Po (1 + r)t
Keterangan:
Pt : Jumlah Penduduk pada akhir tahun (2018)
Po : Jumlah Penduduk pada awal tahun (2014)
r : Angka Pertumbuhan penduduk (1,2 %)
t : Waktu

27
Tabel 2.4. Jumlah dan kepadatan penduduk saat ini dan proyeksinyauntuk 5 tahun
JUMLAH PENDUDUK JUMLAH KK TINGKAT PERTUMBUHAN KEPADATAN PDDK
NAMA
NO TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN
KECAMATAN
2014 2015 2016 2017 2018 2014 2015 2016 2017 2018 2014 2015 2016 2017 2018 2014 2015 2016 2017 2018

1 Sukaraja 33.033 33.496 33.959 34.422 34.885 11.286 11.600 11.914 12.228 12.542 1,33% 1,35% 1,36% 1,38% 1,40% 137,19 139,11 141,04 142,96 144,88

2 Air Periukan 20.216 20.502 20.788 21.074 21.360 9.920 10.340 10.760 11.180 11.600 1,34% 1,36% 1,38% 1,39% 1,41% 165,26 167,60 169,93 172,27 174,61

3 Lubuk Sandi 10.870 11.021 11.172 11.323 11.474 4.184 4.500 4.816 5.132 5.448 1,32% 1,33% 1,35% 1,37% 1,39% 62,05 62,91 63,77 64,63 65,49

4 Seluma Barat 9.723 9.844 9.965 10.086 10.207 3.356 3.445 3.534 3.623 3.712 1,19% 1,20% 1,21% 1,23% 1,24% 94,90 96,09 97,27 98,45 99,63

5 Seluma 9.995 10.123 10.251 10.379 10.507 3.675 3.889 4.103 4.317 4.531 1,22% 1,23% 1,25% 1,26% 1,28% 457,86 463,72 469,58 475,45 481,31

6 Seluma Utara 12.084 12.205 12.326 12.447 12.568 4.414 4.737 5.060 5.383 5.706 0,96% 0,97% 0,98% 0,99% 1,00% 29,41 29,70 30,00 30,29 30,59

7 Seluma Timur 10.246 10.383 10.520 10.657 10.794 4.195 4.495 4.795 5.095 5.395 1,27% 1,29% 1,30% 1,32% 1,34% 158,85 160,98 163,10 165,22 167,35

8 Seluma Selatan 12.452 12.615 12.778 12.941 13.104 5.340 5.779 6.218 6.657 7.096 1,24% 1,26% 1,28% 1,29% 1,31% 167,23 169,42 171,61 173,80 175,99

9 Talo 11.853 12.016 12.179 12.342 12.505 4.792 5.022 5.252 5.482 5.712 1,30% 1,32% 1,34% 1,36% 1,37% 106,59 108,06 109,52 110,99 112,46

10 Talo Kecil 14.464 14.607 14.750 14.893 15.036 4.861 5.047 5.233 5.419 5.605 0,95% 0,96% 0,97% 0,98% 0,99% 241,99 244,39 246,78 249,17 251,56

11 Ulu Talo 10.964 11.039 11.114 11.189 11.264 4.083 4.276 4.469 4.662 4.855 0,67% 0,67% 0,67% 0,68% 0,68% 48,27 48,60 48,93 49,26 49,59

12 Ilir Talo 10.670 10.811 10.952 11.093 11.234 4.917 5.265 5.613 5.961 6.309 1,26% 1,27% 1,29% 1,30% 1,32% 81,21 82,29 83,36 84,43 85,51

13 Semidang Alas 15.635 15.847 16.059 16.271 16.483 5.208 5.419 5.630 5.841 6.052 1,29% 1,30% 1,32% 1,34% 1,36% 28,18 28,57 28,95 29,33 29,71

Semidang Alas
14 Maras 22.482 22.803 23.124 23.445 23.766 5.319 5.657 5.995 6.333 6.671 1,35% 1,37% 1,39% 1,41% 1,43% 216,69 219,79 222,88 225,98 229,07

TOTAL 204.687 207.312 209.937 212.562 215.187 75.550 79.471 83.392 87.313 91.234 1,19% 1,21% 1,22% 1,24% 1,25% 142,55 144,37 146,19 148,02 149,84
Sumber; Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Seluma 2014

28
2.3. Keuangan dan Perekonomian Daerah

Perencanaan Daerah tidak terlepas dari pendapatan dan kebutuhan belanja daerah atau
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD) merupakan rencana pengelolaan keuangan tahunan pemerintah daerah yang
disetujui oleh DPRD dalam Peraturan Daerah (Perda).

Pendapatan KabupatenSeluma pada tahun 2014 adalah sebesar Rp.[Link],-


meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp.[Link],-. Dana Perimbangan
sebesar Rp. [Link],- dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah sebesar Rp.
[Link],- seperti yang tersaji dalam Tabel 2.5. Sedangkan belanja KabupatenSeluma
tahun 2014 mencapai Rp.[Link],- meliputi belanja langsung sebesar Rp.
[Link],- dan belanja tidak langsung sebesar Rp. [Link],-.

Belanja sanitasi KabSeluma di tahun 2014 berupa fisik dan non-fisik yang dikelola
oleh beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait sanitasi adalah sebesar
Rp.[Link],-seperti yang disajikan pada Tabel 2.6.

Keseluruhan Pendanaan Sanitasi yang dianggarkan dalam APBD Kabupaten Seluma


Tahun 2014 adalah sebesar Rp.[Link],-. Pendanaan ini meliputi BelanjaSanitasi,
DAK, Pinjaman/Hibah Sanitasi, Bantuan Keuangan Provinsi untuk sanitasi seperti yang
disajikan pada tabel 2.7.

29
Tabel 2.5: Rekapitulasi Realisasi APBD Kab Seluma Tahun 2010– 2014
NOMOR TAHUN 2010 TAHUN 2011 TAHUN 2012 TAHUN 2013 TAHUN 2014 RATA-RATA
Realisasi Anggaran
URUT (Rp.) (Rp.) (Rp.) (Rp.) (Rp.) PERTUMBUHAN
1 2 3 4 3 4 4 5

1. PENDAPATAN DAERAH [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 13,91%

1.1. Pendapatan Asli Daerah [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 14,90%

1.1.1 Hasil Pajak Daerah [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 15,15%

1.1.2 Hasil Retribusi Daerah [Link] [Link] 923.000.000 [Link] [Link] 11,92%
Hasil Pengelolaan Kekayaan
1.1.3 Daerah yang Dipisahkan [Link] [Link] 677.665.292 [Link] [Link] 47,57%
Lain-lain Pendapatan Asli
1.1.4 Daerah yang Sah [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 52,48%

1.2. Dana Perimbangan [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 13,06%


Dana Bagi Hasil Pajak / Bagi
1.2.1 Hasil Bukan Pajak [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 6,49%

1.2.2 Dana Alokasi Umum [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 13,71%

1.2.3 Dana Alokasi Khusus [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 19,06%

Lain-lain Pendapatan Daerah


1.3. yang Sah [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 29,74%

1.3.1 Hibah - - - - -

1.3.2 Dana Darurat - - - - -


Dana Bagi Hasil Pajak dari
Provinsi dan Pemerintah Daerah
1.3.3 lainnya [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 50,00%
1.3.4 Dana Penyesuaian dan [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 41,63%

30
Otonomi Khusus
Bantuan Keuangan dari
Provinsi atau Pemerintah
1.3.5 Daerah lainnya [Link] - - - -

2. BELANJA DAERAH [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 27,32%

2.1. Belanja Tidak Langsung [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 15,12%

2.1.1 Belanja Pegawai [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 16,08%

2.1.2 Belanja Bunga - - - - -

2.1.3 Belanja Subsidi - - - - -

2.1.4 Belanja Hibah [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] -90,57%

2.1.5 Belanja Bantuan Sosial [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 30,65%
Belanja Bagi Hasil kepada
2.1.6 Pemerintahan Desa - - - - -
Belanja Bantuan Keuangan
2.1.7 kepada Pemerintahan Desa [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 14,98%

2.1.8 Belanja Tidak Terduga [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] -67,12%

2.2. Belanja Langsung [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 42,51%

2.2.1 Belanja Pegawai [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] -21,05%

2.2.2 Belanja Barang dan Jasa [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 36,75%

2.2.3 Belanja Modal [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 23,73%


Surplus / (Defisit)
([Link]) ([Link]) ([Link]) ([Link]) ([Link]) 181,23%

3. PEMBIAYAAN [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 181,33%

3.1. Penerimaan Pembiayaan [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 181,33%

31
3.1.1 SILPA Tahun Sebelumnya [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 181,33%

3.1.2 Pencairan Dana Cadangan - - - - -


Hasil Penjualan Kekayaan
3.1.3 Daerah yang Dipisahkan - - - - -

3.1.4 Penerimaan Pinjaman Daerah - - - - -


Penerimaan Kembali
3.1.5 Pemberian Pinjaman - - - - -

3.1.6 Penerimaan Piutang Daerah - - - - -

3.2. Pengeluaran Pembiayaan - [Link] - [Link] [Link] -

3.2.1 Pembentukan Dana Cadangan - - - - -


Penyertaan Modal (investasi)
3.2.2 Daerah - [Link] - [Link] [Link] -

3.2.3 Pembayaran Pokok Utang - - - - -

3.2.4 Pemberian Pinjaman Daerah - - - - -


Pembiayaan Netto
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 181,23%
Sisa Lebih Pembiayaan
Anggaran Tahun Berkenaan
3.3. (SILPA) - ([Link]) - -
Sumber: Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah tahun 2010-2014

32
Tabel 2.6: Rekapitulasi Realisasi Belanja Sanitasi SKPD Kab Seluma. Tahun 2010 - 2014
Tahun Rata-rata pertumbuhan
No SKPD
2010 2011 2012 2013 2014 (%)

1 PU-CK 787.960.875,00 892.578.400,00 978.907.250,00 [Link],00 [Link],00 26%


1.a Investasi 787.960.875,00 892.578.400,00 978.907.250,00 [Link],00 [Link],00 26%
1.b operasional/pemeliharaan (OM)
2 BLHKP 247.229.700,00 164.845.350,00 319.805.600,00 256.650.300,00 321.438.900,00 20,1%
2.a Investasi
2.b operasional/pemeliharaan (OM) 247.229.700,00 164.845.350,00 319.805.600,00 256.650.300,00 321.438.900,00 20,1%
3 KIMTARU
3.a Investasi
3.b operasional/pemeliharaan (OM)
4 Dinas Kesehatan 111.963.000,00 448.940.000,00 301%
3.a Investasi 111.963.000,00 448.940.000,00 301%
3.b operasional/pemeliharaan (OM)
5 Bappeda 120.000.000,00 243.000.000,00 104%
4.a Investasi
4.b operasional/pemeliharaan (OM) 120.000.000,00 243.000.000,00 104%
6 Bapermas
5.a Investasi
5.b operasional/pemeliharaan (OM)
N SKPD Lainnya ( Sebutkan )
n.a Investasi
n.b operasional/pemeliharaan (OM)

8 Belanja Sanitasi (1+2+3+…n) [Link],00 [Link],00 33%


[Link],00 [Link],00 [Link],00

Pendanaan investasi sanitasi


9 787.960.875,00 892.578.400,00 978.907.250,00 [Link],00 [Link],00 33%
Total (1a+2a+3a+…na)

33
Pendanaan OM
10 247.229.700,00 164.845.350,00 319.805.600,00 376.650.300,00 564.438.900,00 33%
(1b+2b+3b+…nb)

11 Belanja Langsung [Link],00 [Link],00 [Link],00 [Link],00 [Link],00 33%

Proporsi Belanja Sanitasi –


12 [Link],00 [Link],00 33%
Belanja Langsung(8/11) [Link],00 [Link],00 [Link],00

Proporsi Investasi Sanitasi –


13 33%
Total Belanja Sanitasi (9/8) (247.229.700,00) (164.845.350,00) (319.805.600,00) (256.650.300,00) (321.438.900,00)

Proporsi OM Sanitasi – Total


14 33%
Belanja Sanitasi (10/8) (787.960.875,00) (892.578.400,00) (978.907.250,00) ([Link],00) ([Link],00)
Sumber: Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah tahun 2010-2014

Tabel 2.7. Perhitungan Pendanaan Sanitasi Oleh APBD Kab seluma Tahun 2010-2014

Belanja Sanitasi (Rp.) Rata-rata


No Uraian pertumbuhan
2010 2011 2012 2013 2014 (%)
1 Belanja Sanitasi (1.1+1.2+1.3+1.4 ) [Link],00 [Link],00 [Link],00 906.093.200,00 [Link],00 15,72%
1.1 Air Limbah Domestik - - - - -
1.2 Sampah Rumah Tangga 247.229.700,00 164.845.350,00 319.805.600,00 256.650.300,00 321.438.900,00 20,16%
1.3 Drainase Perkotaan 787.960.875,00 892.578.400,00 978.907.250,00 593.905.300,00 730.354.250,00 18,6%
1.4 PHBS - - - 55.537.600,00 60.657.900,00 8,4%
2 DAK (2.1+2.2+2.3) 792.260.000,00 [Link],00 [Link],00 [Link],00 [Link],00 84,05%
2.1 DAK Sanitasi 60.560.000,00 699.500.000,00 689.900.000,00 959.400.000,00 [Link],00 159%
2.2 DAK lingkungan Hidup 731.700.000,00 817.600.000,00 895.540.000,00 911.030.000,00 [Link],00 9,1%
2.3 DAK perumahan dan pemukiman - - - - -
3 Pinjaman/ Hibah Sanitasi - - - - -

34
Bantuan Keuangan Propinsi
4 untuk sanitasi - - - - -

Belanja APBD Murni Untuk sanitasi [Link],00 [Link],00 [Link],00 [Link],00 [Link],00 39,66%

Total Belanja Langsung [Link],00 [Link],00 [Link],00 [Link],00 [Link],00 39,66%

% APBD murni terhadap Biaya


Langsung 13,29% 17,85% 9,94% 34,73% 51,56%
Sumber: Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kab. Seluma

Tabel 2.8 Belanja Sanitasi Perkapita Kab. Seluma Tahun 2010-2014

Belanja Sanitasi (Rp.)


No Deskripsi Rata-rata
2010 2011 2012 2013 2014

1 Total Belanja Sanitasi [Link],00 [Link],00 [Link],00 [Link],00 [Link],00 39,66%

2 Jumlah Penduduk 191.235 194.061 196.761 202.089 204.076 0,97%

Belanja Sanitasi Perkapita ( 1/2 ) 9.556 13.266 14.658 13.739 22.547


Sumber: Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kab. Seluma

35
Tabel 2.9. Realisasi dan Potensi retribusi Sanitasi Perkapita

Tahun pertumbuhan
No SKPD
2010 2011 2012 2013 2014 (%)

1 Retribusi Air Limbah


1.a Realisasi Retribusi - - - - -
1.b Potensi retribusi - - - - -
2 Retribusi sampah
2.a Realisasi Retribusi 2.700.000 3.350.000 3.550.000 4.650.000 - 24%
2.b Potensi retribusi
3 Retribusi Drainase
3.a Realisasi Retribusi - - - - -
3.b Potensi retribusi - - - - -
4 Total Realisasi Retribusi Sanitasi (1a+2a+3a) 2.700.000 3.350.000 3.550.000 4.650.000 - 24%
5 Total Potensi Retribusi Sanitasi ( 1b+2b+3b) - - - - -
Proporsi Total Realisasi-potensi Retribusi sanitasi (4/5) 2.700.000 3.350.000 3.550.000 4.650.000 - 24%
Sumber: Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah tahun 2010-2014

36
Belanja Sanitasi Perkapita merupakan rasio total belanja sanitasi dibagi jumlah
penduduk pada tahun yang sama. Belanja sanitasi perkapita Kabupaten Seluma Tahun 2014
sebesar 22.547. hal ini tercantum pada tabel 2.8.

Retribusi sanitasi di Kabupaten Seluma masih terbatas pada retribusi sampah.


Realisasi retribusi persampahan pada tahun 2013 sebesar Rp.4.650.000,- yang secara rinci
dijelaskan pada tabel 2.9.

Produk Domestik Regional Bruto (PRDB) di kabupaten Seluma merupakan gambaran


kemampuan suatu daerah dalam mengelola sumber daya alam dan indikator faktor produksi
lainnya untuk memberikan nilai tambahyang diperoleh dari seluruh aktifitas perekonomian
disuatu daerah. Perkembangan PRDB mulai tahun 2010-2014 kinerja perekonomian kabuaten
seluma dari tahun ke tahun mengalami peningkatan seperti telihat pada tabel berikut ini :

Tabel 2.10 Tabel Peta perekonomian Kabupaten Seluma tahun 2010-2014

Tahun
No Deskripsi
2010 2011 2012 2013 2014

PRDB harga konstan


1 ( struktur perekonomian ) [Link] [Link] [Link] [Link] -
Pendapatan Perkapita
2 Kabupaten 1.879.955 1.950.588 2.033.423 2.110.739 -
3 Pertumbuhan Ekonomi 5.30% 5.36% 5.72% 5,29% -
Sumber. Badan Pusat Statistik kab. Seluma Tahun 2014

37
2.4. Tata Ruang Wilayah

Dilihat dari sudut pandang letak Kabupeten Seluma, posisi Kabupaten Seluma sangat
stategis karena disamping dilewati jalur Jalan Lintas Sumatera juga daerahnya berbatasan
langsung dengan Kota Bengkulu selaku ibukota Provinsi Bengkulu. Sebagai salah satu
rencana tata ruang skala kabupaten, Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten merupakan
tahapan penting dalam proses penataan ruang secara keseluruhan, memuat rumusan konsep-
konsep dan kebijakan pengembangan, serta koordinasi antar instansi terkait dalam proses
pengaturan ruang.
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten yang merupakan penjabaran strategi dan
arahan kebijakan pemanfaatan ruang wilayah nasional ke dalam strategi dan struktur wilayah
Kabupaten yang menjadi pedoman bagi penyusunan RDTR Kabupaten Seluma. Dengan
ditetapkannya Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan
Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional,
mengamanatkan bahwa dalam penataan ruang perlu diperhatikan tiga tahapan yaitu
perencanaan ruang, pemanfaatan ruang dan pengendalian ruang.
Penataan ruang sebagaimana dimaksud diatas berprinsip aman, nyaman, produktif dan
berkelanjutan sehingga perumusan rencana struktur ruang, rencana pola ruang dan rencana
penetapan kawasan strategis dirumuskan dengan memperhatikan Kajian Lingkungan Hidup
Strategis (KLHS). Dalam Rangka penataan ruang wilayah Kabupaten Seluma, Pemerintah
Kabupaten Seluma bersama-sama dengan DPRD Kabupaten Seluma telah menetapkan Perda
RTRW Kabupaten Seluma Nomor 2 Tahun 2013.
Pemanfaatan ruang bertujuan Menyusun dan merumuskan strategi pengembangan
wilayah Kabupaten Seluma, Menyusun Rencana Pola Ruang dan Struktur Ruang Kabupaten
Seluma, Memantapkan pemanfaatan dan pengendalian penataan ruang dan Mensinergikan
dan mensinkronkan perencanaan ruang Nasional, Provinsi Bengkulu, dan Kabupaten Seluma.
a. Pusat Kegiatan Lokal ( PKL )
Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Seluma ditetapkan bahwa ada
1 (satu) PusatKegiatan Lokal (PKL) di Kabupaten Seluma yang melayani semua wilayah di
Kabupaten [Link] pelayanan primer berada di Kota Tais.
Kota Tais berfungsi sebagai pusat perkantoran Kabupaten yang melayani seluruh
kecamatan yang ada di Kabupaten Seluma, pusat primer ini memiliki fungsi pelayanan
pemerintahan yang berada diKecamatan Seluma sebagai pusat pelayanan

38
[Link] fasilitas yang mendukung Tais sebagai PKL pusat primer dengan
fungsi jasa danpemerintahan meliputi :
 Kawasan Perkantoran Pemerintahan,yaitu seluruh instansi tingkat kabupaten.
 Fasilitas Jasa Pelayanan Perkantoran
b. Pusat Pelayanan Kawasan ( PPK )
Pusat Pelayanan kawasan Merupakan pusat kegiatan yang melayani wilayah skala
Kecamatan. Untuk kabupaten seluma Pusat pelayanan Kawasan terdiri dari 13 kecamatan
yaitu antara lain ;Cahaya Negeri di Kecamatan Sukaraja, Masmambang di Kecamatan Talo,
Rimbo kedui di Kecamatan Seluma Selatan, Dermayu di Kecamatan Air Periukan, Pajar
Bulan di Kecamatan Semidang Alas, Puguk di Kecamatan Seluma Utara, Renah Panjang di
Kecamatan Lubuk Sandi, Pagar Agung di Kecamatan Seluma Barat, Kembang Mumpo di
Kecamatan SAM, Selebar di Kecamatan Seluma Timur, Air Keruh di Kecamatan Ulu Talo,
Padang Cekur di Kecamatan Ilir Talo dan Sukamerindu di Kecamatan Talo Kecil.
Beberapa fasilitas yang dibutuhkan untuk mendukung Pusat Pelayanan Kawasan
meliputi :
 Pemerintahan seluruh instansi tingkat kecamatan.
 Perdagangan yaitu : pusat grosir,pusat pertokoan dan warung.
 Tranportasi yaitu : sistem transportasi yang melayani transportasi antar wilayah.
 Pendidikan yaitu : Jenjang pendidikan sampai SMA.
 Kesehatan yaitu : Fasilitas Puskesmas,poliklinik dan rumah sakit bersalin.
 Fasilitas-fasilitas yang berfungsi untuk pelayanan dengan skala wilayah kecamatan.
c. Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL)
Pusat Pelayanan Lingkungan berperan memberikan pelayanan pada beberapa
kawasan/[Link] Kabupaten Seluma berdasarkan hasil perhitungan analisis
Skalogrammerupakan PPL dimana hanya melayani kebutuhan kecamatan sendiri,kemudian
PPL diKabupaten Seluma ditetapkan pada :
 Desa sukasari kecamatan air periukan
 Desa kayu elang kecamatan semidang alas
 Desa muara maras kecamatan SAM
 Desa rawa indah kecamatan ilir talo
 Desa dusun tengah kecamatan lubuk sandi.
Penataan ruang wilayah kabupaten bertujuan untuk mewujudkan Kabupaten Seluma
yang maju, mandiri, aman, adil dan sejahtera serta perekonomian rakyat berdaya saing tinggi
melalui tumbuhnya kegiatan jasa lingkungan dan agribisnis dalam kerangka agropolitan dan

39
pariwisata alam yang bersinergi dan bermitra bersama wilayah sekitarnya dengan
mengutamakan perencanaan berbasis mitigasi bencana. Penguatan pengendalian pemanfaatan
kawasan rawan bencana dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat yang dilaksanakan
dengan strategi sbb :
a. Menetapkan kawasan rawan bencana alam melalui zona-zona kawasan dengan perda
rawan bencana gempa, tsunami dan banjir;
b. Mengembangkan ruang-ruang dan jalur evakuasi bencana dan jalur-jalur penyelamatan
bencana tsunami;
c. Mengendalikan pemanfaatan kawasan rawan bencana dengan melibatkan masyarakat;
d. Peringatan dini dilakukan di lokasi yang rawan bencana; dan
e. Melakukan sosialisasi mitigasi bencana melalui media masa.
Sistem evakuasi bencana yang dilaksanakan meliputi:
a. Jalur evakuasi bencana meliputi : Kecamatan Sukaraja; Kecamatan Air Periukan;
Kecamatan Lubuk Sandi; Kecamatan Seluma Barat; Kecamatan Seluma Timur;
Kecamatan Seluma Selatan; Kecamatan Talo; Kecamatan Talo Kecil; Kecamatan Ilir
Talo; Kecamatan Semidang Alas; dan Kecamatan Semidang Alas Maras.
b. Ruang evakuasi bencana meliputi :
 pusat evakuasi meliputi : Kecamatan Sukaraja; Kecamatan Air Periukan; Kecamatan
Seluma; Kecamatan Talo; dan Kecamatan Semidang Alas.
 pusat berkumpul sementara meliputi : Kecamatan Sukaraja; Kecamatan Air Periukan;
Kecamatan Seluma Barat; Kecamatan Seluma Selatan; Kecamatan Ilir Talo;
Kecamatan Seluma; Kecamatan Talo; Kecamatan Semidang Alas; dan Kecamatan
Semidang Alas Maras.
Seluruh Kecamatan di Kabupaten Seluma merupakan kawasan rawan bencana alam
geologi dan kawasan rawan tsunami.
Kawasan rawan tanah longsor meliputi:
a. Kecamatan Seluma Utara seluas kurang lebih 1.650 (seribu enam ratus lima puluh)
hektar;
b. Kecamatan Talo seluas kurang lebih 2.440 (dua ribu empat ratus empat puluh) hektar;
c. Kecamatan Talo Kecil seluas kurang lebih 1.880 (seribu delapan ratus delapan puluh)
hektar;
d. Kecamatan Ulu Talo seluas kurang lebih 2.370 (dua ribu tiga ratus tujuh puluh) hektar;
e. Kecamatan Semidang Alas seluas kurang lebih 34.410 (tiga puluh empat ribu empat
ratus sepuluh) hektar; dan

40
f. Kecamatan Semidang Alas Maras seluas 1.150 (seribu seratus lima puluh) hektar.
Kawasan rawan banjir yang dimaksud meliputi:
a. Kecamatan Seluma seluas kurang lebih 96 (sembilan puluh enam) hektar;
b. Kecamatan Seluma Utara seluas kurang lebih 27 (dua puluh tujuh) hektar;
c. Kecamatan Seluma Timur seluas kurang lebih 53 (lima puluh tiga) hektar;
d. Kecamatan Seluma Selatan seluas kurang lebih 777 (tujuh ratus tujuh puluh tujuh)
hektar;
e. Kecamatan Talo seluas kurang lebih 3 (tiga) hektar;
f. Kecamatan Semidang Alas Maras seluas kurang lebih 1.569 (seribu lima ratus enam
puluh sembilan) hektar;
g. Kecamatan Sukaraja seluas kurang lebih 32 (tiga puluh dua) hektar

h. Kecamatan Air Periukan seluas kurang lebih 463 (empat ratus enam puluh tiga) hektar;
i. Kecamatan Semidang Alas seluas kurang lebih 2.671 (dua ribu enam ratus tujuh puluh
satu) hektar;
j. Kecamatan Ulu Talo seluas kurang lebih 2.995 (dua ribu sembilan ratus sembilan puluh
lima) hektar;dan
k. Kecamatan Ilir Talo seluas kurang lebih 2.304 (dua ribu tiga ratus empat) hektar
Struktur ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan prasarana
dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang
secara hierarkis memiliki hubungan fungsional.
Rencana struktur ruang wilayah kabupaten adalah rencana yang mencakup sistem
perkotaan wilayah kabupaten yang berkaitan dengan kawasan perdesaan dalam wilayah
pelayanannya dan jaringan prasarana wilayah kabupaten yang dikembangkan untuk
mengintegrasikan wilayah kabupaten selain untuk melayani kegiatan skala kabupaten yang
meliputi sistem jaringan transportasi, sistem jaringan energi dan kelistrikan, sistem jaringan
telekomunikasi, dan sistem jaringan sumber daya air, termasuk seluruh daerah hulu
bendungan atau waduk dari daerah aliran sungai, serta prasarana lainnya yang memiliki skala
layanan satu kabupaten.
Adapun Rencana struktur ruang wilayah kabupaten seluma meliputi:
a. sistem perkotaan;
b. sistem jaringan transportasi;
c. sistem jaringan energi;
d. sistem jaringan telekomunikasi;
e. sistem jaringan sumberdaya air; dan

41
f. sistem prasarana lainnya.
Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang meliputi
peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budi daya.
Rencana pola ruang wilayah kabupaten adalah rencana distribusi peruntukan ruang
wilayah kabupaten yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan budidaya yang
dituju sampai dengan akhir masa berlakunya RTRW kabupaten 20 (dua puluh) tahun yang
dapat memberikan gambaran pemanfaatan ruang wilayah kabupaten yang dituju sampai
dengan akhir masa berlakunya perencanaan 20(dua puluh) tahun
Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten terdiri atas :
a. kawasan kawasan lindung; dan
b. kawasan budidaya
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada peta Struktur Ruang dan Pola Ruang
Kabupaten Seluma pada lembar berikut ini:

42
Peta 2.3. Rencana Struktur Ruang Kabupaten Seluma

43
Peta 2.4. Rencana pola ruang Kabupaten Seluma

44
2.5. Sosial dan Budaya
2.5.1. Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat yang
berperanmeningkatkan kualitas hidup. Oleh karenanya pemerataan pendidikan serta efisiensi
pengelolaan pendidikanharus benar-benar diperhatikan demi terwujudnya pendidikan yang
berdaya guna dan berhasil [Link] prasarana dan sarana pendidikan akan menjadi
faktor utama dalam mendorong terwujudnyasumberdaya manusia yang berkualitas secara
moral dan intejelensinya. Berdasarkan Standar PelayananMinimal yang dikeluarkan oleh
Menteri Permukiman Dan Prasarana Wilayah No 534/KPTS/M2001 tentangPedoman
Penentuan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Penataan Ruang, Perumahan
danPermukiman dan Pekerjaan [Link] fasilitas pendidikan berupa sekolah untuk
berbagai tingkat pendidikan yang tersebar di setiapKecamatan yang terdata tahun 2014 ini
dapat dilihat pada tabel 2.11 dibawah ini :
Tabel 2.11. Jumlah fasilitas pendidikan yang tersedia di Kabupaten Seluma
Nama kecamatan Jumlah Fasilitas Pendidikan
Umum Agama
SD SLTP SMA SMK MI MTs MA
Semidang Alas Maras 22 4 2 - - - -
Semidang Alas 20 6 1 - - - -
Talo 12 2 1 - 7 1 1
Ilir Talo 11 3 1 - 1 1 -
Talo Kecil 9 2 - - - - -
Ulu Talo 10 3 - 1 1 1 -
Seluma 7 2 2 - - 2 1
Seluma Barat 9 2 - - 1 - -
Seluma Timur 9 2 - - 1 - -
Seluma Utara 10 2 - 1 4 - -
Seluma Selatan 10 2 1 - - - -
Sukaraja 27 7 1 - - 2 1
Air Periukan 12 3 1 1 1 - -
Lubuk Sandi 12 3 - - 4 1 1
Jumlah 180 43 10 3 20 8 4
Sumber Diknas dan BPS Kab Seluma

2.5.2. Tingkat Kemiskinan


Data di bidang kependudukan yang dipublikasi oleh BPS Kabupaten Seluma
menunjukkan bahwa jumlahpenduduk miskin atau Keluarga Miskin di Kabupaten Seluma
cenderung masih tinggi yaitu sekitar 42.245 kepala keluarga, Berikuttabel jumlah penduduk
miskin di Kabupaten Seluma.

45
Tabel 2.12 : Jumlah Penduduk Miskin Perkecamatan
No Nama Kecamatan Jumlah Keluarga Miskin ( KK )
1 Semidang Alas Maras 6.008
2 Semidang Alas 3.158
3 Talo 2.520
4 Ilir Talo 2.910
5 Talo Kecil 1.990
6 Ulu Talo 1.493
7 Seluma 1.490
8 Seluma Barat 1.849
9 Seluma Timur 2.128
10 Seluma Utara 1.829
11 Seluma Selatan 2.845
12 Sukaraja 7.242
13 Air Periukan 4.777
14 Lubuk Sandi 2.006
Total 42.245
Sumber. BPS kab seluma
2.5.3. Jumlah Rumah perkecamatan
Sebagian perumahan di Kabupaten Seluma dibangun secara swakelola oleh
masyarakat. PembangunanPerumahan oleh pengembang masih tergolong sedikit kurang lebih
baru terdapat 3 kompleks [Link] sebab itu pertumbuhan perumahan dan
permukiman di Kabupaten Seluma belum terencana dengan [Link] masyarakat
tersebar di seluruh wilayah kecamatan. Pada umumnya didirikan di sepanjang jalanutama,
jalan utama desa dan di sepanjang sungai yang ada di Kabupaten Seluma. Adapun
penyebaran rumah di kabupaten Seluma dapat dilihat pada Tabel 2.13 dibawah ini:
Tabel 2.13 : Jumlah Rumah Perkecamatan
No Nama Kecamatan Jumlah Rumah
1 Semidang Alas Maras 5.347
2 Semidang Alas 2.811
3 Talo 2.243
4 Ilir Talo 2.590
5 Talo Kecil 1.771
6 Ulu Talo 1.329
7 Seluma 1.326
8 Seluma Barat 1.646
9 Seluma Timur 1.894
10 Seluma Utara 1.628
11 Seluma Selatan 2.532
12 Sukaraja 6.445
13 Air Periukan 4.252
14 Lubuk Sandi 1.785
Total 37.598
Sumber: BPS kab Seluma 2013

46
2.6 Kelembagaan Pemerintah Daerah
Kelembagaan Pemerintah Kabupaten Seluma dapat dilihat dalam struktur organisasi,
sebagaimana tersebut dalam Perda Nomor 9 Tahun 2013Tentang Susunan Organisasi Dan
Tata Kerja Lembaga TeknisKabupaten Seluma yang tercantum pada gambar 2.1.
Organisasi pemerintah daerah Kabupaten Seluma yang terlibat dalamstruktur
organisasi Program PercepatanPembangunan Sarana Permukiman (PPSP) adalah Bappeda,
Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan BLHKP yang tercantum dalam gambar 2.2.

47
Gambar 2.1 Struktur Organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Seluma

BUPATI
WAKIL BUPATI

Staf Ahli
1. Bidang Pemerintahan,
Hukum & Politik
SEKRETARIS DAERAH 2. Bidang Kemasyarakatan dan
Sumber Daya Manusia
3. Bidang Ekonomi, Keuangan
dan Pembangunan

Asisten Asisten Asisten


Pemerintahan dan Perekonomian dan Administrasi
Kesejahteraan Rakyat Pembangunan Umum

Bagian Bagian Bagian Bagian Bagian Bagian Bagian Bagian


Bagian
Administrasi Hukum dan Administrasi Administrasi Administasi Administrasi Umum, dan Humas dan
Organisasi Sumber Daya Alam Perekonomian Kepegawaian Protokol Keuangan
Pemerintahan Kesejahteraan Pembangunan
Umum Rakyat

1. Badan Kesbangpol 1. Dinas Perindagkop dan UKM


2. Bappeda 2. Dinas Pertanian, Peternakan dan
3. Dinas Dukcapil Perkebunan 1. DPPKAD
4. Inspektorat Daerah 3. BPPT 2. BKD
5. Satpol PP 4. BLHKP 3. Bappeda
6. Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah 5. BPMPD, PP dan KB 4. Inspektorat Daerah
7. BPPT 6. DPU 5. BPPT
8. Sekretariat DPRD 6. Semua Perangkat Daerah berkaitan dengan
7. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
9. Kecamatan dan Kelurahan kelembagaan, ketatalaksanaan
8. Dinas Pemuda dan Olah Raga
10. Semua Perangkat Daerah/Instansi 9. RSUD
Vertikal yang berkaitan dengan 10. Dinas Kesehatan
kerjasama, hukum dan hubungan 11. Dishubkominfo
masyarakat 12. Dinas Sosial
13. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
14. Semua Perangkat Daerah/Instansi
Vertikal/Lembaga Swasta yang berkaitan
dengan pelaksanaan kegiatan pembangunan 48
Gambar 2.2 Diagram SKPD terkait dalam pembangunan sanitasi Kabupaten Seluma
(BAPPEDA)

Bupati

Kepala Badan

Sekretaris

Sub Bag Umum Sub Bag Perencanaan dan Sub Bag keuangan
dan Kepegawaian Monev

Bidang Ekonomi & Sosial Bidang Fisik, Prasarana dan Bidang Statistik dan Bidang Penilitian dan
Budaya Tata Ruang Telematika Pengembangan

Sub Bid Sub Bid Sosial Sub Bid Sub Bid Sub Bid Sub Bid Sub Bid Sub Bid
Ekonomi dan Budaya Fisik dan Tata Ruang Statistik dan Telematika Penelitian Pengembangan
Prasarana Pelaporan

49
(DINAS KESEHATAN)

Bupati

Kepala Dinas

Sekretaris

Sub Bag Umum, Sub Bag Kepegawaian dan


Perlengkapan & Keuangan Diklat

Bidang Pelayanan Bidang P2PL Bidang Promkes Bidang Bina program


Kesehatan & Farmasi

Sub Bid Sub Bid Sub Bid Sub Bid Sub bid Sub Bid Sub Bid Sub Bid
Pelayanan Farmasi, Pemberantasan Penyehatan Kesehatan Promkes dan Penyusunan Evaluasi dan
Kesehatan Perbekalan dan Pencegahan Lingkungan Keluarga Ibu Gizi Program, Pelaporan
Puskesmas dan Kesehatan Penyakit dan Anak Pengolahan
Rumah Sakit &Analisa Data
Kesehatan

50
(DINAS PEKERJAAN UMUM)

Bupati

Kepala Badan

Sekretaris

Sub Bag Umum dan Sub Bag Keuangan Sub Bag Perencanaan &
Kepegawaian Monev

Bidang Pengairan Bidang Bina marga Bidang Cipta Karya Bidang Perumahan dan
Pemukiman

Sub Sub Bid Sub Bid Sub Bid Sub bid Tata Sub Bid Sub Bid Sub Bid
BidPembangun Pengawasan & Pembangunan Pengawasan & Kota & Penyehatan Perumahan Pemukiman
an dan Pemeliharaan &Peningkatan Pemeliharaan Pengawasan Lingkungan Air
Peningkatan Irigasi Jalan Jalan Bangunan Bersih & Tata
Ruang

51
(BADAN LINGKUNGAN HIDUP, KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN)

Bupati

Kepala Badan

Sekretaris

Sub Bag Umum dan Sub Bag Keuangan dan


Kepegawaian Perencanaan

UPT Laboratorium Bidang Lingkungan Hidup Bidang Kebersihan Bidang Pertamanan dan
Pemakaman

Sub Bid Sub Bid Sub bid Sub Bid Sub Bid Sub Bid
Pemeliharaan Pemantauan Kebersihan Peralatan dan Penataan Pemeliharaan
dan Dampak LH Lingkungan Perlengkapan Pertamanan Pertamanan
Kelestarian LH dan dan
Pemakaman Pemakaman

52
2.7. Komunikasi dan Media
Kabupaten Seluma sangat kurang dalam memanfaatkan media massa khususnya
koran untuk melakukan kampanye yang berkaitan dengan sanitasi. Ini bisa dilihat dengan
masih sangat minimnya promosi-promosi dari dinas terkait yang berhubungan dengan
sanitasi,sehingga masyarakat Kabupaten Seluma belum mengetahui secara benar hal-hal yang
berkaitan dengan sanitasi terhadap kehidupan [Link] ini bisa dilihat dari tabel berikut
ini :

Tabel 2.14 kegiatan komunikasi terkait sanitasi


No Kegiatan Tahun Dinas Tujuan Sasaran Pesan kunci pembelajaran
Pelaksana Kegiatan
1 Pimicuan 2012 Dinas Siswa Siswa-siswi Dengan Dengan
CTPS Kesehatan sekolah di melaksanakan adanya
( cuci dasar dapat kabupaten CTPS yang kegiatan ini
tangan melakukan seluma dan benar kita diharapkan
Pakai CTPS masih bisa terhindar siswa-siswi
sabun ) di dengan banyaknya dari penyakit di sekolah
sekolah benar dan kejadian berbahaya dasar mampu
Dasar mampu diare yang menerapkan
menjadi dikabupaten ditularkan budaya
media untuk seluma melalui CTPS dalam
penyampaian tangan kehidupa
kepada sehari-hari
masyarakat aar terhindar
di kabupaten dari penyait
seluma diare dan
penyakit
lainnya yang
ditularkan
melalui
tangan
2 Pimicuan 2013 Dinas Siswa Siswa-siswi Dengan Dengan
CTPS Kesehatan sekolah di melaksanakan adanya
( cuci dasar dapat kabupaten CTPS yang kegiatan ini
tangan melakukan seluma dan benar kita diharapkan
Pakai CTPS masih bisa terhindar siswa-siswi
sabun ) di dengan banyaknya dari penyakit di sekolah
sekolah benar dan kejadian berbahaya dasar mampu
Dasar mampu diare yang menerapkan
menjadi dikabupaten ditularkan budaya
media untuk seluma melalui CTPS dalam
penyampaian tangan kehidupa
kepada sehari-hari
masyarakat aar terhindar
di kabupaten dari penyait
seluma diare dan
penyakit
lainnya yang

53
ditularkan
melalui
tangan
Sumber: dinas Kesehatan Kab. Seluma

Tabel 2.15 Media Komunikasi dan kerjasama terkait sanitasi


No Jenis media khalayak pendanaan Isu yang Pesan efektifitas
diangkat kunci
1 Televisi - - - - -
2 Radio - - - - -
3 Surat Kabar radar masyarakat
- - - -
seluma
4 Papan Masyarakat Dilarang
Pengumuman Kebersihan Buang
BLHKP Baik
Sungai Sampah di
Sungai
Sumber : Bappeda Kabupaten Seluma

Sampai saat ini di Kabupaten Seluma masih minim sekali berita-berita yang diangkat
terkait permasalahan sanitasi sehingga pengetahuan masyarakat di Kabupaten Seluma untuk
permasalahan yang terkait dengan masalah sanitasi masih sangat minim. Diharapkan
kedepannya media bisa optimal mengangkat berita terkait sanitasi sehingga masyarakat bisa
menyadari arti pentingnya masalah sanitasi dalam kehidupan.

54

Anda mungkin juga menyukai