AIRCRAFT MARSHALLING
by :
Adnan 12510389
Rizky 12510391
Jakarta, Mei 2018
OUTLINE
DEFINISI MARSHALLING
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB MARSHALLING
PERLENGKAPAN MARSHALLING
MARKING
MARSHALLING SIGNALS
WHEEL CHOCK
ARICRAFT DOCKING GUIDANCE SYSTEM
APRON MOVEMENT CONTROL
DEFINISI MARSHALLING
Marshal secara umum (Webter) :
1. Mengatur dengan rapo (pasukan, barang, ide, dll)
2. Mengarahkan
3. Memimpin atau memandu
Marshal dalam dunia penerbangan :
1. Mengatur dengan gaya yang sesuai
2. Mengatur gerakan pesawat udara dalam kedaan khusus
Marshalling Signal :
1. Proses memandu pesawat terbang dengan menggunakan tanda – tanda tertentu
2. Marshaling signal dikerjakan oleh signal man
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB MARSHALLING
Area Clearances :
Memastikan ruang udara terbebas dari obstacle
Posisi Marshalling :
Pesawat
1. Sebelah kiri dari hidung pesawat
2. Berdiri pada jarak ± 25 meter
Helikopter
Dapat dilihat oleh pilot
Pemanduan :
Marshaller harus memastikan bahwa instruksi dijalankan oleh pilot
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB MARSHALLING
Ketentuan keselamatan marshalling :
Sebelum kedatangan pesawat terbang
1. Memeriksa dan menghilangkan obstacle di daerah parking stand
2. Memperhatikan penempatan peralatan yang mudah bergerak yang diakibatkan
semburan atau sedotan mesin pesawat
Pada saat pemanduan
1. Menghentikan pesawat yang sedang dipandu jika parking stand mendadak tidak
aman
2. Melaksanakan pengamanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku
3. Bila pesawat berhenti tidak pada posisi yang telah ditentukan dan tidak aman,
dilaksanakan penarikan menggunakan tractor ke tepat yang sesuai
Pengamanan parkir pesawat
1. Setelah pesawat berhenti pada posisinya, segera pasang masing – masing dua
buah wheel shock pada ban belakang sebelum mesin dimatikan
2. Marshaller memberikan aba – aba setelah wheel shock terpasang
PERLENGKAPAN MARSHALLING
Marshaling bath :
Digunakan untuk memandu pesawat pada siang hari
Flash light / Farce light:
Digunakan untuk memandu pesawat pada malam hari atau cuaca gelap (mendung
atau hujan)
Ear muff :
Pelindung telinga terhadap kebisingan suara pesawat
Fluorescent jacket :
Seragam marshaller
MARKING
MARKING
Ketentuan warna :
1. Kuning strip hitam : untuk keperluan marking penurunan pesawat
2. Putih : untuk marking batas GSE dan service road
3. Merah : untuk marking daerah pergerakan aviobridge
Jenis – jenis marking :
1. Aircraft stand taxi lane : Berfungsi sebagai penuntun pesawat terbang yang akan
menuju taxi way
2. Aircraft stand lead in line : Tanda tempat berhenti roda depan pesawat
3. Aircraft stand number : Nomor yang menunjukkan identifikasi stand tersebut
4. Apron boundary lines / Security line : berfungsi sebagai batas ekor pesawat yang
sedang parkir dan batas daerah pergerakan peralatan
5. Nose wheel stopping position : tanda dimana roda depan pesawat berhenti di lead
in line
MARSHALLING SIGNALS
Arrival at the gate :
Wing walker / Guide Angkat tangan kanan setinggi di atas kepala
dengan tongkat/ Bath mengarah ke atas;
bergerak tangan kiri tongkat menunjuk ke
arah tubuh.
Catatan:
Sinyal ini memberikan indikasi oleh wing
man di ujung sayap pesawat, kepada pilot/
marshaller/ pushback operator, bahwa
gerakan pesawat clear.
Identify gate Angkat lengan sepenuhnya lurus di atas
kepaladengan wand/ bath mengarah ke
depan
MARSHALLING SIGNALS
Arrival at the gate :
Proceed to next Kedua lengan ke atas, bergerak dan
signalman or as directed memperpanjang lengan ke luar ke sisi
by tower / ground tubuh dan menunjuk dengan tongkat ke
control arah Marshaller berikutnya atau Taxi way
Straight a head Tekuk siku lengan dan bergerak ke atas ke
kepala kemudian turun luruskan lengan
setinggi dada. Dilakukan berulang kali
MARSHALLING SIGNALS
Arrival at the gate :
Turn left (from pilots Dengan lengan kanan dan Flash Light/ Bath
point of view) lurus pada sudut 90 derajat dengan tubuh.
Permukaan Bath menghadap ke depan
isyarat dengan tangan kiri. Tingkat
kecepatan gerak isyarat menunjukkan
kepada pilot tingkat dari sudut belok
pesawat.
Turn right (from pilots Dengan lengan kiridan Flash Light/ Bath
point of view) lurus pada sudut 90 derajat dengantubuh.
Permukaan Bath menghadap kedepan.
Tingkatisyarat dengan tangan kanan
kecepatan gerak isyarat menunjukkan
kepada pilot tingkat dari sudut belok
pesawat.
MARSHALLING SIGNALS
Arrival at the gate :
Slow down Bergerak kebawah tangan luruskan lengan
dalam gerakan “membelai(perlahan
lahan)”,bergerak naik dan turun dari
pinggang sampai lutut.
Normal stop Luruskan ke dua tangan kesampingpada
sudut 90 derajat dengan tubuh dan
perlahan-lahan bergerak ke atas sampai
Flash Light/ Bath silang diatas kepala .
MARSHALLING SIGNALS
Arrival at the gate :
Emergency stop Gerakan dengan mendadak meluruskan
kedua tangan kesamping dangerakan
keatas sampai Flash Light Bath silang
kepala.
MARSHALLING SIGNALS
Brake & chock signals
Setbrakes Angkat tangan tepat di atas setinggi bahu
dengan telapak tangan terbuka. Pastikan
kontak mata dengan awak pesawat,
kemudian menutup tangan
menjadi sebuah kepalan.
Jangan beranjak sebelum diterimanya
“acungan jempol” sebagai tanda sudah
dimengerti dari awak pesawat.
Release brakes Angkat tangan tepat di atas setinggi bahu
dengan telapak tangan tertutup (kepalan)
Pastikan kontak mata dengan awak
pesawat, kemudian membuka kepalan
tangan
Jangan beranjak sebelum diterimanya
“acungan jempol” sebagai tanda sudah
dimengerti dari awak pesawat.
MARSHALLING SIGNALS
Brake & chock signals
Chocks inserted Bersama tangan dan Flash Light/ Bath
secara penuh diluruskan di atas kepala,
gerakkanFlash Light/ Bath ke arah dalam
dengan gerakan menusuk sampai Flash
Light Bath bersentuhan
Pastikan isyarat diterima oleh awak
penerbangan.
Chocks removed Bersama tangan dan Flash Light/ Bath
secara penuh diluruskan di atas kepala,
gerakkan Flash Light/ Bath keluar dengan
gerakan menusuk Jangan lepaskan chocks
sampai diizinkan oleh awak penerbangan.
MARSHALLING SIGNALS
Engine related signals
Start engine
Cut engine Lengan lurus setinggi pundak permukaan
batmenghadap ke bawah, kemudian
tangan kanan atau kiri digerakkan ke atas
gerakkan tangan ke samping memotong
tenggorokan.
MARSHALLING SIGNALS
Engine related signals
Slow down indicated Kedua lengan kebawah dengankedua
engine permukaan batmenghadap kebawah,
kemudian
tangan kanan atau kiridigerakkan keatas
kebawah untuk menunjukkan
putaranmesin kiri atau kanan harus
berputaran rendah
MARSHALLING SIGNALS
Powerback signals
Move back
Turn while backing left
MARSHALLING SIGNALS
Powerback signals
Turn while backing right
Affirmative / All clear
MARSHALLING SIGNALS
Powerback signals
Move downwards Lengan direntangkan mendatar
mengisyaratkan ke bawah, dengan kedua
lengan diluruskan ke bawah, menunjukkan
percepatan turun.
Move upwards Lengan direntangkan mendatar
mengisyaratkan ke atas, dengan kedua
lengan digerakkan ke [Link]
percepatan naik.
MARSHALLING SIGNALS
Powerback signals
Move horizontally right Salah satu lengan dijulurkanmendatar
(bergerak ke samping kesamping sesuaidengan gerakkan dan
kanan) lengan yanglain diayun didepan badan
dengan arah yang sama dalam
gerakkanyang diulang-ulang.
Move horizontally left Salah satu lengan dijulurkanmendatar
(bergerak ke samping kesamping sesuaidengan gerakkan dan
kiri) lengan yanglain diayun didepan badan
denganarah yang sama dalam gerakanyang
diulang-ulang
MARSHALLING SIGNALS
Powerback signals
Hover (melayang – Lengan direntangkan ke samping
laying) Dan wand posisi 90 ̊
Land (mendarat) Lengan menyilang dan mengarah ke bawah
di depan badan
MARSHALLING SIGNALS
Powerback signals
Hold position
Dispatch aircraft
MARSHALLING SIGNALS
Technical / service and communication signals
Do onot touch the
control
Connect ground power
MARSHALLING SIGNALS
Technical / service and communication signals
Disconnect power
Negatif
MARSHALLING SIGNALS
Technical / service and communication signals
Establish communication
via interphone
Open / close stairs
MARSHALLING SIGNALS
Standard emergency hand signals
Recommend evacuation
Recommended stop
MARSHALLING SIGNALS
Standard emergency hand signals
Emergency contained
Fire
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB MARSHALLING
Wheel chock :
1. Pemasangan wheel chock diperlukan pada pesawat yang sedang diparkir
2. Pemasangan wheel chock juga diperlukan pada kegiatan maintenance sesuai
petunjuk Aircraft Maintenance Manual Chapter ATA-10 parking & Moore
Jenis – jenis chock :
1. Chock untuk type pesawat terbang wide body, dapat juga menggunakan Chock
yang sejenis (A 300, DC-10, B 747)
2. Chock untuk type DC-9, F-28 dan F-100
Kondisi chock :
Disarankan selalu menggunakan chock dalam kondisi yang baik (tidak retak dan ada
yang terlepas)
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB MARSHALLING
Pemasangan chock :
1. Pemasangan chock dilakukan sampai menyentuh roda bagian belakang atau depan
2. Bila pesawat sedang engine run up, maka parking brake harus dalam keadaan ON
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB MARSHALLING
Pemasangan chock :
Letak wheel chock untuk setiap pesawat terbang :
Type Pesawat Nose Main/body keterangan
1. Untuk nose pasang bagian
Ya belakang roda.
F-28 Ya
(4 buah) 2. Untuk main, pasang bagian
paling luar
Ya Pasang bagian main landing gear
DC-9 Tidak
(4 buah) luar wheel
Ya Dalam cuaca buruk padang nose
A-300 Tidak
(4 buah) juga
Ya
DC-10 Tidak Pasang MLG wheel bagian luar
(4 buah)
Ya 1. Pasang di bagian MLG wheel
(4 buah) luar
B-747 Tidak
2. Dapat dipasang di body LG
wheel.
AIRCRAFT DOCKING GUIDANCE SYSTEM
ADGS :
1. Sistem yang terdiri dari beberapa unit alat bantu visual untuk memandu pesawat
parkir di apron dan berhenti pada titik yang benar
2. ADGS terdiri dari Optical Guidance System (Azimuth) dan Optical Stopping System
Teknis operasi panel control dan monitoring :
1. Panel monitoring ADGS digunakan untuk mengontrol dan menyusun proses
pemanduan pesawat
2. Kontrol panel diletakkan di bawah gang way dekat rotunda dan aviobridge pada
parking stand di apron
3. Bagian – bagian panel terdiri dari 6 knob, lampu indicator hijau dan merah, dan
knob emergency
AIRCRAFT DOCKING GUIDANCE SYSTEM
Prosedur operasi ADGS :
1. Tekan knob tes lampu, semua lampu harus menyala
2. Tekan knob yang berhubungan dengan pesawat terbang yang akan parkir
3. Switch on / off di set dengan timer
AIRCRAFT DOCKING GUIDANCE SYSTEM
Lookfor the flashingred arrow and solid
yellow, arrow which provide azimuth guidance
information.
The flashing red arrow shows which
directionto steer, while solid yellow arrow
gives an indication of how far the aircraft is off
of the centreline.
When the aircraft is 12 m from the stop
position, closing rate information is given.
Distance to run is indicated by turning off one
row of LED’s for each one half meter that the
aircraft advances toward the stop position.
AIRCRAFT DOCKING GUIDANCE SYSTEM
When the correct stop position is reached, all
of the LED’s for the closing rate field will be off
the word“STOP” will appear in the display and
two red rectangular fields will light in the
azimuth guidance area of the display
If the aircraft stops in the correct position, OK
will be displayed after a few seconds
AIRCRAFT DOCKING GUIDANCE SYSTEM
If the aircraft has gone past the correct stop
position, the display will show “T-FAR” (too
far)
The aircraft type must be verified at least 12
m before the correct stop position. If this does
not occur, the system displays “STOP” with
two red rectangular fields being lit in the
azimuth guidance area of the display.
AIRCRAFT DOCKING GUIDANCE SYSTEM
While the aircraft is stopped, the system will
attempt to verify it. If successful, the docking
procedure will [Link] any unverified
object is found in the scanning area during
docking. the system will show “WAIT”
APRON MOVEMENT CONTROL (AMC)
Tugas AMC :
1. Mengawasi semua pergerakan lalu lintas pesawat, kendaraan / peralatan dan
personil di apron
2. Mengawasi tingkat kepadatan lalu lintas apron
Fungsi unit AMC :
1. Mengatur alokasi parking stand pesawat
2. Membuat aturan – aturan pada kegiatan di apron
3. Menjamin kebersihan area apron
4. Menyediakan marshaling dan follow me service
5. Menyediakan bantuan bagi A/C yang sedang emergency
TERIMA
KASIH