0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan5 halaman

Dalil Fitrah Bukti Eksistensi Tuhan

Dokumen tersebut membahas beberapa dalil keberadaan Tuhan, yaitu dalil fitrah, pengalaman, kausalitas, akhlak, mukjizat, dan keteraturan alam. Dalil-dalil tersebut menegaskan bahwa eksistensi Tuhan dapat dibuktikan melalui sifat dasar manusia untuk mengakui-Nya, peristiwa-peristiwa di alam, prinsip sebab akibat, suara hati nurani, mukjizat-m

Diunggah oleh

Dewi Febriyanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan5 halaman

Dalil Fitrah Bukti Eksistensi Tuhan

Dokumen tersebut membahas beberapa dalil keberadaan Tuhan, yaitu dalil fitrah, pengalaman, kausalitas, akhlak, mukjizat, dan keteraturan alam. Dalil-dalil tersebut menegaskan bahwa eksistensi Tuhan dapat dibuktikan melalui sifat dasar manusia untuk mengakui-Nya, peristiwa-peristiwa di alam, prinsip sebab akibat, suara hati nurani, mukjizat-m

Diunggah oleh

Dewi Febriyanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DALIL-DALIL PEMBUKTIAN EKSISTENSI TUHAN

1. Dalil Fitrah

Dalil fitrah yang mendasari eksistensi Allah merupakan dalil terkuat dari dalil-dalil
lainnya, sepanjang fitrah tersebut tidak diselewengkan oleh setan. Allah Ta'ala berfirman,

‫ال ِهَّلل ذكذلل ك‬


‫ك‬ ‫س كعلكليكهاَ ِهَّلل كل تكلبلديِكل للكخلل ل‬
‫ق ا‬ ‫ال الالتيِ فك ك‬
‫طكر الاناَ ك‬ ‫ت ا‬ ‫طكر ك‬‫ك لللدديِلن كحلنيففاَ ِهَّلل فل ل‬
‫فكأ كقللم كولجهك ك‬
‫ذ‬
َ‫س كل يِكلعلكمموُن‬‫الدديِمن اللقكيدمم كولكلكان أكلكثككر الاناَ ل‬
Artinya: Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas)
fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada
fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS.
Ar-Rum/30:30)

Fitrah insani yang lurus mengakui eksistensi Allah. Tiada yang menyimpang dari fitrah yang
suci ini melainkan orang yang telah mengikuti bujuk rayu setan. Pengaruh setan
menyebabkan seseorang terhalang untuk mengikuti fitrahnya yang suci."

Syarh safariniyah.

Setiap orang merasakan dalam fitrahnya, bahwa ia memiliki Tuhan pencipta dan ia merasa
sangat memerlukan pertolongan-Nya dalam kondisi terjepit. Kedua tangan tertengadah, hati
tertuju dan mata mendongak ke langit memohon bantuan dari-Nya.

2. Dalil Pengalaman

Adalah dalil-dalil kekuasaan dan keagungan Allah yang diambil dari peristiwa-peristiwa
yang telah berlaku di atas muka bumi. Allah berfiman,

‫ب اللكعلظيلم‬
‫قكوُمنوُفحاَ إللذ كناَكدذى لملن قكلبمل كفاَلستككجلبكناَ لكهم فكنكاجليكناَهم كوأكلهلكهم لمكن اللككلر ل‬

Artinya: Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu ketika dia berdoa, dan Kami
memperkenankan doanya, lalu Kami selamatkan dia beserta keluarganya dari bencana yang
besar.(QS. Al-Anbiya/21:76)

Allah berfirman,
‫ف لمكن اللكمكلئلككلة مملرلدلفيكن‬
‫ب لكمكلم أكدنيِ مملمددمكلم بلأ كلل ف‬
‫إللذ تكلستكلغيمثوُكن كربامكلم كفاَلستككجاَ ك‬
Artinya: (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu
diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada
kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut". (QS. Al-Anfal/811)

3. Dalil Kausalitas

Kosmological theory/kausalitas/sebab akibat adalah membuktikan keberadaan Allah


SWT dari penciptaan alam semesta ini. Alam semesta yang luas ini pasti ada karena adanya
sang pencipta. Banyak teori dari para ahli yang menerangkan bagaimana alam semesta ini
dapat terjadi dan terbentuk karena tidak mungkin alam semesta ini ada karena semua
kebetulan saja.
Kita dapat mengetahui bahwasannya sesuatu itu ada pasti ada sebab yang
melatarbelakanginya. Adanya sesuatu karena pasti ada yang mengadakan, adanya perubahan
pasti karena ada yang merubah. Mustahil sesuatu itu ada dengan sendirinya. Kausalitas inilah
yang saya simpulkan mampu membuktikan bahwa sebab adanya alam semesta ini adalah
Tuhan.
Allah SWT. Berfirman,

‫ض ككاَنككتاَ كرلتفقاَ فكفكتكلقكناَهمكماَ كوكجكعللكناَ لمكن اللكماَلء مكال كشليِفء‬


‫ت كواللكلر ك‬
‫أككولكلم يِككر الالذيِكن ككفكمروا أكان الاسكماَكوا ل‬
‫كحييِ أكفككل يِملؤلممنوُكن‬

Artinya: “Tidakkah orang-orang kafir mengerti bahwa langit dan bumi semula berpadu
(sebagai satu kesatuan dalam penciptaan), lalu keduanya Kami pisahkan? Dari air Kami
jadikan segalanya hidup. Tidakkah mereka mau beriman juga?” (QS. Al-Anbiyaa/21:30)

Allah SWT. Berfirman,

‫ك بلكغاَفلفل كعاماَ يِكلعكمملوُكن‬


‫ت لماماَ كعلمملوُا ِهَّلل كوكماَ كردب ك‬
‫كوللمكيل كدكركجاَ ت‬
Artinya : “ Dan masing –masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa
yang dikerjakannya. Dan Tuhan – mu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. “ ([Link]
An’am/6 : 132 )

4. Dalil Akhlak

Tindakan manusia adalah pernyataan kehendak manusia. Manusia bertindak dengan


memilih diantara berbagai kemungkinan baik atau buruk, menderita atau bahagia, senang
atau sedih. Tindakan ini dapat terjadi karena kita ketahui bahwasannya terjadi persentuhan
dengan suara hati. Manusia menyadari bahwa ia berkewajiban mutlak untuk berbuat baik dan
benar. Suara hati bagaikan panggilan dari suatu realitas yang terdapat pada diri seseorang.
Realitas kesucian, mutlak dan personal inilah yang sebenarnya dimiliki aloh sesuatu yang
besar yaitu Tuhan.

Allah SWT. Berfirman,

‫ضدرفعاَ كولخيفكةف كومدوكن اللكجلهلر لمكن اللقكلوُلل لباَللمغمددو كوالل ك‬


‫صاَلل كوكل تكمكلن لمكن‬ ‫كوالذمكلر كربا ك‬
‫ك لفيِ نكلفلس ك‬
‫ك تك ك‬
‫اللكغاَفللليكن‬

Artinya:"Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa
takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu
termasuk orang-orang yang lalai." (QS. Al-A’raaf/7: 205)

5. Dalil Mukjizat
Dalam al-Qur’an tidak ada penyebutan kalimat mukjizat. Buktibukti kebenaran nabi
dan rasul disebutkan dalam al-Qur’an dengan kata-kata yang lebih luas maknanya. Bukti-
bukti kenabian disebut dengan al-ayat, al-bayyinah, al-burhan, as-sulthan, dan al-basha’ir.
Istilah-istilah dalam al-Qur’an inilah yang semestinya digunakan. Namun, yang masyhur di
kalangan kaum muslimin adalah penggunaan kata ‘mukjizat’ untuk menyebut bukti-bukti
kenabian dan kerasulan.
Allah SWT. Berfirman,

‫طيلن ككهكليئكلة الطاليلر‬


‫ق لكمكم دمكن ال د‬ ‫كوكرمسوُفل إللكذى بكلنيِ إللسكرالئيكل أكدنيِ قكلد لجلئتممكم لبآِيِكفة دمن اربدمكلم أكدنيِ أكلخلم م‬
َ‫ال كوأمنكبدئممكم بلكما‬
‫ص كوأملحلييِ اللكملوُتكذى بلإ للذلن ا‬‫ئ اللكلككمهك كواللكلبكر ك‬ ‫ال كوأملبلر م‬ ‫فككأنفممخ لفيله فكيكمكوُمن طكليفرا بلإ للذلن ا‬
‫تكألمكملوُكن كوكماَ تكادلخمروكن لفيِ بمميوُتلمكلم ِهَّلل إلان لفيِ ذكذلل ك‬
‫ك كليِكةف لامكلم لإن مكنمتم دملؤلملنيكن‬

Artinya: Dan (sebagai) rasul kepada bani Israil (yang berkata kepada mereka),
“Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa ayat (sesuatu tanda) dari
Rabbmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku
meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Aku juga menyembuhkan
orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak. Aku juga
menghidupkan orang mati dengan izin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu
makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada hal itu ada suatu tanda
(kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.” (Ali ‘Imran/3: 49)

6. Dalil Keteraturan
Keteraturan adalah berkumpulnya bagian-bagian beragam dalam sebuah tatanan
dengan kualitas dan kuantitas khusus, yang berjalan seiring menuju sebuah tujuan tertentu.
Secara jelas kita dapat menyaksikan adanya sebuah sistem harmonis dan teratur di dunia ini.
Setiap sesuatu yang harmonis dan teratur pasti memiliki pengatur. Dengan demikian,
keteraturan dan keharmonisan alam pasti memiliki pengatur. Pengatur tersebut mestilah
memiliki kemampuan dan kebijaksanaan agar sistem yang mengatur alam tersebut berjalan
dengan baik.
Allah SWT. Berfirman,

‫ض أكلن تكمزوكل ِهَّلل كولكئللن كزالككتاَ إللن أكلمكسككهمكماَ لملن أككحفد لملن بكلعلدله ِهَّلل إلناهم ككاَكن‬
‫ت كواللكلر ك‬ ‫إلان ا‬
‫اك يِململس م‬
‫ك الاسكماَكوا ل‬
‫كحلليفماَ كغمفوُفرا‬

Artinya: Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh
jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain
Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS. Fatir/35:41)

Allah SWT. Berfirman,

‫ك اللقككمكر كوكل اللاليمل كساَبل م‬


‫ق الناكهاَلر ِهَّلل كومكلُل لفيِ فكلكفك يِكلسبكمحوُكن‬ ‫س يِكلنبكلغيِ لككهاَ أكلن تملدلر ك‬
‫كل الاشلم م‬

Artinya: Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat
mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.([Link]/36:40)

7. Dalil Gerak
Allah SWT. Berfirman,

‫س كباَلزكغةف كقاَكل ذهككذا كردبيِ ذهككذا أكلكبكمر فكلكاماَ أكفكلك ل‬


‫ت كقاَكل كيِاَ قكلوُلم إلدنيِ بكلريِتء لماماَ تملشلرمكوُكن‬ ‫فكلكاماَ كركأى الاشلم ك‬

Artinya: Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang
lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya
aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. (QS. Al An’am: 78)

Allah SWT. Berfirman,

‫س كواللقككمكر مكلُل لفيِ فكلكفك يِكلسبكمحوُكن‬


‫ق اللاليكل كوالناكهاَكر كوالاشلم ك‬
‫كوهمكوُ الالذيِ كخلك ك‬

Artinya: Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan.
Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. (QS. Al Anbiya:33)

8. Dalil Imkan (kemungkinan)


Dalil ini membicarakan posisi keberadaan (wujud). Keberadaan sesuatu (wujud) itu
dapat kita bagi pada dua: 1). Sesuatu yang selalu ada dan tidak pernah tidak ada yang disebut
dengan wajib al-wujud; 2) Sesuatu yang bisa diandaikan ada dan bisa diandaikan tidak ada
yang disebut mungkin wujud (mumkin al-wujud). Karena mungkin wujud bersifat netral,
yaitu menempati posisi ada dan tidak ada secara seimbang, maka, keberadaan wujud mungkin
disebabkan oleh wujud lain. Dan wujud lain yang menyebabkan keberadaan wujud mungkin
tersebut pasti bukanlah bersifat wujud mungkin juga, karena hal ini akan
menghasilkan tasalsul (rentetan tiada akhir) yang menurut hukum akal adalah mustahil.
Artinya, seandainya yang menciptakan alam yang ‘mungkin’ ini adalah sesuatu yang
‘mungkin’ juga, maka berarti Pencipta tersebut juga butuh kepada selainnya, dan begitulah
seterusnya, akan terjadi saling membutuhkan jika yang menciptakan masih bersifat ‘wujud
mungkin’. Karena selain wujud mungkin adalah wujud wajib, maka, mau tidak mau, kita
harus menghentikan rentetan sebab tersebut pada wajib al-wujud dan pasti dialah yang
menjadi penyebab keberadaan wujud mungkin tersebut. Dan wajib wujud merupakan suatu
wujud yang senantiasa ada, yang keberadaan tidak membutuhkan dan tidak disebabkan oleh
apa pun. Wajib wujud inilah yang disebut dengan Tuhan.

Allah SWT. Berfirman,

Anda mungkin juga menyukai