Laporan Praktikum Pengujian Tanah 2018
BAB 2 Pengujian Pemadatan Tanah
Kelompok 4 D3 Teknik Sipil Gedung
BAB 2
PENGUJIAN PEMADATAN TANAH
2.1. Pengujian Pemadatan Standar ( Standard Proctor Test )
2.1.1 Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dari pengujian ini, antara lain:
a. Untuk mengetahui kadar air optimum pada suatu pemadatan dengan gaya
tertentu.
b. Untuk mengetahui berat isi tanah kering maksimum di lapangan.
2.1.2 Alat dan Bahan
a. Mould, tempat untuk memadatkan, diameter ± 10 cm.
b. Palu besi, diameter 5 cm, tinggi jatuh = 30 cm, berat = 2,5 kg.
c. Strain egne ( pengikir sendok ).
d. Timbangan.
e. Cawan.
f. Gelas ukur.
g. Oven listrik.
h. Picnometer dan Thermometer.
i. Dongkrak.
j. Kantong plastik.
k. Air dan Contoh Tanah
4
5
Laporan Praktikum Pengujian Tanah 2018
BAB 2 Pengujian Pemadatan Tanah
Kelompok 4 D3 Teknik Sipil Gedung
Gambar 2.1 Mould
Gambar 2.2 Palu Besi Gambar 2.3 Timbangan Gambar 2.4 Cawan
6
Laporan Praktikum Pengujian Tanah 2018
BAB 2 Pengujian Pemadatan Tanah
Kelompok 4 D3 Teknik Sipil Gedung
Gambar 2.5 Dongkrak Gambar 2.6 Air dan Contoh Tanah
2.1.3 Cara Kerja
a. Contoh tanah kering udara lalu diuraikan butirnya dan disaring dengan sringan
no 4 (Ø 4,75 mm).
Gambar 2.7 Contoh Tanah Ditumbuk dan Disaring
b. Contoh tanah dibagi menjadi enam bagian dan masing-masing ditambahkan
dengan air yang kadarnya berbeda (100 ml, 200 ml, 300 ml, 500 ml, 600 ml,
dan 750ml).
7
Laporan Praktikum Pengujian Tanah 2018
BAB 2 Pengujian Pemadatan Tanah
Kelompok 4 D3 Teknik Sipil Gedung
Gambar 2.8 Contoh Tanah Ditambah Air sesuai Kadar
c. Contoh tanah dicampur dan diaduk secara merata. Kemudian ditaruh didalam
plastik dan didiamkan selama 24 jam agar homogen.
Gambar 2.9 Contoh Tanah Dicampur dan Dimasukkan dalam Plastik
d. Contoh tanah yang telah homogen dimasukkan ke dalam mould kira-kira 1/3
bagian, lalu ditumbuk 25 kali. Ditambah 1/3 bagian lagi, ditumbuk merata
sebanyak 25 kali. Kemudiam ditambah 1/3 bagian lagi sampai mould terisi
penuh dan ditumbuk merata sebanyak 25 kali.
8
Laporan Praktikum Pengujian Tanah 2018
BAB 2 Pengujian Pemadatan Tanah
Kelompok 4 D3 Teknik Sipil Gedung
Gambar 2.10 Contoh Tanah Ditumbuk dalam Mould
e. Contoh tanah yang berada dalam mould diratakan permukaannya sesuai dengan
volume mould, kemudian ditimbang.
Gambar 2.11 Contoh Tanah dan Mould Ditimbang
f. Menyiapkan 3 (tiga) buah cawan yang telah diketahui beratnya.
g. Contoh tanah dikeluarkan dari mould dengan dongkrak, kemudian dibagi
menjadi tiga bagian. Pada masing-masing bagian diambil contohnya, ditimbang
dengan cawan yang telah disiapkan sebelumnya, kemudian dioven selama 24
jam.
9
Laporan Praktikum Pengujian Tanah 2018
BAB 2 Pengujian Pemadatan Tanah
Kelompok 4 D3 Teknik Sipil Gedung
Gambar 2.12 Contoh Tanah Dikeluarkan dari Mould, kemudian Ditimbang dan
Dioven
h. Kemudian cawan dan tanah yang telah dioven selama 24 jam tadi ditimbang
untuk mendapatkan kadar airnya.
i. Hal yang sama dilakukan untuk sampel-sampel dengan kadar air yang berbeda.
2.1.4 Teori dan Persamaan yang Digunakan
Tanah yang akan dipakai dalam konstruksi bangunan seperti tanggul, bendungan
tanah atau dasar tanah jalan harus dipadatkan demi memperoleh daya dukung tanah
yang diinginkan.
Pemadatan tanah merupakan suatu proses mekanis dimana udara dalam pori tanah
dikeluarkan. Adapun proses tersebut dilakukan pada tanah yang digunakan sebagai
bahan timbunan. Dengan maksud :
a. Mempertinggi kekuatan tanah.
b. Memperkecil pengaruh air pada tanah.
c. Memperkecil compressibility dan daya rembes airnya.
d. Kepadatan tanah itu mulai dari berat isi kering tanah ( dry density ) dan
tergantung pada kadar air tanahnya ( water content ). Pada derajat kepadatan
tinggi berarti :
10
Laporan Praktikum Pengujian Tanah 2018
BAB 2 Pengujian Pemadatan Tanah
Kelompok 4 D3 Teknik Sipil Gedung
Berat isi maksimum.
Kadar air tanahnya ( ⱳ ) optimum.
Standart compaction ini adalah suatu percobaan tanah disamping percobaan yang
lain yaitu modified compaction test untuk memeriksa kadar air tanah dan sifat yang
lain. Adapun hasil percobaan (berupa grafik) umumnya dipakai untuk menentukan
syarat-syarat yang harus dipenuhi pada waktu pekerjaan pemadatan di lapangan.
Persamaan yang digunakan dalam pengujian kepadatan tanah untuk pengujian
proctor standar (standard proctor test) dapat dilihat dibawah ini :
Berat volume basah b
b = berat butir tanah basah / volume tanah basah.
Berat volume kering dry
b
dry
1 w
Angka pori
Gs . w .1 w
e w
b
Porositas
e
n
e 1
Berat volume tanah jenuh sat
sat b 1 n n
11
Laporan Praktikum Pengujian Tanah 2018
BAB 2 Pengujian Pemadatan Tanah
Kelompok 4 D3 Teknik Sipil Gedung
2.1.5 Data Hasil Percobaan
Data hasil percobaan proctor standar (standard proctor test)dapat dilihat pada tabel
berikut ini :
Tabel 2.1 Data Hasil Percobaan Kepadatan dengan Pemberian Air 80 ml, 120ml,
dan 240 ml
No Kadar Penambahan Air (ml) 80 160 240
1 Berat mould+tanah basah (gr) 3740 3905 4025
2 Berat mould (gr) 2270 2270 2270
3 Berat tanah basah (gr) 1470 1635 1755
4 Volume mould (cm3) 978,65 978,65 978,65
5 Berat isi tanah basah (gr/ cm3) 1,502 1,671 1,793
6 Berat isi tanah kering (gr/ cm3) 1,40 1,51 1,54
Tabel 2.2 Data Hasil Percobaan Kepadatan dengan Pemberian Air 320 ml, 400ml,
dan 500 ml
No Kadar Penambahan Air (ml) 320 400 500
1 Berat mould+tanah basah (gr) 3650 3955 3590
2 Berat mould (gr) 2080 2080 2080
3 Berat tanah basah (gr) 1570 1875 1510
4 Volume mould (cm3) 978,65 978,65 978,65
5 Berat isi tanah basah (gr/ cm3) 1,604 1,916 1,543
6 Berat isi tanah kering (gr/ cm3) 1,34 1,59 1,24
Tabel 2.3 Data Hasil Water Content dengan Pemberian Air 80 ml dan 160 ml
Pemberian Air 80 (ml) 160 (ml)
No Cawan 1A 1B 1C 2A 2B 2C
Berat cawan+tanah basah (a) 48,73 32,32 56,41 59,95 39,13 32,93
Berat cawan+tanah kering (b) 45,52 30,57 52,67 54,25 35,64 30,25
Berat cawan (c) 5,33 5,32 5,15 4,27 4,43 4,19
Berat air 3,21 1,75 3,74 5,7 3,49 2,68
Berat tanah kering 40,19 25,25 47,52 49,98 31,21 26,06
Kadar air (%) 7,99 6,93 7,87 11,40 11,18 10,28
Kadar air rata-rata (%) 7,60 10,96
12
Laporan Praktikum Pengujian Tanah 2018
BAB 2 Pengujian Pemadatan Tanah
Kelompok 4 D3 Teknik Sipil Gedung
Tabel 2.4 Data Hasil Water Content dengan Pemberian Air 240 ml dan 320 ml
Pemberian Air 240 (ml) 320 (ml)
No Cawan 3A 3B 3C 4A 4B 4C
Berat cawan+tanah basah (a) 37,78 39,57 40,39 48,85 43,87 40,26
Berat cawan+tanah kering (b) 33,1 34,55 35,31 41,6 37,5 34,38
Berat cawan (c) 4,3 4,28 4,26 4,32 4,42 4,24
Berat air 4,68 5,02 5,08 7,25 6,37 5,88
Berat tanah kering 28,8 30,27 31,05 37,28 33,08 30,14
Kadar air (%) 16,25 16,58 16,36 19,45 19,26 19,51
Kadar air rata-rata (%) 16,40 19,40
Tabel 2.5 Data Hasil Water Content dengan Pemberian Air 400 ml dan 500 ml
Pemberian Air 400 (ml) 500 (ml)
No Cawan 5A 5B 5C 6A 6B 6C
Berat cawan+tanah basah (a) 48,81 41,13 37,72 51,86 57,39 47,85
Berat cawan+tanah kering (b) 40,9 34,75 32,2 42,49 46,8 39,24
Berat cawan (c) 4,26 4,39 4,4 4,3 4,39 4,4
Berat air 7,91 6,38 5,52 9,37 10,59 8,61
Berat tanah kering 36,64 30,36 27,8 38,19 42,41 34,84
Kadar air (%) 21,59 21,01 19,86 24,54 24,97 24,71
Kadar air rata-rata (%) 20,82 24,74
2.1.6 Perhitungan
Perhitungan untuk contoh tanah I :
Pemberian air = 80 ml
Berat tanah basah + mould = 3740 gram
Berat mould = 2270 gram
Berat tanah basah = 1470 gram
Volume mould = 978,65 cm3
13
Laporan Praktikum Pengujian Tanah 2018
BAB 2 Pengujian Pemadatan Tanah
Kelompok 4 D3 Teknik Sipil Gedung
Pada cawan I
Berat cawan + tanah basah (a) = 48,73 gram
Berat cawan + tanah kering (b) = 45,52 gram
Berat cawan (c) = 5,33 gram
Berat air = 3,21 gram
Berat tanah kering = 40,19 gram
Kadar air = 7,99 %
Pada cawan II
Berat cawan + tanah basah (a) = 32,32 gram
Berat cawan + tanah kering (b) = 30,57 gram
Berat cawan (c) = 5,32 gram
Berat air = 1,75 gram
Berat tanah kering = 25,25 gram
Kadar air = 6,93 %
Pada cawan III
Berat cawan + tanah basah (a) = 56,41 gram
Berat cawan + tanah kering (b) = 52,67 gram
Berat cawan (c) = 5,15 gram
Berat air = 3,74 gram
Berat tanah kering = 47,52 gram
Kadar air = 7,87 %
Dari data yang diperoleh dari hasil percobaan kemudian diadakan perhitungan
dengan rumus-rumus yang telah ada.
Kadar air rata-rata (ⱳ) = 7,60%
Spesific Grafity = 2,67
Berat volume basah b
b = berat tanah basah / volume tanah basah
1470 𝑔𝑟
= = 1,502 ⁄𝑐𝑚3
978,65
14
Laporan Praktikum Pengujian Tanah 2018
BAB 2 Pengujian Pemadatan Tanah
Kelompok 4 D3 Teknik Sipil Gedung
Berat volume kering dry
𝛾𝑏 1,502 𝑔𝑟
𝛾𝑑𝑟𝑦 = = = 1,40 ⁄𝑐𝑚3
1+𝑤 1+0,0760
Angka pori (e)
𝐺𝑠 ×𝛾𝑤 ×(1+𝑤) 2,50×1×(1+0,0760)
𝑒= − 𝛾𝑤 = − 1 = 0,915
𝛾𝑏 1,502
Porositas (n)
𝑒 0,682
𝑛= = = 0,478
1+𝑒 1+0,682
Berat volume tanah jenuh sat
𝛾𝑤 ×(𝐺𝑠 +𝑒) 1×(2,50+0,682) 𝑔𝑟
𝛾𝑠𝑎𝑡 = = = 1,874 ⁄𝑐𝑚3
1+𝑒 1+0,682
Perhitungan nilai ZAV
𝐺𝑠 . 𝛾𝑤 2,50 × 1 gr
𝛾 ZAV = 1 + w . Gs = = 2,222 ⁄𝑐𝑚3
1 + 0,0108 × 2,50
Tabel 2.6 Hasil Perhitungan Proctor Test dengan Pemberian Air 100 ml dan 200 ml
Pemberian Air 80 (ml) 160 (ml)
No Cawan 1A 1B 1C 2A 2B 2C
Berat cawan+tanah basah (a) 48,73 32,32 56,41 59,95 39,13 32,93
Berat cawan+tanah kering (b) 45,52 30,57 52,67 54,25 35,64 30,25
Berat cawan (c) 5,33 5,32 5,15 4,27 4,43 4,19
Berat air 3,21 1,75 3,74 5,7 3,49 2,68
Berat tanah kering 40,19 25,25 47,52 49,98 31,21 26,06
Kadar air (%) 7,99 6,93 7,87 11,40 11,18 10,28
Kadar air rata-rata (%) 7,60 10,96
Angka pori (e) 0,915 0,775
Porositas (n) 0,478 0,437
γb ( gr/cm3 ) 1,502 1,671
γd (gr/cm3 ) 1,40 1,51
γ ZAV (gr/cm3 ) 2,222 2,068
15
Laporan Praktikum Pengujian Tanah 2018
BAB 2 Pengujian Pemadatan Tanah
Kelompok 4 D3 Teknik Sipil Gedung
Tabel 2.7 Hasil Perhitungan Proctor Test dengan Pemberian Air 240 ml dan 320 ml
Pemberian Air 240(ml) 320 (ml)
No Cawan 3A 3B 3C 4A 4B 4C
Berat cawan+tanah basah (a) 37,78 39,57 40,39 48,85 43,87 40,26
Berat cawan+tanah kering (b) 33,1 34,55 35,31 41,6 37,5 34,38
Berat cawan (c) 4,3 4,28 4,26 4,32 4,42 4,24
Berat air 4,68 5,02 5,08 7,25 6,37 5,88
Berat tanah kering 28,8 30,27 31,05 37,28 33,08 30,14
Kadar air (%) 16,25 16,58 16,36 19,45 19,26 19,51
Kadar air rata-rata (%) 16,40 19,40
Angka pori (e) 0,735 0,990
Porositas (n) 0,424 0,497
γb ( gr/cm3 ) 1,793 1,604
γd (gr/cm3 ) 1,54 1,34
γ ZAV (gr/cm3 ) 1,859 1,760
Tabel 2.8 Hasil Perhitungan Proctor Test dengan Pemberian Air 400 ml dan 500 ml
Pemberian Air 400 (ml) 500 (ml)
No Cawan 5A 5B 5C 6A 6B 6C
Berat cawan+tanah basah (a) 48,81 41,13 37,72 51,86 57,39 47,85
Berat cawan+tanah kering (b) 40,9 34,75 32,2 42,49 46,8 39,24
Berat cawan (c) 4,26 4,39 4,4 4,3 4,39 4,4
Berat air 7,91 6,38 5,52 9,37 10,59 8,61
Berat tanah kering 36,64 30,36 27,8 38,19 42,41 34,84
Kadar air (%) 21,59 21,01 19,86 24,54 24,97 24,71
Kadar air rata-rata (%) 20,82 24,74
Angka pori (e) 0,686 1,161
Porositas (n) 0,407 0,537
γb ( gr/cm3 ) 1,916 1,543
γd (gr/cm3 ) 1,59 1,24
γ ZAV (gr/cm3 ) 1,717 1,609
16
Laporan Praktikum Pengujian Tanah 2018
BAB 2 Pengujian Pemadatan Tanah
Kelompok 4 D3 Teknik Sipil Gedung
Tabel 2.9 Hasil Perhitungan Jumlah Air, Kadar Air, Angka Pori (e), dry, ZAV,
dan Porositas (n)
No Jumlah Air Kadar air Angka dry ZAV Porositas
( ml ) (%) Pori (e ) ( gr/cm3) (gr/cm3) (n)
1 80 7,60 0,915 1,40 2,222 0,478
2 120 10,96 0,775 1,51 2,068 0,437
3 240 16,40 0,735 1,54 1,859 0,424
4 320 19,40 0,990 1,34 1,760 0,497
5 400 20,82 0,686 1,59 1,717 0,407
6 500 24,74 1,161 1,24 1,609 0,537
2.8
γb
2.3
γzav
d,b,dzav, e dan n
γd
1.8
e
Poly. (γb)
1.3
Poly. (γzav)
Poly. (γd)
0.8
Poly. (e)
0.3
5.00 7.00 9.00 11.00 13.00 15.00 17.00 19.00 21.00 23.00 25.00 27.00 29.00
Kada Air (%)
Grafik 2.1 Hubungan γb, γZAV, γdry, e, dan n dengan Kadar Air