0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
134 tayangan213 halaman

Optimasi Jembatan Gantung Pejalan Kaki

Skripsi ini membahas analisis optimasi jembatan gantung pejalan kaki dengan sistem jembatan gantung asimetris untuk pedesaan (Judesa). Dibuat pemodelan dua jenis jembatan dengan bentang 20 m, 40 m, dan 60 m tanpa pengaku. Dianalisis gaya pada komponen jembatan untuk masing-masing model. Dari hasil perencanaan diperoleh penghematan penggunaan material pada jembatan Judesa dibandingkan jembatan gantung konvension

Diunggah oleh

ipan sutiana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
134 tayangan213 halaman

Optimasi Jembatan Gantung Pejalan Kaki

Skripsi ini membahas analisis optimasi jembatan gantung pejalan kaki dengan sistem jembatan gantung asimetris untuk pedesaan (Judesa). Dibuat pemodelan dua jenis jembatan dengan bentang 20 m, 40 m, dan 60 m tanpa pengaku. Dianalisis gaya pada komponen jembatan untuk masing-masing model. Dari hasil perencanaan diperoleh penghematan penggunaan material pada jembatan Judesa dibandingkan jembatan gantung konvension

Diunggah oleh

ipan sutiana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Universitas Sumatera Utara

Repositori Institusi USU [Link]


Departemen Teknik Sipil Skripsi Sarjana

2018

Analisis Optimasi Jembatan Gantung


Pejalan Kaki dengan Judesa

Siregar, Hydrowansi
Universitas Sumatera Utara

[Link]
Downloaded from Repositori Institusi USU, Univsersitas Sumatera Utara
ANALISIS OPTIMASI JEMBATAN GANTUNG
PEJALAN KAKI DENGAN JUDESA

SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi syarat memperoleh gelar Sarjana Teknik

Disusun oleh
HYDROWANSI SIREGAR
130404019

Dosen Pembimbing
Ir. Torang Sitorus, MT.
NIP 19571002 198601 1 001

BIDANG STUDI STRUKTUR


DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERISTAS SUMATERA UTARA
2018

Universitas Sumatera Utara


ABSTRAK

Salah satu permasalahan yang sering menghambat perkembangan suatu


daerah atau desa karena kurangnya infrastruktur berupa jalan dan jembatan.
Sebagai komponen infrastruktur yang paling mahal, jembatan kerap tidak
dibangun bersamaan dengan pada saaat pembukaan jalan. Sistem jembatan yang
sederhana untuk bentang yang panjang adalah jembatan gantung pejalan kaki.
Umumnya jembatan gantung pejalan kaki dibuat simetris. Penelitian pusat
penelitian dan pengembangan jalan dan jembatan menunjukkan bahwa dengan
perencanaan struktur jembatan gantung asimetris untuk pedesaaan (Judesa)
menghasilkan suatu jembatan gantung pejalan kaki yang lebih praktis dalam
pengerjaan dan bisa dilaksanakan dari salah satu sisi jembatan.
Pada skripsi ini dibuat pemodelan jembatan gantung pejalan kaki dan
jembatan gantung asimetris untuk pedesaan (judesa) dengan bentang 20 meter, 40
meter, dan 60 meter tanpa gelagar pengaku. Hal yang paling membedakan pada
kedua jenis jembatan ini adalah pada menara. Beban statik yang digunakan pada
masing-masing model adalah 500 kg/m2 untuk beban hidup, dan beban mati
berupa berat sendiri jembatan sebesar 64.1 kg/m2. Gaya-gaya pada lantai
jembatan, gelagar memanjang, gelagar melintang, batang penggantung, kabel
utama dan kabel angkur akan dinalisis dan dibuat perencanaannya. Dari hasil
perencanaan dapat diperoleh seberapa besar optimasi jembatan gantung asimetris
untuk pedesaan dalam penggunaan material jembatan dengan bentang yang
berbeda.
Hasil perencanaan jembatan gantung pejalan kaki dan jembatan gantung
asimetris untuk pedesaaan diperoleh bahwa penggunaan material baja, kawat
sling, dan beton lebih minimum pada jembatan gantung asimetris untuk pedesaan.

Kata kunci : jembatan gantung, judesa, penggunaan material

Universitas Sumatera Utara


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas setiap

berkat-Nya sehingga peenulis dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai syarat yang

harus dipenuhi untuk memperoleh gelar sarjana teknik Departemen Teknik Sipil

Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. Adapun judul dari skripsi ini adalah

“Analisis Optimasi Jembatan Gantung Pejalan Kaki dengan Judesa”.

Penulis menyadari bahwa dalam menyelesaikan tugas akhir ini tidak

terlepas dari bimbingan, dukungan, dan bantuan dari semua pihak. Untuk itu

penulis dengan segala kerendahan hati menyampaikan terimakasih kepada:

1. Bapak Ir. Torang Sitorus, MT., selaku dosen pembimbing yang telah banyak

memberikan dukungan, masukan, bimbingan serta meluangkan waktu,

tenaga dan pikiran kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.

2. Bapak Dr. Ir. Daniel Rumbi Teruna M.T., dan Ibu Nursyamsi, ST, M.T.

selaku Dosen Penguji yang memberikan masukan dan arahan dalam

penyelesaian skripsi ini.

3. Bapak Medis Sejahtera Surbakti, ST, MT, Ph.D, selaku Ketua Departemen

Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.

4. Bapak Ir. Andy Putra Rambe, MBA, selaku Sekretaris Departemen Teknik

Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.

5. Bapak/Ibu Dosen Staf Pengajar Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik

Universitas Sumatera Utara.

ii

Universitas Sumatera Utara


6. Seluruh pegawai administrasi Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik

Universitas Sumatera Utara yang memberikan bantuan selama ini kepada

penulis.

7. Pusjatan yang telah memberikan masukan dan arahan dalam penyelesaian

skripsi ini.

8. Kedua orangtua dan keluarga penulis yang selalu memberikan doa,

kepercayaan, nasihat, dukungan, dan materi yang tiada hentinya sehingga

penulis terus termotivasi untuk menyelesaikan skripsi.

9. Kepada kawan-kawan seperjuangan angkatan 2013 dan adik-adik 2016

yang tidak dapat disebutkan semuanya. Terimakasih atas semangat,

dukungan, dan bantuan yang diberikan.

10. Seluruh pihak yang telah mendukung dan membantu penulis dari segi

apapun, sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih belum sempurna karena

keterbatasan pengetahuan dan kemampuan. Oleh sebab itu penulis memohon maaf

dan mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan dimasa

mendatang.

Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih. Penulis berharap semoga

laporan skripsi ini bermanfaat bagi para pembaca.

Medan, Mei 2018

Penulis

iii

Universitas Sumatera Utara


DAFTAR ISI

ABSTRAK................................................................................................... i

KATA PENGANTAR................................................................................ ii

DAFTAR ISI............................................................................................... iv

DAFTAR TABEL....................................................................................... vii

DAFTAR GAMBAR.................................................................................. viii

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah...................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah............................................................... 4
1.3. Tujuan Penulisan................................................................. 5
1.4. Pembatasan Masalah........................................................... 5
1.5. Manfaat Penulisan............................................................... 6
1.6. Metodologi Penulisan.......................................................... 6
1.7. Sistematika Penulisan......................................................... 8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Tinjauan Umum.................................................................. 9
2.2. Kalisifikasi Jembatan.......................................................... 10
[Link] Jembatan Gantung................................................. 12
[Link]-jenis Jembatan Gantung.............................................. 13
2.5. Fungsi Komponen Jembatan Gantung................................ 15
2.6. Beban Rencana................................................................... 17
2.6.1. Beban Vertikal.................................................... 18
2.6.2. Beban Samping.................................................. 19
2.7. Kriteria Perencanaan.......................................................... 21
2.8. Syarat Bahan................................................................. 21
2.8.1. Beton...................................................................... 22
2.8.2. Baja........................................................................ 20
2.8.3. Kabel...................................................................... 23
2.8.4. Kayu ..................................................................... 24
2.9. Struktur Pengaku.......................................................... 25

iv
Universitas Sumatera Utara
2.10. Gaya Tarik Kabel Utama................................................... 25
2.11. Lendutan............................................................................ 27
2.12. Sistem Kabel...................................................................... 27
2.12.1. Panjang Kabel Utama............................................ 28
2.12.2. Panjang Kabel Angkur (backstay cable)............... 29
2.12.3. Kabel Ikatan Angin............................................... 29
2.12.4. Baja Penggantung.................................................. 29
2.13. Kelandaian Jembatan........................................................ 29
2.14. Menara.............................................................................. 30
2.15. Blok Angkur...................................................................... 33
2.16. Fondasi.............................................................................. 34
2.17. Sandaran ........................................................................... 35
BAB III METODOLOGI ANALISIS
3.1. Pendahuluan........................................................................ 36
3.2. Bagan alir analisis............................................................... 36
3.3. Studi Literatur..................................................................... 38
3.4. Perancangan kelas jembatan................................................ 38
3.4.1. Lokasi................................................................... 38
3.4.2. Menentukan Elevasi Lantai Jembatan.................. 39
3.4.3. Jarak Bebas........................................................... 39
3.4.4. Tinggi Banjir........................................................ 40
3.4.5. Pengguna Jembatan dan Lebar jembatan pejalan
40
kaki.......................................................................
3.5. Beban yang bekerja pada jembatan.................................... 41
3.5.1. Beban Hidup........................................................ 41
3.5.2. Beban Mati........................................................... 42
3.5.3. Beban Angin......................................................... 43
3.5.4. Beban Gempa....................................................... 43
3.6. Pemodelan Jembatan Gantung Pejalan Kaki....................... 44
3.6.1. Bentang 20 meter.................................................. 44
3.6.2. Bentang 40 meter................................................. 45
3.6.3. Bentang 60 meter.................................................. 46

v
Universitas Sumatera Utara
3.7. Pemodelan Jembatan Gantung Asimetris untuk Pedesaan.. 47
3.7.1. Bentang 20 meter.................................................. 47
3.7.2. Bentang 40 meter................................................. 48
3.7.3. Bentang 60 meter.................................................. 49
3.8. Perencanaan......................................................................... 50
3.8.1. Lantai Jembatan................................................... 50
3.8.2. Gelagar memanjang............................................. 50
3.8.3. Gelagar melintang................................................ 50
3.8.4. Batang penggantung............................................. 50
3.8.5. Kabel utama.......................................................... 51
3.9. Kontrol Lendutan........................................................... 51
3.10. Analisis Menara............................................................. 51
3.11. Perencanaan fondasi dan blok angkur........................... 52
3.12. Perbandingan................................................................. 52
3.13. Kesimpulan.................................................................... 52
BAB IV PEMBAHASAN
4.1. Jembatan Gantung Pejalan Kaki......................................... 53
4.1.1. Bentang 20 m....................................................... 53
4.1.2. Bentang 40 m........................................................ 89
4.1.3. Bentang 60 m........................................................ 102
4.2. Jembatan Gantung Asimetris untuk Pedesaan.................... 115
4.2.1. Bentang 20 m........................................................ 115
4.2.2. Bentang 40 m....................................................... 129
4.2.3. Bentang 60 m........................................................ 142
4.3. Perbandingan...................................................................... 156
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
[Link].......................................................................... 162
5.2. Saran.................................................................................... 164
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. xi

LAMPIRAN................................................................................................ xii

vi
Universitas Sumatera Utara
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1. Beban Hidup Yang Dipikul dan Lendutan Izin Jembatan
19
Gantung Pejalan Kaki................................................................
Tabel 2.2 Mutu beton dan pedoman proporsi takaran campuran................. 22

Tabel 2.3 Sifat mekanis baja struktural........................................................ 23

Tabel 4.1 Perbandingan anlisa struktur manual dengan SAP 2000............. 157

Tabel 4.2 Perbandingan penggunaan material pada bentang 20 m.............. 158

Tabel 4.3 Perbandingan penggunaan material pada bentang 40 m.............. 158

Tabel 4.4 Perbandingan penggunaan material pada bentang 60 m.............. 158

Tabel 4.5 Penggunaan kayu pada perencanaan............................................ 159

Tabel 4.6 Penggunaan baja pada perencanaan............................................. 160

Tabel 4.7 Penggunaan kabel sling pada perencanaan.................................. 161

Tabel 4.8 Penggunaan beton pada perencanaan.......................................... 162

vii

Universitas Sumatera Utara


DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Jembatan gantung pejalan kaki............................................... 2
Gambar 1.2 Jembatan gantung asimetris untuk pejalan kaki (judesa)........ 3
Gambar 2.1 Tipe rangka batang kaku........................................................ 15
Gambar 2.2 Tipe rangka rantai kaku.......................................................... 15
Gambar 2.3 Komponen utama jembatan gantung pejalan kaki................. 16
Gambar 2.4 Penampang melintang kabel................................................... 22
Gambar 3.1 Bagan alir analisis................................................................... 37
Gambar 3.2 Ketinggian dari lantai jembatan.............................................. 40
Gambar 3.3 Penampang melintang jembatan pejalan kaki untuk berbagai
41
penggunaan (sesuai dengan lebarnya).....................................
Gambar 3.4 Tampak samping jembatan gantung bentang 20 meter........... 44
Gambar 3.5 Tampak samping jembatan gantung bentang 40 meter........... 45
Gambar 3.6 Tampak samping jembatan gantung bentang 60 meter........... 46
Gambar 3.7 Tampak samping Judesa bentang 20 meter............................. 47
Gambar 3.8 Tampak samping Judesa bentang 40 meter............................. 48
Gambar 3.9 Tampak samping Judesa bentang 60 meter............................. 49
Gambar 3.10 Potongan melintang jembatan............................................... 49
Gambar 4.1. Jembatan Gantung Bentang 20 meter................................... 53
Gambar 4.2. Potongan Melintang Jembatan............................................... 54
Gambar 4.3. Posisi lantai jembatan sebagai beban mati............................. 55
Gambar 4.4. Bidang Momen dan Lintang lantai jembatan akibat beban
56
mati.......................................................................................
Gambar 4.5. Beban hidup pada lantai jembatan......................................... 57
Gambar 4.6. Bidang Momen dan Lintang lantai jembatan akibat beban
59
hidup.....................................................................................
Gambar 4.7. Beban hidup terpusat pada lantai jembatan............................ 59
Gambar 4.8. Bidang Momen dan Lintang akibat beban hidup terpusat..... 62
Gambar 4.9. Potongan memanjang jembatan............................................. 64
Gambar 4.10. Beban mati gelagar memanjang........................................... 65
Gambar 4.11. Bidang Momen dan Lintang akibat beban mati................... 66
Gambar 4.12. Bidang Momen dan Lintang akibat beban mati................... 67

viii

Universitas Sumatera Utara


Gambar 4.13. Bidang Momen dan Lintang akibat beban hidup................. 68
Gambar 4.14. Bidang Momen dan Lintang pada gelagar melintang.......... 71
Gambar 4.15. Profil balok kanal kait.......................................................... 72
Gambar 4.16. Beban hidup simetris............................................................ 77
Gambar 4.17. Beban hidup asimetris.......................................................... 77
Gambar 4.18. Beban mati........................................................................... 78
Gambar 4.19. Pembebanan pada menara.................................................... 82
Gambar 4.21. Potongan melintang profil baja pipa.................................... 83
Gambar 4.22. Fondasi tapak untuk menyalurkan beban menara................ 86
Gambar 4.23. Gaya-gaya pada blok angkur................................................ 87
Gambar 4.23. Jembatan Gantung Bentang 40 meter.................................. 89
Gambar 4.24. Potongan Melintang Jembatan............................................. 89
Gambar 4.25. Beban hidup simetris............................................................ 90
Gambar 4.26. Beban hidup asimetris.......................................................... 90
Gambar 4.27. Beban mati........................................................................... 91
Gambar 4.28. Pembebanan pada menara.................................................... 95
Gambar 4.30. Potongan melintang profil baja pipa.................................... 95
Gambar 4.31. Fondasi tapak untuk menyalurkan beban menara................ 99
Gambar 4.32. Gaya-gaya pada blok angkur............................................... 100
Gambar 4.33. Jembatan Gantung Bentang 60 meter.................................. 102
Gambar 4.34. Potongan Melintang Jembatan............................................. 102
Gambar 4.35. Beban hidup simetris............................................................ 103
Gambar 4.36. Beban hidup asimetris.......................................................... 103
Gambar 4.37. Beban mati........................................................................... 104
Gambar 4.38. Pembebanan pada menara.................................................... 108
Gambar 4.40. Potongan melintang profil baja pipa kopel.......................... 109
Gambar 4.41. Fondasi tapak untuk menyalurkan beban menara................ 113
Gambar 4.42. Gaya-gaya pada blok angkur................................................ 114
Gambar 4.43. Judesa Bentang 20 meter...................................................... 115
Gambar 4.44. Potongan Melintang Jembatan............................................. 115
Gambar 4.45. Beban hidup......................................................................... 117
Gambar 4.46. Beban mati........................................................................... 117

ix

Universitas Sumatera Utara


Gambar 4.47. Pembebanan pada menara.................................................... 121
Gambar 4.48. Pemodelan elemen menara................................................... 131
Gambar 4.49. Potongan melintang profil baja pipa.................................... 122
Gambar 4.50. Fondasi tapak untuk menyalurkan beban menara................ 125
Gambar 4.51. Gaya-gaya pada blok angkur............................................... 126
Gambar 4.52. Judesa Bentang 40 meter...................................................... 129
Gambar 4.53. Potongan Melintang Jembatan............................................. 129
Gambar 4.54. Beban hidup simetris............................................................ 130
Gambar 4.55. Beban mati........................................................................... 131
Gambar 4.56. Pembebanan pada menara.................................................... 135
Gambar 4.58. Potongan melintang profil baja pipa.................................... 135
Gambar 4.59. Fondasi tapak untuk menyalurkan beban menara................ 139
Gambar 4.60. Gaya-gaya pada blok angkur................................................ 140
Gambar 4.61. Judesa Bentang 60 meter...................................................... 143
Gambar 4.62. Potongan Melintang Jembatan............................................. 143
Gambar 4.63. Beban hidup......................................................................... 144
Gambar 4.64. Beban mati........................................................................... 145
Gambar 4.65. Pembebanan pada menara.................................................... 149
Gambar 4.67. Potongan melintang profil baja kopel pipa.......................... 150
Gambar 4.68. Fondasi tapak untuk menyalurkan beban menara................ 154
Gambar 4.69. Gaya-gaya pada blok angkur................................................ 155

Universitas Sumatera Utara


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang. Untuk menunjang
perkembangan, dibutuhkan partisipasi dari setiap elemen masyarakat. Masyarakat
dipedesaan sangat diharapkan dapat membantu perkembangan bangsa. Kondisi
geografis Indonesia bervariasi, beberapa daerah dengan kondisi perbukitan dan
pegunungan. Kondisi seperti ini dapat menyebabkan suatu daerah lebih terisolir
oleh rintangan seperti sungai atau jurang sehingga diperlukan sebuah jalur
penghubung, seperti jembatan. Jembatan merupakan bagian terpenting dalam
sarana transportasi darat. Umumnya jembatan digunakan untuk penghubung jalan
yang melintasi sungai, bukit, pengunungan, penghubung antar akses jalan
(persimpangan tak sebidang), maupun penghubung antar pulau. Terkadang sesuai
analisis teknis dan kebutuhan di lapangan diperlukan jembatan dengan bentangan
yang cukup panjang. Tipe jembatan yang telah digunakan adalah jembatan balok
sederhana untuk bentang-bentang pendek, jembatan rangka, jembatan gantung,
jembatan cable stayed dan jembatan tipe pelengkung (arch bridge).
Jembatan gantung merupakan pilihan yang efisien dan efektif sebagai
sarana transportasi untuk menyeberangi sungai atau jurang. Keunggulan jembatan
gantung dibandingkan dengan jembatan lainnya, antara lain: memiliki nilai
estetika dan memiliki bentang relatif panjang untuk melewati sungai atau jurang
dimana pemasangan tiang-tiang penyangga secara menerus dengan bentang
pendek tidak dimungkinkan. Jembatan gantung sederhana dapat digunakan
sebagai panghubung yang cukup panjang sampai bentang 120 meter. Jembatan
gantung memiliki beberapa elemen struktur dominan, seperti kabel utama, batang
penggantung, gelagar memanjang, dan menara. Diantara elemen struktur tersebut,
perlu diteliti elemen mana yang memberi kontribusi dominan terhadap tingkat
keamanan struktur, dan seberapa besar pengaruh perubahan kuantitas dimensi
elemen struktur terhadap perubahan tingkat keamanan struktur.

1
Universitas Sumatera Utara
Isyana Anggraeni, Bernardinus Herbudiman, (2008) dalam penelitiannya
yang membahas tentang “Studi Parameter Desain Dimensi Elemen Struktur
Jembatan Gantung Pejalan Kaki dengan Bentang 120 m” menyebutkan bahwa
usaha memperbesar elemen struktur yang paling banyak memberikan pengaruh
terhadap berkurangnya lendutan pada gelagar memanjang adalah memperbesar
diameter dimensi kabel utama.
Dalam merancang jembatan gantung pejalan kaki yang aman namun cukup
ekonomis, perlu ditentukan pilihan dimensi yang sesuai. Jembatan gantung
pejalan kaki didesain sedemikian rupa sehingga praktis dalam pengerjaannya,
ekonomis, dan dapat dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat setempat.
Suatu jembatan gantung sebenarnya merupakan sistem struktur yang
sederhana. Secara sederhana beban-beban yang bekerja pada dek disalurkan ke
kabel utama melalui kabel penggantung dan kemudian diteruskan ke pondasi
terutama melalui pylon-pylon untuk komponen yang vertikal dan melalui blok-
blok jangkar untuk komponen yang horizontal. (Wiratman Wangsadinata, dkk,
2011)

Gambar 1.1 Jembatan gantung pejalan kaki

2
Universitas Sumatera Utara
Judesa (jembatan gantung asimstris untuk pedesaan) dikembangkan oleh
Puslitbang Jalan dan Jembatan dan dibangun untuk pertama kali di Desa Cihawuk,
Pangalengan, Kabupaten Bandung tahun 2014. Konstruksi Judesa dikembangkan
dengan sistem modular sehingga pembangunan dapat melibatkan peranan
masyarakat bahkan secara swadaya. Metode konstruksi yang digunakan juga
dirancang untuk dapat dilaksanakan dari satu sisi sungai/satu arah yang dapat
dimanfaatkan untuk membuka jalur perintis dan mengurangi pengangkutan
material menyeberangi sungai atau hambatan yang ingin dilalui dengan jembatan.
Konsep judesa hampir sama dengan jambatan gantung pejalan kaki pada
umumnya. Perbedaannya terletak pada menara (pylon), jembatan gantung pada
umumnya menggunakan menara pada kedua sisi jembatan sebagai penyangga
kabel sehingga gaya-gaya yang terjadi ditahan bersama-sama oleh kedua menara.
Pada judesa menggunakan menara pada satu sisi, sehingga gaya-gaya yang terjadi
hanya ditahan oleh satu menara penyangga.

Gambar 1.2 Jembatan gantung asimetris untuk pejalan kaki (judesa)

Penelitian dan pengkajian terhadap judesa masih hanya dilakukan oleh


Puslitbang Jalan dan Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat.
Untuk penerapannya harus mempertimbangkan beberapa aspek diantaranya aspek

3
Universitas Sumatera Utara
ekonomis, aspek teknis, dan aspek kondisi lingkungan. Pertimbangan tersebut
antara lain adalah biaya pembuatan jembatan harus seminimal mungkin;
kemudahan untuk proses pemasangan dan perawatan; kemudahan akses dan
memberikan keuntungan untuk masyarakat yang akan menggunakannya; berada
pada daerah yang memiliki resiko minimal terhadap erosi aliran sungai, dan lain
sebagainya. Proses pemilihan lokasi jembatan juga harus mempertimbangkan
keseluruhan aspek pemasangan jembatan dan jalan penghubung atau akses
jembatan. Kondisi tanah yang direkomendasikan untuk lokasi Judesa adalah tanah
lempung keras dan tanah lempung sedang. Kedua jenis tanah ini telah dimasukan
dalam perhitungan desain fondasi tipikal, dimana kriteria desain untuk tanah
lempung keras adalah tanah dengan nilai kohesi c minimal 50 kN/m2, dan tanah
lempung sedang dengan nilai kohesi c minimal 25 kN/m2 sebagai dasar desain
tipikal fondasi Judesa. Kebutuhan biaya pelaksanaan konstruksi Judesa secara
umum cukup murah dan terjangkau, bahkan dengan partisipasi swadaya
masyarakat. Sebagai perkiraan, kebutuhan biaya pelaksanaan konstruksi judesa
berkisar antara Rp. 15.000.000,- hingga Rp. 25.000.000,- per meter panjang
jembatan. Besaran biaya yang dibutuhkan ini akan tergantung pada lokasi
geografis konstruksi, kondisi tanah dan topografi lokasi konstruksi, dan lain
sebagainya.

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah di atas, permasalahan yang dibahas
adalah :
1. Bagaimana perilaku struktur jembatan gantung pejalan kaki dalam menahan
beban yang rencana?
2. Bagaimana perilaku struktur judesa dalam menahan beban yang rencana?
3. Bagaimana perbandingan material yang digunakan dalam jembatan gantung
pejalan kaki dan judesa?

4
Universitas Sumatera Utara
1.3. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah :
1. Untuk mengetahui perilaku struktur jembatan gantung pejalan kaki dalam
menhan beban rencana.
2. Untuk mengetahui perilaku judesa dalam menahan beban rencana.
3. Mengetahui perbandingan jumlah material yang digunakan dalam
pembangunan suatu jembatan gantung pejalan kaki dengan judesa.

1.4. Pembatasan Masalah


Untuk memperjelas ruang lingkup yang akan dibahas dalam penulisan ini
dan mempermudah penulis dalam menganalisa maka pada perencanaan jembatan
gantung pejalan kaki dibuat batasan masalah yang meliputi:
1. Jembatan Gantung Kelas I;
2. Jembatan Gantung didesain tanpa gelagar pengaku;
3. Perencanaan sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum nomor
02/SE/M/2010;
4. Perencanaan menggunakan metode kuat rencana LRFD
5. Beban dianalisa sebagai beban statik;
6. Menara dibuat dari bahan Baja; dan
7. Bentang yang didesain hanya bentang 20 m, 40 m, dan 60 m.
Pada perencanaan jembatan gantung asimetris untuk pedesaaan dibuat
batasan masalah yang meliputi:
1. Jembatan Gantung Kelas I;
2. Jembatan Gantung didesain tanpa gelagar pengaku;
3. Perencanaan sesuai dengan pedoman perencanaan jembatan gantung asimetris
untuk pedesaan
4. Perencanaan menggunakan metode kuat rencana LRFD
5. Beban dianalisa sebagai beban statik;
6. Menara dibuat dari bahan Baja; dan
7. Bentang yang didesain hanya bentang 20 m, 40 m, dan 60 m.

5
Universitas Sumatera Utara
1.5. Manfaat Penulisan
Manfaat yang diharapkan diperoleh dari penulisan ini berupa perencanaan
suatu struktur jembatan gantung. Perencanaan berupa jembatan gantung pejalan
kaki dengan menara simetris menara asimetris. Jembatan gantung asimetris
dikembangkan oleh Balai Litbang Kementerian Pekerjaan Umum Pusat Jalan dan
Jembatan sejak 2014 dan dilaksanakan di Bandung sepanjang 42 meter. Jembatan
ini biasa disebut “Judesa” (Jembatan Gantung Asimetris untuk Pedesaaan).
Dengan adanya penulisan ini, diharapkan pembangunan jembatan gantung
asimetris untuk pedesaaan dapat diaplikasikan lebih luas pada daerah-daerah yang
membutuhkan akses jembatan gantung. Melalui tulisan ini juga diharapkan
masyarakat maupun pembaca bertambah pemahaman akan jembatan gantung.

1.6. Metodologi Penulisan


Penulisan ini menganlisis perilaku jembatan gantung pejalan kaki dan
judesa serta perbandingan penggunaan bahan jembatan gantung dengan judesa.
Metode yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah studi literatur
dimana penulis mengumpulkan dan mempelajari referensi-referensi yang
berhubungan dengan penulisan yang dilakukan. Membuat perencanaan jembatan
gantung sesuai dengan pedoman yang telah ada, dan membadingkan hasil
perencanaan yang dibuat.

6
Universitas Sumatera Utara
Flowchart Penulisan :

Mulai

Latar belakang Masalah

Studi Literatur
1. Buku teks
2. Jurnal-jurnal ilmiah
3. Peraturan yang berhubungan
4. Majalah ilmiah

Perumusan Masalah

Pembahasan:

1. Perencanaan Jembatan simetris


2. Perencanaan Jembatan asimetris

Perbandingan dan Hasil

Kesimpulan dan Saran

SELESAI

7
Universitas Sumatera Utara
1.7. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dalam tugas akhir ini akan dibuat dalam 5 (lima) bab uraian
sebagai berikut:
Bab I : Pendahuluan
Dalam bab ini dijelaskan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah,
tuuan penulisan, pembatasan masalah, manfaat penulisan, metode penulisan,
dan sistematika penulisan.
Bab II : Tinjauan Pustaka
Dalam bab ini berisi dasar teori, rumus dan segala sesuatu yang digunakan
untuk menghitung struktur jembatan gantung pejalan kaki.
Bab III : Metodologi Penelitian
Bab ini berisi tentang metodologi yang dilakukan dalam analisa berupa
pengumpulan data dan analisis data yang telah diperoleh.
Bab IV : Pembahasan
Bab ini berisi tentang perencanaan jembatan gantung pejalan kaki dan analisa
struktur dengan program SAP 2000
Bab V : Kesimpulan dan Saran
Bab ini beris tentang kesimpulan dari hasil pembahasan dan saran-saran yang
diberikan atas hasil yang diperoleh.

8
Universitas Sumatera Utara
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tinjauan Umum


Konstruksi jembatan sebagai suatu konstruksi bangunan pelengkap
sarana trasportasi jalan yang menghubungkan suatu tempat ke tempat
lainnya yang terputus akibat suatu rintangan tanpa menimbun/menutup
rintangan itu dan apabila jembatan terputus maka lalu lintas akan terhenti.
Lintas tersebut bisa merupakan jalan kendaraan, jalan kereta api atau jalan
pejalan kaki. Rintangan tersebut dapat berupa atau jurang, lembah, sungai,
persimpangan tak sebidang. Jembatan juga merupakan suatu bangunan
pelengkap prasarana lalu lintas darat dengan konstruksi terdiri dari
pondasi, struktur bangunan bawah dan struktur bangunan atas, yang
menghubungkan dua ujung jalan yang terputus akibat bentuk rintangan
melalui konstruksi struktur bangunan atas. Jembatan dibangun dengan
umur rencana minimal 50 tahun sehingga perlu diperhatikan bagaimana
pemeliharaan jembatan yang baik.
Jembatan adalah suatu bangunan yang memungkinkan suatu jalan
menyilang sungai atau saluran air, lembah atau menyilang jalan lain yang
tidak sama tinggi permukaannya. Secara umum suatu jembatan berfungsi
untuk melayani arus lalu lintas dengan baik, dalam perencanaan dan
perancangan jembatan sebaiknya mempertimbangkan fungsi kebutuhan
transportasi, persyaratan teknis dan estetika-arsitektural yang meliputi:
Aspek lalu lintas, Aspek teknis, Aspek estetika (Supriyadi dan Muntohar,
2007).
”Jembatan mempunyai arti penting bagi setiap orang. Akan tetapi
tingkat kepentingannya tidak sama bagi tiap orang, sehingga akan menjadi
suatu bahan studiyang menarik. Suatu jembatan tunggal diatas sungai kecil
akan dipandang berbeda oleh tiap orang, sebab penglihatan dan pandangan
masing-masing orang yang melihat berbeda pula. Seseorang yang
melintasi jembatan setiap hari pada saat pergi bekerja, hanya dapat
melintasi sungai bila ada jembatan, dan ia menyatakan bahwa jembatan

9
Universitas Sumatera Utara
adalah sebuah jalan yang diberi sandaran pada tepinya. Tentunya bagi
seorang pemimpin pemerintahan dan dunia bisnis akan memandang hal
yang berbeda pula.
Dari keterangan di atas, dapat dilihat bahwa jembatan merupakan suatu
sistem transportasi untuk tiga hal, yaitu:
1. Merupakan pengontrolan kapasitas dari sistem,
2. Mempunyai biaya tertinggi per mil dari sistem,
3. Jika jembatan runtuh, sistem akan lumpuh.” (Dr. Ir. Bambang
Supriyadi, CES., DEA dan Agus Setyo Muntohar, ST. 2007: 1)

Sejarah jembatan sudah cukup tua bersamaan dengan terjadinya


hubungan komunikasi atau transportasi antara sesama manusia dan antara
manusia dengan alam lingkungannya. Macam dan bentuk serta bahan yang
digunakan mengalami perubahan sesuai dengan kemajuan jaman dan
teknologi, mulai dari yang sederhana sekali sampai pada konstruksi yang
mutakhir. Mengingat fungsi dari jembatan yaitu sebagai penghubung dua
ruas jalan yang dilalui rintangan, maka jembatan dapat dikatakan
merupakan bagian dari suatu jalan, baik jalan raya atau jalan kereta api.
Didaerah pelosok selain sebagai sarana penunjang mobilitas
manusia dan barang, jembatan juga kerap digunakan sebagai sarana untuk
menyeberangkan ternak milik penduduk. Oleh karena itu, keberadaan
jembatan didaerah pelosok sebagai sarana penunjang mobilitas dinilai
sangatlah penting. Dengan adanya sarana penghubung antar wilayah
mobilitas manusia dan barang akan meningkat sampai ke daerah pelosok
sekalipun.

2.2. Klasifikasi Jembatan


Seiring dengan perkembangan teknologi dunia konstruksi, telah
banyak permodelan konstruksi jembatan yang bertujuan untuk
menciptakan suatu konstruksi yang aman, nyaman, ekonomis, dan mudah
pelaksanaannya. Berikut adalah beberapa permodelan konstruksi jembatan
yang umum dipakai.

10
Universitas Sumatera Utara
1. Ditinjau dari material yang digunakan jembatan bisa dibedakan yakni :
a. Jembatan Kayu
b. Jembatan Gelagar Baja
c. Jembatan Beton Bertulang
d. Jembatan Komposit
2. Ditinjau dari statika konstruksi, jembatan bisa dibedakan antara lain :
Berdasarkan analisa struktur/statika konstruksi maka jembatan dapat
dibagi menjadi dua bagian yaitu:
a. Jembatan statis tertentu;
b. Jembatan statis tak tertentu.
3. Ditinjau dari fungsi atau kegunaannya, jembatan bisa dibedakan antara
lain :
a. Jembatan untuk lalu lintas kereta api (railway bridge);
b. Jembatan untuk lalu lintas biasa atau umum (highway bridge);
c. Jembatan untuk pejalan kaki (foot path);
d. Jembatan berfungsi ganda, misalnya untuk lalu lintas kereta api dan
mobil, untuk lalu lintas umum dan air minum, dan sebagainya;
e. Jembatan khusus, misalnya untuk pipa air minum, pengairan, pipa
gas, jembatan militer dan lain-lain.
4. Ditinjau menurut sifat-sifatnya, jembatan bisa dibedakan antara lain :
a. Jembatan sementara atau darurat;
b. Jembatan tetap atau permanen;
c. Jembatan bergerak, yaitu jembatan yang dapat digerakkan misalnya
agar penyeberangan kapal-kapal di sungai tidak terganggu.
5. Ditinjau dari bentuk struktur konstruksi, jembatan bisa dibedakan, yakni
a. Jembatan gelagar biasa (beam bridge);
b. Jembatan portal (rigid frame bridge);
c. Jembatan rangka (truss bridge );
d. Jembatan gantung (suspension bridge);
f. Jembatan kabel penahan (cable stayed bridge).

11
Universitas Sumatera Utara
2.3. Defenisi Jembatan Gantung
Jembatan gantung memiliki beberapa elemen struktur dominan,
seperti kabel utama, batang penggantung, gelagar memanjang, dan menara.
Jembatan gantung pejalan kaki dapat didefenisikan sebagai bangunan atas
jembatan yang berfungsi sebagai pemikul langsung beban lalu lintas yang
melewati jembatan tersebut, terdiri dari lantai jembatan, gelagar pengaku,
batang penggantung, kabel pemikul dan pagar pengaman. Pada struktur
jembatan gantung seluruh beban lalu lintas dan gaya-gaya yang bekerja
dipikul oleh sepasang kabel pemikul yang menumpu di atas dua pasang
menara dan dua pasang blok angkur. Pada struktur jembatan gantung
asimetris untuk pedesaan (judesa) seluruh beban lalu lintas dan gaya-gaya
yang bekerja dipikul oleh sepasang kabel pemikul yang menumpu di atas
satu pasang menara dan dua pasang blok angkur. Jembatan gantung
pejalan kaki merupakan salah satu tipe jembatan yang sering digunakan
untuk jembatan pejalan kaki dengan bentang panjang. Jembatan gantung
pejalan kaki adalah jenis jembatan gantung yang hanya boleh dilewati oleh
lalu lintas pejalan kaki, dan kendaraan ringan seperti sepeda, gerobak,
motor dan maksimum kendaraan bermotor ringan dengan roda tiga dalam
keadaan darurat. Jembatan gantung sederhana untuk pejalan kaki
diperlukan untuk menunjang ketersediaan infrastruktur yang memadai,
terutama untuk daerah terpencil. Jembatan gantung sederhana ini memiliki
keunggulan lebih ekonomis serta kemudahaan dalam pelaksanaan
sehingga bisa dibangun secara swadaya oleh masyarakat sekitar lokasi
yang membutuhkan jembatan gantung.
Salah satu jembatan yang saat ini telah banyak digunakan di
berbagai negara adalah jembatan gantung sederhana untuk pejalan kaki.
Jembatan ini sangat cocok dikembangkan untuk suatu wilayah dengan
kondisi geografis seperti yang terdapat di Indonesia. Jembatan gantung
sederhana ini praktis dalam pengerjaannya dan ekonomis sehingga
diharapkan dapat dikerjakan secara swadaya (Dewobroto, 2005).
Keunggulan jembatan gantung dibandingkan dengan jembatan lainnya,
antara lain, memiliki nilai estetika dan memiliki bentang relatif panjang

12
Universitas Sumatera Utara
untuk melewati sungai atau jurang dimana pemasangan tiang-tiang
penyangga secara menerus dengan bentang pendek tidak dimungkinkan.

2.4. Jenis-jenis Jembatan Gantung


Jenis jembatan gantung (suspension bridge) dibagi berdasarkan
aspek tertentu. Berdasarkan lebar jembatan terdapat dua tipe jembatan
gantung pejalan kaki sebagai berikut :
a. Lebar 1 m sampai dengan 1,4 m untuk pejalan kaki,sepeda, hewan
ternak,sekawanan hewan,gerobak dorong beroda satu dan beroda dua,
dan motor (jembatan pejalan kaki kelas II).
b. Lebar 1,4 m sampai dengan 1,8 m untuk kendaraan yang ditarik hewan
dan kendaraan bermotor ringan dengan maksimum roda tiga
(jembatan pejalan kaki kelas I).
Lebar ini hanya akan memberikan akses satu arah pada beberapa
tipe lalulintas danperingatan yang sesuai harus diletakkan pada setiap
ujung jembatan. Untuk jembatan kelas I dianjurkan agar lantai jembatan
dibuat dengan lebar 1,8 m untuk memberikan akses kendaraan bermotor
ringan dengan maksimum roda tiga, tetapi kendaraan yang lebih besar
harus dicegah, misalnya dengan memasang tiang besi atau patok di ujung
jembatan.
Berdasarkan dengan bentang luar (side span) terdapat jenis bentuk
struktur jembatan gantung sebagai berikut:
1. Bentuk bentang luar bebas (side span free)
Pada jenis jembatan ini bentang luar dan kabel utama tidak
menahan atau dihubungkan dengan lantai jembatan oleh batang
penggantung (hanger), jadi tidak ada batang penggantung (hanger) pada
bentang luar. Disebut juga dengan tipe kabel utama pada bentang luar
berbentuk lurus (straight backstays). Jenis ini dipakai pada jembatan
gantung sederhana pejalan kaki. Bentang luar pada jembatan dengan jenis
ini hanya untuk menyalurkan gaya horizontal kabel backstay ke blok
angkur di luar sisi jembatan.

13
Universitas Sumatera Utara
2. Bentuk bentang luar digantungi (side span suspended)
Pada jembatan gantung bentuk ini kabel utama pada bentang luar
menahan struktur lantai jembatan dengan dihubungkan oleh batang
penggantung (hanger).
Steinman (1953) membedakan jembatan gantung menjadi 2 jenis yaitu:
a. Jembatan gantung tanpa pengaku
Jembatan gantung tanpa pengaku adalah tipe jembatan gantung
dimana seluruh beban sendiri dan lalu lintas didukung penuh oleh kabel.
Hal ini dikarenakan tidak terdapatnya elemen struktur kaku pada jembatan.
Jembatan gantung tanpa pengaku hanya digunakan untuk struktur yang
sederhana karena tidak adanya pendukung lantai jembatan yang kaku atau
kurang memenuhi syarat untuk diperhitungkan sebagai struktur kaku.
Dalam perhitungan struktur secara keseluruhan kekakuan (EI) struktur
pendukung lalu lintas ini dapat diabaikan sehingga seluruh bebab mati dan
beban hidup lalu lintas akan didukung secara penuh oleh kabel utama
melalui batang penggantung (hanger). Pada jembatan gantung untuk
transportasi kendaraan besar dek jembatan dimanfaatkan sebagai gelagar
pengaku. Hal ini tidak berlaku untuk jembatan gantung ultra panjang
karena faktor geometri kekakuan dek menjadi tidak diperhitungkan
sehingga semua beban yang bekerja pada jembatan gantung ultra panjang
akan ditransfer batang penggantung (hanger), untuk didukung secara
penuh oleh kabel utama dan diteruskan ke menara gaya vertikal dan blok
angkur gaya horizontal.
b. Jembatan gantung dengan pengaku
Jembatan dengan pengaku adalah tipe jembatan gantung dimana
pada salah satu bagian stukturnya mempunyai bagian yang lurus yang
berfungsi untuk mendukung lantai lalu lintas (dek). Dek pada jembatan
gantung jenis ini biasanya berupa struktur rangka, yang mempunyai
kekakuan (EI) tertentu. Pada perhitungan struktur secara keseluruhan
beban lantai jembatan didukung bersam-sama oleh kabel dan gelagar
pengaku (dek) berdasarkan prinsip kompatibilitas lendutan. Jembatan
gantung dengan pengaku mempunyai dua dasar bentuk umum, yaitu:

14
Universitas Sumatera Utara
1. Tipe rangka batang kaku (stiffening truss)

Gambar 2.1. Tipe rangka batang kaku

Pada tipe ini jembatan mempunyai bagian yang kaku atau


diperkaku yaitu pada bagian lurus pendukung lantai jembatan atau dek
yang dengan hanger dihubungkan dengan kabel utama.

2. Tipe rantai kaku (braced chain)

Gambar 2.2. Tipe rangka rantai kaku

Pada tipe ini bagian yang kaku atau diperkaku adalah bagian yang
berfungsi sebagai kabel utama. Kekakuan dek jembatan pada tipe ini tidak
diperhitungkan karena sangat kecil atau atau kurang memenuhi syarat
untuk diperhitungkan sebagai struktur kaku.

2.5. Fungsi Komponen Jembatan Gantung


Jembatan gantung memiliki beberapa elemen struktur dominan,
seperti kabel utama, batang penggantung, gelagar memanjang, dan menara.

15
Universitas Sumatera Utara
Gambar 2.3. Komponen utama jembatan gantung pejalan kaki

Komponen atau bagian-bagian jembatan meliputi komponen struktur


atas, komponen struktur bawah, dan bangunan pelengkap jembatan.
a. Komponen utama bangunan atas jembatan (upper structure) meliputi :
• Lantai jembatan (deck);
berfungsi untuk memikul beban lalu lintas yang melewati jembatan serta
menyalurkan beban dan gaya-gaya tersebut ke gelagar melintang.
• Gelagar melintang (cross girder);
berfungsi sebagai pemikul lantai dan sandaran serta menyalurkan beban
dan gaya-gaya tersebut ke gelagar memanjang.
• Gelagar memanjang (stringer);
berfungsi sebagai pemikul gelagar serta menyalurkan beban dan gaya-
gaya tersebut ke batang penggantung.
• Batang penggantung (hanger);
berfungsi sebagai pemikul gelagar utama serta melimpahkan beban-
beban dan gaya-gaya yang bekerja ke kabel utama.
• Kabel utama (main cable) ;
berfungsi sebagai pemikul beban dan gaya-gaya yang bekerja pada
batang penggantung serta melimpahkan beban dan gaya-gaya tersebut ke
menara pemikul dan blok angkur.
• Pagar pengaman ;
berfungsi untuk mengamankan pejalan kaki.

16
Universitas Sumatera Utara
• Kabel ikatan angin ;
berfungsi untuk memikul gaya angin yang bekerja pada bangunan atas
pertambatan angin (bracing)
• Menara (pylon) ;
berfungsi sebagai penumpu kabel utama dan gelagar utama, serta
menyalurkan beban dan gaya-gaya bekerja melalui struktur pilar ke
fondasi.
b. Komponen utama bangunan bawah jembatan (substructure) meliputi :
• Blok angkur (anchor block) ;
merupakan tipe gravitasi untuk semua jenis tanah yang berfungsi sebagai
penahan ujung-ujung kabel utama dan kabel ikatan angin serta
menyalurkan gaya-gaya yang dipikulnya ke fondasi.
• Pondasi menara dan fondasi angkur ;
berfungsi sebagai pemikul menara dan blok angkur serta melimpahkan
beban dan gaya-gaya yang bekerja ke lapisan tanah pendukung. Fondasi
menara melimpahkan beban vertikal terhadap lapisan tanah pendukung.
Fondasi blok angkur melimpahkan beban horizontal.
c. Bangunan pelengkap jembatan meliputi :
• Tembok samping dan tembok muka ;
• Dinding penahan tanah (retaining wall) ;
• Pelindung lereng (slope protection) ;
• Pelindung erosi dan gerusan (scouring).

2.6. Beban Rencana


Spesifikasi pembebanan yang akan digunakan dalam perencanaan
jembatan pejalan kaki yang terkait dengan jembatan adalah dari Surat
Edaran Menteri Pekerjaan Umun nomor 02/SE/M/2010. Jembatan pejalan
kaki harus kuat dan kaku tanpa lendutan yang berlebih untuk memberikan
kenyamanan pengguna jembatan. Beban yang direncanakan adalah sebagai
berikut :

17
Universitas Sumatera Utara
2.6.1. Beban Vertikal
Beban vertikal rencana adalah kombinasi dari beban mati dan
beban hidup terbesar yang diperkirakan dari pengguna jembatan.

1. Beban mati dari berat sendiri jembatan.


Berat sendiri (self weight) adalah berat bahan dan bagian
jembatan yang merupakan elemen struktural, ditambah dengan
elemen non-struktural yang dipikulnya dan bersifat tetap. Dalam
menentukan besarnya muatan mati harus dipergunakan nilai berat
volume untuk bahan-bahan bangunan.
2. Beban hidup dari pengguna jembatan.
Ada dua aspek beban hidup yang perlu dipertimbangkan:
a. Beban terpusat pada lantai jembatan jembatan akibat
langkah kaki manusia untuk memeriksa kekuatan lantai
jembatan;
b. Beban yang dipindahkan dari lantai jembatan ke batang
struktur yang kemudian dipindahkan ke tumpuan
jembatan. Aksi beban ini akan terdistribusi pendek atau
menerus sepanjang batang-batang longitudinal yang
menahan lantai jembatan.
Beban hidup yang paling kritis yang dipikul karena pengguna
jembatan pejalan kaki ditunjukkan pada Tabel 1. Dipertimbangkan
bahwa beban terpusat 2000 kgf (20 kN) untuk kendaraan
ringan/ternak dan beban merata 5 kPa memberikan batas yang cukup
untuk keselamatan untuk semua pengguna biasa dari jembatan
pejalan kaki.

18
Universitas Sumatera Utara
Tabel 2.1. Beban Hidup Yang Dipikul dan Lendutan Izin Jembatan Gantung
Pejalan Kaki
Kelas Pengguna Lebar Beban Terpusat Beban Lendutan
Terdistribusi Izin Δ
Merata
Jembatan Gantung
20 KN (hanya ada
Pejalan Kaki Kelas I
satu kendaraan
(beban hidup
1,8 m ringan pada satu 5 kPa 1/200 L
maksimum sampai
bentang
dengan kendaraan
jembatan)
ringan)
Jembatan Gantung
Pejalan Kaki Kelas
II (beban hidup
1,4 m 4 kPa 1/100 L
dibatasi hanya untuk
pejalan kaki dan
sepeda motor)
Keterangan :
L adalah bentang utama jembatan
Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umun nomor 02/SE/M/2010

2.6.2. Beban Samping


Beban samping disebabkan oleh:
a. Tekanan angin ;
b. Gempa ;
c. Pengguna yang bersandar atau membentur pagar keselamatan ;
d. Benturan ringan yang diakibatkan oleh batuan-batuan yang terbawa oleh
sungai/arus.
Jika benturan keras dari objek yang lebih besar pada aliran air yang
cepat maka jarak bebas lantai jembatan harus ditambah untuk mengurangi
resiko benturan dan kerusakan. Beban samping yang harus dipertimbangkan
dalam desain adalah beban angin yang terjadi pada sisi depan yang terbuka
dari batang-batang jembatan dan beban yang diakibatkan oleh pengguna yang

19
Universitas Sumatera Utara
bersandar atau membentur pagar keselamatan dan tiangtiang penahan.
Benturan dari batuan-batuan tidak akan terjadi jika ada jarak bebas yang
memadai di bawah jembatan. Standar perencanaan untuk jembatan pejalan
kaki mempertimbangkan standar perencanaan kecepatan angin 35 m/detik,
yang mengakibatkan tekanan seragam pada sisi depan yang terbuka dari
batang-batang jembatan dari 130 kg/m2. Karena tidak mungkin lalu lintas di
atas jembatan pada angin yang besar, beban angin dipertimbangkan terpisah
dari beban hidup vertikal. Beban gempa dihitung secara statik ekuivalen
dengan memberikan beban lateral di puncak menara sebesar 15% sampai
dengan maksimum 20% beban mati pada puncak menara. Beban gempa tidak
dihitung bersamaan dengan beban angin karena tidak terjadi pada waktu yang
sama.
Untuk perencanaan elemen struktur jembatan gantung peraturan
perencanaan struktur di Indonesia mengikuti metode kuat rencana LRFD
(Load and Resistance Factor Design). Perencanaan dianggap memenuhi
persyaratan jika kuat perlu Ru lebih kecil dari kuat rencana φRn, dimana φ
adalah faktor tahanan. Kuat perlu dipilih dari kondisi maksimum hasil
kombinasi beban LRFD sebagai berikut :
- 1.4 D
- 1.2 D + 1.6 L + 0.5 (Lr atau R)
- 1.2 D ± 1.6 (Lr atau R) + (1.0 L ATAU 0.5W)
- 1.2 D ± 1.0 W + 1.0 L + 0.5 (Lr atau R)
- 1.2 D ± 1.0 E + 1.0 L
- 0.9 D ± 1.0 W
- 0.9 D ± 1.0 E
Catatan:
D beban mati
L beban hidup
W beban angin
R beban hujan
E beban gempa

20
Universitas Sumatera Utara
2.7. Kriteria Perencanaan
Standard perencanaan jembatan menetapkan kriteria perencanaan
yang perlu dipertimbangkan untuk memastikan bahwa jembatan pejalan
kaki aman dan sesuai untuk pengguna.
a. Kekuatan;
Batang-batang jembatan harus cukup kuat untuk menahan beban
hidup dan beban mati yang didefinisikan di atas dengan batas yang cukup
untuk keselamatan untuk mengizinkan beban yang tidak terduga, properti
material, kualitas konstruksi, dan pemeliharaan.
b. Lendutan;
Jembatan pejalan kaki tidak boleh melendut untuk batas yang
mungkin menyebabkan kecemasan atau ketidaknyamanan untuk
pengguna atau menyebabkan batang-batang yang terpasang menjadi tidak
rata. Batas maksimum untuk balok dan rangka batang jembatan pejalan
kaki ditunjukkan pada tabel 2.1. Batasan ini adalah lendutan maksimum
pada seperempat bentang jembatan pejalan kaki ketika dibebani oleh
beban hidup asimetris di atasnya.
c. Beban dinamik.
Pada jembatan pejalan kaki dapat saja terjadi getaran akibat angin
atau orang yang berjalan di atasnya. Namun beban ini dapat diatasi
dengan ikatan angin dan pembatasan barisan pejalan kaki.

2.8. Syarat Bahan


2.8.1. Beton
Mutu material beton yang digunakan pada struktur pondasi, blok
angkur dan struktur lainnya yang menggunakan material beton sebesar f’c
20 MPa atau mutu lain yang diperkenankan sesuai dengan rekomendasi
tenaga ahli atau sesuai dengan tabel 2.2. berikut.

21
Universitas Sumatera Utara
Tabel 2.2 Mutu beton dan pedoman proporsi takaran campuran
Mutu beton Kadar semen
Ukuran Rasio air/semen
Jenis minimum
fc’ σbk’ Agregat maksimum
beton (kg/m3 dari
(Mpa) (kgf/cm2) Maksimum (terhadap berat)
campuran)
50 600 19 0.350 450
37 0.400 395
45 500 25 0.400 430
19 0.400 455
Mutu 37 0.425 370
tinggi 38 450 25 0.425 405
19 0.425 430
37 0.450 350
35 400 25 0.450 385
19 0.450 405
37 0.475 335
30 350 25 0.475 365
19 0.475 385
37 0.500 315
Mutu
25 300 25 0.500 345
sedang
19 0.500 365
37 0.550 290
20 250 25 0.550 315
19 0.550 335
37 0.600 265
15 175 25 0.600 290
Mutu 19 0.600 305
Rendah 37 0.700 225
10 125 25 0.700 245
19 0.700 260
Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umun nomor 02/SE/M/2010

2.8.2. Baja
Persyaratan bahan:
a. Penyimpanan bahan ;
Baja, baik ketika pabrikasi di bengkel maupun di lapangan, harus
ditumpuk di atas balok pengganjal atau landasan sedemikian rupa sehingga
tidak bersentuhan dengan tanah. Jika baja ditumpuk dalam beberapa lapis,
pengganjal untuk semua lapis harus berada dalam satu garis.

22
Universitas Sumatera Utara
b. Pengecatan permukaan sebagai lapis pelindung;
1. Permukaan yang akan dicat harus bersih dan bebas dari lemak,
debu, produk korosi, residu, garam dan sebagainya;
2. Perbaikan lapis pelindung struktur baja;
Bahan pelindung untuk struktur baja yang akan dilapis ulang
dengan lapispelindung harus disesuaikan dengan jenis bahan
dasar struktur baja yang telah diberi lapisan pelindung. Sebelum
dilakukan pelapisan ulang, struktur baja harus dibersihkan
terlebih dahulu sampai kondisi permukaan tertentu sesuai dengan
kondisi kerusakan pada lapisan tersebut.
c. Baja struktur.
Baja yang digunakan sebagai bagian struktur baja harus mempunyai sifat
mekanis baja struktural seperti dalam tabel 2.3. Mutu baja dan data yang
berkaitan lainnya harus ditandai dengan jelas pada unit-unit yang
menunjukkan identifikasi selama pabrikasi dan pemasangan. Batang
penggantung menggunakan baja bundar sesuai spesifikasi baja seperti
tampak pada tabel 2.3. berikut.

Tabel 2.3 Sifat mekanis baja struktural


Tegangan putus Tegangan leleh Regangan
Jenis Baja minimum, fu minimum, fy minimum
(MPa) (MPa) (%)
BJ 34 340 210 22
BJ 37 370 240 20
BJ 41 410 250 18
BJ 50 500 290 16
BJ 55 550 410 13
Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umun nomor 02/SE/M/2010

2.8.3. Kabel
Persyaratan kabel dalam perencanaan jembatan ini harus memenuhi :
a. Kabel utama yang digunakan berupa untaian (strand). Jenis-jenis kabel
ditunjukkan dalam gambar 2.1;
b. Kabel dengan inti yang lunak tidak diizinkan digunakan pada jembatan
gantung ini;

23
Universitas Sumatera Utara
c. Kabel harus memiliki tegangan leleh minimal sebesar 1500 MPa.
d. Kabel ikatan angin menggunakan kabel baja bundar sesuai spesifikasi baja
seperti tampak pada tabel 2.3.

Gambar 2.4 Penampang melintang kabel

2.8.4. Kayu
a. Persyaratan bahan;
Jenis bahan kayu yang akan digunakan sebagai struktur utama
jembatan kayu harus mempunyai mutu minimum sama dengan kayu
kelas II yang sudah diawetkan dengan kuat lentur minimum 85 kgf/cm2.
b. Bahan pendukung;
Material pendukung mencakup pelat baja pengaku, baut
sambungan, paku, klem serta bahan-bahan lain yang diperlukan dalam
pekerjaan struktur kayu.
c. Bahan Pelindung;
Material pelindung dapat berupa cat dan bahan anti serangga.

24
Universitas Sumatera Utara
2.9. Struktur Pengaku
Struktur pengaku dapat berupa kabel, profil I, dan rangka batang.
Untuk struktur pengaku berbentuk rangka batang, inersia gelagar pengaku
dihitung dengan persamaan sebagai berikut:
I = Abta . (dta)2 + Abtb . (dtb)2 (2.1)
Keterangan:
I adalah inersia gelagar (mm4);
Abta adalah luas batang tepi atas (mm2);
Abtb adalah luas batang tepi bawah (mm2);
dta adalah jarak dari pusat masa gelagar ke tepi atas (mm);
dtb adalah jarak dari pusat masa gelagar ke tepi bawah (mm).
Jembatan direncanakan tidak menggunakan struktur pengaku.
Jembatan gantung tanpa pengaku hanya digunakan untuk struktur yang
sederhana (bukan untuk struktur yang rumit dan berfungsi untuk menahan
beban yang terlalu berat), karena tidak adanya pendukung lantai jembatan
yang kaku atau kurang memenuhi syarat untuk diperhitungkan sebagai
struktur kaku. Jembatan tanpa pengaku adalah tipe jembatan gantung dimana
seluruh beban sendiri dan lalu-lintas didukung penuh oleh kabel (hal ini
dikarenakan tidak terdapatnya elemen struktur kaku pada jembatan). Dalam
hal ini bagian lurus yang berfungsi untuk mendukung lantai lalu-lintas berupa
struktur sederhana, yaitu berupa balok biasa. Dalam perhitungan struktur
secara keseluruhan, struktur pendukung lantai lalu-lintas ini kekakuannya (EI)
dapat diabaikan, sehingga seluruh beban mati dan beban lalu-lintas akan
didukung secara penuh oleh kabel baja melalui hanger.

2.10. Gaya Tarik Kabel Utama


a. Besarnya komponen horizontal gaya tarik H pada ujung kabel
utama adalah:
1. akibat beban hidup merata penuh

H1 = (2.2)

25
Universitas Sumatera Utara
2. akibat beban hidup tidak simetris pada setengah bentang

( )
H2 = (2.3)

3. akibat beban mati

H3 = (2.4)

Keterangan:
- H1, H2, H3 adalah komponen horizontal gaya tarik (kN)
- P adalah beban hidup merata (kN/m)
- w adalah berat sendiri struktur (kN/m)
- L adalah bentang utama (m)
- d adalah cekungan kabel di tengah bentang (m)
b. Besarnya cekungan kabel (d) berkisar antara sampai dengan

untuk jembatan gantung dan sampai dengan untuk Judesa;

c. Kabel utama dan backstay dihitung berdasarkan gaya tarik T


maksimum:
Untuk kabel utama

T= (2.5)

Untuk kabel angkur (backstay)

T= (2.6)

Keterangan:
- H adalah komponen horizontal gaya tarik, yang merupakan
nilai maksimum dari kombinasi (H1 + H3) atau (H2 + H3)
(kN) ;
- T adalah gaya tarik kabel maksimum akibat beban merata
penuh (kN);
- adalah sudut kabel di menara antara horizontal dan kabel
bentang utama;
- adalah sudut kabel di menara antara horizontal dan kabel
angkur.

26
Universitas Sumatera Utara
2.11. Lendutan
Lendutan maksimum yang terjadi pada jembatan hanya
mempertimbangkan beban hidup merata yang bekerja pada jembatan
besarnya beban hidup dan lendutan izin yang terjadi ditentukan dalam
tabel 2.1. Lendutan akibat beban hidup merata yang bekerja pada
seperempat bentang utama, dihitung berdasarkan pembagian beban antara
gelagar pengaku sebesar dan kabel utama sebesar :
( – )
(2.7)

( )
(2.8)
( )

Keterangan:

adalah lendutan gelagar pengaku pada seperempat bentang (m)

adalah lendutan kabel pada seperempat bentang (m)

adalah fraksi beban yang menunjukkan proporsi beban hidup

yang ditahan oleh kabel, yang besarnya diperoleh dari =


Jembatan didesain tanpa gelagar pengaku sehingga seluruh beban
pada hanya ditumpu pada kabel jembatan. Pertambahan panjang kabel
setelah pembebanan menyebabkan lendutan pada lantai jembatan. Dapat
dituliskan :

( ) (2.9)

Lendutan pada jembatan memenuhi hubungan :

(2.10)

2.12. Sistem Kabel


2.12.1. Panjang Kabel Utama (main cable)
a. Panjang teoritis kabel utama (Lk) adalah jarak parabolik antara titik-
titik pusat kabel di pelana:

27
Universitas Sumatera Utara
Lk = { ( ) } (2.11)
Keterangan :
Lk adalah panjang teoritis kabel utama
L adalah panjang bentang utama
d adalah cekungan kabel di trngah bentang

b. Panjang bersih kabel utama pada kondisi bebas beban diperoleh


dengan mengadakan koreksi pengurangan terhadap panjang teoritis :
- Koreksi penambahan panjang sesuai lengkungan di pelana
- Koreksi pengurangan panjang ulur elastis sebanding tegangan
rata-rata akibat beban mati penuh berdasarkan tegangan kabel
maksimum di menara dan minimum di tengah bentang.

2.12.2. Panjang Kabel Angkur (backstay cable)


Untuk perencanaan kabel angkur ditentukan bebarapa hal
sebagai persyaratannya yaitu sebagai berikut :
a. Panjang teoritis kabel angkur adalah jarak geometrik antara titik pusat
blok angkur di permukaan tanah dan titik pusat kabel di pelana;

b. Panjang bersih kabel angkur pada kondisi bebas beban, yaitu jarak
bersih antara sumbu pelana dan titik untuk jangkar, diperoleh dengan
mengadakan koreksi terhadap panjang teoritis.

- koreksi pengurangan panjang sesuai dengan dimensi blok


angkur.

- koreksi penambahan panjang sesuai dengan lengkungan kabel


di pelana. 

- koreksi panjang ulur, yaitu panjang teoritis dikalikan tegangan


kabel akibat beban mati penuh, dan dibagi dengan nilai
modulus elastis. 

28
Universitas Sumatera Utara
- jika digunakan soket pada ujung kabel, panjang teoritis yang
telah dikoreks sesuai butir 1 sampai dengan 3, harus ditambah
sepanjang keperluan soket.
- koreksi untuk sudut penyebaran kabel ke blok angkur adalah
kecil dan diabaikan.

2.12.3. Kabel Ikatan Angin


Dimensi kabel ikatan angin harus mampu memberikan
stabilitas lateral untuk menahan beban angin rencana. Kabel ikatan
angin juga berfungsi untuk memperkuat gelagar. Angkur kabel
ikatan angin dibuat pada sisi jembatan secara terpisah dari
bangunan struktur jembatan. Pada kondisi tertentu dimana angin
bukan menjadi suatu beban atau pada tempat yang terlindungi
akibat beban angin, kabel ikatan angin tidak diperlukan.

2.12.4. Batang Penggantung (hanger)


Dimensi batang penggantung harus mampu menahan gaya
aksial tarik yang berasal dari lantai kendaraan. Batang penggantung
terdiri dari segmen atau potongan besi. Segmen ini biasanya ada
dua jenis yaitu salah satu ujung berulir untuk segmen atas dan
bawah. Untuk segemen tengan pada kedua ujungnya terdapat ulir.
Masing-masing segmen batang penggantung disambung dengan
menggunakan turnbuckle. Batang penggantung disambungkan pada
kabel utama dengan klem dan pada gelagar melintang dengan pelat
kopel.

2.13. Kelandaian Jembatan


Jembatan dapat dibangun dengan kelandaian maksimum sebesar
1/20 bentang antara menara-menara. Untuk kelandaian sampai 1/100
bentang, tidak ada perubahan dalampengukuran dan pemasangan
jembatan. Penyesuaian dimensi untuk kelandaian n di atas1/100 adalah:

29
Universitas Sumatera Utara
a. Bentang horizontal aktual antara menara-menara:

La = (2.12)
Keterangan:
La adalah bentang horizontal aktual antara menara-menara
n adalah kelandaian memanjang jembatan
Pada kelandaian n ≤ 1/100, La diambil sama dengan L dan pada
kelandaian n> 1/100 bentang horizontal aktual dihitung dengan
persamaan (10).

b. Koreksi sudut kabel 𝑋0 terhadap horizontal:


tan 𝑋0 = 0,63𝑛 (2.13)
Sudut kabel angkur untuk kondisi kelandaian n, adalah sudut kondisi
horizontal yang dikoreksi dengan +𝑋0 untuk sisi tinggi dan –𝑋0 untuk sisi
rendah.

2.14. Menara
Menara yang digunakan harus didesain untuk mampu menahan
aksial tekan dan lentur serta memiliki stabilitas terhadap tekuk dan beban
gempa statik ekuivalen. Menara pada sistem jembatan gantung akan
menjadi tumpuan kabel utama. Beban yang dipikul oleh kabel selanjutnya
diteruskan ke menara yang kemudian disebarkan ketanah melalui pondasi.
Dengan demikian agar dapat menyalurkan beban dengan baik, perlu
diketahui pula bentuk atau macam menara yang akan digunakan dan
ukuran profil menara.
Bentuk menara dapat berupa portal, multistory, atau diagonally
braced frame, konstruksi cellular yang terbuat dari pelat baja lembaran,
baja berrongga, atau beton bertulang. Tumpuan menara baja biasanya
dapat diasumsikan jepit atau sendi, sedangkan tumpuan kabel di bagian
atas menara, sering digunakan tumpuan rol untuk mengurangi pengaruh
ketidakseimbangan menara akibat lendutan kabel. Bentuk menara yang
akan didesain adalah berupa portal dari pipa baja. Analisa struktur pada

30
Universitas Sumatera Utara
portal mengunakan Metode Elemen Hingga dengan persamaan kekakuan
struktur sebagai berikut :

[ ]

[ ]

(2.15)

Sesuai dengan peraturan SNI 1726-2015 tabel B4.1a bahwa rasio tebal
terhadap lebar elemen tekan komponen struktur yang menahan tekan aksial untuk
profil struktur berongga (PSB) bundar harus memenuhi persyaratan sebagai
elemen nonlangsing:
(2.16)

Kontrol tahanan aksial pada menara


(2.17)

Kekuatan tekan nominal Pn harus ditentukan berdasarkan keadaan batas


dari tekuk lentur.
(2.18)

Tegangan kritis Fcr ditentukan sebagai berikut

a. Bila √ atau

(2.19)
[ ]

b. Bila √ atau
(2.20)

( )

31
Universitas Sumatera Utara
Perencanaan profil struktur berongga (PSB) bundar pada SNI 1729-2015
diterapkan untuk PSB bundar yang memili rasio

Kekuatan lentur nominal Mn harus nilai terendah yang diperoleh sesuai dengan
keadaan batas dari leleh (momen plastis) dan tekuk lokal. Keadaan batas leleh
(momen plastis) dapat dituliskan sebagai barikut :
(2.21)

Untuk komponen struktur menahan lentur diklasifikasikan menjadi penampang


kompak, nonkompak, dan langsing. Untuk penampang kompak keadaan dari
tekuk lokal sayap tidak diterapkan.
Penampang kompak apabila :

Penampang nonkompak apabila :

( ) (2.22)

Penampang langsing apabila :

(2.23)
Keterangan

S = modulus penampang elastis

Komponen struktur yang menahan lentur dan gaya aksial harus memenuhi
persyaratan :
a. Bila
(2.24)

32
Universitas Sumatera Utara
( )

b. Bila

(2.25)
( )

2.15. Blok Angkur


Dimensi dari blok angkur harus didesain sedemikian rupa sehingga
memiliki kapasitas yang lebih besar dari gaya pada kabel backstay
(menahan minimum 120% gaya tarik kabel backstay). Garis kerja gaya
kabel, tekanan pasif tanah dan gaya gravitasi blok angkur harus bertemu
pada satu titik tangkap agar tidak terguling. Blok angkur harus tertanam
dalam tanah asli. Perencanaan blok angkur memperhitungkan tekanan
tanah pasif dan gesekan tanah dengan balok angkur sebagai perlawanan
terhadap gaya horizontal. Tekanan tanah pasif (Pp) dapat dituliskan
sebagai berikut :

(2.26)

= berat volume tanah (kN)


= kedalaman fondasi

( )

Tahanan lateral blok angkur (HR) merupakan kombinasi dari tekanan pasif
tanah dan gesekan antara blok angkur sendiri dengan tanah asli pendukung
blok angkur. (2.27)

∑V = berat blok angker – Tu sinφ


Faktor keamanan blok angkur dihitung dengan :
(2.28)

33
Universitas Sumatera Utara
2.16. Fondasi
Fondasi sebagai bagian dari struktur yang berhubungan langsung
dengan tanah danberfungsi untuk menyalurkan beban-beban yang diterima
dari struktur atas ke lapisan tanah. Proses desain struktur fondasi
memerlukan analisis yang cukup lengkap meliputi beban-beban yang
bekerja pada struktur atas, profil lapisan tanah tempat banguanan berada,
dan kemungkinan terjadinya penurunan. Tahap desain suatu struktur
fondasi meliputi proses penentuan jenis fondasi, letaknya pada tanah,
penentuan ukuran/dimensi fondasi hingga penentuan bagaimana
pelaksanaan konstruksinya. Dalam tugas akhir ini ditetapkan jenis fondasi
yang digunakan adalah fondasi dangkal. Dimensi dan jenis fondasi harus
didesain sedemikian rupa sehingga memiliki kapasitas menahan beban
sendiri, beban hidup dan beban angin yang bekerja pada bagian atas
struktur jembatan dengan mempertimbangkan kondisi tanah setempat.
Kondisi tanah untuk perencanaan jembatan gantung dengan tanah lempung
harus memeiliki daya dukung setidaknya 200 kN/m2. Daya dukung ini
menjadi dasar perencanaan dimensi fondasi. Secara umum tekanan pada
tanah akibat beban luar berbanding terbalik dengan luas fondasi. Atau
dapat dituliskan sebagai berikut :
(2.29)

Akibat beban vertikal (P) akan terjadai tekanan/desak pada tanah


secara merata sebesar pada seluruh permukaan fondasi. Momen pada

fondasi menyebabkan guling, sehingga fondasi tidak stabil. Perencanaan


dimensi fondasi yang menahan beban vertikal dan momen dapat dituliskan
sebagai berikut :
(2.30)

Tekanan/desak pada tanah maksimum tidak boleh melebihi daya


dukung izin tanah, dan tekanan/desak minimum pada tanah harus lebih
besar dari 0 (nol). Artinya pada tapak fondasi tidak boleh terjadi gaya
tarik.

34
Universitas Sumatera Utara
2.17. Sandaran
Sandaran harus aman bagi pengguna pejalan kaki baik anak-anak
maupun dewasa. Tinggi minimum sandaran adalah 1 meter. Pada jembatan
gantung sandaran dibuat dari kawat ram dengan tulangan pada kedua
ujungnya di atas dan di bawah sandaran. Pada sisi atas sandaran diikatkan
pada kebel penggantung. Untuk sisi bawah diikatkan pada gelagar/lantai
jembatan.

35
Universitas Sumatera Utara
BAB III
METODOLOGI ANALISIS

3.1 Pendahuluan

Pada bab ini akan dibahas metode penelitian yang mencakup


penentuan beban yang bekerja seperti beban mati, beban hidup, beban
gempa, dan metode analisis gaya-gaya yang bekerja pada sistem lantai,
sistem kabel, dan sistem menara. Besarnya pembebanan statik mengacu
pada surat edaran menteri pekerjaan umum No.02/SE/M/2010. Pemodelan
sistem jembtan gantung pejalan kaki dan sistem jembatan gantung
asimetris untuk pedesaaan masing-masing dengan 3 variasi bentang.
Elemen jembatan gantung yang harus dianalisis meliputi lantai jembatan,
gelagar memanjang, gelagar melintang, kabel penggantung, kabel utama,
menara, fondasi, dan blok angkur. Untuk kenyamanan dan kelayakan
jembatan akan dikontrol lendutan yang terjadi pada lantai. Lokasi
penelitian untuk perencanaan jembatan ini tidak ditentukan sehingga pada
suatu daerah atau lokasi harus dilaksanakan penyesuaian untuk
memperhitungkan daya dukung tanah. Diakhir bab ini akan diberitahukan
gambaran hasil analisis untuk setiap pemodelan.

3.2 Bagan Alir Analisis

Pada bagan alir penelitian ini merupakan ringkasan singkat dari


tahap-tahap yang akan dilaksanakan sebagai acuan kerja. Penggunaan
bagan alir sebagai suatu prosedur dapat mempermudah dalam evaluasi saat
pelaksaan penulisan.

36
Universitas Sumatera Utara
Mulai

Studi Literatur

Kelas Jembatan

Beban Rencana

Pemodelan jembatan gantung pejalan Pemodelan jembatan gantung asimetris


kaki untuk pedesaan

Perencanaan Perencanaan
Lantai Lantai
Gelagar Memanjang Gelagar Memanjang
Gelagar Melintang Gelagar Melintang
Kabel Penggantung Kabel Penggantung
Kabel Utama Kabel Utama

Tidak Tidak
Lendutan 1/100 L Lendutan 1/100 L

Ya Ya
Analisa menara Analisa menara

Perencanaan blok angkur dan fondasi Perencanaan blok angkur dan fondasi

Perbandingan penggunaan material

Kesimpulan

Selesai

Gambar 3.1 Bagan alir analisis

37
Universitas Sumatera Utara
3.3 Studi Literatur

Tahap awal dari penelitian ini adalah mempelajari lebih awal


lietratur-literatur yang berkaitan dengan penelitian ini. Studi literatur yang
dilakukan mengacu pada teori struktur jembatan gantung, perencanaan
komponen jembatan gantung, analisis beban secara manual ataupun
dengan batuan program. Mempelajari bentuk tipe struktur jembatan
gantung pejalan kaki sederhana dan jembatan gantung asimetris untuk
pejalan kaki. Literatur yang digunakan berupa buku, jurnal, building code
serta website yang bersangkutan.

3.4 Perancangan Kelas Jembatan

Bagian ini merangkum faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan


dalam perencanaan dari desain dan pemasangan jembatan pejalan kaki
sehingga diperoleh jenis kelas jembatan yang akan dimodelkan.

3.4.1 Lokasi

Pemilihan lokasi jembatan pejalan kaki harus mempertimbangkan


aspek ekonomis, teknis, dan kondisi lingkungan antara lain:

a. Biaya pembuatan jembatan harus seminimal mungkin.


b. Mudah untuk proses pemasangan dan perawatan;
c. Mudah diakses dan memberikan keuntungan untuk masyarakat yang akan
menggunakannya;
d. Berada pada daerah yang memiliki resiko minimal terhadap erosi aliran
sungai.

Proses pemilihan harus mempertimbangkan keseluruhan pemasangan jembatan


maupun jalan masuk. Faktor-faktor berikut ini perlu dipertimbangkan:

a. Panjang bentang terpendek yang mungkin dari jembatan;


b. Jembatan pejalan kaki harus berada pada bagian lurus dari sungai atau arus,
jauh dari cekungan tempat erosi dapat terjadi;
c. Pilih lokasi dengan kondisi fondasi yang baik untuk penahan kepala jembatan

38
Universitas Sumatera Utara
d. Lokasi harus sedekat mungkin dengan jalan masuk yang ada atau lintasan
lurus;
e. Lokasi harus memberikan jarak bebas yang baik untuk mencegah banjir dan
harus meminimalisasi kebutuhan untuk pekerjaan tanah pada jalan masuk
untuk menaikkan permukaan pada jembatan;
f. Arus sungai harus memiliki penguraian yang baik dan jalan aliran yang stabil
dengan resiko yang kecil dari perubahan karena erosi;
g. Lokasi harus terlindung dan seminimal mungkin terkena pengaruh angin
h. Lokasi harus memberikan jalan masuk yang baik untuk material dan pekerja;
i. Akan sangat membantu bila terdapat penyedia material setempat yang
mungkin digunakan dalam konstruksi seperti pasir dan batu;
j. Lokasi harus mendukung masyarakat setempat.

3.4.2 Menentukan elevasi lantai jembatan

Elevasi lantai jembatan ditentukan oleh jarak bebas dan tinggi


banjir dengan periode ulang 20 tahun.

3.4.3 Jarak bebas

Jarak bebas yang dianjurkan adalah :

a. Pada daerah yang agak datar ketika air banjir dapat menyebar ke batas
ketinggian permukaan air dianjurkan jarak bebas minimum 1 m;
b. Pada daerah berbukit dan memiliki kelandaian lebih curam ketika penyebaran
air banjir lebih terbatas, jarak bebas harus ditingkatkan. Jarak bebas lebih dari
5 m disarankan untuk daerah berbukit dengan arus sungai yang mengalir pada
tepi jurang yang curam.

Faktor kritis lain dari jarak bebas untuk perahu dan lokasi dari kepala
jembatan juga perlu diperiksa untuk melihat kriteria mana yang mengatur tinggi
minimum lantai jembatan.

39
Universitas Sumatera Utara
3.4.4 Tinggi banjir

Tinggi banjir rata-rata dapat diamati dengan:

a. Observasi tempat yang ditandai oleh material yang tertahan pada


tumbuhan,jenis arus, endapan pasir/tanah;
b. Diskusi dengan masyarakat setempat;
c. Data muka air banjir tertinggi

Penentuan ketinggian lantai jembatan ditunjukkan pada Gambar 3.2

Gambar 3.2 Ketinggian dari lantai jembatan

3.4.5 Pengguna Jembatan dan Lebar Jembatan pejalan kaki

Pengguna jembatan dibatasi hanya untuk pejalan kaki atau


kendaraan sepeda motor. Lebar standar yang dianjurkan pada skripsi ini
dibuat 1.8 m, akses kendaraan bermotor lebih besar harus dicegah,
misalnya dengan memasang tiang besi atau patok diujung jembatan.

40
Universitas Sumatera Utara
Gambar 3.3 Penampang melintang jembatan pejalan kaki untuk berbagai
penggunaan (sesuai dengan lebarnya)

3.5 Beban yang bekerja pada jembatan


Beban kerja yang terjadi pada jembatan gantung pejalan kaki
terdiri atas beban hidup, beban mati, beban angin dan beban gempa.
3.5.1 Beban Hidup
Ada dua aspek beban hidup yang perlu dipertimbangkan
dalam pembebanan jembatan gantung pejalan kaki, yaitu:
a. Beban terpusat pada lantai jembatan akibat langkah kaki
manusia untuk memeriksa kekuatan lantai jembatan;

b. Beban yang dipindahkan dari lantai jembatan ke batang struktur


kemudian dipindahkan ke tumpuan jembatan. Aksi beban ini
akan terdistribusi pendek atau menerus sepanjang batang-
batang longitudinal yang menahan lantai jembatan.

Menurut surat edaran menteri pekerjaan umum No.02/SE/M/2010


diatur beban hidup yang bekerja pada jembatan gantung berdasarkan kelas
jembatan sesuai table 2.1. dimana jembatan gantung pejalan kaki yang

41
Universitas Sumatera Utara
akan direncanakan termasuk pada jembatan gantung kelas I dengan lebar
jembatan 1.8 m. Beban hidup merata (qLL) sebesar 500 kg/m2 atau 900
kg/m`.

3.5.2 Beban Mati


Beban mati yang bekerja yaitu diakibatkan oleh berat
sendiri jembatan yang terdiri dari lantai jembatan, gelagar
memanjang, gelagar melintang, batang penggantung, kabel
jembatan, dan alat penyambung. Besarnya beban mati (qDL)
tergantung dari panjang dan model jembatan yang direncanakan.
Sebagai asumsi awal dalam perhitungan, beban mati dihitung pada
jembatan gantung dengan bentang 60 meter.
 Lantai jembatan dari kayu
Luasan lantai = tebal x lebar jembatan
= 0.025 m x 1.8 m
= 0.045 m2
Berat jenis kayu = 1100 kg/m3
Berat lantai jembatan = Luasan lantai x berat jenis kayu
= 0.045 m2 x 1100 kg/m3
= 49.5 kg/m’
 Gelagar memanjang dari kayu (4 buah)
Luasan gelagar = lebar kayu x tinggi kayu
= 0.05 m x 0.1 m
= 0.005 m2
Berat gelagar = 0.005 m2 x 1100 kg/m3 x 4
= 22 kg/m’
 Gelagar melintang dari baja
Berat gelagar = 3.65 kg/m’
 Kabel penggantung
Berat kabel penggantung = 2.5 kg/m’

42
Universitas Sumatera Utara
 Kabel utama
Luasan =¼ D2
= ¼ x 3.14 x 0.0452
=1.589625 x 10-3 m2

Panjang kabel = { ( ) }

= { ( ) } = 61.1 meter

Total panjang kabel = 2 x kabel utama + 4 x kabel angkur


= 2 x 61.1 m + 4 x 10 m
= 162.2 meter
Berat kabel = 33.74 kg/m’
 Sambungan dll = 4 kg/m’

Dengan menjumlahkan berat setiap komponen pada jembatan,
dapat ditentukan perkiraan besar beban mati yang bekerja pada struktur
jembatan. Beban mati (qDL) = 115.39 kg/m’

3.5.3 Beban Angin


Berdasarkan surat edaran menteri pekerjaan umum
No.02/SE/M/2010, standar perencanaan untuk jembatan gantung
pejalan kaki mempertimbangkan kecepatan angin 35 m/detik, yang
mengakibatkan tekanan seragam pada sisi depan yang terbuka dari
batang-batang jembatan 130 kg/m2. Karena tidak mungkin lalu
lintas di atas jembatan pada angin yang besar, beban angin
dipertimbangkan terpisah dari beban hidup vertikal.

3.5.4 Beban Gempa


Menurut surat edaran menteri pekerjaan umum
No.02/SE/M/2010, Beban gempa dihitung secara statik ekuivalen
dengan memberikan beban lateral di puncak menara sebesar 15%
sampai dengan maksimum 20% beban mati pada puncak menara.

43
Universitas Sumatera Utara
Beban gempa tidak dihitung bersamaan dengan beban angin karena
tidak terjadi pada waktu yang sama.

3.6 Pemodelan Jembatan Gantung Pejalan Kaki


3.6.1 Bentang 20 m

Gambar 3.4 Tampak samping jembatan gantung bentang 20 meter

Data jembatan gantung


- Panjang bentang kiri, L1 : 4 meter
- Panjang bentang tengah, L2 : 20 meter
- Panjang bentang kanan, L3 : 4 meter
- Lebar jembatan : 1.8 meter (kelas I)
- Tinggi menara , h : 3 meter
- Lebar menara : 2.4 meter
- Jumlah segmen kiri, N1 :1
- Jumlah segmen tengah, N2 : 14
- Jumlah segmen kanan, N3 :1
- Ketinggian kabel di tengah bentang : 1 meter

44
Universitas Sumatera Utara
3.6.2 Bentang 40 m

Gambar 3.5 Tampak samping jembatan gantung bentang 40 meter

Data jembatan gantung


- Panjang bentang kiri, L1 : 5 meter
- Panjang bentang tengah, L2 : 40 meter
- Panjang bentang kanan, L3 : 5 meter
- Lebar jembatan : 1.8 meter (kelas I)
- Tinggi menara , h : 5 meter
- Lebar menara : 2.4 meter
- Jumlah segmen kiri, N1 :1
- Jumlah segmen tengah, N2 : 27
- Jumlah segmen kanan, N3 :1
- Ketinggian kabel di tengah bentang : 1 meter

45
Universitas Sumatera Utara
3.6.3 Bentang 60 m

Gambar 3.6 Tampak samping jembatan gantung bentang 60 meter

Data jembatan gantung


- Panjang bentang kiri, L1 : 7 meter
- Panjang bentang tengah, L2 : 60 meter
- Panjang bentang kanan, L3 : 7 meter
- Lebar jembatan : 1.8 meter (kelas I)
- Tinggi menara , h : 7 meter
- Lebar menara : 2.4 meter
- Jumlah segmen kiri, N1 :1
- Jumlah segmen tengah, N2 : 40
- Jumlah segmen kanan, N3 :1
- Ketinggian kabel di tengah bentang : 1 meter

46
Universitas Sumatera Utara
3.7 Pemodelan Jembatan Gantung Asimetris untuk Pedesaan

3.7.1 Bentang 20 meter

Gambar 3.7 Tampak samping Judesa bentang 20 meter

Data jembatan gantung


- Panjang bentang kiri, L1 : 4 meter
- Panjang bentang tengah, L2 : 20 meter
- Lebar jembatan : 1.8 meter (kelas I)
- Tinggi menara , h : 4 meter
- Lebar menara : 2.4 meter
- Jumlah segmen kiri, N1 :1
- Jumlah segmen tengah, N2 : 14
- Ketinggian kabel di ujung bentang : 1 meter

47
Universitas Sumatera Utara
3.7.2 Bentang 40 meter

Gambar 3.8 Tampak samping Judesa bentang 40 meter

Data jembatan gantung


- Panjang bentang kiri, L1 : 8 meter
- Panjang bentang tengah, L2 : 40 meter
- Lebar jembatan : 1.8 meter (kelas I)
- Tinggi menara , h : 8 meter
- Lebar menara : 2.4 meter
- Jumlah segmen kiri, N1 :1
- Jumlah segmen tengah, N2 : 27
- Ketinggian kabel di ujung bentang : 1 meter

48
Universitas Sumatera Utara
3.7.3 Bentang 60 meter

Gambar 3.9 Tampak samping Judesa bentang 60 meter

Data jembatan gantung


- Panjang bentang kiri, L1 : 12 meter
- Panjang bentang tengah, L2 : 60 meter
- Lebar jembatan : 1.8 meter (kelas I)
- Tinggi menara , h : 12 meter
- Lebar menara : 2.4 meter
- Jumlah segmen kiri, N1 :1
- Jumlah segmen tengah, N2 : 40
- Ketinggian kabel di ujung bentang : 1 meter

Gambar 3.10 Potongan melintang jembatan

49
Universitas Sumatera Utara
3.8 Perencanaan
3.8.1 Lantai jembatan
Lantai jembatan sebagai pemikul beban lalu lintas berupa
pejalan kaki maupun kendaraaan seperti sepeda motor didesain
untuk menahan beban kerja. Lantai jembatan direncanakan dari
papan kayu dengan lebar 20 cm. Selain berat sendiri beban yang
diperhitungkan adalah beban hidup merata sebesar 100 kg/m’ atau
beban terpusat sebesar 100 kg. Kombinasi beban berat sendiri
dengan beban hidup merata atau berat sendiri dengan beban hidup
terpusat. Lantai jembatan dikontrol terhadap momen, geser, dan
lendutan.
3.8.2 Gelagar Memanjang
Gelagar memanjang meneruskan beban dari lantai jembatan
ke gelagar melintang. Gelagar memmanjang terdiri dari 4 buah
sehinggan gaya pada gelagar yang di tengah dan dipinggir akan
berbeda. Hal ini berpengaruh pada perencanaan gelagar melintang.
Gelagar memanjang direncanakan dari balok kayu untuk menahan
seluruh beban dari lantai jembatan.
3.8.3 Gelagar Melintang
Sebagai peyokong utama dari jembatan gantung, gelagar
melintang menerima beban dari gelagar memanjang dan
meneruskannya ke batang penggantung pada kedua ujungnya.
Gelagar melintang direncanakan dari baja profil kanal kait kopel
yang dipasang belakang-belakang. Perencanaan gelagar melintang
harus mampu menahan momen terfaktor dan lintang akibat beban
dari gelagar memanjang.
3.8.4 Batang Penggantung
Beban dari gelagar melintang diteruskan batang
penggantung ke kabel utama secara aksial. Batang penggantung
hanya mengalami tarik. Penggunaan material baja yang pada
ujungnya berulir memudahkan dalam pemasangan dan penyesuaian
elevasi jembatan.

50
Universitas Sumatera Utara
3.8.5 Kabel Utama
Kabel utama (main calbe) sebagai komponen salah satu
utama dalam jembatan gantung dibuat melengkung sesuai dengan
persamaan parabola sehingga momen pada sistem kabel tidak ada
dan tidak perlu diperhitungkan. Besarnya cekungan pada tengan
bentang diambil 1/10 L untuk jembatan gantung pejalan kaki dan
1/5 L untuk jembatan gantung asimetris untuk pedesaan.
Perencanaan komponen kabel utama hanya akibat beban aksial
akibat beban mati maupun beban hidup. Sedangkan gaya gempa
tidak diperhitungkan pada perencanaan kabel. Dimensi kabel
utama sama dengan kabel angkur, sehingga saat perencanaan
dimensi yang diambil adalah dimensi yang paling besar antara
kabel utama dan kabel angkur sebagai kabel utama dalam
perencanaan.

3.9 Kontrol Lendutan


Salah satu syarat kenyamanan jembatan gantung adalah lendutan
yang terjadi tidak melebihi syarat lendutan maksimum sebesar 1/200 L.
Apabila saat kontrol lendutan tidak memenuhi, maka pemodelan harus
diulang. Karena jembatan tidak menggukan gelagar pengaku, maka agar
lendutan memenuhi persyaratan izin adalah dengan memperbesar dimensi
kabel utama. Setelah kontrol lendutan memnuhi syarat, perencanaan
menara, fondasi, dan blok angkur dapat dilakukan.

3.10 Analisis Menara


Menara sebagai komponenmenahan gaya vertikal didesain dari
pipa baja SCH-40. Gaya-gaya pada menara dihitung dengan menggunakan
metode elemen hingga (FEM). Gaya yang terjadi pada menara berupa gaya
aksial dari kabel dan gaya horizontal dari gaya gempa. Dengan metode
LRFD dan sesuai SNI 1729-2015 perencanaan menara dalam menahan
gaya aksial, momen, dan geser harus memenuhi syarat.

51
Universitas Sumatera Utara
3.11 Perencanaan Fondasi dan Blok Angkur
Fondasi direncanakan dengan fondasi tapak dangkal. Daya dukung
tanah diasumsikan sebesar 200 kN/m2 sebagai daya dukung standar pada
perencanaan jembatan gantung. Perencanaan fondasi harus memenuhi
daya dukung akibat beban aksial maupun akibat momen dari menara.
Fondasi yang direncanakan hanya sampai pada dimensi tapaknya,
sedangkan untuk perencanaan tulangan pada tapak fondasi akibat gaya
dalam maupun besarnya baut angkur antara fondasi dengan menara tidak
diperhitungkan.
Perencanaan blok angkur adalah dengan sistem garavitasi. Dimana
gaya dari kabel angkur akan ditahan oleh berat sendiri blok angkur dan
gaya desak pada tanah. Blok angkur harus dapat menahan sekurang-
kurangnya 120% dari gaya pada kebel angkur.

3.12 Perbandingan
Hasil perencanaan jembatan gantung pejalan kaki dan jembatan
gantung asimetris untuk pedesaan (judesa) akan dibandingkan penggunaan
materialnya seperti paenggunaan kabel sling untuk kabel utama dan kabel
angkur, baja untuk menara, dan beton untuk fondasi dan blok angkur. Dari
grafik akan terlihat berapa besar perbandingan penggunaan material kedua
jenis model jembatan.

3.13 Kesimpulan
Dari hasil perencanaan dapat disimpulkan bearapa dimensi dari
masing-masing komponen jembatan, lendutan pada tiap jembatan, maupun
penggunaan material.

52
Universitas Sumatera Utara
BAB IV
PEMBAHASAN

Pada bab ini penulis akan menguraikan perencanaan jembatan gantung


pejalan kaki sesuai dengan pemodelan sebelumnya. Perencanaan dibuat untuk
jembatan gantung dengan bentang masing-masing 20 meter, 40 meter, dan 60
meter. Berdasarkan bab sebelumnya elemen jembatan gantung yang harus
direncanakan meliputi lantai jembatan, gelagar memanjang, gelagar melintang,
kabel penggantung, kabel utama, dan menara. Untuk kenyamanan dan kelayakan
jembatan akan dikontrol lendutan yang terjadi pada lantai. Diakhir bab ini akan
diperoleh perencanaan jembatan gantung pada masing masing bentang dan
perbandingan penggunaan material pada setiap bentang antara jembatan gantung
pejalan kaki dengan jembatan gantung asimetris untuk pedesaan (judesa).

4.1. Jembatan Gantung Pejalan Kaki


4.1.1. Bentang 20 m

Gambar 4.1. Jembatan Gantung Bentang 20 meter

53
Universitas Sumatera Utara
Gambar 4.2. Potongan Melintang Jembatan

Data jembatan gantung


- Panjang bentang kiri, L1 : 4 meter
- Panjang bentang tengah, L2 : 20 meter
- Panjang bentang kanan, L3 : 4 meter
- Lebar jembatan : 1.8 meter (kelas I)
- Tinggi menara , h : 3 meter
- Lebar menara : 2.4 meter
- Jumlah segmen kiri, N1 :1
- Jumlah segmen tengah, N2 : 14
- Jumlah segmen kanan, N3 :1
- Ketinggian kabel di tengah bentang : 1 meter
Data mutu material jembatan gantung
- Kuat lentur kayu Fw : 43MPa
- Kuat geser kayu Fv : 5.5 Mpa
- Modulus Elastisitas lentur Ew : 17500 MPa
- Beton f’c : 15 MPa
- Tengangan putus baja fu : 370 Mpa
- Tegangan leleh baja fy : 240 MPa
- Modulus Elastisitas baja E : 200000 Mpa
- Poisson ratio : 0.3
- Tegangan leleh kabel fy : 1770 Mpa
- Tegangan putus kabel fu : 2240 MPa

54
Universitas Sumatera Utara
Lantai Jembatan (deck)
- Beban Mati qDL = 0.025 m x 0.20 m x 1000 kg/m3
= 5 kg/m’

A B C D

Gambar 4.3. Posisi lantai jembatan sebagai beban mati

Dengan metode dalil 3 momen dari Clapeyron


Ditinjau dukungan B
Akibat muatan luar

Akibat momen peralihan

Karena MB = MC

Sehingga diperoleh :

55
Universitas Sumatera Utara
Momen lentur tumpuan akibat beban mati :

Momen lentur lapangan akibat beban mati :

( ) ( )

( )( ) ( )( )

Gaya geser maksimum akibat beban mati :

Bidang Momen

Bidang Lintang

Gambar 4.4. Bidang Momen dan Lintang lantai jembatan akibat beban mati

56
Universitas Sumatera Utara
- Beban Hidup qLL = 0.20 m x 500 kg/m2
= 100 kg/m’

A B C D

Gambar 4.5. Beban hidup pada lantai jembatan

Dengan metode dalil 3 momen dari Clapeyron


Ditinjau dukungan B
Akibat muatan luar

Akibat momen peralihan

Sehingga diperoleh :

Ditinjau dukungan C
Akibat muatan luar

Akibat momen peralihan

Sehingga diperoleh :

57
Universitas Sumatera Utara
Persamaan 1 dan 2 eliminasi MC

Persamaan 1 dan 2 eliminasi MB

Momen lentur tumpuan akibat beban hidup :

Momen lentur lapangan akibat beban hidup :

( ) ( )

( )( ) ( )( )

58
Universitas Sumatera Utara
Gaya geser maksimum akibat beban hidup :

Bidang Momen

Bidang Lintang

Gambar 4.6. Bidang Momen dan Lintang lantai jembatan akibat beban hidup

- Beban Hidup Terpusat = 100 kg


Beban hidup terpusat atau beban berguna adalah beban terpusat
yang bekerja di tengah bentang lantai jembatan, beban ini diperhitungkan
untuk orang yang sedang berjalan di atas lantai jembatan maupun saat
perbaikan jembatan.

A B C D

Gambar 4.7. Beban hidup terpusat pada lantai jembatan

59
Universitas Sumatera Utara
Dengan metode dalil 3 momen dari Clapeyron
Ditinjau dukungan B
Akibat muatan luar

Akibat momen peralihan

Sehingga diperoleh :

Ditinjau dukungan C
Akibat muatan luar

Akibat momen peralihan

Sehingga diperoleh :

Persamaan 3 dan 4 disubtitusi

60
Universitas Sumatera Utara
Momen lentur tumpuan akibat beban hidup terpusat :

Momen lentur lapangan akibat beban mati :

( )

( )

Gaya geser maksimum akibat beban mati :

61
Universitas Sumatera Utara
Bidang Momen

Bidang Lintang

Gambar 4.8. Bidang Momen dan Lintang akibat beban hidup terpusat

Kombinasi pembebanan terfaktor


- Beban mati + beban hidup
Momen Lentur =
= - 6.936 kgm
Gaya Geser =
= 111.16 kg
- Beban mati + beban hidup terpusat
Momen Lentur =
= 21.38 kgm
Gaya Geser =
= 99.96 kg
Perencanaan lantai jembatan menggunakan kombinasi beban mati + beban
hidup terpusat untuk momen lentur dan beban mati + beban hidup untuk gaya
geser.
Momen lentur maksimum terfaktor (Mu) = 21.38 kgm = 0.21 kNm
Gaya geser maksimum terfaktor (Vu) = 111.16 kg = 1.091 kN

62
Universitas Sumatera Utara
Kontrol tahanan lentur
Fbx’ = Fb x Cm x Cr x Cpr x CF
Fbx’ = 43 x 1.00 x 1.00 x 1.00 x 1.00
= 43 Mpa
Modulus Penampang (Sx)

Sx =

Tahanan momen lentur terkoreksi (Mx’)


Mx’ = Sx Fbx’
=
= 0.89584 kNm
Momen lentur terfaktor (Mu)
Mu Øb Mx’
0.21 kNm
0.21 kNm ... (OK)

Kontrol tahanan geser


Fv’ = Fv x Cm x Cr x Cpr
Fbx’ = 5.5 x 1.00 x 1.00 x 1.00 x 1.00
= 5.5 Mpa
Tahanan geser terkoreksi (V’)

Gaya geser terfaktor (Vu)


Vu Øv V’
1.091 kN
1.091 kN ... (OK)

63
Universitas Sumatera Utara
Kontrol lendutan

Lendutan Ijin =

Lendutan maksimum (Δ)

... (OK)

dimensi lantai jembatan 25 mm x 200 mm memenuhi persyaratan tahanan


lentur, tahanan geser dan lendutan ijin

Gelagar Memanjang

Gambar 4.9. Potongan memanjang jembatan

- Beban Mati = 0.075 m x 0.10 m x 1000 kg/m3


= 7.5 kg/m’
- Beban Mati Lantai =
= 16.5 kg/m’

64
Universitas Sumatera Utara
- Total beban mati qDL = 24 kg/m’

Gambar 4.10. Beban mati gelagar memanjang

Dengan metode dalil 3 momen dari Clapeyron


Ditinjau dukungan B
Akibat muatan luar

Akibat momen peralihan

Sehingga diperoleh :

65
Universitas Sumatera Utara
Momen lentur tumpuan akibat beban mati :

Momen lentur lapangan akibat beban mati :

( ) ( )

( )( ) ( )( )

Gaya geser maksimum akibat beban mati :

Bidang Momen

Bidang Lintang

Gambar 4.11. Bidang Momen dan Lintang akibat beban mati

66
Universitas Sumatera Utara
Beban hidup qLL =
= 335 kg/m’

Gambar 4.12. Bidang Momen dan Lintang akibat beban mati

Momen lentur tumpuan akibat beban hidup :

Momen lentur lapangan akibat beban hidup :

( ) ( )

( )( ) ( )( )

Gaya geser maksimum akibat beban hidup :

67
Universitas Sumatera Utara
Bidang Momen

Bidang Lintang

Gambar 4.13. Bidang Momen dan Lintang akibat beban hidup

Hasil pembahasan analisa struktur dengan kombinasi pembebanan 1.2D +


1.6 L diperoleh :
Momen lentur maksimum tefaktor (Mu)

Gaya geser maksimum terfaktor (Vu)

Kontrol tahanan lentur


Fbx’ = Fb x Cm x Cr x Cpr x CF
Fbx’ = 43 x 1.00 x 1.00 x 1.00 x 1.00
= 43 Mpa
Modulus Penampang (Sx)

Sx =

Tahanan momen lentur terkoreksi (Mx’)


Mx’ = Sx Fbx’
=
= 5.375 kNm

68
Universitas Sumatera Utara
Momen lentur terfaktor (Mu)
Mu Øb Mx’
kNm
kNm ... (OK)

Kontrol tahanan geser


Fv’ = Fv x Cm x Cr x Cpr
Fbx’ = 5.5 x 1.00 x 1.00 x 1.00 x 1.00
= 5.5 Mpa
Tahanan geser terkoreksi (V’)

Gaya geser terfaktor (Vu)


Vu Øv V’
kN
kN ... (OK)

Kontrol lendutan

Lendutan Ijin =

Lendutan maksimum (Δ)

69
Universitas Sumatera Utara
... (OK)

dimensi gelagar memanjang jembatan 75 mm x 100 mm memenuhi persyaratan


tahanan lentur, tahanan geser dan lendutan ijin

Gelagar Melintang
Pada gelagar melintang, beban dari gelagar memanjang diteruskan secara
terpusat. Beban terpusat pada gelagar melintang berbeda antara gelagar yang di
pinggir dengan gelagar yang letaknya di dalam. Berikut adalah perhitungan beban
terpusat pada gelagar melintang.
Bentang luar
- Beban mati : 22.5 kg/m’
PDL 1 :

- Beban hidup : 115 kg/m’

PLL 1 :

Bentang dalam
- Beban mati : 24 kg/m’
PDL 2 :

- Beban hidup : 335 kg/m’


PLL 2 :

70
Universitas Sumatera Utara
Bidang Momen

Bidang Lintang

Gambar 4.14. Bidang Momen dan Lintang pada gelagar melintang

Beban mati

Momen lentur maksimum

Beban Hidup

Momen lentur maksimum

71
Universitas Sumatera Utara
Hasil pembahasan analisa struktur dengan kombinasi pembebanan 1.2D +
1.6 L diperoleh :
Momen lentur maksimum tefaktor (Mu)

Gaya geser maksimum terfaktor (Vu)

Gelagar melintang direncanakan dengan menggunakan profil baja kanal kait


ganda ([Link],5) pemasangan belakang-belakang.
Data profil baja

Gambar 4.15. Profil balok kanal kait


ht : 100 mm
b : 50 mm
a : 20 mm
t : 4.5 mm
A : 946.9 mm2
Ix : 1390000 mm4
Iy : 309000 mm4
Sx : 27700 mm3
Sy : 9820 mm3
rx : 38.2 mm
ry : 18.1 mm
w : 7.43 kg/m’

72
Universitas Sumatera Utara
Modulus geser (G)

Konstanta puntir torsi (J)

Konstanta puntir lengkung

Koefisien momen tekuk torsi lateral (X1)

Koefisien momen tekuk torsi lateral (X2)

( )

( )

Modulus penampang plastis terhadap sumbu x (Zx)

73
Universitas Sumatera Utara
Modulus penampang plastis terhadap sumbu y (Zy)

( ) ( )

( ) ( )

Kelangsingan penampang sayap

Batas kelangsingan maksimum untuk penampang compact


Batas kelangsingan maksimum untuk penampang non-compact


Momen plastis (Mp)

Momen batas tekuk

74
Universitas Sumatera Utara
Momen nominal penampang akibat tekuk lokal (Mn)

Maka

( ) )

Panjang bentang maksimum yang mampu menahan momen plastis (Lp)

Panjang bentang minimum yang tahanannya ditentukan oleh momen kritis tekuk
torsi lateral (Lr)

√ √

√ √

Momen nominal penampang akibat tekuk lateral (Mn)

L < Lp

Maka

75
Universitas Sumatera Utara
Berdasarkan pengaruh tekuk lokal
Berdasarkan pengaruh tekuk lateral
Tahanan momen lentur

Momen akibat beban terfaktor


Syarat yang harus dipenuhi tahanan lentur

...(OK)
Ketebalan plat badan tanpa pengaku harus memenuhi syarat

...(OK)
Luas penampang badan (Aw)

Tahanan gaya geser nominal

Tahanan gaya geser

Gaya geser akibat beban terfaktor


Syarat yang harus dipenuhi tahanan geser

...(OK)

76
Universitas Sumatera Utara
dimensi gelagar melintang jembatan dengan menggunakan profil baja kanal
kait ganda ([Link],5) memenuhi persyaratan tahanan lentur, dan tahanan
geser.

Batang Penggantung (Hanger)


Gaya pada batang penggantung akibat beban terfaktor (Tu) :
Diameter batang penggantung (d) : 10 mm
Luas penampang

Tahanan tarik berdasarkan luas penampang

Syarat yang harus dipenuhi

...(OK)
Batang penggantung (hanger) dengan diameter 10 mm memenuhi persyaratan
tahanan tarik.

Kabel utama (main cable)


Beban hidup simatris qLL 1 = 900 kg/m’

Gambar 4.16. Beban hidup simetris

77
Universitas Sumatera Utara
Beban hidup asimetris qLL 2 = 450 kg/m’

Gambar 4.17. Beban hidup asimetris

Beban mati qDL = 115.39 kg/m’

Gambar 4.18. Beban mati

Gaya yang bekerja pada kabel utama akibat beban hidup simetris (H1)

Gaya yang bekerja pada kabel utama akibat beban hidup asimetris (H2)

Gaya yang bekerja pada kabel utama akibat beban mati (H3)

78
Universitas Sumatera Utara
Gaya maksimum (H) adalah kombinasi antara (H1 + H3)

Sudut kabel utama

( )

( )

Gaya kabel utama (T)

Gaya aksial pada masing masing kabel (Tu) =

Hasil pembahasan analisa struktur dengan kombinasi pembebanan 1.2D +


1.6 L diperoleh gaya aksial pada masing-masing kabel utama (Tu) :
. Sesuai dengan SNI-0076-2008 tabel 14, kabel utama direncanakan
dengan kawat baja tipe 6 x 37 IWRC diameter 19 mm.
Diameter Kabel utama (d) : 19 mm
Luas penampang

Tahanan tarik berdasarkan luas penampang

79
Universitas Sumatera Utara
Syarat yang harus dipenuhi

...(OK)
Kabel utama (main cable) dengan diameter 19 mm memenuhi persyaratan
tahanan tarik.

Kabel Angkur (backstay cable)


Gaya maksimum (H) adalah kombinasi antara (H1 + H3)

Sudut kabel angkur

( )

( )

Gaya kabel utama (T)

Gaya aksial pada masing masing kabel (Tu) =

Hasil pembahasan analisa struktur dengan kombinasi pembebanan 1.2D +


1.6 L diperoleh gaya aksial pada masing-masing kabel angkur (Tu) :
. Sesuai dengan SNI-0076-2008 tabel 14, kabel utama
direncanakan dengan kawat baja tipe 6 x 37 IWRC diameter 20 mm.
Diameter Kabel utama (d) : 20 mm
Luas penampang

80
Universitas Sumatera Utara
Tahanan tarik berdasarkan luas penampang

Syarat yang harus dipenuhi

...(OK)
Kabel angkur (backstay cable) dengan diameter 20 mm memenuhi persyaratan
tahanan tarik.

Kontrol lendutan
Lendutan ijin =

Panjang kabel setelah pembebanan (ΔL)

( )

( ( ) )

Lendutan

( )( ( ) )

...(OK)
Kabel utama (main cable) dan kabel angkur (backstay cable) dengan diameter
20 mm memenuhi persyaratan tahanan tarik dan lendutan.

81
Universitas Sumatera Utara
Menara jembatan (pylon)
Hasil pembahasan analisa struktur dengan kombinasi pembebanan 1.2D +
1.6 L diperoleh gaya aksial pada masing-masing menara (Nu) :
( )

( )

( )

Gambar 4.19. Pembebanan pada menara

82
Universitas Sumatera Utara
Direncanakan profil baja pipa SCH-40 diameter 5” sebagai menara
jembatan. Data penampang adalah sebagai berikut.

Gambar 4.21. Potongan melintang profil baja pipa


Diameter luar (D) : 139.8 mm
Diameter dalam (d) : 126.6 mm
Tebal penampang (t) : 6.6 mm
Luas penampang (Ag) : 2761.84 mm2
Jari jari girasi (r) : 47.15 mm
Gaya-gaya maksimum pada menara (berdasarkan perhitungan pada lampiran)
Aksial (Pu) = 219781.11 N
Geser (Vu) = 1018.78 N
Momen (Mu) = 1523850.61 Nmm
Perencanaan terhadap gaya aksial/normal
- Kondisi perletakan jepit-bebas, kdesain (k) = 2.1
- Panjang bentang (L) = 3000 mm
- Jari jari girasi (r) = 47.15
- Cek kelangsingan

 termasuk penampang non-langsing


- Tegangan tekuk elastis (Fe)

( )

83
Universitas Sumatera Utara
- Tegangan kritis (Fcr)

Bila

* +

Bila

[ ]

( )
[ ]

- Kontrol

Perencanaan terhadap gaya geser/lintang

- Fcr harus nilai yang lebih besar dari

√ ( ) √ ( )

( ) ( )

- Dan tidak boleh lebih dari

84
Universitas Sumatera Utara
- Kontrol

Perencanaan terhadap momen


- Cek rasio penampang

- Momen plastis

- Tekuk lokal

 termasuk penampang kompak


Sehingga

85
Universitas Sumatera Utara
- Kontrol

- Kontrol terhadap lentur dan gaya aksial


Bila

( )

Profil baja pipa SCH-40 diameter 5” dapat menahan gaya aksial, gaya geser,
lentur, dan kombinasi aksial lentur yang terjadi pada menara.

Fondasi
Fondasi yang direncanakan dalam tugas akhir ini adalah fondasi tapak
dangkal dengan daya dukung tanah 200 kN/m2. Gaya yang terjadi pada fondasi
adalah sebagai berikut :
Mu = 1.52 kNm
Pu = 219.78 kN

Gambar 4.22. Fondasi tapak untuk menyalurkan beban menara

86
Universitas Sumatera Utara
Dimensi fondasi
Panjang : 1.2 m
Lebar :1m
Kedalaman : 1.5 m
Luas penampang : 1.2 m2
Stabilitas terhadap daya dukung

Blok Angkur (anchor block)

Gambar 4.23. Gaya-gaya pada blok angkur

Gaya pada kabel angkur (T) : 241949.5481 N

Sudut kabel angkur ( ) : 36.87o

Berat volume tanah (γ) : 17 kN/m3

Gaya angkat
Gaya lateral
Berat sendiri blok angkur

87
Universitas Sumatera Utara
- Stabilitas terhadap guling
Koefisien gesek beton terhadap tanah ( )= 0.3

( ) ( )

(∑ )

Kontrol terhadap guling

- Stabilitas terhadap daya dukung


...(OK)

Dimensi blok angkur dengan panjang 2 m, lebar 1.5 m, dan tinggi 3 m


dapat digunakan dan memenuhi syarat stabilitas guling maupun daya
dukung tanah.

88
Universitas Sumatera Utara
4.2.1. Bentang 40 m

Gambar 4.23. Jembatan Gantung Bentang 40 meter

Gambar 4.24. Potongan Melintang Jembatan

Data jembatan gantung


- Panjang bentang kiri, L1 : 5 meter
- Panjang bentang tengah, L2 : 40 meter
- Panjang bentang kanan, L3 : 5 meter
- Lebar jembatan : 1.8 meter (kelas I)
- Tinggi menara , h : 5 meter
- Lebar menara : 2.4 meter
- Jumlah segmen kiri, N1 :1
- Jumlah segmen tengah, N2 : 27
- Jumlah segmen kanan, N3 :1
- Ketinggian kabel di tengah bentang : 1 meter

89
Universitas Sumatera Utara
Lantai Jembatan (deck)
dimensi lantai jembatan 25 mm x 200 mm memenuhi persyaratan tahanan
lentur, tahanan geser dan lendutan ijin dari pembahasan jembatan gantung
bentang 20 m.
Gelagar Memanjang
dimensi gelagar memanjang jembatan 75 mm x 100 mm memenuhi persyaratan
tahanan lentur, tahanan geser dan lendutan ijin dari pembahasan jembatan
gantung bentang 20 m.
Gelagar Melintang
dimensi gelagar melintang jembatan dengan menggunakan profil baja kanal
kait ganda ([Link],5) memenuhi persyaratan tahanan lentur, tahanan
geser, dan interaksi lentur dengan geser dari pembahasan jembatan gantung
bentang 20 m.
Batang Penggantung (Hanger)
Batang penggantung (hanger) dengan diameter 10 mm memenuhi persyaratan
tahanan tarik dari pembahasan jembatan gantung bentang 20 m.

Kabel utama (main cable)


Beban hidup simatris qLL 1 = 900 kg/m’

Gambar 4.25. Beban hidup simetris

Beban hidup asimetris qLL 2 = 450 kg/m’

Gambar 4.26. Beban hidup asimetris

90
Universitas Sumatera Utara
Beban mati qDL = 115.39 kg/m’

Gambar 4.27. Beban mati

Gaya yang bekerja pada kabel utama akibat beban hidup simetris (H1)

Gaya yang bekerja pada kabel utama akibat beban hidup asimetris (H2)

Gaya yang bekerja pada kabel utama akibat beban mati (H3)

Gaya maksimum (H) adalah kombinasi antara (H1 + H3)

91
Universitas Sumatera Utara
Sudut kabel utama

( )

( )

Gaya kabel utama (T)

Gaya aksial pada masing masing kabel (Tu) =

Hasil pembahasan analisa struktur dengan kombinasi pembebanan 1.2D +


1.6L diperoleh gaya aksial pada masing-masing kabel utama (Tu) : .
Sesuai dengan SNI-0076-2008 tabel 14, kabel utama direncanakan dengan kawat
baja tipe 6 x 37 IWRC diameter 28 mm.
Diameter Kabel utama (d) : 28 mm
Luas penampang

Tahanan tarik berdasarkan luas penampang

Syarat yang harus dipenuhi

...(OK)
Kabel utama (main cable) dengan diameter 28 mm memenuhi persyaratan
tahanan tarik.

92
Universitas Sumatera Utara
Kabel Angkur (backstay cable)
Gaya maksimum (H) adalah kombinasi antara (H1 + H3)

Sudut kabel angkur

( )

( )

Gaya kabel utama (T)

Gaya aksial pada masing masing kabel (Tu) =

Hasil pembahasan analisa struktur dengan kombinasi pembebanan 1.2D +


1.6L diperoleh gaya aksial pada masing-masing kabel angkur (Tu) :
. Sesuai dengan SNI-0076-2008 tabel 14, kabel utama
direncanakan dengan kawat baja tipe 6 x 37 IWRC diameter 30 mm.
Diameter Kabel utama (d) : 30 mm
Luas penampang

Tahanan tarik berdasarkan luas penampang

93
Universitas Sumatera Utara
Syarat yang harus dipenuhi

...(OK)
Kabel angkur (backstay cable) dengan diameter 30 mm memenuhi persyaratan
tahanan tarik.

Kontrol lendutan
Lendutan ijin =

Panjang kabel setelah pembebanan (ΔL)

( )

( ( ) )

Lendutan

( )( ( ) )

...(OK)
Kabel utama (main cable) dan kabel angkur (backstay cable) dengan diameter
30 mm memenuhi persyaratan tahanan tarik dan lendutan.

Menara jembatan (pylon)


Hasil pembahasan analisa struktur dengan kombinasi pembebanan 1.2D +
1.6 L diperoleh gaya aksial pada masing-masing menara (Nu) :
( )

94
Universitas Sumatera Utara
( )

( )

Gambar 4.28. Pembebanan pada menara

Direncanakan profil baja pipa SCH-40 diameter 10” sebagai menara


jembatan. Data penampang adalah sebagai berikut.

Gambar 4.30. Potongan melintang profil baja pipa

95
Universitas Sumatera Utara
Diameter luar (D) : 267.4 mm
Diameter dalam (d) : 248.8 mm
Tebal penampang (t) : 9.3 mm
Luas penampang (Ag) : 7537.04 mm2
Jari jari girasi (r) : 91.31 mm

Gaya-gaya maksimum pada menara (berdasarkan perhitungan pada lampiran):


Aksial (Pu) = 541966.99N
Geser (Vu) = 2037.56 N
Momen (Mu) = 4121809.79 Nmm

Perencanaan terhadap gaya aksial/normal


- Kondisi perletakan jepit-bebas, kdesain (k) = 2.1
- Panjang bentang (L) = 5000 mm
- Jari jari girasi (r) = 91.31
- Cek kelangsingan

 termasuk penampang non-langsing


- Tegangan tekuk elastis (Fe)

( )

- Tegangan kritis (Fcr)

Bila

* +

96
Universitas Sumatera Utara
Bila

[ ]

( )
[ ]

- Kontrol

Perencanaan terhadap gaya geser/lintang

- Fcr harus nilai yang lebih besar dari

√ ( ) √ ( )

( ) ( )

- Dan tidak boleh lebih dari

97
Universitas Sumatera Utara
- Kontrol

Perencanaan terhadap momen


- Cek rasio penampang

- Momen plastis

- Tekuk lokal

 termasuk penampang kompak


Sehingga

98
Universitas Sumatera Utara
- Kontrol

- Kontrol terhadap lentur dan gaya aksial


Bila

( )

Profil baja pipa SCH-40 diameter 10” dapat menahan gaya aksial, gaya geser,
lentur, dan kombinasi aksial lentur yang terjadi pada menara.

Fondasi
Fondasi yang direncanakan dalam tugas akhir ini adalah fondasi tapak
dangkal dengan daya dukung tanah 200 kN/m2. Gaya yang terjadi pada fondasi
adalah sebagai berikut :
Mu = 4.12 kNm
Pu = 541.967 kN

Gambar 4.31. Fondasi tapak untuk menyalurkan beban menara

99
Universitas Sumatera Utara
Dimensi fondasi
Panjang :2 m
Lebar : 1.5 m
Kedalaman : 2.5 m
Luas penampang : 3.6 m2
Stabilitas terhadap daya dukung

Blok Angkur (anchor block)

Gambar 4.32. Gaya-gaya pada blok angkur

Gaya pada kabel angkur (T) : 547469.3381 N

Sudut kabel angkur ( ) : 45o

Berat volume tanah (γ) : 17 kN/m3

Gaya angkat
Gaya lateral
Berat sendiri blok angkur

100
Universitas Sumatera Utara
- Stabilitas terhadap guling
Koefisien gesek beton terhadap tanah ( )= 0.3

( ) ( )

(∑ )

Kontrol terhadap guling

- Stabilitas terhadap daya dukung

...(OK)

Dimensi blok angkur dengan panjang 4 m, lebar 2 m, dan tinggi 3 m


dapat digunakan dan memenuhi syarat stabilitas guling maupun daya
dukung tanah.

101
Universitas Sumatera Utara
4.3.1. Bentang 60 m

Gambar 4.33. Jembatan Gantung Bentang 60 meter

Gambar 4.34. Potongan Melintang Jembatan

Data jembatan gantung


- Panjang bentang kiri, L1 : 7 meter
- Panjang bentang tengah, L2 : 60 meter
- Panjang bentang kanan, L3 : 7 meter
- Lebar jembatan : 1.8 meter (kelas I)
- Tinggi menara , h : 7 meter
- Lebar menara : 2.4 meter
- Jumlah segmen kiri, N1 :1
- Jumlah segmen tengah, N2 : 40
- Jumlah segmen kanan, N3 :1
- Ketinggian kabel di tengah bentang : 1 meter

102
Universitas Sumatera Utara
Lantai Jembatan (deck)
dimensi lantai jembatan 25 mm x 200 mm memenuhi persyaratan tahanan
lentur, tahanan geser dan lendutan ijin dari pembahasan jembatan gantung
bentang 20 m.
Gelagar Memanjang
dimensi gelagar memanjang jembatan 75 mm x 100 mm memenuhi persyaratan
tahanan lentur, tahanan geser dan lendutan ijin dari pembahasan jembatan
gantung bentang 20 m.
Gelagar Melintang
dimensi gelagar melintang jembatan dengan menggunakan profil baja kanal
kait ganda ([Link],5) memenuhi persyaratan tahanan lentur, tahanan
geser, dan interaksi lentur dengan geser dari pembahasan jembatan gantung
bentang 20 m.
Batang Penggantung (Hanger)
Batang penggantung (hanger) dengan diameter 10 mm memenuhi persyaratan
tahanan tarik dari pembahasan jembatan gantung bentang 20 m.
Kabel utama (main cable)
Beban hidup simatris qLL 1 = 900 kg/m’

Gambar 4.35. Beban hidup simetris

Beban hidup asimetris qLL 2 = 450 kg/m’

Gambar 4.36. Beban hidup asimetris

103
Universitas Sumatera Utara
Beban mati qDL = 115.39 kg/m’

Gambar 4.37. Beban mati

Gaya yang bekerja pada kabel utama akibat beban hidup simetris (H1)

Gaya yang bekerja pada kabel utama akibat beban hidup asimetris (H2)

Gaya yang bekerja pada kabel utama akibat beban mati (H3)

Gaya maksimum (H) adalah kombinasi antara (H1 + H3)

104
Universitas Sumatera Utara
Sudut kabel utama

( )

( )

Gaya kabel utama (T)

Gaya aksial pada masing masing kabel (Tu) =

Hasil pembahasan analisa struktur dengan kombinasi pembebanan 1.2D +


1.6L diperoleh gaya aksial pada masing-masing kabel utama (Tu) : .
Sesuai dengan SNI-0076-2008 tabel 14, kabel utama direncanakan dengan kawat
baja tipe 6 x 37 IWRC diameter 32 mm.
Diameter Kabel utama (d) : 32 mm
Luas penampang

Tahanan tarik berdasarkan luas penampang

Syarat yang harus dipenuhi

...(OK)
Kabel utama (main cable) dengan diameter 32 mm memenuhi persyaratan
tahanan tarik.

105
Universitas Sumatera Utara
Kabel Angkur (backstay cable)
Gaya maksimum (H) adalah kombinasi antara (H1 + H3)

Sudut kabel angkur

( )

( )

Gaya kabel utama (T)

Gaya aksial pada masing masing kabel (Tu) =

Hasil pembahasan analisa struktur dengan kombinasi pembebanan 1.2D +


1.6L diperoleh gaya aksial pada masing-masing kabel angkur (Tu) :
. Sesuai dengan SNI-0076-2008 tabel 14, kabel utama
direncanakan dengan kawat baja tipe 6 x 37 IWRC diameter 36 mm.
Diameter Kabel utama (d) : 36 mm
Luas penampang

106
Universitas Sumatera Utara
Tahanan tarik berdasarkan luas penampang

Syarat yang harus dipenuhi

...(OK)
Kabel angkur (backstay cable) dengan diameter 36 mm memenuhi persyaratan
tahanan tarik.

Kontrol lendutan
Lendutan ijin =

Panjang kabel setelah pembebanan (ΔL)

( )

( ( ) )

Lendutan

( )( ( ) )

...(OK)
Kabel utama (main cable) dan kabel angkur (backstay cable) dengan diameter
36 mm memenuhi persyaratan tahanan tarik dan lendutan.

107
Universitas Sumatera Utara
Menara jembatan (pylon)
Hasil pembahasan analisa struktur dengan kombinasi pembebanan 1.2D +
1.6 L diperoleh gaya aksial pada masing-masing menara (Nu) :
( )

( )

( )

( )

Gambar 4.38. Pembebanan pada menara

108
Universitas Sumatera Utara
Direncanakan profil baja kopel pipa SCH-40 diameter 6” sebagai menara
jembatan. Data penampang adalah sebagai berikut.

Gambar 4.40. Potongan melintang profil baja pipa kopel

Diameter luar (D) : 165.2 mm


Diameter dalam (d) : 151 mm
Tebal penampang (t) : 7.1 mm
Luas penampang (Ag) : 7049.36 mm2
Momen inersia (I) : 22069819.21 mm4

Gaya-gaya maksimum pada menara (berdasarkan perhitungan pada lampiran):


Aksial (Pu) = 812,950.48 N
Geser (Vu) = 3056.34 N
Momen (Mu) = 5895760.64 Nmm

Perencanaan terhadap gaya aksial/normal


- Kondisi perletakan jepit-bebas, kdesain (k) = 2.1
- Panjang bentang (L) = 7000 mm
- Jarak antar profil (e) = 270 mm

- Momen inersia kopel = ( ( ) )

= ( ( ) )

- Jari jari girasi kopel (r) =√ √

109
Universitas Sumatera Utara
Cek kelangsingan

 termasuk penampang non-langsing


- Tegangan tekuk elastis (Fe)

( )

- Tegangan kritis (Fcr)

Bila

* +

Bila

[ ]

[ ]

- Kontrol

110
Universitas Sumatera Utara
Perencanaan terhadap gaya geser/lintang

- Fcr harus nilai yang lebih besar dari

√ ( ) √ ( )

( ) ( )

- Dan tidak boleh lebih dari

- Kontrol

Perencanaan terhadap momen


- Cek rasio penampang

111
Universitas Sumatera Utara
- Momen plastis

- Tekuk lokal

 termasuk penampang kompak


Sehingga
- Kontrol

- Kontrol terhadap lentur dan gaya aksial


Bila

( )

Profil kopel baja pipa SCH-40 diameter 6” dapat menahan gaya aksial, gaya
geser, lentur, dan kombinasi aksial lentur yang terjadi pada menara.

112
Universitas Sumatera Utara
Fondasi
Fondasi yang direncanakan dalam tugas akhir ini adalah fondasi tapak
dangkal dengan daya dukung tanah 200 kN/m2. Gaya yang terjadi pada fondasi
adalah sebagai berikut :
Mu = 5.90 kNm
Pu = 812950.48 kN

Gambar 4.41. Fondasi tapak untuk menyalurkan beban menara

Dimensi fondasi
Panjang : 2.5 m
Lebar : 1.7 m
Kedalaman :3m
Luas penampang : 4.25 m2
Stabilitas terhadap daya dukung

113
Universitas Sumatera Utara
Blok Angkur (anchor block)

Gambar 4.42. Gaya-gaya pada blok angkur

Gaya pada kabel angkur (T) : 821204 N

Sudut kabel angkur ( ) : 45o

Berat volume tanah (γ) : 17 kN/m3

Gaya angkat
Gaya lateral
Berat sendiri blok angkur

- Stabilitas terhadap guling


Koefisien gesek beton terhadap tanah ( )= 0.3

( ) ( )

(∑ )

114
Universitas Sumatera Utara
Kontrol terhadap guling

- Stabilitas terhadap daya dukung


...(OK)

Dimensi blok angkur dengan panjang 5 m, lebar 1.5 m, dan tinggi 4 m


dapat digunakan dan memenuhi syarat stabilitas guling maupun daya
dukung tanah.

4.2. Jembatan Gantung Asimetris untuk Pedesaan (JUDESA)


4.2.1. Bentang 20 m

Gambar 4.43. Judesa Bentang 20 meter

Gambar 4.44. Potongan Melintang Jembatan

115
Universitas Sumatera Utara
Data jembatan gantung
- Panjang bentang kiri, L1 : 4 meter
- Panjang bentang tengah, L2 : 20 meter
- Lebar jembatan : 1.8 meter (kelas I)
- Tinggi menara , h : 4 meter
- Lebar menara : 2.4 meter
- Jumlah segmen kiri, N1 :1
- Jumlah segmen tengah, N2 : 14
- Ketinggian kabel di ujung bentang : 1 meter
Lantai Jembatan (deck)
dimensi lantai jembatan 25 mm x 200 mm memenuhi persyaratan tahanan
lentur, tahanan geser dan lendutan ijin dari pembahasan jembatan gantung
bentang 20 m.
Gelagar Memanjang
dimensi gelagar memanjang jembatan 75 mm x 100 mm memenuhi persyaratan
tahanan lentur, tahanan geser dan lendutan ijin dari pembahasan jembatan
gantung bentang 20 m.
Gelagar Melintang
dimensi gelagar melintang jembatan dengan menggunakan profil baja kanal
kait ganda ([Link],5) memenuhi persyaratan tahanan lentur, tahanan
geser, dan interaksi lentur dengan geser dari pembahasan jembatan gantung
bentang 20 m.
Batang Penggantung (Hanger)
Batang penggantung (hanger) dengan diameter 10 mm memenuhi persyaratan
tahanan tarik dari pembahasan jembatan gantung bentang 20 m.

116
Universitas Sumatera Utara
Kabel utama (main cable)
Beban hidup simatris qLL = 900 kg/m’

Gambar 4.45. Beban hidup

Beban mati qDL = 115.39 kg/m’

Gambar 4.46. Beban mati

Gaya yang bekerja pada kabel utama akibat beban hidup simetris (H1)

Gaya yang bekerja pada kabel utama akibat beban mati (H2)

117
Universitas Sumatera Utara
Gaya maksimum (H) adalah kombinasi antara (H1 + H2)

Sudut kabel utama

( )

( )

Gaya kabel utama (T)

Gaya aksial pada masing masing kabel (Tu) =

Hasil pembahasan analisa struktur dengan kombinasi pembebanan 1.2D +


1.6L diperoleh gaya aksial pada masing-masing kabel utama (Tu) : .
Sesuai dengan SNI-0076-2008 tabel 14, kabel utama direncanakan dengan kawat
baja tipe 6 x 37 IWRC diameter 14 mm.
Diameter Kabel utama (d) : 14 mm
Luas penampang

Tahanan tarik berdasarkan luas penampang

118
Universitas Sumatera Utara
Syarat yang harus dipenuhi

...(OK)
Kabel utama (main cable) dengan diameter 14 mm memenuhi persyaratan
tahanan tarik.

Kabel Angkur (backstay cable)


Gaya maksimum (H) adalah kombinasi antara (H1 + H2)

Sudut kabel angkur

( )

( )

Gaya kabel utama (T)

Gaya aksial pada masing masing kabel (Tu) =

Hasil pembahasan analisa struktur dengan kombinasi pembebanan 1.2D +


1.6L diperoleh gaya aksial pada masing-masing kabel angkur (Tu) :
. Sesuai dengan SNI-0076-2008 tabel 16, kabel utama
direncanakan dengan kawat baja tipe 6 x 37 IWRC diameter 16 mm.

119
Universitas Sumatera Utara
Diameter Kabel utama (d) : 16 mm
Luas penampang

Tahanan tarik berdasarkan luas penampang

Syarat yang harus dipenuhi

...(OK)
Kabel angkur (backstay cable) dengan diameter 16 mm memenuhi persyaratan
tahanan tarik.

Kontrol lendutan
Lendutan ijin =

Panjang kabel setelah pembebanan (ΔL)

( )

( ( ) )

Lendutan

( )( ( ) )

...(OK)
Kabel utama (main cable) dan kabel angkur (backstay cable) dengan diameter
16 mm memenuhi persyaratan tahanan tarik dan lendutan.

120
Universitas Sumatera Utara
Menara jembatan (pylon)
Hasil pembahasan analisa struktur dengan kombinasi pembebanan 1.2D +
1.6 L diperoleh gaya aksial pada masing-masing menara (Nu) :
( )

( )

( )

Gambar 4.47. Pembebanan pada menara

Direncanakan profil baja pipa SCH-40 diameter 6” sebagai menara


jembatan. Data penampang adalah sebagai berikut.

121
Universitas Sumatera Utara
Gambar 4.49. Potongan melintang profil baja pipa

Diameter luar (D) : 165.2 mm


Diameter dalam (d) : 151 mm
Tebal penampang (t) : 7.1 mm
Luas penampang (Ag) : 3526.47 mm2
Jari jari girasi (r) : 55.95 mm

Gaya-gaya maksimum pada menara (berdasarkan alanisa struktur pada lampiran) :


Aksial (Pu) = 174206.80
Geser (Vu) = 1061.23 N
Momen (Mu) = 1826922.43 Nmm

Perencanaan terhadap gaya aksial/normal


- Kondisi perletakan jepit-bebas, kdesain (k) = 2.1
- Panjang bentang (L) = 5000 mm
- Jari jari girasi (r) = 55.95
- Cek kelangsingan

 termasuk penampang non-langsing


- Tegangan tekuk elastis (Fe)

( )

122
Universitas Sumatera Utara
- Tegangan kritis (Fcr)

Bila

* +

Bila

[ ]

- Kontrol

Perencanaan terhadap gaya geser/lintang

- Fcr harus nilai yang lebih besar dari

√ ( ) √ ( )

( ) ( )

123
Universitas Sumatera Utara
- Dan tidak boleh lebih dari

- Kontrol

Perencanaan terhadap momen


- Cek rasio penampang

- Momen plastis

- Tekuk lokal

 termasuk penampang kompak


Sehingga
- Kontrol

124
Universitas Sumatera Utara
- Kontrol terhadap lentur dan gaya aksial
Bila

( )

Profil baja pipa SCH-40 diameter 6” dapat menahan gaya aksial, gaya geser,
lentur, dan kombinasi aksial lentur yang terjadi pada menara.
Fondasi
Fondasi yang direncanakan dalam tugas akhir ini adalah fondasi tapak
dangkal dengan daya dukung tanah 200 kN/m2. Gaya yang terjadi pada fondasi
adalah sebagai berikut :
Mu = 1.83 kNm
Pu = 174.21 kN

Gambar 4.50. Fondasi tapak untuk menyalurkan beban menara

125
Universitas Sumatera Utara
Dimensi fondasi
Panjang :1 m
Lebar :1 m
Kedalaman : 1.5 m
Luas penampang : 1 m2

Stabilitas terhadap daya dukung

Blok Angkur (anchor block)

Gambar 4.51. Gaya-gaya pada blok angkur

- Blok angkur di belakang menara

Gaya pada kabel angkur (T) : 136867.33 N

Sudut kabel angkur ( ) : 45o

Berat volume tanah (γ) : 17 kN/m3

Gaya angkat

126
Universitas Sumatera Utara
Gaya lateral
Berat sendiri blok angkur

- Stabilitas terhadap guling


Koefisien gesek beton terhadap tanah ( )= 0.3

( ) ( )

(∑ )

Kontrol terhadap guling

- Stabilitas terhadap daya dukung


...(OK)

Dimensi blok angkur dengan panjang 1.5 m, lebar 1.5 m, dan tinggi 2 m
dapat digunakan dan memenuhi syarat stabilitas guling maupun daya
dukung tanah di belakang menara.

- Blok angkur di depan menara

Gaya pada kabel angkur (T) : 123943.64 N

Sudut kabel angkur ( ) : 0o

Berat volume tanah (γ) : 17 kN/m3

127
Universitas Sumatera Utara
Gaya angkat
Gaya lateral
Berat sendiri blok angkur

- Stabilitas terhadap guling


Koefisien gesek beton terhadap tanah ( )= 0.3

( ) ( )

(∑ )

Kontrol terhadap guling

- Stabilitas terhadap daya dukung


...(OK)

Dimensi blok angkur dengan panjang 3 m, lebar 1.5 m, dan tinggi 3 m


dapat digunakan dan memenuhi syarat stabilitas guling maupun daya
dukung tanah di depan menara.

128
Universitas Sumatera Utara
4.2.2. Bentang 40 m

Gambar 4.52. Judesa Bentang 40 meter

Gambar 4.53. Potongan Melintang Jembatan


Data jembatan gantung
- Panjang bentang kiri, L1 : 8 meter
- Panjang bentang tengah, L2 : 40 meter
- Panjang bentang kanan, L3 : 8 meter
- Lebar jembatan : 1.8 meter (kelas I)
- Tinggi menara , h : 8 meter
- Lebar menara : 2.4 meter
- Jumlah segmen kiri, N1 :1
- Jumlah segmen tengah, N2 : 27
- Jumlah segmen kanan, N3 :1
- Ketinggian kabel di tengah bentang : 1 meter

129
Universitas Sumatera Utara
Lantai Jembatan (deck)
dimensi lantai jembatan 25 mm x 200 mm memenuhi persyaratan tahanan
lentur, tahanan geser dan lendutan ijin dari pembahasan jembatan gantung
bentang 20 m.
Gelagar Memanjang
dimensi gelagar memanjang jembatan 75 mm x 100 mm memenuhi persyaratan
tahanan lentur, tahanan geser dan lendutan ijin dari pembahasan jembatan
gantung bentang 20 m.
Gelagar Melintang
dimensi gelagar melintang jembatan dengan menggunakan profil baja kanal
kait ganda ([Link],5) memenuhi persyaratan tahanan lentur, tahanan
geser, dan interaksi lentur dengan geser dari pembahasan jembatan gantung
bentang 20 m.
Batang Penggantung (Hanger)
Batang penggantung (hanger) dengan diameter 10 mm memenuhi persyaratan
tahanan tarik dari pembahasan jembatan gantung bentang 20 m.

Kabel utama (main cable)


Beban hidup simatris qLL 1 = 900 kg/m’

Gambar 4.54. Beban hidup simetris

130
Universitas Sumatera Utara
Beban mati qDL = 115.39 kg/m’

Gambar 4.55. Beban mati

Gaya yang bekerja pada kabel utama akibat beban hidup simetris (H1)

Gaya yang bekerja pada kabel utama akibat beban mati (H2)

Gaya maksimum (H) adalah kombinasi antara (H1 + H2)

Sudut kabel utama

( )

( )

131
Universitas Sumatera Utara
Gaya kabel utama (T)

Gaya aksial pada masing masing kabel (Tu) =

Hasil pembahasan analisa struktur dengan kombinasi pembebanan 1.2D +


1.6L diperoleh gaya aksial pada masing-masing kabel utama (Tu) :
. Sesuai dengan SNI-0076-2008 tabel 14, kabel utama
direncanakan dengan kawat baja tipe 6 x 37 IWRC diameter 20 mm.
Diameter Kabel utama (d) : 20 mm
Luas penampang

Tahanan tarik berdasarkan luas penampang

Syarat yang harus dipenuhi

...(OK)
Kabel utama (main cable) dengan diameter 20 mm memenuhi persyaratan
tahanan tarik.

Kabel Angkur (backstay cable)


Gaya maksimum (H) adalah kombinasi antara (H1 + H3)

132
Universitas Sumatera Utara
Sudut kabel angkur

( )

( )

Gaya kabel utama (T)

Gaya aksial pada masing masing kabel (Tu) =

Hasil pembahasan analisa struktur dengan kombinasi pembebanan 1.2D +


1.6L diperoleh gaya aksial pada masing-masing kabel angkur (Tu) :
. Sesuai dengan SNI-0076-2008 tabel 14, kabel utama
direncanakan dengan kawat baja tipe 6 x 37 IWRC diameter 22 mm.
Diameter Kabel utama (d) : 22 mm
Luas penampang

Tahanan tarik berdasarkan luas penampang

Syarat yang harus dipenuhi

...(OK)
Kabel angkur (backstay cable) dengan diameter 22 mm memenuhi persyaratan
tahanan tarik.

133
Universitas Sumatera Utara
Kontrol lendutan
Lendutan ijin =

Panjang kabel setelah pembebanan (ΔL)

( )

( ( ) )

Lendutan

( )( ( ) )

...(OK)
Kabel utama (main cable) dan kabel angkur (backstay cable) dengan diameter
22 mm memenuhi persyaratan tahanan tarik dan lendutan.

Menara jembatan (pylon)


Hasil pembahasan analisa struktur dengan kombinasi pembebanan 1.2D +
1.6 L diperoleh gaya aksial pada masing-masing menara (Nu) :
( )

( )

( )

134
Universitas Sumatera Utara
Gambar 4.56. Pembebanan pada menara
Direncanakan profil baja pipa SCH-40 diameter 10” sebagai menara
jembatan. Data penampang adalah sebagai berikut.

Gambar 4.58. Potongan melintang profil baja pipa

Diameter luar (D) : 267.4 mm


Diameter dalam (d) : 248.8 mm
Tebal penampang (t) : 9.3 mm
Luas penampang (Ag) : 7537.04 mm2
Jari jari girasi (r) : 91.31 mm

135
Universitas Sumatera Utara
Gaya-gaya maksimum pada menara (berdasarkan analisa struktur pada lampiran):
Aksial (Pu) = 348407.41 N
Geser (Vu) = 2037.56 N
Momen (Mu) = 5856705.13 Nmm

Perencanaan terhadap gaya aksial/normal


- Kondisi perletakan jepit-bebas, kdesain (k) = 2.1
- Panjang bentang (L) = 8000 mm
- Jari jari girasi (r) = 91.31
- Cek kelangsingan

 termasuk penampang non-langsing


- Tegangan tekuk elastis (Fe)

( )

- Tegangan kritis (Fcr)

Bila

* +

Bila

[ ]

( )
[ ]

136
Universitas Sumatera Utara
- Kontrol

Perencanaan terhadap gaya geser/lintang

- Fcr harus nilai yang lebih besar dari

√ ( ) √ ( )

( ) ( )

- Dan tidak boleh lebih dari

- Kontrol

137
Universitas Sumatera Utara
Perencanaan terhadap momen
- Cek rasio penampang

- Momen plastis

- Tekuk lokal

 termasuk penampang kompak


Sehingga
- Kontrol

- Kontrol terhadap lentur dan gaya aksial


Bila

( )

Profil baja pipa SCH-40 diameter 10” dapat menahan gaya aksial, gaya geser,
lentur, dan kombinasi aksial lentur yang terjadi pada menara.

138
Universitas Sumatera Utara
Fondasi
Fondasi yang direncanakan dalam tugas akhir ini adalah fondasi tapak
dangkal dengan daya dukung tanah 200 kN/m2. Gaya yang terjadi pada fondasi
adalah sebagai berikut :
Mu = 5.86 kNm
Pu = 348.41 kN

Gambar 4.59. Fondasi tapak untuk menyalurkan beban menara

Dimensi fondasi
Panjang : 1.5 m
Lebar : 1.5 m
Kedalaman : 2.0 m
Luas penampang : 2.25 m2
Stabilitas terhadap daya dukung

139
Universitas Sumatera Utara
Blok Angkur (anchor block)

Gambar 4.60. Gaya-gaya pada blok angkur

- Blok angkur di belakang menara

Gaya pada kabel angkur (T) : 273734.666 N

Sudut kabel angkur ( ) : 45o

Berat volume tanah (γ) : 17 kN/m3

Gaya angkat
Gaya lateral
Berat sendiri blok angkur

- Stabilitas terhadap guling


Koefisien gesek beton terhadap tanah ( )= 0.3

( ) ( )

140
Universitas Sumatera Utara
(∑ )

Kontrol terhadap guling

- Stabilitas terhadap daya dukung


...(OK)

Dimensi blok angkur dengan panjang 2 m, lebar 1.5 m, dan tinggi 3 m


dapat digunakan dan memenuhi syarat stabilitas guling maupun daya
dukung tanah di belakang menara.

- Blok angkur di depan menara

Gaya pada kabel angkur (T) : 273734.666 N

Sudut kabel angkur ( ) : 0o

Berat volume tanah (γ) : 17 kN/m3

Gaya angkat
Gaya lateral
Berat sendiri blok angkur

- Stabilitas terhadap guling


Koefisien gesek beton terhadap tanah ( )= 0.3

( ) ( )

141
Universitas Sumatera Utara
(∑ )

Kontrol terhadap guling

- Stabilitas terhadap daya dukung


...(OK)

Dimensi blok angkur dengan panjang 4 m, lebar 2 m, dan tinggi 4 m


dapat digunakan dan memenuhi syarat stabilitas guling maupun daya
dukung tanah di depan menara.

4.2.3. Bentang 60 m

Gambar 4.61. Judesa Bentang 60 meter

142
Universitas Sumatera Utara
Gambar 4.62. Potongan Melintang Jembatan

Data jembatan gantung


- Panjang bentang kiri, L1 : 12 meter
- Panjang bentang tengah, L2 : 60 meter
- Panjang bentang kanan, L3 : 12 meter
- Lebar jembatan : 1.8 meter (kelas I)
- Tinggi menara , h : 12 meter
- Lebar menara : 2.4 meter
- Jumlah segmen kiri, N1 :1
- Jumlah segmen tengah, N2 : 40
- Jumlah segmen kanan, N3 :1
- Ketinggian kabel di tengah bentang : 1 meter
-
Lantai Jembatan (deck)
dimensi lantai jembatan 25 mm x 200 mm memenuhi persyaratan tahanan
lentur, tahanan geser dan lendutan ijin dari pembahasan jembatan gantung
bentang 20 m.
Gelagar Memanjang
dimensi gelagar memanjang jembatan 75 mm x 100 mm memenuhi persyaratan
tahanan lentur, tahanan geser dan lendutan ijin dari pembahasan jembatan
gantung bentang 20 m.

143
Universitas Sumatera Utara
Gelagar Melintang
dimensi gelagar melintang jembatan dengan menggunakan profil baja kanal
kait ganda ([Link],5) memenuhi persyaratan tahanan lentur, tahanan
geser, dan interaksi lentur dengan geser dari pembahasan jembatan gantung
bentang 20 m.
Batang Penggantung (Hanger)
Batang penggantung (hanger) dengan diameter 10 mm memenuhi persyaratan
tahanan tarik dari pembahasan jembatan gantung bentang 20 m.

Kabel utama (main cable)


Beban hidup simatris qLL 1 = 900 kg/m’

Gambar 4.63. Beban hidup

Beban mati qDL = 115.39 kg/m’

Gambar 4.64. Beban mati

144
Universitas Sumatera Utara
Gaya yang bekerja pada kabel utama akibat beban hidup simetris (H1)

Gaya yang bekerja pada kabel utama akibat beban mati (H2)

Gaya maksimum (H) adalah kombinasi antara (H1 + H2)

Sudut kabel utama

( )

( )

Gaya kabel utama (T)

Gaya aksial pada masing masing kabel (Tu) =

145
Universitas Sumatera Utara
Hasil pembahasan analisa struktur dengan kombinasi pembebanan 1.2D +
1.6L diperoleh gaya aksial pada masing-masing kabel utama (Tu) :
. Sesuai dengan SNI-0076-2008 tabel 14, kabel utama
direncanakan dengan kawat baja tipe 6 x 37 IWRC diameter 25 mm.
Diameter Kabel utama (d) : 25 mm
Luas penampang

Tahanan tarik berdasarkan luas penampang

Syarat yang harus dipenuhi

...(OK)
Kabel utama (main cable) dengan diameter 25 mm memenuhi persyaratan
tahanan tarik.

Kabel Angkur (backstay cable)


Gaya maksimum (H) adalah kombinasi antara (H1 + H2)

Sudut kabel angkur

( )

( )

146
Universitas Sumatera Utara
Gaya kabel utama (T)

Gaya aksial pada masing masing kabel (Tu) =

Hasil pembahasan analisa struktur dengan kombinasi pembebanan 1.2D +


1.6L diperoleh gaya aksial pada masing-masing kabel angkur (Tu) :
. Sesuai dengan SNI-0076-2008 tabel 14, kabel utama
direncanakan dengan kawat baja tipe 6 x 37 IWRC diameter 26 mm.
Diameter Kabel utama (d) : 26 mm
Luas penampang

Tahanan tarik berdasarkan luas penampang brutto

Syarat yang harus dipenuhi

...(OK)
Kabel angkur (backstay cable) dengan diameter 26 mm memenuhi persyaratan
tahanan tarik.

Kontrol lendutan
Lendutan ijin =

Panjang kabel setelah pembebanan (ΔL)

( )

147
Universitas Sumatera Utara
( ( ) )

Lendutan

( )( ( ) )

...(OK)
Kabel utama (main cable) dan kabel angkur (backstay cable) dengan diameter
26 mm memenuhi persyaratan tahanan tarik dan lendutan.

Menara jembatan (pylon)


Hasil pembahasan analisa struktur dengan kombinasi pembebanan 1.2D +
1.6 L diperoleh gaya aksial pada masing-masing menara (Nu) :
( )
( )

( )

( )

148
Universitas Sumatera Utara
Gambar 4.65. Pembebanan pada menara

Direncanakan profil baja kopel pipa SCH-40 diameter 6” sebagai menara


jembatan. Data penampang adalah sebagai berikut.

Gambar 4.67. Potongan melintang profil baja kopel pipa

Diameter luar (D) : 165.2 mm


Diameter dalam (d) : 151 mm
Tebal penampang (t) : 7.1 mm
Luas penampang (Ag) : 7049.36 mm2
Momen inersia (I) : 22069819.21 mm4

149
Universitas Sumatera Utara
Gaya-gaya maksimum pada menara (berdasarkan analisa struktur pada lampiran) :
Aksial (Pu) = 522611.07 N
Geser (Vu) = 3056.34 N
Momen (Mu) = 7318810.20 Nmm

Perencanaan terhadap gaya aksial/normal


- Kondisi perletakan jepit-bebas, kdesain (k) = 2.1
- Panjang bentang (L) = 12000 mm
- Jarak antar profil (e) = 350 mm

- Momen inersia kopel = ( ( ) )

= ( ( ) )

- Jari jari girasi kopel (r) =√ √

Cek kelangsingan

 termasuk penampang non-langsing


- Tegangan tekuk elastis (Fe)

( )

- Tegangan kritis (Fcr)

Bila

* +

150
Universitas Sumatera Utara
Bila

[ ]

- Kontrol

Perencanaan terhadap gaya geser/lintang

- Fcr harus nilai yang lebih besar dari

√ ( ) √ ( )

( ) ( )

- Dan tidak boleh lebih dari

151
Universitas Sumatera Utara
- Kontrol

Perencanaan terhadap momen


- Cek rasio penampang

- Momen plastis

- Tekuk lokal

 termasuk penampang kompak


Sehingga
- Kontrol

152
Universitas Sumatera Utara
- Kontrol terhadap lentur dan gaya aksial
Bila

( )

Profil kopel baja pipa SCH-40 diameter 6” dapat menahan gaya aksial, gaya
geser, lentur, dan kombinasi aksial lentur yang terjadi pada menara.

Fondasi
Fondasi yang direncanakan dalam tugas akhir ini adalah fondasi tapak
dangkal dengan daya dukung tanah 200 kN/m2. Gaya yang terjadi pada fondasi
adalah sebagai berikut :
Mu = 7.32 kNm
Pu = 522.61 kN

Gambar 4.68. Fondasi tapak untuk menyalurkan beban menara

Dimensi fondasi
Panjang :2m
Lebar : 1.5 m
Kedalaman : 2.5 m
Luas penampang : 3 m2

153
Universitas Sumatera Utara
Stabilitas terhadap daya dukung

Blok Angkur (anchor block)

Gambar 4.69. Gaya-gaya pada blok angkur

- Blok angkur di belakang menara

Gaya pada kabel angkur (T) : 410602 N

Sudut kabel angkur ( ) : 45o

Berat volume tanah (γ) : 17 kN/m3

Gaya angkat
Gaya lateral
Berat sendiri blok angkur

154
Universitas Sumatera Utara
- Stabilitas terhadap guling
Koefisien gesek beton terhadap tanah ( )= 0.3

( ) ( )

(∑ )

Kontrol terhadap guling

- Stabilitas terhadap daya dukung


...(OK)

Dimensi blok angkur dengan panjang 3 m, lebar 1.5 m, dan tinggi 3 m


dapat digunakan dan memenuhi syarat stabilitas guling maupun daya
dukung tanah di belakang menara.

- Blok angkur di depan menara

Gaya pada kabel utama (T) : 371815.938 N

Sudut kabel utama ( ) : 0o

Berat volume tanah (γ) : 17 kN/m3

Gaya angkat
Gaya lateral
Berat sendiri blok angkur

155
Universitas Sumatera Utara
- Stabilitas terhadap guling
Koefisien gesek beton terhadap tanah ( )= 0.3

( ) ( )

(∑ )

Kontrol terhadap guling

- Stabilitas terhadap daya dukung


...(OK)

Dimensi blok angkur dengan panjang 5 m, lebar 2 m, dan tinggi 4.5 m


dapat digunakan dan memenuhi syarat stabilitas guling maupun daya
dukung tanah di depan menara.

4.3. Perbandingan Jembatan Gantung Pejalan Kaki dengan Jembatan


Gantung Asimetris untuk Pedesaan (JUDESA)
Tabel 4.1 Perbandingan anlisa struktur manual dengan SAP 2000
Bentang 20 m Bentang 40 m Bentang 60 m
KET Manual SAP Manual SAP Manual SAP
%∆ %∆ %∆
(N) (N) (N) (N) (N) (N)
Kabel utama 207442.02 202630.04 -2.32 416940.22 407544.75 -2.25 625410.33 631376.51 0.95
Kabel angkur 241949.55 234048.38 -3.27 547469.33 536999.29 -1.91 821204.00 836313.33 1.84
Menara 219781.11 217682.75 -0.95 541966.99 525661.89 -3.01 812950.48 808731.39 -0.52

156
Universitas Sumatera Utara
Tabel 4.2 Perbandingan penggunaan material pada bentang 20 m
Jembatan Optimasi
Perencanaan satuan Judesa Selisih
gantung (%)

lantai jembatan m3 0.90 0.90 0.00 0.00


gelagar memanjang m3 0.60 0.60 0.00 0.00
gelagar melintang kg 416.08 416.08 0.00 0.00
kabel utama kg 65.71 41.89 23.82 36.25
kabel angkur kg 32.00 15.71 16.29 50.91
menara kg 468.29 354.30 113.98 24.34
pondasi m3 5.63 1.70 3.94 69.89
blok angkur m3 36.00 36.00 0.00 0.00

Tabel 4.3 Perbandingan penggunaan material pada bentang 40 m


Jembatan Optimasi
Perencanaan satuan Judesa Selisih
gantung (%)

lantai jembatan m3 1.80 1.80 0.00 0.00


gelagar memanjang m3 1.20 1.20 0.00 0.00
gelagar melintang kg 802.44 802.44 0.00 0.00
kabel utama kg 294.04 164.27 129.77 44.13
kabel angkur kg 101.67 53.60 48.07 47.28
menara kg 1752.32 1231.36 520.96 29.73
pondasi m3 13.95 6.06 7.89 56.57
blok angkur m3 96.00 82.00 14.00 14.58

Tabel 4.4 Perbandingan penggunaan material pada bentang 60 m


Jembatan Optimasi
Perencanaan satuan Judesa Selisih
gantung (%)

lantai jembatan m3 2.70 2.70 0.00 0.00


gelagar memanjang m3 1.80 1.80 0.00 0.00
gelagar melintang kg 1188.80 1188.80 0.00 0.00
kabel utama kg 618.46 330.18 288.29 46.61
kabel angkur kg 198.79 101.84 96.95 48.77
menara kg 2347.26 863.62 1483.65 63.21
pondasi m3 19.23 6.98 12.26 63.73
blok angkur m3 96.00 117.00 -21.00 -21.88

157
Universitas Sumatera Utara
Tabel 4.5 Penggunaan kayu pada perencanaan
Bentang Jembatan gantung Judesa Satuan

20 1.50 1.50 m3
40 3.00 3.00 m3
60 4.50 4.50 m3

PENGGUNAAN KAYU
5.00

4.50

4.00

3.50

3.00
JEMBATAN GANTUNG
M3

2.50

2.00 JUDESA

1.50

1.00

0.50

0.00
20 40 60

Grafik 4.1 Penggunaan kayu

Dari tabel 4.5 diperoleh bawha penggunaan kayu pada jembatan gantung
pejalan kaki dan jembatan gantung asimeteris untuk pedesaan adalah sama dengan
bentang yang sama. Hal ini karena kelas jembata yang direcanakan sama,
sehingga lebar jembatan sama. Pada bentang 20 meter kayu yang digunakan
adalah 1.5 m3, dengan perincian 0.9 m3 untuk lantai kembatan, dan 0.6 m3 untuk
gelagar memanjang.

158
Universitas Sumatera Utara
Tabel 4.6 Penggunaan baja pada perencanaan
Bentang Jembatan gantung Judesa Satuan

20 884.37 770.38 kg

40 2554.76 2033.80 kg

60 3536.06 2052.42 kg

PENGGUNAAN BAJA
4000.00

3500.00

3000.00

2500.00

JEMBATAN GANTUNG
kg

2000.00
JUDESA
1500.00

1000.00

500.00

0.00
20 40 60

Grafik 4.2 Penggunaan baja

Penggunaan baja pada perencanaan jembatan gantung pejalan kaki dan


jembatan gantung asimetris untuk pedesaan terdiri dari gelagar melintang dan
menara. Penggnuaan baja sebagai gelagar melintang sama pada setiap model
dengan bentang yang sama yang membedakan adalah penggunaan baja pada
menara. Pada jembatan gantung pejalan kaki, penggunaan baja lebih banyak
karena teridiri dari dua menara dengan ukuran yang sama, sedangkan pada
jembatan gantung asimetris penggunaan baja sebagai menara hanya pada salah
satu sisi jembatan. Dari gafik terlihat bahwa pada jembatan gantung asimetris
untuk pedesaan bentang 40 meter dan 60 meter jumlah baja yang digunakan
hampir sama, hal ini karena pada bentang 40 meter menara tersiri dari pipa baja
tunggal sedangkan pada bentang 60 meter dabuat dari pipa baja kopel.

159
Universitas Sumatera Utara
Tabel 4.7 Penggunaan kabel sling pada perencanaan
Bentang Jembatan gantung Judesa Satuan

20 97.71 57.60 kg

40 395.71 217.87 kg

60 817.26 457.74 Kg

PENGGUNAAN KABEL SLING


900.00

800.00

700.00

600.00

500.00
JEMBATAN GANTUNG
kg

400.00 JUDESA

300.00

200.00

100.00

0.00
20 40 60

Grafik 4.3 Penggunaan kabel sling

Pada tabel 4.7 diperoleh bahwa penggunaan kabel sling pada jembatan
gantung asimetris untuk pedesaan lebih sedikit dari jembatan gantung pejalan
kaki. Salah satu penyebab berkurangnya penggunaan kabel sling pada jembatan
gantung asimetris untuk pedesaaan adalah karena hanya menggunakan satu
menara sehingga kabel angkur pada sistem kabel tidak diperlukan seperti pada
jembatan gantung pejalan kaki.

160
Universitas Sumatera Utara
Tabel 4.8 Penggunaan beton pada perencanaan
Bentang Jembatan gantung Judesa Satuan

20 41.63 37.70 m3

40 109.95 88.06 m3

60 115.23 123.98 m3

PENGGUNAAN BETON
140.00

120.00

100.00

80.00
JEMBATAN GANTUNG
M3

60.00 JUDESA

40.00

20.00

0.00
20 40 60

Grafik 4.4 Penggunaan beton

Berdasarkan hasil pembahasan dan perencanaan, diperoleh tabel 4.8


tentang penggunaan material beton. Material beton terdiri dari material untuk
fondasi dan blok angkur. Pada jembatan gantung pejalan kaki terdapat empat blok
angkur dengan ukuran yang sama dan dua pondasi menara dengan ukuran yang
sama. Sedangkan pada jembatan gantung asimetris untuk pedesaan, blok angkur
di depan menara memiliki ukuran ayng lebih besar daripada blok angkur di
belakang menara. Hal ini karena pada jembatan gantung asimetris untuk pedesaan
gaya horizontal secara penuh ditahan oleh blok angkur di depan menara.
Sedangkan blok angkur di belakang menara terbagi menjadi gaya vertikal pada
menara dan gaya horizontal pada blok angkur.

161
Universitas Sumatera Utara
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dalam bab sebelumnya,
dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Dimensi lantai jembatan 25 mm x 200 mm memenuhi persyaratan
tahanan lentur, tahanan geser dan lendutan ijin.
2. Dimensi gelagar memanjang jembatan 75 mm x 100 mm
memenuhi persyaratan tahanan lentur, tahanan geser dan lendutan
ijin.
3. Dimensi gelagar melintang jembatan dengan menggunakan profil
baja kanal kait ganda ([Link],5) memenuhi persyaratan
tahanan lentur, tahanan geser, dan interaksi lentur dengan geser.
4. Batang penggantung (hanger) dengan diameter 10 mm memenuhi
persyaratan tahanan tarik.
5. Kabel utama pada jembatan gantung dengan bentang 20 meter D
20 mm; 40 meter D 30 mm, 60 meter D 36 mm.
6. Kabel utama pada judesa dengan bentang 20 meter D 16 mm; 40
meter D 22 mm, 60 meter D 26 mm.
7. Pada jembatan gantung dengan bentang 20 meter, terjadi lendutan
sebesar 88 mm; bentang 40 meter 156 mm; bentang 60 meter 244
mm.
8. Pada judesa dengan bentang 20 meter, terjadi lendutan sebesar 37
mm; bentang 40 meter 78 mm; bentang 60 meter 126 mm.
9. Pada perencanaan, material jembatan gantung dioptimasi oleh
Judesa, baja 25%; kabel sling 44%; beton 7%; lantai jembatan
tidak ada perbedaaan dalam perencanaan. Seperti pada tabel
berikut.

162
Universitas Sumatera Utara
Penggunaan kayu
bentang gantung judesa

20 1.50 1.50 m3 0%
40 3.00 3.00 m3 0%
60 4.50 4.50 m3 0%

Penggunaan Baja
bentang gantung judesa

20 884.37 770.38 kg 13%


40 2554.76 2033.80 kg 20%
60 3536.06 2052.42 kg 42%
rata-rata 25%

Penggunaan Kabel Sling


bentang gantung judesa

20 97.71 60.86 kg 38%


40 395.71 230.67 kg 42%
60 817.26 457.74 kg 44%
rata-rata 41%

Penggunaan Beton
bentang gantung judesa

20 41.63 37.70 m3 9%
40 109.95 88.06 m3 20%
60 115.23 123.98 m3 -8%
rata-rata 7%

163
Universitas Sumatera Utara
5.2. Saran
Saran yang dapat diberikan demi penyempurnaan tulisan ini adalah :
1. Dibuat suatu analisis beban dinamis pada jembatan, sambungan pada
menara, dan tulangan pada fondasi.
2. Dibuat analisis judesa dengan gelagar pengaku untuk meningkatkan
daya dukung jembatan.
3. Penerapan judesa sebagai jembatan gantung yang lebih ekonomis pada
daerah-daerah yang membutuhkan jembatan gantung.

164
Universitas Sumatera Utara
DAFTAR PUSTAKA

Badan Standarisasi Nasional. (2008). Tali Kawat Baja: SNI 0076:2008, Jakarta,
Indonesia.
Badan Standarisasi Nasional. (2015). Spesifikasi untuk Bangunan Gedung Baja
Struktural: SNI 1729:2015, Jakarta, Indonesia.
Departemen Pekerjaan Umum, 2010, Pemberlakukan Pedoman Perencanaan dan
Pelaksanaan Konstruksi Jembatan Gantung Untuk Pejalan Kaki.
Dewobroto, Wiryanto, 2013, Komputer Rekayasa Struktur dengan SAP 2000, Lumina
Press, Karawaci.
Gatot Sukmara, Widi Nugraha, 2016, “Jembatan Gantung Asimetris Untuk
Pedesaan (Judesa)”, Makalah Seminar Hasil Litbang, Pusat Penelitian dan
Pengembangan Jalan dan Jembatan, Kementerian PUPR, Bandung.
Isyana Anggraeni, Bernardinus Herbudiman, 2008, “Studi Parameter Desain
Dimensi Elemen Struktur Jembatan Gantung Pejalan Kaki dengan
Bentang 120 m”, Media Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional,
Bandung.
Kementerian Pekerjaan Umum, 2010. Pedoman Perencanaan dan Pelaksanaan
Konstruksi Jembatan Gantung untuk Pejalan Kaki.
Kementerian Pekerjaan Umum, 2015. Pedoman Perencanaan Konstruksi
Jembatan Gantung untuk Pedesaan.
N. Retno Setiati, dkk, 2015, “Kekuatan Struktur Jembatan Gantung Sederhana
untuk Pejalan Kaki”, Jurnal HPJI Vol. 1, Bandung.
Setiati, R, N., dkk, 2015,Kekuatan Struktur Jembatan Gantung Sederhana Untuk
Pejalan Kaki, Pusat Litbang Jalan dan Jembatan, Balitbang Pekerjaan Umum.
Setiawan, Agus, 2008, Perencanaan Struktur Baja dengan Metode LRFD, Erlangga,
Jakarta.
Setiawan, Agus, 2015, Analisis Struktur, Erlangga, Jakarta.
Setiawan, Agus, 2016, Perancangan struktur beton bertulang, Erlangga, Jakarta.
Sunggono Kh, 1995, Buku Teknik Sipil, Nova, Bandung.
Supriadi, B. & Muntohar, S. A., 2007, Jembatan, Cetakan IV, Beta Offset,
Yogyakarta.

xi

Universitas Sumatera Utara


Wiratman Wangsadinata, Donald Essen Ireng, Guntorojati, 2011, “Jembatan
Gantung Ultra Panjang untuk Jembatan Selat Sunda”, Jurnal Ilmiah
Media Engineering Vol. 1, Jakarta

xii

Universitas Sumatera Utara


LAMPIRAN

xii

Universitas Sumatera Utara


Jembatan gantung pejalan kaki bentang 20 meter

Analisa struktur pada menara menggunakan Metode Elemen Hingga


dengan data perencanaan sebagai berikut.
Gaya vertikal pada menara (P) : 219781.1139 N
Gaya horizontal pada menara (H) : 1018.77831 N
Luas penampang baja (A) : 2760.44 mm2
Modulus elastisitas baja (E) : 200000 Mpa
Momen inersia penampang (I) : 6137072.1 mm4

4
3

b d

2 5
f

a e

1 6

Gambar 4.20. Pemodelan elemen menara


( )( )

( )( )

( )( )

Universitas Sumatera Utara


( ) ( )
( ) ( ) ( )
[ ]
( ) ( )
( ) ( )
[ ]

Batang a dan e dengan sudut 900


Sin :1
Cos : 0

1841.1 0.0 -1841121.6 -1841.1 0.0 -1841121.6


0.0 276043.7 0.0 0.0 -276043.7 0.0
-1841121.6 0.0 2454828841.9 1841121.6 0.0 1227414420.9
[ ]
-1841.1 0.0 1841121.6 1841.1 0.0 1841121.6
0.0 -276043.7 0.0 0.0 276043.7 0.0
-1841121.6 0.0 1227414420.9 1841121.6 0.0 2454828841.9

Batang b dan d dengan sudut 900


Sin :1
Cos : 0

14729.0 0.0 -7364486.5 -14729.0 0.0 -7364486.5


0.0 552087.4 0.0 0.0 -552087.4 0.0
-7364486.5 0.0 4909657683.7 7364486.5 0.0 2454828841.9
[ ]
-14729.0 0.0 7364486.5 14729.0 0.0 7364486.5
0.0 -552087.4 0.0 0.0 552087.4 0.0
-7364486.5 0.0 2454828841.9 7364486.5 0.0 4909657683.7

Batang c dan f dengan sudut 00


Sin :0
Cos : 1

230036.4 0.0 0.0 -230036.4 0.0 0.0


0.0 1065.5 1278556.7 0.0 -1065.5 1278556.7
0.0 1278556.7 2045690701.6 0.0 -1278556.7 1022845350.8
[ ]
-230036.4 0.0 0.0 230036.4 0.0 0.0
0.0 -1065.5 1278556.7 0.0 1065.5 1278556.7
0.0 1278556.7 1022845350.8 0.0 -1278556.7 2045690701.6

Universitas Sumatera Utara


f1 = ka11 d1 + ka12 d2
f2 = ka21 d1 + ka 22 d2 + kb11 d2 + kb12 d3 + kf11 d2 + kf12 d5
f3 = kb21 d2 + kb22 d3 + kc11 d3 + kc12 d4
f4 = kc21 d3 + kc22 d4 + kd11 d4 + kd12 d5
f5 = kd22 d5 + kd21 d4 + kf21 d2 + kf22 d5 + ke12 d6 + ke11 d5
f6 = ke22 d6 + ke21 d5

f1 = ka11 ka12 0 0 0 0
f2 = ka21 ka22 + kb11 + kf11 kb12 0 kf12 0
f3 = 0 kb21 kb22 + kc11 kc12 0 0
f4 = 0 0 kc21 kc22 + kd11 kd12 0
f5 = 0 kf21 0 kd21 kd22 + kf22 + ke11 ke12
f6 = 0 0 0 0 ke21 ke22
d1 d2 d3 d4 d5 d6

Universitas Sumatera Utara


H1 1841.1 0.0 -1841121.6 -1841.1 0.0 -1841121.6 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 u
1
0.0 276043.7 0.0 0.0 -276043.7 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
V1 v 1
-1841121.6 0.0 2454828841.9 1841121.6 0.0 1227414420.9 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
M1 Ɵ 1
-1841.1 0.0 1841121.6 246606.5 0.0 -5523364.9 -14729.0 0.0 -7364486.5 0.0 0.0 0.0 -230036.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
H2 u 2
0.0 -276043.7 0.0 0.0 829196.5 1278556.7 0.0 -552087.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -1065.5 1278556.7 0.0 0.0 0.0
V2 v 2
-1841121.6 0.0 1227414420.9 -5523364.9 1278556.7 9410177227.2 7364486.5 0.0 2454828841.9 0.0 0.0 0.0 0.0 -1278556.7 1022845350.8 0.0 0.0 0.0
M2 Ɵ 2
0.0 0.0 0.0 -14729.0 0.0 7364486.5 244765.4 0.0 7364486.5 -230036.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
H3 u 3
0.0 0.0 0.0 0.0 -552087.4 0.0 0.0 553152.8 1278556.7 0.0 -1065.5 1278556.7 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
V3 = v 3
0.0 0.0 0.0 -7364486.5 0.0 2454828841.9 7364486.5 1278556.7 6955348385.3 0.0 -1278556.7 1022845350.8 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
M3 Ɵ 3
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -230036.4 0.0 0.0 244765.4 0.0 -7364486.5 -14729.0 0.0 -7364486.5 0.0 0.0 0.0
H4 u 4
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -1065.5 1278556.7 0.0 553152.8 1278556.7 0.0 -552087.4 0.0 0.0 0.0 0.0
V4 v 4
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 1278556.7 1022845350.8 -7364486.5 -1278556.7 6955348385.3 7364486.5 0.0 2454828841.9 0.0 0.0 0.0
M4 Ɵ 4
0.0 0.0 0.0 -230036.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -14729.0 0.0 7364486.5 246606.5 0.0 5523364.9 -1841.1 0.0 -1841121.6
H5 u 5
0.0 0.0 0.0 0.0 -1065.5 1278556.7 0.0 0.0 0.0 0.0 -552087.4 0.0 0.0 829196.5 1278556.7 0.0 -276043.7 0.0
V5 v 5
0.0 0.0 0.0 0.0 1278556.7 1022845350.8 0.0 0.0 0.0 -7364486.5 0.0 2454828841.9 5523364.9 -1278556.7 9410177227.2 1841121.6 0.0 1227414420.9
M5 Ɵ 5
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -1841.1 0.0 1841121.6 1841.1 0.0 1841121.6
H6 u 6
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -276043.7 0.0 0.0 276043.7 0.0
V6 v 6
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -1841121.6 0.0 1227414420.9 1841121.6 0.0 2454828841.9
M6 Ɵ 6

Kondisi batas
1841.1 0.0 -1841121.6 -1841.1 0.0 -1841121.6 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
H1 u 1
0.0 276043.7 0.0 0.0 -276043.7 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
V1 v 1
-1841121.6 0.0 2454828841.9 1841121.6 0.0 1227414420.9 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
M1 Ɵ 1
-1841.1 0.0 1841121.6 246606.5 0.0 -5523364.9 -14729.0 0.0 -7364486.5 0.0 0.0 0.0 -230036.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
H2 u 2
0.0 -276043.7 0.0 0.0 829196.5 1278556.7 0.0 -552087.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -1065.5 1278556.7 0.0 0.0 0.0
V2 v 2
-1841121.6 0.0 1227414420.9 -5523364.9 1278556.7 9410177227.2 7364486.5 0.0 2454828841.9 0.0 0.0 0.0 0.0 -1278556.7 1022845350.8 0.0 0.0 0.0
M2 Ɵ 2
0.0 0.0 0.0 -14729.0 0.0 7364486.5 244765.4 0.0 7364486.5 -230036.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
H3 u 3
0.0 0.0 0.0 0.0 -552087.4 0.0 0.0 553152.8 1278556.7 0.0 -1065.5 1278556.7 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
V3 = v 3
0.0 0.0 0.0 -7364486.5 0.0 2454828841.9 7364486.5 1278556.7 6955348385.3 0.0 -1278556.7 1022845350.8 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
M3 Ɵ 3
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -230036.4 0.0 0.0 244765.4 0.0 -7364486.5 -14729.0 0.0 -7364486.5 0.0 0.0 0.0
H4 u 4
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -1065.5 1278556.7 0.0 553152.8 1278556.7 0.0 -552087.4 0.0 0.0 0.0 0.0
V4 v 4
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 1278556.7 1022845350.8 -7364486.5 -1278556.7 6955348385.3 7364486.5 0.0 2454828841.9 0.0 0.0 0.0
M4 Ɵ 4
0.0 0.0 0.0 -230036.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -14729.0 0.0 7364486.5 246606.5 0.0 5523364.9 -1841.1 0.0 -1841121.6
H5 u 5
0.0 0.0 0.0 0.0 -1065.5 1278556.7 0.0 0.0 0.0 0.0 -552087.4 0.0 0.0 829196.5 1278556.7 0.0 -276043.7 0.0
V5 v 5
0.0 0.0 0.0 0.0 1278556.7 1022845350.8 0.0 0.0 0.0 -7364486.5 0.0 2454828841.9 5523364.9 -1278556.7 9410177227.2 1841121.6 0.0 1227414420.9
M5 Ɵ 5
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -1841.1 0.0 1841121.6 1841.1 0.0 1841121.6
H6 u 6
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -276043.7 0.0 0.0 276043.7 0.0
V6 v 6
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -1841121.6 0.0 1227414420.9 1841121.6 0.0 2454828841.9
M6 Ɵ 6

Universitas Sumatera Utara


-1
246606.5 0.0 -5523364.9 -14729.0 0.0 -7364486.5 0.0 0.0 0.0 -230036.4 0.0 0.0
u 2 H2
0.0 829196.5 1278556.7 0.0 -552087.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -1065.5 1278556.7
v 2 V2
-5523364.9 1278556.7 9410177227.2 7364486.5 0.0 2454828841.9 0.0 0.0 0.0 0.0 -1278556.7 1022845350.8
Ɵ 2 M2
-14729.0 0.0 7364486.5 244765.4 0.0 7364486.5 -230036.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
u 3 H3
0.0 -552087.4 0.0 0.0 553152.8 1278556.7 0.0 -1065.5 1278556.7 0.0 0.0 0.0
v 3 V3
-7364486.5 0.0 2454828841.9 7364486.5 1278556.7 6955348385.3 0.0 -1278556.7 1022845350.8 0.0 0.0 0.0
Ɵ 3 = M3
0.0 0.0 0.0 -230036.4 0.0 0.0 244765.4 0.0 -7364486.5 -14729.0 0.0 -7364486.5
u 4 H4
0.0 0.0 0.0 0.0 -1065.5 1278556.7 0.0 553152.8 1278556.7 0.0 -552087.4 0.0
v 4 V4
0.0 0.0 0.0 0.0 1278556.7 1022845350.8 -7364486.5 -1278556.7 6955348385.3 7364486.5 0.0 2454828841.9
Ɵ 4 M4
-230036.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -14729.0 0.0 7364486.5 246606.5 0.0 5523364.9
u 5 H5
0.0 -1065.5 1278556.7 0.0 0.0 0.0 0.0 -552087.4 0.0 0.0 829196.5 1278556.7
v 5 V5
0.0 1278556.7 1022845350.8 0.0 0.0 0.0 -7364486.5 0.0 2454828841.9 5523364.9 -1278556.7 9410177227.2
Ɵ 5 M5

0.000500486 -1.10544E-08 -2.27494E-07 0.000675496 -1.49958E-08 -1.23416E-07 0.000675468 1.49958E-08 1.25143E-07 0.000498352 1.10544E-08 2.28197E-07 0
u 2
-1.12555E-08 3.60277E-06 -3.41799E-10 1.26683E-08 3.59817E-06 -4.97462E-10 -1.26683E-08 2.44413E-08 -4.97462E-10 1.12555E-08 1.98486E-08 -3.41799E-10 0
v 2
-2.27494E-07 -3.37145E-10 2.79925E-10 -4.0447E-07 -2.65802E-10 1.09098E-10 -4.03347E-07 2.65802E-10 -1.39461E-10 -2.28197E-07 3.37145E-10 -1.75766E-10 0
Ɵ 2
0.000675496 1.24478E-08 -4.0447E-07 0.001078163 1.61195E-08 -3.32218E-07 0.001076014 -1.61195E-08 3.30606E-07 0.000675468 -1.24478E-08 4.03347E-07 1018.78
u 3
-1.52548E-08 3.59817E-06 -2.71482E-10 1.64022E-08 5.40289E-06 -8.1651E-10 -1.64022E-08 3.10345E-08 -8.1651E-10 1.52548E-08 2.44493E-08 -2.71482E-10 -219,781.11
v 3
-1.23416E-07 -4.87496E-10 1.09098E-10 -3.32218E-07 -8.03443E-10 3.58869E-10 -3.30606E-07 8.03443E-10 -2.21102E-10 -1.25143E-07 4.87496E-10 -1.39461E-10 0
Ɵ 3 =
0.000675468 -1.24478E-08 -4.03347E-07 0.001076014 -1.61195E-08 -3.30606E-07 0.001078163 1.61195E-08 3.32218E-07 0.000675496 1.24478E-08 4.0447E-07 1018.78
u 4
-1.52548E-08 4.42432E-08 -2.71482E-10 1.64022E-08 5.82869E-08 -8.1651E-10 -1.64022E-08 5.37564E-06 -8.1651E-10 1.52548E-08 3.57837E-06 -2.71482E-10 -219,781.11
v 4
1.25143E-07 -4.87496E-10 -1.39461E-10 3.30606E-07 -8.03443E-10 -2.21102E-10 3.32218E-07 8.03443E-10 3.58869E-10 1.23416E-07 4.87496E-10 1.09098E-10 0
Ɵ 4
0.000498352 1.10544E-08 -2.28197E-07 0.000675468 1.49958E-08 -1.25143E-07 0.000675496 -1.49958E-08 1.23416E-07 0.000500486 -1.10544E-08 2.27494E-07 0
u 5
-1.12555E-08 3.51266E-08 -3.41799E-10 1.26683E-08 4.42511E-08 -4.97462E-10 -1.26683E-08 3.57836E-06 -4.97462E-10 1.12555E-08 3.58749E-06 -3.41799E-10 0
v 5
2.28197E-07 -3.37145E-10 -1.75766E-10 4.03347E-07 -2.65802E-10 -1.39461E-10 4.0447E-07 2.65802E-10 1.09098E-10 2.27494E-07 3.37145E-10 2.79925E-10 0
Ɵ 5

Perpindahan
1.376332318
u 2 mm
-0.796182379
v 2 mm
-0.000822986
Ɵ 2 rad
2.194628705
u 3 mm
-1.194273569
v 3 mm
-0.00067527
Ɵ 3 = rad
2.194628705
u 4 mm
-1.194273569
v 4 mm
0.00067527
Ɵ 4 rad
1.376332318
u 5 mm
-0.796182379
v 5 mm
0.000822986
Ɵ 5 rad

Universitas Sumatera Utara


Reaksi pada tumpuan
1841.1 0.0 -1841121.6 -1841.1 0.0 -1841121.6 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.00
H1
0.0 276043.7 0.0 0.0 -276043.7 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.00
V1
-1841121.6 0.0 2454828841.9 1841121.6 0.0 1227414420.9 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.00
M1
-1841.1 0.0 1841121.6 246606.5 0.0 -5523364.9 -14729.0 0.0 -7364486.5 0.0 0.0 0.0 -230036.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 1.38
H2
0.0 -276043.7 0.0 0.0 829196.5 1278556.7 0.0 -552087.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -1065.5 1278556.7 0.0 0.0 0.0 -0.80
V2
-1841121.6 0.0 1227414420.9 -5523364.9 1278556.7 9410177227.2 7364486.5 0.0 2454828841.9 0.0 0.0 0.0 0.0 -1278556.7 1022845350.8 0.0 0.0 0.0 0.00
M2
0.0 0.0 0.0 -14729.0 0.0 7364486.5 244765.4 0.0 7364486.5 -230036.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 2.19
H3
0.0 0.0 0.0 0.0 -552087.4 0.0 0.0 553152.8 1278556.7 0.0 -1065.5 1278556.7 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -1.19
V3 =
0.0 0.0 0.0 -7364486.5 0.0 2454828841.9 7364486.5 1278556.7 6955348385.3 0.0 -1278556.7 1022845350.8 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.00
M3
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -230036.4 0.0 0.0 244765.4 0.0 -7364486.5 -14729.0 0.0 -7364486.5 0.0 0.0 0.0 2.19
H4
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -1065.5 1278556.7 0.0 553152.8 1278556.7 0.0 -552087.4 0.0 0.0 0.0 0.0 -1.19
V4
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 1278556.7 1022845350.8 -7364486.5 -1278556.7 6955348385.3 7364486.5 0.0 2454828841.9 0.0 0.0 0.0 0.00
M4
0.0 0.0 0.0 -230036.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -14729.0 0.0 7364486.5 246606.5 0.0 5523364.9 -1841.1 0.0 -1841121.6 1.38
H5
0.0 0.0 0.0 0.0 -1065.5 1278556.7 0.0 0.0 0.0 0.0 -552087.4 0.0 0.0 829196.5 1278556.7 0.0 -276043.7 0.0 -0.80
V5
0.0 0.0 0.0 0.0 1278556.7 1022845350.8 0.0 0.0 0.0 -7364486.5 0.0 2454828841.9 5523364.9 -1278556.7 9410177227.2 1841121.6 0.0 1227414420.9 0.00
M5
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -1841.1 0.0 1841121.6 1841.1 0.0 1841121.6 0.00
H6
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -276043.7 0.0 0.0 276043.7 0.0 0.00
V6
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -1841121.6 0.0 1227414420.9 1841121.6 0.0 2454828841.9 0.00
M6

-1,018.78
H1 = N
219,781.11
V1 = N
1,523,850.61
M1 = Nmm
0.00
H2 = N
0.00
V2 = N
0.00
M2 = Nmm
1,018.78
H3 = N
-219,781.11
3 = N
0.00
M3 = Nmm
1,018.78
H4 = N
-219,781.11
V4 = N
0.00
M4 = Nmm
0.00
H5 = N
0.00
V5 = N
0.00
M5 = Nmm
-1,018.78
H6 = N
219,781.11
V6 = N
-1,523,850.61
M6 = Nmm

Universitas Sumatera Utara


Jembatan gantung pejalan kaki bentang 40 meter

Analisa struktur pada menara menggunakan Metode Elemen Hingga


dengan data perencanaan sebagai berikut.
Gaya vertikal pada menara (P) : 541966.99 N
Gaya horizontal pada menara (H) : 2037.56 N
Luas penampang baja (A) : 7537.04 mm2
Modulus elastisitas baja (E) : 200000 Mpa
Momen inersia penampang (I) : 62842017.79 mm4

4
3

b d

2 5
f

a e

1 6

Gambar 4.29. Pemodelan elemen menara

( )( )

( )( )

Universitas Sumatera Utara


( ) ( )
( ) ( ) ( )
[ ]
( ) ( )
( ) ( )
[ ]
Batang a, b, d, dan e dengan sudut 900
Sin :1
Cos : 0

9652.5 0.0 -12065667.4 -9652.5 0.0 -12065667.4


0.0 602962.9 0.0 0.0 -602962.9 0.0
-12065667.4 0.0 20109445692.6 12065667.4 0.0 10054722846.3
[ ]
-9652.5 0.0 12065667.4 9652.5 0.0 12065667.4
0.0 -602962.9 0.0 0.0 602962.9 0.0
-12065667.4 0.0 10054722846.3 12065667.4 0.0 20109445692.6

Batang c dan f dengan sudut 00


Sin :0
Cos : 1

628086.4 0.0 0.0 -628086.4 0.0 0.0


0.0 10910.1 13092087.0 0.0 -10910.1 13092087.0
0.0 13092087.0 20947339263.2 0.0 -13092087.0 10473669631.6
[ ]
-628086.4 0.0 0.0 628086.4 0.0 0.0
0.0 -10910.1 13092087.0 0.0 10910.1 13092087.0
0.0 13092087.0 10473669631.6 0.0 -13092087.0 20947339263.2

f1 = ka11 d1 + ka12 d2
f2 = ka21 d1 + ka 22 d2 + kb11 d2 + kb12 d3 + kf11 d2 + kf12 d5
f3 = kb21 d2 + kb22 d3 + kc11 d3 + kc12 d4
f4 = kc21 d3 + kc22 d4 + kd11 d4 + kd12 d5
f5 = kd22 d5 + kd21 d4 + kf21 d2 + kf22 d5 + ke12 d6 + ke11 d5
f6 = ke22 d6 + ke21 d5

f1 = ka11 ka12 0 0 0 0 d1
f2 = ka21 ka22 + kb11 + kf11 kb12 0 kf12 0 d2
kb22 +
f3 = 0 kb21 kc12 0 0 d3
kc11
kc22 +
f4 = 0 0 kc21 kd12 0 d4
kd11
f5 = 0 kf21 0 kd21 kd22 + kf22 + ke11 ke12 d5
f6 = 0 0 0 0 ke21 ke22 d6

Universitas Sumatera Utara


H1 9652.5 0.0 -12065667.4 -9652.5 0.0 -12065667.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 u 1
0.0 602962.9 0.0 0.0 -602962.9 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
V1 v 1
-12065667.4 0.0 20109445692.6 12065667.4 0.0 10054722846.3 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
M1 Ɵ 1
-9652.5 0.0 12065667.4 647391.4 0.0 0.0 -9652.5 0.0 -12065667.4 0.0 0.0 0.0 -628086.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
H2 u 2
0.0 -602962.9 0.0 0.0 1216835.9 13092087.0 0.0 -602962.9 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -10910.1 13092087.0 0.0 0.0 0.0
V2 v 2
-12065667.4 0.0 10054722846.3 0.0 13092087.0 61166230648.4 12065667.4 0.0 10054722846.3 0.0 0.0 0.0 0.0 -13092087.0 10473669631.6 0.0 0.0 0.0
M2 Ɵ 2
0.0 0.0 0.0 -9652.5 0.0 12065667.4 637738.9 0.0 12065667.4 -628086.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
H3 u 3
0.0 0.0 0.0 0.0 -602962.9 0.0 0.0 613873.0 13092087.0 0.0 -10910.1 13092087.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
V3 = v 3
0.0 0.0 0.0 -12065667.4 0.0 10054722846.3 12065667.4 13092087.0 41056784955.8 0.0 -13092087.0 10473669631.6 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
M3 Ɵ 3
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -628086.4 0.0 0.0 637738.9 0.0 -12065667.4 -9652.5 0.0 -12065667.4 0.0 0.0 0.0
H4 u 4
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -10910.1 13092087.0 0.0 613873.0 13092087.0 0.0 -602962.9 0.0 0.0 0.0 0.0
V4 v 4
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 13092087.0 10473669631.6 -12065667.4 -13092087.0 41056784955.8 12065667.4 0.0 10054722846.3 0.0 0.0 0.0
M4 Ɵ 4
0.0 0.0 0.0 -628086.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -9652.5 0.0 12065667.4 647391.4 0.0 0.0 -9652.5 0.0 -12065667.4
H5 u 5
0.0 0.0 0.0 0.0 -10910.1 13092087.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -602962.9 0.0 0.0 1216835.9 13092087.0 0.0 -602962.9 0.0
V5 v 5
0.0 0.0 0.0 0.0 13092087.0 10473669631.6 0.0 0.0 0.0 -12065667.4 0.0 10054722846.3 0.0 -13092087.0 61166230648.4 12065667.4 0.0 10054722846.3
M5 Ɵ 5
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -9652.5 0.0 12065667.4 9652.5 0.0 12065667.4
H6 u 6
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -602962.9 0.0 0.0 602962.9 0.0
V6 v 6
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -12065667.4 0.0 10054722846.3 12065667.4 0.0 20109445692.6
M6 Ɵ 6

Kondisi batas
H1 9652.5 0.0 -12065667.4 -9652.5 0.0 -12065667.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 u 1
0.0 602962.9 0.0 0.0 -602962.9 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
V1 v 1
-12065667.4 0.0 20109445692.6 12065667.4 0.0 10054722846.3 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
M1 Ɵ 1
-9652.5 0.0 12065667.4 647391.4 0.0 0.0 -9652.5 0.0 -12065667.4 0.0 0.0 0.0 -628086.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
H2 u 2
0.0 -602962.9 0.0 0.0 1216835.9 13092087.0 0.0 -602962.9 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -10910.1 13092087.0 0.0 0.0 0.0
V2 v 2
-12065667.4 0.0 10054722846.3 0.0 13092087.0 61166230648.4 12065667.4 0.0 10054722846.3 0.0 0.0 0.0 0.0 -13092087.0 10473669631.6 0.0 0.0 0.0
M2 Ɵ 2
0.0 0.0 0.0 -9652.5 0.0 12065667.4 637738.9 0.0 12065667.4 -628086.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
H3 u 3
0.0 0.0 0.0 0.0 -602962.9 0.0 0.0 613873.0 13092087.0 0.0 -10910.1 13092087.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
V3 = v 3
0.0 0.0 0.0 -12065667.4 0.0 10054722846.3 12065667.4 13092087.0 41056784955.8 0.0 -13092087.0 10473669631.6 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
M3 Ɵ 3
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -628086.4 0.0 0.0 637738.9 0.0 -12065667.4 -9652.5 0.0 -12065667.4 0.0 0.0 0.0
H4 u 4
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -10910.1 13092087.0 0.0 613873.0 13092087.0 0.0 -602962.9 0.0 0.0 0.0 0.0
V4 v 4
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 13092087.0 10473669631.6 -12065667.4 -13092087.0 41056784955.8 12065667.4 0.0 10054722846.3 0.0 0.0 0.0
M4 Ɵ 4
0.0 0.0 0.0 -628086.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -9652.5 0.0 12065667.4 647391.4 0.0 0.0 -9652.5 0.0 -12065667.4
H5 u 5
0.0 0.0 0.0 0.0 -10910.1 13092087.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -602962.9 0.0 0.0 1216835.9 13092087.0 0.0 -602962.9 0.0
V5 v 5
0.0 0.0 0.0 0.0 13092087.0 10473669631.6 0.0 0.0 0.0 -12065667.4 0.0 10054722846.3 0.0 -13092087.0 61166230648.4 12065667.4 0.0 10054722846.3
M5 Ɵ 5
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -9652.5 0.0 12065667.4 9652.5 0.0 12065667.4
H6 u 6
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -602962.9 0.0 0.0 602962.9 0.0
V6 v 6
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -12065667.4 0.0 10054722846.3 12065667.4 0.0 20109445692.6
M6 Ɵ 6

Universitas Sumatera Utara


-1
647391.4 0.0 0.0 -9652.5 0.0 -12065667.4 0.0 0.0 0.0 -628086.4 0.0 0.0
u 2 H2
0.0 1216835.9 13092087.0 0.0 -602962.9 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -10910.1 13092087.0
v 2 V2
0.0 13092087.0 61166230648.4 12065667.4 0.0 10054722846.3 0.0 0.0 0.0 0.0 -13092087.0 10473669631.6
Ɵ 2 M2
-9652.5 0.0 12065667.4 637738.9 0.0 12065667.4 -628086.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
u 3 H3
0.0 -602962.9 0.0 0.0 613873.0 13092087.0 0.0 -10910.1 13092087.0 0.0 0.0 0.0
v 3 V3
-12065667.4 0.0 10054722846.3 12065667.4 13092087.0 41056784955.8 0.0 -13092087.0 10473669631.6 0.0 0.0 0.0
Ɵ 3 = M3
0.0 0.0 0.0 -628086.4 0.0 0.0 637738.9 0.0 -12065667.4 -9652.5 0.0 -12065667.4
u 4 H4
0.0 0.0 0.0 0.0 -10910.1 13092087.0 0.0 613873.0 13092087.0 0.0 -602962.9 0.0
v 4 V4
0.0 0.0 0.0 0.0 13092087.0 10473669631.6 -12065667.4 -13092087.0 41056784955.8 12065667.4 0.0 10054722846.3
Ɵ 4 M4
-628086.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -9652.5 0.0 12065667.4 647391.4 0.0 0.0
u 5 H5
0.0 -10910.1 13092087.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -602962.9 0.0 0.0 1216835.9 13092087.0
v 5 V5
0.0 13092087.0 10473669631.6 0.0 0.0 0.0 -12065667.4 0.0 10054722846.3 0.0 -13092087.0 61166230648.4
Ɵ 5 M5

9.35334E-05 -3.13215E-09 -3.3086E-08 0.000147891 -6.96765E-09 -1.06321E-08 0.000147887 6.96765E-09 1.08203E-08 9.27475E-05 3.13215E-09 3.30589E-08 0
u 2
-3.49764E-09 1.62827E-06 -2.51524E-10 5.94044E-09 1.61606E-06 -3.74493E-10 -5.94044E-09 4.24151E-08 -3.74493E-10 3.49764E-09 3.0204E-08 -2.51524E-10 0
v 2
-3.3086E-08 -2.36796E-10 3.3642E-11 -7.69264E-08 -1.70189E-10 7.18897E-12 -7.68158E-08 1.70189E-10 -9.97296E-12 -3.30589E-08 2.36796E-10 -1.92739E-11 0
Ɵ 2
0.000147891 5.43067E-09 -7.69264E-08 0.000377738 8.65587E-09 -6.53326E-08 0.000376945 -8.65587E-09 6.51696E-08 0.000147887 -5.43067E-09 7.68158E-08 2037.56
u 3
-7.58529E-09 1.6158E-06 -1.91076E-10 9.47888E-09 3.25177E-06 -8.09434E-10 -9.47888E-09 6.51828E-08 -8.09434E-10 7.58529E-09 4.26748E-08 -1.91076E-10 -541966.99
v 3
-1.06321E-08 -3.35448E-10 7.18897E-12 -6.53326E-08 -7.43484E-10 4.50547E-11 -6.51696E-08 7.43484E-10 -2.50232E-11 -1.08203E-08 3.35448E-10 -9.97296E-12 0
Ɵ 3 =
0.000147887 -5.43067E-09 -7.68158E-08 0.000376945 -8.65587E-09 -6.51696E-08 0.000377738 8.65587E-09 6.53326E-08 0.000147891 5.43067E-09 7.69264E-08 2037.56
u 4
-7.58529E-09 1.21509E-07 -1.91076E-10 9.47888E-09 2.0911E-07 -8.09434E-10 -9.47888E-09 3.10784E-06 -8.09434E-10 7.58529E-09 1.53697E-06 -1.91076E-10 -541966.99
v 4
1.08203E-08 -3.35448E-10 -9.97296E-12 6.51696E-08 -7.43484E-10 -2.50232E-11 6.53326E-08 7.43484E-10 4.50547E-11 1.06321E-08 3.35448E-10 7.18897E-12 0
Ɵ 4
9.27475E-05 3.13215E-09 -3.30589E-08 0.000147887 6.96765E-09 -1.08203E-08 0.000147891 -6.96765E-09 1.06321E-08 9.35334E-05 -3.13215E-09 3.3086E-08 0
u 5
-3.49764E-09 7.99044E-08 -2.51524E-10 5.94044E-09 1.21769E-07 -3.74493E-10 -5.94044E-09 1.53671E-06 -3.74493E-10 3.49764E-09 1.57857E-06 -2.51524E-10 0
v 5
3.30589E-08 -2.36796E-10 -1.92739E-11 7.68158E-08 -1.70189E-10 -9.97296E-12 7.69264E-08 1.70189E-10 7.18897E-12 3.3086E-08 2.36796E-10 3.3642E-11 0
Ɵ 5

Perpindahan
u 2 0.602663538 mm
v 2 -0.898839702 mm
Ɵ 2 -0.000313259 rad
u 3 1.537708982 mm
v 3 -1.797679405 mm
Ɵ 3 = -0.000265906 rad
u 4 1.537708982 mm
v 4 -1.797679405 mm
Ɵ 4 0.000265906 rad
u 5 0.602663538 mm
v 5 -0.898839702 mm
Ɵ 5 0.000313259 rad

10

Universitas Sumatera Utara


Reaksi pada tumpuan
H1 9652.5 0.0 -12065667.4 -9652.5 0.0 -12065667.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.00
V1 0.0 602962.9 0.0 0.0 -602962.9 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.00
-
M1 0.0 20109445692.6 12065667.4 0.0 10054722846.3 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.00
12065667.4
H2 -9652.5 0.0 12065667.4 647391.4 0.0 0.0 -9652.5 0.0 -12065667.4 0.0 0.0 0.0 -628086.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.60

V2 0.0 -602962.9 0.0 0.0 1216835.9 13092087.0 0.0 -602962.9 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -10910.1 13092087.0 0.0 0.0 0.0 -0.90
- - 0.00
M2 0.0 10054722846.3 0.0 13092087.0 61166230648.4 12065667.4 0.0 10054722846.3 0.0 0.0 0.0 0.0 10473669631.6 0.0 0.0 0.0
12065667.4 13092087.0
H3 0.0 0.0 0.0 -9652.5 0.0 12065667.4 637738.9 0.0 12065667.4 -628086.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 1.54

V3 = 0.0 0.0 0.0 0.0 -602962.9 0.0 0.0 613873.0 13092087.0 0.0 -10910.1 13092087.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -1.80
- 0.00
M3 0.0 0.0 0.0 -12065667.4 0.0 10054722846.3 12065667.4 13092087.0 41056784955.8 0.0 10473669631.6 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
13092087.0
H4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -628086.4 0.0 0.0 637738.9 0.0 -12065667.4 -9652.5 0.0 -12065667.4 0.0 0.0 0.0 1.54

V4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -10910.1 13092087.0 0.0 613873.0 13092087.0 0.0 -602962.9 0.0 0.0 0.0 0.0 -1.80
- 0.00
M4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 13092087.0 10473669631.6 -12065667.4 41056784955.8 12065667.4 0.0 10054722846.3 0.0 0.0 0.0
13092087.0
H5 0.0 0.0 0.0 -628086.4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -9652.5 0.0 12065667.4 647391.4 0.0 0.0 -9652.5 0.0 -12065667.4 0.60

V5 0.0 0.0 0.0 0.0 -10910.1 13092087.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -602962.9 0.0 0.0 1216835.9 13092087.0 0.0 -602962.9 0.0 -0.90
- 0.00
M5 0.0 0.0 0.0 0.0 13092087.0 10473669631.6 0.0 0.0 0.0 -12065667.4 0.0 10054722846.3 0.0 61166230648.4 12065667.4 0.0 10054722846.3
13092087.0
H6 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -9652.5 0.0 12065667.4 9652.5 0.0 12065667.4 0.00
V6 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -602962.9 0.0 0.0 602962.9 0.0 0.00
M6 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -12065667.4 0.0 10054722846.3 12065667.4 0.0 20109445692.6 0.00

H1 = -2,037.56 N
V1 = 541,966.99 N
M1 = 4,121,809.79 Nmm
H2 = 0.00 N
V2 = 0.00 N
M2 = 0.00 Nmm
H3 = 2,037.56 N
V3 = -541,966.99 N
M3 = 0.00 Nmm
H4 = 2,037.56 N
V4 = -541,966.99 N
M4 = 0.00 Nmm
H5 = 0.00 N
V5 = 0.00 N
M5 = 0.00 Nmm
H6 = -2,037.56 N
V6 = 541,966.99 N
M6 = -4,121,809.79 Nmm

11

Universitas Sumatera Utara


Analisa struktur bentang 60 meter

Analisa struktur pada menara menggunakan Metode Elemen Hingga dengan data perencanaan sebagai berikut.
Gaya vertikal pada menara (P) : 812950.48 N
Gaya horizontal pada menara (H) : 3056.34 N
Luas penampang baja (A) : 7049.36 mm2
Modulus elastisitas baja (E) : 200000 Mpa
Momen inersia penampang (I) : 22069810.21 mm4

4 5

c d

3 6
h

b
e

2 i 7

a f

1 8

Gambar 4.39. Pemodelan elemen menara

( )( )

( )( )

( )( )

( ) ( )
( ) ( ) ( )
[ ]
( ) ( )
( ) ( )
[ ]

Batang a dan f dengan sudut 900


Sin :1
Cos : 0

6620.9 0.0 -6620943.1 -6620.9 0.0 -6620943.1


0.0 704936.3 0.0 0.0 -704936.3 0.0
-6620943.1 0.0 8827924083.8 6620943.1 0.0 4413962041.9
[ ]
-6620.9 0.0 6620943.1 6620.9 0.0 6620943.1
0.0 -704936.3 0.0 0.0 704936.3 0.0
-6620943.1 0.0 4413962041.9 6620943.1 0.0 8827924083.8

12

Universitas Sumatera Utara


Batang b, c, d, dan e dengan sudut 900
Sin :1
Cos : 0

3389.9 0.0 -4237403.6 -3389.9 0.0 -4237403.6


0.0 563949.0 0.0 0.0 -563949.0 0.0
-4237403.6 0.0 7062339267.0 4237403.6 0.0 3531169633.5
[ ]
-3389.9 0.0 4237403.6 3389.9 0.0 4237403.6
0.0 -563949.0 0.0 0.0 563949.0 0.0
-4237403.6 0.0 3531169633.5 4237403.6 0.0 7062339267.0

Batang g, h, dan i dengan sudut 00


Sin :0
Cos : 1

587446.9 0.0 0.0 -587446.9 0.0 0.0


0.0 3831.6 4597877.1 0.0 -3831.6 4597877.1
0.0 4597877.1 7356603403.2 0.0 -4597877.1 3678301701.6
[ ]
-587446.9 0.0 0.0 587446.9 0.0 0.0
0.0 -3831.6 4597877.1 0.0 3831.6 4597877.1
0.0 4597877.1 3678301701.6 0.0 -4597877.1 7356603403.2

f1 = ka11 d1 + ka12 d2
f2 = ka21 d1 + ka22 d2 +kb11 d2 + kb12 d3 + ki11 d2 +ki12 d7
f3 = kb21 d2 +kb22 d3 +kc11 d3 + kc12 d4 + kh11 d3 + kh 12 d6
f4 = kc21 d3 + kc22 d4 + kg11 d4 + kg12 d5
f5 = kg21 d4 +kg22 d5 + kd12 d6 + kd11 d5
f6 = kd22 d6 + kd21 d5 +kh21 d3 + kh22 d6 + ke12 d7 + ke11 d6
f7 = ke22 d7 + ke21 d6 + ki21 d2 + ki22 d7 + kf12 d8 + kf11 d7
f8 = kf22 d8 + kf21 d7

f1 = ka11 ka12 0 0 0 0 0 0 d1
ka22 + kb11
f2 = ka21 kb12 0 0 ki12 0 d2
+ ki11
kb22 + kc11 +
f3 = 0 kb21 kc12 0 kh12 0 0 d3
kh11
kc22
f4 = 0 0 kc21 kg12 0 0 0 d4
+ kg11
kg22
f5 = 0 0 0 kg21 kd12 0 0 d5
+kd11
kh22 + kd22
f6 = 0 0 kh21 0 kd21 ke12 0 d6
+ ke11
ki22 + kf11
f7 = 0 ki21 0 0 0 ke21 kf12 d7
+ ke22
f8 = 0 0 0 0 kf21 kf22 d8

13

Universitas Sumatera Utara


u1
H1 6.6E+03 0.0E+00 -6.6E+06 -6.6E+03 0.0E+00 -6.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
V1 0.0E+00 7.0E+05 0.0E+00 0.0E+00 -7.0E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 v1
M1 -6.6E+06 0.0E+00 8.8E+09 6.6E+06 0.0E+00 4.4E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 Ɵ1
H2 -6.6E+03 0.0E+00 6.6E+06 6.0E+05 0.0E+00 2.4E+06 -3.4E+03 0.0E+00 -4.2E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 u2
V2 0.0E+00 -7.0E+05 0.0E+00 0.0E+00 1.3E+06 4.6E+06 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 v2
M2 -6.6E+06 0.0E+00 4.4E+09 2.4E+06 4.6E+06 2.3E+10 4.2E+06 0.0E+00 3.5E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 Ɵ2
H3 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.4E+03 0.0E+00 4.2E+06 5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 -3.4E+03 0.0E+00 -4.2E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 u3
V3 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 1.1E+06 4.6E+06 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 v3
M3 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.2E+06 0.0E+00 3.5E+09 0.0E+00 4.6E+06 2.1E+10 4.2E+06 0.0E+00 3.5E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 Ɵ3
H4 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.4E+03 0.0E+00 4.2E+06 5.9E+05 0.0E+00 4.2E+06 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 u4
V4 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 5.7E+05 4.6E+06 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 v4
M4 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.2E+06 0.0E+00 3.5E+09 4.2E+06 4.6E+06 1.4E+10 0.0E+00 -4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 Ɵ4
H5 = 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 5.9E+05 0.0E+00 -4.2E+06 -3.4E+03 0.0E+00 -4.2E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 u5
V5 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 5.7E+05 4.6E+06 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 v5
M5 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 4.6E+06 3.7E+09 -4.2E+06 -4.6E+06 1.4E+10 4.2E+06 0.0E+00 3.5E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 Ɵ5
H6 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.4E+03 0.0E+00 4.2E+06 5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 -3.4E+03 0.0E+00 -4.2E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 u6
V6 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 1.1E+06 4.6E+06 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 v6
M6 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.2E+06 0.0E+00 3.5E+09 0.0E+00 -4.6E+06 2.1E+10 4.2E+06 0.0E+00 3.5E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 Ɵ6
H7 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.4E+03 0.0E+00 4.2E+06 6.0E+05 0.0E+00 -2.4E+06 -6.6E+03 0.0E+00 -6.6E+06 u7
V7 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 1.3E+06 4.6E+06 0.0E+00 -7.0E+05 0.0E+00 v7
M7 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.2E+06 0.0E+00 3.5E+09 -2.4E+06 -4.6E+06 2.3E+10 6.6E+06 0.0E+00 4.4E+09 Ɵ7
H8 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -6.6E+03 0.0E+00 6.6E+06 6.6E+03 0.0E+00 6.6E+06 u8
V8 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -7.0E+05 0.0E+00 0.0E+00 7.0E+05 0.0E+00 v8
M8 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -6.6E+06 0.0E+00 4.4E+09 6.6E+06 0.0E+00 8.8E+09 Ɵ8

Kondisi batas
u1
H1 6.6E+03 0.0E+00 -6.6E+06 -6.6E+03 0.0E+00 -6.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
V1 0.0E+00 7.0E+05 0.0E+00 0.0E+00 -7.0E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 v1
M1 -6.6E+06 0.0E+00 8.8E+09 6.6E+06 0.0E+00 4.4E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 Ɵ1
H2 -6.6E+03 0.0E+00 6.6E+06 6.0E+05 0.0E+00 2.4E+06 -3.4E+03 0.0E+00 -4.2E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 u2
V2 0.0E+00 -7.0E+05 0.0E+00 0.0E+00 1.3E+06 4.6E+06 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 v2
M2 -6.6E+06 0.0E+00 4.4E+09 2.4E+06 4.6E+06 2.3E+10 4.2E+06 0.0E+00 3.5E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 Ɵ2
H3 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.4E+03 0.0E+00 4.2E+06 5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 -3.4E+03 0.0E+00 -4.2E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 u3
V3 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 1.1E+06 4.6E+06 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 v3
M3 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.2E+06 0.0E+00 3.5E+09 0.0E+00 4.6E+06 2.1E+10 4.2E+06 0.0E+00 3.5E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 Ɵ3
H4 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.4E+03 0.0E+00 4.2E+06 5.9E+05 0.0E+00 4.2E+06 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 u4
V4 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 5.7E+05 4.6E+06 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 v4
M4 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.2E+06 0.0E+00 3.5E+09 4.2E+06 4.6E+06 1.4E+10 0.0E+00 -4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 Ɵ4
H5 = 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 5.9E+05 0.0E+00 -4.2E+06 -3.4E+03 0.0E+00 -4.2E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 u5
V5 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 5.7E+05 4.6E+06 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 v5
M5 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 4.6E+06 3.7E+09 -4.2E+06 -4.6E+06 1.4E+10 4.2E+06 0.0E+00 3.5E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 Ɵ5
H6 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.4E+03 0.0E+00 4.2E+06 5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 -3.4E+03 0.0E+00 -4.2E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 u6
V6 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 1.1E+06 4.6E+06 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 v6
M6 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.2E+06 0.0E+00 3.5E+09 0.0E+00 -4.6E+06 2.1E+10 4.2E+06 0.0E+00 3.5E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 Ɵ6
H7 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.4E+03 0.0E+00 4.2E+06 6.0E+05 0.0E+00 -2.4E+06 -6.6E+03 0.0E+00 -1.7E+07 u7
V7 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 1.3E+06 4.6E+06 0.0E+00 -7.0E+05 0.0E+00 v7
M7 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.2E+06 0.0E+00 3.5E+09 -2.4E+06 -4.6E+06 2.3E+10 6.6E+06 0.0E+00 1.2E+10 Ɵ7
H8 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -6.6E+03 0.0E+00 6.6E+06 6.6E+03 0.0E+00 1.7E+07 u8
V8 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -7.0E+05 0.0E+00 0.0E+00 7.0E+05 0.0E+00 v8
M8 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -6.6E+06 0.0E+00 4.4E+09 6.6E+06 0.0E+00 2.3E+10 Ɵ8
Universitas Sumatera Utara
14
-1
u2 6.0E+05 0.0E+00 2.4E+06 -3.4E+03 0.0E+00 -4.2E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 H2
v2 0.0E+00 1.3E+06 4.6E+06 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 V2
Ɵ2 2.4E+06 4.6E+06 2.3E+10 4.2E+06 0.0E+00 3.5E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.6E+06 3.7E+09 M2
u3 -3.4E+03 0.0E+00 4.2E+06 5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 -3.4E+03 0.0E+00 -4.2E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 H3
v3 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 1.1E+06 4.6E+06 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 V3
Ɵ3 -4.2E+06 0.0E+00 3.5E+09 0.0E+00 4.6E+06 2.1E+10 4.2E+06 0.0E+00 3.5E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 M3
u4 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.4E+03 0.0E+00 4.2E+06 5.9E+05 0.0E+00 4.2E+06 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 H4
v4 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 5.7E+05 4.6E+06 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 V4
Ɵ4 = 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.2E+06 0.0E+00 3.5E+09 4.2E+06 4.6E+06 1.4E+10 0.0E+00 -4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 M4
u5 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 5.9E+05 0.0E+00 -4.2E+06 -3.4E+03 0.0E+00 -4.2E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 H5
v5 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 5.7E+05 4.6E+06 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 V5
Ɵ5 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 4.6E+06 3.7E+09 -4.2E+06 -4.6E+06 1.4E+10 4.2E+06 0.0E+00 3.5E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 M5
u6 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.4E+03 0.0E+00 4.2E+06 5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 -3.4E+03 0.0E+00 -4.2E+06 H6
v6 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 1.1E+06 4.6E+06 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 V6
Ɵ6 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.2E+06 0.0E+00 3.5E+09 0.0E+00 -4.6E+06 2.1E+10 4.2E+06 0.0E+00 3.5E+09 M6
u7 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.4E+03 0.0E+00 4.2E+06 6.0E+05 0.0E+00 -2.4E+06 H7
v7 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 1.3E+06 4.6E+06 V7
Ɵ7 0.0E+00 4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.2E+06 0.0E+00 3.5E+09 -2.4E+06 -4.6E+06 2.3E+10 M7

u2 1.46E-04 -1.92E-10 -6.97E-08 2.55E-04 -1.22E-09 -1.84E-08 2.86E-04 -9.58E-10 -6.02E-09 2.86E-04 9.58E-10 5.99E-09 2.55E-04 1.22E-09 1.86E-08 1.45E-04 1.92E-10 6.96E-08 0

v2 -2.18E-10 1.41E-06 -2.18E-10 -3.79E-10 1.40E-06 -1.83E-10 1.83E-09 1.39E-06 -3.25E-10 -1.83E-09 2.72E-08 -3.25E-10 3.79E-10 2.33E-08 -1.83E-10 2.18E-10 1.30E-08 -2.18E-10 0
Ɵ2 -6.97E-08 -2.12E-10 8.86E-11 -1.80E-07 -1.71E-10 1.58E-11 -2.10E-07 -1.77E-10 6.52E-12 -2.10E-07 1.77E-10 -5.49E-12 -1.80E-07 1.71E-10 -2.13E-11 -6.96E-08 2.12E-10 -5.07E-11 0
u3 2.55E-04 -3.19E-10 -1.80E-07 8.06E-04 -1.80E-09 -1.42E-07 1.04E-03 -3.39E-09 -4.60E-08 1.04E-03 3.39E-09 4.62E-08 8.05E-04 1.80E-09 1.42E-07 2.55E-04 3.19E-10 1.80E-07 0

v3 -1.27E-09 1.40E-06 -1.82E-10 -1.93E-09 3.15E-06 -4.57E-10 4.24E-09 3.14E-06 -7.23E-10 -4.24E-09 5.52E-08 -7.23E-10 1.93E-09 4.60E-08 -4.57E-10 1.27E-09 2.33E-08 -1.82E-10 0

Ɵ3 -1.84E-08 -1.73E-10 1.58E-11 -1.42E-07 -4.36E-10 1.01E-10 -2.75E-07 -3.65E-10 2.20E-11 -2.75E-07 3.65E-10 -3.01E-11 -1.42E-07 4.36E-10 -5.94E-11 -1.86E-08 1.73E-10 -2.13E-11 0
u4 2.86E-04 1.71E-09 -2.10E-07 1.04E-03 3.99E-09 -2.75E-07 1.79E-03 5.35E-09 -2.04E-07 1.79E-03 -5.35E-09 2.04E-07 1.04E-03 -3.99E-09 2.75E-07 2.86E-04 -1.71E-09 2.10E-07 3,056.34
v4 -1.03E-09 1.39E-06 -1.90E-10 -3.56E-09 3.14E-06 -3.91E-10 5.67E-09 4.90E-06 -1.19E-09 -5.67E-09 6.88E-08 -1.19E-09 3.56E-09 5.53E-08 -3.91E-10 1.03E-09 2.73E-08 -1.90E-10 -812,950.48
Ɵ4 = -6.02E-09 -3.02E-10 6.52E-12 -4.60E-08 -6.76E-10 2.20E-11 -2.04E-07 -1.12E-09 1.29E-10 -2.04E-07 1.12E-09 -7.18E-11 -4.62E-08 6.76E-10 -3.01E-11 -5.99E-09 3.02E-10 -5.49E-12 0
u5 2.86E-04 -1.71E-09 -2.10E-07 1.04E-03 -3.99E-09 -2.75E-07 1.79E-03 -5.35E-09 -2.04E-07 1.79E-03 5.35E-09 2.04E-07 1.04E-03 3.99E-09 2.75E-07 2.86E-04 1.71E-09 2.10E-07 3,056.34
v5 -1.03E-09 7.06E-08 -1.90E-10 -3.56E-09 1.47E-07 -3.91E-10 5.67E-09 1.97E-07 -1.19E-09 -5.67E-09 4.77E-06 -1.19E-09 3.56E-09 3.04E-06 -3.91E-10 1.03E-09 1.35E-06 -1.90E-10 -812,950.48

Ɵ5 5.99E-09 -3.02E-10 -5.49E-12 4.62E-08 -6.76E-10 -3.01E-11 2.04E-07 -1.12E-09 -7.18E-11 2.04E-07 1.12E-09 1.29E-10 4.60E-08 6.76E-10 2.20E-11 6.02E-09 3.02E-10 6.52E-12 0
u6 2.55E-04 3.19E-10 -1.80E-07 8.05E-04 1.80E-09 -1.42E-07 1.04E-03 3.39E-09 -4.62E-08 1.04E-03 -3.39E-09 4.60E-08 8.06E-04 -1.80E-09 1.42E-07 2.55E-04 -3.19E-10 1.80E-07 0
v6 -1.27E-09 5.67E-08 -1.82E-10 -1.93E-09 1.16E-07 -4.57E-10 4.24E-09 1.47E-07 -7.23E-10 -4.24E-09 3.04E-06 -7.23E-10 1.93E-09 3.08E-06 -4.57E-10 1.27E-09 1.36E-06 -1.82E-10 0
Ɵ6 1.86E-08 -1.73E-10 -2.13E-11 1.42E-07 -4.36E-10 -5.94E-11 2.75E-07 -3.65E-10 -3.01E-11 2.75E-07 3.65E-10 2.20E-11 1.42E-07 4.36E-10 1.01E-10 1.84E-08 1.73E-10 1.58E-11 0
u7 1.45E-04 1.92E-10 -6.96E-08 2.55E-04 1.22E-09 -1.86E-08 2.86E-04 9.58E-10 -5.99E-09 2.86E-04 -9.58E-10 6.02E-09 2.55E-04 -1.22E-09 1.84E-08 1.46E-04 -1.92E-10 6.97E-08 0
v7 -2.18E-10 3.09E-08 -2.18E-10 -3.79E-10 5.67E-08 -1.83E-10 1.83E-09 7.07E-08 -3.25E-10 -1.83E-09 1.35E-06 -3.25E-10 3.79E-10 1.36E-06 -1.83E-10 2.18E-10 1.39E-06 -2.18E-10 0
Ɵ7 6.96E-08 -2.12E-10 -5.07E-11 1.80E-07 -1.71E-10 -2.13E-11 2.10E-07 -1.77E-10 -5.49E-12 2.10E-07 1.77E-10 6.52E-12 1.80E-07 1.71E-10 1.58E-11 6.97E-08 2.12E-10 8.86E-11 0

Universitas Sumatera Utara


15
Perpindahan
u2 1.74818176214 mm
v2 -1.15322548500 mm
Ɵ2 -0.00128656550 rad
u3 6.35827031627 mm
v3 -2.59475734126 mm
Ɵ3 -0.00168022993 rad
u4 10.91855314742 mm
v4 -4.03628919751 mm
Ɵ4 = -0.00124672092 rad
u5 10.91855314742 mm
v5 -4.03628919751 mm
Ɵ5 0.00124672092 rad
u6 6.35827031627 mm
v6 -2.59475734126 mm
Ɵ6 0.00168022993 rad
u7 1.74818176214 mm
v7 -1.15322548500 mm
Ɵ7 0.00128656550 rad

Reaksi pada tumpuan


0
H1 1.7E+04 0.0E+00 -1.7E+07 -1.7E+04 0.0E+00 -1.7E+07 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
0
V1 0.0E+00 7.0E+05 0.0E+00 0.0E+00 -7.0E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
0
M1 -1.7E+07 0.0E+00 2.3E+10 1.7E+07 0.0E+00 1.2E+10 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
1.75
H2 -1.7E+04 0.0E+00 1.7E+07 6.1E+05 0.0E+00 6.3E+06 -8.9E+03 0.0E+00 -1.1E+07 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
-1.15
V2 0.0E+00 -7.0E+05 0.0E+00 0.0E+00 1.3E+06 1.2E+07 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -1.0E+04 1.2E+07 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
0.00
M2 -1.7E+07 0.0E+00 1.2E+10 6.3E+06 1.2E+07 6.1E+10 1.1E+07 0.0E+00 9.3E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -1.2E+07 9.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
6.36
H3 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -8.9E+03 0.0E+00 1.1E+07 6.1E+05 0.0E+00 0.0E+00 -8.9E+03 0.0E+00 -1.1E+07 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
-2.59
V3 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 1.1E+06 1.2E+07 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -1.0E+04 1.2E+07 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
0.00
M3 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -1.1E+07 0.0E+00 9.3E+09 0.0E+00 1.2E+07 5.7E+10 1.1E+07 0.0E+00 9.3E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -1.2E+07 9.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
10.92
H4 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -8.9E+03 0.0E+00 1.1E+07 6.0E+05 0.0E+00 1.1E+07 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
-4.04
V4 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 5.7E+05 1.2E+07 0.0E+00 -1.0E+04 1.2E+07 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
0.00
M4 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -1.1E+07 0.0E+00 9.3E+09 1.1E+07 1.2E+07 3.8E+10 0.0E+00 -1.2E+07 9.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
10.92
H5 = 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 6.0E+05 0.0E+00 -1.1E+07 -8.9E+03 0.0E+00 -1.1E+07 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
-4.04
V5 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -1.0E+04 1.2E+07 0.0E+00 5.7E+05 1.2E+07 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
0.00
M5 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 1.2E+07 9.7E+09 -1.1E+07 -1.2E+07 3.8E+10 1.1E+07 0.0E+00 9.3E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
6.36
H6 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -8.9E+03 0.0E+00 1.1E+07 6.1E+05 0.0E+00 0.0E+00 -8.9E+03 0.0E+00 -1.1E+07 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
-2.59
V6 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -1.0E+04 1.2E+07 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 1.1E+06 1.2E+07 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
0.00
M6 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 1.2E+07 9.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -1.1E+07 0.0E+00 9.3E+09 0.0E+00 -1.2E+07 5.7E+10 1.1E+07 0.0E+00 9.3E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
1.75
H7 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -8.9E+03 0.0E+00 1.1E+07 6.1E+05 0.0E+00 -6.3E+06 -1.7E+04 0.0E+00 -1.7E+07
-1.15
V7 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -1.0E+04 1.2E+07 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.6E+05 0.0E+00 0.0E+00 1.3E+06 1.2E+07 0.0E+00 -7.0E+05 0.0E+00
0.00
M7 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 1.2E+07 9.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -1.1E+07 0.0E+00 9.3E+09 -6.3E+06 -1.2E+07 6.1E+10 1.7E+07 0.0E+00 1.2E+10
0
H8 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -1.7E+04 0.0E+00 1.7E+07 1.7E+04 0.0E+00 1.7E+07
0
V8 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -7.0E+05 0.0E+00 0.0E+00 7.0E+05 0.0E+00
0
M8 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -1.7E+07 0.0E+00 1.2E+10 1.7E+07 0.0E+00 2.3E+10

Universitas Sumatera Utara


16
H1 = -3,056.34 N
V1 = 812,950.48 N
M1 = 5,895,760.64 Nmm
H2 = 0.00 N
V2 = 0.00 N
M2 = 0.00 Nmm
H3 = 0.00 N
V3 = 0.00 N
M3 = 0.00 Nmm
H4 = 3,056.34 N
V4 = -812,950.48 N
M4 = 0.00 Nmm
H5 = 3,056.34 N
V5 = -812,950.48 N
M5 = 0.00 Nmm
H6 = 0.00 N
V6 = 0.00 N
M6 = 0.00 Nmm
H7 = 0.00 N
V7 = 0.00 N
M7 = 0.00 Nmm
H8 = -3,056.34 N
V8 = 812,950.48 N
M8 = -5,895,760.64 Nmm

17

Universitas Sumatera Utara


Judesa bentang 20 m

Analisa struktur pada menara menggunakan Metode Elemen Hingga


dengan data perencanaan sebagai berikut.
Gaya vertikal pada menara (P) : 174206.80 N
Gaya horizontal pada menara (H) : 1061.227 N
Luas penampang baja (A) : 7537.04 mm2
Modulus elastisitas baja (E) : 200000 Mpa
Momen inersia penampang (I) : 62842017.79 mm4

4
3

b d

2 5
f

a e

1 6

Gambar 4.48. Pemodelan elemen menara

( )( )

( )( )

18

Universitas Sumatera Utara


( ) ( )
( ) ( ) ( )
[ ]
( ) ( )
( ) ( )
[ ]
Batang a, b, d, dan e dengan sudut 900
Sin :1
Cos : 0

3310.5 0.0 -3310471.5 -3310.5 0.0 -3310471.5


0.0 352468.1 0.0 0.0 -352468.1 0.0
-3310471.5 0.0 4413962041.9 3310471.5 0.0 2206981021.0
[ ]
-3310.5 0.0 3310471.5 3310.5 0.0 3310471.5
0.0 -352468.1 0.0 0.0 352468.1 0.0
-3310471.5 0.0 2206981021.0 3310471.5 0.0 4413962041.9

Batang c dan f dengan sudut 00


Sin :0
Cos : 1

293723.5 0.0 0.0 -293723.5 0.0 0.0


0.0 1915.8 2298938.6 0.0 -1915.8 2298938.6
0.0 2298938.6 3678301701.6 0.0 -2298938.6 1839150850.8
[ ]
-293723.5 0.0 0.0 293723.5 0.0 0.0
0.0 -1915.8 2298938.6 0.0 1915.8 2298938.6
0.0 2298938.6 1839150850.8 0.0 -2298938.6 3678301701.6

f1 = ka11 d1 + ka12 d2
f2 = ka21 d1 + ka 22 d2 + kb11 d2 + kb12 d3 + kf11 d2 + kf12 d5
f3 = kb21 d2 + kb22 d3 + kc11 d3 + kc12 d4
f4 = kc21 d3 + kc22 d4 + kd11 d4 + kd12 d5
f5 = kd22 d5 + kd21 d4 + kf21 d2 + kf22 d5 + ke12 d6 + ke11 d5
f6 = ke22 d6 + ke21 d5

f1 = ka11 ka12 0 0 0 0 d1
f2 = ka21 ka22 + kb11 + kf11 kb12 0 kf12 0 d2
kb22 +
f3 = 0 kb21 kc12 0 0 d3
kc11
kc22 +
f4 = 0 0 kc21 kd12 0 d4
kd11
f5 = 0 kf21 0 kd21 kd22 + kf22 + ke11 ke12 d5
f6 = 0 0 0 0 ke21 ke22 d6

19

Universitas Sumatera Utara


H1 u 1
3310.5 0.0 -3310471.5 -3310.5 0.0 -3310471.5 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
V1 0.0 352468.1 0.0 0.0 -352468.1 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 v 1
M1 -3310471.5 0.0 4413962041.9 3310471.5 0.0 2206981021.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 Ɵ 1
H2 -3310.5 0.0 3310471.5 300344.4 0.0 0.0 -3310.5 0.0 -3310471.5 0.0 0.0 0.0 -293723.5 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 u 2
V2 0.0 -352468.1 0.0 0.0 706852.1 2298938.6 0.0 -352468.1 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -1915.8 2298938.6 0.0 0.0 0.0 v 2
M2 -3310471.5 0.0 2206981021.0 0.0 2298938.6 12506225785.4 3310471.5 0.0 2206981021.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -2298938.6 1839150850.8 0.0 0.0 0.0 Ɵ 2
H3 0.0 0.0 0.0 -3310.5 0.0 3310471.5 297033.9 0.0 3310471.5 -293723.5 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 u 3
V3 = 0.0 0.0 0.0 0.0 -352468.1 0.0 0.0 354383.9 2298938.6 0.0 -1915.8 2298938.6 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 v 3
M3 0.0 0.0 0.0 -3310471.5 0.0 2206981021.0 3310471.5 2298938.6 8092263743.5 0.0 -2298938.6 1839150850.8 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 Ɵ 3
H4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -293723.5 0.0 0.0 297033.9 0.0 -3310471.5 -3310.5 0.0 -3310471.5 0.0 0.0 0.0 u 4
V4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -1915.8 2298938.6 0.0 354383.9 2298938.6 0.0 -352468.1 0.0 0.0 0.0 0.0 v 4
M4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 2298938.6 1839150850.8 -3310471.5 -2298938.6 8092263743.5 3310471.5 0.0 2206981021.0 0.0 0.0 0.0 Ɵ 4
H5 0.0 0.0 0.0 -293723.5 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -3310.5 0.0 3310471.5 300344.4 0.0 0.0 -3310.5 0.0 -3310471.5 u 5
V5 0.0 0.0 0.0 0.0 -1915.8 2298938.6 0.0 0.0 0.0 0.0 -352468.1 0.0 0.0 706852.1 2298938.6 0.0 -352468.1 0.0 v 5
M5 0.0 0.0 0.0 0.0 2298938.6 1839150850.8 0.0 0.0 0.0 -3310471.5 0.0 2206981021.0 0.0 -2298938.6 12506225785.4 3310471.5 0.0 2206981021.0 Ɵ 5
H6 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -3310.5 0.0 3310471.5 3310.5 0.0 3310471.5 u 6
V6 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -352468.1 0.0 0.0 352468.1 0.0 v 6
M6 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -3310471.5 0.0 2206981021.0 3310471.5 0.0 4413962041.9 Ɵ 6

Kondisi batas
H1 u 1
3310.5 0.0 -3310471.5 -3310.5 0.0 -3310471.5 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
V1 0.0 352468.1 0.0 0.0 -352468.1 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 v 1
M1 -3310471.5 0.0 4413962041.9 3310471.5 0.0 2206981021.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 Ɵ 1
H2 -3310.5 0.0 3310471.5 300344.4 0.0 0.0 -3310.5 0.0 -3310471.5 0.0 0.0 0.0 -293723.5 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 u 2
V2 0.0 -352468.1 0.0 0.0 706852.1 2298938.6 0.0 -352468.1 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -1915.8 2298938.6 0.0 0.0 0.0 v 2
M2 -3310471.5 0.0 2206981021.0 0.0 2298938.6 12506225785.4 3310471.5 0.0 2206981021.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -2298938.6 1839150850.8 0.0 0.0 0.0 Ɵ 2
H3 0.0 0.0 0.0 -3310.5 0.0 3310471.5 297033.9 0.0 3310471.5 -293723.5 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 u 3
V3 = 0.0 0.0 0.0 0.0 -352468.1 0.0 0.0 354383.9 2298938.6 0.0 -1915.8 2298938.6 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 v 3
M3 0.0 0.0 0.0 -3310471.5 0.0 2206981021.0 3310471.5 2298938.6 8092263743.5 0.0 -2298938.6 1839150850.8 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 Ɵ 3
H4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -293723.5 0.0 0.0 297033.9 0.0 -3310471.5 -3310.5 0.0 -3310471.5 0.0 0.0 0.0 u 4
V4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -1915.8 2298938.6 0.0 354383.9 2298938.6 0.0 -352468.1 0.0 0.0 0.0 0.0 v 4
M4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 2298938.6 1839150850.8 -3310471.5 -2298938.6 8092263743.5 3310471.5 0.0 2206981021.0 0.0 0.0 0.0 Ɵ 4
H5 0.0 0.0 0.0 -293723.5 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -3310.5 0.0 3310471.5 300344.4 0.0 0.0 -3310.5 0.0 -3310471.5 u 5
V5 0.0 0.0 0.0 0.0 -1915.8 2298938.6 0.0 0.0 0.0 0.0 -352468.1 0.0 0.0 706852.1 2298938.6 0.0 -352468.1 0.0 v 5
M5 0.0 0.0 0.0 0.0 2298938.6 1839150850.8 0.0 0.0 0.0 -3310471.5 0.0 2206981021.0 0.0 -2298938.6 12506225785.4 3310471.5 0.0 2206981021.0 Ɵ 5
H6 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -3310.5 0.0 3310471.5 3310.5 0.0 3310471.5 u 6
V6 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -352468.1 0.0 0.0 352468.1 0.0 v 6
M6 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -3310471.5 0.0 2206981021.0 3310471.5 0.0 4413962041.9 Ɵ 6

20

Universitas Sumatera Utara


-1
300344.39
u 2 0.00 0.00 -3310.47 0.00 -3310471.53 0.00 0.00 0.00 -293723.45 0.00 0 H2
v 2 0.00 706852.06 2298938.56 0.00 -352468.14 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 -1915.78 2298938.563 V2
Ɵ 2 0.00 2298938.56 12506225785.39 3310471.53 0.00 2206981020.95 0.00 0.00 0.00 0.00 -2298938.56 1839150851 M2
u 3 -3310.47 0.00 3310471.53 297033.92 0.00 3310471.53 -293723.45 0.00 0.00 0.00 0.00 0 H3
v 3 0.00 -352468.14 0.00 0.00 354383.92 2298938.56 0.00 -1915.78 2298938.56 0.00 0.00 0 V3
Ɵ 3 = -3310471.53 0.00 2206981020.95 3310471.53 2298938.56 8092263743.49 0.00 -2298938.56 1839150850.79 0.00 0.00 0 M3
u 4 0.00 0.00 0.00 -293723.45 0.00 0.00 297033.92 0.00 -3310471.53 -3310.47 0.00 -3310471.531 H4
v 4 0.00 0.00 0.00 0.00 -1915.78 2298938.56 0.00 354383.92 2298938.56 0.00 -352468.14 0 V4
Ɵ 4 0.00 0.00 0.00 0.00 2298938.56 1839150850.79 -3310471.53 -2298938.56 8092263743.49 3310471.53 0.00 2206981021 M4
u 5 -293723.45 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 -3310.47 0.00 3310471.53 300344.39 0.00 0 H5
v 5 0.00 -1915.78 2298938.56 0.00 0.00 0.00 0.00 -352468.14 0.00 0.00 706852.06 2298938.563 V5
Ɵ 5 0.00 2298938.56 1839150850.79 0.00 0.00 0.00 -3310471.53 0.00 2206981020.95 0.00 -2298938.56 12506225785 M5

2.90E-04 -3.08E-09 -1.38E-07 4.78E-04 -6.79E-09 -5.13E-08 4.78E-04 6.79E-09 5.19E-08 2.88E-04 3.08E-09 1.38E-07 0
u 2
-3.19E-09 2.82E-06 -3.67E-10 5.28E-09 2.81E-06 -5.78E-10 -5.28E-09 2.56E-08 -5.78E-10 3.19E-09 1.80E-08 -3.67E-10 0
v 2
-1.38E-07 -3.60E-10 1.74E-10 -3.27E-07 -2.53E-10 4.36E-11 -3.27E-07 2.53E-10 -5.96E-11 -1.38E-07 3.60E-10 -1.02E-10 0
Ɵ 2
4.78E-04 5.13E-09 -3.27E-07 1.25E-03 8.26E-09 -2.93E-07 1.25E-03 -8.26E-09 2.92E-07 4.78E-04 -5.13E-09 3.27E-07 1061.23
u 3
-6.98E-09 2.81E-06 -2.63E-10 8.50E-09 5.63E-06 -1.26E-09 -8.50E-09 3.97E-08 -1.26E-09 6.98E-09 2.57E-08 -2.63E-10 -174206.80
v 3
-5.13E-08 -5.59E-10 4.36E-11 -2.93E-07 -1.23E-09 2.42E-10 -2.92E-07 1.23E-09 -1.37E-10 -5.19E-08 5.59E-10 -5.96E-11 0
Ɵ 3 =
4.78E-04 -5.13E-09 -3.27E-07 1.25E-03 -8.26E-09 -2.92E-07 1.25E-03 8.26E-09 2.93E-07 4.78E-04 5.13E-09 3.27E-07 1061.23
u 4
-6.98E-09 6.42E-08 -2.63E-10 8.50E-09 1.10E-07 -1.26E-09 -8.50E-09 5.56E-06 -1.26E-09 6.98E-09 2.77E-06 -2.63E-10 -174206.80
v 4
5.19E-08 -5.59E-10 -5.96E-11 2.92E-07 -1.23E-09 -1.37E-10 2.93E-07 1.23E-09 2.42E-10 5.13E-08 5.59E-10 4.36E-11 0
Ɵ 4
2.88E-04 3.08E-09 -1.38E-07 4.78E-04 6.79E-09 -5.19E-08 4.78E-04 -6.79E-09 5.13E-08 2.90E-04 -3.08E-09 1.38E-07 0
u 5
-3.19E-09 4.20E-08 -3.67E-10 5.28E-09 6.43E-08 -5.78E-10 -5.28E-09 2.77E-06 -5.78E-10 3.19E-09 2.80E-06 -3.67E-10 0
v 5
1.38E-07 -3.60E-10 -1.02E-10 3.27E-07 -2.53E-10 -5.96E-11 3.27E-07 2.53E-10 4.36E-11 1.38E-07 3.60E-10 1.74E-10 0
Ɵ 5

Perpindahan
u 2 1.0144516 mm
v 2 -0.4942484 mm
Ɵ 2 -0.0006939 rad
u 3 2.6497477 mm
v 3 -0.9884967 mm
Ɵ 3 = -0.0006208 rad
u 4 2.6497477 mm
v 4 -0.9884967 mm
Ɵ 4 0.0006208 rad
u 5 1.0144516 mm
v 5 -0.4942484 mm
Ɵ 5 0.0006939 rad

21

Universitas Sumatera Utara


Reaksi pada tumpuan
H1 3310.5 0.0 -3310471.5 -3310.5 0.0 -3310471.5 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.00
V1 0.0 352468.1 0.0 0.0 -352468.1 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.00
M1 -3310471.5 0.0 4413962041.9 3310471.5 0.0 2206981021.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.00
H2 1.01
-3310.5 0.0 3310471.5 300344.4 0.0 0.0 -3310.5 0.0 -3310471.5 0.0 0.0 0.0 -293723.5 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
V2 -0.49
0.0 -352468.1 0.0 0.0 706852.1 2298938.6 0.0 -352468.1 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -1915.8 2298938.6 0.0 0.0 0.0
M2 0.00
-3310471.5 0.0 2206981021.0 0.0 2298938.6 12506225785.4 3310471.5 0.0 2206981021.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -2298938.6 1839150850.8 0.0 0.0 0.0
H3 2.65
0.0 0.0 0.0 -3310.5 0.0 3310471.5 297033.9 0.0 3310471.5 -293723.5 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
V3 = -0.99
0.0 0.0 0.0 0.0 -352468.1 0.0 0.0 354383.9 2298938.6 0.0 -1915.8 2298938.6 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
M3 0.00
0.0 0.0 0.0 -3310471.5 0.0 2206981021.0 3310471.5 2298938.6 8092263743.5 0.0 -2298938.6 1839150850.8 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
H4 2.65
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -293723.5 0.0 0.0 297033.9 0.0 -3310471.5 -3310.5 0.0 -3310471.5 0.0 0.0 0.0
V4 -0.99
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -1915.8 2298938.6 0.0 354383.9 2298938.6 0.0 -352468.1 0.0 0.0 0.0 0.0
M4 0.00
0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 2298938.6 1839150850.8 -3310471.5 -2298938.6 8092263743.5 3310471.5 0.0 2206981021.0 0.0 0.0 0.0
H5 1.01
0.0 0.0 0.0 -293723.5 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -3310.5 0.0 3310471.5 300344.4 0.0 0.0 -3310.5 0.0 -3310471.5
V5 -0.49
0.0 0.0 0.0 0.0 -1915.8 2298938.6 0.0 0.0 0.0 0.0 -352468.1 0.0 0.0 706852.1 2298938.6 0.0 -352468.1 0.0
M5 0.00
0.0 0.0 0.0 0.0 2298938.6 1839150850.8 0.0 0.0 0.0 -3310471.5 0.0 2206981021.0 0.0 -2298938.6 12506225785.4 3310471.5 0.0 2206981021.0
H6 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -3310.5 0.0 3310471.5 3310.5 0.0 3310471.5 0.00
V6 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -352468.1 0.0 0.0 352468.1 0.0 0.00
M6 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 -3310471.5 0.0 2206981021.0 3310471.5 0.0 4413962041.9 0.00

H1 = -1,061.23 N
V1 = 174,206.80 N
M1 = 1,826,922.43 Nmm
H2 = 0.00 N
V2 = 0.00 N
M2 = 0.00 Nmm
H3 = 1,061.23 N
V3 = -174,206.80 N
M3 = 0.00 Nmm
H4 = 1,061.23 N
V4 = -174,206.80 N
M4 = 0.00 Nmm
H5 = 0.00 N
V5 = 0.00 N
M5 = 0.00 Nmm
H6 = -1,061.23 N
V6 = 174,206.80 N
M6 = -1,826,922.43 Nmm

22

Universitas Sumatera Utara


Judesa bentang 40 meter
Analisa struktur pada menara menggunakan Metode Elemen Hingga
dengan data perencanaan sebagai berikut.
Gaya vertikal pada menara (P) : N
Gaya horizontal pada menara (H) : 2037.56 N
Luas penampang baja (A) : 7537.04 mm2
Modulus elastisitas baja (E) : 200000 Mpa
Momen inersia penampang (I) : 62842017.79 mm4

4
3

b d

2 5
f

a e

1 6

Gambar 4.57. Pemodelan elemen menara

( )( )

( )( )

23

Universitas Sumatera Utara


( ) ( )
( ) ( ) ( )
[ ]
( ) ( )
( ) ( )
[ ]
Batang a, b, d, dan e dengan sudut 900
Sin :1
Cos : 0

2356,6 0,0 -4713151,3 -2356,6 0,0 -4713151,3


0,0 376851,8 0,0 0,0 -376851,8 0,0
-4713151,3 0,0 12568403557,9 4713151,3 0,0 6284201779,0
[ ]
-2356,6 0,0 4713151,3 2356,6 0,0 4713151,3
0,0 -376851,8 0,0 0,0 376851,8 0,0
-4713151,3 0,0 6284201779,0 4713151,3 0,0 12568403557,9

Batang c dan f dengan sudut 00


Sin :0
Cos : 1

628086,4 0,0 0,0 -628086,4 0,0 0,0


0,0 10910,1 13092087,0 0,0 -10910,1 13092087,0
0,0 13092087,0 20947339263,2 0,0 -13092087,0 10473669631,6
[ ]
-628086,4 0,0 0,0 628086,4 0,0 0,0
0,0 -10910,1 13092087,0 0,0 10910,1 13092087,0
0,0 13092087,0 10473669631,6 0,0 -13092087,0 20947339263,2

f1 = ka11 d1 + ka12 d2
f2 = ka21 d1 + ka 22 d2 + kb11 d2 + kb12 d3 + kf11 d2 + kf12 d5
f3 = kb21 d2 + kb22 d3 + kc11 d3 + kc12 d4
f4 = kc21 d3 + kc22 d4 + kd11 d4 + kd12 d5
f5 = kd22 d5 + kd21 d4 + kf21 d2 + kf22 d5 + ke12 d6 + ke11 d5
f6 = ke22 d6 + ke21 d5

f1 = ka11 ka12 0 0 0 0 d1
f2 = ka21 ka22 + kb11 + kf11 kb12 0 kf12 0 d2
kb22 +
f3 = 0 kb21 kc12 0 0 d3
kc11
kc22 +
f4 = 0 0 kc21 kd12 0 d4
kd11
f5 = 0 kf21 0 kd21 kd22 + kf22 + ke11 ke12 d5
f6 = 0 0 0 0 ke21 ke22 d6

24

Universitas Sumatera Utara


H1 2356,6 0,0 -4713151,3 -2356,6 0,0 -4713151,3 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 u 1
0,0 376851,8 0,0 0,0 -376851,8 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 v 1
V1
-4713151,3 0,0 12568403557,9 4713151,3 0,0 6284201779,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 Ɵ 1
M1
-2356,6 0,0 4713151,3 632799,5 0,0 0,0 -2356,6 0,0 -4713151,3 0,0 0,0 0,0 -628086,4 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 u 2
H2
0,0 -376851,8 0,0 0,0 764613,7 13092087,0 0,0 -376851,8 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 -10910,1 13092087,0 0,0 0,0 0,0 v 2
V2
-4713151,3 0,0 6284201779,0 0,0 13092087,0 46084146379,0 4713151,3 0,0 6284201779,0 0,0 0,0 0,0 0,0 -13092087,0 10473669631,6 0,0 0,0 0,0 Ɵ 2
M2
0,0 0,0 0,0 -2356,6 0,0 4713151,3 630442,9 0,0 4713151,3 -628086,4 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 u 3
H3
0,0 0,0 0,0 0,0 -376851,8 0,0 0,0 387761,9 13092087,0 0,0 -10910,1 13092087,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 v 3
V3 =
0,0 0,0 0,0 -4713151,3 0,0 6284201779,0 4713151,3 13092087,0 33515742821,1 0,0 -13092087,0 10473669631,6 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 Ɵ 3
M3
0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 -628086,4 0,0 0,0 630442,9 0,0 -4713151,3 -2356,6 0,0 -4713151,3 0,0 0,0 0,0 u 4
H4
0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 -10910,1 13092087,0 0,0 387761,9 13092087,0 0,0 -376851,8 0,0 0,0 0,0 0,0 v 4
V4
0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 13092087,0 10473669631,6 -4713151,3 -13092087,0 33515742821,1 4713151,3 0,0 6284201779,0 0,0 0,0 0,0 Ɵ 4
M4
0,0 0,0 0,0 -628086,4 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 -2356,6 0,0 4713151,3 632799,5 0,0 0,0 -2356,6 0,0 -4713151,3 u 5
H5
0,0 0,0 0,0 0,0 -10910,1 13092087,0 0,0 0,0 0,0 0,0 -376851,8 0,0 0,0 764613,7 13092087,0 0,0 -376851,8 0,0 v 5
V5
0,0 0,0 0,0 0,0 13092087,0 10473669631,6 0,0 0,0 0,0 -4713151,3 0,0 6284201779,0 0,0 -13092087,0 46084146379,0 4713151,3 0,0 6284201779,0 Ɵ 5
M5
0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 -2356,6 0,0 4713151,3 2356,6 0,0 4713151,3 u 6
H6
0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 -376851,8 0,0 0,0 376851,8 0,0 v 6
V6
0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 -4713151,3 0,0 6284201779,0 4713151,3 0,0 12568403557,9 Ɵ 6
M6

Kondisi batas
H1 2356,6 0,0 -4713151,3 -2356,6 0,0 -4713151,3 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 u 1
0,0 376851,8 0,0 0,0 -376851,8 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 v 1
V1
-4713151,3 0,0 12568403557,9 4713151,3 0,0 6284201779,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 Ɵ 1
M1
-2356,6 0,0 4713151,3 632799,5 0,0 0,0 -2356,6 0,0 -4713151,3 0,0 0,0 0,0 -628086,4 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 u 2
H2
0,0 -376851,8 0,0 0,0 764613,7 13092087,0 0,0 -376851,8 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 -10910,1 13092087,0 0,0 0,0 0,0 v 2
V2
-4713151,3 0,0 6284201779,0 0,0 13092087,0 46084146379,0 4713151,3 0,0 6284201779,0 0,0 0,0 0,0 0,0 -13092087,0 10473669631,6 0,0 0,0 0,0 Ɵ 2
M2
0,0 0,0 0,0 -2356,6 0,0 4713151,3 630442,9 0,0 4713151,3 -628086,4 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 u 3
H3
0,0 0,0 0,0 0,0 -376851,8 0,0 0,0 387761,9 13092087,0 0,0 -10910,1 13092087,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 v 3
V3 =
0,0 0,0 0,0 -4713151,3 0,0 6284201779,0 4713151,3 13092087,0 33515742821,1 0,0 -13092087,0 10473669631,6 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 Ɵ 3
M3
0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 -628086,4 0,0 0,0 630442,9 0,0 -4713151,3 -2356,6 0,0 -4713151,3 0,0 0,0 0,0 u 4
H4
0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 -10910,1 13092087,0 0,0 387761,9 13092087,0 0,0 -376851,8 0,0 0,0 0,0 0,0 v 4
V4
0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 13092087,0 10473669631,6 -4713151,3 -13092087,0 33515742821,1 4713151,3 0,0 6284201779,0 0,0 0,0 0,0 Ɵ 4
M4
0,0 0,0 0,0 -628086,4 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 -2356,6 0,0 4713151,3 632799,5 0,0 0,0 -2356,6 0,0 -4713151,3 u 5
H5
0,0 0,0 0,0 0,0 -10910,1 13092087,0 0,0 0,0 0,0 0,0 -376851,8 0,0 0,0 764613,7 13092087,0 0,0 -376851,8 0,0 v 5
V5
0,0 0,0 0,0 0,0 13092087,0 10473669631,6 0,0 0,0 0,0 -4713151,3 0,0 6284201779,0 0,0 -13092087,0 46084146379,0 4713151,3 0,0 6284201779,0 Ɵ 5
M5
0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 -2356,6 0,0 4713151,3 2356,6 0,0 4713151,3 u 6
H6
0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 -376851,8 0,0 0,0 376851,8 0,0 v 6
V6
0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 -4713151,3 0,0 6284201779,0 4713151,3 0,0 12568403557,9 Ɵ 6
M6

25

Universitas Sumatera Utara


-1
632799,50 0,00 0,00 -2356,58 0,00 -4713151,33 0,00 0,00 0,00 -628086,35 0,00 0
u 2 H2
0,00 764613,69 13092087,04 0,00 -376851,81 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 -10910,07 13092087,04
v 2 V2
0,00 13092087,04 46084146378,97 4713151,33 0,00 6284201778,95 0,00 0,00 0,00 0,00 -13092087,04 10473669632
Ɵ 2 M2
-2356,58 0,00 4713151,33 630442,93 0,00 4713151,33 -628086,35 0,00 0,00 0,00 0,00 0
u 3 H3
0,00 -376851,81 0,00 0,00 387761,88 13092087,04 0,00 -10910,07 13092087,04 0,00 0,00 0
v 3 V3
-4713151,33 0,00 6284201778,95 4713151,33 13092087,04 33515742821,07 0,00 -13092087,04 10473669631,58 0,00 0,00 0
Ɵ 3 = M3
0,00 0,00 0,00 -628086,35 0,00 0,00 630442,93 0,00 -4713151,33 -2356,58 0,00 -4713151,334
u 4 H4
0,00 0,00 0,00 0,00 -10910,07 13092087,04 0,00 387761,88 13092087,04 0,00 -376851,81 0
v 4 V4
0,00 0,00 0,00 0,00 13092087,04 10473669631,58 -4713151,33 -13092087,04 33515742821,07 4713151,33 0,00 6284201779
Ɵ 4 M4
-628086,35 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 -2356,58 0,00 4713151,33 632799,50 0,00 0
u 5 H5
0,00 -10910,07 13092087,04 0,00 0,00 0,00 0,00 -376851,81 0,00 0,00 764613,69 13092087,04
v 5 V5
0,00 13092087,04 10473669631,58 0,00 0,00 0,00 -4713151,33 0,00 6284201778,95 0,00 -13092087,04 46084146379
Ɵ 5 M5

0,000337313 -2,24368E-09 -6,23771E-08 0,000490449 -4,95373E-09 -1,43505E-08 0,000490448 4,95373E-09 1,44367E-08 0,00033652 2,24368E-09 6,23674E-08 0
u 2
-2,66042E-09 2,59483E-06 -5,353E-10 4,67385E-09 2,57233E-06 -7,14065E-10 -4,67385E-09 8,12366E-08 -7,14065E-10 2,66042E-09 5,87324E-08 -5,353E-10 0
v 2
-6,23771E-08 -4,85489E-10 4,01714E-11 -1,39167E-07 -3,74781E-10 5,91576E-12 -1,39109E-07 3,74781E-10 -8,47783E-12 -6,23674E-08 4,85489E-10 -2,22009E-11 0
Ɵ 2
0,000490449 4,06944E-09 -1,39167E-07 0,001192401 6,3692E-09 -1,05591E-07 0,001191605 -6,3692E-09 1,05515E-07 0,000490448 -4,06944E-09 1,39109E-07 2037.56
u 3
-5,65729E-09 2,57141E-06 -4,46292E-10 7,34239E-09 5,18388E-06 -1,51714E-09 -7,34239E-09 1,23247E-07 -1,51714E-09 5,65729E-09 8,21518E-08 -4,46292E-10 -348407.41
v 3
-1,43505E-08 -6,02275E-10 5,91576E-12 -1,05591E-07 -1,32843E-09 4,9941E-11 -1,05515E-07 1,32843E-09 -2,68248E-11 -1,44367E-08 6,02275E-10 -8,47783E-12 0
Ɵ 3 =
0,000490448 -4,06944E-09 -1,39109E-07 0,001191605 -6,3692E-09 -1,05515E-07 0,001192401 6,3692E-09 1,05591E-07 0,000490449 4,06944E-09 1,39167E-07 2037.56
u 4
-5,65729E-09 3,17004E-07 -4,46292E-10 7,34239E-09 5,44532E-07 -1,51714E-09 -7,34239E-09 4,76259E-06 -1,51714E-09 5,65729E-09 2,33656E-06 -4,46292E-10 -348407.41
v 4
1,44367E-08 -6,02275E-10 -8,47783E-12 1,05515E-07 -1,32843E-09 -2,68248E-11 1,05591E-07 1,32843E-09 4,9941E-11 1,43505E-08 6,02275E-10 5,91576E-12 0
Ɵ 4
0,00033652 2,24368E-09 -6,23674E-08 0,000490448 4,95373E-09 -1,44367E-08 0,000490449 -4,95373E-09 1,43505E-08 0,000337313 -2,24368E-09 6,23771E-08 0
u 5
-2,66042E-09 2,09891E-07 -5,353E-10 4,67385E-09 3,1792E-07 -7,14065E-10 -4,67385E-09 2,33564E-06 -7,14065E-10 2,66042E-09 2,44367E-06 -5,353E-10 0
v 5
6,23674E-08 -4,85489E-10 -2,22009E-11 1,39109E-07 -3,74781E-10 -8,47783E-12 1,39167E-07 3,74781E-10 5,91576E-12 6,23771E-08 4,85489E-10 4,01714E-11 0
Ɵ 5

Perpindahan
u 2 2,00 mm
v 2 -0,92 mm
Ɵ 2 0,00 rad
u 3 4,86 mm
v 3 -1,85 mm
Ɵ 3 = 0,00 rad
u 4 4,86 mm
v 4 -1,85 mm
Ɵ 4 0,00 rad
u 5 2,00 mm
v 5 -0,92 mm
Ɵ 5 0,00 rad

26

Universitas Sumatera Utara


Reaksi pada tumpuan
H1 2356,575667 0 -4713151,334 -2356,575667 0 -4713151,334 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.00
V1 0 376851,81 0 0 -376851,81 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.00
-
M1 0.00
4713151,334 0 12568403558 4713151,334 0 6284201779 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
-
H2 0.60
2356,575667 0 4713151,334 632799,5013 0 0 -2356,575667 0 -4713151,334 0 0 0 -628086,35 0 0 0 0 0
-
V2 -0.90
0 -376851,81 0 0 764613,6925 13092087,04 0 -376851,81 0 0 0 0 0 10910,07253 13092087,04 0 0 0
- -
M2 0.00
4713151,334 0 6284201779 0 13092087,04 46084146379 4713151,334 0 6284201779 0 0 0 0 13092087,04 10473669632 0 0 0
H3 0 0 0 -2356,575667 0 4713151,334 630442,9257 0 4713151,334 -628086,35 0 0 0 0 0 0 0 0 1.54
-
V3 = -1.80
0 0 0 0 -376851,81 0 0 387761,8825 13092087,04 0 10910,07253 13092087,04 0 0 0 0 0 0
-
M3 0.00
0 0 0 -4713151,334 0 6284201779 4713151,334 13092087,04 33515742821 0 13092087,04 10473669632 0 0 0 0 0 0
H4 0 0 0 0 0 0 -628086,35 0 0 630442,9257 0 -4713151,334 -2356,575667 0 -4713151,334 0 0 0 1.54
-
V4 -1.80
0 0 0 0 0 0 0 10910,07253 13092087,04 0 387761,8825 13092087,04 0 -376851,81 0 0 0 0
-
M4 0.00
0 0 0 0 0 0 0 13092087,04 10473669632 -4713151,334 13092087,04 33515742821 4713151,334 0 6284201779 0 0 0
-
H5 0.60
0 0 0 -628086,35 0 0 0 0 0 -2356,575667 0 4713151,334 632799,5013 0 0 2356,575667 0 -4713151,334
-
V5 -0.90
0 0 0 0 10910,07253 13092087,04 0 0 0 0 -376851,81 0 0 764613,6925 13092087,04 0 -376851,81 0
-
M5 0.00
0 0 0 0 13092087,04 10473669632 0 0 0 -4713151,334 0 6284201779 0 13092087,04 46084146379 4713151,334 0 6284201779
H6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 -2356,575667 0 4713151,334 2356,575667 0 4713151,334 0.00
V6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 -376851,81 0 0 376851,81 0 0.00
M6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 -4713151,334 0 6284201779 4713151,334 0 12568403558 0.00

H1 = -2.037,56 N
V1 = 348.407,41 N
M1 = 5.856.705,13 Nmm
H2 = 0,00 N
V2 = 0,00 N
M2 = 0,00 Nmm
H3 = 2.037,56 N
V3 = -348.407,41 N
M3 = 0,00 Nmm
H4 = 2.037,56 N
V4 = -348.407,41 N
M4 = 0,00 Nmm
H5 = 0,00 N
V5 = 0,00 N
M5 = 0,00 Nmm
H6 = -2.037,56 N
V6 = 348.407,41 N
M6 = -5.856.705,13 Nmm

27

Universitas Sumatera Utara


Judesa bentang 60 meter

Analisa struktur pada menara menggunakan Metode Elemen Hingga


dengan data perencanaan sebagai berikut.
Gaya vertikal pada menara (P) :
Gaya horizontal pada menara (H) : 3056.34 N
Luas penampang baja (A) : 7049.36 mm2
Modulus elastisitas baja (E) : 200000 Mpa
Momen inersia penampang (I) : 22069810.21 mm4

4 5

c d

3 6
h

b e

2 i 7

a f

1 8

Gambar 4.66. Pemodelan elemen menara

( )( )

( )( )

28

Universitas Sumatera Utara


( ) ( )
( ) ( ) ( )
[ ]
( ) ( )
( ) ( )
[ ]

Batang a, b, c, d, e dan f dengan sudut 900


Sin :1
Cos : 0

1961.8 0.0 -2942641.4 -1961.8 0.0 -2942641.4


0.0 469957.5 0.0 0.0 -469957.5 0.0
-2942641.4 0.0 5885282722.5 2942641.4 0.0 2942641361.3
[ ]
-1961.8 0.0 2942641.4 1961.8 0.0 2942641.4
0.0 -469957.5 0.0 0.0 469957.5 0.0
-2942641.4 0.0 2942641361.3 2942641.4 0.0 5885282722.5

Batang g, h, dan i dengan sudut 00


Sin :0
Cos : 1

587446.9 0.0 0.0 -587446.9 0.0 0.0


0.0 3831.6 4597877.1 0.0 -3831.6 4597877.1
0.0 4597877.1 7356603403.2 0.0 -4597877.1 3678301701.6
[ ]
-587446.9 0.0 0.0 587446.9 0.0 0.0
0.0 -3831.6 4597877.1 0.0 3831.6 4597877.1
0.0 4597877.1 3678301701.6 0.0 -4597877.1 7356603403.2

f1 = ka11 d1 + ka12 d2
f2 = ka21 d1 + ka22 d2 +kb11 d2 + kb12 d3 + ki11 d2 +ki12 d7
f3 = kb21 d2 +kb22 d3 +kc11 d3 + kc12 d4 + kh11 d3 + kh 12 d6
f4 = kc21 d3 + kc22 d4 + kg11 d4 + kg12 d5
f5 = kg21 d4 +kg22 d5 + kd12 d6 + kd11 d5
f6 = kd22 d6 + kd21 d5 +kh21 d3 + kh22 d6 + ke12 d7 + ke11 d6
f7 = ke22 d7 + ke21 d6 + ki21 d2 + ki22 d7 + kf12 d8 + kf11 d7
f8 = kf22 d8 + kf21 d7

29

Universitas Sumatera Utara


f1 = ka11 ka12 0 0 0 0 0 0 d1
ka22 + kb11
f2 = ka21 kb12 0 0 ki12 0 d2
+ ki11
kb22 + kc11 +
f3 = 0 kb21 kc12 0 kh12 0 0 d3
kh11
kc22
f4 = 0 0 kc21 kg12 0 0 0 d4
+ kg11
kg22
f5 = 0 0 0 kg21 kd12 0 0 d5
+kd11
kh22 + kd22
f6 = 0 0 kh21 0 kd21 ke12 0 d6
+ ke11
ki22 + kf11
f7 = 0 ki21 0 0 0 ke21 kf12 d7
+ ke22
f8 = 0 0 0 0 kf21 kf22 d8

30

Universitas Sumatera Utara


2.0E+03 0.0E+00 -2.9E+06 -2.0E+03 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 u1
H1
0.0E+00 4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
V1 v1
-2.9E+06 0.0E+00 5.9E+09 2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
M1 Ɵ1
-2.0E+03 0.0E+00 2.9E+06 5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
H2 u2
0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 9.4E+05 4.6E+06 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
V2 v2
-2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 4.6E+06 1.9E+10 2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
M2 Ɵ2
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 2.9E+06 5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
H3 u3
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 9.4E+05 4.6E+06 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
V3 v3
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 4.6E+06 1.9E+10 2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
M3 Ɵ3
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 2.9E+06 5.9E+05 0.0E+00 2.9E+06 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
H4 u4
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 4.7E+05 4.6E+06 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
V4 v4
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 2.9E+06 4.6E+06 1.3E+10 0.0E+00 -4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
M4 Ɵ4
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 5.9E+05 0.0E+00 -2.9E+06 -2.0E+03 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
H5 = u5
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 4.7E+05 4.6E+06 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
V5 v5
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 4.6E+06 3.7E+09 -2.9E+06 -4.6E+06 1.3E+10 2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
M5 Ɵ5
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 2.9E+06 5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
H6 u6
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 9.4E+05 4.6E+06 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
V6 v6
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 -4.6E+06 1.9E+10 2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
M6 Ɵ6
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 2.9E+06 5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 -2.9E+06
H7 u7
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 9.4E+05 4.6E+06 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00
V7 v7
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 -4.6E+06 1.9E+10 2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09
M7 Ɵ7
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 2.9E+06 2.0E+03 0.0E+00 2.9E+06
H8 u8
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 4.7E+05 0.0E+00
V8 v8
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 2.9E+06 0.0E+00 5.9E+09
M8 Ɵ8

Kondisi batas
2.0E+03 0.0E+00 -2.9E+06 -2.0E+03 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 u1
H1
0.0E+00 4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
V1 v1
-2.9E+06 0.0E+00 5.9E+09 2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
M1 Ɵ1
-2.0E+03 0.0E+00 2.9E+06 5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
H2 u2
0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 9.4E+05 4.6E+06 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
V2 v2
-2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 4.6E+06 1.9E+10 2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
M2 Ɵ2
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 2.9E+06 5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
H3 u3
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 9.4E+05 4.6E+06 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
V3 v3
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 4.6E+06 1.9E+10 2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
M3 Ɵ3
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 2.9E+06 5.9E+05 0.0E+00 2.9E+06 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
H4 u4
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 4.7E+05 4.6E+06 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
V4 v4
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 2.9E+06 4.6E+06 1.3E+10 0.0E+00 -4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
M4 Ɵ4
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 5.9E+05 0.0E+00 -2.9E+06 -2.0E+03 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
H5 = u5
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 4.7E+05 4.6E+06 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
V5 v5
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 4.6E+06 3.7E+09 -2.9E+06 -4.6E+06 1.3E+10 2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
M5 Ɵ5
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 2.9E+06 5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
H6 u6
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 9.4E+05 4.6E+06 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
V6 v6
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 -4.6E+06 1.9E+10 2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00
M6 Ɵ6
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 2.9E+06 5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 -2.9E+06
H7 u7
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 9.4E+05 4.6E+06 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00
V7 v7
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 -4.6E+06 1.9E+10 2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09
M7 Ɵ7
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 2.9E+06 2.0E+03 0.0E+00 2.9E+06
H8 u8
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 4.7E+05 0.0E+00
V8 v8
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 2.9E+06 0.0E+00 5.9E+09
M8 Ɵ8

Universitas Sumatera Utara


31
-1
u2 5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 H2
v2 0.0E+00 9.4E+05 4.6E+06 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 V2
Ɵ2 0.0E+00 4.6E+06 1.9E+10 2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.6E+06 3.7E+09 M2
u3 -2.0E+03 0.0E+00 2.9E+06 5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 H3
v3 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 9.4E+05 4.6E+06 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 V3
Ɵ3 -2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 4.6E+06 1.9E+10 2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 M3
u4 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 2.9E+06 5.9E+05 0.0E+00 2.9E+06 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 H4
v4 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 4.7E+05 4.6E+06 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 V4
Ɵ4 = 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 2.9E+06 4.6E+06 1.3E+10 0.0E+00 -4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 M4
u5 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 5.9E+05 0.0E+00 -2.9E+06 -2.0E+03 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 H5
v5 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 4.7E+05 4.6E+06 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 V5
Ɵ5 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 4.6E+06 3.7E+09 -2.9E+06 -4.6E+06 1.3E+10 2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 M5
u6 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 2.9E+06 5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 -2.9E+06 H6
v6 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 9.4E+05 4.6E+06 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 V6
Ɵ6 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 -4.6E+06 1.9E+10 2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 M6
u7 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 2.9E+06 5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 H7
v7 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 9.4E+05 4.6E+06 V7
Ɵ7 0.0E+00 4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 -4.6E+06 1.9E+10 M7

u2 4.35E-04 -7.18E-10 -1.20E-07 6.56E-04 -1.59E-09 -2.83E-08 7.11E-04 -1.38E-09 -8.12E-09 7.11E-04 1.38E-09 8.10E-09 6.56E-04 1.59E-09 2.84E-08 4.34E-04 7.18E-10 1.20E-07 0
v2 -7.78E-10 2.10E-06 -3.89E-10 -3.37E-10 2.08E-06 -3.12E-10 2.09E-09 2.08E-06 -5.24E-10 -2.09E-09 4.93E-08 -5.24E-10 3.37E-10 4.30E-08 -3.12E-10 7.78E-10 2.61E-08 -3.89E-10 0
Ɵ2 -1.20E-07 -3.72E-10 1.02E-10 -2.68E-07 -3.14E-10 1.60E-11 -3.04E-07 -3.19E-10 5.91E-12 -3.04E-07 3.19E-10 -4.90E-12 -2.67E-07 3.14E-10 -2.19E-11 -1.20E-07 3.72E-10 -5.74E-11 0
u3 6.56E-04 -2.58E-10 -2.68E-07 1.59E-03 -1.59E-09 -1.84E-07 1.94E-03 -2.99E-09 -5.26E-08 1.94E-03 2.99E-09 5.28E-08 1.59E-03 1.59E-09 1.84E-07 6.56E-04 2.58E-10 2.67E-07 0
v3 -1.70E-09 2.08E-06 -3.41E-10 -1.74E-09 4.18E-06 -6.81E-10 4.30E-09 4.17E-06 -1.04E-09 -4.30E-09 8.90E-08 -1.04E-09 1.74E-09 7.61E-08 -6.81E-10 1.70E-09 4.30E-08 -3.41E-10 0
Ɵ3 -2.83E-08 -2.87E-10 1.60E-11 -1.84E-07 -6.37E-10 1.08E-10 -3.49E-07 -5.51E-10 2.04E-11 -3.49E-07 5.51E-10 -2.83E-11 -1.84E-07 6.37E-10 -6.23E-11 -2.84E-08 2.87E-10 -2.19E-11 0
u4 7.11E-04 1.91E-09 -3.04E-07 1.94E-03 3.97E-09 -3.49E-07 3.09E-03 5.17E-09 -2.45E-07 3.09E-03 -5.17E-09 2.45E-07 1.94E-03 -3.97E-09 3.49E-07 7.11E-04 -1.91E-09 3.04E-07 3,056.34
v4 -1.51E-09 2.08E-06 -3.51E-10 -3.19E-09 4.17E-06 -6.03E-10 5.58E-09 6.28E-06 -1.63E-09 -5.58E-09 1.08E-07 -1.63E-09 3.19E-09 8.93E-08 -6.03E-10 1.51E-09 4.95E-08 -3.51E-10 -522,611.07
Ɵ4 = -8.12E-09 -4.76E-10 5.91E-12 -5.26E-08 -9.51E-10 2.04E-11 -2.45E-07 -1.52E-09 1.34E-10 -2.45E-07 1.52E-09 -7.38E-11 -5.28E-08 9.51E-10 -2.83E-11 -8.10E-09 4.76E-10 -4.90E-12 0
u5 7.11E-04 -1.91E-09 -3.04E-07 1.94E-03 -3.97E-09 -3.49E-07 3.09E-03 -5.17E-09 -2.45E-07 3.09E-03 5.17E-09 2.45E-07 1.94E-03 3.97E-09 3.49E-07 7.11E-04 1.91E-09 3.04E-07 3,056.34
v5 -1.51E-09 1.42E-07 -3.51E-10 -3.19E-09 2.63E-07 -6.03E-10 5.58E-09 3.41E-07 -1.63E-09 -5.58E-09 6.04E-06 -1.63E-09 3.19E-09 3.99E-06 -6.03E-10 1.51E-09 1.99E-06 -3.51E-10 -522,611.07
Ɵ5 8.10E-09 -4.76E-10 -4.90E-12 5.28E-08 -9.51E-10 -2.83E-11 2.45E-07 -1.52E-09 -7.38E-11 2.45E-07 1.52E-09 1.34E-10 5.26E-08 9.51E-10 2.04E-11 8.12E-09 4.76E-10 5.91E-12 0
u6 6.56E-04 2.58E-10 -2.67E-07 1.59E-03 1.59E-09 -1.84E-07 1.94E-03 2.99E-09 -5.28E-08 1.94E-03 -2.99E-09 5.26E-08 1.59E-03 -1.59E-09 1.84E-07 6.56E-04 -2.58E-10 2.68E-07 0
v6 -1.70E-09 1.17E-07 -3.41E-10 -1.74E-09 2.13E-07 -6.81E-10 4.30E-09 2.63E-07 -1.04E-09 -4.30E-09 3.99E-06 -1.04E-09 1.74E-09 4.04E-06 -6.81E-10 1.70E-09 2.01E-06 -3.41E-10 0
Ɵ6 2.84E-08 -2.87E-10 -2.19E-11 1.84E-07 -6.37E-10 -6.23E-11 3.49E-07 -5.51E-10 -2.83E-11 3.49E-07 5.51E-10 2.04E-11 1.84E-07 6.37E-10 1.08E-10 2.83E-08 2.87E-10 1.60E-11 0
u7 4.34E-04 7.18E-10 -1.20E-07 6.56E-04 1.59E-09 -2.84E-08 7.11E-04 1.38E-09 -8.10E-09 7.11E-04 -1.38E-09 8.12E-09 6.56E-04 -1.59E-09 2.83E-08 4.35E-04 -7.18E-10 1.20E-07 0
v7 -7.78E-10 7.06E-08 -3.89E-10 -3.37E-10 1.17E-07 -3.12E-10 2.09E-09 1.43E-07 -5.24E-10 -2.09E-09 1.99E-06 -5.24E-10 3.37E-10 2.01E-06 -3.12E-10 7.78E-10 2.06E-06 -3.89E-10 0
Ɵ7 1.20E-07 -3.72E-10 -5.74E-11 2.67E-07 -3.14E-10 -2.19E-11 3.04E-07 -3.19E-10 -4.90E-12 3.04E-07 3.19E-10 5.91E-12 2.68E-07 3.14E-10 1.60E-11 1.20E-07 3.72E-10 1.02E-10 0

Universitas Sumatera Utara


32
Perpindahan
u2 4.34555524324 mm
v2 -1.11203896131 mm
Ɵ2 -0.00185839854 rad
u3 11.88755596832 mm
v3 -2.22407792262 mm
Ɵ3 -0.00213096365 rad
u4 18.89062111797 mm
v4 -3.33611688393 mm
Ɵ4 = -0.00149910815 rad
u5 18.89062111797 mm
v5 -3.33611688393 mm
Ɵ5 0.00149910815 rad
u6 11.88755596832 mm
v6 -2.22407792262 mm
Ɵ6 0.00213096365 rad
u7 4.34555524324 mm
v7 -1.11203896131 mm
Ɵ7 0.00185839854 rad

Reaksi pada tumpuan


2.0E+03 0.0E+00 -2.9E+06 -2.0E+03 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0
H1
0.0E+00 4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0
V1
-2.9E+06 0.0E+00 5.9E+09 2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0
M1
-2.0E+03 0.0E+00 2.9E+06 5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 4.35
H2
0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 9.4E+05 4.6E+06 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -1.11
V2
-2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 4.6E+06 1.9E+10 2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.00
M2
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 2.9E+06 5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 11.89
H3
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 9.4E+05 4.6E+06 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.22
V3
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 4.6E+06 1.9E+10 2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.00
M3
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 2.9E+06 5.9E+05 0.0E+00 2.9E+06 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 18.89
H4
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 4.7E+05 4.6E+06 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.34
V4
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 2.9E+06 4.6E+06 1.3E+10 0.0E+00 -4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.00
M4
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 5.9E+05 0.0E+00 -2.9E+06 -2.0E+03 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 18.89
H5 =
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 4.7E+05 4.6E+06 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.34
V5
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 4.6E+06 3.7E+09 -2.9E+06 -4.6E+06 1.3E+10 2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.00
M5
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 2.9E+06 5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 11.89
H6
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 9.4E+05 4.6E+06 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.22
V6
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 -4.6E+06 1.9E+10 2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.00
M6
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 2.9E+06 5.9E+05 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 -2.9E+06 4.35
H7
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -3.8E+03 4.6E+06 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 9.4E+05 4.6E+06 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 -1.11
V7
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 4.6E+06 3.7E+09 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.0E+00 -4.6E+06 1.9E+10 2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 0.00
M7
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.0E+03 0.0E+00 2.9E+06 2.0E+03 0.0E+00 2.9E+06 0
H8
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -4.7E+05 0.0E+00 0.0E+00 4.7E+05 0.0E+00 0
V8
0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 0.0E+00 -2.9E+06 0.0E+00 2.9E+09 2.9E+06 0.0E+00 5.9E+09 0
M8

Universitas Sumatera Utara


33
H1 = -3,056.34 N
V1 = 522,611.07 N
M1 = 7,318,810.20 Nmm
H2 = 0.00 N
V2 = 0.00 N
M2 = 0.00 Nmm
H3 = 0.00 N
V3 = 0.00 N
M3 = 0.00 Nmm
H4 = 3,056.34 N
V4 = -522,611.07 N
M4 = 0.00 Nmm
H5 = 3,056.34 N
V5 = -522,611.07 N
M5 = 0.00 Nmm
H6 = 0.00 N
V6 = 0.00 N
M6 = 0.00 Nmm
H7 = 0.00 N
V7 = 0.00 N
M7 = 0.00 Nmm
H8 = -3,056.34 N
V8 = 522,611.07 N
M8 = -7,318,810.20 Nmm

34

Universitas Sumatera Utara

Anda mungkin juga menyukai