0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
113 tayangan5 halaman

SOP Penggunaan Alat Pelindung Diri

Standar Operasional Prosedur Alat Pelindung Diri (APD) menjelaskan tujuan, ruang lingkup, tanggung jawab, jenis APD yang didistribusikan seperti sepatu safety, helm, sarung tangan, dan prosedur penggunaannya untuk melindungi karyawan dari bahaya di tempat kerja sesuai dengan potensi risiko pekerjaan. Dokumen ini juga mengatur masa pergantian APD agar tetap efektif melindungi karyawan.

Diunggah oleh

Muhammad Dailami
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
113 tayangan5 halaman

SOP Penggunaan Alat Pelindung Diri

Standar Operasional Prosedur Alat Pelindung Diri (APD) menjelaskan tujuan, ruang lingkup, tanggung jawab, jenis APD yang didistribusikan seperti sepatu safety, helm, sarung tangan, dan prosedur penggunaannya untuk melindungi karyawan dari bahaya di tempat kerja sesuai dengan potensi risiko pekerjaan. Dokumen ini juga mengatur masa pergantian APD agar tetap efektif melindungi karyawan.

Diunggah oleh

Muhammad Dailami
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No.

Document :SOP-
ALAT PELINDUNG DIRI SHE/24
Tamggal Efektif :30 Juli
2019
Halaman : / Rev. 0

ALAT PELINDUNG DIRI

1. Tujuan
1.1. Pedoman ini antara lain menguraikan tanggung jawab, evaluasi bahaya, jenis
alat pelindung diri dan pemilihannya, kualifikasi fisik, pengujian kesesuaian,
pelatihan dan pemeliharaan alat pelindung diri yang diperlukan untuk
mencegah dan mengendalikan kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
1.2. Alat Pelindung Diri (APD) di tempat kerja harus diper-timbangkan sebagai
metode pengendalian untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan penyakit
akibat kerja.
1.3. Dalam menggunakan pedoman ini, perlu selalu diingat bahwa penggunaan alat
pelindung diri yang tepat saat bekerja merupakan usaha terakhir untuk
mengurangi atau menghilangkan resiko di tempat kerja.
1.4. Alat pelindung diri hanya dipergu-nakan jika pengendalian teknis yang dapat
mengurangi bahaya (seperti isolasi, ventilasi, penggan-tian atau perubahan
proses) dan kontrol administratif (seperti pro-sedur kerja) tidak dapat
diterapkan
2. Ruang Lingkup
2.1. Seluruh karyawan PT. Ombilin Fusi Nusantara

3. Referensi & Dasar Hukum


3.1. UU No 1 Tahun 1970
a. Pasal 3, Ayat (1), Butir f : dengan peraturan perundang-undangan
ditetapkan syarat-syarat untuk memberikan APD
b. Pasal 9 Ayat (1), Butir C : Pengurus diwajibkan menunjukan dan
menjelaskan kepada tenaga baru tentang APD
c. Pasal 12 butir b : dengan peraturan perundangan diatur kewajiban atau hak
tenaga kerja untuk memakai APD
d. Pasal 14 butir c : pengurus diwajibkan menyediakan APD secara Cuma-
Cuma
3.2. Permenakertrans No. Per.01/MEN/1981
a. Pasal 4 Ayat (3) menyebutkan kewajiban pengurus menyediakan APD dan
wajib bagi tenaga kerja menggunakannya untuk pecegahan terjadinya
penyakit akibat kerja
3.3. Permenakertrans No. Per.03/MEN/1982
a. Pasal 2 Butir 1 : memberikan nasehat mengenai perencanaan dan
pembuatan tempat kerja, pemilihan alat pelindung diri yang diperlukan dan
gizi, serta penyelenggaraan makanan ditempat kerja
4. Defenesi
4.1. Alat Pelindung Diri (APD) atau Personal Protective Equipment adalah alat-alat
atau perlengkapan yang wajib digunakan untuk melindungi dan menjaga
keselamatan pekerja saat melakukan pekerjaan yang memiliki potensi bahaya
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR [Link] :SOP-
ALAT PELINDUNG DIRI SHE/24
Tamggal Efektif :30 Juli
2019
Halaman : / Rev. 0

atau resiko kecelakaan kerja. Alat-alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan
harus sesuai dengan potensi bahaya dan resiko pekerjaannya sehingga efektif
melindungi pekerja sebagai penggunanya.
5. Tanggung Jawab
PJO, HSE Departement, Group Leader
Memastikan seluruh karyawan menggunakan APD sesuai dengan potensi bahaya dan
resiko pekerjaannya

6. Jenis APD yang didistribusikan


6.1. Safety Shoes
6.2. Safety Helmet
6.3. Earflug/earmup
6.4. Safety Glasses
6.5. Safety Gloves
6.6. Masker
6.7. Baju kerja

7. Alur Proses Penyerahan APD

Karyawan Baru Karyawan Lama

Dinyatakan lulus Memastikan sudah


Tes Akhir dan masa pergantian
dilakukan Induksi

sesuai Tidak

Rusak Hilang

Melaporkan kepada Melaporkan kepada


pengawas dan pengawas, membuat
membawa barang BA di TTD SPV,
bukti (APD) Investigasi tim SHE
Mengisi Form serah
terima APD dan di
TTD SPV/GL

Serah Terima
APD
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR [Link] :SOP-
ALAT PELINDUNG DIRI SHE/24
Tamggal Efektif :30 Juli
2019
Halaman : / Rev. 0

8. Prosedur Penggunaan & Masa pergantian APD


8.1. Kaca Mata
a. Pelindung mata dan wajah harus dikenakan saat tugas pekerjaan
mengindikasikan perlunya perlindungan :
 Partikel yang berterbangan
 Bahan Kimia, Padat, cair, gas dan uap
 Radiasi
b. Dilakukan pergantian apabila kacamata sudah rusak/tidak layak pakai
c. Pembaharuan 1 Tahun

8.2. Safety Helmet


a. Helm pengaman atau helm dapat melindungi kepala saat bekerja di area
yang memungkinkan terjadinya benturan di kepala atau terlukanya kepala
karena benda jatuh atau beterbangan
b. Area hard hat (wajib menggunakan helm pengaman tertentu) termasuk
lapangan eksplorasi dan produksi, ruang mesin, dermaga, dll.
c. Permukaan luar dari helm pengaman tidak boleh dilem, dibor, dipotong,
rusak atau dimodifikasi dengan cara apapun yang dapat mempengaruhi
kesatuan strukturnya.
d. Sistem suspensi (plastik penyangga yang berada di dalam helm pengaman)
tidak boleh dilepas dari topi.
e. Bila rusak, helm pengaman dan/atau system suspensi harus diganti.
f. Helm pelindung yang akan dipergunakan saat bekerja mengikuti standar ANSI
Z89-11986
g. Jenis warna helm sesuai jabatan
 Abu-abu : Tamu dari instansi pemerintah
 Putih : Manajer, Supervisor, Group Leader
 Hijau : SHE
 Merah : Acting Jabatan
 Kuning : Mekanik
 Hijau : Operator, Driver dll
 Orange : Tamu / Siswa Magang
h. Masa Pergantian Helmet apabila helm sudah tidak layak pakai
(pecah, retak) dibuktikan oleh barang bukti / Berita acara dan
ditandatangani oleh Spv/Foreman.
i. Pembaharuan min 2 Tahun, Max 3 Tahun
j. Pergantian Tali helm minimal 6 Bulan.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR [Link] :SOP-
ALAT PELINDUNG DIRI SHE/24
Tamggal Efektif :30 Juli
2019
Halaman : / Rev. 0

8.3. Safety Shoes


a. Pelindung kaki harus dikenakan oleh pekerja saat bekerja di area
dimana terdapat bahaya cedera kaki yang disebabkan karena
benda jatuh atau menggelinding atau benda yang menembus sol,
serta area dimana kaki pekerja terpapar oleh potensi bahaya
listrik.
b. Saat bereaksi pada tumpahan atau buangan zat-zat yang
berbahaya, sepatu yang tahan pada bahan kimia harus
dikenakan.
c. Sepatu keselamatan harus tersedia dalam jenis yang sangat
beragam dengan berbagai keistimewaan termasuk baja pelindung
jari, sol tahan oli, pelindung kaki dan bahan yang tidak
menimbulkan percikan api.
d. Semua sepatu pelindung kaki akan mengikuti ANSI Z41-1991
atau Standar Nasional Indonesia.
e. Pembaharuan / Masa pergantian Safety Shoes 1 Tahun,
Kecuali mekanik 6 Bulan
f. Pergantian sepatu rusak (tidak layak pakai) diwajibkan
membawa barang bukti dan membuat berita acara dan
ditandatangani oleh foreman
8.4. Sarung Tangan
Pelindung tangan harus dikenakan saat tangan pekerja terpapar bahaya, seperti :
a. Kulit terkena zat-zat seperti korosif (perusak), cairan pelarut, pestisida
atau bahan kimia'.
b. Luka parah, luka goresan, luka lecet, atau luka tusuk.
c. Sengatan listrik

d. Luka bakar dari bahan kimia atau suhu panas.


e. Bahaya pengelasan (percikan api, ampas bijih logam).
f. Suhu yang ekstrim (panas atau dingin).
8.5. Earplug/earmup
a. Pekerja yang terpapar oleh kebisingan 85 dB(A) atau lebih harus mengenakan
pelindung telinga.
b. Masa pergantian apabila earplug yg digunakan sudah tidak layak pakai
atau hilang dibuktikan dengan barang bukti / Berita acara
ditandatangani oleh SPV/Foreman
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR [Link] :SOP-
ALAT PELINDUNG DIRI SHE/24
Tamggal Efektif :30 Juli
2019
Halaman : / Rev. 0

8.6. Baju Seragam


a. Baju seragam yang digunakan ditentukan oleh peruhaan [Link]
b. Mempunyai reflector dan berlogo perusahaan [Link]
c. Kebutuhan dan masa terima baju
 3 Bulan pertama / PKWT awal menerima 1 Baju seragam
 PKWT Berikutnya Menerima 2 seragam
 Selanjutnya per 1 Tahun dapat 1 seragam

8.7. Masker
a. Digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit akibat kerja, apabila
kondisi lapangan teridintifikasi
 Debu / ada partikel yang berterbangan
 Bahan kimia, padat,cair, gas dan uap
b. Masa pembagian masker minimal 6 Bulan, kecuali mekanik & CCP 3
bulan.

Anda mungkin juga menyukai