KETIKA HIDUP TIDAK
MENGHASILKAN BUAH
( Matius 21 : 18 – 22 ; Markus 11 : 12
- 14)
POHON ARA
Ara mungkin berasal dari Asia Kecil, dan
menjadi makanan pokok di banyak daerah. Ara
menjadi terkenal doi Cina di zaman kerajaan
Tang tahun 700 SM. Di zaman Helenistik
menjadi budaya dan komoditi ekonomi penting
setelah anggur dan minyak zaitun.
Pohon Ara merupakan simbol kelimpahan,
kesuburan dan kemanisan, karena buahnya
yang banyak serta manis. Ohon Ara berbuah
hampir di sepanjang tahun.
POHON ARA
Buah ara kaya kalsium, besi, fosfir dan
potasium. Vitamin C dan B ada dalam jumlah
kecil. Kaya serat dan bebas lemak, bebas
garam, dan bebas kolesterol
Buah ara juga bisa dikeringkan dan dibuat
kue.
Ada banyak jenis pohon ara yang termasuk
dalam keluarga fixus (beringin), namun yang
terkenal adalah ficus sycomorus/sycamore
yang dinaiki Zakheus dan ficus carica atau
pohon ara biasa yang banyak buahnya.
POHON ARA
Ketika Adam dan Hawa menyadari mereka
telanjang, mereka membuat cawat (celana) dari
daun pohon ara (Kej. 3 : 7). Daun pohon ara
biasa bentuknya lebar seperti bentuk lima jari
yang terbuka. Pohon ara dapat menyesuaikan
diri dengan perubahan iklim yang terjadi. Pada
musim panas yang kering dan musim dingin
yang lembab adalah saat yang cocok untuk
menanam pohon ara.
“Tinggal (tenang ) di bawah pohon anggur
dan aranya” merupakan pepatah yang menunjuk
kepada kedamaian dan kemakmuran. (1 Raj. 4
:25)
Permasalahan
1. Mengapa Yeus mengutuk pohon ara itu kalau
memang sudah tahu belum musimnya untuk
berbuah ?
2. Yesus mengutuk pohon ara setelah
menyucikan Bait Allah, yang berarti sudah
masuk Yerusalem (versi Matius), atau sebelum
masuk ke Yerusalem (versi Markus).
Kita memang tidak mengerti urutan cerita
yang sebenarnya, namun kedua peristiwa
tersebut benar terjadi dan dicatat oleh kedua
penulis.
Pembahasan
1. Yesus mengharapkan orang-orang Yahudi
yang sudah dilayaniNya selama 3 tahunan
agar dapat berbuah, namun mereka belum
juga menunjukkan tanda-tanda pertobatan.
Ingat kata-kata Yesus dalam Luk. 13 : 6-7.
Perhatikan kalimat : seorang mempunyai
pohon ara…. Sudah tiga tahun aku datang
mencari buah pada pohon ara ini dan aku
tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini !
Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan
percuma !
Pembahasan
Sebelum musim buah yang sebenarnya,
pohon ara akan bertunas dan mengeluarkan
daun yang banyak, serta buah awal yang
hanya sebesar buah almond, yang disebut
taqsh oleh orang Arab Palestina . Taqsh ini
akan rontok sebelum musim buah yang
sesungguhnya. Namun taqsh ini tetap
dimakan oleh para petani dan mereka yang
lapar. Jika taqsh ini tidak muncul, maka pasti
pohon ara tsb tidak akan berbuah pada
musimnya nanti. Taqsh inilah yang dicari
Yesus dan tidak didapatiNya, karena musim
ara yang sebenarnya belum tiba.
Pembahasan
Kisah ini mengingatkan kita akan perkataan
nabi Yeremia dalam Yeremia 8 : 13. Baca juga
perumpamaan buah ara baik dan busuk yang
dikaitkan dgn orang-orang Israel di Yeremia
24 : 1-10.
2. Perumpamaan ini juga berguna bagi orang -
orang Kristen pada umumnya. Ingat akan ayat
dalam Yoh. 15 : 2, 6. “Setiap ranting padaKu
yang tidak berbuah, dipotongNya…..
Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia
dibuang keluar seperti ranting dan menjadi
kering, kemudian dikumpulkan orang dan
dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.”
Pembahasan
3. Tiga macam buah yang harus dihasilkan oleh
orang percaya :
a. Buah Pertobatan (Markus 3 : 8)
b. Buah Pekerjaan (termasuk buah pelayanan
1 Kor. 3 : 12 - 15)
c. Buah Roh Kudus (Gal. 5 : 22-23)
Kesimpulan
1. Tuhan Yesus menghendaki, agar hidup kita
berbuah. Buah itu dapat dinikmati baik oleh
sesama maupun untuk kemuliaan nama
Tuhan.
2. Bila hidup kita tidak berbuah, maka bersiaplah
untuk menerima sangsi, apakah hanya
dipotong, atau bahkan dibuang ke dalam api.
3. Selama masih diberi kesempatan hidup,
marilah kita bertumbuh dan menghasilkan
buah.
4. Bagaimanakah dengan hidupmu saat ini ?