Rancangan Alat Evaluasi IPS SD
Rancangan Alat Evaluasi IPS SD
Pendahuluan
Setelah kemampuan merancang dan menerapkan metode pembelajaran IPS
SD, tentu diperlukan evaluasi dalam rangka menilai hasil pembelajaran IPS yang
telah diajarkan dan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi atau
meningkatkan kebaikan-kebaikan yang diperoleh sebelumnya. Oleh karena itu,
kemampuan merancang, menyusun, dan menerapkan alat evaluasi tersebut sangat
penting bagi Anda yang bertugas mengajar IPS di SD.
Indikator pada modul V ini adalah:
1. Mampu menyajikan berbagai alat evaluasi pembelajaran IPS SD.
2. Selalu menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan
berwibawa.
3. Selalu menampilkan diri sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan sebagai
teladan bagi peserta didik dan masyarakat.
Tujuan pembelajaran yang diharapkan setelah Anda mempelajari modul ini
ialah agar Anda dapat:
1. Merancang alat evaluasi pembelajaran IPS di SD
2. Menyusun alat evaluasi pembelajaran IPS di SD
3. Merancang alat evaluasi hasil belajar IPS dari aspek kognitif
4. Merancang alat evaluasi hasil belajar IPS dari aspek nilai dan sikap sosial
5. Merancang alat evaluasi hasil belajar IPS dari aspek keterampilan
5.1
Kegiatan Belajar 1
Merancang dan Menyusun Alat Evaluasi secara
Umum dalam Proses Belajar IPS di SD
a. Pengertian Evaluasi
Evaluasi atau penilaian adalah suatu proses sistematik untuk mengetahui
tingkat keberhasilan dan efisiensi suatu program (suatu kegiatan yang telah
direncanakan sebelumnya, lengkap dengan tujuan dari kegiatan tersebut). Kegunaan
utama dari evaluasi adalah untuk pengambilan keputusan dan pertanggungjawaban
terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.
Pengukuran, penilaian (evaluasi), dan pengambilan keputusan mempunyai arti
yang berbeda karena tingkat penggunaannya yang berbeda.
Pengukuran adalah suatu kegiatan untuk mendapatkan informasi atau data
secara kuantitatif, sedangkan penilaian adalah kegiatan untuk mengetahui apakah
suatu program telah berhasil dan efisien. Jadi, hasil pengukuran merupakan sumber
data yang baik mutunya bagi penilaian.
Pengambilan keputusan atau kebijaksanaan adalah tindakan yang diambil oleh
seseorang atau lembaga berdasarkan data atau informasi yang telah diperoleh, atas
dasar pengukuran dan penilaian.
Tes prestasi belajar adalah himpunan pertanyaan yang diperlukan untuk
mengukur tingkat kemampuan siswa dalam menguasai bahan pelajaran yang telah
diajarkan oleh guru.
b. Syarat-Syarat Tes yang Baik
Syarat-syarat tes yang baik adalah:
a. Valid (sahih) atau hanya mengukur apa yang hendak diukur. Tes untuk bidang
studi IPS, setiap butir soalnya harus mengukur hanya pengetahuan IPS saja.
5.2
b. Andal (reliable) atau kecermata atau ketepatan (precision) dan keajegan
(consistency) dari hasil pengukuran yang dilakukan. Setiap butir soal memiliki
tingkat kesukaran yang sedang dan sebaiknya homogen.
c. Objektif dan Adil. Penilaian hasil belajar peserta didik tidak menguntungkan atau
merugikan peserta didik dan tidak dipengaruhi oleh subyektivitas penilai,
perbedaan latar belakang agama, sosial-ekonomi, budaya, bahasa, gender, dan
hubungan emosional.
c. Merancang Alat Evaluasi atau Tes
Sebelum menyusun tes, terlebih dahulu harus memperhatikan hal-hal berikut:
a. Tujuan tes
Dalam bidang pendidikan, tujuan tes untuk mengetahui penguasaan peserta
didik dalam pokok bahasan atau subpokok bahasan tertentu setelah materi diajarkan
atau untuk mengetahui kesulitan belajar peserta didik (diagnostik tes).
b. Penyusunan kisi-kisi tes
Kisi-kisi tes atau tabel spesifikasi (test blue print) merupakan rambu-rambu
ruang lingkup dari isi soal yang akan diujikan.
Dalam merancang tes, pertama kita perlu mempelajari kurikulum sekolah
yang berlaku mengenai kompetensi dasar, materi pokok, hasil belajar, dan indikator
materi. Setelah itu buatlah indikator tes atau tujuan instruksional khusus (TIK) untuk
tes yang akan disusun.
Kompetensi Dasar (KD) : Mendeskripsikan kedudukan dan peran anggota
keluarga.
Materi pokok : Kedudukan dan peran anggota keluarga
Hasil belajar : Kedudukan anggota keluarga
Peran anggota keluarga.
Indikator : Kedudukan anggota keluarga
1) Menyebutkan kedudukan setiap anggota
keluarga
2) Membuat silsilah keluarga.
5.3
Peran anggota keluarga
1) Menjelaskan peran setiap anggota keluarga
2) Menjelaskan kecenderungan perubahan peran
keluarga
3) Menceritakan pengalaman siswa dalam
melaksanakan peranannya dalam keluarga.
Indikator tes : Siswa dapat menyebutkan paling sedikit 2 tugas
anak di rumah
Soalnya dapat dibuat menjadi:
Dua tugas anak di rumah yaitu …
a. Membantu orang tua dan belajar.
b. Menonton TV dan rekreasi.
c. Rekreasi dan pesta.
d. Makan enak dan belajar.
d. Menyusun Alat Evaluasi atau Tes
Kriteria indikator tes yang baik adalah
a. Memuat ciri-ciri dari TIU (Tujuan Instruksional Umum) yang hendak diukur
b. Menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur
c. Berkaitan erat dengan materi pokok hasil belajar beserta indikator materi
d. Dapat dibuat soal
Kriteria pokok penulisan soal:
a. Harus sesuai dengan indikator tes
b. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas
c. Pernyataan yang ada pada pokok soal atau pada pilihan jawaban harus singkat,
padat, dan jelas
d. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar
e. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi
f. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama
5.4
g. Pilihan jawaban jangan menggunakan pernyataan semua jawaban salah atau
semua jawaban benar
h. Pilihan jawaban yang menggunakan angka, harus diurutkan dari angka kecil ke
besar
i. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau paling benar
j. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal-soal sebelumnya
Dalam melakukan penilaian, juga harus memperhatikan acauan yang dipakai.
Beberapa acuan penilaian pada pembelajaran IPS sebagai berikut:
a. Acuan norma (norm reference)
Acuan norma merupakan acuan penilaian yang mendeskripsikan penampilan
atas dasar posisi relatif seorang siswa terhadap siswa lain di dalam kelompok
kelasnya (Sukardi, 2008:22). Pada acuan norma nilai atau skor siswa dibandingkan
dengan nilai atau skor siswa sekelompoknya digunakan pada pembelajaran yang
bersifat kompetitif.
Penilaian dengan acuan norma menurut Pusat Kurikulum dalam Amin (2011)
digunakan untuk:
1. Menentukan ranking siswa dalam satu kelas.
2. Mengelompokkan siswa dalam satu kelas berdasarkan prestasi belajar.
3. Menentukan/ menyeleksi siswa ke dalam kelas unggul dan kelas normal.
4. Membandingkan antar siswa.
5. Menyeleksi siswa yang mewakili lomba antar sekolah.
6. Menyeleksi siswa yang hendak melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.
b. Acuan Kriteria
Acuan kriteria adalah acuan penilaian dimana hasil penampilan siswa
menunjukkan posisinya sendiri terhadap kriteria tertentu tanpa membandingkan
dengan hasil penampilan siswa lain (Sukardi, 2008: 23). Pada acuan kriteria nilai atau
skor yang diperoleh siswa dibandingkan dengan standar tertentu yang ditentukan
sebelumnya, biasanya digunakan pada pembelajaran koperatif dan individualistik,
5.5
dan nilai yang diperoleh siswa dihubungkan dengan tingkat pencapaian penguasaan
siswa terhadap mata pelajaran yang bersangkutan.
Penilaian dengan acuan kriteria Pusat Kurikulum dalam Amin (2011)
digunakan untuk:
1. Menentukan sejauh mana siswa telah mencapai target/kompetensi yang telah
ditetapkan dalam kurikulum
2. Memberikan remidi atau pengayaan bagi siswa-siswa tertentu
3. memperkirakan mutu suatu sekolah berdasarkan standar mutu nasional yang
tergambar dalam pencapaian daftar kompetensi yang tercantum dalam kurikulum
oleh siswa.
Penilaian pembelajaran baik proses maupun hasil belajar selayaknya
memenuhi bersifat komprehensif mencakup seluruh potensi dan kemampuan peserta
didik disamping perlu memenuhi rasa keadilan bagi peserta didik. Oleh karena itu,
kemampuan guru dalam menilai selayaknya menggunakan teknik tes dan non-tes.
Tugas
Buatlah alat evaluasi Pembelajaran IPS di SD! Materi pokok, hasil belajar, dan
indikator materi, silahkan Anda memilihnya pada kurikulum.
Evaluasi Formatif I
1. Evaluasi adalah suatu proses yang sistematik untuk mengetahui ….
a. Keberhasilan dan efisiensi pelaksanaan program
b. Kecermatan pelaksanaan program
c. Kecepatan pelaksanaan program
d. Kecermatan keluarnya dana dari suatu program
2. Dalam suatu proses pembelajaran, yang paling tepat melakukan evaluasi
adalah ….
a. Kepala sekolah c. Guru yang mengajar
b. Pengawas dari Diknas d. Tim penilai
3. Evaluasi formatif digunakan untuk ….
5.6
a. Melihat materi kesalahan yang diajarkan
b. Menyempurnakan proses belajar-membelajarkan
c. Menyusun program lanjutan
d. Menyusun umpan balik program
4. Pengukuran adalah suatu kegiatan yang maksudnya ….
a. Sama dengan evaluasi atau penilaian
b. Ingin memperoleh data secara kuantitatif
c. Ingin mengetahui suatu program berhasil atau tidak
d. Untuk memutuskan suatu tindakan
5. Syarat-syarat alat evaluasi yang baik adalah harus ….
a. Sahih, andal, objektif dan adil
b. Mengukur apa yang hendak diukur
c. Mempunyai kecermatan dan ketepatan
d. Sesuai dengan materi
6. Kriteria pokok penulisan soal, kecuali ….
a. Harus sesuai dengan indikator tes
b. Pokok soal harus dirumuskan dengan jelas dan tegas
c. Pernyataan yang ada pada pokok soal atau pada pilihan jawaban harus
singkat, padat dan jelas
d. Pilihan jawaban boleh menggunakan pernyataan semua jawaban salah
7. Kriteria indikator tes yang baik adalah ….
a. Mencerminkan seluruh materi
b. Memuat kata kerja operasional yang dapat diukur
c. Mencerminkan kriteria keberhasilan
d. Relevan dengan tujuan
8. Penilaian dengan acuan kriteria Pusat Kurikulum dalam Amin (2011)
digunakan untuk, kecuali ….
a. Menentukan sejauh mana siswa telah mencapai
target/kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum
5.7
b. Memberikan remidi atau pengayaan bagi siswa-siswa tertentu
c. Menentukan/ menyeleksi siswa ke dalam kelas unggul dan
kelas normal.
d. Memperkirakan mutu suatu sekolah berdasarkan standar mutu
nasional
9. Berikut yang bukan kegunaan penilaian dengan acuan norma menurut Pusat
Kurikulum adalah ….
a. Memberikan remidi atau pengayaan bagi siswa-siswa tertentu
b. Menentukan ranking siswa dalam satu kelas.
c. Mengelompokkan siswa dalam satu kelas berdasarkan prestasi belajar.
d. Menyeleksi siswa yang hendak melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.
10. Kemampuan guru dalam menilai selayaknya menggunakan teknik ….
a. Tes dan non-tes
b. Tes saja
c. Non-tes saja
d. Praktik
5.8
Kegiatan Belajar 2
Merancang dan Menyusun Alat Evaluasi
Hasil Belajar IPS Aspek Kognitif
5.9
Evaluasi ini hanya mengungkap tentang fakta, definisi, pengertian dan
sejenisnya. Jadi, siswa hanya dituntut untuk mengingkat kembali apa yang telah
dipelajari.
Contoh pertanyaannya sebagai berikut:
1. Di manakah terdapat tambang timah di Indonesia?
2. Siapakah presiden pertama Negara RI?
3. Apakah nama ibukota provinsi Kalimantan Tengah?
Jawaban untuk pertanyaan di atas dapat singkat atau memerlukan keterangan
atau penjelasan singkat. Kata-kata yang sering dipakai untuk evaluasi yang
mengungkap pengetahuan antara lain Apa? Siapa? Dimana? Kapan? Sebutkan?
b. Pemahaman (comprehension)
Evaluasi ini menuntut siswa untuk memahami atau mengerti apa yang telah
dipelajari. Siswa dituntut dapat menjelaskan apa yang telah dipelajari dengan
kalimatnya sendiri. Dia tidak sekedar dapat mengingat dan menghafal informasi yang
telah diperoleh, tetapi dapat memilih dan mengorganisasikan informasi tersebut.
Termasuk dapat menafsirkan gambaran, grafik, bagan, dan lain-lain dengan kata-
katanya sendiri.
Kata-kata yang sering dipakai untuk evaluasi (pertanyaan) yang mengungkap
pemahaman antara lain: Mengapa? Jelaskan? Uraikan! Berilah ulasan singkat!
Bandingkan!
Contoh:
Mengapa pulau Jawa padat penduduknya?
Jelaskan secara singkat mengapa di Indonesia agama Islam mula-mula berkembang di
daerah pantai?
c. Penerapan (Application)
Pada penerapan, siswa dapat menggunakan informasi yang diterima untuk
memecahkan sesuatu masalah. Dengan menggunakan konsep, prinsip, aturan, hukum
atau proses yang telah dipelajari sebelumnya, siswa diharapkan dapat menentukan
jawaban yang benar terhadap pertanyaan yang diajukan.
5.10
Kata-kata yang sering digunakan untuk mengungkap penerapan (application)
adalah: Demonstrasikan! Tunjukkanlah! Klasifisikasikan! Carilah hubungan!
Tuliskan! Gambarkan!
Contoh
Demonstrasikan terjadinya gerhana matahari dengan 3 bola yang ukurannya berbeda!
Tunjukkanlah letak kota Pangkalan Bun pada peta pulau Kalimantan!
d. Analisis (Analysis)
Pertanyaan analisis menuntut siswa untuk berpikir secara mendalam, kritis
bahkan menciptakan sesuatu yang baru. Untuk menjawab pertanyaan analisis, siswa
harus mampu menguraikan sebab, motif atau mampu mengadakan deduktif (dari
suatu generalisasi hal umum dicari faktanya ke hal yang khusus). Oleh karena itu,
pertanyaan analisis memiliki berbagai alternatif.
Kata-kata yang sering digunakan untuk mengungkap analisis adalah:
Sebutkan bukti-bukti! Tunjukkan sebab-sebabnya! Analisislah! Berilah alasan!
Pertanyaan analisis menuntut siswa terlibat dalam proses kognitif, yaitu:
1. Menguraikan alasan atau sebab-sebab suatu kejadian. Contoh: faktor-faktor
apakah yang menyebabkan terjadinya urbanisasi?
2. Mempertimbangkan dan menganalisis informasi agar dapat menyimpulkan
informasi yang diterima. Contoh: berdasarkan data yang ada, kebanyakan
pengangguran adalah penduduk desa yang pergi ke kota untuk mencari pekerjaan.
Bagaimana cara mengatasinya?
3. Menganalisis kesimpulan atau generalisasi untuk menemukan bukti yang
menunjang atau bahkan menyangkal kesimpulan. Contohnya: bukti-bukti apakah
yang dapat dikumpulkan bahwa film barat kurang cocok bagi kepribadian timur?
e. Sintesis (Synthesis)
Pertanyaan yang mengungkap sintesis menuntut siswa berpikir orisinal,
kreatif, dan berpikir induktif (mengambil kesimpulan dari berbagai faktor atau fakta).
Jenis pertanyaan sintesis dapat berbentuk seperti berikut ini.
5.11
1. Membuat prediksi atau peramalan atau perkiraan. Contoh: apa dampak yang
mungkin terjadi jika pantai utara Jawa Barat dijadikan daerah pemukiman?
2. Mengungkapkan ide dan menghasilkan pemikiran yang orisinal. Contoh:
bagaimana tindakan Anda jika perahu yang Anda tumpangi terdampar pada suatu
pulau yang tidak berpenduduk?
3. Memecahkan masalah. Contoh: apa yang harus kita lakukan agar masyarakat
menaati peraturan lalu lintas?
f. Penilaian (evaluation)
Evaluasi yang mengungkap penilaian menuntut siswa untuk melakukan
kegiatan berpikir yang paling tinggi. Evaluasi dapat dilakukan apabila pengetahuan,
pemahaman, aplikasi, analisis dan sintesis dapat dikuasai dengan baik. Pertanyaan
yang mengungkap evaluasi menuntut adanya standar atau kriteria yang jelas.
Kata-kata yang sering digunakan untuk mengungkap evaluasi adalah: Berilah
pendapat bahwa … Bandingkan! Bedakanlah! Berilah alasan! Berilah kritik!
Alternatif mana yang lebih baik? Setujukah Anda! Menurut pendapat Anda, apakah
benar? Cara manakah yang dapat dipilih?
Pertanyaan yang mengungkap evaluasi dapat dikategorikan sebagai berikut:
1. Pertanyaan yang meminta siswa memberikan pendapat.
2. Pertanyaan yang memberikan penilaian terhadap suatu ide
3. Pertanyaan yang meminta siswa untuk memecahkan masalah
4. Pertanyaan yang meminta siswa menetapkan karya terbaik
Tugas
Jelaskan dengan singkat tujuh tingkatan dalam aspek kognitif!
Evaluasi Formatif II
1. Tingkatan kognitif yang termasuk kategori rendah, kecuali ….
a. Knowledge
b. Evaluation
c. Comprehension
5.12
d. Application
5.13
a. Pertanyaan yang meminta siswa memberikan contoh
b. Pertanyaan yang memberikan penilaian terhadap suatu ide
c. Pertanyaan yang meminta siswa untuk memecahkan masalah
d. Pertanyaan yang meminta siswa menetapkan karya terbaik
9. Setelah mengamati peta Indonesia, siswa dapat menyebutkan
nama-nama pulau di Indonesia, aspek yang diukur dari pertanyaan tersebut adalah
aspek….
a. Pengetahuan
b. Pemahaman
c. Penerapan
d. Penyimpulan
10. Setelah mengamati peta buta kepulauan Indonesia, siswa dapat
memberi nama Laut Jawa, Laut Sulawesi, Laut Hindia, Laut Maluku, aspek yang
diukur dari pertanyaan tersebut adalah aspek….
a. Pengetahuan
b. Pemahaman
c. Penerapan
d. Penyimpulan
5.14
Kegiatan Belajar 3
Merancang dan Menyusun Alat Evaluasi
Nilai dan Sikap Sosial
Nilai dan sikap sosial terjadi apabila ada interaksi sosial antara seseorang
dengan orang lain, dengan kelompok atau antarkelompok. Untuk dapat terjadi
interaksi sosial, harus ada kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial dapat
berlangsung dalam tiga bentuk sebagai berikut
a. Antara Orang Per Orang
Contohnya seorang siswa mempelajari kebiasaan-kebiasaan dalam keluarga,
kebiasaan-kebiasaan guru-gurunya dalam mengajar, dan kebiasaan teman-temannya.
Jika siswa mempelajari kebiasaan-kebiasaan dalam keluarga dia akan mengetahui
nilai-nilai baik dan tidak baik. Dia mengetahui bahwa ibunya ramah dan suka
menolong. Dia mengetahui bahwa ayahnya dermawan dan berwibawa. Jadi dia akan
memiliki nilai dan sikap sosial tertentu misalnya berupa meniru sikap ayahnya atau
ibunya. Hal itu terjadi akibat adanya kontak sosial dan komunikasi antara anak
dengan orang tuanya.
Demikian juga, apabila dia melakukan kontak dengan guru-gurunya. Dia akan
dapat menilai A guru galak, tetapi murah dalam memberi nilai. Guru B ramah dalam
mengajar dan sangat jelas dan menyenangkan. Guru C dalam mengajar sangat cepat
dan tidak jelas, dan lain-lain. Dengan demikian, dia akan dapat membedakan siapa
guru yang baik dan kurang baik. Dia akan mempunyai nilai dan sikap sosial tertentu.
5.15
Hal itu terjadi akibat adanya kontak sosial dan komunikasi antara siswa tersebut
dengan guru-gurunya.
b. Antara Orang Per Orang dengan Kelompok Masyarakat
Contohnya seseorang yang tinggal dalam kelompok masyarakat desa, dia akan
mengetahui bahwa tindakannya disenangi oleh masyarakat desa tersebut apabila dia
dapat menyesuaikan dengan norma-norma yang berlaku didesa tersebut. Jika tidak,
dia akan terasing atau dijauhi oleh masyarakat desa tersebut. Nilai dan sikap sosial
tertentu akhirnya timbul akibat adanya kontak sosial dan komunikasi dengan
masyarakat desa
c. Antara Kelompok dengan Kelompok
Contohnya siswa-siswa suatu sekolah mengadakan kunjungan ke sekolah lain
yang menimbulkan kerja sama yang saling menguntungkan atau justru sebaliknya
karena terjadi perbedaan norma antara kedua sekolah sehingga terjadi perselisihan.
Terjadinya nilai dan sikap sosial yang berbeda diakibatkan kontak sosial dan
komunikasi yang tidak serasi.
Contoh penilaian pada aspek afektif dapat dilihat pada pembelajaran kelas III
semester I materi kedudukan dan peran anggota keluarga. Dalam penilaiannya
menggunakan daftar pertanyaan yang berfungsi untuk mengungkapkan nilai sosial.
Dalam penyusunannya terlebih dahulu buat kisi-kisi soal. Berikut ini mengenai
contoh penilaian afektif yang mengungkapkan nilai sosial yaitu:
Kompetensi Dasar (KD) : Mendeskripsikan kedudukan dan peran anggota
keluarga.
Materi pokok : Kedudukan dan peran anggota keluarga
Hasil belajar : Kedudukan anggota keluarga
Peran anggota keluarga.
Indikator : Kedudukan anggota keluarga
1) Menyebutkan kedudukan setiap anggota
keluarga
2) Membuat silsilah keluarga.
5.16
Peran anggota keluarga
1) Menjelaskan peran setiap anggota keluarga
2) Menjelaskan kecenderungan perubahan peran
keluarga
3) Menceritakan pengalaman siswa dalam
melaksanakan peranannya dalam keluarga.
Dari materi tersebut dapat dibuat kisi – kisi soal yang mengungkap nilai dan
sikap sosial sebagai berikut. Contohnya sebagai berikut:
1. Dengan bekerja sama dengan adiknya membersihkan halaman rumah, Doni
dapat menghargai kedua adiknya yang bekerja dengan baik.
2. Dengan bekerja sama dengan ibunya yang mengajar memasak, tuti dan
adiknya dapat menghargai ibunya yang pintar memasak dan sabar.
Dari kisi-kisi tersebut dikembangkan pertanyaan sebagai berikut:
1. Membersihkan halaman rumah dikerjakan oleh Doni, Tuti dan
Adiknya. Kebersihan halaman rumah tentukan oleh………….
a. Doni yang membersihkan halaman depan rumah.
b. Tuti dan adinya yang membersihan halaman samping rumah.
c. Ketiga anak tersebut, masing-masing memberi sumbangan terhadap
kebersihan halaman rumah.
d. Kebersihan halaman rumah hanya ditentukan oleh Doni
Jawaban yang paling benar adalah c
2. Belajar memasak dilakukan oleh Tuti dan adiknya, dibimbing
oleh ibunya yang pandai memasak dan sabar. Keberhasilan belajar memasak
ditentukan oleh………..
a. Ibunya yang pandai memasak dan sabar.
b. Tuti yang serius belajar memasak.
c. Adik Tuti yang serius belajar memasak.
d. Tuti dan adiknya yang serius serta ibunya yang pandai
memasak dan sabar
5.17
Jawaban yang paling benar adalah d
Alat yang tepat untuk mengukur nilai dan sikap sosial ranah afektif selain
daftar pertanyaan adalah berupa skala penilaian, daftar cek, laporan pribadi,
wawancara. Namun, alat evaluasi tersebut masih merupakan hal baru bagi siswa SD.
Tugas
Buatlah alat evaluasi nilai dan sikap sosial!
5.18
a. Menurut apa yang dikehendaki oleh masyarakat
b. Dapat menyesuaikan dengan norma-norma yang berlaku
c. Mau menjadi seorang pengamat masyarakat
d. Tidak banyak bergaul dengan masyarakat
5.19
8. Dengan disediakan sejumlah data penduduk di setiap propinsi, angka
kelahiran, dan kematian, angka pertambahan penduduk, luas wilayah tiap
propinsi, pada saat siswa dan guru membahas potensi penduduk di Indonesia,
dalam merancang evaluasi hasil belajar IPS SD aspek nilai dan sikap sosial yang
paling sesuai untuk materi tersebut adalah ....
a. Membaca data penduduk
b. Menghitung kepadatan penduduk di tiap provinsi
c. Menggunakan peta penduduk Indonesia
d. Membuat laporan kondisi penduduk
9. Setelah mendengar penjelasan guru tentang sekolahnya pelajaran IPA agak
ketinggalan, Riri dapat memberikan penilaian bahwa ….
a. Sekolah tersebut masih perlu ditambah guru IPA
b. Sekolah tersebut belum maju dan perlu dikembangkan
c. Sekolah tersebut guru IPS-nya perlu ditatar
d. Buku-buku IPS perlu ditambah
10. Setelah mendengar penjelasan kepala desa tentang kemajuan desanya dan
penduduk desanya yang rajin bekerja. Anton dapat menyimpulkan bahwa
penduduk desa ….
a. Itu terlalu mementingkan kelompoknya
b. Hanya mementingkan kepentingannya sendiri
c. Sudah maju di bidang pertanian dan perikanan
d. Itu saling membantu dan bekerja sama untuk membangun desanya
5.20
Kegiatan Belajar 4
Merancang dan Menyusun Alat Evaluasi
Keterampilan IPS
5.21
d. Mengendalikan variabel
Variabel penelitian adalah faktor yang berpengaruh terhadap suatu kegiata
atau proses.
e. Mengintrepetasi atau menafsirkan data
Data yang dikumpulkan melalui observasi dapat disajikan dalam bentuk
grafik, tabel, diagram, atau peta persebaran data. Data yang disajikan dapat
ditafsirkan secara mudah.
f. Menyusun kesimpulan sementara
g. Meramalkan/ memprediksi
Pengalaman yang banyak biasanya menghasilkan ramalan yang cocok.
Ramalan yang baik didasarkan pada hasil observasi yang memperhatikan
kecenderungan gejala tertentu.
h. Menerapkan/ mengaplikasikan konsep
i. Mengkomunikasikan/ menyebarluaskan hasil temuan
Mengkomunikasikan hasil penelitian dapat melalui laporan makalah,
karangan atau tulisan di surat kabar, atau secara lisan dengan bantuan grafik, diagram,
dan lain-lain.
Contohnya penyusunan evaluasi pada kelas V semester II dengan materi
pokok kenampakan alam dan buatan sebagai berikut ini:
1. Kompetensi Dasar
Kemampuan memahami keragaman kenampakan alam dan buatan di Indonesia
2. Materi Pokok
Kenampakan alam dan buatan di Indonesia
3. Hasil Belajar dan Indikator Materi
a. Mendeskripsikan keragaman kenampakan alam di Indonesia
1. Menggambar peta Indonesia dengan menggunakan simbol
2. Mendeskripsikan peta Indonesia dengan menggunakan simbol
3. Mengidentifikasi ciri-ciri kenampakan alam wilayah Indonesia
5.22
4. Menunjukkan pada peta persebaran flora dan fauna di berbagai wilayah
Indonesia.
5. Mengidentifikasikan ciri dan sifat cuaca/iklim dan dampaknya terhadap
aktivitas masyarakat setempat.
b. Mendeskripsikan kenampakan buatan di Indonesia
1. Mengidentifikasi kenampakan buatan di wilayah Indonesia
2. Menjelaskan keuntungan dan kerugian pembangunan kenampakan buatan
(waduk, pelabuhan, kawasan indsutri, perkebunan) bagi masyarakat
setempat.
Dari materi di atas dapat dikembangkan dengan kegiatan kelompok. Pada
kegiatan kelompok tersebut, siswa diminta untuk mendiskusikan materi yang
diberikan kepada guru pada setiap kelompok. Hasil diskusi dan pencapaian aspek
keterampilannya sebagai berikut:
5.23
rata-rata di Indonesia
Setelah membaca uraian angin
Menggambar peta arah muson di Indonesia siswa dapat
Mengomunikasikan
angin muson di Indonesia menggambarkan arah angin muson
di Indonesia.
Mendeskripsikan Setelah membaca peta Indonesia
kenampakan buatan di siswa dapat membedakan Membuat klasifikasi
Indonesia kenampakan buatan di Indonesia.
Setelah membaca dampak
Menjelaskan keuntungan pembangunan kenampakan buatan,
dan kerugian pembangunan siswa dapat menyimpulkan
Interpretasi data
kenampakan buatan bagi keuntungan dan kerugian
masyarakat. pembangunan kenampakan bagi
masyarakat.
Tugas
Buatlah alat evaluasi Pembelajaran IPS di SD aspek keterampilan IPS!
Evaluasi Formatif IV
1. Yang tidak termasuk mengobservasi menurut
Conny Semiawan dan kawan-kawan adalah ….
a. Menghitung
b. Mengukur
c. Merumuskan
d. Mengklasifikasi
2. Membuat hipotesis, merencanakan penelitian,
dan mengendalikan variabel adalah sebagian dari keterampilan ….
a. Mendasar dalam proses berpikir dan berkarya di bidang ilmiah
b. Untuk berkarya dan bekerja
c. Dalam menyusun rencana penelitian terapan
5.24
d. Menyusun laporan penelitian
5.25
7. Kesimpulan sementara sangat penting bagi seseorang yang melakukan
penelitian atau eksperimen. Berikut ini yang merupakan kesimpulan sementara
adalah padi yang ….
a. Diberi pupuk dan pengairan cukup akan mempunyai hasil yang lebih baik jika
dibandingkan yang tidak diberi pupuk
b. Diberi pupuk banyak dan air secukupnya akan menghasilkan
c. Tidak diberi pupuk dan air cukup akan menghasilkan
d. Diberi pupuk berlebih dan air yang cukup akan menghasilkan yang banyak
8. Jika cuaca mendung, biasanya akan jatuh hujan. Jika padi gagal panen atau
puso harga beras naik. Anak yang tidak pernah belajar, biasanya bodoh. Tiga
pernyataan di atas adalah termasuk ….
a. Kesimpulan
b. Peramalan
c. Penerapan
d. Interpretasi
9. Laporan penelitian, tulisan hasil penelitian di surat kabar dan sejenisnya
termasuk keterampilan ….
a. Menerapkan konsep
b. Menyebarkan hasil penelitian
c. Membuat kesimpulan sementara
d. Membuat interpretasi penelitian
10. Jika indikator tes adalah setelah membaca peta jenis flora dan fauna di
Indonesia, siswa dapat menggolongkan jenis flora dan fauna di Indonesia, maka
keterampilan IPS yang diungkap ….
a. Mengomunikasikan
b. Interpretasi data
c. Membuat klarifikasi
d. Membuat klasifikasi
5.26
Metode Penyajian
Metode ceramah dan penugasan
Referensi
1. Daryanto. 2002. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
2. Purwanto. 2008. Evaluasi Hasil Belajar. Surakarta: Pustaka Pelajar
3. Sardjiyo. 2008. Pendidikan IPS di SD. Jakarta: Universitas Terbuka
4. Sudijono, Anas. 2011. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pres
5. [Link]
ips-sd-2. html
5.27