RPP Anekdot untuk SMA Kelas X
RPP Anekdot untuk SMA Kelas X
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran Discovery Learning dan Problem Based Learning siswa dapat
menganalisis teks anekdot dan menciptakan teks anekdot dengan kreatif, aktif, dan
inovatif serta memiliki sikap disiplin dan kerjasama.
D. Materi Pembelajaran
1. Struktur teks anekdot
2. Kebahasaan teks anekdot
3. Cara menganalisis teks anekdot
4. Contoh-contoh berita aktual
5. Cara menyusun kerangka teks anekdot
6. Contoh teks anekdot
E. Pendekatan/Model/Metode Pembelajaran
Pendekatan : Saintifik
Model : Discovery Learning dan Problem Based Learning
Metode : Diskusi, Penugasan
G. Sumber Belajar
Kosasih, E. 2014. Jenis-jenis Teks. Bandung : Yrama Widya.
Kosasih, Engkos. 2016. Cerdas Berbahasa dan Bersastra Indonesia. Jakarta : Erlangga.
Sulistyawati, Trisni, Anang Krisdayanto, dan Sri Suwarni. 2014. Bahasa Indonesia
Kebangaan Bangsaku. Surakarta : PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
H. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah Kegiatan Waktu
Pendahuluan 1. Guru memberi salam dan menunjuk salah 15 menit
seorang siswa untuk berdoa
2. Guru memastikan kesiapan psikis dan fisik
siswa untuk mengikuti proses pembelajaran
3. Guru memberi apersepsi tentang materi yang
sudah dipelajari untuk menyegarkan ingatan
siswa dengan tanya jawab
4. Siswa memahami kompetensi dasar dan
indikator yang akan dicapai
5. Guru memotivasi siswa akan pentingnya
menguasai materi teks anekdot dengan baik
untuk membantu siswa memahami hakikat dan
fungsi anekdot dalam kehidupan manusia
6. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok
diskusi
Kegiatan Inti Memberi Stimulasi (Stimulation) 60 menit
1. Siswa mengamati gambar yang berhubungan
dengan anekdot yang ditampilkan oleh guru
melalui power point
2. Siswa mengamati sebuah video anekdot yang
ditampilkan melalui proyektor
Mengidentifikasi Masalah (Problem
Statement)
3. Siswa menemukan suatu masalah yang dibahas
di dalam video yang ditampilkan
4. Siswa bertanya jawab dengan guru mengenai
isi masalah yang dibahas pada video tersebut
Mengumpulkan Data (Data Collection)
5. Siswa bekerja sama dengan kelompoknya
untuk menganalisis struktur dan kebahasaan
yang terdapat dalam teks anekdot yang
ditampilkan melalui video pembelajaran
6. Siswa diberi waktu untuk mencari dan
mengumpulkan data/informasi berupa buku
pendukung materi di perpustakaan untuk
mendukung hasil analisis (waktu yang
diberikan sebanyak 15 menit)
Mengolah Data (Data Processing)
7. Siswa mencoba untuk menentukan hipotesis
sementara struktur dan kebahasaan teks
anekdot yang telah diperoleh melalui data-data
dan hasil diskusi
Memverifikasi (Verification)
8. Siswa bergantian mempresentasikan hasil
analisisnya di depan kelas secara berkelompok
dan membandingkannya dengan hasil
kelompok lain
9. Siswa lainnya memberikan respon berupa
pertanyaan, kritik, dan saran yang membangun
serta mengecek keabsahan/kebenaran hipotesis
yang telah ditentukan
Menyimpulkan (Generalization)
10. Siswa dibimbing oleh guru membuat simpulan
terkait struktur dan kebahasaan teks anekdot
Kegiatan 1. Guru memberi penilaian kepada siswa untuk 15 menit
Penutup mengetahui tingkat ketercapaian indikator
2. Guru memberikan apresiasi kepada kelompok
yang menunjukkan sikap disiplin dan
kerjasama
3. Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran
berikutnya dan menugaskan siswa membawa
sebuah koran
4. Guru memberi salam dan menutup pelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah Kegiatan Waktu
Kegiatan 1. Guru memberi salam dan menunjuk salah 15 menit
Pendahuluan seorang siswa untuk berdoa
2. Guru memastikan kesiapan psikis dan fisik
siswa untuk mengikuti proses pembelajaran
3. Guru memberi apersepsi tentang materi yang
sudah dipelajari untuk menyegarkan ingatan
siswa dengan tanya jawab
4. Siswa memahami kompetensi dasar dan
indikator yang akan dicapai
5. Guru memotivasi siswa akan pentingnya
berlatih menulis dalam kehidupan manusia
6. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok
diskusi
Kegiatan Inti Mengorientasi pada Masalah 60 menit
1. Siswa membaca sebuah koran yang telah
ditugaskan oleh guru untuk dijadikan bahan
kegiatan
2. Siswa mengamati berita yang mengungkapkan
masalah-masalah yang dituliskan pada koran
secara berkelompok
Mengorganisasikan Kegiatan Pembelajaran
3. Siswa bertanya jawab dengan guru mengenai
topik berita aktual yang akan dijadikan topik
pembahasan dalam kegiatan menulis teks
anekdot
4. Siswa menentukan berita yang akan dijadikan
teks anekdot secara berkelompok
Membimbing Penyelidikan Mandiri
5. Siswa secara berkelompok berdiskusi membuat
sebuah peta pikiran/peta konsep teks anekdot
pada kertas yang telah disediakan guru untuk
menstimulasi pemikiran siswa dalam kegiatan
menulis teks
6. Siswa bekerja sama mengumpulkan data yang
ditemukan dari berbagai sumber (koran)
Mengembangkan dan Menyajikan Karya
7. Siswa secara individu mengembangkan peta
pikiran yang disusun oleh kelompok menjadi
sebuah teks yang utuh sesuai dengan struktur
dan kebahasaan teks anekdot
Analisis dan Evaluasi
8. Siswa diberi kesempatan untuk membacakan
hasil tulisannya di depan kelas
9. Siswa lainnya menganalisis isi teks yang
dibacakan dan mengevaluasi dengan
pertanyaan, kritik, dan saran yang membangun
Kegiatan 1. Guru memberi penilaian kepada siswa untuk 15 enit
Penutup mengetahui tingkat ketercapaian indikator
2. Guru memberikan apresiasi kepada siswa yang
menunjukkan sikap disiplin dan kerjasama
3. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk
menyampaikan manfaat menulis teks anekdot
4. Guru memberi salam dan menutup pelajaran
Dalam keseharian, sering kali kita menemukan cerita-cerita lucu atau guyonan yang isinya menyindir
atau mengkritisi isu-isu yang tengah hangat di masyarakat seperti, carut-marut politik di negeri ini,
kebijakan pendidikan, dan lain sebagainya. Cerita-cerita di atas bisa jadi merupakan beberapa contoh
karangan yang termasuk teks anekdot. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan teks anekdot itu? Untuk
menjawab pertanyaan tersebut, berikut ini kami berikan ulasan tentang pengertian, ciri-ciri, kaidah
penulisan, dan struktur teks anekdot beserta contohnya.
Teks Anekdot
Teks anekdot merupakan suatu karangan atau cerita berdasarkan kejadian yang benar-
benar terjadi di kehidupan nyata yang ditulis secara singkat dan mengandung unsur humor
atau kelucuan di dalamnya. Meskipun mengandung unsur humor atau kelucuan yang
bertujuan membangkitkan tawa pembaca, namun tujuan utama penulisan teks anekdot adalah
untuk mengkritisi, menyindir, maupun mengungkapkan kebenaran dibalik suatu kejadian
yang tengah terjadi di masyarakat. Teks anekdot tidak memiliki batasan topik. Penulis
dibebaskan dalam memilih topik seperti politik, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain. Biasanya,
teks anekdot menampilkan tokoh penting atau terkenal didalamnya agar lebih menarik
perhatian pembacanya.
Di dalam isi teks anekdot, tidak hanya memuat kisah-kisah humor saja, akan tetapi
didalamnya juga berisikan hal hal seperti pesan moral, amanat bahkan ungkapan mengenai
sesuatu yang sifatnya umum dan benar.
Di dalam teks anekdot terdapat struktur yang membangun teks tersebut. Adapun teks
anekdot adalah abstraksi, orientasi, event, krisis, reaksi, koda dan re-orientasi. Berikut
penjelasan lengkap mengenai struktur teks anekdot.
1. Abstraksi
Abstraksi adalah gambaran awal mengenai isi dari sebuah teks anekdot yang biasanya terletak
di bagian awal paragraf teks.
2. Event
Event adalah rangkaian-rangkaian peristiwa atau kejadian yang terjadi didalam teks anekdot.
3. Koda
Koda adalah muncul dan terjadinya perubahan pada tokoh didalam teks anekdot.
4. Krisis
Krisis adalah muncul dan terjadinya permasalahan didalam teks anekdot.
5. Orientasi
Orientasi adalah latar belakang terjadinya suatu kejadian atau peristiwa (awal mula kejadian)
didalam teks anekdot.
6. Reaksi
Reaksi adalah langkah-langkah tahap penyelesaian mengenai permasalahan yang muncul pada
bagian krisis didalam teks anekdot.
7. Re-Orientasi
Re-Orientasi adalah tahap akhir dari teks anekdot yang mana bagian ini juga sebagai penutup
teks didalam teks anekdot.
Tujuan teks anekdot
Pada teks anekdot pastinya memiliki tujuan-tujuan yang disasar oleh penulis untuk
pembaca. Tujuan tersebut adalah yang melatar belakangi pengarang dalam membuat dan
menulis teks anekdot. Berikut ini adalah tujuan teks anekdot yang dapat diuraikan sebagai
berikut :
1. Teks anekdot bertujuan untuk membangkitkan dan membangun tawa untuk para pembaca.
2. Teks anekdot bertujuan sebagai sarana penghibur bagi pembacanya.
3. Teks anekdot bertujuan sebagai sarana pengkritik.
Kaidah kebahasaan teks anekdot
Berikut ini adalah kaidah kebahasaan dari teks anekdot yang dapat membedakan
dengan teks lainnya dan ini menjadi ciri khas sendiri didalam teks nya. Adapun kaidah
kebahasaan teks anekdot adalah antara lain yakni sebagai berikut :
Pada suatu hari Tutut, putri dari mantan presiden Soeharto, melewati salah satu jalan tol di
Jakarta.
Penjaga tol merasa sangat senang karena menerima uang lebih 47 ribu rupiah dan langsung
mengungkapkan rasa terima kasih kepada Tutut.
Setelah beberapa waktu Tommy yang juga merupakan anak dari Pak Seoharto datang melewati
jalan tol tersebut. Lagi-lagi Tommy tidak memiliki uang ribuan sebesar 3000 untuk membanyar
tol, akhirnya Tommy mengeluarkan uang 20 ribuan ke petugas tol.
Tommy: "Sudah, simpan saja itung-itung buat tambahan sekolah anak anda."
Petugas tol tersebut langsung memasukan kembalian itu ke saku bajunya dan berterima kasih
banyak ke Tommy.
Setelah beberapa jam kini giliran Pak Soeharto datang dengan mobilnya lewat jalan tol.
Soeharto yang kebetulan mempunyai uang ribuan kecil mengeluarkan uang 5.000 rupiah dan
langsung disodorkan ke penjaga tol. Soeharto menunggu uang kembaliannya itu, namun
setelah menunggu 5 menit, Pak Soeharto bertanya kepada penjaga tol
Penjaga Tol: "Ah Bapak, masa kembalian uang 2.000 rupiah saja minta dibalikin. Tadi
sebelumnya Bu Tutut dan Pak Tommy lewat kembaliannya 47 ribu dan 17 ribu saja mereka
berikan ke saya, masa Bapak yang 2.000 aja minta kembalian?? "
Soeharto: " Wah tunggu dulu mas !! Saya tanya kepada anda tau sapa Tutut dan Tommy??"
Penjaga Tol dengan percaya dirinya menjawab: "Ya tentu tahu lah Pak! Orang jawabanya jelas,
jelas Tutut dan Tommy tuh Anaknya Presiden."
Soeharto: "Nah tuh pinter kamu, tahu kalo mereka anak Presiden. Nah sedangkan sekarang
coba pikir saya kan cuma Anak Petani !!Sekarang, mana kembaliannya??"
“Sebelum mengakhiri pelajaran, ibu guru akan memberikan sedikit pengumuman.”, sontak
terdengar riuh tanda protes dari murid-murid.
“Tenang-tenang!”, sang guru kembali mengambil alih keadaan. “Ada kabar gembira, mulai
pelajaran tahun depan, sekolah kita akan menjadi SBI.”. Kelas pun kembali riuh setelah
mendengar pengumuman dari sang guru.
“Berarti sekolah kita bakal jadi sekolah bertaraf internasional, Bu?”, tanya seorang murid.
“Benar sekali. Seiring meningkatnya taraf sekolah kita, kita juga harus mempersiapkan hal-hal
untuk meningkatkan kapabilitas kita, baik itu dari staf pengajar maupun dari siswa-siswinya.
Kira-kira menurut kalian apa saja yang harus kita persiapkan?”, sang guru melemparkan
pertanyaan ke murid-muridnya.
“Kemampuan bahasa Inggris, Bu. Karena kalau sekolah kita menjadi SBI, maka bahasa
pengantar sehari-harinya menjadi bahasa Inggris, Bu.”, sahut salah seorang murid.
“Harus nyiapin uang lebih banyak, Bu.”, celetuk Sofa dari baris belakang.
“Apa maksud kamu, Sofa?”, sang guru heran dengan jawaban muridnya.
“Ya iya, Bu. Kita harus mempersiapkan uang bayaran lebih banyak. Karena kalau sekolah kita
jadi SBI bukan cuma tarafnya yang internasional, tapi ‘tarifnya’ juga internasional.”
Tawa pun pecah di seluruh ruang kelas, sang guru pun hanya bisa menggelengkan kepala
menanggapi jawaban salah satu muridnya.
Beo Nakal
Sassi, Shafira dan Citra bertetangga dan selalu bersama-sama pergi ke kantor. Sebelum
mencapai jalan raya untuk naik kendaraan umum, mereka harus melewati sebuah gang yang
salah satu rumahnya memelihara burung beo.
Setiap kali ketiga perempuan ini melewati depan rumah orang yang memelihara beo, si burung
beo selalu menyebutkan tiga warna. Sassi curiga bahwa beo tersebut mengetahui warna celana
dalam mereka bertiga.
Untuk membuktikan itu benar atau engga mereka janjian untuk menggunakan warna celana
dalam yang sama.
Keesokan harinya mereka lewat gang tersebut, si beo berkata “Hitam, hitam, hitam.” Ketiga
perempuan tersebut terpana dan kagum. Hari berikutnya dengan tepat si beo menebak warna
celana dalam mereka dengan berkata, “Pink, pink, pink.”
Citra mempunyai ide yang sedikit konyol. “Bagaimana kalau besok kita tidak menggunakan
celana dalam ? Mau bilang apa coba si beo usil itu ?” Keesokan harinya ketika mereka lewat, si
beo mondar-mandir di dalam sangkarnya seperti kebingungan.
Citra dan kawan-kawannya mulai tertawa karena bisa ngerjain burung beo yang usil itu. Tapi
tertawa mereka tidak berlangsung lama, karena si beo berkata, “lurus, lurus, keriting.”
LAMPIRAN II
Kepala Sekolah SMA Unggul Del Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : X/Ganjil
Budaya Menyerobot
Beberapa hari setelah hari raya idul fitri di sore hari. Yugi sedang mengobrol kesana kemari
dengan sang kakak ipar dan saudara yang berkunjung ke rumahnya. Suadara Yugi menetap di
Purwokerto, karena kebetulan sengaja berkunjung ke Jakarta untuk menikmati sisa libur
lebaran yang ia punya.
Kemudian obrolan mereka bertiga sampai pada pembahasan mengenai riak dan pernik mudik
saat lebaran. Ia bercerita mengenai betapa banyak pengemudi jalan raya tidak mematuhi aturan
lalu lintas yang ada. Contoh saja mengenai seringnya mengabaikan keselamatan, missal satu
sepeda dinaiki 5 orang. Juga aksi kebut-kebutan yang membahayakan banyak orang.
Ia juga bercerita bahwa di Purwokerto kalai ada orang yang main serobot aja di lampu merah
di suasana lebaran, pasti ada yang mengatakan “Itu pasti pemudik dari Jakarta!”
Aksi serobot lampu merah ini memang seperti budaya sendiri di Jakara. Banyak pengguna jalan
yang kurang peduli pada rambu-rambu lalu lintas yang seharusnya ditaati. Ada peluang
sedikit saja, langsung main serobot, melanggar lalu lintas.
Tingginya angka kecelakaan di kala musim mudik ini memang disebabkan karena budaya
melanggar lalulintas
Kunci Jawaban :
Krisis Ia juga bercerita bahwa di Purwokerto kalai ada orang yang main serobot
aja di lampu merah di suasana lebaran, pasti ada yang mengatakan “Itu
pasti pemudik dari Jakarta!”
Reaks Aksi serobot lampu merah ini memang seperti budaya sendiri di Jakara.
Banyak pengguna jalan yang kurang peduli pada rambu-rambu lalu lintas
yang seharusnya ditaati. Ada peluang sedikit saja, langsung main serobot,
melanggar lalu lintas.
Koda Tingginya angka kecelakaan di kala musim mudik ini memang disebabkan
karena budaya melanggar lalulintas
LAMPIRAN IV
LAMPIRAN V
Kelas/Semester : X/Ganjil
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia-Wajib
1. Buatlah sebuah peta pikiran berdasarkan topik berita yang dipilih dan kembangkan peta
pikiran tersebut menjadi sebuah teks anekdot yang utuh dengan memperhatikan struktur dan
kebahasaan teks!
[Link], Jambi - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas II B Muaratebo,
Kabupaten Tebo, Jambi, Rizal Permana Z dikabarkan ditahan jaksa usai dijadikan
tersangka kasus dugaan korupsi. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Kantor Wilayah
(Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jambi, Bambang Palasara.
Menurut Bambang, Kalapas Muaratebo tersebut ditahan oleh penyidik Kejaksaan Negeri
(Kejari) Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat. Rizal Permana Z ditahan setelah resmi
ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi kegiatan pembinaan narapidana saat
dirinya menjabat sebagai Kalapas Terbuka Klas II B Pasaman pada 2013.
"Kami ikuti proses hukum yang ada. Kemenkumham saat ini akan menunjuk pelaksana
tugas, untuk mengisi posisi Kalapas Tebo sementara," ujar Bambang Palasara saat
dihubungi Kamis, 14 September 2017.
Selain itu, kata dia, Kemenkumham Jambi selanjutnya akan mengusulkan ke pemerintah
pusat agar yang bersangkutan diberhentikan dari jabatannya selaku Kalapas.
Selain Rizal, ia mengatakan dua bawahannya juga ikut ditahan jaksa. Mereka adalah
Yunaidi dan Deni Adri. Bambang mengaku sudah menerima surat resmi dari Kejari
Pasbar atas penahanan tiga pegawai Kemenkumham tersebut.
"Agar kegiatan di Lapas Muaratebo berjalan dengan baik dan tidak terganggu, maka akan
segera ditunjuk pelaksana tugas Kalapas," ucap Bambang.
Lapas Muaratebo di Kabupaten Tebo berjarak kurang lebih empat jam perjalanan darat
dari Kota Jambi sebagai ibu kota provinsi. Lapas ini berlokasi di jalur lintas Sumatera
Jambi arah Padang, Sumatera Barat.
Kunci Jawaban
“Korupsi”
Ada seorang anak kecil yang membutuhkan uang sebesar Rp300.000,-untuk membeli sepeda
baru. Ia sudah berhari-hari berdoa, tapi belum ada jawaban. Akhirnya, ia meemutukan untuk
menulis surat permintaan dan mengirimkannya kepada Tuhan. Pada sampul surat dia
meuliskan “Kepada Yth. Tuhan di Surga.”
Tentu saja alamt ini membingungkan Pak pos. Akhirnya, Pak pos memutuskan untuk
meneruskan surat itu kepada Presiden. Saat membaca surat itu, Presiden merasa terharu. Dia
lalu memerintahkan stafnya untuk memenuhi permintaan itu. Staf kePresidenan memutukan
hanya akan memberikan uang sebesar Rp100.000,-. Mereka menilai bahwa uang sejumlah itu
sudah cukup banyak untuk anak kecil.
Seminggu kemudian, Presiden kembali menerima surat dari anak itu yang juga ditunjukkan
kepada Tuhan. Surat itu berbunyi, “Terimakasih Tuhan karena sudah mengabulkan doaku.
Tetapi lain kali kalau mau mengerim uang jangan lewat pemerintah ya. Seperti biasa mereka
mengorupsi uang. Saya yakin bahwa Engkau mengirim Rp300.000,- tetap saya hanya menerima
Rp100.000,-.” Setelah membaca surat dari anak kecil tersebut, Pak Presiden merasa malu.
LAMPIRAN VI
Sruktur teks 18—20 Sangat baik—sempurna: ekspresi lancar; gagasan terungkap padat
dengan jelas; tertata dengan baik; urutan logis; kohesif
10—13 Sedang—cukup: tidak lancar; gagasan kacau atau tidak terkait; urutan
dan pengembangan kurang logis
10-13
Mengetahui,
Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum
[Link] biasa-biasa saja.
Saat sesi tanya- jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen.”Apa kepanjangan KUHP,pak?” Pak
dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad.”Saudara Ahmad, coba
dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi,”pinta pak [Link] tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang
Habis Perkara,Pak…!”
Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanya menggeleng-gelengkan kepala seraya
menambahkan pertanyaan kepada Ahmad, “Saudara Ahmad, dari mana saudara tahu jawaban itu?”
Dasar Ahmad, pertanyaan pak dosen dijawabnya dengan tegas,”Peribahasa Inggris mengatakan
pengalaman adalah guru yang terbaik, Pak…!” Semua mahasiswa di kelas itu tercengang . Mereka
berpandang-pandangan. Lalu, mereka tertawa terbahak-bahak. Gelak tawa [Link] kembali
berlangsung normal.
JAWABAN :
1. Jenis teks yang berisi peristiwa-peristiwa lucu, konyol, atau menjengkelkan sebagai akibat dari krisis
yang ditanggapi dengan reaksi.
2. Struktur teks anekdot “ KUHP dalam anekdot”
Abstraksi -------Seorang dosen memberikan kuliah hukum pidana
Orientasi--------Suasana kelas biasa-biasa saja (Paragraf 1)
Krisis ----------- KUHP dipelesetkan menjadi “Kasih Uang Habis Perkara” (Paragraf 2)
Reaksi---------- Mahasiswa tercengang dan tertawa, sedangkan dosen menggeleng-gelengkan kepala
(Paragraf 3)
Koda------------ Kelas kembali berlangsung normal (Paragraf 4)
3. Kaidah teks anekdot “ KUHP dalam anekdot”
Kata sambung ---- Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanya menggeleng-gelengkan
kepala seraya menambahkan pertanyaan kepada Ahmad
Kata kerja----------- Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum
pidana
Kalimat perintah----.”Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi,”pinta pak
[Link] tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara,Pak…!”
4. Isi teks anekdot “KUHP dalam anekdot” adalah menyindir tentang keadilan hukum yang terjadi di
Negara Indonesia .
5. Teks anekdot “KUHP dalam anekdot”: Menceritakan Seorang pria yang bernama Ali menanyakan
kepanjangan KUHP kepada [Link],dosennya melemparkan jawaban kepada Ahmad. Kemudian
,Ahmad menjelaskan bahwa KUHP itu adalah singkatan dari “Kasih Uang Habis Perkara”. Sehingga,
semua mahasiswa tertawa.
6. Teks anekdot “KUHP dalam anekdot”: Menceritakan Seorang pria yang bernama Ali menanyakan
kepanjangan KUHP kepada [Link],dosennya melemparkan jawaban kepada Ahmad. Kemudian
,Ahmad menjelaskan bahwa KUHP itu adalah singkatan dari “Kasih Uang Habis Perkara”. Sehingga,
semua mahasiswa tertawa.