TINDAKAN PERBAIKAN
No. Dukumen : No. Revisi Halaman :
SOP/ KLINIK/LAB/ :01 1/1
PEMERINTAH KABUPATEN DHARMASRAYA
DINAS KESEHATAN
UPTD LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH
Tanggal Terbit : Ditetapkan Oleh :
/ / 2019 Kepala UPTD. Labkesda
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
( SOP )
dr. Titi Suhartati, [Link]
NIP. 19770912 200604 2 015
Pengertian Tindakan untuk menghilangkan penyebab ketidak
sesuaian yang ditemukan atau situasi yang tidak
dikehendaki
Tujuan Sebagai panduan melakukan tindakan koreksi/perbaikan
untuk menghilangkan penyebab ketidaksesuaian
Kebijakan SK Kepala UPTD. Laboratorium Kesehatan Daerah
Kabupaten Dharmasraya Nomor tentang Pemeriksaan
Laboratorium Klinik
Prosedur
Pelaksana
No Prosedur Tim mutu Petugas yang terkait Kepala UPTD
Labkesda
Mulai
1 Tim mutu menerima / menemukan masalah
tentang pelayanan dalam laboratorium.
Maka tim mutu melakukan pencatatan, 1
pengecekan dan penelusuran
2 Tim mutu melakukan penelusuran ke petugas Diinventaris
teknis klinik, non klinik, mikrobiologi dan ke dan didata
administrasi laboratorium.
3 Jika terjadi masalah / temuan di petugas teknis
Pemantauan
klinik, non klinik dan mikrobiologi maka tim dan
mutu melakukan tindakan pemantauan dan perbaikan
perbaikan.
4 Jika tim mutu telah selesai melakukan tindakan
Perbaikan
pemantauan dan perbaikan lalu tim mutu akan
final
mengkaji ulang untuk melakukan perbaikan final
5 Kepala UPTD Labkesda mengesahkan tindakan
5
perbaikan
Selesai
PENANGANAN LIMBAH
No. Dukumen : No. Revisi :01 Halaman :
SOP/NON KLINIK/LAB/ 1/2
PEMERINTAH KABUPATEN
DHARMASRAYA
DINAS KESEHATAN
UPTD LABORATORIUM KESEHATAN
DAERAH
Tanggal Terbit : Ditetapkan Oleh :
/ / 2019 Kepala UPTD. Labkesda
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
( SOP )
dr. Titi Suhartati, [Link]
NIP. 19770912 200604 2 015
Pengertian Limbah bahan berbahaya dan beracun yang selanjutnya disebut
limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang
mengandung B3
Limbah Tidak Berbahaya dan Beracun (Non B3) adalah semua
limbah yang tidak memiliki sifat seperti yang dimiliki oleh limbah
berbahaya dan beracun.
Limbah yang menyebabkan infeksi yaitu bagian tubuh manusia
yang diamputasi dan cairan dari tubuh manusia yang terkena
infeksi; limbah dari laboratorium atau limbah lainnya yang
terinfeksi kuman penyakit yang dapat menular.
Tujuan Sebagai pedoman untuk menjaga keamanan kerja petugas dan
lingkungan dari limbah yang dihasilkan laboratorium, pasca
ataupun pra melakukan uji di laboratorium.
Kebijakan SK Kepala UPTD. Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten
Dharmasraya Nomor tentang Pemeriksaan Laboratorium Non
Klinik
Prosedur
Pelaksana
Petugas Teknis laboratorium TPU TPS IPAL Pihak
No Prosedur
Labora Ketiga
torium
Mulai
1 Limbah laboratorium terbagi menjadi
limbah padat dan cair. Limbah padat Non
terdiri dari infeksius dan non infeksius. infeksi
Limbah cair terdiri dari infeksius, non us
infeksius, dan bahan berbahaya dan
Pa
beracun. B3
dat
Infeksi
us
Infek
sius
Ca B3
ir
ir
Non
infek
sius
2 Limbah padat non infeksius
dikumpulkan di tempat pembuangan 2
sampah.
No Prosedur Petugas Teknis Laboratorium TPU TPS IPAL Pihak
Labora Ketiga
torium
3 Limbah padat infeksius, B3,
dikumpulkan di TPS, kemudian 3
diambil oleh pihak ketiga
4 Limbah cair non infeksius, limbah cair 4
infeksius dan B3 langsung dibuang ke
IPAL
5 Limbah padat infeksius, B3, limbah
cair infeksius, B3 diambil oleh pihak 5
ketiga
Sele Sele Sele
sai sai sai
PENGAMANAN PADA KEADAAN DARURAT
No. Dukumen : No. Revisi Halaman :
SOP/ KLINIK/LAB/ :01 1/1
PEMERINTAH KABUPATEN DHARMASRAYA
DINAS KESEHATAN
UPTD LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH
Tanggal Terbit : Ditetapkan Oleh :
/ / 2019 Kepala UPTD. Labkesda
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
( SOP )
dr. Titi Suhartati, [Link]
NIP. 19770912 200604 2 015
Pengertian Suatu keadaan yang tidak diharapkan terjadi dan harus
dilakukan tindakan / pertolongan sesegera mungkin
untuk meminimalisasi terjadinya tingkat kerusakan atau
kerugian yang lebih parah.
Tujuan Sebagai pedoman petugas mengenai pencegahan dan
tindakan yang harus dilakukan bila terjadi keadaan
darurat atau kecelakaan kerja
Kebijakan SK Kepala UPTD. Laboratorium Kesehatan Daerah
Kabupaten Dharmasraya Nomor tentang Pemeriksaan
Laboratorium Klinik
Prosedur
Pelaksana
Petugas Petugas Keamanan dan Pihak Ketiga
No Prosedur
Laboratorium Keselamatan Kerja
(K3)
Mulai
1 A. Jika terjadi kecelakaan kerja di tempat teknis
(terkena tumpahan bahan infeksius, tumpahan
bahan kimia, tertusuk jarum) maka petugas 1
menanganinya terlebih dahulu A BC
B. Jika terjadi sengatan listrik, ledakan bahan
kimia, kebakaran maka petugas laboratorium
mengatasi menggunakan APAR, jika tidak
teratasi petugas laboratorium menghubungi
pihak ketiga.
C. Jika terjadi kecelakaan kerja di tempat teknis
(terkena tumpahan bahan infeksius, tumpahan
bahan kimia, tertusuk jarum infeksius, tertusuk
jarum HIV) maka petugas menanganinya
terlebih dahulu, kemudian melaporkan kepada
petugas K3.
2 A. Kecelakaan yang dialami oleh petugas
laboratorium yang tidak bisa ditanda tangani 2
sendiri maka petugas K3 melakukan AB
pertolongan.
B. Penanggung jawab K3 membuat surat rujukan
untuk ke pihak ketiga (rumah sakit) untuk
petugas yang tertusuk jarum HIV +.
3 Jika api tidak bisa dipadamkan dengan APAR
maka petugas pihak ketiga (pemadam kebakaran)
melakukan pemadaman. Setelah mendapat laporan
dari petugas laboratorium / penanggung jawab K3. 3
Petugas yang mengalami kecelakaan kerja yang
tidak bisa diatasi oleh petugas K3 dirujuk ke
rumah sakit.
Selesai Selesai Selesai