0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan2 halaman

Unsur dan Hapus Gadai dalam Hukum

Gadai adalah jaminan utang dengan menyerahkan barang bergerak kepada kreditur. Terdiri dari unsur-unsur hak kreditur atas benda, mengambil pelunasan utang, dan hak untuk didahulukan. Bentuknya dapat berwujud atau tidak berwujud, sedangkan syarat sahnya adalah menyerahkan objek jaminan ke kuasa kreditur. Eksekusi dapat dilakukan secara langsung atau melalui pengadilan.

Diunggah oleh

chealse tamara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan2 halaman

Unsur dan Hapus Gadai dalam Hukum

Gadai adalah jaminan utang dengan menyerahkan barang bergerak kepada kreditur. Terdiri dari unsur-unsur hak kreditur atas benda, mengambil pelunasan utang, dan hak untuk didahulukan. Bentuknya dapat berwujud atau tidak berwujud, sedangkan syarat sahnya adalah menyerahkan objek jaminan ke kuasa kreditur. Eksekusi dapat dilakukan secara langsung atau melalui pengadilan.

Diunggah oleh

chealse tamara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

GADAI

1. Pasal 1150 – 1161 BW o Kreditor melepaskan


2. Gadai memiliki unsur: benda gadai secara
- Hak kreditor atas benda bergerak sukarela.
o Berwujud: emas, laptop o Percampuran.
o Tidak berwujud: surat 5. PASAL 1153:
berharga - PIUTANG ATAS NAMA
 surat berharga  - Cara penyerahan piutang atas
cek nama (vordering op naam),
 surat yang dengan jalan memberitahukan
berhaga  ijazah mengenai perjanjian gadainya
- Mengambil pelunasan utang  kepada debitur, yaitu terhadap
tidak untuk dimiliki  semua siapa hak gadai itu akan
jaminan tidak boleh ada syarat dilaksanakan. Setelah
memiliki  batal demi hukum pemberitahuan debitur hanya
- Punya hak untuk didahulukan / dapat membayar hutangnya pada
preferen pemegang gadai atau berpiutang
3. Pasal 1151: (yang menerima gadai).
- BENTUK Pemberitahuan ini dapat
4. Pasal 1152 dilakukan secara bebas, dapat
- SYARAT SAHNYA GADAI  dengan lisan maupun tertulis.
menyerahkan objek jaminan - Pasal 613 ayat (1) KUH Perdata
gadai kepada kekuasaan kreditur. yang berbunyi : “Penyerahan akan
o piutang atas bawa  Cara piutang-piutang atas nama dan
meletakkan hak gadai kebendaan tak bertubuh lainnya
pada piutang atas bawa dilakukan dengan jalan membuat
yaitu dengan menahan sebuah akta otentik atau dibawa
surat bukti yang tangan, dengan mana hak-hak atas
dijaminkan kepada kebendaan itu dilimpahkan
kreditur atas jumlah uang kepada orang lain.
tertentu, yang berakhir 6. Pasal 1154
dengan adanya pelunasan - Kalau lalai, tdk boleh
atas prestasi dari debitur. diperjanjikan dimiliki.
- HAPUSNYA GADAI  - Hasil nya yang bs dieksekusi
o Barangnya sudah musnah bukan barangnya.
o Benda gadai keluar dari 7. Pasal 1555  EKSEKUSI
kekuasaan pemegang - Parate Executie / Langsung
gadai. dieksekusi melalu somasi
o Musnahnya benda gadai. 8. Pasal 1156  Lewat Pengadilan /
o Penyalahgunaan benda Fiat
gadai 9. Pasal 1157  Tanggung Jawab
o Pelaksanaan eksekusi. Debitur dan Kreditur
- Tanggung jawab berutang: kalau  Saham yg digadaikan maksimal 50%
barang hilang/susut karena dia dr total nilai sahamnya.
lalai
KPEI
- Tanggung jawab debitur: kalau
debitur berkewajiban membayar - Menjamin setiap pihak yg terkait
biaya perawatan. melaksanakan kewajiban dan
10. Pasal 1158  BUNGA haknya.
- Barang itu disimpan di pegadaian - Menghubungkan antara PE
(kreditur). Barang tsb menghasil dengan PE.
sesuatu. - KPEI bisa menjadi pembahuruaan
- Bunga itu menjadi milik debitur. utang (novasi subjektif)
- Tapi bunga itu bisa untuk - KPEI menjamin kegagalan
pelunasan utang transaksi bukan perbuatan
11. Pasal 1159  UTANG TIDAK melawan hukum
BISA DIBAGI
Investor – PE – KPEI – PE - Investor
- Tidak bisa mengambil kembali
apabila barangnya belum lunas KSEI
selama si pegadaian tidak
menyalahgunakannya. - Pasal 1152  barang gadai
- Kalau pembayaran belum selesai, disimpan olrh pihsk ketiga yg
tetapi utangnya nambah lagi, ditentukan oleh para pihak
barangnya digunakan untuk
menjamin seluruh utang. (utang
kedua)
12. Pasal 1160
- Utang gadai tidak dibagi2 
nunggu semua lunas walaupun
banyak ahli warisnya.
KONVENSIONAL
 Kredit
SYARIAH
 Pembiayaan
 Bagi hasil
SAHAM GADAI
 Pasal 7 UU PENAMOD  wajar
(sesuai harga), teratur (sesuai dgn
regulasi), efisien (low cost)
 Lebih aman bagi krediturnya 
langsung di tahan di KSEI 
bezitters

Anda mungkin juga menyukai