Model Transportasi untuk Biaya Optimal
Model Transportasi untuk Biaya Optimal
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sistem perdagangan menjadi aspek penting dalam kehidupan saat ini. Upaya
(luar negeri). Hal ini mengakibatkan daya saing antar perusahaan semakin kuat.
kepada konsumen. Distribusi diartikan sebagai proses penyaluran barang atau jasa
pendistribusian barang dengan baik dapat memiliki keuntungan yang lebih besar
salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan terhadap
Jenny Rosta dan Hendy Tannady telah melakukan penelitian yang berfokus
gudang serta ketidaksesuaian antara kapasitas pabrik dan kapasitas gudang dengan
1
biaya transportasi dan kapasitas yang paling optimal. Dari penelitian tersebut
menggunakan metode VAM sebagai solusi awal dan solusi akhir Stepping Stone.
Hasilnya hanya dengan melalui satu tahapan iterasi didapatkan solusi optimal
dengan studi kasus kapasitas gudang tidak sama dengan kapasitas pabrik.
metode VAM sebagai solusi awal dan metode Stepping Stone sebagai solusi akhir
dalam perolehan biaya optimal dengan data yang sama agar diperoleh
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada makalah ini yaitu bagaimana perbandingan solusi akhir
untuk mendapatkan biaya optimal suatu data dengan menggunakan dua metode
yang berbeda?
C. Tujuan
biaya optimal suatu data dengan menggunakan dua metode yang berbeda.
2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Riset Operasi
tindakan yang diterapkan pada beberapa masalah atau hipotesis. Sementara kata
research adalah suatu proses yang terorganisasi dalam mencari kebenaran akan
masalah atau hipotesis tadi. Kenyataannya, sangat sulit untuk mendefinisikan OR,
penjelasan, namun hanya beberapa yang biasa digunakan dan diterima secara
masalah rumit yang muncul dalam pengarahan dan pengelolaan dari suatu sistem
besar manusia, mesin, bahan dan uang dalam industri, bisnis, pemerintahan dan
pertahanan. Pendekatan khusus ini bertujuan membentuk suatu model ilmiah dari
B. Transportasi
1
Sri Mulyono. Riset Operasi Edisi 2, (Jakarta: Mitra Wacana Media, 2017). Hal. 2
3
masing-masing a1, a2, …, am buah barang yang sama. Barang-barang tersebut
dari suatu sumber ke suatu tujuan tidaklah sama. Misalkan cij adalah biaya
∑ 𝑎𝑖 = ∑ 𝑏𝑗
𝑖=1 𝑗=1
Dengan batasan: ∑𝑚
𝑖=1 𝑋𝑖𝑗 ≤ 𝑎𝑖 , 𝑖 = 1,2,3, … 𝑚 (𝑏𝑎𝑡𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑎𝑤𝑎𝑟𝑎𝑛)
𝑋𝑖𝑗 ≤ 0
2
FI Sigit Suyantaro. Riset Operasi dalm pendekatan Algoritmis, (Yogyakarta: Andi Offset, 2014).
Hal. 175
3
Herlawati. 2016. Optimasi Pendistribusian Barang Menggunakan Metode Stepping Stone dan
Metode Modified Distribution (MODI). Jurnal Information System For Educators And
Professionals, Vol.1 No.1. Hal 105
4
Bentuk umum tabel transportasi sebagai berikut :
bentuk model permasalahan Program Linear. Salah satu metode yang digunakan
menyajikan prosedur yang disebut dengan Metode West Corner, dan dua prosedur
sebagai solusi awal, dan metode Stepping Stone dan metode Modified
1. Solusi Awal
5
a. Metode West Corner
Alokasi awal nilai sel ditetapkan pada sel yang berada diujung kiri atas
tabel nilai sel awal tergantung pada kendala-kendala suplai dan demand untukl
sel. Langkah-langkah dalam menentukan solusi awal dari metode ini adalah
sebagai berikut :
1. Alokasi nilai sebesar mungkin pada sel 𝑥11 dengan memperhatikan kendala
2. Alokasikan nilai sebesar mungkin pada sel yang bersebelahan dengan 𝑥11,
contoh : bila 𝑆1 > 𝑑1 maka 𝑥11 + 𝑥12= 𝑆1,𝑥12 = ... 𝑆1 > 𝑑1 maka 𝑥11 + 𝑥21
= 𝑑1,𝑥21 = ...
Metode Least Cost melakukan alokasi secara sistematik pada kotak kotak
1. Pilih kotak dengan biaya transport (𝐶𝑖𝑗) terkecil kemudian alokasi penawaran
atau permintaan sebanyak mungkin. Untuk 𝐶𝑖𝑗 terkecil 𝑋𝑖𝑗= minimum yang
akan menghabiskan baris i atau kolom j. Baris i atau kolom j. Baris i atau
2. Dari sisa kotak yang ada (kotak yang akan dihilangkan), pilih lagi 𝐶𝑖𝑗 terkecil
3. Proses ini akan terus berlanjut sampai semua penawaran dan permintaan
terpenuhi.
6
Dalam penentuan solusi awal, VAM menetapkan konsep denda (penalty
cost). Denda dimaksudkan sebagai selisih antar dua biaya terkecil pada sel-sel
berikut :
1. Tentukan denda untuk setiap baris dan kolom dengan mengurungkan dua biaya
terkecil pada sel-sel yang sebaris atau sekolom (selisih antar dua biaya terkecil
2. Pilih baris atau kolom dengan memuat denda tertinggi (atau memilih sel
3. Alokasikan sebesar mungkin pada sel fisibel dengan biaya transportasi terkecil
minimum.
2. Solusi Akhir
3. Pertukaran dilakukan, jika hasil lebih optimal maka proses dianggap berhasil.
7
Metode MODI tidak lain dari algoritma batu loncatan (Stepping Stone)
dengan teknik yang sudah diperhalus untuk menghitung indeks yang akan
ditingkatkan. Perbedaan antara kedua cara ini terletak pada langkah-langkah yang
digunakan untuk menyelesaikan persoalan yang mana terdapat jejak tertutup yang
akan ditelusuri. Metode MODI menghitung indeksi yang akan ditingkatkan ialah
tanpa menggambarkan semua jejak tertutup. Cara MODI cukup menelusuri satu
saja jejak tertutup. Sama seperti pada batu loncatan, dalam cara MODI dengan
prinsip dasarnya sama dengan metode yang lain. Untuk mencari nilai sel bukan
𝑅1,𝑅2,𝑅3,……𝑅𝑖. Nilai Kj dan Ri yang dicari hanya untuk sel baris (jumlah sel
angkut per satuan dari tempat asal (i) ke tempat tujuan (j). Sedangkan untuk
mencari nilai sel bukan basis yang digunakan rumus Cij – Ri – Kj, langkah awal
metode MODI dapat dimulai dari tabel awal metode NW-Corner maupun tabel
4
Achmad Taufiq. Skripsi Penerapan Metode Modified Distribution (Modi) Dalam Meminimalisasi
Biaya Transportasi Pengiriman Barang Di Pt. Tirta Makmur Perkasa, (Makassar,2017). Hal. 13-
18
8
BAB III
A. Jenis Data
Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder.
B. Sumber Data
Sumber data yang digunakan pada makalah ini bersumber dari sebuah
transportasi”.
C. Prosedur Penyelesaian
2. Mencari dua biaya terendah (𝐶𝑖𝑗) dari masing-masing baris dan kolom.
3. Menghitung selisih dua biaya tersebut (biaya terendah kedua – biaya terendah
pertama).
4. Memilih selisih biaya terbesar pada baris/kolom tersebut (apabila terdapat dua
dengan kapasitas permintaan (pilih paling kecil) di sel yang memiliki biaya
terendah (𝐶𝑖𝑗) pada baris/kolom yang memiliki selisih biaya terbesar tersebut.
6. Baris/kolom yang telah diisi penuh sudah tidak tidak diikutsertakan lagi dalam
9
7. Melakukan langkah (2-5) sampai semua produk dialokasikan sesuai dengan
minimumnya.
𝑚 𝑛
baris i,𝐾 𝑗 merupakan nilai indeks pada kolom j , dan 𝐶𝑖𝑗 adalah biaya
distribusi dari sumber i ketujuan j, pemberian nilai indeks ini harus berdasarkan
pada sel yang telah terisi atau digunakan. Sebagai alat bantu untuk memulai
pencarian nilai indeks, maka nilai baris pertama (𝑅𝑖) ditetapkan sama dengan
nol.
10
3. Apabila nilai sel-sel kosong tersebut keseluruhan bernilai positif berarti proses
diperoleh).
4. Apabila masih terdapat nilai negatif berarti masih terdapat penghematan biaya,
maka dilakukan proses eksekusi terhadap sel yang memilki angka negatif (pilih
Kemudian lihat isi tabel tersebut, tambahkan dan kurangkan dengan isi sel
6. Melakukan langkah (a) sampai semua nilai sel (𝐿𝑖𝑗) kosong dan tidak ada yang
bernilai negatif.
7. Setelah semua sel kosong dan sudah tidk ada yang bernilai negatif maka
minimumnya.
11
BAB IV
A. Hasil Penelitian
1. Data Penelitian
Biaya distribusi, kapasitas pabrik, kapasitas gudang dapat dilihat pada tabel
berikut:
a. Solusi awal
VAM. Karena kapasitas gudang dan pabrik berbeda, yaitu kapasitas gudang lebih
kecil daripada kapasitas pabrik maka ditambahkan satu kolom dummy pada kolom
gudang. Jumlah dummy merupakan selisih antara kapasitas pabrik dan kapasitas
gudang. Dalam kasus ini, selisih antar keduanya adalah 10 ton. Berikut
langkahnya:
12
1. Memasukkan data yang telah diperoleh kedalam table awal transportasi
yaitu biaya distribusi (𝐶𝑖𝑗 ), kapasitas pabrik (𝑆𝑖 ), dan kapasitas gudang (𝑡𝑖 ).
Ke Kapasitas
X Y Z dummy
Dari Pabrik (ton)
4 11 6 0
A 200
15 8 3 0
B 150
12 5 9 0
C 180
Kapasitas
160 250 110 10 530
Gudang (ton)
Fungsi tujuan :
3 4
𝑍 = ∑ ∑ 𝐶𝑖𝑗 𝑋𝑖𝑗
𝑖=1 𝑗=1
= 𝐶11 𝑋11 + 𝐶12 𝑋12 + 𝐶13 𝑋13 + 𝐶14 𝑋14 + 𝐶21 𝑋21 + 𝐶22 𝑋22 + 𝐶23 𝑋23
+ 𝐶24 𝑋24 + 𝐶31 𝑋31 + 𝐶32 𝑋32 + 𝐶33 𝑋33 + 𝐶34 𝑋34
2. Mencari dua biaya terendah (𝐶𝑖𝑗) dari masing-masing baris dan kolom.
Ke Kapasitas
X Y Z dummy
Dari Pabrik (ton)
4 11 6 0
A 200
15 8 3 0
B 150
12 5 9 0
C 180
Kapasitas
160 250 110 10 530
Gudang (ton)
Biaya terendah pertama dan biaya terendah kedua pada baris A masing-
pada baris C masing-masing adalah 0 dan 5. Biaya terendah pertama dan kedua
13
pada kolom X masing-masing adalah 4 dan 12, pada kolom Y masing-masing
terendah pertama).
Ke Kapasitas
X Y Z dummy Selisih
Dari Pabrik (ton)
4 11 6 0
A 200 4
15 8 3 0
B 150 3
12 5 9 0
C 180 5
Kapasitas
Gudang 160 250 110 10 530
(ton)
Selisih 8 3 3 0
Ke Kapasitas
X Y Z dummy Selisih
Dari Pabrik (ton)
4 11 6 0
A 200 4
15 8 3 0
B 150 3
12 5 9 0
C 180 5
Kapasitas
Gudang 160 250 110 10 530
(ton)
Selisih 8 3 3 0
14
5. Mengalokasikan produk sebanyak-banyaknya (nilai dari 𝑋𝑖𝑗) yang
memiliki biaya terendah (𝐶𝑖𝑗) pada baris/kolom yang memiliki selisih biaya
terbesar tersebut.
Iterasi 1
Ke Kapasitas
X Y Z dummy Selisih
Dari Pabrik (ton)
160 4 11 6 0
A 200 4
0 15 8 3 0
B 150 3
0 12 5 9 0
C 180 5
Kapasitas
160 250 110 10 530
Gudang (ton)
Selisih 8 3 3 0
Pada kolom X, biaya terendah (𝐶𝑖𝑗) berada pada sel A – X yaitu 4 sehingga nilai
diisi dengan 160 karena tidak mungkin dilakukan pengalokasian yang melebihi
kapasitas gudang, dimana kapasitas gudang hanya mencapai 160. Kolom X tidak
karna kapasitas gudang telah terpenuhi. Oleh karna itu sel B-X dan C-X diisi
dengan 0 serta sel selisih pada kolom X untuk iterasi kedua diisi dengan (-) atau
dihilangkan.
6. Baris atau kolom yang telah terisi penuh tidak dapat diikutsertakan kembali
15
7. Melakukan langkah (2-5) sampai semua produk dialokasikan sesuai dengan
8. Jika semua baris dan kolom sudah terpenuhi alokasinya sesuai dengan
kapasitas pabrik dan kapasitas gudang, maka pencarian selisih telah selesai
Ke Kapasitas
X Y Z dummy Selisih
Dari Pabrik (ton)
160 4 11 30 6 10 0
A 200 4 6 5
15 70 8 80 3 0
B 150 3 3 5 5
12 180 5 9 0
C 180 5 5 4 4
Kapasitas
Gudang 160 250 110 10 530
(ton)
Selisih 8 3 3 0
3 3 0
3 3 0
3 6
Berdasarkan tabel 3 terlihat bahwa semua kebutuhan baris dan kolom sudah
𝑍 = ∑ ∑ 𝐶𝑖𝑗 𝑋𝑖𝑗
𝑖=1 𝑗=1
= 𝐶11 𝑋11 + 𝐶12 𝑋12 + 𝐶13 𝑋13 + 𝐶14 𝑋14 + 𝐶21 𝑋21 + 𝐶22 𝑋22 + 𝐶23 𝑋23
+ 𝐶24 𝑋24 + 𝐶31 𝑋31 + 𝐶32 𝑋32 + 𝐶33 𝑋33 + 𝐶34 𝑋34
16
= 4𝑥160 + 11𝑥0 + 6𝑥30 + 0𝑥10 + 15𝑥0 + 8𝑥70 + 3𝑥80 + 0𝑥0 + 12𝑥0
= 2.520
b. Solusi akhir
pada baris 𝑖, 𝐾 𝑗 merupakan nilai indeks pada kolom 𝑗 dan 𝐶𝑖𝑗 adalah biaya
berdasarkan pada sel yang telah terisi atau digunakan. Sebagai alat bantu
untuk memulai pencarian nilai indeks, maka nilai baris pertama (𝑅1)
𝑅1 = 0
17
𝑅1+ + 𝐾1 = 𝐶11 → 𝑂 + 𝐾1 = 4 → 𝐾1 = 4
𝑅1+ + 𝐾3 = 𝐶13 → 𝑂 + 𝐾3 = 6 → 𝐾3 = 6
𝑅2 + 𝐾3 = 𝐶23 → 𝑅2 + 6 = 3 → 𝑅2 = −3
𝑅2 + 𝐾2 = 𝐶22 → −3 + 𝐾2 = 8 → 𝐾2 = 11
𝑅3 + 𝐾2 = 𝐶32 → 𝑅3 + 11 = 5 → 𝑅3 = −6
𝑅1 + 𝐾4 = 𝐶14 → 0 + 𝐾4 = 0 → 𝐾4 = 0
Ke X Y Z dummy Kapasitas
Dari K1=4 K2=11 K3=6 K4=0 Pabrik (ton)
A 160 4 11 30 6 40 0
200
R1=0
B 15 70 8 80 3 0
150
R2=-3
C 12 180 5 9 0
180
R3=-6
Kapasitas
160 250 110 10 530
Gudang (ton)
3. Mencari sel yang kosong atau sel belum terisi kemudian di arsir
Ke X Y Z dummy Kapasitas
Dari K1=4 K2=11 K3=6 K4=0 Pabrik (ton)
A 160 4 11 30 6 40 0
200
R1=0
B 15 70 8 80 3 0
150
R2=-3
C 12 180 5 9 0
180
R3=-6
Kapasitas
160 250 110 10 530
Gudang (ton)
18
4. Menghitung besarnya nilai pada sel-sel kosong tersebut dengan
𝑋12 = 𝐶12 − 𝑅1 − 𝐾2 = 11 − 0 − 11 = 0
𝑋21 = 𝐶21 − 𝑅2 − 𝐾1 = 1 + 3 − 4 = 0
𝑋24 = 𝐶24 − 𝑅2 − 𝐾4 = 0 ∓ 3 − 0 = 3
𝑋31 = 𝐶31 − 𝑅3 − 𝐾1 = 12 + 6 − 4 = 14
𝑋33 = 𝐶33 − 𝑅3 − 𝐾3 = 9 ∓ 6 − 6 = 9
𝑋34 = 𝐶34 − 𝑅3 − 𝐾4 = 0 ∓ 6 − 0 = 6
6. Setelah semua sel kosong sudah tidak ada yang bernilai negatif maka
menggunakan persamaan.
Ke X Y Z dummy Kapasitas
Dari K1=4 K2=11 K3=6 K4=0 Pabrik (ton)
A 160 4 11 30 6 40 0
200
R1=0
B 15 70 8 80 3 0
150
R2=-3
C 12 180 5 9 0
180
R3=-6
Kapasitas
160 250 110 10 530
Gudang (ton)
3 4
𝑍 = ∑ ∑ 𝐶𝑖𝑗 𝑋𝑖𝑗
𝑖=1 𝑗=1
= 𝐶11 𝑋11 + 𝐶12 𝑋12 + 𝐶13 𝑋13 + 𝐶14 𝑋14 + 𝐶21 𝑋21 + 𝐶22 𝑋22 + 𝐶23 𝑋23
+ 𝐶24 𝑋24 + 𝐶31 𝑋31 + 𝐶32 𝑋32 + 𝐶33 𝑋33 + 𝐶34 𝑋34
19
= 4𝑋11 + 11𝑋12 + 6𝑋13 + 0𝑋14 + 15𝑋21 + 8𝑋22 + 3𝑋23 + 0𝑋24
= 2.520
B. Pembahasan
Dari data yang diperoleh terdapat perbedaan antara kapasitas pabrik dan
kapasitas gudang yaitu kapasitas gudang lebih kecil daripada kapasitas pabrik
Vogel’s Approximation Method (VAM) sebagai solusi awal dan metode Modified
Dari hasil penelitian, diperoleh biaya transportasi pada solusi awal dengan
Dari hasil perhitungan menggunakan metode VAM sebagai solusi awal dan
MODI sebagai solusi akhir diperoleh hasil optimal dengan satu tahapan iterasi.
Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa dengan menggunakan metode VAM
20
pada solusi awal dapat mempersingkat waktu dalam menghitung biaya distribusi
karena tidak memerlukan banyak iterasi dan tidak ada perbedaan terhadap solusi
akhir antara Stepping Stone dan MODI. Keduanya hanya memerlukan satu kali
21
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu tidak ada perbedaan antara
Keduanya hanya melalui satu tahapan iterasi dengan hasil biaya optimal sebesar
Rp 2.520,00.
B. Saran
22
DAFTAR PUSTAKA
23