0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
69 tayangan23 halaman

Model Transportasi untuk Biaya Optimal

1. Dokumen membahas perbandingan solusi akhir untuk mendapatkan biaya optimal transportasi barang menggunakan dua metode berbeda. 2. Metode pertama adalah Vogel's Approximation Method sebagai solusi awal dan Stepping Stone sebagai solusi akhir. 3. Metode kedua adalah Vogel's Approximation Method sebagai solusi awal dan Modified Distribution sebagai solusi akhir.

Diunggah oleh

ISMA NIAR
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
69 tayangan23 halaman

Model Transportasi untuk Biaya Optimal

1. Dokumen membahas perbandingan solusi akhir untuk mendapatkan biaya optimal transportasi barang menggunakan dua metode berbeda. 2. Metode pertama adalah Vogel's Approximation Method sebagai solusi awal dan Stepping Stone sebagai solusi akhir. 3. Metode kedua adalah Vogel's Approximation Method sebagai solusi awal dan Modified Distribution sebagai solusi akhir.

Diunggah oleh

ISMA NIAR
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sistem perdagangan menjadi aspek penting dalam kehidupan saat ini. Upaya

peningkatan kesejahteraan perekonomian masyarakat umumnya diperoleh dari

hasil perdagangan nasional (dalam negeri) maupun perdagangan internasional

(luar negeri). Hal ini mengakibatkan daya saing antar perusahaan semakin kuat.

Setiap perusahaan tentu mengharapkan keuntungan yang maksimal untuk setiap

hasil produksi dari penjualannya.

Permasalahan distribusi merupakan salah satu faktor yang memiliki pengaruh

terhadap biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk dapat menyalurkan barangnya

kepada konsumen. Distribusi diartikan sebagai proses penyaluran barang atau jasa

dari produsen kepada konsumen. Perusahaan yang mampu menangani biaya

pendistribusian barang dengan baik dapat memiliki keuntungan yang lebih besar

dibandingkan perusahaan yang lainnya.

Dalam kasus ini, kami mencoba membuat perencanaan model transportasi

untuk biaya optimal terhadap pendistribusian barang. Model transportasi adalah

salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan terhadap

biaya distribusi dari perusahaan ke tempat tujuan.

Jenny Rosta dan Hendy Tannady telah melakukan penelitian yang berfokus

untuk meminimalisasi biaya yang ditimbulkan akibat distribusi dari pabrik ke

gudang serta ketidaksesuaian antara kapasitas pabrik dan kapasitas gudang dengan

menggunakan metode transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui

1
biaya transportasi dan kapasitas yang paling optimal. Dari penelitian tersebut

menggunakan metode VAM sebagai solusi awal dan solusi akhir Stepping Stone.

Hasilnya hanya dengan melalui satu tahapan iterasi didapatkan solusi optimal

dengan studi kasus kapasitas gudang tidak sama dengan kapasitas pabrik.

Berdasarkan uraian diatas, maka menjadi landasan penulis untuk menerapkan

metode VAM sebagai solusi awal dan metode Stepping Stone sebagai solusi akhir

dalam perolehan biaya optimal dengan data yang sama agar diperoleh

perbandingan antara kedua solusi akhir yang berbeda.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada makalah ini yaitu bagaimana perbandingan solusi akhir

untuk mendapatkan biaya optimal suatu data dengan menggunakan dua metode

yang berbeda?

C. Tujuan

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan solusi akhir untuk mendapatkan

biaya optimal suatu data dengan menggunakan dua metode yang berbeda.

2
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Riset Operasi

Secara harfiah kata operations dapat didefinisikan sebagai tindakan-

tindakan yang diterapkan pada beberapa masalah atau hipotesis. Sementara kata

research adalah suatu proses yang terorganisasi dalam mencari kebenaran akan

masalah atau hipotesis tadi. Kenyataannya, sangat sulit untuk mendefinisikan OR,

terutama karena batas-batasnya tidak jelas. OR memiliki bermacam-macam

penjelasan, namun hanya beberapa yang biasa digunakan dan diterima secara

umum. Disini akan disebutkan beberapa definisi.

Riset operasi adalah penerapan metode-metode ilmiah terhadap masalah-

masalah rumit yang muncul dalam pengarahan dan pengelolaan dari suatu sistem

besar manusia, mesin, bahan dan uang dalam industri, bisnis, pemerintahan dan

pertahanan. Pendekatan khusus ini bertujuan membentuk suatu model ilmiah dari

sistem, menggabungkan ukuran-ukuran faktor-faktor seperti kesempatan dan

risiko, untuk meramalkan dan membandingkan hasil-hasil dari beberapa

keputusan, strategi atau pengawasan. Tujuannya adalah membantu pengambil

keputusan menentukan kebijakan dan tindakannya secara ilmiah (Operational

Research Society of Great Britain)1.

B. Transportasi

Masalah transportasi merupakan masalah yang sering dihadapi dalam

pendistribusian barang. Misalkan ada m buah gudang (sumber) yang memiliki

1
Sri Mulyono. Riset Operasi Edisi 2, (Jakarta: Mitra Wacana Media, 2017). Hal. 2

3
masing-masing a1, a2, …, am buah barang yang sama. Barang-barang tersebut

hendak dikirimkan ke n buah toko (tujuan) yang masingmasing membutuhkan b1,

b2, … , bn buah barang. Diasumsikan a1 + a2 + … + am = b1 + b2 + … + bn.

Biasanya karena letak geografis/jarak yang berbeda-beda, maka biaya pengiriman

dari suatu sumber ke suatu tujuan tidaklah sama. Misalkan cij adalah biaya

pengiriman sebuah barang dari sumber ai ke tujuan bj. Masalahnya adalah

bagaimana menentukan pendistribusian barang dari sumber sehingga semua

kebutuhan tujuan terpenuhi tapi dengan biaya yang se minimum mungkin.2

Menurut Aminudin (2005:64) suatu model transportasi dikatakan seimbang

(balanced program) apabila total jumlah antara penawaran (supply) dan

permintaan (demand) sama, secara sistematis, ditulis :3


𝑚 𝑛

∑ 𝑎𝑖 = ∑ 𝑏𝑗
𝑖=1 𝑗=1

Model transportasi dapat dirumuskan sebagai berikut:


𝑚

𝑀𝑖𝑛𝑖𝑚𝑢𝑚𝑘𝑎𝑛 𝑍 = ∑ 𝑋𝑖𝑗 ∑ 𝐶𝑖𝑗 𝑋𝑖𝑗


𝑖=1

Dengan batasan: ∑𝑚
𝑖=1 𝑋𝑖𝑗 ≤ 𝑎𝑖 , 𝑖 = 1,2,3, … 𝑚 (𝑏𝑎𝑡𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑎𝑤𝑎𝑟𝑎𝑛)

Dengan batasan: ∑𝑛𝑗=1 𝑋𝑖𝑗 ≤ 𝑏𝑗 , 𝑗 = 1,2,3, … 𝑛 (𝑏𝑎𝑡𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎𝑎𝑛)

𝑋𝑖𝑗 ≤ 0

2
FI Sigit Suyantaro. Riset Operasi dalm pendekatan Algoritmis, (Yogyakarta: Andi Offset, 2014).
Hal. 175
3
Herlawati. 2016. Optimasi Pendistribusian Barang Menggunakan Metode Stepping Stone dan
Metode Modified Distribution (MODI). Jurnal Information System For Educators And
Professionals, Vol.1 No.1. Hal 105

4
Bentuk umum tabel transportasi sebagai berikut :

Tabel 1. Model Transportasi

C. Metode Pemecahan Transportasi

Metode transportasi merupakan suatu metode yang digunakan untuk

mengatur distribusi dari sumber-sumber yang menyediakan produk yang sama

(supply) ke tempat-tempat yang membutuhkan (demand) secara optimal.

Transportasi berkaitan dengan penentuan rencana biaya terendah untuk

mengirimkan satu barang dari sejumah sumber (misalnya, pabrik) ke sejumlah

tujuan (misalnya, gudang). Permasalahan transportasi dapat dilukiskan dalam

bentuk model permasalahan Program Linear. Salah satu metode yang digunakan

untuk menyelesaikan yaitu dengan metode simpleks.

Untuk mendapatkan pemecahan awal dari persoalan transportasi, kami

menyajikan prosedur yang disebut dengan Metode West Corner, dan dua prosedur

lainnya adalah Metode Biaya Minimun dan Metode Approximation Vogel’s

sebagai solusi awal, dan metode Stepping Stone dan metode Modified

Distribution sebagai solusi optimumnya.

1. Solusi Awal

5
a. Metode West Corner

Alokasi awal nilai sel ditetapkan pada sel yang berada diujung kiri atas

tabel nilai sel awal tergantung pada kendala-kendala suplai dan demand untukl

sel. Langkah-langkah dalam menentukan solusi awal dari metode ini adalah

sebagai berikut :

1. Alokasi nilai sebesar mungkin pada sel 𝑥11 dengan memperhatikan kendala

suplai dan demand, contoh : 𝑥11 = mind {𝑆1𝑑1}

2. Alokasikan nilai sebesar mungkin pada sel yang bersebelahan dengan 𝑥11,

contoh : bila 𝑆1 > 𝑑1 maka 𝑥11 + 𝑥12= 𝑆1,𝑥12 = ... 𝑆1 > 𝑑1 maka 𝑥11 + 𝑥21

= 𝑑1,𝑥21 = ...

3. Ulangi langkah 2 sampai semua nilai kendala terpenuhi.

b. Metode Biaya Minimum (Minimum Coat Value)

Metode Least Cost melakukan alokasi secara sistematik pada kotak kotak

berdasarkan biaya transportasi minimum. Adapun langkah – langkah nya yaitu :

1. Pilih kotak dengan biaya transport (𝐶𝑖𝑗) terkecil kemudian alokasi penawaran

atau permintaan sebanyak mungkin. Untuk 𝐶𝑖𝑗 terkecil 𝑋𝑖𝑗= minimum yang

akan menghabiskan baris i atau kolom j. Baris i atau kolom j. Baris i atau

kolom j yang telah dihabiskan akan dihilangkan.

2. Dari sisa kotak yang ada (kotak yang akan dihilangkan), pilih lagi 𝐶𝑖𝑗 terkecil

dan alokasikan sebanyak mungkin pada baris i atau kolom j.

3. Proses ini akan terus berlanjut sampai semua penawaran dan permintaan

terpenuhi.

c. Metode Vogel’s Approximation Methode (VAM)

6
Dalam penentuan solusi awal, VAM menetapkan konsep denda (penalty

cost). Denda dimaksudkan sebagai selisih antar dua biaya terkecil pada sel-sel

yang sebaris/sekolom. Langkah-langkah pengerjaan metode VAM adalah sebagai

berikut :

1. Tentukan denda untuk setiap baris dan kolom dengan mengurungkan dua biaya

terkecil pada sel-sel yang sebaris atau sekolom (selisih antar dua biaya terkecil

pada setiap baris atau kolom).

2. Pilih baris atau kolom dengan memuat denda tertinggi (atau memilih sel

dengan biaya terkecil).

3. Alokasikan sebesar mungkin pada sel fisibel dengan biaya transportasi terkecil

dalam baris atau kolom dengan denda terbesar.

4. Ulangi langkah-langkah 1, 2, dan 3 sampai tercapai suatu solusi biaya

minimum.

2. Solusi Akhir

Setelah melalui ketiga solusi awal diatas, maka untuk menentukan

solusi optimun dari metode transportasi yaitu :

a. Metode Stepping Stone

1. Menentukan variabel masuk, yaitu sel yang berkecendrungan untuk

dipertukarkan dengan sel yang lain.

2. Tentukan sel yang berseberangan lokasinya untuk proses pertukaran.

3. Pertukaran dilakukan, jika hasil lebih optimal maka proses dianggap berhasil.

Uji lagi dengan variabel masuk pada sel yang lain.

b. Metode MODI (Modified Distribution)

7
Metode MODI tidak lain dari algoritma batu loncatan (Stepping Stone)

dengan teknik yang sudah diperhalus untuk menghitung indeks yang akan

ditingkatkan. Perbedaan antara kedua cara ini terletak pada langkah-langkah yang

digunakan untuk menyelesaikan persoalan yang mana terdapat jejak tertutup yang

akan ditelusuri. Metode MODI menghitung indeksi yang akan ditingkatkan ialah

tanpa menggambarkan semua jejak tertutup. Cara MODI cukup menelusuri satu

saja jejak tertutup. Sama seperti pada batu loncatan, dalam cara MODI dengan

aturan pojok barat laut.

Pengoperasian metode MODI dalam menyelesaikan masalah transportasi,

prinsip dasarnya sama dengan metode yang lain. Untuk mencari nilai sel bukan

baris berdasarkan metode MODI, dilakukan dengan cara menambahkan suatu

baris katakanlah 𝐾 𝑗 yang menyatakan nilai setiap kolom 𝐾1,𝐾2,𝐾3,……𝐾 𝑗 dan

menyatakan satu kolom katakanlah 𝑅𝑖 yang menyatakan nilai setiap baris

𝑅1,𝑅2,𝑅3,……𝑅𝑖. Nilai Kj dan Ri yang dicari hanya untuk sel baris (jumlah sel

basis sama dengan m + n – 1), dengan menggunakan rumus Ri + Kj = Cij = biaya

angkut per satuan dari tempat asal (i) ke tempat tujuan (j). Sedangkan untuk

mencari nilai sel bukan basis yang digunakan rumus Cij – Ri – Kj, langkah awal

metode MODI dapat dimulai dari tabel awal metode NW-Corner maupun tabel

awal metode biaya minimum.4

4
Achmad Taufiq. Skripsi Penerapan Metode Modified Distribution (Modi) Dalam Meminimalisasi
Biaya Transportasi Pengiriman Barang Di Pt. Tirta Makmur Perkasa, (Makassar,2017). Hal. 13-
18

8
BAB III

JENIS DAN SUMBER DATA

A. Jenis Data

Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder.

B. Sumber Data

Sumber data yang digunakan pada makalah ini bersumber dari sebuah

jurnal yang berjudul “Pendistribusian produk yang optimal dengan metode

transportasi”.

C. Prosedur Penyelesaian

Terlebih dahulu menggunakan Metode Vogel’s Approximation Method

(VAM) sebagai solusi awal dengan prosedur sebagai berikut :

1. Memasukkan data yang telah ada kedalam tabel awal transportasi

2. Mencari dua biaya terendah (𝐶𝑖𝑗) dari masing-masing baris dan kolom.

3. Menghitung selisih dua biaya tersebut (biaya terendah kedua – biaya terendah

pertama).

4. Memilih selisih biaya terbesar pada baris/kolom tersebut (apabila terdapat dua

nilai selisih yang sama, maka pilih salah satunya).

5. Mengalokasikan produk sebanyak-banyaknya (nilai dari 𝑋𝑖𝑗) yang disesuaikan

dengan kapasitas permintaan (pilih paling kecil) di sel yang memiliki biaya

terendah (𝐶𝑖𝑗) pada baris/kolom yang memiliki selisih biaya terbesar tersebut.

6. Baris/kolom yang telah diisi penuh sudah tidak tidak diikutsertakan lagi dalam

proses pencaharian selisih biaya berikutnya.

9
7. Melakukan langkah (2-5) sampai semua produk dialokasikan sesuai dengan

kapasitas dan permintaan.

8. Menghitung total biaya minimum distribusi dengan menggunkan persamaan.

9. Setelah menggunakan persamaan diatas akan diperoleh hasil biaya

minimumnya.
𝑚 𝑛

𝑍 = ∑ ∑ 𝐶𝑖𝑗 𝑋𝑖𝑗 = 𝐶𝑖𝑗 𝑋11 +… + 𝐶𝑚𝑛 𝑋𝑚𝑛


𝑖=1 𝑗=1

Sebagai solusi optimum untuk menghasilkan total biaya transportasi

yang paling minimum digunakan Metode Modified Distribution dengan prosedur

penelitian sebagai berikut:

1. Menghitung nilai indeks pada masing-masing baris dan kolom, dengan

menggunkan rumus 𝑅𝑖 + 𝐾 𝑗 = 𝐶𝑖𝑗 , dimana 𝑅𝑖 merupakan nilai indeks pada

baris i,𝐾 𝑗 merupakan nilai indeks pada kolom j , dan 𝐶𝑖𝑗 adalah biaya

distribusi dari sumber i ketujuan j, pemberian nilai indeks ini harus berdasarkan

pada sel yang telah terisi atau digunakan. Sebagai alat bantu untuk memulai

pencarian nilai indeks, maka nilai baris pertama (𝑅𝑖) ditetapkan sama dengan

nol.

2. Menggunakan rumus (𝑅𝑖 + 𝐾 𝑗 = 𝐶𝑖𝑗) untuk memperoleh nilai indeks seluruh

baris dan kolom.

1. Mencari sel-sel yang kosong atau sel yang belum terisi.

2. Menghitung besarnya nilai pada sel-sel kosong tersebut dengan menggunakan

rumus 𝐿𝑖𝑗 = 𝐶𝑖𝑗 − 𝑅𝑖 − 𝐾 𝑗 .

10
3. Apabila nilai sel-sel kosong tersebut keseluruhan bernilai positif berarti proses

tersebut telah menghasilkan biaya distribusi minimum (soluisi optimum telah

diperoleh).

4. Apabila masih terdapat nilai negatif berarti masih terdapat penghematan biaya,

maka dilakukan proses eksekusi terhadap sel yang memilki angka negatif (pilih

negatif tebesar apabila terdapat lebih dari satu nilai negatif).

5. Melakukan pengalokasian dengan cara menghitung biaya, sel yang kosong

diberi tanda positif selanjutnya negatif, positif, negatif dan seterusnya.

Kemudian lihat isi tabel tersebut, tambahkan dan kurangkan dengan isi sel

negatif tekecil pada seluruh sel.

6. Melakukan langkah (a) sampai semua nilai sel (𝐿𝑖𝑗) kosong dan tidak ada yang

bernilai negatif.

7. Setelah semua sel kosong dan sudah tidk ada yang bernilai negatif maka

selanjutnya dilakukan, yaitu menghitung total biaya minimum distribusi

dengan menggunakan persamaan.


𝑚 𝑛

𝑍 = ∑ ∑ 𝐶𝑖𝑗 𝑋𝑖𝑗 = 𝐶𝑖𝑗 𝑋11 +… + 𝐶𝑚𝑛 𝑋𝑚𝑛


𝑖=1 𝑗=1

[Link] menggunakan persamaan diatas akan diperoleh hasil biaya

minimumnya.

11
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Data Penelitian

Biaya distribusi, kapasitas pabrik, kapasitas gudang dapat dilihat pada tabel

berikut:

Tabel 2. Biaya distribusi, kapasitas pabrik, dan gudang

Gudang Kapasitas Pabrik


X Y Z (ton)
A 4 11 6 200
Pabrik B 15 8 3 150
C 12 5 9 180
Kapasitas Gudang
(ton) 160 250 110

2. Solusi Biaya Transportasi

a. Solusi awal

Untuk mengetahui solusi biaya transportasi, terlebih dahulu gunakan metode

VAM. Karena kapasitas gudang dan pabrik berbeda, yaitu kapasitas gudang lebih

kecil daripada kapasitas pabrik maka ditambahkan satu kolom dummy pada kolom

gudang. Jumlah dummy merupakan selisih antara kapasitas pabrik dan kapasitas

gudang. Dalam kasus ini, selisih antar keduanya adalah 10 ton. Berikut

langkahnya:

12
1. Memasukkan data yang telah diperoleh kedalam table awal transportasi

yaitu biaya distribusi (𝐶𝑖𝑗 ), kapasitas pabrik (𝑆𝑖 ), dan kapasitas gudang (𝑡𝑖 ).

Ke Kapasitas
X Y Z dummy
Dari Pabrik (ton)
4 11 6 0
A 200

15 8 3 0
B 150

12 5 9 0
C 180

Kapasitas
160 250 110 10 530
Gudang (ton)
Fungsi tujuan :
3 4

𝑍 = ∑ ∑ 𝐶𝑖𝑗 𝑋𝑖𝑗
𝑖=1 𝑗=1

= 𝐶11 𝑋11 + 𝐶12 𝑋12 + 𝐶13 𝑋13 + 𝐶14 𝑋14 + 𝐶21 𝑋21 + 𝐶22 𝑋22 + 𝐶23 𝑋23

+ 𝐶24 𝑋24 + 𝐶31 𝑋31 + 𝐶32 𝑋32 + 𝐶33 𝑋33 + 𝐶34 𝑋34

2. Mencari dua biaya terendah (𝐶𝑖𝑗) dari masing-masing baris dan kolom.

Ke Kapasitas
X Y Z dummy
Dari Pabrik (ton)
4 11 6 0
A 200

15 8 3 0
B 150

12 5 9 0
C 180

Kapasitas
160 250 110 10 530
Gudang (ton)
Biaya terendah pertama dan biaya terendah kedua pada baris A masing-

masing adalah 0 dan 4, pada baris B masing-masing adalah 0 dan 3 sedangkan

pada baris C masing-masing adalah 0 dan 5. Biaya terendah pertama dan kedua

13
pada kolom X masing-masing adalah 4 dan 12, pada kolom Y masing-masing

adalah 5 dan 8, pada kolom Z masing-masing adalah 3 dan 6 sedangkan pada

kolom dummy masing-masing 0 dan 0.

3. Menghitung selisih dua biaya tersebut (biaya terendah kedua – biaya

terendah pertama).

Ke Kapasitas
X Y Z dummy Selisih
Dari Pabrik (ton)
4 11 6 0
A 200 4

15 8 3 0
B 150 3

12 5 9 0
C 180 5

Kapasitas
Gudang 160 250 110 10 530
(ton)
Selisih 8 3 3 0

4. Memilih selisih biaya terbesar pada baris/kolom tersebut (apabila terdapat

dua nilai selisih yang sama, maka pilih salah satunya).

Ke Kapasitas
X Y Z dummy Selisih
Dari Pabrik (ton)
4 11 6 0
A 200 4

15 8 3 0
B 150 3

12 5 9 0
C 180 5

Kapasitas
Gudang 160 250 110 10 530
(ton)
Selisih 8 3 3 0

14
5. Mengalokasikan produk sebanyak-banyaknya (nilai dari 𝑋𝑖𝑗) yang

disesuaikan dengan kapasitas permintaan (pilih paling kecil) di sel yang

memiliki biaya terendah (𝐶𝑖𝑗) pada baris/kolom yang memiliki selisih biaya

terbesar tersebut.

Iterasi 1

Ke Kapasitas
X Y Z dummy Selisih
Dari Pabrik (ton)
160 4 11 6 0
A 200 4

0 15 8 3 0
B 150 3

0 12 5 9 0
C 180 5

Kapasitas
160 250 110 10 530
Gudang (ton)
Selisih 8 3 3 0

Berdasarkan iterasi 1, ditemukan selisih terbesar pada kolom X yaitu 8.

Pada kolom X, biaya terendah (𝐶𝑖𝑗) berada pada sel A – X yaitu 4 sehingga nilai

diisi dengan 160 karena tidak mungkin dilakukan pengalokasian yang melebihi

kapasitas gudang, dimana kapasitas gudang hanya mencapai 160. Kolom X tidak

diikutsertakan lagi dalam proses perhitungan pencarian selisih biaya berikutnya

karna kapasitas gudang telah terpenuhi. Oleh karna itu sel B-X dan C-X diisi

dengan 0 serta sel selisih pada kolom X untuk iterasi kedua diisi dengan (-) atau

dihilangkan.

6. Baris atau kolom yang telah terisi penuh tidak dapat diikutsertakan kembali

dalam proses perhitungan pencarian selisih biaya pada iterasi selanjutnya.

Baris atau kolom tersebut diarsir menggunakan warna kuning.

15
7. Melakukan langkah (2-5) sampai semua produk dialokasikan sesuai dengan

kapasitas pabrik dan kapasitas gudang.

8. Jika semua baris dan kolom sudah terpenuhi alokasinya sesuai dengan

kapasitas pabrik dan kapasitas gudang, maka pencarian selisih telah selesai

dengan hasil sebagai berikut:

Tabel 3. Hasil Alokasi Metode VAM

Ke Kapasitas
X Y Z dummy Selisih
Dari Pabrik (ton)
160 4 11 30 6 10 0
A 200 4 6 5

15 70 8 80 3 0
B 150 3 3 5 5

12 180 5 9 0
C 180 5 5 4 4

Kapasitas
Gudang 160 250 110 10 530
(ton)
Selisih 8 3 3 0
3 3 0
3 3 0
3 6
Berdasarkan tabel 3 terlihat bahwa semua kebutuhan baris dan kolom sudah

terpenuhi, selanjutnya menghitung total biaya minimum distribusi.


3 4

𝑍 = ∑ ∑ 𝐶𝑖𝑗 𝑋𝑖𝑗
𝑖=1 𝑗=1

= 𝐶11 𝑋11 + 𝐶12 𝑋12 + 𝐶13 𝑋13 + 𝐶14 𝑋14 + 𝐶21 𝑋21 + 𝐶22 𝑋22 + 𝐶23 𝑋23

+ 𝐶24 𝑋24 + 𝐶31 𝑋31 + 𝐶32 𝑋32 + 𝐶33 𝑋33 + 𝐶34 𝑋34

= 4𝑋11 + 11𝑋12 + 6𝑋13 + 0𝑋14 + 15𝑋21 + 8𝑋22 + 3𝑋23 + 0𝑋24

+ 12𝑋31 + 5𝑋32 + 9𝑋33 + 0𝑋34

16
= 4𝑥160 + 11𝑥0 + 6𝑥30 + 0𝑥10 + 15𝑥0 + 8𝑥70 + 3𝑥80 + 0𝑥0 + 12𝑥0

+ 5𝑥180 + 9𝑥0 + 0𝑥0

= 640 + 0 + 180 + 0 + 0 + 560 + 240 + 0 + 0 + 900 + 0 + 0

= 2.520

Jadi hasil yang diperoleh dari metode Vogel’s Approximation Method

(VAM) sebagai solusi awal pada biaya distribusi adalah Rp 2.520,00.

b. Solusi akhir

Sebelum dilakukan pengujian optimalisasi lebih lanjut maka banyaknya sel

yang yang terpenuhi harus memenuhi syarat = (𝑚 + 𝑛) − 1 = (3 + 4) − 1 = 6.

Artinya syarat terpenuhi (lihat tabel 3).

Sebagai solusi optimum untuk menghasilkan total biaya transportasi yang

paling minimum digunakan metode Modified Distribution (MODI) dengan

prosedur sebagai berikut:

1. Menghitung nilai indeks pada masing-masing baris dan kolom, dengan

menggunakan rumus 𝑅𝑖 + 𝐾 𝑗 = 𝐶𝑖𝑗 , dimana 𝑅𝑖 merupakan nilai indeks

pada baris 𝑖, 𝐾 𝑗 merupakan nilai indeks pada kolom 𝑗 dan 𝐶𝑖𝑗 adalah biaya

distribusi dari sumber 𝑖 ketujuan 𝑗. Pemberian nilai indeks ini harus

berdasarkan pada sel yang telah terisi atau digunakan. Sebagai alat bantu

untuk memulai pencarian nilai indeks, maka nilai baris pertama (𝑅1)

ditetapkan sama dengan nol.

2. Menggunakan rumus (𝑅𝑖 + 𝐾 𝑗 = 𝐶𝑖𝑗) untuk memperoleh nilai indeks

seluruh baris dan kolom.

𝑅1 = 0

17
𝑅1+ + 𝐾1 = 𝐶11 → 𝑂 + 𝐾1 = 4 → 𝐾1 = 4

𝑅1+ + 𝐾3 = 𝐶13 → 𝑂 + 𝐾3 = 6 → 𝐾3 = 6

𝑅2 + 𝐾3 = 𝐶23 → 𝑅2 + 6 = 3 → 𝑅2 = −3

𝑅2 + 𝐾2 = 𝐶22 → −3 + 𝐾2 = 8 → 𝐾2 = 11

𝑅3 + 𝐾2 = 𝐶32 → 𝑅3 + 11 = 5 → 𝑅3 = −6

𝑅1 + 𝐾4 = 𝐶14 → 0 + 𝐾4 = 0 → 𝐾4 = 0

setelah menggunakan rumus diatas diperoleh hasil sebagai berikut:

Ke X Y Z dummy Kapasitas
Dari K1=4 K2=11 K3=6 K4=0 Pabrik (ton)
A 160 4 11 30 6 40 0
200
R1=0
B 15 70 8 80 3 0
150
R2=-3
C 12 180 5 9 0
180
R3=-6
Kapasitas
160 250 110 10 530
Gudang (ton)
3. Mencari sel yang kosong atau sel belum terisi kemudian di arsir

menggunakan warna kuning.

Ke X Y Z dummy Kapasitas
Dari K1=4 K2=11 K3=6 K4=0 Pabrik (ton)
A 160 4 11 30 6 40 0
200
R1=0
B 15 70 8 80 3 0
150
R2=-3
C 12 180 5 9 0
180
R3=-6
Kapasitas
160 250 110 10 530
Gudang (ton)

18
4. Menghitung besarnya nilai pada sel-sel kosong tersebut dengan

menggunakan rumus (X𝑖𝑗 = 𝐶𝑖𝑗 − 𝑅𝑖 − 𝐾𝑗).

𝑋12 = 𝐶12 − 𝑅1 − 𝐾2 = 11 − 0 − 11 = 0

𝑋21 = 𝐶21 − 𝑅2 − 𝐾1 = 1 + 3 − 4 = 0

𝑋24 = 𝐶24 − 𝑅2 − 𝐾4 = 0 ∓ 3 − 0 = 3

𝑋31 = 𝐶31 − 𝑅3 − 𝐾1 = 12 + 6 − 4 = 14

𝑋33 = 𝐶33 − 𝑅3 − 𝐾3 = 9 ∓ 6 − 6 = 9

𝑋34 = 𝐶34 − 𝑅3 − 𝐾4 = 0 ∓ 6 − 0 = 6

5. Karena tidak ditemukan nilai negatif (penghematan biaya) pada perhitungan

sel-sel kosong berarti solusi optimum telah diperoleh.

6. Setelah semua sel kosong sudah tidak ada yang bernilai negatif maka

selanjutnya dilakukan perhtungan total biaya minimum distribusi dengan

menggunakan persamaan.

Ke X Y Z dummy Kapasitas
Dari K1=4 K2=11 K3=6 K4=0 Pabrik (ton)
A 160 4 11 30 6 40 0
200
R1=0
B 15 70 8 80 3 0
150
R2=-3
C 12 180 5 9 0
180
R3=-6
Kapasitas
160 250 110 10 530
Gudang (ton)
3 4

𝑍 = ∑ ∑ 𝐶𝑖𝑗 𝑋𝑖𝑗
𝑖=1 𝑗=1

= 𝐶11 𝑋11 + 𝐶12 𝑋12 + 𝐶13 𝑋13 + 𝐶14 𝑋14 + 𝐶21 𝑋21 + 𝐶22 𝑋22 + 𝐶23 𝑋23

+ 𝐶24 𝑋24 + 𝐶31 𝑋31 + 𝐶32 𝑋32 + 𝐶33 𝑋33 + 𝐶34 𝑋34

19
= 4𝑋11 + 11𝑋12 + 6𝑋13 + 0𝑋14 + 15𝑋21 + 8𝑋22 + 3𝑋23 + 0𝑋24

+ 12𝑋31 + 5𝑋32 + 9𝑋33 + 0𝑋34

= 4𝑥160 + 11𝑥0 + 6𝑥30 + 0𝑥10 + 15𝑥0 + 8𝑥70 + 3𝑥80 + 0𝑥0 + 12𝑥0

+ 5𝑥180 + 9𝑥0 + 0𝑥0

= 640 + 0 + 180 + 0 + 0 + 560 + 240 + 0 + 0 + 900 + 0 + 0

= 2.520

Setelah dilakukan pengujian untuk mencari solusi optimum menggunakan

metode Modified Distribution (MODI) diperoleh biaya Rp 2.520,00.

B. Pembahasan

Dari data yang diperoleh terdapat perbedaan antara kapasitas pabrik dan

kapasitas gudang yaitu kapasitas gudang lebih kecil daripada kapasitas pabrik

sehingga kami menambahkan satu kolom dummy pada kolom gudang.

Untuk mendapatkan total biaya minimum distribusi digunakan Metode

Vogel’s Approximation Method (VAM) sebagai solusi awal dan metode Modified

Distribution (MODI) sebagai solusi optimum.

Dari hasil penelitian, diperoleh biaya transportasi pada solusi awal dengan

menggunakan metode Vogel’s Approximation Method (VAM) pada bulan belum

bisa disimpulkan bahwa hasilnya sudah minimum, sehingga dilanjut dengan

menggunakan metode MODI. Setelah menggunakan metode MODI diperoleh

hasil biaya transportasi minimum sebesar Rp 2.520,00.

Dari hasil perhitungan menggunakan metode VAM sebagai solusi awal dan

MODI sebagai solusi akhir diperoleh hasil optimal dengan satu tahapan iterasi.

Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa dengan menggunakan metode VAM

20
pada solusi awal dapat mempersingkat waktu dalam menghitung biaya distribusi

karena tidak memerlukan banyak iterasi dan tidak ada perbedaan terhadap solusi

akhir antara Stepping Stone dan MODI. Keduanya hanya memerlukan satu kali

tahapan iterasi sehingga diperoleh solusi optimal terhadap biaya transportasi.

21
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu tidak ada perbedaan antara

penggunaan solusi akhir Stepping Stone dan Modified Distribution Method.

Keduanya hanya melalui satu tahapan iterasi dengan hasil biaya optimal sebesar

Rp 2.520,00.

B. Saran

Adapun saran yang dapat disampaikan adalah Selain Vogel’s

Approximation Method (VAM), metode transportasi juga dapat diselesaikan

dengan menggunkan Metode Least Cost, Metode Russel’s Approximation (RAM)

dan Metode North West Corner sebagai solusi awal.

22
DAFTAR PUSTAKA

Achmad Taufiq. 2017. Skripsi Penerapan Metode Modified Distribution (Modi)


Dalam Meminimalisasi Biaya Transportasi Pengiriman Barang Di Pt.
Tirta Makmur [Link]

FI Sigit Suyantaro. [Link] Operasi dalm pendekatan [Link]:


Andi Offset

Herlawati. 2016. Optimasi Pendistribusian Barang Menggunakan Metode


Stepping Stone dan Metode Modified Distribution (MODI), Jurnal
Information System For Educators And Professionals Vol 1 No 1

Jevy Rosta, Hendy [Link] Produk yang Optimal Dengan


Metode [Link] Teknik dan Ilmu Komputer Vol 1 No 4

Sri Mulyono. [Link] Operasi Edisi 2. Jakarta: Mitra Wacana Media

23

Anda mungkin juga menyukai