Dasar-Dasar Sistem Listrik untuk Mekanik
Dasar-Dasar Sistem Listrik untuk Mekanik
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Sehingga dapat tersusun buku
“Electric“ Buku ini disusun untuk melengkapi bahan pelatihan di lingkungan PT Bukit Makmur
Mandiri Utama khususnya Plant Departement.
Buku ini disajikan dalam bentuk yang sederhana, dengan harapan dalam pemahamannya akan
lebih mudah, khususnya bagi Calon Mekanik atau Junior Mekanik dibidang Alat-alat Berat.
Dengan segala kerendahan hati penyusun menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna,
maka dengan keterbatasan yang ada penyusun sangat mengharap kritik dan saran dari para
pembaca untuk meningkatkan kesempurnaan buku ini sehingga tidak terjadi salah persepsi
untuk pemahaman dari isi dan makna terhadap buku ini.
Akhirnya penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
sehingga terselesaikannya buku ini.
Penyusun
Electric i
KEBIJAKAN K3LH
ii Electric
VISI DAN MISI
VISI
VISION
Menja di per usah aan b eromz et mil yara n d olar ya ng m enj adi pi li han utama
pel an ggan, dan ber ni lai ba gi karyawa n s erta rekan an K a mi
To be the first choise bil li on dollar partner of our custom ers and bring vaue to our
people
Misi
Mission
Member ika n nil ai un ggul melal ui kemitr aan strat egis d a n p emb erda yaa n
kom unit as, oleh timy an g k ompeten dan b erp ola pi kir positif
B’EXCITE
EXCELLENT
Keu nggu lan
CARING
Kep ed uli aan
INTEGRITY
Integritas
TEAM WORK
Kerjasama
Electric iii
DAFTAR ISI
iv Electric
1.5.3 Perawatan Battery ............................................................................................. 58
BAB II ELECTRIC DEVICE .................................................................................................................................... 62
2.1 Starting Motor ............................................................................................................. 63
2.1.1 Safety Relay ........................................................................................................ 65
2.2 Starting Switch Battery Relay Switch .......................................................................... 66
2.2.1 Starting Switch ................................................................................................... 66
2.2.2 Battery Relay Switch........................................................................................... 67
2.3 Alternator .................................................................................................................... 71
2.3.1 Alternator Brushless Dengan Semi Konduktor Regulator .................................. 73
2.4 Preheat ......................................................................................................................... 76
2.4.1 Starting Switch ................................................................................................... 76
2.4.2 Glow Plug ........................................................................................................... 76
2.5 Electronic Control unit ................................................................................................ 79
2.5.1 Engine Controll Sistem ....................................................................................... 82
2.5.2 Transmission dan Brake Controller .................................................................... 87
2.5.3 PUMP CONTROLLER ........................................................................................... 88
2.5.4 Auto lubrication controll ................................................................................... 89
2.6 Mechatronic ................................................................................................................ 91
2.6.1 SENSOR............................................................................................................... 92
BAB III SCHEMATIC..........................................................................................................................................113
3.1 Symbol ......................................................................................................................... 114
3.2 Connector and Wiring ................................................................................................. 119
3.2.1 Wiring Harness . ............................................................................................... 124
Electric v
PENDAHULUAN
System Electric merupakan bagian yang sangat penting pada unit atau alat berat.
Dasar dasar Electric saat ini bukan optional atau tambahan dalam system yang digunakan
untuk melengkapi system lain pada unit, tapi juga merupakan priority device (peralatan
utama) penunjang component utama dalam system. Sebelum melanjutkan ke Electric
system yang lebih rumit. Baiknya pemahaman akan dasar-dasar Electric harus dikuasai
terlebih dahulu.
Electric digunakan untuk effeciency source atau economic purppose (tujuan
ekonomis) sebagai sarana pengoprasian unit secara manual atau automatis. Penggunaan
peralatan electric ekonomis secara shape (ukuran componen) dan menggantikan bahan
penghantar seperti fluida atau angin dan lainnya.
vi Electric
Penjelasan Modul
JudulModul
Basic Knowledge Electrical Heavy Equipment
Uraian Modul ini memberikan pengetahuan dasar - dasar Electrical pada Heavy
Equipment. Penjelasan dari modul ini memudahkan participant untuk mampu mengerti,
memahami struktur, fungsi dan cara kerja beberapa component Electric, juga
pengetahuan untuk melakukan cara-cara penanganan, pemeriksaan, dan perawatan
pada beberapa system dan component pada Electrical Heavy Equipment.
Untuk memudahkan penyampaian modul ini, siswa perlu dilengkapi dengan Handbook
Basic Knowledge Electric, Shop Manual, komponen praktek, tempat kerja yang relevan atau
simulasi lingkungan kerja dan peralatan untuk pengembangan / mempraktekkan ketrampilan
tersebut.
Sumber Referensi
Metode Penilaian Kelas dan Workshop Untuk memberikan hasil kerja yang
memuaskan dari modul ini, setiap hasil pekerjaan dan penilaian akan menjadi ukuran dari
penilaian modul tersebut. Dalam prakteknya, anda diharuskan untuk berpartisipasi di
dalam kelas dan tempat kerja dengan mengikuti, melengkapi dan mengisi berikut ini:
• Activity Workbook
• Knowledge Assesment
Tempat kerja
Untuk mempraktekkan dengan baik modul ini anda diharuskan melengkapi faktor-
faktor yang diperlukan dalam workplace assesment. Petunjuk pelaksanaan workplace
assesment terdapat pada activity workbook.
Electric vii
DESKRIPSI PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Training duration
⋆ 32 Hours - 4 Days
⋆ 70 % Inclass - Discussion
⋆ 30 % Practice
Jumlah Siswa
⋆ Maksimal 12 orang
Training passed
⋆ Peserta dinyatakan lulus jika :
1. Nilai post test – Min. 70
2. Nilai praktek – Min. C
Pemberian Sertifikat
• Sertifikat akan diberikan kepada siswa yang memenuhi kriteria kelulusan.
• Surat keterangan akan diberikan kepada siswa yang memenuhi syarat kehadiran
minimal tetapi tidak memenuhi syarat minimal nilai kelulusan.
Sasaran Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran inI, siswa dapat menjelaskan basic (prinsip dasar)
electric serta struktur dan cara kerja Component Electric Siswa juga dapat menjelaskan
cara kerja dari starting system, charging system dan pre heating system. Selain itu,
setelah mengikuti pembelajaran ini secara tuntas, siswa juga mampu membaca wiring
diagram serta menjelaskan dan melakukan perawatan terhadap komponen komponen
electric.
viii Electric
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
Electric ix
Glosary Terms
Alternating Current (Arus Bolak-balik): Arus yang mengalir dengan polaritas yang selalu
berubah-ubah. Dimana masing-masing terminalnya polaritas yang selalu bergantian.
Armature: Bagian dari starting motor yang dapat berputar dan mengeluarkan arus listrik.
Avometer (Multi Tester): Alat ukur yang multi guna untuk mengukur ampere, volt dan ohm.
Battery: Alat perubah energi kimia menjadi energi listrik untuk menyediakan listrik bagi sistem
kelistrikan pada unit.
Battery Relay Switch: Komponen starting system yang digunakan untuk memutuskan atau
menghubungkan negatif battery dengan body/chasis dan positif battery dengan
starting motor.
Carbon Potentiometer: Potentiometer yang mempunyai elemen resistor dalam suatu jalur yang
berbentuk lingkaran.
Charging System: Suatu sistem yang digunakan untuk mengembalikan kondisi battery agar
selalu siap digunakan.
Circuit Breaker: Suatu alat yang digunakan untuk mencegah kerusakan kerusakan komponen-
komponen dan kabel-kabel pada preheating system (sistem pemanasan awal) yang
dikarenakan arus berlebihan (short circuit).
Direct Current (Arus Searah): Arus yang mengalir dalam arah yang tetap (konstan). Dimana
masing-masing terminal selalu tetap polaritasnya.
Electromagnet: Medan magnet yang ditimbulkan oleh adanya aliran arus listrik pada sebuah
konduktor atau coil.
Glow Plug: Alat pemanas yang dengan komponen-komponen lain akan memanaskan udara
untuk pembakaran pada engine.
Isolator: Bahan atom–atomnya mempunyai lebih dari 4 elektron pada lintasan (kulit) terluar.
Konduktor: Bahan yang atom–atomnya mempunyai jumlah elektron lebih kecil dari 4 pada
lintasan (kulit) terluar.
Preheating System: Suatu sistem yang digunakan untuk memanaskan udara yang akan masuk
ke ruang bakar dengan tujuan mempermudah menghidupkan engine pada waktu udara
sekeliling engine masih dingin.
Safety Relay: Komponen starting system yang digunakan sebagai relay (penghubung) antara
starting switch dan starting motor selain fungsi lainnya.
Self Discharge: Suatu battery yang mengalami kehilangan muatan listrik yang tersimpan tanpa
pemakaian melalui rangkaian luar.
Self Induction (Induksi Diri): Gaya gerak listrik yang berbalik dengan arah aliran arus pada lilitan
ketika switch dibuka (off) dari kondisi tertutup (on).
Semi Konduktor: Sedangkan bahan atom–atomnya mempunyai 4 elektron pada lintasan (kulit)
terluar.
Starting Motor: Komponen starting system yang digunakan untuk menghidupkan engine dengan
prinsip merubah energi listrik menjadi energi mekanis.
Starting Switch: Komponen starting system yang digunakan untuk memutuskan atau
menghubungkan komponen komponen dalam sistem start.
Starting System: Suatu sistem yang bertujuan untuk menghidupkan suatu engine atau unit.
Komponen utama dalam sistem ini adalah starting switch, battery relay switch,
starting motor dan safety relay.
Valensi: Elektron yang terdapat pada kulit terluar.
x Electric
Resistor Non Linier : Resistor yang harganya berubah-ubah (tidak sesuai dengan hukum ohm),
tetapi merupakan fungsi dari temperatur, tegangan dan cahaya yang jatuh terserap.
Resistor Tetap : Resistor yang sengaja dibuat dengan harga resistansi (ohm= Ω) tertentu.
Resistor Variable : Resistor yang mempunyai terminal tetap dan terminal tidak tetap yang dapat
digeser sepanjang elemen resistor tersebut.
Thermistor : Resistor yang mempunyai koeffisien temperatur yang sangat tinggi, dimana dengan
adanya perubahan temperatur, resistansinya juga akan berubah.
Thermistor NTC : Resistor dengan koefiisien temperatur negatif yang sangat tinggi. Dimana
ketika temperatur naik maka harga resistansi turun.
Thermistor PTC : Resistor dengan temperatur positif yang sangat tinggi. Dimana ketika
temperatur naik maka harga resistansi naik.
Transistor : adalah suatu komponen elektronika yang dibuat dengan penggabungan dari
material P dan N. yang disisipkan suatu lapisan tipis P atau N. Komponen ini berfungsi
sebagai electric switch dan sebagai penguat.
Transistor NPN : Transistor yang pembuatannya terdiri dari dua buah lapisan N yang
disisipkan ditengahnya satu lapisan tipis P.
Transistor PNP : Transistor yang pembuatannya terdiri dari dua buah lapisan P yang
disisipkan ditengahnya satu lapisan tipis N.
Trimmer : Potensiometer dengan bahan dasar karbon yang biasanya dipasang pada PCB dimana
dibutuhkan suatu pengkalibrasian.
Wirewound Potentiometer : Potentiometer yang terbuat dari lilitan kawat yang berbentuk
lingkaran.
Zener diode : sebuah diode yang dirancang khusus untuk menghantarkan arus reverse tanpa
merusaknya
Electric xi
xii Electric
BAB I
DASAR-DASAR ELECTRIC
Electric 1
1.1 Theory Electron
Electron adalah bagian terkecil dari suatu atom. Sifatnya ringan dan selalu mengorbit pada
inti (proton). Lihat gambar berikut ini :
Electron Valensi
Atom yang sederhana adalah atom hydrogen. Atom ini mempunyai satu elektron
yang mengorbit pada satu inti (proton). Atom yang elektronnya lebih banyak adalah atom
uranium. Atom ini mempunyai 92 elektron dan 92 proton. Setiap atom mempunyai
struktur sendiri–sendiri. Tetapi pada umumnya setiap atom mempunyai jumlah proton
dan elektron yang sama (sebanding). Atom–atom tersebut menyebar dalam lintasan yang
terdapat pada atom tersebut. Menurut Paulli, banyaknya elektron maksimum yang dapat
menempati tiap kulit dirumuskan dengan :
2 n2 (n = nomor lintasan kulit atom)
Simbol kulit dalam banyaknya elektron
maksimum dalam setiap kulit adalah :
K = (n – 1) = 2 x (1) 2 = 2 elektron
L = (n – 2) = 2 x (2)2 = 8 elektron
M = (n – 3) = 2 x (3)2 = 18 elektron
N = (n – 4) = 2 x (4)2 = 32 elektron
O = (n – 5) = 2 x (5)2 = 50 elektron
P = (n – 6) = 2 x (6)2 = 72 elektron
Contoh :
Aluminium ( Al ) dengan nomor atom ( NA ) = 13
Silikon (Si) dengan nomor atom (NA) = 14.
Electron yang terdapat pada kulit terluar disebut Valensi.
2 Electric
Atom dan lintasan elektron konduktor, semikonduktor, dan isolator
Berdasarkan jumlah valensi atau jumlah electron pada kulit atom terluar suatu bahan
dapat dikategorikan sebagai konduktor, semi konduktor dan isolator.
Konduktor
Konduktor adalah bahan yang dapat menghantarkan arus listrik. Konduktor juga
merupakan Bahan yang atom–atomnya mempunyai jumlah elektron lebih kecil dari
4 pada lintasan (kulit) terluar.
Semi konduktor
Semi konduktor adalah bahan yang dapat menghantarkan arus listrik (konduktor) tapi juga
dapat menjadi bahan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik (isolator).
Isolator
Isolator adalah bahan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Isolator merupakan
bahan yang atom–atomnya mempunyai lebih dari 4 elektron pada lintasan (kulit) terluar.
Proton dan elektron dalam atom mempunyai gaya potensial :
1. Proton mempunyai muatan positif (+)
2. Elekton mempunyai muatan negative (-)
Inti (proton) menarik elektron dan mempertahankan dalam lintasannya dan pada saat
muatan positif (proton) sebanding dengan muatan negatif (elektron), maka atom menjadi
netral.
Meskipun demikian, muatan atom dapat berubah dari netral menjadi bermuatan
positif (+) jika elektron terluarnya ada yang terlepas atau negatif jika mendapat
tambahan elektron dari atom lain pada kulit terluarnya.
Electric 3
1.1.1 Tegangan, Arus Dan Hambatan
[Link] Arus ( I )
Air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah, semakin
tinggi perbedaan antara dua level air tersebut maka akan semakin besar aliran/arus
air mengalirnya. Hal yang sama juga terjadi pada sistem kelistrikan. Arus listrik
mengalir dari level potensial yang tinggi ke level potensial yang rendah, potensial yang
tinggi disebut potensial positif (+) dan potensial rendah disebut potensial negatif (-).
Ketika 2 konduktor (A) dan (B) yang bermuatan positif dan negatif dihubungkan dengan
kawat penghantar (C), elektron-elektron bebas yang berada pada konduktor (B) akan ditarik
oleh konduktor (A) melalui penghantar (C).
Hal ini akan menyebabkan arus elektron dari konduktor (B) yang bermuatan negatif
ke konduktor (A) yang bermuatan positif. Pergerakan elektron inilah yang kemudian
menyebabkan terjadinya arus dari konduktor (A) yang bermuatan positif ke konduktor
(B) yang bermuatan negatif.
4 Electric
Coloumb (Q) adalah banyaknya muatan listrik (elektron) yang mengalir melalui suatu titik
pada sebuah penghantar yang besarnya adalah: 1 Q = 6.25 x 1018 elektron Arus listrik
adalah jumlah muatan listrik yang mengalir melalui suatu titik tertentu selama satu detik.
[Link] Tegangan ( V )
Tegangan (voltage) adalah gaya yang mengakibatkan terjadinya arus listrik.
Tegangan terjadi akibat adanya beda/selisih potensial antara dua ujung konduktor. Beda
potensial terjadi karena perbedaan jumlah elektron pada ujung konduktor. Arus listrik akan
mengalir dari tegangan yang tinggi (+) ke tegangan yang rendah ( - ). Satuan tegangan listrik
adalah Volt dan disimbolkan “V”.
1 MV = 1000 KV
1 KV = 1000 V
1 V = 1000 mV
Tegangan dihasilkan antara 2 titik, yaitu
satu titik bermuatan positif dan satu titik
bermuatan negatif. Tegangan akan timbul
walaupun tidak terjadi aliran arus, tetapi tidak
akan mengalir jika tidak ada beda potensial.
Satuan hambatan listrik adalah ohm dan simbolnya adalah Ω. Hambatan suatu
penghantar dikatakan satu bila besarnya hambatan tersebut menyebabkan
mengalirnya arus sebesar 1 A, bila pada kedua ujung penghantar dihubungkan dengan
sumber tegangan sebesar 1 volts (pada temperatur konstan). Adapun harga hambatan
pada sebuah penghantar dipengaruhi oleh bahan penghantar, luas penampang
penghantar dan temperatur. Harga hambatan dapat dihitung dengan rumus:
Electric 5
R = Hambatan (Ohm ; Ω)
ρ = Tahanan jenis (Ohmmeter ; Ωmeter)
L = Panjang kawat (meter)
A = Luas penampang kawat (m2)
6 Electric
1.2 Hukum Ohm
Bunyi Hukum Ohm adalah: “Arus ( I ) yang mengalir melalui dua titik ‘a’ dan ‘b’
dalam suatu konduktor (kawat penghantar) adalah berbanding lurus dengan tegangannya
dan berbanding terbalik dengan hambatannya ( R ).” Kalau dirumuskan adalah:
Dimana:
Electric 7
Dasar Sumber Arus Bolak BaliK
Arus bolak-balik dari alternator akan berbentuk gelombang yang berubah-ubah dari
positif ke negative dalam waktu tertentu. Seperti terlihat pada gambar di atas. Arus
yang demikian ini disebut “Alternating Current“ dan disingkat dengan AC. Polaritas
yang berubah ubah ini terjadi secara terusmenerus dalam tiap detiknya sehigga disebut
frekwensi. Frekwensi adalah banyaknya gelombang dalam tiap detik.
8 Electric
Horse power (HP) digunakan sebagai satuan tenaga mekanis, jika dikonversikan ke
tenaga listrik :
1 HP = 746 [W] (Foot Pound HP)
1 PS = 735 [W] (Metrik Horse Power = Pferde Starke)
Satuan tenaga listrik adalah “watt “ disingkat (W) yaitu jumlah dari usaha listrik yang
dihasilkan atau dihilangkan adalah ditetapkan sesuai dengan usaha yang digunakan
dalam periode waktu satu detik. 1 (satu) watt menunjukkan tenaga yang
membutuhkan arus sebesar 1 A pada tegangan 1 V dalam setiap detik. Sebagai
contoh lihat gambar berikut ini :
Tenaga ini disediakan oleh generator. Kemudian tenaga yang dihasilkan oleh generator
dapat disimbolkan P.
Tenaga (P) ini disediakan oleh generator (G). Kemudian tenaga yang dihasilkan oleh
generator G dapat disimbolkan Po.
Po = P = V.I ( W ) (kerugian dalam generator dan sirkuit dianggap nol)
Panas Joule
Joule menemukan bahwa tenaga listrik yang dipakai dalam sebuah hambatan berubah
semuanya menjadi panas. Penemuan ini disebut “Hukum Joule“ Panas yang dihasilkan
berasal dari aliran listrik dalam sebuah hambatan dan disebut “Panas Joule“ dan 1 (WS)
= 1 joule.
Electric 9
1.2.3 Rangkaian Listrik
Rangkaian Seri
Pada rangkaian seri, jumlah arus yang mengalir selalu sama pada setiap titik, sedangkan
tahanan total adalah sama dengan jumlah dari masing-masing tahanan R1, R2 dan
R3. Dengan adanya tahanan listrik di dalam rangkaian, maka jika ada arus listrik
yang mengalir akan menyebabkan tegangan turun setelah melewati tahanan.
Besarnya perubahan tegangan karena adanya tahanan disebut dengan penurunan
tegangan (voltage drop). Pada rangkaian seri, penjumlahan penurunan tegangan setelah
melewati tahanan akan sama dengan tegangan sumber (Vt).
Adapun rumus arus listrik, tahanan dan tegangan pada rangkaian seri adalah sebagai
berikut:
Berdasarkan gambar rangkaian di atas, besar tahanan, kuat arus dan tegangan dapat
dihitung sebagai berikut:
Kuat arus ( I ) yang mengalir pada rangkaian seri besarnya sama pada R1, R2
dan R3, sehingga dapat dihitung menjadi:
Jika arus ( I ) mengalir pada rangkaian, penurunan tegangan V1, V2 dan V3
setelah melewati R1, R2 dan R3 adalah:
10 Electric
Rangkaian Paralel
Pada rangkaian paralel, tegangan sumber ( V ) adalah sama pada seluruh tahanan,
sedangkan kuat arus (I) adalah sama dengan jumlah arus I1, I2 dan I3, yaitu arus yang
mengalir melalui masing-masing resistor R1, R2 dan R3. Adapun rumus arus listrik,
tahanan dan tegangan pada rangkaian parallel adalah sebagai berikut:
Berdasarkan gambar rangkaian di atas, besar tegangan pada masing-masing tahanan
adalah sama dengan tegangan baterai, yaitu 12 V. Besar tahanan dan kuat arus dapat
dihitung sebagai berikut:
Kuat arus ( I ) yang mengalir pada R1, R2 dan R3 adalah:
Electric 11
Rangkaian Kombinasi
Rangkaian kombinasi (seri – parallel)
merupakan gabungan dari rangkaian seri
dan paralel dalam satu rangkaian, seperti
diperlihatkan pada gambar di samping.
Besar tahanan, kuat arus dan tegangan
dapat dihitung dengan menggunakan
rumus rangkaian seri atau paralel di atas.
12 Electric
Besarnya voltage drop pada hambatan yang dihubungkan parallel adalah sama
meskipun hambatan yang diparal- lelkan berbeda-beda.
Electric 13
1.3 Electromagnet
Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu
berdekatan dengan magnet. Bumi tempat kita
tinggal merupakan magnet raksasana, tubuh kita
dan benda-benda di sekeliling kita banyak yang
mempunyai sifat magnet. Kekuatan magnet
sangat bergantung pada sumbernya. Daerah di
sekitar sumber magnet dinamakan medan magnet.
Medan magnet mempunyai kekuatan untuk menarik
atau menolak bahan/benda yang mempunyai sifat
kemagnetan. Sifat kemagnetan bahan sering diukur
oleh mudah tidaknya suatu bahan dipengaruhi oleh
medan magnet. Medan magnet ini muncul pada suatu
konduktor yang dialiri arus. Arus yang berubah
terhadap waktu akan menimbulkan medan
magnet yang berubah terhadap waktu dan
menimbulkan medan listrik induksi. Jadi sifat kemagnetan dan kelistrikan dan terjadi
bolak balik sebagai penyebab dan akibat, dan sering dinamakan sebagai medan elektromagnet.
Penerapan medan magnet dan medan elektromagnet sudah sangat banyak dalam berbagai
bidang.
Magnet adalah sebuah benda logam yang mempunyai sifat menarik benda-benda
besi. Terdapat 2 (dua) macam magnet, yaitu:
Magnet alam, adalah magnet yang terdapat pada batu besi magnet.
Magnet buatan, adalah besi dengan cara tertentu dibuat menjadi magnet. Pada
magnet buatan, bila dapat menyimpan kemagnetannya dengan baik (lama) disebut
magnet permanen, sedangkan bila dapat menyimpan kemagnetan hanya sementara
disebut remanen magnet.
14 Electric
Kutub-kutub yang senama akan saling tolak-menolak, sedangkan kutub-kutub yang
tidak senama akan saling tarik menarik.
Magnet mempunyai garis-garis gaya magnet yang mengarah dari kutub utara ke kutub
selatan di luar magnet, sedangkan di dalam magnet mengarah dari kutub selatan ke kutub
utara.
Electric 15
1.3.2 Elektromagnet
Elektromagnet adalah medan magnet yang ditimbulkan oleh adanya aliran arus listrik
pada sebuah konduktor atau coil. Percobaan yang dilakukan Oersted, yaitu mengamati jarum
kompas yang ditempatkan di bawah kawat yang dilalui arus listrik, memperlihatkan bahwa
jarum kompas menunjuk arah utara ketika kawat tidak dialiri arus listrik (1). Selanjutnya
jarum kompas dialiri arus listrik ke arah utara, akibatnya penunjukan jarum kompas
menyimpang ke arah timur (2). Apabila jarum kompas dialiri arus listrik ke arah selatan,
maka penunjukan jarum menyimpang ke arah barat (3).
Jika arah gulungan atau arah arus listrik berubah, maka arah medan magnet yang
timbul juga akan berbalik.
Medan magnet dapat diperbesar dengan cara memperbesar arus yang mengalir,
menambahkan inti besi ke dalam coil atau memperbanyak jumlah coil.
Electric 17
Ketika switch dibuka (off), dengan tiba-tiba arus hilang dan medan magnet akan
turun yang menyebabkan ber baliknya gaya gerak listrik. Gaya gerak listrik yang
berbalik akan menyebabkan aliran arus induksi pada lilitan yang disebut induksi diri
(self Induction). Tegangan yang timbul akan berbalik seperti diperlihatkan pada
gambar di atas. Dalam percoban seperti pada gambar di bawah, ketika switch
dihubungkan dengan battery 6 volt, lampu tidak menyala, tetapi jika switch dibuka
dengan tiba-tiba lampu akan menyala sesaat. Makin cepat switch dilepas, semakin
terang nyala lampu tersebut. Hal tersebut membuktikan bahwa terjadi induksi
diri di lilitan.
⋆ Transformer
Gambar di samping memperlihatkan primary coil dihubungkan seri dengan battery
dan switch. Ketika switch digerakgerakkan ON - OFF lampu akan menyala, dan bila
primary coil dihubungkan dengan sumber AC, lampu juga akan menyala
18 Electric
Hal ini disebabkan perubahan arus bolak-balik berubah secara periodik dengan frequency
yang sama besar. Perubahan arus karena ON dan OFF atau karena arus AC (bolak-balik)
tersebut menyebabkan perubahan medan magnet pada lilitan primer dan menginduksi
lilitan sekunder. Induksi medan magnet ini menjadikan gaya gerak listrik di secondary
coil berlangsung terusmenerus. Inilah yang merupakan prinsip dasar sebuah
transformer. Pada umumnya transformer dibuat dalam bentuk seperti pada gambar
berikut ini, dimana ketebalan plat core pada umumnya 0.35 mm.
Adapun hubungan antara tegangan dan arus di primary coil dan secondary coil adalah:
Electric 19
1.3.4 Prinsip Kerja Motor Listrik
[Link] Kaidah Tangan Kiri Fleming.
Bila sebuah konduktor diletakkan kutub N dan S dari magnet tapal kuda dan
konduktor dialiri arus, maka konduktor akan terlempar keluar dari kutub-kutub magnet
tersebut. Peristiwa ini dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Peristiwa tersebut di atas dapat dipahami dengan kaidah tangan kiri Fleming.
Jari telunjuk menunjukkan arah medan magnet.
Jari tengah menunjukkan arah arus pada konduktor.
Ibu jari menunjukkan arah gaya pada konduktor.
Bila konduktor yang terletak sejajar dialiri arus listrik, garis gaya magnet yang mengelilingi
masing masing konduktor akan saling mempengaruhi, dimana garis-garis gaya yang searah
akan Tarik menarik, sedangkan garis-garis gaya yang berlawanan akan tolak menolak.
20 Electric
Pada sebuah motor listrik, diantara kutub
magnet N dan S terdapat sebuah konduktor
yang berujung di C1 dan C2 (setengah cincin
tembaga yang disebut commutator). Dua buah
sikat arang (brush) B1 dan B2 yang
berhubungan dengan commutator
memungkinkan arus mengalir ke konduktor.
Bagian yang dapat berputar ini disebut dengan
armature.
Electric 21
1.3.5 Prinsip Kerja Alternator
Bila sebuah konduktor digerak-gerakkan memotong garis gaya magnet, maka pada
konduktor akan mengalir arus listrik (Hukum Faraday). Medan magnet di dalam lilitan akan
berubah yang mengakibatkan gaya gerak listrik sehingga arus akan mengalir. Hal ini disebut
dengan induksi elektromagnet.
Arus induksi di dalam sebuah konduktor
Pada gambar dibawah ini terlihat bahwa bila sebuah konduktor yang berada dalam medan
magnet, digerakkan memootong medan magnet tersebut, maka pada konduktor akan timbul
gaya gerak listrik (timbul arus listrik). Kaidah Tangan Kanan Fleming menyatakan bahwa :
Jari telunjuk menunjukkan arah medan magnet.
Ibu jari menunjukkan gerak konduktor.
Jari tengah menunjukkan arah arus induksi.
22 Electric
Prinsip generator
Generator adalah sebuah alat yang merubah garis-garis gaya magnet yang memotong coil
menjadi tenaga listrik. Prinsip dasar dari keduanya ini adalah sama namun dengan
konstruksi yang berbeda. Perbedaan konstruksi inilah yang pada akhirnya generator dibagi
atas dua jenis yaitu:
⋆AC generator (alternator)
⋆DC generator (dynamo)
Alternator
pada alternator ditandai dengan tidak adanya magnet tetap, dengan demikian
alternator harus diberikan arus listrik awal agar tercipta medan magnet. Bagian yang
berputar pada alternator disebut rotor coil atau field coil yang sekaligus sebagai
pembangkit medan magnet bila coil tersebut dialiri arus. Sedangkan bagian yang
diam disebut Stator coil atau armature coil. Armature coil inilah yang kemudian akan
mengeluarkan arus listrik bila field coil berputar. Flux yang melalui stator coil akan
berubah perlahan–lahan seperti berikut:
Ketika rotor diputar searah jarum jam, maka induksi gaya gerak listrik akan
maksimum pada 90° dan 270° serta akan minumum pada 180° dan 360°, dengan
demikian arus listrik selalu berbeda polaritas setiap 180°. Polaritas yang demikian
ini disebut dengan arus bolak-balik atau Alternating Current.
Electric 23
DC generartor (Dynamo)
Pada DC generator, ditandai dengan adanya medan tetap sedangkan armature
coilnya berputar didalam magnet tersebut. Akibatnya terjadilah pemotongan garis
gaya magnet oleh armature coil sehingga pada armature coil akan ada arus listrik.
Pada shaft armature terdapat comutator (cincin yang terbelah belah). Adanya cincin
ini menyebabkan ini menyebabkan arus yang berbalik polaritasnya selalu diarahkan
ke tempat yang sama. Dengan demikian biarpun pada armature coil terjadi polaritas
bolak balik, tetapi keluarannya setelah melewati comutator memiliki polaritas yang
selalu tetap . Arus yang polaritasnya tetap ini dinamakan arus searah.
24 Electric
Note
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
...................................................
Electric 25
1.4 Komponen-komponen Semikoduktor
1.4.1 Resistor
Resistor merupakan salah satu parameter dasar yang paling sering dipakai dalam
rangkaianrangkaian listrik. Dalam rangkaian, diperlukan resistor dengan harga yang tepat agar
rangkaian dapat
berfungsi sesuai dengan yang diharapkan. Resistor dapat digolongkan menjadi 3 (tiga) jenis:
Resitor tetap
Resitor variable
Resitor non linier
1. Resistor Tetap
Yang dimaksud dengan resistor tetap adalah resistor yang sengaja dibuat dengan
harga resistansi (ohm= Ω) tertentu. Namun demikian, selain harga resistansinya,
yang perlu diketahui adalah power ratingnya. Resistor tersedia dengan harga
resistansi yang cukup banyak, mulai dari beberapa ohm sampai dengan beberapa
mega ohm. Adapun power ratingnya mulai dari 0.1 watt sampai dengan beberapa
ratus watt.
Power rating adalah hal yang diperlukan agar resistor dapat bekerja tanpa panas
yang berlebihan karena bisa merusak resistor itu sendiri. Pada umumnya resistor
dibuat dari kawat yang dililit atau dari karbon dan dibentuk seperti contoh berikut
ini.
Adapun untuk mengidentifikasi besarnya harga resistansi sebuah resistor tetap, apabila
pada badan resistor tidak ditulisjkan harga resistansinya, maka pada badan resistor
dibuat gelang-gelang berwarna. Tabel berikut ini dapat dipergunakan untuk menghitung
harga resistansi sebuah resistor.
26 Electric
2. Resistor Variable
Resistor variable mempunyai terminal tetap dan terminal tidak tetap yang dapat
digeser sepanjang elemen resistor tersebut. Resistor variable yang digunakan di dalam
peralatan elektronik dikenal dalam dua jenis yaitu Potentiometer dan Trimmer.
Potentiometer
• Wirewound Potentiometer
Potentiometer ini terbuat dari lilitan kawat yang berbentuk lingkaran. Sebuah
lengan yang digeser-geser dibuat berhubungan dengan elemen resistor yang bisa
digeser yang akan menghasilkan harga resistansi berbeda.
Pada umumnya potentiometer ini tersedia dengan harga resistansi 50 sampai 50
K dengan rating ½ sampai 8 watt.
Electric 27
Carbon Potentiometer
Potentiometer ini mempunyai elemen resistor dalam suatu jalur yang
berbentuk lingkaran. Lengan variablenya berhubungan dengan elemen resistor
oleh suatu pemutar. Apabila sumbu pemutar diputar, maka lengan variable-
nya akan menggerakkan wiper dan membuat hubungan pada beberapa
terminal. Contoh konstruksi dan bentuk carbon potentiometer ini adalah
sebagai berikut :
Carbon potentiometer ini tersedia dengan harga resistansi 50 sampai 10M
dengan rating daya 0,1 sampai 2,25 watt.
Trimmer
Potensio jenis ini biasanya dipasang pada PCB dimana dibutuhkan suatu
pengkalibrasian. Bahan yang digunakan adalah karbon. Contoh berbagai
macam bentuk trimer adalah sebagai berikut:
28 Electric
3. Resistor Non Linier
Resistor non linier ada 3 jenis yaitu: Thermistor, Voltage Dependent Resistor dan Light
Dependent Resistor. Ketiga jenis resistor ini harganya berubah-ubah (tidak sesuai
dengan hukum ohm), tetapi merupakan fungsi dari temperatur, tegangan dan cahaya
yang jatuh terserap. Selanjutnya pada buku ini hanya dibahas mengenai thermistor yang
banyak digunakan dalam sistem kelistrikan alat-alat besar.
Themistor
Thermistor adalah salah satu jenis resistor yang mempunyai koeffisien temperatur yang
sangat tinggi, dimana dengan adanya perubahan temperatur, resistansinya juga akan
berubah. Terdapat 2 jenis termistor yaitu NTC (Negative Thermal Coefficient) dan PTC
(Positive Thermal Coefficient).
• Thermistor NTC
Thermistor NTC merupakan resistor dengan koefiisien temperatur negatif yang sangat
tinggi. Thermistor jenis ini pada umumnya dibuat dari Ni O, Co O atau Fe2 O3. Harga
nominal biasanya ditetapkan pada temperaur 25ºC. Perubahan resistansinya yang
diakibatkan dalam bentuk non liniernya ditunjukkan dalam bentuk diagram resistansi
dengan temperatur, atau dengan kata lain nilai resistan akan turun secara bertahap
seiring dengan kenaikan temperature.
• Thermistor PTC
Thermistor PTC merupakan resistor dengan temperatur positif yang sangat tinggi.
Thermistor jenis ini pada umumnya dibuat dari Ba Ti O3. Skala resistansinya
berubah mulai dari beberepa ratus ohm pada temperatur 75º dan beberapa kilo
ohm pada temperatur 150 0C. Berikut ini adalah contoh diagram resistansi dengan
temperatur untuk thermistor PTC. Nilai Resitant naik tiba tiba ketika temperature
naik di atas specific point.
Electric 29
1.4.2 Capasitor
Dalam pemakaian, kapasitor dapat diisi muatan dan ikosongkan kembali yang sangat
tergantung pada sirkuit yang memakainya.
1. Konstruksi
Pada gambar berikut ini diperlihatkan bahwa kapasitor terbuat dari 2 (dua) buah plat.
Plat konduktor tersebut dibuat sejajar dan dipisahkan oleh bahan dielektrika.
30 Electric
Yang dimaksud bahan dielektrik adalah bahan yang mempunyai kemampuan menerima
medan listrik. Bahan dielektrik tersebut mempunyai faktor dielektrik atau permitivitas
yang berlainan dengan satuan farad/meter. Contoh
contoh bahan dilelektrik adalah sebagai berikut :
Adapun yang dimaksud dengan permitivitas (Er) adalah suatu konstanta pembanding
antara permitivitas suatu bahan dielektrika dengan permitivitas ruang hampa
udara. Besarnya permitivitas ruang hampa udara adalah:
εo = 8.854 x 10 -12 farad/meter
Adapun fungsi bahan dielektrika tersebut adalah untuk:
Memisahkan kedua plat secara mekanis sehingga jaraknya sangat dekat
tetapi bersinggungan.
Memperbesar kemampuan kedua plat dalam menerima tegangan.
Memperbesar nilai kapasitansi.
Electric 31
Discharge : Elektron - elektron yang terkumpul pada salah satu plat akan
bergerak untuk mengisi elektron yang hilang pada plat yang lainnya.
2. Kapasitas Kapasitor
Yang dimaksud dengan kapasitas kapasitor adalah kemampuan suatu kapasitor di
dalam menyimpan muatan listrik. Pada dasarnya kapasitas kapasitor tergantung dari
beberapa faktor, yaitu :
Bahan dielektrika yang digunakan.
Jarak antara kedua plat konduktor.
Luas penampang plat konduktor.
Dengan demikian, pada bahan dielektrika yang sama, bila luas penampang plat
makin besar, berarti makin besar kemampuan kapasitor menyimpan muatan listrik.
Sebaliknya bila jarak antara kedua plat semakin jauh maka kapasitas kapasitor akan
semakin kecil. Rumus kapasitansi dari suatu kapasitor dapat dituliskan sebagai
berikut :
C =[Link]. A/d
Dimana: C = Kapasitansi dalam Farad ( F ).
Eo = Permitivitas ruang hampa udara ( 8.854 x 10 -12 F/m ).
Er = Permitivitas relatif bahan dielektrika.
A = Luas penampang plat (m2)
D = jarak antara kedua plat (m)
32 Electric
3. Hubungan serie dan parallel pada kapasitor
a. Hubungan serie
Pada hubungan serie harga kapasitor dapat diperoleh dengan cara sama seperti
memperoleh tahanan total dari tahanan yang dihubungkan parallel.
b. Hubungan parallel
Pada hubungan parallel adalah: harga total dari kapasitansi pengganti dari
beberapa kapasitor diperoleh dengan cara sama seperti memperoleh tahanan
total pada rangkaian serie.
Electric 33
1.4.3 Component Semiconductor
Kerugiannya adalah :
Pembuatan tidak mudah ( terutama untuk frekwensi tinggi, daya besar dan
tegangan tinggi )
Peka terhadap temperatur.
Pada jenis - jenis tertentu sangat mahal.
34 Electric
Aplikasi Semikonduktor
Material Semi Konduktor
Bahan semi konduktor yang banyak dipergunakan dalam pembuatan komponen semi
konduktor adalah silikon (Si) dan Germanium (Ge). Pada umumnya Si dipergunakan
untuk komponen dengan kapasitas besar, sedangkan Ge untuk kapasitas kecil karena
Ge mempunyai sifat lebih buruk dari Si. Semi Konduktor memiliki jumlah elektron
terluar 4 (ingat teori elektron). Dalam material atom, Si atau Ge terikat dalam bentuk
ikatan covalent. Dimana elektron terluar saling mengisi sehingga jumlah elektron
terluar pada ikatan tersebut adalah 8. Lihat gambar:
Material N
Bila kristal Si atau Ge ditambah (di-doping) dengan material P (phosphorus) yang
mempunyai 5 elektron di-outer ring, maka akan terjadi salah satu elektron P yang
tidak saling mengikat dengan kristal Si atau Ge. Salah satu elektron dari material P
tersebut dapat bergerak bebas ke seluruh kristal sehingga menjadi elektron bebas
(free electron). Selanjutnya material tersebut dinamakan Material-N (material
donor). Selain material P (phosphorus), untuk membuat material N dapat juga
digunakan materal Arsenic (As) atau Antimony (Sb).
Electric 35
Material P
Bila kristal Si atau Ge ditambah (di-doping) dengan material Al (Alumunium) yang
mempunyai 3 elektron di-outer ring, maka untuk membentuk ikatan kristal /
covalent bonding akan kekurangan elektron yang disebut dengan hole. Dengan
sifat yang demikian, maka kristal Si atau Ge yang didoping dengan Al disebut
dengan Material - P (material akseptor). Selain material Al (aluminium), untuk
membuat material P dapat juga digunakan materal B (boron).
Bila material P dihubungkan dengan sebuah sumber, maka arus yang terjadi adalah
gerakan “Postive Charged Holes“ seperti terlihat berikut ini:
36 Electric
Gerakkan hole yang secara terus-menerus dari terminal positif ke negatif inilah yang
merupakan dasar pengop- erasian komponen semi konduktor (misalnya diode dan
transistor).
1.4.4 Dioda
1. Konstruksi Dasar Diode
Diode adalah suatu komponen elektronika dua kutub Anoda dan Katoda. Dioda terdiri
dari gabungan material N dan material P.
• Prinsip Kerja
Diode dikatakan mendapat arus forward Bias apabila anode (A) lebih positif dari
Cathode (K) dan dikatakan mendapat reverse bias apabila Cathode (K) lebih
positif dari anode (A). Arus listrik hanya bisa mengalir apabila diode mendapat
forward bias atau arus hanya mengalir dari anode ke cathode saja.
Electric 37
2. Karakteristik Diode
Untuk menelaah karakteristik sebuah diode, maka pada gambar berikut ini diberikan
suatu contoh karakteristik sebuah diode.
38 Electric
3. Bentuk-bentuk Diode
Berikut ini contoh bentuk-bentuk diode pada umumnya. Selanjutnya, untuk
mengidentifikasi sebuah diode, pada umumnya terminal katoda diberi tanda/warna atau
pada badan diode digambarkan simbol diode.
4. Zener Diode
Zener diode adalah sebuah diode yang dirancang khusus untuk menghantarkan arus
reverse tanpa merusaknya. Karakteristik Zener diode dapat dilihat pada gambar berikut
ini:
Electric 39
Suatu contoh , sebuah zener diode tidak mengalirkan arus bila reverse bias voltage
lebih rendah dari 6 volt. Tetapi bila reverse bias voltage menjadi 6 volt atau lebih,
maka zener diode dengan sekonyong - konyong mengalirkan arus reverse.
1.4.5 Transistor
Transistor adalah suatu komponen elektronika yang dibuat dengan penggabungan
dari material P dan N. yang disisipkan suatu lapisan tipis P atau N. Dengan demikian
terdapat dua kemungkinan transistor yaitu PNP atau NPN. Adapun dalam
penggunaannya transistor dapat berfungsi sebagai electric switch dan sebagai
penguat.
• Transistor PNP
Dalam pembuatannya transisitor PNP, adalah dua buah lapisan P yang disisipkan
ditengahnya satu lapisan tipis N.
40 Electric
Pada prinsipnya akan ada arus mengalir dari emitter (E) ke collector (C) bila sudah ada
arus dari emitter (E) ke base (B).
Dan bila : lb = arus base.
lc = arus collector. le = arus emitter.
maka : le = lb + lc
• Transistor NPN
• Dalam pembuatan transisitor NPN, diantara lapisan N disisipkan satu lapisan P. Dengan
demikian konstruksi dasar transistor NPN dan simbolnya dapat digambarkan sebagai
berikut:
Electric 41
• Karakteristik NPN
Dalam keadaan bekerja normal, transistor harus diberi polaritas sebagai berikut :
− Pertemuan emitter base diberi polaritas dalam arah maju.
− Pertemuan base collector diberi polaritas dalam arah mundur.
1.4.6 Thyristor
1. Konstruksi dasar thyristor
Konstruksi dasar sebuah SCR adalah merupakan susunan empat lapisan bahan semi
konduktor P N P N atau N P N P dengan tiga terminal keluaran yaitu Anode ( A ),
Cathode ( K ) dan Gate ( G ). Hal tersebut diatas dapat dilihat pada gambar
berikut ini.
42 Electric
2. Prinsip Kerja thyristor
Prinsip kerja sebuah thyristor dapat dijelaskan sebagai berikut:
Pada dasarnya sebuah thyristor sama dengan dua buah transistor yang
dihubungkan seperti pada gambar diatas. Bila base current (1) sudah mengalir ke
Tr1, maka arus akan mengalir arus base (2) pada Tr2. Akibatnya, arus collector
(3) pada Tr2 akan mengalir yang juga merupakan arus base (1) ditiadakan (thyristor
tetap ON).
Selanjutya untuk meng-OFF-an thyristor dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :
− Memperkecil arus mengalir hingga nol.
− Diberikan hubung singkat dengan kapasitor yang sudah diberi charge.
Hal ini dapat dilihat dari gambar berikut.
Electric 43
3. Karakteristik thyristor
Pada gambar berikut ini diperlihatkan contoh karakteristik sebuah thyristor.
Jika thyristor diberi forward bias (anode diberi tegangan positif dan cathode diberi
tegangan negatif), maka thyristor akan ONM setelah ada arus gate. Dalam kondisi
diatas (forward bias) tegangan dinaikkan sampai tegangan tertentu, maka tiba-tiba
thyristor akan ON. Tegangan ini disebut “breakover voltage“ yang dapat merusak
thyristor Dari hal tersebut thyristor tidak akan ON kecuali berikan arus gate (thyristor
diberi forward bias). Selanjutnya, bila thyristor diberi reverse bias (anode diberi
tegangan negatif dan cathode diberi tegangan negatif), maka thyristor mempunyai
karkteristik seperti diode biasa. Dengan demikia, thyristor akan tetap OFF. Selanjutnya
bila tegangan dinaikkan (diberi reverse voltage), maka pada tegangan tertentu thyristor
akan “break down“. Hal inipun dapat merusak thyristor.
4. Bentuk-bentuk thyristor
Contoh bentuk-bentuk thyristor dapat dilihat pada gambar berikut ini:
44 Electric
1.4.7 Fuse Break Point
a. Pengertian dan Fungsi Fuse
Fuse atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Sekering adalah komponen
yang berfungsi sebagai pengaman dalam Rangkaian Elektronika maupun perangkat
listrik. Fuse (Sekering) pada dasarnya terdiri dari sebuah kawat halus pendek yang akan
meleleh dan terputus jika dialiri oleh Arus Listrik yang berlebihan ataupun terjadinya
hubungan arus pendek (short circuit) dalam sebuah peralatan listrik / Elektronika.
Dengan putusnya Fuse (sekering) tersebut, Arus listrik yang berlebihan tersebut tidak
dapat masuk ke dalam Rangkaian Elektronika sehingga tidak merusak komponen-
komponen yang terdapat dalam rangkaian Elektronika yang bersangkutan. Karena
fungsinya yang dapat melindungi peralatan listrik dan peralatan Elektronika dari
kerusakan akibat arus listrik yang berlebihan, Fuse atau sekering juga sering disebut
sebagai Pengaman Listrik
Fuse (Sekering) terdiri dari 2 Terminal dan biasanya dipasang secara Seri dengan
Rangkaian Elektronika / Listrik yang akan dilindunginya sehingga apabila Fuse (Sekering)
tersebut terputus maka akan terjadi “Open Circuit” yang memutuskan hubungan aliran
listrik agar arus listrik tidak dapat mengalir masuk ke dalam Rangkaian yang
dilindunginya.
Berikut ini adalah Simbol Fuse (Sekering) dan posisi pemasangan Fuse secara
umum:
Bentuk Fuse (Sekering) yang paling sering ditemukan adalah berbentuk tabung
(silinder) dan Pisau (Blade Type). Fuse yang berbentuk tabung atau silinder sering
ditemukan di peralatan listrik Rumah Tangga sedangkan Fuse yang berbentuk Pisau
(blade) lebih sering digunakan di bidang Otomotif (kendaraan bermotor).
Nilai Fuse biasanya tertera pada badan Fuse itu sendiri ataupun diukir pada
Terminal Fuse, nilai Fuse diantaranya terdiri dari Arus Listrik (dalam satuan Ampere (A)
ataupun miliAmpere (mA) dan Tegangan (dalam satuan Volt (V) ataupun miliVolt (mV).
Electric 45
1) Aturlah posisi Saklar Multimeter pada posisi Ohm (Ω)
2) Hubungkan Probe Multimeter pada masing-masing Terminal Fuse / Sekering seperti
pada gambar berikut ini. Fuse atau Sekering tidak memiliki polaritas, jadi posisi Probe
Merah dan Probe Hitam tidak dipermasalahkan.
3) Pastikan nilai yang ditunjukan pada Display Multimeter adalah “0” Ohm. Kondisi
tersebut menandakan Fuse tersebut dalam kondisi baik (Short).
4) Jika Display Multimeter menunjukan “Tak Terhingga”, maka Fuse tersebut
dinyatakan telah putus atau terbakar.
Fuse yang sudah putus harus diganti dengan Fuse yang spesifikasinya yang
sama. Apabila Spesifikasi Fuse yang diganti tersebut berbeda, maka fungsi Fuse yang
sebagai pengaman ini tidak dapat berfungsi secara maksimal atau tidak dapat
melindungi Rangkaian / Peralatan Elektronika ataupun peralatan listrik dengan baik.
46 Electric
Note ....................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
Electric 47
1.5 Battery
Fungsi battery adalah sebagai alat perubah energi kimia menjadi energi listrik untuk
menyediakan listrik bagi sistem kelistrikan pada unit.
1.5.1 Konstruksi
Battery dapat dibedakan berdasarkan konstruksi dan tipenya ada 2 macam, yaitu:
1. Konstruksi compound
Battery ini sel - selnya berdiri sendiri - sendiri dan antara sel yang satu dengan yang
lain dihubungkan dengan lead bar ( connector ) di luar case, seperti pada gambar
berikut ini :
• Konstruksi
Battery dapat dibedakan berdasarkan konstruksi dan tipenya ada 2 macam, yaitu:
1. Konstruksi Compound
2. Konstruksi Solid
48 Electric
a. Konstruksi compound
Battery ini sel - selnya berdiri sendiri - sendiri dan antara sel yang satu dengan yang
lain dihubungkan dengan lead bar ( connector ) di luar case, seperti pada gambar
berikut ini :
b. Konstruksi Solid
Battery ini antara sel yang satu dengan yang alin dihubungkan dengan lead bar
di dalam case. Terminal yang kelihatan hanya dua buah hasil hubungan seri dari sel
- selnya seperti gambar berikut ini.
Electric 49
Primary Cell
Reaksi chemical secara total akan menghancurkan salah satu metal setelah beberapa
waktu pemakaian. contoh applikasi nya seperti battery battery kecil untuk Flash light
/senter atau radio menggunakan battery primary cell.
Secondary Cell
Campiran metal dan acid digunakan sebagai perubahan supply tegangan, Metal menjadi
sama kuat dengan asam ini disebut sebagai pelepasan (discharge), dengan
mengaplikasikan arus ke battery pada kondisi terbalik maka material battery dapat
disimpan, ini disebut sebagai charging. Automotive Lead Acid Battery adalah Secondary
Cell.
Tipe Basah (Wet Type)
Battery tipe basah (Wet Type) terdiri dari elemen-elemen yang telah diisi penuh dengan
muatan listrik (full charged) dan dalam penyimpanannya telah diisi dengan elektrolit.
Battery ini tidak bisa dipertahankan tetap dalam kondisi full charge. Sehingga harus
diisi (charge) secara periodik. Selama battery tidak digunakan dalam penyimpanan, akan
terjadi reaksi kimia secara lambat yang menyebabkan berkurangnya kapasitas battery,
reaksi ini disebut “Self Discharge“.
Tipe Kering (Dry Type)
Battery tipe kering (Dry Type) terdiri dari plate-plate (postif & negatif) yang telah diisi
penuh dengan muatan listrik, tapi dalam penyimpanannya tidak diisi dengan elektrolit.
Jadi keluar dari pabrik dalam kondisi kering. Setelah battery tersebut diaktif ( diisi
elektrolit ), battery dry tipe ini pada dasarnya sama seperti dengan battery tipe basah
( Wet Type ). Elemen-elemen battery ini diisi secara khusus dengan cara memberikan
arus DC pada plat yang direndamkan ke dalam larutan elektrolit lemah. Setelah plat-
plat itu terisi penuh dengan muatan listrik, kemudian di angkat dari larutan elektrolit
kemudian dicuci dengan air dan dikeringkan. Kemudian plat -plat tersebut diassembling
dalam case [Link] bila battery tersebut akan dipakai, cukup diisi elektrolit dan
langsung bisa digunakan tanpa charge kembali.
Low Maintenance
Kebanyakan battery yang saat ini digunakan memepertimbangkan penggunaan battery
Low atau Free Maintenance. Dalam hal ini battery dibuat untuk mengurangi kehilangan
air dan mengurangi panas bagian dalam material. Penambahan air seharusnya hanya di
perlukan setiap 15,000 miles atau lebih.
50 Electric
Untuk mengurangi perawatan baterai dan membuat baterai lebih dapat diandalkan
serta tahan lama, maka dikembangkan baterai Free-Maintenace. Baterai Free-Maintenace
bentuknya serupa dengan baterai konvensional, tetapi tidak memiliki tutup ventilasi, sehingga
elektrolit tersegel sempurna di dalam. Beberapa baterai memiliki indikator tingkat pengisian.
Indikator tersebut adalah sebuah hidrometer yang terpasang pada baterai yang didalamnya
terdapat bola kecil berwarna hijau yang mengapung ketika specific gravity elektrolit lebih
besar atau sama dengan 1.225. Indikator tersebut dapat juga digunakan dengan mudah dan
cepat untuk menunjukkan apakah baterai terisi atau sudah kosong. Indikator tersebut harus
dibaca sesuai rekomendasi pabrik.
1. Karakteristik
Karena larutan elektrolit tertutup rapat di dalam wadah baterai, larutan elektrolit ini
tidak akan berkurang. Ketinggian permukaan elektrolit tidak perlu diperiksa dan juga masalah
penambahan air kedalam larutan elektrolit pada tiap-tiap sel tidak perlu dilakukan. Gas akan
dihasilkan selama proses pengosongan dan pengisian. Gas naik ke bagian atas wadah baterai,
dan terperangkap oleh alat pemisah cairan dan gas yang kemudian didinginkan dan
terkondensasi, lalu dialirkan kembali ke penampungan elektrolit. Tekanan internal yang
mungkin terjadi dilepaskan melalui lubang kecil penahan api yang terletak di sisi samping.
Baterai Maintenance-Free memiliki kelompok-kelompok pelat seperti pada baterai
konvensional, namun dipasang dengan cara yang berbeda. Perbedaan lainnya adalah pelat-
pelat ditempatkan dalam amplop yang bertindak sebagai pemisah dan juga berfungsi untuk
mengumpulkan sedimen ketika pelat rontok karena usia. Amplop disambungkan bersama dan
memungkinkan elemen ditempatkan di dasar kotak baterai.
Elemen pada baterai konvensional dinaikkan di dalam kotak baterai untuk
memberikan ruangan bagi endapan yang terkumpul tanpa menyentuh plat-plat. Namun pada
baterai maintenance-free, elemen- elemen diletakkan di dasar tangki sehingga memungkinkan
lebih banyak elektrolit menutupi pelat- pelat yang lebih besar, sehingga efisiensi baterai
meningkat.
Perbedaaan rancangan lain yang penting pada baterai Maintenance-Free adalah
material yang digunakan untuk membentuk alur untuk setiap pelat sel. Pada baterai
konvensional alur dibuat dari lead antimony, tapi pada baterai Maintenance-Free, alur terbuat
dari lead-calcium, cadmium dan strontium. Perbedaan material alur inilah yang membuat
baterai Maintenance-Free tidak membutuhkan air. Alur pelat dari bahan inilah yang bersifat
mengurangi pembentukan gas dan baterai akan kehilangan air yang jauh lebih sedikit
dibandingkan baterai dengan plat lead antimony.
a. Baterai dengan elektrolit pasta
Baterai dengan elektrolit pasta biasanya dikenal sebagai baterai sel pasta. Sel pasta ini
adalah baterai asam timbal yang cara kerjanya sama dengani baterai asam timbal yang
lain. Perbedaan utama baterai sel pasta adalah elektrolitnya. Baterai sel pasta
menggunakan elektrolit thixotropic khusus (dalam bentuk padat atau pasta yang mencair
pada kondisi tertentu) dan ketika diaduk atau dikocok akan mencair, tetapi akan kembali
menjadi bentuk pasta ketika dibiarkan diam. Baterai tersebut bertekanan dan disegel
dengan menggunakan lubang ventilasi khusus. Oleh karena itu tidak dibutuhkan
penngisian kembali. Beterai sel pasta dapat dioperasikan hampir di setiap posisi
walaupun pemasangan terbalik antara posisi diatas atau dibawah tidak
direkomendasikan. Pada kendaraan yang menggunakan gabungan baterai lebih dari satu
dalam sistem baterai, sel pasta digunakan sebagai baterai pengisolasi.
Electric 51
b. Prinsip Kerja Sel Pasta
Baterai sel pasta dapat digolongkan sebagai baterai RECOMBINANT. Pada siklus pengisian
baterai asam timbal, oksigen yang dilepaskan oleh pelat positif bergabung kembali
dengan hidrogen yang dilepaskan oleh pelat negatif. Gabungan kembali hidrogen dan
oksigen menghasilkan air, yang terserap kembali oleh elektrolit. Sel pasta seluruhnya
bebas perawatan dan tidak pernah membutuhkan penambahan air. Bahan pasta juga
tidak menyebabkan karat di sekeliling terminal baterai.
Sel pasta dirancang dengan tingkat asam terbatas. Ini berarti elektrolitnya dilarutkan
dalam kondisi yang kosong (discharge) sebelum pelat-pelat menjadi sulfat. Kondisi seperti ini
akan melindungi pelat-pelat dari kondisi ultra kosong, yang dapat menyebabkan terkupasnya
pelat dan mempercepat terjadinya korosi alur positif yang pada akhirnya menghancurkan
baterai. Jika pada sebuah baterai pasta diisi tegangan listrik yang melebihi 14,1 volt, maka
baterai akan melepaskan lebih banyak hidrogen dan oksigen yang kemudian dapat bergabung
kembali. Gas yang berlebihan ini meningkatkan tekanan di dalam rumah baterai sehingga akan
membuka katup buang yang sensitif dengan kenaikan tekanan.
Setelah oksigen dan hidrogen yang berlebihan dilepaskan, ia akan menghilang dan tidak
dapat disatukan kembali menjadi air. Ketika sel pasta diberikan pengisian berlebih,
elektrolitnya mengering dan baterai akan cepat rusak. Karena baterai sel pasta bekerja dengan
tekanan maka baterai ini kadang-kadang terlihat seperti mengembung terutama pada saat
pengisian. Namun apabila pengembungan ini terlihat berlebihan, kemungkinan penyebab
utamanya adalah karena diisi secara berlebihan (overcharging) atau karena katup buangnya
yang tersumbat. Jika hal ini yang terjadi maka batere tidak boleh digunakan lagi. Apabila
baterai pasta ini digunakan bersama-sama dengan beterai lain dalam suatu sistem kelistrikan
kendaraan maka untuk pengisian, baterai ini harus secara langsung dihubungkan dengan
charger-nya.
Kelebihan
Terlindung terhadap kebocoran
Tidak mengeluarkan oksigen atau hidrogen selama pengisian.
Tahan getaran
Masa pakai dua kali lipat atau lebih dari baterai Maintenance-Free yang lain.
Dapat menahan operasi deep-cycling.
Berkerja pada kondisi basah termasuk di bawah air.
Jika diisi dan digunakan dengan benar, maka akan lebih ekonomis karena masa pakai
yang lebih lama.
Kekurangan
Lebih berat
Akan rusak jika diberikan pengisian berlebih.
Membutuhkan pengisian khusus (otomatis, pendeteksi suhu, dan pengaturan
tegangan) yang mengatur tekanan pengisian dalam batas yang sempit sekitar 13.8V -
14.1V
Perlakuan yang tidak benar dapat membuatnya cepat rusak dan tidak dapat dipakai lagi.
1. Kapasitas Baterai
52 Electric
Kapasitas baterai (besarnya arus yang dapat dihasilkan baterai) dipengaruhi oleh
beberapa faktor seperti jumlah, ukuran, ketebalan pelat-pelat dan kualitas serta jenis
elektrolitnya. Semula kapasitas baterai hanya diukur dalam amper-jam, sampai ukuran
kapasitas baru diperkenalkan pada tahun 1971 oleh Society of Automotive Engineers (SAE)
dan the Battery Council International (BCI).
Tiga metode baru untuk mengukur kapasitas baterai tersebut adalah:
Arus Engkol Dingin atau Cold Cranking Amperes
Unjuk Kerja Engkol atau Cranking performance
Kapasitas Cadangan atau Reserve capacity.
Arus yang bisa dihasilkan oleh sebuah baterai baru yang terisi penuh pada suhu -18°C (0°F)
secara terus menerus selama 30 detik sehingga tegangannya menjadi 1.2 volt per sel.
Banyak baterai yang lebih murah hanya dapat memberikan arus 200 ampere sedang
baterai yang lebih kuat akan memberikan arus di atas 1000 Ampere pada kondisi yang sama.
Baterai yang digunakan pada engine haruslah sesuai dengan specifikasi arus yang diperlukan
untuk menyalakan engine pada temperatur rendah. Jika engine dalam kondisi dingin
membutuhkan arus 400 Ampere untuk bisa hidup, tentu saja baterai yang hanya memberikan
200A tidak cukup.
3. Cranking Performance
Unjuk kerja engkol (Cranking performance), yang diperkenalkan oleh BCI
didefenisikan sebagai berikut:
Arus yang dapat dihasilkan oleh sebuah baterai baru yang terisi penuh pada suhu 0°C (32°F)
selama 30 detik secara terus menerus sehingga tegangannya turun menjadi 1.2 volt per sel.
4. Reserve Capacity
Kapasitas Cadangan (Reserve capacity) didefenisikan sebagai kemampuan baterai
untuk menyuplai beban listrik minimum sebuah mesin jika terjadi kesalahan dalam sistem
charging. Besaran ini juga merupakan ukuran perbandingan kemampuan sebuah baterai
untuk memberikan tenaga pada mesin yang memiliki suatu beban listrik parasitic (termasuk
jenis gangguan atau fault) untuk waktu yang lama namun masih memiliki cukup kemampuan
untuk menghidupkan engine. Tingkat kapasitas cadangan (reserve capacity) didefenisikan
sebagai:
Lamanya waktu dalam menit dimana sebuah baterai baru yang terisi penuh pada suhu
27°C (80°F) dapat menyuplai arus sebesar 25 ampere secara terus menerus dan menjaga
tegangan tetap sama atau lebih besar dari 1.75 volt per sel.
Electric 53
Vent Plug
Vent plug terdapat (menjadi satu) pada tutup di setiap sel. Fungsi tutup itu adalah
untuk mencegah masuknya debu dan kotoran ke dalam sel. Fungsi yang lebih penting
lagi adalah agar tersedia saluran (lubang) untuk membebaskan gas dan memungkinkan
terbentuknya lagi asam sulfat yang terkandung di dalam uap asam yang terbentuk pada
saat pengisian battery (lihat bentuk saluran vent plug). Membiarkan tutup sel itu
terbuka menye- babkan kotornya sekitar lubang oleh karena adanya uap asam.
54 Electric
terlihat pada tabel berikut ini :
2. Reaksi Kimia
Battery pada saat discharging maupun re - charging akan terjadi reaksi kimia.
Reaksi Kimia Pada Saat Discharging.
Yang dimaksud discharging adalah penggunaan isi ( kapasitas ) battery. Rekasi kimia
yang terjadi ialah :
PbO2 + 2 H2SO4 + Pb ----------> PbSO4 + 2 H2O + PbSO4
Pada akhir discharging, plat positif dan plat negatif akan menjadi Pb SO4 dan
elektrolitnya akan menjadi H2O.
Reaksi Kimia Pada Saat Recharging
Recharging adalah proses pengisiah battery. Reaksi kimia terjadi ialah: PbSO2 + 2
H2SO4 + PbSO4 ----------> PbO2 + 2 H2O + Pb
Akhir dari proses recharging ini, pl;at positif kembali menjadi PbO2 dan plat negatifnya
Pb, sedangkan elektrolit kembali terbentuk menjadi H2SO4.
Larutan Elektrolit
Larutan elektrolit ini terdiri dari pencampuran antara Asam Sulfat (H2SO4) yang berat
jenisnya 1,835 dan air (H2O) yang berat jenisnya 1 dengan komposisi tertentui seperi
gambar berikut ini:
Hasil campuran 36 Asam sulfat dan 64 %air ajkan menghasilkan elektrolit yang berat jenisnya
1.270 pada 80º F (27ºC).
Terminal Voltage
Terminal voltage adalah batas tegangan battery yang diijinkan pada saat discharging
dan recharging
Saat Dicharging
Ketika battery dipakai dengan arus besar, sebagai contoh digunakan untuk
memutar engine waktu start, maka tahanannya dalam battery akan naik. Hal ini
tidak hanya disebabkan berkurangnya asam sulfat (yang semestinya untuk
Electric 55
mempertahankan kecepatan reaksi kimia antara plat-plat dan elektrolit), tetapi
juga akibat polarisasi battery itu. Terminal volatge battery dalam satu sel yang
dipakai selama 20 jam (untuk battery N200) dan arus yang digunakan adalah 10A.
Saat Recharging
Pada saat recharging (arus pengisian kurang lebih sepersepuluh dari arus discharging
rata-rata) maka akan menghasilkan naiknya perbedaan potensial antara terminal positif
dan negatif. Pada saat recharging tersebut, akan timbul gelembing-gelembung karena
peritiwa elektolisa (penguraian) H2O. Gelembung-gelembung tersebut dapat
menyebabkan umur battery pendek. Oleh karena itu, ketika recharging apabila sudah
mencapai terminal voltage, maka recharging dihentikan.
Self Discharge
Suatu battery yang telah diisi elektrolit, jika didiamkan (tidak dipakai) akan
kehilangan muatan listriknya. Hal ini disebabkan setelah battery diisi elektrolit,
maka battery mulai mengalami suatu reaksi kimia, meskipun battery tersebut
dipakai atau tidak. Sifat seperti ini tidak dapat dihindarkan pada semua battery.
Kehilangan muatan listrik yang tersimpan tanpa pemakaian melalui rangkaian luar
disebut self discharge. Sebab-sebab self discharge sebagai berikut :
- Plat negatif beraksi langsung dengan asam sulfat dari elektrolit membentuk
timbal sulfat (PbSO4).
- Hubungan singkat antara plat positif dan plat negatif melalui endapan dari
material aktif.
- Jika suhu dan konsentrasi elektrolit tidak merata disekitar plat posiitf dan
negatif akan terjadi reaksi elektrokimia lokal.
Hal-hal seperti diatas ini yang menyebabkan muatan battery akan berkurang
meskipun tidak dipakai. Reaksi kimia yang terjadi dalam battery akan lebih cepat
dengan kenaikan suhu elektrolit. Hal ini juga berarti “Self Discharge“ akan
bertambah cepat jika suhu lebih tinggi. Reaksi kimia yang terjadi dalam battery
akan lebih cepat dengan kenaikan suhu elektrolit. Hal ini juga berarti “Self
Discharge“ akan bertambah cepat jika suhu lebih tinggi. Jadi penyimpanan battery
pada suhu rendah lebih effektif dalam memperkecil kecepatan self discharge.
Faktor lain yang mempercepat self discharge adalah bila elektrolit atau air suling
yang disiikan ke dalam battery mengandung material–material pengetes, karena
akan menimbulkan reaksi lokal
56 Electric
1.5.2 Pengecekan Electrolite Battery
Kondisi dari sebuah battery ditunjukkan oleh nilai specific gravity (berat jenis)
larutan elektrolitnya. Alat untuk mengukur berat jenis elektrolit disebut hydrometer.
Hydrometer harus dikalibrasi agar mendapatkan nilai berat jenis elektrolit standar pada
temperatur 20ºC (68ºF) JIS. Untuk mendapatkan pembacaan berat jenis yang benar
adalah jika temperatur di atas 20ºC, ditambah 0,0007 tiap kenaikan 1ºC. Jika temperatur
di bawah 20ºC, dit- ambah 0,0007 tiap penurunan 1ºC.
Contoh, pada suhu 49ºC didapatkan pembacaan berat jenis elektrolit adalah 1,25.
Temperatur elektrolit pada saat pengukuran adalah 29ºC di atas standard yang
ditetapkan, yaitu 20ºC (68ºF) JIS, sehingga pembacaan berat jenis yang sebenarnya
dihitung dengan rumus sebagai berikut:
S20 = St + 0,0007 ( t – 20 )
= 1,25 + 0,0007 ( 49 – 20 )
= 1,25 + 0,0203
= 1,2703
Jadi pembacaan yang benar setelah dikoreksi dengan temperatur adalah 1,2703.
Contoh lain, temperatur elektrolit pada saat pengukuran adalah 0ºC. Berat jenis elektrolit
pada hydrometer terbaca 1,29. Temperatur elektrolit pada saat pengukuran adalah 20ºC di
bawah standard, sehingga pembacaan berat jenis yang benar adalah:
S20 = St + 0,0007 ( t – 20 )
= 1,29 + 0,0007 ( 0 – 20 )
= 1,29 – 0,014
= 1,276
Jadi pembacaan yang benar adalah 1,276 setelah dikoreksi dengan temperatur
elektrolitnya.
Jumlah elektrolit battery perlu diperiksa melalui dua garis pada battery dengan kotak
transparan yang menunjuk- kan batas tertinggi dan batas terendah. Permukaan
elektrolit harus berada diantara kedua garis tersebut. Bila elektrolit sudah sampai pada
batas terendah, maka harus ditambah dengan air suling sampai batas tertinggi.
jumlah elektrolit battery dengan kotak hitam dilakukan melalui lubang pengisian. Bila
permukaan elektrolit berada di bawah split ring, maka harus ditambah dengan air
suling.
Electric 57
1.5.3 Perawatan Battery
Salah satu faktor agar suatu battery dapat mencapai umur sesuai pabrik maka di
dalam menggunakan battery perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:
Hal - hal yang perlu diperhatikan dalam Discharging
• Periksa kabel - kabel penghubung. Jika rusak, ganti yang baru.
• Bersihkan terminal battery dan terminal kabel dengan sikat kawat dan bubuhkan
sedikit gemuk/vaselin, kemudian kencangkan hubungan kabel-kabelnya.
• Pemakaian arus battery untuk 6 volt tidak boleh lebih dari 2x kapasitasnya,
sedangkan untuk 12 volt tidak boleh lebih dari 3 x kapasitasnya, karena dapat
memperpendek umur dari battery.
• Pembebanan battery tidak boleh melebihi batas terminal voltage (final terminal
voltage) yang diijinkan. Untuk tiap sel final terminal voltagenya 1,75 volt.
• Tutup battery terutam vent plugnya tidak boleh tersumbat, karena bisa
menyebabkan battery meledak.
• Bila air battery kurang, harus ditambah dengan air suling.
Hal - hal yang perlu diperhatikan pada saat Recharging
• Sebelum Recharging harus diperiksa jumlah elektrolit dalam battery. Bila kurang
tambahkan air suling.
• Jangan sekali-kali menambahkan larutan asam sulfat (H2SO4), karena akan
mengakibatkan berat jenis eletrolit terlalu tinggi, yang akan mengurangi umur
battery dan tidak memungkinkan untuk mengukur keadaan muatan listrik battery
melalui berat jenis.
• Kencangkan kabel - kabel penghubung, sebab bila kabel kendor akan terjadi
loncatan bunga api.
• Gas yang terjadi pada proses recharging harus segera dibebaskan (Perhatikan vent
plugnya atau buka tutup jika perlu).
• Bila memakai battery charger, harus ada fan untuk membuang gas-gas yang
terjadi dan harus dicegah
• supaya tidak terjadi bunga api yang bisa menyebabkan kebakaran.
• Arus pengisian dianjurkan sebagai berikut:
− Untuk fast charging : 40 - 70 Ampere.
− Untuk slow charging : Kurang lebih 7 % dari AH - nya.
− Saat pengisian, Temperatur Elektrolit tidak boleh melebihi 550C.
- Hal - hal yang perlu diperhatikan pada saat penyimpanan battery
• Battery yang tidak dipakai harus disimpan di tempat yang kering, sejuk dan
tidak kena sinar matahari langsung, karena bisa mempercepat reaksi kimia (self
discharge).
• Battery yang diterima lebih dahulu sebaiknya didahulukan pemakaiannya.
• Pada waktu dikeluarkan dari kemasan, periksalah dengan teliti apakah ada kerusakan
luar. Jika ada kerusakan perbaiki.
• Untuk battery tipe basah, perlu adanya pengisian secara periodik, yaitu minimal
sebulan sekali. Untuk mejaga agar battery tetap full charge dan tidak cepat rusak.
58 Electric
Ringkasan
Dasar-dasar Listrik
Elektron adalah bagian terkecil dari suatu atom. Elektron yang terdapat pada kulit terluar
disebut Valensi. Bahan yang elektron valensi lebih kecil dari 4 disebut Konduktor, jika lebih
dari 4 elektron valensi disebut Isolator. Sedangkan bahan dengan elektron valensi 4
disebut Semi Konduktor. Arus listrik merupakan jumlah muatan listrik yang mengalir
melalui suatu titik tertentu selama satu detik. Tegangan adalah gaya yang mengakibatkan
terjadinya arus listrik. Tegangan (voltage) terjadi akibat adanya beda/selisih potensial
antara dua ujung konduktor. Resistance atau Hambatan merupakan perlambatan
kecepatan elektron bebas yang berjalan melalui sebuah logam. Alat ukur yang digunakan
untuk mengukur Ampere, Volt dan Ohm disebut multi tester/avometer. Arus searah (DC)
adalah arus yang mengalir dalam arah yang tetap (konstan). Dimana masingmasing
terminal tetap polaritasnya. Arus bolak-balik (AC) adalah arus yang mengalir dengan
polaritas yang selalu berubah-ubah. Dimana masing-masing terminalnya polaritas yang
selalu bergantian.
Magnet
Magnet adalah sebuah benda logam yang mempunyai sifat menarik benda -benda besi.
Terdapat dua macam magnet yaitu magnet alam magnet buatan. Magnet mempunyai
beberapa sifat khusus, diantaranya adalah Pada ujungnya terdapat kutub utara dan kutub
selatan. Kutub yang senama tolak-menolak, sedangkan kutub yang tidak senama tarik
menarik. Kemagnetan terkuat terdapat pada ujungnya.
Elektromagnet adalah medan magnet yang ditimbulkan oleh adanya aliran arus listrik
pada sebuah konduktor atau coil. Sifat elektromagnet diantaranya adalah bahwa arah
medan magnet tergantung dari arah arus yang melewati konduktor tersebut. Bila sebuah
konduktor dialiri arus listrik, maka disekeliling konduktor akan timbul medan magnet.
Makin besar arus yang mengalir maka makin besar medan magnet yang timbul. Bila
gulungan atau coil dialiri arus listrik maka pada gulungan/coil tersebut akan timbul
medan magnet. Arah gulungan atau arah arus listrik berubah, maka arah medan magnet
yang timbul juga akan berbalik dan sifat elektromagnet yang lainnya. Prinsip motor
listrik adalah dengan menggunakan kaidah tangan kiri fleming. Dimana jari telunjuk
sebagai arah medan magnet, jari tengah sebagai arah arus dan ibu Jari sebagai arah gaya
magnet. Apabila konduktor yang terletak sejajar dan dialiri arus listrik, garis gaya magnet
yang mengelilingi masing–masing konduk- tor akan saling mempengaruhi. Prinsip kerja
alternator berdasarkan prinsip dari hukum Faraday. Pada alternator digunakan kaidah
tangan kanan fleming untuk menentukan arus induksi di dalam sebuah konduktor.
Dimana jari telunjuk menunjukkan arah medan magnet, ibu jari menunjukkan gerak
konduktor dan jari tengah menunjukkan arah arus induksi.
Electric 59
Component Electric
Jenis-jenis komponen Electric yang dibahas disini adalah sebagai berikut:
• Resistor
• Kapasitor
• Semiconductor
• Dioda
• Transistor
• Thyristor
Battery
Berdasarkan kondisi operasional di unit maka fungsi battery adalah:
- Pada saat
Latihan Soal
Latihan berikut dikerjakan oleh Peserta secara mandiri setelah menyelesaikan Pelatihan pada
bab 1. Disertakan pula kunci jawaban untuk latihan ini guna mengetahui hasil pekerjaan
Peserta. Jawab dengan singkat dan jelas pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1. Apakah yang dimaksud dengan arus, tegangan dan hambatan?
2. Jelaskan perbedaan dari arus searah dan arus bolak-balik?
3. Hal-hal apa saja yang harus dilakukan untuk merawat avometer?
4. Sebutkan sifat-sifat dari magnet?
5. Apa yang harus dilakukan untuk memperbesar medan magnet?
6. Sebutkan dan Jelaskan Component Electric di bawah ini ?
60 Electric
Note ...........................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
Electric 61
BAB II
ELECTRIC DEVICE
62 Electric
2.1 Starting Motor
Fungsi starting motor adalah untuk menghidupkan engine dengan prinsip merubah energi
listrik menjadi energi mekanis. Konstruksi starting motor menjadi energi mekanis.
Electric 63
64 Electric
Ketika starting switch diposisikan START maka, jalannya arus adalah:
Kemagnetan yang terjadi mampu melawan spring (4), menarik plunger (3) sehingga
terminal B - M berhubun- gan. Pada saat terminal B - M berhubungan, pull in coil (2)
tidak bekerja, sedangkan hold in coil (1) bekerja untuk mempertahankan agar terminal
B - M tetap berhubungan. Dengan adanya mekanisme shift lever, maka pergerakan
plunger akan mendorong pinion gear sehingga berhubungan dengan ring gear. Pada field
coil akan timbul medan magnet, sehingga armature akan berputar ketika mendapat arus
untuk memutar engine.
Electric 65
2.2 Starting Switch Battery Relay Switch
2.2.1 Starting Switch
Fungsi starting switch adalah untuk memutuskan atau menghubungkan komponen-
komponen dalam sistem start. Dalam kondisi tertentu, starting switch juga memutuskan atau
menghubungkan komponen-komponen sistem lain. Pada umumnya hubungan terminal-
terminal pada starting switch ini dicantumkan pada sirkuit sistem listriknya. Adapun konstruksi
dan hubungan masing-masing terminalnya adalah sebagai berikut:
66 Electric
2.2.2 Battery Relay Switch
Fungsi battery relay switch adalah untuk memutuskan atau menghubungkan negatif
battery dengan body/chasis. Pada unit-unit tertentu, battery relay switch berfungsi untuk
memutuskan atau menghubungkan positif battery dengan starting motor. erdapat 2 (dua)
jenis battery relay switch yaitu: battery relay negatif (3 terminal dan 4 terminal) dan battery
relay positif.
Electric 67
Schematic battery relay switch 3 terminal adalah sebagai berikut:
68 Electric
Battery relay negatif 4 terminal, Konstruksi battery relay switch 4 terminal adalah
sebagai berikut:
2. Battery Relay Positif Battery relay ini menghubungkan terminal postif battery dengan
starting motor.
Electric 69
Contoh Gambar dibawah ini menunjukkan lokasi sebagian komponen starting system pada
unit PC200-7.
70 Electric
2.3 Alternator
Alternator berfungsi sebagai sumber listrik dengan merubah energi mekanis
menjadi energi listrik berdasarkan induksi elektromagnetik. Energi mekanis tersebut
berasal dari putaran engine dengan perantara belt. Konstruksi alternator adalah sebagai
berikut:
Alternator dibagi menjadi dua macam yaitu alternator yang menggunakan brush atau
sikat dan yang tidak meng- gunakan (Brushless). Alternator (yang menggunakan brush)
terdapat dua macam juga yaitu : alternator with built in regulator (regulator menempel
pada alternator) dan alternator without built in regulator (regulator terpisah dengan
alternator). Pada alat-alat berat produk komatsu jenis alternator yang digunakan adalah
alternator with built in regulator. Gambar dibawah ini menunjukkan dua macam
alternator tersebut dilengkapi dengan skema dan komponen-komponenya.
Electric 71
72 Electric
2.3.1 Alternator Brushless Dengan Semi Konduktor Regulator
Pada prinsipnya sistem pengisian ini sama dengan seperti yang telah dijelaskan
diatas. Adapun perbedaannya terletak pada konstruksi alternator yang tidak
menggunakannya brush serta adanya sistem penguat yang disebut dengan Darlington
pada regulatornya.
Electric 73
74 Electric
Rangkaian Darlington:
Bila switch ON, Tr1 ON dengan demikian akan ada arus B2–E2, sehingga Tr2 akan ON. Jadi:
Electric 75
2.4 PREHEAT
Pre Heating system (sistem pemanasan awal) digunakan untuk memanaskan udara yang
akan masuk ke ruang bakar dengan tujuan mempermudah menghidupkan engine pada waktu
udara sekeliling engine masih dingin. Pada sebagian engine, fuel dipompakan ke intake
manifold dan dibakar secaraelektrik dengan menggu- nakan glow plug sehingga udara di
dalam intake manifold menjadi panas. Pada sistem pemanasan awal ini, udara
dipanaskan dengan jalan membakar bahan bakar atau udara dengan menggunakan
glow plug. Selain glow plug, komponen-komponen yang biasanya terdapat pada sistem
pemanasan awal diantaranya adalah starting switch, batterai relay switch, circuit
breaker. glow plug indicator, glow plug resistor (pada beberapa engine), ribbon heater
dan thermostat. Pada engine cummins sistem pemanasan menggunakan glow plug dan
dilengkapi dengan push pull switch, gambar circuit sistem pemanasan awalnya adalah
sebagai berikut:
76 Electric
[Link] Glow Plug Indikator
Glow plug indikator biasa disebut dengan heater signal. Alat ini terpasang
pada instrument panel di depan tempat duduk operator untuk mengindikasikan
glow plug sudah dalam keadaan memanas (red hot stage). Pada prinsipnya apabila
Glow Plug akan membara dan proses pemanasan berlangsung. Untuk mengetahui
bahwa glow plug sudah membara maka dipasang glow plug indicator.
Electric 77
Ribbon Heater
Ribbon heater terletak pada engine diantara air cleaner dan intake manifold. Ribbon
heater berfungsi untuk memanaskan udara yang dihisap dari air cleaner menuju ke
intake manifold. Ribbon heater dapat disebut dengan electrical intake air heater.
Adapun konstruksi ribbon heater yang digunakan adalah sebagai berikut ini:
78 Electric
2.5 Electronic Control unit
Controller ditemukan di unit atau kendaraan tidak terlalu berbeda dibandingkan dengan
computer yang kita temui dalam kehidupan sehari hari. Controll unit bergantung pada peralatan
input (input devices) dan kemudian mengikuti instruksi didalam program untuk menentukan
output yang dibutuhkan. Input devices kemungkinan bisa saja dari keyboard, contoh pada
computer atau mungkin coolant temperature pada unit/machine. Dan outputnya dapat berupa
display atau untuk fuel injector. Program controller digunakan untuk misalnya mengontrol fuel
metering and engine timing.
Controller dapat memproses data yang baik, sangat cepat dan akurat, membuat peralatan
ini sangat bermanfaat untuk beberapa aplikasi termasuk mengontrol beragam sistem pada unit
atau kendaraan.
Bagian bagian pendukung dalam controll sistem, seperti halnya dengan bagian bagian dari
computer :
Input component
Output component
Microprocessor
Random Access Memory (RAM)
Read Only Access Memory (ROM)
Programmable Read Only Memory (PROM)
Input Component
input component adalah berupa peralatan peralatan seperti switch, sender dan sensor,
yang kesemuanya memonitor bermacam macam sistem fungsi dan melaporkan status nya
kembali ke controller atau computer. Saat controller menerima signal dari peralatan input ini ,
maka control akan menganalisa ada kebalikan sistem dari program standart yang berlaku
sebelumnya. pada unit/kendaraan memiliki berbagai macam input, bisa digital, frekuensi ,
perubahan resistive , perubahan voltage atau analog, adapun jika ingin di ubah menjadi digital
harus menggunakan Analog to Digital converter sebagai tambahannya.
Output Component
Component ini berupa actuator yang mendapat kan output signal dari controller, seperti
contohnya, solenoide, Motor, indicator dan alarm. Digunakan sebagai component eksekutor
untuk pengoprasian machine , baik itu berupa positif operation (mesin dalam kondisi normal)
atau negatif operation (alert atau tanda kerusakan).
Microprocessor
Microprocessor adalah jantung dari sebuah controll unit, dan biasa disebut dengan Central
Processing Unit, didalam nya terdapat ribuan sistem operasi sederhana yang sangat luar biasa
cepat. Untuk tetap menjaga semua operasinya, CPU bekerja mengikat dan mengatur semua
operasinya dalam langkah yang berurutan sesuai dengan waktu yang ditentukan.
Central Processing unit dibagi menjadi 3 section: Control section, Arithmetic section, Logic
section dan Register Section.
a. Control Section adalah basic operasi dari sebuah controller. Section ini di program
dengan instruksi dari memory sebagai bagian utama dalam sebuah pengoprasian unit,
yaitu :
Mengirim Data dari satu bagian controller ke bagian yang yang lain
Data input dan output dari dan untuk controller
Electric 79
Pemberhentian sementara operasi controller
Lompat ke perintah yang lain selama menjalankan program
b. Arithmetic dan Logic section membawa proses data secara aktual, yang mana memiliki
isi pengoprasian perhitungan arithmetic dan operasi logika.
c. Register section adalah tempat penyimpanan data sementara atau program sampai
section ini mengirimkan datanya ke arithmetic dan logika section.
Controll Memory
Controller memiliki tempat penyimpanan data tersendiri yang dikenal dengan nama
“Memory”, yang mana sirkuit internal dimana program dan data disimpan. Controller
menggunakan memory utamanya untuk jumlah data yang besar atau program informasi. Ada
dua macam memory yang digunakan yaitu : RAM (random access memory) dan ROM (read only
memory).
NON_VOLATILE MEMORY
Beberapa controller menggunakan type RAM yang Non_Volatile (tidak dapat berubah)
dalam artian bahwa perangkat ini menyimpan Memory ketika power di lepaskan, Type memory
ini hanya dapat dihapus dengan menggunakan procedure yang lebih spesifik. Electronic Control
pada unit dapat di kelompok kan dalam berbagai component utama:
80 Electric
Engine Controller
Pump Controll
Electric 81
2.5.1 Engine Controll Sistem
[Link] Fungsi Secara Umum
Electronic Control sistem pada engine memiliki tanggung jawab untuk memonitor
dan mengatur fungsi Engine yang ada pada sistem. Sebelumnya performance engine diatur
oleh mechanical devices (secara peralatan mekanikal) seperti karburator, vacuum, dan
centrifugal advance unit. Saat ini di dalam electronic controll sistem, fungsi fungsi seperti ini
di atur dalam tiga tahap
Tahap Input secara Electronic, controll akan memberikan signal ke elelctronic controll
module/unit (ECM/ECU) untuk memonitor kondisi operasi engine, memanfaatkan
informasi informasi dari input component (switch, sender dan sensor)
Tahap Processing pada Electronic controll dibutuhkan ECM untuk menggunakan
informasi input tadi sebagai penentu kondisi operasi tentang fuel sistem atau sistem
yang lainnya yang berhubungan dengan engine.
Tahap output pada electronic controll dibutuhkan oleh ECM untuk mengontrol output
actuator, fuel injector dan output yang lain untuk mendapatkan fuel metering dan timing
yang di inginkan atau sistem operasi engine lainnya.
Sistem Monitoring ini dipakai oleh engine controller untuk pengoprasian
Fuel sistem
Fan Cooling sistem
HAC (high altitude compensation)
Lubrication sistem.
Engine Adalah sistem controll yang paling compleks yang dapat kita temui di machine
atau unit. Dikatakan compleks karena memiliki input dan output yang bervariatif dan
biasanya lebih banyak dibanndingkan sistem controll lain, seperti Transmission, Brake,
Pump control dan lainnnya. Dan ini dapat dilihat dari banyaknya sensor pada input
component yang dimiliki oleh engine controll, berikut adalah nama-nama sensor component
yang dimiliki engine:
Temperature Sensor
Coolalnt Temperature
Intake temperature
Fuel Temperature
Ambient Temperature
Pressure Sensor
Rail Pressure sensor
Timing Pressure sensor
Oil Pressure sensor
Coolant Pressure sensor
Boost Pressure Sensor
Ambient Air Pressure
Speed Sensor
Engine Speed Sensor NE
Timing Speed Sensor G
Switches
Validation Switch (Accelerator Pedal)
Coolant level switch
Engine oil pressure switch
82 Electric
Engine oil level switch.
Sejumlah sensing yang tersebut diatas, akan menentukan kondisi pengoprasian
engine yang kemudian akan diprosses oleh controller dan dikirmkan ke actuator untuk
eksekusi pengoprasiannya. Jika dari beberapa Sensing component diatas mengalami
kesalahan (failure) maka unit akan mengirimkan data dan indikasi sebagai fault code (kode
kerusakan) ke pada controller dan ditampilkan dalam bentuk alarm, indikator lamp atau
error code pada layar monitor atau display.
Dengan kata lain langkah naik dari plunger dan kapan waktu PCV tersebut tertutup akan
menentukan jumlah fuel yang di alirkan ke common rail. Dengan merubah waktu
(timming) tertutupnya PCV (plunger prestroke) oleh controller, maka jumlah fuel yang
dialirkan ke common rail juga berubah, sehingga fuel pressure pada common rail akan
selalu dapat diatur atau di kontrol.
84 Electric
CRI injector
CRI Injector menggunakan TWV (Two Way Electromagnetic valve) yang di kontrol secara
electric oleh ECU. Yang berfungsi untuk mengatur tekanan dalam control chamber yang
bertujuan untuk mengatur awal dan akhir dari suatu proses injeksi.
Injektor juga berfungsi untuk menginjeksikan fuel kedalam ruang bakar (Combustion
Chamber). CRI injector memiliki solenoide yang bekerja berdasarkan signal dari engine
[Link] injector solenoide di aliri arus dari controll sebesar 110 – 130 Volt.
Electric 85
2. HPI (High Pressure Injection)
HPI sama halnya seperti Engine Cummins electronis lainnya. Engine ini di berikan
perintah dan dikontrol oleh ECM. Engine yang menggunakan sistem ini berisi
technology engine yang banyak digunakan pada fuel sistem cummins dan komatsu.
Controll ini memiliki dua Micro processor untuk memproses dan mengatur data yang
dibutuhkan Engine dan sistem nya. Controll ini juga berisi 2MB kapasitas dari memory
ntuk menyimpan kalibrasi dan data tentang kesalahan operasi. Tugas utama dari ECM
adalah untuk mengatur fuel controll sistem yang Mengoperasikan Engine, ECM
mengambil contoh semua inputan, kemudian melakukan proses data dan memberikan
output signal pada fuel rail dan mengontrol timing actuator beberapa kali dalam setiap
detiknya.
ECM dapat membuat perubahan pada Rail dan timing pressure dengan sangat cepat,
merespon secara instan pada variasi yang ringan dalam operasi dan kondisi lingkungan.
EUI System
Sistem Electronic Unit Injection (EUI) memakai beberapa komponen yang sama seperti
pada yang memakai sistem dengan pompa dan pipa penyalur bahan bakar. Sistem EUI
memakai (1) fuel tank, (2) primary fuel filter, (3) fuel transfer pump, (4) final fuel filter,
(5) return line. Fuel Injection Pump merupakan bagian dimana sistem EUI berbeda
dengan yang memakai pump dan lines system (sistem yang memakai pompa dan pipa
saluran bahan bakar).
86 Electric
2.5.2 Transmission dan Brake Controller
Electronic controll transmissi adalah sebuah controll automatis yang menggunakan
technology controll module yang lebih modern untuk mengendalikan transmissi itu
[Link] controll sendiri memiliki beberapa keistimewaan dan fungsi diantaranya:
1. Memiliki power mode dan sebuah standart mode, dan dapat memilih model dari
perpindahan gigi transmission
2. Mode Braking (pengereman) adalah mode dimana ketika brake digunakan. Dengan
menaikan titik perpindahan gigi dan menaikan kecepatan dari brake cooling pump. hal ini
sangat mungkin untuk menaikan efek pendinginan pada sistem retarder dan membuat
penggunaan engine brake jadi ebih efektif .
3. Mengontroll Brake melalui retarder controller untuk torque converter, lock up solenoid
valve dan mencegah terjadinya over running.
4. Untuk mengurangi hentakan saat perpindahan gigi, controller akan mengatur output yang
tepat dan memerintahkan engine controller ketika perpindahan gigi gear agar dapat
mengendalikan setting engine speed nya.
5. Speed sensor biasa nya terpasang di tiga tempat (Transmission input shaft, intermediatte
shaft, dan output shaft) hal ini akan membuat kemungkinan untuk mendeteksi terjadinya
slip pada transmission dan melindungi transmissi ketika adanya abnormal pada system
6. Controller ini terhubung dengan jaringan dan berbagi data dengan controller yang lain.
7. Controll ini akan menerima pemilihan model data ( model apa yang sedang dipasang)
melalui jaringannya
8. Controller ini dapat mendiagnostic sendiri fungsinya ketika membagi input dan output
lebih jauh masuk kedalam bagian yang terkecil.
9. Fungsi mendiagnostic sendiri akan muncul pada display.
10. Ketika abnormal terdeteksi, maka akan mengirimkan detail data kejaringannya.
11. Sistem ini akan menggunakan mesin monitor untuk memunculkan failure/kerusakan yang
masih ada atau terjadi
12. Controller pada controller juga akan menyediakan fungsi escape ( keluar dari sistem) untuk
digunakan ketika terjadi adanya failure pada electrical sistem.
Jantung dari Transmissi Control sistem pada FM12 adalah Transmission Electronic Control
unit (TECU 9057), yang mana dihubungkan ke Transmissi Canon plug (26). Transmission
Electronic Control unit dan Gear Selection Electronic Control Unit (GECU 9080)
mengumpulkan informasi dari control unit yang lain dan sensor sensor dalam transmissi.
Transmissi Control unit akan mengirimkan signal ke transmissi control sistem, dimana
sejumlah solenoid valve menentukan flow dari oli yang di operasikan oleh tranmissi.
Driver control sistem dengan gear selector (8010) dan accelerator pedal dengan Kick down
switch (229). Jika Gearbox dipasang dengan retarder atau power take off (PTO), operator
dapat mengoprasikan dengan control terpisah. Control ini akan mengaktifkan retarder
(1122) dan akan mengaktifkan Power Take off (1118).
88 Electric
Working Mode Selection
TVC (Torqueflow Variable Controll)
Travel Speed Selector Function.
Swing Control Function.
Ketika load atau beban pada pompa naik dan seiring dengan kenaikan pressure, jumlah
discharge pompa akan dikurangi dan engine speed di kontrol sehingga pada kondisi ini akan
mendekati ke rate speed engine (kecepatan awal engine)
Inputs
Monitor panel, Speed sensor, Fuel throttle, PPC pressure switches dan Engine
controller
Outputs
TVC solenoid
Electric 89
2. Pompa Grease dengan Penggerak Angin (pneumatic)
Tipe pompa ini banyak digunakan pada unit seperti Dump truck, Wheel loader/dozer atau
unit yang tersedia fasilitas air compressor di unit tersebut.
90 Electric
2.6 Mechatronic
Istilah mechatronic berasal dari gabungan kata : “Mechanism“ dan ”Electronic”
“(Mechanism) + ( Electronics ) Mecha + tronics Mechatronics”. Jadi mechatronics dapat
didefinisikan sebagai suatu konsep baru dalam teknologi untuk meningkatkan hubungan organik
antara teknik mesin dan teknik listrik. Suatu sistem mechatronics terdiri dari :
1. Sensor.
2. Controller.
3. Actuator.
4. Indicator.
5. Wiring Harness.
Struktur mechatronics adalah sebagai berikut :
Electric 91
Adapun pengoperasiannya mudah dan menyenangkan karena didukung oleh EMACC
(Electronics Monitor And Control Console ) sebagai berikut :
92 Electric
Electric 93
[Link] Sensor Jenis Pelampung.
a. Jenis pelampung tegak lurus.
Sensor jenis pelampung ini berfungsi untuk memeriksa
ketinggian permukaan zat cair ( misal : Oil engine, hidrolik dan air
pendingin).
1. Sensor jenis pelampung tegak lurus.
2. Tipe pelampung (float) untuk memeriksa ketinggian
permukaan zat cair.
Bila permukaan zat cair di bawah posisi normal, float ( 1 )
turun, menyebabkan magnet ( 3 ) yang dikaitkan pada float
memutuskan reed switch ( 2 ).
Posisi switch berubah dari ON ke OFF. Sensor ini digunakan untuk oli
mesin, bahan bakar dan air pendingin.
1. Float.
2. Reed switch.
3. Magnet.
94 Electric
b. Jenis pelampung sudut.
Sensor ini dari kombinasi sebuah bandulan dan sebuah poteiometer. Potentiometer
(3) dipasang pada poros ( 2 ) dari bandulan ( 1 ). Sinyal listrik dihasilkanooleh potentiometer
berbanding lurus dengan sudut kemiringan banulan. Gambar bawah menunjukkan
penggunaan sebagai sensor kemiringan boom parough terrain crane.
Electric 95
[Link] Sensor Jenis Tekanan.
Sensor jenis tekanan ini berfungsi untuk mendeteksi tekanan yang ada dalam zat cair
(misal : engine oil pressure, filter buntu ).
a. Jenis tekanan positif.
Jenis diaprahma ( untuk switch ON - OFF ). Bila tekanan bekerja pada diaprahma (1 ),
diprahma akan mengembung ke atas mendesak pin ( 3 ) yang selanjutnya merubah switch
kontak ( 2 ) dari OFF ke ON. Sensor yang digunakan untuk menchek tekanan oli mesin dan
oli HST (Hydro Static Transmission)
96 Electric
b. Jenis tekanan negatif.
Tipe tekanan deferensial ( differentieal pressure ). Bila filter buntu, magnet ( 1 ) akan
bergerak karena perbedaan tekanan antara saluran masuk dan keluar dari filter. Magnet ( 1
) akan menekan spring ( 3 ) yang selanjutnya switch reed ( 4 ) berubah dari ON ke OFF.
Electric 97
b. Jenis thermistor.
Thermistor (3) yang mempunyai nilai tahanan berkurang bila temperatur naik,
digunakan untuk bagian deteksi dari sensor ini. Jadi temperatur yang dideteksi analog
dengan besarnya arus listrik yang lewat thermistor. Sensor ini digunakan untuk mendeteksi
temperatur air pendingin dan temperatur oli di dalam torque converter
98 Electric
[Link] Controller.
Bila seseorang mengoperasikan suatu unit untuk mengerjakan pekerjaan yang
diharapkan, hal tersebut dapat dikatakan bahwa orang tersebut mengontrol unit itu. Bila
beberapa pekerjaan yang dilakukan menggunakan alat elektronik, maka alat elektronik
tersebut berfungsi sebagai otak manusia (controller). Dalam hal pertimbangan,
perbandingan dan memberikan perintah yang didasari informasi dari mata, telinga, dan lain
sebaginya.
Electric 99
Peran utama dari controller adalah mengontrol kerja mekanis alat/unit secara
otomatis. Pada hydraulic excavator terdapat 2 ( dua ) macam controller yaitu :
a. Engine throttle controller.
100 Electric
b. Pump controller.
a. Pengubahan tenaga.
Electric 101
Governor Motor.
102 Electric
b. Penguat dan pengontrol tenaga.
1) Valve servo.
Valve servo terdiri dari torque motor ( 1 ), dua set nozzle flapper ( 2 ) dan guide
valve ( 3 ). Nozzle flapper berubah - ubah sebanding dengan besarnya arus masuk
dan polaritas dalam torque motor. Bila kedua nozzle flapper diletakkan ditengah -
tengah, tekanan balik nozzle sama satu sama lain. Kemudian, flapper -flapper
bergerak menuju ke kedua ujung dari masing - masing spool ( 5 ) nya. Bila flapper
- flapper ditempatkan pada posisi dimana gaya spring ( 4 ) seimbang, spool ada
pada posisi netral. Jika flapper - flapper digerakkan ke kanan, tekanan balik pada
sisi sebelah kanan akan lebih besar dan pada sisi sebelah kiri akan menjadi lebih
kecil, menyebabkan spool bergerak ke kiri. Bila flapper - flapper digerakkan ke kiri
spool akan bergerak ke kanan. Valve servo ini digunakan pada hydraulic excavator
dan HST machine.
2) Valve solenoid.
Dalam solenoid valve ini, coil ( 2 ) diperkuat dengan suatu sinyal listrik,
menyebabkan valve spool ( 3 ) membuka atau menutup. Valve ini digunakan untuk
mengontrol perlengkapan hidrolik secara elektrik. Contoh : Auto retarder valve.
Bila kecepatan putaran poros output transmisi melebihi 2500 rpm, retarder valve
akan bekerja karena adanya sinyal listrik yang dikirim dari controller, yang
selanjutnya retarder brake akan bekerja secara otomatis, sehingga engine over
running dapat dihindari.
Electric 103
[Link] Indikator.
Fungsi indikator adalah menerima perintah dari controller dan merubahnya menjadi
sinyal lampu atau suara.
a. Lectric Display Panel
Panel motor ini mempunyai fungsi - fungsi switch untuk begian - bagian listrik,
pemilihan mode dari fungsi penunjukkan monitor ( monitor display function ). Monitor
ini mempunyai CPU ( Central Processing Unit ) dan memproses data dan mengeluarkan
display atau penunjukkan. Monitor display ini menggunakan LCD ( Liquid Crystal Display
). Switch - switch ini adalah berupa switch lembaran datar ( Plate Sheet Switches ).
104 Electric
Gbr. XV - 26. Monitor panel.
Electric 105
1. Alat pengukur temperatur air pendingin
2. Lampu peringatan untuk batas
permukaan oli.
3. Lampu peringatan untuk batas
permukaan air pendingin.
4. Lampu peringatan untuk temp air
pendingin.
5. Lampu peringatan untuk batas
permukaan air pendingin.
6. Lampu peringatan untuk tekanan oli
engine.
7. Lampu peringatan untuk batas
permukaan bahan bakar.
8. Lampu peringatan untuk batas
permukaan air battere.
9. Lampu panduan untuk pemanasan awal
engine
10. Lampu peringatan untuk batas
permukaan oli hidrolis.
11. Alat pengukur batas permukaan bahan bakar.
Switch - switch ini teridir dari 4 buah switch pemilihan mode dan 4 buah switch
komponen kelistrikan, setiap kali switch ditekan maka kondisi dari unit akan berubah.
Perubahan kondisi ini ditunjukkan oleh switch LED seperti diatas. Switch actuation table.
106 Electric
Huruf - huruf besar menunjukkan nilai kegagalan ( Default values ) pada saat kunci
kontak di ON.
b. Buzzer.
Buzzer ini mempunyai fungsi adalah sebagai informasi berupa suara karena pada
keadaan ( kondisi ) tertentu ( misal : over heat ). Buzzer ini akan bekerja apabila
adanya arus listrik yang masuk ke dalam rangkaian buzzer dengan besarnya arus
tertentu
Gbr. XV - 28. B u z z e r.
Electric 107
Struktur wiring harness.
108 Electric
Bila kabel - kabel disusun dan dihubungkan, kabel tersebut betul – betul dijepit (
olamped ) sungguh - sungguh. Kabel yang teruntai atau kurang klem akan menganggu
operator dan akan rusak karena getaran.
Wiring harus dibuat sedemikian rupa sehingga memudahkan pemeliharaan,
pemeriksaan dan perbaikan. Susunan yang baik dan rapi dari wiring sangat tidak
diperlukan. Wiring yang tidak beraturan akan menjadi beban yang tidak berguna pada
kabel - kabel atau menyebabkan kesalahan penyambungan.
Electric 109
Komponen Starting System
Starting system merupakan sustu sistem yang bertujuan untuk menghidupkan suatu
engine atau unit. Komponen utama dalam sistem ini adalah starting switch, battery
relay switch, starting motor dan safety relay. Starting switch berfungsi memutuskan
atau menghubungkan komponen dalam sistem start. Battery relay switch untuk
memutuskan atau menghubungkan negatif battery dengan body/chasis dan positif
battery dengan starting motor. Starting motor adalah untuk menghidupkan engine dengan
prinsip merubah energi listrik menjadi energi mekanis. Produk komatsu terdapat komponen
safety relay pada sistem start. Adapun fungsi safety relay adalah sebagai relay (penghubung)
antara starting switch dan starting motor selain fungsi lainnya.
Fungsi sistem pemanasan awal adalah untuk memanaskan udara yang akan masuk ke ruang
bakar dengan tujuan mempermudah menghidupkan engine pada waktu udara sekeliling
engine masih dingin. Pada waktu produk - produk Komatsu terdapat beberapa jenis sistem
pemanasan awal yaitu:
Sistem pemanasan awal dengan Glow Plug.
Sistem pemanasan awal dengan Ribbon Heater.
Sistem pemanasan awal dengan Thermostat.
Sistem pemanasan awal dengan APS (Auto Priming System).
110 Electric
Latihan Soal
KOLOM A KOLOM B
Electric 111
Note .....................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
112 Electric
BAB III
SCHEMATIC
Electric 113
3.1 Symbol
Simbol kabel pada suatu wiring diagram pada umumnya menyatakan ketebalan
dan warna kabel. Contoh:
114 Electric
Tabel di bawah menunjukkan klasifikasi kabel berdasarkan kode dan warna.
Electric 115
116 Electric
Electric 117
118 Electric
3.2 Connector and Wiring
Electric 119
120 Electric
Electric 121
122 Electric
Electric 123
3.2.1 Wiring Harness .
Wiring harnesses adalah sekelompok kabel yang digunakan sebagai penghubung
antara satu komponen electric dengan komponen lainnya. Connectors digunakan untuk
dapat menghubung atau memutuskan sebuah wiring dengan wiring lainnya. Untuk
melindungi wiring dari kemungkinan terjadinya kerusakan, maka digunakan
protectors atau tubes. Dibandingkan dengan komponen electric yang tersimpan
dalam sebuah kotak atau case, kemungkinan terjadinya kerusakan pada wiring
harnesses lebih besar karena mendapat pengaruh langsung dari luar, misal hujan,
panas maupun getaran. Selain itu, kerusakan juga dapat terjadi karena proses
remove dan install yang terjadi berkali-kali selama pelaksanaan inspection dan
repair. Oleh karena itu, wiring harnesses dan connector perlu mendapat
124 Electric
Oli atau kotoran pada connector
⋆ Melepas Connector
1. Tahan connector ketika melepaskan dan bukan cable sebagai penahan saat
melepaskan koneksi. untuk connector di tahan dengan screw, kendorkan screw,
kemudian tahan male dan female connector pada masing masing tangan dan tarik
keduanya. Untuk Connector yang mana memiliki Lock Stopper , tekan kebawah
stopper dengan jempil anda dan tarik bagian connector.
* Jangan pernah menarik dengan satu tangan.
Electric 125
3. Langkah yang di ambil setelah melepas connector .
tutup dengan menggunakan tas vinyl untuk mencegah adanya debu, kotorna dan oli
atau air masuk kedalam bagian connector
- Jika mesin di lepas dalam waktu yang lama, hal ini akan menjadi mudah terjadinya
kontek yang tidak tepat, jadi selalu pastikan untuk menutupi connector dan memberi
tanda sesuai pasangan nya.
4. Menghubungkan Connectors.
1) Check Connector secara visual.
a. Check tidak ada oli, kotoran dan air tersimpan pada connector pins (melapisi
bagian)
b. Check bahwa tidak ada perubahan bentuk, contact yang rusak, korosi atau rusak
pada connector pin.
c. Check tidak terdapat kerusakan atau pecah pada bagian luar connector
Jika ada oli, air atau kotoran stuck atau tertinggal pada connector,
bersihkan dengan kain kering. JIka air telah masuk kedalam connector,
panaskan bagian dalam connector dengan menggunakan dryer (pen -
gering), tetapi hati jangan sampai terlalu panas karena dapat merusak
bagian connector dan membuat short circuit pada pin.
Jika terdapat adanya kerusakan atau pecah pada connector , maka gantilah
connector
126 Electric
3) Perbaiki adanya tonjolan pada boot (seal) dan ketidaklurusan yang lain pada wiring
harness. sebagai tambahan jika wiring harness tidak lurus , atau pengikat keluar
dari posisi nya, atur supaya sesuai dengan posisinya.
Jika connector tidak dapat di perbaiki dengan mudah , lepas pengikat dan atur
posisinya.
4) Jika pengikat connector telah dilepaskan , yakin kan dikembalikan sesuai dengan
posisi awalnya. check juga bahwa tidak terdapat pengikat yang kendor
Jika Air masuk langsung kedalam connector, ikuti langkah langkah berikut ini
a. Lepaskan connector dan bersihkan air dengan menggunakan kain kering.
Jika connector dibersihkan dengan di tiup udara bertekanan , akan
terdapat resiko bahwa oli di dalam udara yang dapat menyebabkan rusak
pada kontak nya, jadi lepaskan semua oli dan air dari udara bertekanan
sebelum di tiup dengan udara.
Electric 127
128 Electric
Latihan Soal
Electric 129
130 Electric
Sifat magnet permanen dan elektromagnet, di mana kutub yang senama tolak-menolak dan kutub tidak senama tarik menarik, dapat dioptimalkan dalam aplikasi elektromagnet dan motor listrik. Dengan mengatur komposisi dan bentuk magnet, medan magnet digunakan untuk mengontrol dan mengarahkan gaya untuk memutar armature dalam motor listrik. Demikian juga, kekuatan medan magnet elektromagnet dapat disesuaikan dengan mengubah jumlah arus yang melewatinya atau mengubah jumlah lilitan agar dapat mengangkat atau menggerakkan objek logam berat di berbagai aplikasi industri .
Sistem Common Rail Injection (CRI) menyimpan bahan bakar dengan tekanan tinggi dalam rail sebelum didistribusikan ke injektor, memungkinkan kontrol injeksi sangat presisi. Electronic Unit Injection (EUI) mengintegrasikan pompa dan injektor dalam satu unit, dengan injektor digerakkan oleh camshaft untuk mengurangi kehilangan power dan meningkatkan respons. Hydraulic Electronic Unit Injection (HEUI) mirip dengan EUI, tetapi menggunakan tekanan oli hidrolik sebagai penggerak, terlepas dari kecepatan putaran camshaft, meningkatkan kontrol dan efisiensi. Masing-masing dari sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi pembakaran, mengurangi polusi serta meningkatkan keseluruhan performa mesin .
Penggunaan sensor seperti temperature sensor, pressure sensor, dan speed sensor dalam sistem kontrol mesin memberikan informasi real-time kepada kontroler mengenai kondisi operasi mesin. Sensor ini mengumpulkan data kritikal seperti suhu, tekanan, dan kecepatan yang digunakan oleh unit kontrol elektronik (ECU) untuk mengatur penginjeksian bahan bakar, timing, dan operasi keseluruhan mesin. Hal ini memungkinkan penyesuaian yang presisi untuk meningkatkan efisiensi, responsivitas, dan pengurangan emisi gas buang, serta mencegah kerusakan mesin melalui sistem shutdown otomatis saat mendeteksi kerusakan potensial .
Konsep elektromagnet digunakan dalam motor listrik di mana aliran arus listrik melalui konduktor menciptakan medan magnet. Menurut prinsip motor listrik yang menggunakan kaidah tangan kiri Fleming, interaksi antara medan magnet jarak dari magnet tetap dan medan magnet yang dihasilkan oleh arus dalam konduktor menciptakan gaya yang memutar armature atau poros motor. Perubahan arah arus mengubah arah medan magnet dan gaya, menghasilkan gerakan rotasi yang konstan yang digunakan dalam berbagai peralatan elektronik modern untuk mengonversi energi listrik menjadi gerakan mekanis .
Generator AC, atau alternator, mengubah tenaga mekanis menjadi listrik dalam bentuk arus bolak-balik (AC) yang memiliki polaritas yang berubah-ubah setiap 180 derajat. Alternator memerlukan medan magnet tetap yang berputar untuk menghasilkan listrik. Dalam DC generator atau dinamo, arus diproduksi sebagai arus bolak-balik tetapi melalui komutator, arus ini diubah menjadi arus searah (DC) dengan polaritas tetap. Tantangannya adalah memastikan komutator membuat kontak yang konstan dan efektif tanpa banyak keausan, dan effisiensi pada kecepatan rotasi yang bervariasi .
Safety relay dalam sistem start motor berfungsi sebagai penghubung antara starting switch dan motor starter. Relay ini mencegah arus tinggi langsung mengalir melalui switch start yang bisa menyebabkan kerusakan. Saat starting switch diaktifkan, safety relay menutup sirkuit arus tinggi untuk motor starter, memastikan starting motor berjalan dengan aman. Dengan demikian, relay ini melindungi sistem dari lonjakan arus yang dapat menyebabkan kerusakan komponen lainnya .
Resistor tetap memiliki nilai tahanan yang konstan dan tidak dapat diubah setelah dipasang. Resistor variable, atau potensiometer, memiliki nilai yang dapat disetel atau diubah sesuai kebutuhan dalam suatu rangkaian untuk menyesuaikan arus atau tegangan. Sementara itu, resistor non-linier memiliki karakteristik tahanan yang berubah sesuai dengan kondisi eksternal seperti suhu atau tegangan, dan tidak mengikuti hukum Ohm .
RAM pada controller digunakan untuk menyimpan data yang dapat diakses dan diubah selama operasi, termasuk informasi dari sensor, yang membantu controller menyesuaikan pengoperasian mesin atau sistem berdasarkan data real-time. Namun, data dalam RAM hilang ketika daya mati. Sebaliknya, ROM menyimpan instruksi dasar yang tidak dapat diubah dan tetap ada bahkan ketika daya mati, memberikan stabilitas dan memastikan controller memiliki akses ke perintah esensial untuk operasi dasar .
Prinsip kerja alternator didasarkan pada Hukum Faraday, di mana sebuah konduktor yang digerakkan memotong garis gaya magnet akan mengalirkan arus listrik. Pemutaran medan magnet ini menunjukkan induksi elektromagnetik yang menghasilkan arus listrik. Alternator memanfaatkan kaidah tangan kanan Fleming untuk menentukan arah arus induksi dalam sebuah konduktor: jari telunjuk menunjukkan arah medan magnet, ibu jari menunjukkan gerak konduktor, dan jari tengah menunjukkan arah arus induksi. Hal ini memungkinkan alternator menghasilkan arus bolak-balik karena polaritasnya berubah setiap setengah putaran .
Arus pengisian harus diatur dengan benar untuk menjaga performa dan umur baterai. Arus yang terlalu besar pada fast charging (40-70 Ampere) dapat meningkatkan suhu elektrolit hingga di atas batas 55°C, memperpendek umur baterai. Sementara pada slow charging, dianjurkan sekitar 7% dari kapasitas AH. Penting untuk tidak menambahkan larutan asam sulfat yang akan meningkatkan berat jenis elektrolit secara berlebihan, mengurangi umur baterai, dan mempersulit pengukuran muatan. Sebaiknya, elektrolit yang kurang ditambah dengan air suling .