0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan4 halaman

Rencana Layanan Konseling SMP N 29

Rangkuman dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut merupakan rencana pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling nonklasikal terjadwal di SMP N 29 Padang. 2. Layanan ini akan diselenggarakan pada tanggal 11 Mei 2015 dengan materi mengatasi ketidakhadiran siswa di sekolah. 3. Tujuan layanan ini adalah memberikan pemahaman kepada orang tua siswa tentang cara mengatasi masalah ketidak

Diunggah oleh

Rusmi Harahap
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan4 halaman

Rencana Layanan Konseling SMP N 29

Rangkuman dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut merupakan rencana pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling nonklasikal terjadwal di SMP N 29 Padang. 2. Layanan ini akan diselenggarakan pada tanggal 11 Mei 2015 dengan materi mengatasi ketidakhadiran siswa di sekolah. 3. Tujuan layanan ini adalah memberikan pemahaman kepada orang tua siswa tentang cara mengatasi masalah ketidak

Diunggah oleh

Rusmi Harahap
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RPL

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN


BIMBINGAN DAN KONSELING

FORMAT NONKLASIKAL TERJADWAL

I. IDENTITAS
A. Satuan pendidikan : SMP N 29 Padang
B. Tahun Ajaran : 2014-2015, Semester II
C. Sasaran pelayanan : Orang tua siswa/wali BM kelas VII-9
D. Pelaksana : Ade Chita Putri Harahap, [Link]
E. Pihak terkait : Wali kelas VII-9

II. WAKTU DAN TEMPAT


A. Tanggal : 11 Mei 2015
B. Jam pembelajaran/layanan : Di luar jam pembelajaran
C. Volume waktu (JP) : Masing-masing kelas 2 (dua) JP (@
40 menit)
D. Spesifikasi tempat belajar : Ruang BK

III. MATERI PEMBELAJARAN


A. Materi/subtema : 1. Tema : Kondisi dinamis sekolah

2. Subtema : Mengatasi pihak ketiga (siswa)

yang tidak hadir ke sekolah

IV. TUJUAN/ARAH PENGEMBANGAN


A. Pengembangan KES :
Agar konsulti memiliki kemampuan diri yang berupa wawasan,
pemahaman dan cara-cara bertindak yang terkait mengatasi masalah
pihak ketiga (siswa) yang tidak hadir ke sekolah

B. Penanganan KES-T :
Untuk mengentaskan masalah yang dialami oleh pihak ketiga (siswa)
yang tidak hadir ke sekolah
V. METODE DAN TEKNIK
A. Jenis layanan : Layanan konsultasi
B. Kegiatan pendukung :-

VI. SARANA
A. Media :-
B. Perlengkapan :-

VII. SASARAN PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN / PELAYANAN


Diperolehnya hal-hal baru oleh konsulti terkait KES (Kehidupan
Efektif Sehari-hari) dengan unsur-unsur AKURS (Acuan, Kompetensi,
Usaha, Rasa, Sungguh-sungguh).
A. KES
1. Acuan (A) : Hal-hal yang perlu diketahui oleh konsulti
terkait bagaimana cara bertindak mengatasi
masalah ketidakhadiran pihak ketiga
(siswa) ke sekolah
2. Kompetensi (K) : Konsulti mempunyai pemahaman terkait
cara bertindak mengatasi masalah
ketidakhadiran pihak ketiga (siswa) ke
sekolah
3. Usaha (U) : Konsulti berusaha untuk bertindak
mengatasi masalah pihak ketiga (siswa)
4. Rasa (R) : Perasaan konsulti terhadap proses dan hasil
layanan
5. Sungguh-sungguh (S) : Konsulti bersungguh-sungguh untuk
membantu mengentaskan masalah pihak
ketiga (siswa)

B. KES-T :
Konsulti terhindar dari ketidaktahuan permasalahan yang dialami oleh
pihak ketiga (siswa)

C. Ridho Tuhan, Bersyukur, Ikhlas dan Tabah :


Konsulti diharapkan memohon Ridho kepada Tuhan Yang Maha Esa
untuk mencapai apa yang diinginkan, bersyukur atas keberhasilannya,
dan ikhlas serta tawakkal jika ada yang belum terpenuhi sebagaimana
yang diharapkan dan terus berusaha keras untuk mencapainya
VIII. LANGKAH KEGIATAN
A. LANGKAH PENGANTARAN : TAHAP PEMBENTUKAN
1. Mengucapkan salam dan mengajak konsulti berdoa untuk memulai
kegiatan konsultasi
2. Melalui Tanya jawab konsulti memahami bahwa layanan
konsultasi adalah bagian dari layanan BK yaitu untuk membahas
persoalan orang ketiga (siswa bersangkutan) yang berhubungan
dengan konsulti

B. LANGKAH PENJAJAKAN : TAHAP PERALIHAN


1. Diungkapkan hubungan konsulti dengan orang ketiga yang
dikonsultasikannya
2. Diajak kesiapan konsulti untuk mengikuti proses selanjutnya
3. Konsulti diminta untuk menceritakan permasalahan tentang
dampak ketidakhadiran siswa ke sekolah

C. LANGKAH PENAFSIRAN : TAHAP KEGIATAN AWAL


1. Bersama dengan konsulti disimpulkan pokok-pokok permasalahan
yang dialaminya
2. Didalami seluk beluk dan keterkaitan antar pokok permasalahan

D. LANGKAH PEMBINAAN :
1. Melalui tanya jawab dibahas tentang dampak negatif dari
ketidakhadiran siswa ke sekolah
2. Melalui tanya jawab dibahas tentang seluk beluk antar pokok
permasalahan
3. Membuat komitmen dengan konsulti tentang usaha yang perlu
dilakukannya untuk mengatasi permasalahan

E. LANGKAH PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT : TAHAP


KESIMPUAN DAN PENUTUP
1. Penialain hasil
Diakhir proses pembelajaran konsulti diminta merefleksikan apa
yang mereka peroleh dari kegitan pembelajaran yang baru saja
berlangsung dengan pola :
a. Apa yang konsulti pikirkan
b. Apa yang konsulti rasakan
c. Bagaimana konsulti menyikapi
d. Apa yang hendak konsulti lakukan
e. Bagaimana konsulti bertanggungjawab untuk melakukannya
2. Penilaian proses
Proses pemberian layanan dinilai dengan bertanya langsung pada
konsulti pada akhir layanan konsultasi

3. LAPELPROG dan tindak lanjut


Setelah kegiatan pembelajaran atau pelayanan selesai, disusun
Laporan Pelaksanaan Program Layanan (LAPELPROG) yang
memuat data penilaian hasil dan proses, dengan disertai arah tindak
lanjutnya.

F. PENUTUP
Diakhir konsultasi diucapkan terima kasih atas konsulti berkonsultasi
dengan Guru BK dan meminta konsulti untuk dating kembali bila ada
permasalahan lain yang perlu dibahas.

Diketahui, Padang, Mei 2015


Guru Pamong Guru Praktek

Roza Delvina, [Link]., Kons Ade Chita Putri Harahap, [Link]


Nip. 197812272002122002 NIM. 1309203

Anda mungkin juga menyukai