0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
129 tayangan21 halaman

Uji Kualitatif Vitamin dalam Farmasi

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang beberapa vitamin, termasuk tujuan, teori dasar, dan identifikasi kualitatifnya. Vitamin yang dijelaskan meliputi Vitamin B1, B2, B3, B6, C. Diberikan pula pengertian umum tentang vitamin dan penggolongannya.

Diunggah oleh

arf
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
129 tayangan21 halaman

Uji Kualitatif Vitamin dalam Farmasi

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang beberapa vitamin, termasuk tujuan, teori dasar, dan identifikasi kualitatifnya. Vitamin yang dijelaskan meliputi Vitamin B1, B2, B3, B6, C. Diberikan pula pengertian umum tentang vitamin dan penggolongannya.

Diunggah oleh

arf
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

VITAMIN

I. Judul Percobaan
Uji analisis kualitatif obat pada golongan vitamin.

II. Tanggal Percobaan


15 Mei 2019

III. Tujuan Percobaan


Mengidentifikasi senyawa zat dari bahan yang dipakai dalam farmasi terutama
bahan obat-obatan
IV. Dasar Teori
A. Pengertian Vitamin
Vitamin adalah zat kimia organis dengan komposisi beraneka ragam
yang dalam jumlah kecil dibutuhkan oleh tubuh manusia untuk memelihara
fungsi metabolisme normal. Vitamin bukan merupakan “bahan bakar” atau
bahan untuk membangun tubuh. Kebutuhannya berkisar beberapa mcg,
misalnya Vitamin B12. Dan kebutuhan berkisar ratusan mcg misalnya Vitamin
A dan Vitamin E
Istilah vitamin diberikan atas dasar perkiraan semula bahwa semua zat
ini memiliki struktur amin, tetapi ternyata hanya tepat bagi beberapa zat saja
antara lain Vitamin B1. Kebanyakan vitamin atau zat pelopornya yang disebut
provitamin, diperoleh dari bahan makanan dan hanya beberapa saja dapat
disintesa sendiri dalam usus oleh tubuh.
Vitamin adalah sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil
yang memeiliki fungsi vital dalam metabolisme organisme. Dipandang dari
sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi
kimia yang dikatalisasi oleh enzim.

B. Penggolongan Vitamin
1. Vitamin yang larut dalam air
Contoh: Vitamin B1, B2, B3, B5, B6, dan Vitamin C
2. Vitamin yang larut dalam lemak
Contoh: Vitamin A, D, E, K

C. Identifikasi Umum
1. 10 mg zat ditambahkan 1 ml larutan Pb (II) Asetat 10% dan 2 ml NaOH
6N segera terbentuk warna kuning pada pemanasan terbentuk endapan
coklat hitam (warna kuning) junga dengan NaOH 3N tanpa penambahan
Pb (II) Asetat.
2. Vitamin + Dragendorff akan memberikan hasil reaksi:
a. Vitamin B1, B3, B6  positif endapan orange
b. Vitamin C  Negatif
3. Metode Thiokrom
Thiamin HCl dioksidasi dengan K3FeCN6 1% + 2 tetes HCl 0,1N setelah 5
menit ditambahkan 3 cc NaOH 10% dalam suasana basa + 7 cc isobutanol
 berflourosensi biru-ungu.

D. Penggunaan Vitamin
Ada beberapa hal pengunaan Vitamin dalam secara medis:
a. Pada defisiensi
b. Lansia
c. Bila kebutuhan meningkat
d. Pasien kronis dan pemkaian obatSecara preventif

V. Tinjauan Pustaka
a. Monografi Vitamin B1 (Sumber: FI Edisi IV, halaman 784)

N NH2 CH2CH2OH
S
H3C
Cl . H2O
N
CH2 CH3

2-(4-((4-amino-2-methylpyrimidin-5-yl)methyl)-3-methylthiophen-2-yl)ethanol
Nama lain:Thiamini Hydrochloridum, Tiamin Hidroklorida
Struktur Kimia: [Link]
BM:337,27
Tiamin Hidroklorida mengandung tidak kurang dari 98,0%dan tidak lebih dari
102,0% [Link], dihitung terhadap zat anhidrat.
Pemerian:Hablur atau serbuk hablur, putih: bau khas lemah. Jika terpapar
udara dengan cepat menyerap air lebih kurang 4%. Melebur pada suhu lebih
kurang 248° disertai peruraian.
Kelarutan:Mudah larut dalam air; larut dalam gliserin; sukar larut dalam
etanol; tidak larut dalam eter dan dalam benzena.
Wadah dan Penyimpanan:Dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya
Khasiat dan Penggunaan:
 Mempengaruhi penyerapan lemak dalam usus
 Sebagai koenzim dalam metabolisme
 Memelihara napsu makan yang sehat, pencernaan, dan fungsi syaraf
 Mempengaruhi kondisi air dalam tubuh
Identifikasi Kualitatif:
a. Zat dipyrolisa akan menghasilkan bau asap = kacang goreng
b. Vitamin B1 HCl + Nessler = kuning-hitam
c. Zat + NaOH = kuning kemudian ditambahkan kembali dengan
KmnO = hijau
d. Zat + Reaksi Thiokrom = lapisan isobutanol berfluoresensi biru-ungu

b. Monografi Vitamin B2(Sumber: FI Edisi IV, halaman 741)


O

N CH3
HN

N N CH3
O

CH2
.2H2O
H C OH

H C OH

H C OH O
ONa
CH2O P
OH
Nama lain:Riboflavinum
Struktur Kimia:C17H20N4O6
BM:376, 37
Pemerian:Serbuk hablur, kuning hingga kuning jingga; bau lemah. Melebur
pada suhu lebih kurang 280°. Larutan jernihnya netral terhadap lakmus. Jika
kering tidak begitu dipengaruhi oleh cahaya terdifusi, tetapi dalam larutan
cahaya sangat cepat menyebabkan peruraian, terutama jika ada alkali.
Kelarutan:Sangat sukar larut dalam air, dalam etanol dan dalam larutan
natrium klorida 0,9%; sangat mudah larut dalam larutan alkali encer; tidak
larut dalam eter dan dalam kloroform.
Wadah dan Penyimpanan:Dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya
Khasiat dan Penggunaan:
 Menghasilkan energy dalam sel-sel
 Memelihara nafsu makan dan fungsi syaraf
 Berperan penting dalam pembuatan reaksi biologis
 Pemindahan rangsangan sinar ke syaraf mata
 Memelihara jaringan terutama kulit
Identifikasi Kualitatif:
a. Fluoresensi dalam air = kuning – sedikit hijau ketuaan, setelah
beberapa tetes HCl 3 N atau NaOH 3 N fluoresensi akan hilang
b. Zat + AgNO3 = merah setelah berapa lama = terbentuk endapan merah
c. Zat + Asam Sulfat = warna merah berbusa
d. Zat + Pereaksi Nessler = merah-jingga

c. Monografi Vitamin B3(Sumber: FI Edisi IV, halaman 609)


N

CONH2

Nama lain: Nicotinamidum, Nikotinamida, Niasinamida


Struktur Kimia: C6H6N2O
BM: 122, 1
Nikotinamida mengandung tidak kurang dari 99,0% dan tidak lebih dari
101,0% C6H6N2O dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.
Pemerian: Hablur atau serbuk hablur, tidak berwarna atau putih; berbau lemah
dan khas.
Kelarutan: Larut dalam 1 bagian air, dalam 1,5 bagian etanol; sukar larut
dalam kloroform dan dalam eter.
Wadah dan Penyimpanan: Dalam wadah tertutup baik
Khasiat dan Penggunaan:
 Berperan penting sebagai koenzim
 Memelihara pencernaan yang normal, kulit, dan syaraf
 Membebaskan energy dari karbohidrat, lemak, dan protein
Identifikasi Kualitatif:
a. Sejumlah zat ditambahkan 5 tetes NaOH 6 N dipanaskan terbentuk
ammoniak
b. Sejumlah zat + 100 mg natrium karbonat yang sudah dikeringkan
dipanaskan tercium bau piridin
c. Gerusan yang terdiri atas 1 bagian zat dan 2 bagian 2,4
dinitroklorbenzol dilebur selama beberapa detik laburan yang
dilarutkan dalam 2 ml larutan 0,5 KOH-etanol terbentuk merah tua.

d. Monografi Vitamin B6 (Sumber: FI Edisi IV, halaman 723)


H3C N

. HCl

CH2OH
HO

CH2OH

Nama lain: Pyridoxini Hyrochloridum, Piridoksin Hidroklorida


Struktur Kimia: [Link]
BM: 205,64
Piidoksin Hidroklorida mengandung tidak kurang dari 98,0% dan tidak lebih
dari 102,0% [Link] dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.
Pemerian: Hablur atau seuk hablur putih atau hampir putih; stabil di udara;
secara perlahan-lahan dipengaruhi oleh cahaya matahari
Kelarutan: Mudah larut dala air; sukar larut dalam etanol; tidak larut dalam
eter. Larutan mempunyai pH lebih kurang 3.
Wadah dan Penyimpanan: Dalam wadah tertutup baik
Khasiat dan Penggunaan:
 Memelihara keseimbangan unsure fosfor dan sodium
 Berperan dalam pertumbuhan, kesehatan kulit dan pembuatan darah
 Berperan dalam produksi antibodi
Identifikasi Kualitatif:
a. Zat + larutan FeCl3 = merah
b. Kedalam campuran 2 ml larutan asam sulfanilat terdiazotasi dan 1 ml 3
N NaOH ditambah kira-kira 5 mg zar, larutan berwarna kuning tua
sampai jingga. Kemudian tambahkan 2 ml 3 N asam asetat, warna
berubah menjadi merah
c. Kedalam larutan 50 mg zat dalam 1 ml air ditambahkan 1 tetes larutan
tembaga sulfat 2% dan 1 ml 3 N NaOH terbentuk warna biru-ungu.

e. Monografi Vitamin C(Sumber: FI Edisi IV, halaman 39)


CH2OH

H C OH

H
OH OH
4-(1,2-Dihydroxy-ethyl)-2,3-dihydroxy-
cyclohexanone
Nama lain:Acidum Ascorbicum, Asam Askorbat
Strutur Kimia: C6H8O6
BM: 176,13
Asam Askorbat mengandung tidak kurang dari 99,0% dan tidak lebih dari
100,5% C6H8O6
Pemerian:Hablur atau serbuk putih atau agak kuning. Oleh pengaruh cahaya
lambat laun menjadi berwarna gelap. Dalam keadaan kering stabil di udara,
dalam larutan cepat teroksidasi. Melebur pada suhu lebih kurang 190°
Kelarutan: Mudah larut dalam air; agak sukar larut dalam etanol; tidak larut
dalam kloroform, dalam eter dan dalam benzena.
Wadah dan Penyimpanan: Dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya.
Khasiat dan Penggunaan:
 Berperan dalam proses pembentukkan kolagen
 Memelihara keutuhan pembuluh darah
 Membantu dalam absorbs unsur-unsur besi dan kalsium
 Aktivator berbagai enzim perombakan protein dan lemak
 Menjaga gigi agar melekat kuat pada gusi
Identifikasi Kualitatif:
a. Reaksi FeCl3 terbentuk warna ungu pada pH 6-8 bila perlu
ditambahkan 1 mllarutan methanol-piridin 10%
b. Mereduksi kuat larutan Iodium 0,1 N
c. Larutan zat + CuSO4 + NaOH menghasilkan warna biru-ungu
d. Mereduksi fehling atau luff = merah bata
e. Larutan + Na nitropusid jika ditambahkan NaOH = kuning dan jika
ditambahkan HCl = biru

VI. Alat dan Bahan


Alat:
 Tabung reaksi
 Rak tabung reaksi
 Cawan penguapan
 Kaca arloji
 Pipet tetes
 Korek api
 Plat tetes
 Beaker glass
 Lampu UV
 Waterbath
 Penjepit kayu
 Batang pengaduk
 Gelas ukur
Bahan:
 Sampel Vitamin B1, B6, C
 Reagen kimia (kualitatif)
 pH universal
 Aquadest
 Kapas

VII. Cara Kerja


Sampel: Vitamin B1, B6, C
1. Uji Organoleptis (menggunakan kaca arloji):
Pengamatan bentuk, warna, bau, dan rasa.
2. Uji Kelarutan (menggunakan tabung reaksi):
o Air  sampel ditambahkan air, amati kelarutan yang terjadi dalam air.
o Asam (dengan HCl)  sampel ditambahkan larutan asam (HCl) amati
kelarutan yang terjadi dalam asam tersebut.
o Basa (dengan NaOH)  sampel ditambahkan larutan basa (NaOH)
amati kelarutan yang yang terjadi dalam basa tersebut.
o Pelarut organik (dengan Etanol)  sampel ditambahkan larutan
organik (Etanol) amati kelarutan yang terjadi dalam pelarut organik
tersebut.
3. Cek pH (menggunakan pH universal):
Kelarutan air dioleskan dengan bantuan batang pengaduk ke pH universal 
cek pH nya.
4. Uji Flourosensi (menggunakan plat tetes):
Perlakuan sama seperti kelarutan. Diamati di bawah lampu UV.
5. Uji Pyrolisa (menggunakan cawan penguapan):
Diamati api pembakaran dan sisa dari pembakaran.
(misalnya; menyala api hijau dan tidak berarang)
6. Uji Reaksi Warna (menggunakan tabung reaksi):
Dengan Thiokrom, HCl P, H2SO4 P, H2SO4 e, DAB HCl, FeCl3, AgNO3,
Fehling, Nessler, Na2CO3, NaOH amati perubahan warna yang terjadi.
7. Uji Reaksi King (menggunakan tabung reaksi):
Sampel + Diazo A + Diazo B +NaOH ad basa (4:1)  amati perubahan warna
yang terjadi
8. Uji Reaksi Marquis (menggunakan tabung reaksi):
Sampel + 1 ml H2SO4 + 1 tetes formalin  amati perubahan warna yang
terjadi
VIII. Hasil Pengamatan
Pengamatan Vitamain B1 Vitamin B6 Vitamin C
Organoleptis
Bentuk Serbuk hablur Serbuk kasar Kristal
Warna Putih Putih Agak kuning
Bau Khas (++) Khas (+) Agak asam
Rasa Manis, agak Pahit Asam (++)
dingin
Kelarutan
Air Larut Larut Larut
Asam (HCl) Larut Larut Larut
Basa (NaOH) Larut Larut Larut
Pelarut Organik Tidak larut Tidak larut Tidak larut
Cek pH 6.00 6.00 2.00
Flourosensi (λ 366
nm)
Padat Berfluroresensi Berfluroresensi Berfluroresensi
biru (+) biru (++) kuning
Air Tidak Tidak Tidak
berflouresensi berflouresensi berflouresensi
Asam Tidak Tidak Tidak
berflouresensi berflouresensi berflouresensi
Basa Tidak Tidak Tidak
berflouresensi berflouresensi berflouresensi
Pyrolisa Karamel Karamel Karamel
Reaksi Warna
Thiokrom (Basa) Bening Hijau kekuningan Orange
Berflouresensi Tidak
kemerahan
Biru kekuningan
berflouresensi Tidak
berflouresensi
HCl P Tidak berwarna Tidak berwarna Tidak berwarna
H2SO4 P Kuning bias Coklat muda Kuning bias
H2SO4 e Larutan tidak Larutan tidak Putih kekuningan
berwarna berwarna
FeCl3 Kuning pekat Kuning pekat (+ Putih kekuningan
+)
DAB HCl Coklat bias (+) Coklat bias Kuning bias
Marquis Kuning Kuning keemasan Orange
kecoklatan
King Merah darah Merah kecoklatan Orange
kemerahan
AgNO3 Silver Silver (+++) Silver kekuningan
(+)
KMnO4/I2 Coklat pekat ada Coklat pekat Putih kekuningan
endapan endapan (++)
Asam sitrat + Tidak berewarna Tidak berwarna Tidak berwarna
Asam ada endapan ada endapan ada endapan
asetatanhidrat
AgNO3 padat + Larutan abu-abu Larutan abu-abu Merah kecoklatan
NaOH endapan hitam endapan hijau endapan coklat
keruh
NaOH 2N Hijau bias Kuning Kehijauan Kuning bias

IX. Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan pada uji analisis kualitatif Vitamin menunjukkan
bahwa :
1. Uji organoleptis :
 Vitamin B1 : berbentuk serbuk hablur, berwarna putih, berbau khas dan
manis agak dingin
 Vitamin B6 : berbentuk serbuk kasar, berwarna putih, berbau khas dan
berasa pahit
 Vitamin C : berbentuk kristal, berwarna agak kuning, berbau agak asam
dan berasa asam (++)
2. Uji kelarutan :
 Vitamin B1 : larut dalam air, asam, basa dan tidak larut dalam alkohol
 Vitamin B6 : larut dalam air, asam, basa dan tidak larut dalam alkohol
 Vitamin C : larut dalam air, asam, basa dan tidak larut dalam alkohol
3. Uji flouresensi
 Vitamin B1 : berflouresensi biru dalam padatan pada panjang gelombang
366 nm dan tidak berflouresensi dalam bentuk air, asam, dan basa
 Vitamin B6 :berflouresensi biru dalam padatan pada panjang gelombang
366 nm dan tidak berflouresensi dalam bentuk air, asam, dan basa
 Vitamin C : berflouresensi kuning dalam padatan pada panjang gelombang
366 nm dan tidak berflouresensi dalam bentuk air, asam, dan basa
4. Uji pyrolisa :
 Vitamin B1 : caramel
 Vitamin B6 : caramel
 Vitamin C : caramel
5. Uji reaksi warna :

a. Thiokrom
Vitamin B1 + Thiokrom  Bening berluoresensi biru keunguan
larutan
Beningtidak
VITAMIN B1 + Thiokrom berwarna,
berfluoresesnsi
berflouresensi biru
biru-ungu
keunguan

 Vitamin B6 + Thiokrom  larutan hijau kekuningan dan tidak


berflouresensi
H3C N
larutan hijau
Larutan hijaumuda,
. HCl + Thiokrom ada 2 fase dan tidak
kekuningan
HO
CH2OH tidak berflouresensi
berflouresensi
CH2OH

 Vitamin C + Thiokrom larutan orange kemerahan dan tidak


berfluoresensi
CH2OH

H C OH
larutan
Larutankuning bias,
orange
O + Thiokrom ada 2 fase
kemerahan dan tidak
H
tidak berflouresensi
OH OH
berfluoresensi
4-(1,2-Dihydroxy-ethyl)-2,3-dihydroxy-
cyclohexanone

b. HCl P
 Vitamin B1+ HCl P Tidak berwarna
VITAMIN B1 + HCl P larutan tidak berwarna

 Vitamin B6 + HCl P  larutan tidak berwarna


H3C N

. HCl + HCl P larutan tidak berwarna


CH2OH
HO

CH2OH

 Vitamin C + HCl P  Tidak berwarna


CH2OH

H C OH

O + HCl P Larutan
larutan tidak
tidak berwarna
H
berwarna
OH OH
4-(1,2-Dihydroxy-ethyl)-2,3-dihydroxy-
cyclohexanone

c. H2SO4 P
 Vitamin B1 + H2SO4 P  larutan kuning bias (++)
Larutan kuning bias
VITAMIN B1 + H2SO4 P larutan
(++) kuning bias
 Vitamin B6 + H2SO4 P  larutan coklat muda
H3C N

larutan
larutantidakcoklat
berwarna
muda
. HCl + H2SO4 P
ada buih
CH2OH
HO

CH2OH

 Vitamin C + H2SO4 P  larutan kuning bias (+++)


CH2OH

H C OH

O + H2SO4 P larutanjingga
larutan kuning bias (+
pucat
H ++)
OH OH
4-(1,2-Dihydroxy-ethyl)-2,3-dihydroxy-
cyclohexanone

d. H2SO4 e
 Vitamin B1 + H2SO4 e larutan tidak berwarna

VITAMIN B1 + H2SO4 e larutan tidak berwarna


 Vitamin B6 + H2SO4 e larutan tidak berwarna
H3C N

. HCl + H2SO4 e larutan tidak berwarna


CH2OH
HO

CH2OH

 Vitamin C + H2SO4 e larutan putih kekuningan


CH2OH

H C OH

O + H2SO4 e larutan tidak


Larutan berwarna
putih kekuningan
H
OH OH
4-(1,2-Dihydroxy-ethyl)-2,3-dihydroxy-
cyclohexanone
e. FeCL3
 Vitamin B1 + FeCL3 larutan kuning pekat
VITAMIN B1 + FeCl3 larutan kuning
 Vitamin B6 + FeCL3 larutan kuning
H3C N

. HCl + FeCl3 larutan kuning


CH2OH
HO

CH2OH

 Vitamin C + FeCL3 larutan putih kekuningan


CH2OH

H C OH

O + FeCl3 Larutankuning
larutan putih kekuningan
pekat
H
OH OH
4-(1,2-Dihydroxy-ethyl)-2,3-dihydroxy-
cyclohexanone

f. DAB HCl
 Vitamin B1 + DAB HCl larutan coklat bias (+)
VITAMIN B1 + DAB HCl larutan kuning bias
larutan coklat bias
(+)

 Vitamin B6 + DAB HCl larutan coklat bias


H3C N

. HCl
+ DAB HCl larutan
larutankuning
coklat bias
bias

CH2OH
HO

CH2OH

 Vitamin C + DAB HCl larutan kuning bias


CH2OH

H C OH

O
+ DAB HCl larutan
larutankuning
kuning bias
bias
H
OH OH
4-(1,2-Dihydroxy-ethyl)-2,3-dihydroxy-
cyclohexanone
g. Marquis
 Vitamin B1 + Marquis larutan kuning (++)
VITAMIN B1 + Marquis larutan
larutan coklat
kuning (+
+)
 Vitamin B6 + Marquislarutan kuning (+)
H3C N

. HCl
+ Marquis larutan
larutancoklat tua
kuning
HO
CH2OH (+)
CH2OH

 Vitamin C + Marquis larutan kuning keemasan


CH2OH

H C OH

O
+ Marquis larutan
larutancoklat
kuning
H
kehitaman
keemasan
OH OH
4-(1,2-Dihydroxy-ethyl)-2,3-dihydroxy-
cyclohexanone

h. King
 Vitamin B1 + king larutan merah darah
VITAMIN B1 + King larutan jingga
larutan merah darah
kemerahan
 Vitamin B6 + king larutan merah kecoklatan
H3C N

. HCl
+ King larutan
larutan merah
jingga kecoklatan
pucat
CH2OH
HO

CH2OH

 Vitamin C + king larutan orange kemerahan


CH2OH

H C OH

O
+ King larutan kuning
Larutan orange
H
emas kemerahan
OH OH
4-(1,2-Dihydroxy-ethyl)-2,3-dihydroxy-
cyclohexanone

i. AgNO3
 Vitamin B1 + AgNO3  Silver
Silver
VITAMIN B1 + AgNO3 larutan coklat
keunguan

 Vitamin B6 + AgNO3  Silver (+++)


H3C N

. HCl Silver (+++)


+ AgNO3 larutan putih
CH2OH susu
HO

CH2OH

 Vitamin C + AgNO3 Siver kekuningan


CH2OH

H C OH

O
+ AgNO3 Silverputih
larutan kekuningan
H keruh
OH OH
4-(1,2-Dihydroxy-ethyl)-2,3-dihydroxy-
cyclohexanone

j. KMNO4/ I2
 Vitamin B1 + KMNO4/ I2 larutan coklat pekat ada endapan

larutan coklat
larutan ungu
VITAMIN B1 + KMnO4/I2 pekat ada endapan
lama kelamaan
coklat tua
 Vitamin B6 + KMNO4/ I2 larutan coklat pekat endapan (++)
H3C N

. HCl
+ KMnO4/I2 larutan coklat
larutan ungu
HO
CH2OH pekat ada endapan
CH2OH (++)
 Vitamin C + KMNO4/ I2 larutan putih kekuningan
CH2OH

H C OH

O
+ KMnO4/I2 larutan tidak
Larutan putih
berwarna
H
OH OH
kekuningan
4-(1,2-Dihydroxy-ethyl)-2,3-dihydroxy-
cyclohexanone

k. Asam sitrat + Asam asetat anhidrat


 Vitamin B1 + Asam sitrat + Asam asetat anhidrat larutan tidak berwarna
ada endapan
+ Asam Sitrat larutan tidak
VITAMIN B1 larutan putih ada
berwarna
+ Asam Asetat
Anhidrat endapaan

 Vitamin B6 +Asam sitrat + Asam asetat anhidrat larutan tidak berwarna


ada endapan
H3C N

. HCl + Asam Sitrat larutan tidak


+ Asam Asetat larutan putih
berwarna ada
HO
CH2OH
Anhidrat
CH2OH
endapan

 Vitamin C +Asam sitrat + Asam asetat anhidrat larutan tidak berwarna


ada endapan
CH2OH

H C OH
+ Asam Sitrat larutan tidak
larutan tidak
O
+ Asam Asetat berwarna ada
berwarna
H Anhidrat endapan
OH OH
4-(1,2-Dihydroxy-ethyl)-2,3-dihydroxy-
cyclohexanone

l. AgNO3 padat + NaOH


 Vitamin B1 + AgNO3 padat + NaOH larutan abu-abu endapan hitam
+ AgNO3 padat larutan abu-abu
VITAMIN B1 larutan
+ NaOH endapanhitam
hitam

 Vitamin B6 + AgNO3 padat + NaOH larutan abu-abu endapan hijau


keruh
H3C N

. HCl larutan abu-


+ AgNO3 padat abuhitam
endapan
larutan
CH2OH + NaOH
HO hijau keruh
CH2OH

 Vitamin C + AgNO3 padat + NaOH larutan merah kecoklatan endapan


coklat
CH2OH

H C OH

+ AgNO3 padat larutan hijau


O larutan coklat
+ NaOH endapan putih
H
OH OH
4-(1,2-Dihydroxy-ethyl)-2,3-dihydroxy-
cyclohexanone

m. NaOH 2N
 Vitamin B1 + NaOH 2N Hijau bias
VITAMIN B1 + NaOH 2N Hijau bias

 Vitamin B6 + NaOH 2N Kuning kehijauan


H3C N

. HCl
+ AgNO3 padat Hijau kekuningan
+ NaOH 2N larutan hitam
HO
CH2OH + NaOH
CH2OH

 Vitamin C + NaOH 2N Kuning bias


CH2OH

H C OH

++AgNO
NaOH32N
padat Kuning bias
O larutan coklat
+ NaOH
H
OH OH
4-(1,2-Dihydroxy-ethyl)-2,3-dihydroxy-
cyclohexanone

X. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa uji analisis kualitatif dapat
mengidentifikasi senyawa zat dari bahan yang dipakai dalam farmasi terutama
bahan obat-obatan.
Seperti pada percobaan uji analisis kualitatif vitamin maka dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut: Identifikasi vitamin secara umum antara lain
organoleptis, kelarutan, pH, flourosensi, pyrolisa, reaksi warna, dan beberapa
reaksi khusus.
XI. Dokumentasi
 Organoleptik

Reaksi Warna
 Reaksi FeCl
 Reaksi I2

 Reaksi King
 Reaksi Thiokrom

 Reaksi Pyrolisa

Anda mungkin juga menyukai