0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
164 tayangan9 halaman

Pola Makan dan Stres pada Gastritis Remaja

Dokumen tersebut membahas latar belakang penelitian tentang gastritis pada remaja di Kota Sukabumi. Data menunjukkan bahwa kelompok usia 15-19 tahun memiliki angka kejadian gastritis tertinggi di Kota Sukabumi. Puskesmas Gedong Panjang yang menangani SMAN 1 Kota Sukabumi juga memiliki angka kejadian gastritis pada remaja yang cukup tinggi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
164 tayangan9 halaman

Pola Makan dan Stres pada Gastritis Remaja

Dokumen tersebut membahas latar belakang penelitian tentang gastritis pada remaja di Kota Sukabumi. Data menunjukkan bahwa kelompok usia 15-19 tahun memiliki angka kejadian gastritis tertinggi di Kota Sukabumi. Puskesmas Gedong Panjang yang menangani SMAN 1 Kota Sukabumi juga memiliki angka kejadian gastritis pada remaja yang cukup tinggi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit kronis yang tidak

ditularkan dari orang ke orang. Penyakit jantung, stroke, kanker, diabetes, dan

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) termasuk ke dalam Penyakit Tidak

Menular (PTM). PTM merupakan penyebab kematian hampir 70% di dunia.

(Kemenkes RI, 2017). Proporsi penyebab kematian Penyakit tidak menular

(PTM) pada orang-orang berusia < 70 tahun; penyakit cardiovascular (39%),

diikuti kanker (27%), sedangkan penyakit pernafasan kronis, penyakit

pencernaan dan PTM lain menyebabkan sekitar 30%, serta 4% kematian

akibat diabetes. Salah satu penyakit saluran pencernaan yang paling sering

terjadi dan paling sering dijumpai di klinik adalah penyakit gastritis

(Tussakinah, 2017).

Gastritis dianggap sebagai suatu hal yang remeh namun gastritis

merupakan awal dari suatu penyakit yang dapat mengganggu kualitas hidup

seseorang. Gastritis terjadi karena inflamasi pada lapisan lambung yang

menjadikan sering merasa nyeri pada bagian perut. Penyakit ini tidak bisa

menular tapi biasanya bakteri Helycobacter pylori masuk ke dalam tubuh

manusia melalui makanan (Shalahuddin, 2018).

1
2

Gastritis merupakan suatu peradangan mukosa lambung yang bersifat akut,

kronik difus atau lokal, dengan karakteristik anoreksia, perasaan penuh di

perut (begah), tidak nyaman pada epigastrium, mual, dan muntah (Suratun,

2010 dalam Mardalena, 2015).

World Health Organization (WHO) mengadakan tinjauan terhadap

beberapa Negara di dunia dan mendapatkan beberapa hasil presentase angka

kejadian gastritis di dunia. Berdasarkan profil kesehatan di Indonesia tahun

2012, gastritis merupakan salah satu penyakit dalam 10 penyakit terbanyak

pada pasien rawat inap di rumah sakit di Indonesia dengan jumlah kasus

30.154 kasus (4,9%) (Novitasary, 2017). Menurut Kemenkes (2015), di

Provinsi Jawa Barat angka kejadian penderita penyakit gastritis mencapai

31,2% dan di daerah kota Bandung penderita penyakit gastritis terdapat

15,73%. (Erawan, 2017).

Penyakit gastritis dapat menyerang kepada seluruh lapisan masyarakat dari

semua tingkat usia maupun jenis kelamin tetapi dari beberapa survei

menunjukan bahwa gastritis paling sering menyerang usia produktif. Pada usia

produktif masyarakat rentan terserang gastritis. Usia produktif yang paling

banyak mengalami penyakit gastritis adalah di usia remaja (Tussakinah,

2017).

Masalah kesehatan remaja merupakan suatu hal yang makin menonjol

pada saat ini, dimana terdapat kecenderungan peningkatan yang pesat dari

penyalahgunaan obat, pergaulan bebas dan perubahan pola makan yang

menjadi salah satu pencetus terjadinya penyakit gastritis pada remaja. Pola
3

makan remaja akan menentukan jumlah-jumlah zat gizi yang di peroleh

remaja untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Jumlah makanan yang

cukup sesuai dengan kebutuhannya akan menyediakan za-zat gizi yang cukup

pula bagi remaja guna menjalankan kegiatan-kegiatan fisik yang sangat

meningkat, apabila asupan tersebut kurang maka akan berdampak kepada

pertumbuhan dan perkembangan (Siska, 2017).

Menurut Hidayah (2012), Gaya hidup remaja yang instan dan kurang sehat

membuat remaja menyukai makanan instan pula seperti sering makan junk

food atau fast food (makanan cepat saji), sering makan mi instan, sering

minum soft drink, minum minuman beralkohol, suka ngemil yang tidak sehat,

makan yang terlalu cepat, makan yang tidak teratur dan sering jajan

sembarangan yang tidak memperhatikan kebersihan dan nilai gizi dari

makanan tersebut.

Pola makan adalah berbagai informasi yang memberikan gambaran

macam dan model bahan makanan yang dikonsumsi setiap hari. Pola makan

terdiri dari jenis makanan, frekuensi makan, jadwal makan dan porsi makan.

Pola makan yang baik dan teratur merupakan satu diantara penatalaksanaan

gastritis (Siska, 2017).

Hasil penelitian Wahyuni (2017) dengan judul Hubungan Pola Makan

dengan Kejadian Gastritis pada Remaja di Pondok Pesantren Al-Munjiyah

Durisawo, menunjukkan bahwa ada hubungan Pola Makan dengan Kejadian

Gastritis pada Remaja di Pondok Pesantren Al-Munjiyah Durisawo dengan p-

value 0,000.
4

Hasil penelitian Wahyuni sejalan dengan penelitian Shalahuddin (2018)

dengan judul Hubungan Pola Makan dengan Gastritis pada Remaja di Sekolah

Menengah Kejuruan YBKP3 Garut, menunjukkan bahwa ada Hubungan Pola

Makan dengan Gastritis pada Remaja di Sekolah Menengah Kejuruan YBKP3

Garut dengan p-value 0,004.

Stres merupakan keadaan atau kondisi yang tercipta bila transaksi

seseorang yang mengalami stres dan hal yang dianggap mendatangkan stres

membuat orang yang bersangkutan melihat ketidaksepadanan antara keadaan

atau kondisi dan sistem sumber daya biologis, psikologis, dan sosial yang ada

padanya (Hardjana 1994 dalam Yosep 2016).

Menurut Gunarsa & Yulia (2008) Siapapun dapat mengalami stres, Stres

pada remaja disebabkan karena munculnya kekecewaan dan penderitaan,

meningkatnya konflik, pertentangan-pertentangan dan krisis penyesuaian,

impian dan khayalan, pacaran dan percintaan, keterasingan dari kehidupan

dewasa dan norma kebudayaan (Saroinsong, 2014).

Stres adalah sekumpulan perubahan fisiologis akibat tubuh terpapar

terhadap bahaya atau ancaman. Stres dapat menimbulkan suatu pengaruh yang

tidak menyenangkan pada seseorang berupa gangguan atau hambatan dalam

pengobatan, meningkatkan resiko kesakitan seseorang, menimbulkan kembali

penyakit yang sudah mereda , mencetuskan atau mengeksaserbasi suatu gejala

dari kondisi medis umum (Tussakinah, 2017).

Stres erat kaitannya dengan berbagai rangkaian reaksi tubuh yang

merugikan kesehatan. Berbagai gangguan mekanisme hormonal (penurunan


5

serotonin dan katekolamin), peningkatan asetilkolin akan menimbulkan

hipersimtomatik sistem gastrointestinal yang akan meningkatkan peristaltik

dan sekrsi asam lambung (Nikmah, 2015)

Kota Sukabumi merupakan salah satu kota di Jawa Barat yang

penduduknya banyak menderita gastritis.

Tabel 1.1: Data Penderita Penyakit Gastritis Semua Kelompok Usia di Dinas
Kesehatan Kota Sukabumi (Periode Januari-Desember) Tahun
2018.

Jumlah Jumlah Persentase


No. Kelompok Usia
Penduduk Gastritis (%)
1. 0-9 Tahun 59.407 659 1,1
2. 10-19 Tahun 59.631 3.001 5,0
3. 20-59 Tahun 192.103 9.207 4,7
4. > 60 Tahun 33.656 3.984 11,8
Jumlah Total 344.797 16.851
(Sumber: Laporan tahunan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2018).

Berdasarkan tabel 1.1, menunjukan bahwa kelompok usia 10-19 tahun atau

kelompok usia remaja merupakan salah satu kelompok usia yang memiliki

kejadian gastritis terbanyak yaitu 5,0% atau 3.001 kasus gastritis yang terjadi

selama tahun 2018.

19 tahun, dapat dilihat pada tabel 1.2 berikut ini:

Tabel 1.2: Data Penderita Penyakit Gastritis Pada Remaja di Dinas


Kesehatan Kota Sukabumi (Periode Januari-Desember) Tahun
2018 Menurut Golongan Usia 10-19 Tahun.

Jumlah Jumlah Persentase


No. Usia
Remaja Gastritis (%)
1. 10-14 Tahun 30.637 1.173 3,8
2. 15-19 Tahun 28.995 1.828 6,3
Jumlah Total 59.632 3.001
(Sumber: Laporan tahunan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2018).
6

Berdasarkan tabel 1.2, menunjukan bahwa dari 2 golongan usia remaja,

golongan usia 15-19 tahun memiliki jumlah remaja yang mengalami gastritis

terbanyak yaitu 6,3% atau 1.828 remaja menderita gastritis dari 28.995 remaja.

merupakan salah satu puskesmas yang memiliki kejadian gastritis

terbanyak pada remaja yaitu 14,04% atau 219 kasus gastritis yang terjadi

selama tahun 2018.

Golongan usia 15-19 tahun merupakan usia sekolah pada jenjang Sekolah

Menengah Atas (SMA)/sederajat. Puskesmas Gedong Panjang memiliki

sekolah binaan untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat yaitu

SMAN 1 Kota Sukabumi, SMA PGRI 1 Kota Sukabumi, dan MAN 1 Kota

Sukabumi. Data jumlah siswa ke 3 sekolah tersebut dapat dilihat pada tabel 1.4

berikut ini:

Tabel 1.3 : Data Nama Sekolah Serta Jumlah Siswa Sekolah Menengah Atas
(SMA)/sederajat di Wilayah Kerja Puskesmas Gedong Panjang
Tahun 2018

No. Nama Sekolah Jumlah Siswa


1. SMAN 1 Kota Sukabumi 1.481
2. SMA PGRI 1 Kota Sukabumi 31
3. MAN 1 Kota Sukabumi 972
(Sumber: Puskesmas Gedong Panjang tahun 2018).

Berdasarkan tabel 1.4, menunjukan bahwa dari 3 sekolah yang masuk ke

dalam sekolah binaan Puskesmas Gedong Panjang, SMAN 1 Kota Sukabumi

memiliki jumlah siswa terbanyak yaitu 1481 siswa.

Berdasarkan hasil survei studi pendahuluan kepada siswa/i SMAN 1 Kota

Sukabumi yang dilakukan oleh peneliti melalui wawancara, dari 10 siswa/i

SMAN 1 Kota Sukabumi yang dilakukan wawancara, 7 siswa/i pernah


7

mengalami tanda dan gejala penyakit gastritis yaitu nyeri ulu hati dan 3 siswa

lainnya tidak pernah mengalami tanda dan gejala gastritis. 7 siswa/i yang

mengalami tanda dan gejala gastritis dikarenakan memiliki pola makan yang

tidak teratur seperti sering telat makan dan sering memakan makanan pedas,

dan 3 siswa/i yang tidak mengalami tanda dan gejala gastritis ini dikarenakan

pola makan yang teratur dan tidak makan makanan yang pedas dan ke 7 siswa/i

sering mengalami stres. Untuk sumber stres yang terjadi di kalangan remaja

pada siswa/i SMAN 1 Kota Sukabumi adalah dikarenakan banyaknya tugas.

Berdasarkan uraian tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian

dengan judul “Hubungan Pola Makan dan Stres dengan Kejadian Tanda

Gejala Gastritis pada Remaja di SMAN 1 Kota Sukabumi Wilayah Kerja

Puskesmas Gedong Panjang Kota Sukabumi.”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka rumusan masalah dalam

penelitian ini adalah adakah Hubungan Pola Makan dan Stres dengan

Kejadian Tanda Gejala Gastritis pada Remaja di SMAN 1 Kota Sukabumi

Wilayah Kerja Puskesmas Gedong Panjang Kota Sukabumi.

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum
8

Mengetahui Hubungan Pola Makan dan Stres dengan Kejadian Tanda

Gejala Gastritis pada Remaja di SMAN 1 Kota Sukabumi Wilayah Kerja

Puskesmas Gedong Panjang Kota Sukabumi.

2. Tujuan Khusus

Tujuan khusus dari penelitian ini adalah :

a. Mengetahui gambaran pola makan remaja di SMAN 1 Kota Sukabumi

Wilayah Kerja Puskesmas Gedong Panjang Kota Sukabumi.

b. Mengetahui gambaran stres pada remaja di SMAN 1 Kota Sukabumi

Wilayah Kerja Puskesmas Gedong Panjang Kota Sukabumi.

c. Mengetahui gambaran kejadian tanda gejala gastritis pada remaja di

SMAN 1 Kota Sukabumi Wilayah Kerja Puskesmas Gedong Panjang

Kota Sukabumi.

d. Mengetahui hubungan pola makan remaja dengan kejadian tanda

gejala gastritis di SMAN 1 Kota Sukabumi Wilayah Kerja Puskesmas

Gedong Panjang Kota Sukabumi.

e. Mengetahui hubungan stres pada remaja dengan kejadian tanda gejala

gastritis di SMAN 1 Kota Sukabumi Wilayah Kerja Puskesmas

Gedong Panjang Kota Sukabumi.

D. Kegunaan Penelitian

1. Bagi Peneliti

Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman dalam

melakukan penelitian yang terkait dengan keperawatan serta media


9

pengembangan kompetensi diri sesuai dengan keilmuan yang diperoleh

selama perkuliahan terutama yang berkaitan dengan gastritis.

2. Bagi STIKes Sukabumi Kota Sukabumi

Diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lembaga pendidikan dan

menjadi sumber yang bermanfaat bagi lulusan berikutnya.

3. Bagi Puskesmas Gedong Panjang Kota Sukabumi

Diharapkan dapat memberikan informasi dalam membuat program

kerja atau kebijakan terkait upaya promotif dan preventif penyakit

gastritis.

4. Bagi SMAN 1 Kota Sukabumi

Diharapkan dapat memberikan informasi tentang kejadian tanda gejala

gastritis pada remaja yang dikaitkan dengan pola makan dan stres di

SMAN 1 Kota Sukabumi Wilayah Kerja Puskesmas Gedong Panjang Kota

Sukabumi.

Anda mungkin juga menyukai