0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan7 halaman

Panduan Studi Kelayakan Bisnis Lengkap

Dokumen tersebut membahas studi kelayakan bisnis yang mencakup pengertian, jenis-jenis investasi, faktor kegagalan usaha, manfaat bisnis, tujuan studi kelayakan bisnis, lembaga yang memerlukan studi kelayakan, aspek penilaian bisnis, dan tahapan studi kelayakan bisnis. Aspek hukum juga didiskusikan mencakup penelitian aspek hukum, jenis badan hukum, jenis iz

Diunggah oleh

Tri Kurnia Anthoni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan7 halaman

Panduan Studi Kelayakan Bisnis Lengkap

Dokumen tersebut membahas studi kelayakan bisnis yang mencakup pengertian, jenis-jenis investasi, faktor kegagalan usaha, manfaat bisnis, tujuan studi kelayakan bisnis, lembaga yang memerlukan studi kelayakan, aspek penilaian bisnis, dan tahapan studi kelayakan bisnis. Aspek hukum juga didiskusikan mencakup penelitian aspek hukum, jenis badan hukum, jenis iz

Diunggah oleh

Tri Kurnia Anthoni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS RINGKASAN

STUDI KELAYAKAN BISNIS

Oleh:

TRY KURNIAWATI ANTHONI

17302191
BAB 1

PENGERTIAN STUDI KELAYAKAN BISNIS

1. PENGERTIAN STUDI KELAYAKAN BISNIS

Sebelum kita mengerti secara mendalam apa yang dimaksud dengan studi kelayakan bisnis
serta kegiatan apa saja yang dilakukan dalam studi kelayakan bisnis, maka ada baiknya
terlebih dahulu kita mengatahui pengertia investasi jenis-jenis investasi, dan kegiatan dlam
investasi serta pengertian proyek dan bisnis.

Menurut Wiliam F.S investasi adalah mengorbankan dollar sekarang untuk dollar di masa
yang akan datang. Dari pengertian ini terkandung dua atribut penting di dalam investasi,
yaitu adanya risiko dan tenggang waktu.

Investasi dapat dilakukan dalam berbagai bidang usaha , oleh karena itu investasi pun
dibagi dalam beberapa jenis. Dalam praktiknya , jenis investasi dibagi dua macam yaitu :

 Investasi nyata (Real Investment )


Investasi nyata atau real investment merupakan investasi yang di buat dalam
harta tetap (fixed asset) sepertia tanah, bangunan, peralatan, atau mesin-mesin.
 Investasi Finansial ( Financial Investment )
Investasi Finansia atau financial investment merupakan investasi dalam bentuk
kontrak kerja, pembelian saham atau obligasi, atau surat berharga lainnya
sepertia deposito.

Kegiatan proyek bisanya dilakukan untuk berbagai bidang, anatara lain.

1. Pembanguna Fsilitas baru


2. Perbaikan fasilitas yang sudah ada.
3. Penelitian dan pengembangan.

2. FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KEGAGALAH USAHA


Kegagalan ini dapat dimulai dari kesalahan si penstudi dalam melakukan perhitungan
samapai kepada faktor-faktor yang memang tidak dapat dikendalikan oleh manusia.
Risiko kerugian yang timbul dimasa yang akan datang disebabkan karena dimasa yang
akan datang penuh dengan berbagai ketidakpastian yang paling penting di sini untuk
diperhatikan adalah memprediksi risiko yang bakali terjafi nentinya.

Secara umur faktor-Faktor yang menyebabkan kegagalan terhadap hasil yang dicapai
sekalipun telah dilakukan studi kelayakan bisnis.
1. Data dan infotmasi tidak lengkap
2. Tidak Teliti
3. Salah Perhitungan
4. Pelaksanaan Perkerja salah
5. Kondisi Lingkungan
6. Unsur Sengaja

3. MANFAAT BISNIS
Sudah pasti bahwa pendirian suatu binis atau proyek akan memberikan berbagai
manfaat atau keuntungan terutama bagi pemiliki usaha. Di samping itu, keuntungan dan
manfaat lain dapat pula dipetik oleh berbagai pihak dengan kehadiran suatu usaha.

Berikut keuntungan dengan adanya kegiatan bisnis baik bagi peursahan , pemerintah,
maupun masyarakat antara lain :
1. Memperoleh Keuntungan
2. Membukan Peluang Pekerja
3. Manfaat Ekonomi
4. Tersedia Sara & Prasarana
5. Membukan Isolasi Wilayah
6. Meningkatkan Persatuan & Membantu Pemerataan Pembangunan

4. TUJUAN STUDI KELAYAKAN BISNIS


Intinya agara apabila usaha atau proyek ini dijalankan tidak akan sia-sia atau dengan
kata lain tidak membuang uang , tenaga, atau pikiran secara percuma serta tidak akan
menimbulkan masalah yang tidak perlu di masa yang akan datang.
Paling tidak ada ilmu tujuan mengapa sebelum suatu uasaha atau proyek dijalankan
perlu dilakukan studi kelayakan yaitu :

1. Menghindari Risiko Kerugian


2. Memudahkan Perencanaan
3. Memudahkan Pelasksanaan Pekerjaan
4. Memudahkan Pengawasan
5. Memudahkan Pengendalian

5. LEMBAGA-LEMBAGA YANG MEMERLUKAN STUDI KELAYAKAN


Hasil peniliaian melalui studi Kelayakan ini sangat diperluukan dan dibutuhkan oleh
berbagai pihak, terutama pihak-pihak yang berkepentingan terhadap usaha atau proyek
yang akan dijalanakan.

Adapuan Pihak-Pihak yang berkepentingan terhadap hasil studi kelayakan tersebut


anatar lain.
1. Pemilik Usaha
2. Kreditur
3. Prmerintah
4. Masyarakat Luas, Manajemen

6. ASPEK-ASPEK PENILAIAN BISNIS


Ada beberapa aspek yang perlu dilakukan studi untuk menentukan kelayakan suatu
usaha. Masing-masing aspek tidak berdiri sendiri, akan tetapi saling berkaitan. Artinya
jika salah satu aspek tidak di penuhi , maka perlu dilakukan perbaikan atau tambahan
yang diperlukan.

Secara umum prioritas aspek-asprk yang perlu dilakukan studi kelayakan sebagai
berikut :
1. Aspek hukum
2. Aspek pasar dan pemasaran
3. Aspek Keuangan
4. Aspek teknis/operasi
5. Aspek manajemen / Organisasi
6. Aspek Ekonomi Sosial
7. Aspek damapak lingkuangan
7. TAHAP-TAHAP DALAM STUDI KELAYAKAN BISNIS
Agar tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai , maka sebelum suatu studi dijalankan
perlu dilakukan beberapa persiapan. Kemudian hendaknya, suatu dilakukan mengikuti
prosedur yang berlaku , yaitu mulai dari tahap-tahap yang telah ditentukan.

Tahapan dalam studi kelayakn dilakukan untuk mempermudah pelaksanaan studi


kelayakan dan keakuratan dalam penilaian.

1. Pengumpulan Data dan informasi


2. Melakukan Pengolahan data
3. Analisis data
4. Mengambila Keputusan
5. Memberikan Rekomendasi

BAB 2

ASPEK HUKUM

A. PENGETIAN ASPEK HUKUM


Aspek hukum adalah untuk meneliti keabsahan, kesempurnaan, dan keaslian dari
dokumen sesuai dengan lembaga yang mengeluarkan dan yang mengesahkan dokumrn
yang bersangkutan.

B. JENIS-JENIS BADAH HUKUM USAHA


Jenis badah hukum yang ada di Indonesia sangat beragam mulai dari perisahan
persorang , firma samapi kapada bentuk koperasi. Masing – masing badam hukum
memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri. Kelebihan dan kelemahan dapat dilihat
dari luasanya bidak usaha yang akan dijalankan , modal yang dimiliki, batas tanggung
jawab antara perusahaan.
Dalam praktiknya Janis badah hukum yang ada di Indonesia sebagai berituk :

1. Persorangan
2. Firma (FA)
3. Perseroang Komanditer (CV)
4. Perseroan Terbatas (PT)
5. Perusahaan Negara
6. Perusahaan Daerah
7. Yayasan
8. Koperasi

C. JENIS-JENIS IZIN USAHA


Kegiatan usaha di mana pun selalu memerlukan berbagai dokumen penunjang uasah
beserta izin-izin yang diperlukan sebelum menjalankan kegiatannya.

Dalam praktiknya tedapat beragam izin. Banyakan izin dan jenis-jenis izin yang
dibutuhkan tergantung dari jenis usaha yang dijalankan.
1. Tanda daftar perusahaan (TDP)
2. (NPWP)
3. Izin-izin usaha
4. Sertifikat tanag atau surat berhagara yang dimiliki.
5. Surat izin usaha padagangan
6. (SIUI)
7. Izin usaha tambang
8. Izin usaha perhotelah dan pariwisata.

D. DOKUMEN YANG DITELITI


Bayakanya dokumrn yang akan diteliti sangat tergantung dari jenis usahanya yamg
terpenting adalah urutan prioritas dokumen yang menjadi pokok perhatian.

Secara umum, dokumen yang akan diteliti sehubungan dengan aspek hukum ini
sebagai berikut :
1. Bentuk Badah Usaha
2. Bukti Diri
3. Tanda Daftar Peusahaan
4. Nomor Pokok Wajib Pajak
5. Izin-izin Perusahaan
6. Keabsahan Dokumen Lainnya.

E. PENELITIAN LAPANGAN
Penelitian ke lapangan untuk mengecek kebenara dari data-data atau informasi yang
kita butugkan dan untuk menguji kebenaran dan keabsahaan dokumnen dapat kita
lakukan dengan cara yaitu :
1. Menandatangani sumber informasi yang berhak mengelukan surat atau
dokumen-dokumen
2. Mencari informasi dari laporan , korang majalah atau perputaskann yang
memuat informasi.

Anda mungkin juga menyukai