100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
1K tayangan52 halaman

Strategi Level Support dan Resistance

Dokumen tersebut membahas tentang level dukungan dan resistensi dalam perdagangan, termasuk: (1) sering terjadi beberapa kali pemantulan sebelum terjadi breakout atau reversal, (2) kemungkinan terjadinya reversal di level dukungan dan resistensi sekitar 80%, (3) level dukungan dan resistensi dapat berubah fungsi menjadi yang sebaliknya setelah terjadi breakout, dan (4) beberapa variasi cara menentukan level dukungan

Diunggah oleh

samuel_rumende3895
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
1K tayangan52 halaman

Strategi Level Support dan Resistance

Dokumen tersebut membahas tentang level dukungan dan resistensi dalam perdagangan, termasuk: (1) sering terjadi beberapa kali pemantulan sebelum terjadi breakout atau reversal, (2) kemungkinan terjadinya reversal di level dukungan dan resistensi sekitar 80%, (3) level dukungan dan resistensi dapat berubah fungsi menjadi yang sebaliknya setelah terjadi breakout, dan (4) beberapa variasi cara menentukan level dukungan

Diunggah oleh

samuel_rumende3895
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Levels of Support and Resistance

1. Bridging Sebelum BreakOut

webinar: level of support and resistance. Menit 4.53

 Saat Bullish Trend berusaha untuk Break Out, maka akan terjadi Beberapa Kali Pemantulan
sebelum akhirnya terjadi Break Out. Begitu juga sebaliknya. (Jadi jarang sekali Candle Langung
Reversal atau Langsung Break Out saat mendekati Level SnR)
 Probabilitas terjadinya Reversal dgn SnR Level adalah +- 80%, sedangkan Break out/down adalah +

2. Bridging Sebelum Reverse

webinar: level of support and resistance. Menit 9.45

 Saat terjadi Bullish Price lalu mendekati Resistance Level maka akan terjadi Beberapa Kali Pemantulan
sebelum akhirnya terjadi Revresal Trend
webinar: level of support and resistance. Menit 11.46

 Saat terjadi Bearish Price lalu mendekati Support Level maka akan terjadi Beberapa Kali Pemantulan
sebelum akhirnya terjadi Revresal Trend

3. Mirror Image (SR)

webinar: level of support and resistance. Menit 13.05

webinar: level of support and resistance. Menit 32.00

 Mirror Level terjadi apabila adanya Break Out Price pada Level Resistance lalu berubah menjadi
Support Level (dan sebaliknya). Mirror Level mempunyai Kekuatan Reversal Lebih Tinggi
dibandingkan Level Resistance / Support biasa.
 Semakin sering Mirror/Resistance/Support Level terjadi pemantulan maka Power of Reversal Semakin
Tinggi.
4. Varian Level S&R

webinar: level of support and resistance. Menit 15.05

 Tidak ada cara yg 100% tepat dan benar untuk menentukan Level SnR
 Terdapat 2 Variasi cara untuk menentukan Level SnR. Kebanyakan trader akan memilih cara ke 2 (Body
Candle), tp cara Pertama (Shadow Candle) jg dpt dipertimbangkan. Cara ke 2 lebih sering digunakan
krn lebih akurat, mudah dan jelas terlihat dibandingkan cara ke 1.
 Gambar di Atas adalah Variasi Pertama dgn menggunakan Shadow Candle utk menentukan SnR Level

webinar: level of support and resistance. Menit 15.15

 Gambar di Atas adalah Variasi ke 2 dgn menggunakan Body Candle utk menentukan SnR Level
-
webinar: level of support and resistance. Menit 15.18

 Tidak begitu masalah ingin menggunakan Variasi 1 atau 2 krn SnR Level meliputi Zone, tdk hanya
terbatas pd 1 garis.

webinar: level of support and resistance. Menit 17.23

 Saat terjadi Break Out di Level Resistance maka akan terjadi Dorongan Tambahan Kekuatan utk
Continous Trend (Bisa Retest?) begitu juga sebaliknya pada Level Support. Ini merupakan cara utk
menentukan SnR Level.

5. Ada 3 Pilihan saat Harga mendekati SnR Level:


- Skip Transaksi karena tidak ingin mengambil risiko
- Open Price Reversal, berharap agar dpt Profit (Perlu Konfirmasi Candle)
- Menunggu reaksi Harga/Candle terhadap SnR Level, apabila terjadi Breakthrough maka kita OP
sesuai arah Breakthrough (krn akan mendapatkan tambahan Dorongan/Power)-(Perlu
Konfirmasi Candle).
6. Price Channel (SnR Line Sideways/Uptrend/Downtrend) & Narrowing ½

webinar: level of support and resistance. Menit 22.00

webinar: level of support and resistance. Menit 23.35

 Saat terdapat 2 Horizontal Level Support & Resistance yg berdekatan maka terbentuklah Price Channel. Pa
Price Channel ini kita dpt melakukan OP.
 Salah 1 dari Horizontal Level Support & Resistance ini Lebih Kuat. Terkadang terjadi penyempitan hingga ½
(Narrowing ½ ) dari Price Channel utk mempertahankan salah 1 Level (Gambar di Atas Narrowing kearah
Support Level sehingga terjadi Break Down).
 Narrowing ½ dpt terjadi pd Trend Sideways, Uptrend, Downtrend.
 Setiap Chart Harga pasti memiliki Level SnR (ie. Horizontal Level/Incline Level/Decline Level)

webinar: level of support and resistance. Menit 30.50

 Narrowing jg dapat terjadi pd Uptrend (Incline Price Channel)


 Setelah terjadi Narrowing ½ di area Support, maka terjadi Break Down. (Meskipun secara Psikologis saat
Uptrend maka Level Support > Resistance, namun Kalah dgn Psikologis Narrowing ½ bila terjadi di area
Support)
7. Uptrend Price Channel (SnR Uptrend)

webinar: level of support and resistance. Menit 25.20

 Power (Kekuatan) dari Level Support & Resistance akan berbeda bergantung dari Trend yg sedang
terjadi.
o Saat terjadi Uptrend maka Level Support akan Lebih Kuat dibandingkan Level Resistance. Oleh
karena itu, direkomendasikan OP BUY saat Harga mendekati Level Support (Sesuai Trend)
o Saat terjadi Downtrend maka Level Resistance akan Lebih Kuat dibandingkan Level Support.
Oleh karena itu, direkomendasikan OP SELL saat Harga mendekati Level Resistance (Sesuai Trend)

8.
 Jika Level Support & Resistance Dikonfirmasi dgn TimeFrame yg lebih Tinggi (>5mnt), maka Level SnR
yg terbentuk Kuat/Teruji (Lihat dari Candle yg terbentuk sebelum2nya yg bersentuhan dgn Level SnR
di TimeFrame >5mnt maka TERUJI) . Jadi kita dpt mengkonfirmasi SnR Level dgn menggunakan
TimeFrame >5mnt. Jgn gunakan Timeframe < 5 mnt krn sama sekali tidak akurat atau tdk dpt
diandalkan (Khusus untuk Konfirmasi SnR Level Saja).
 Semakin Banyak terjadi Pantulan pd Level SnR makan akan semakin Kuat/Teruji
 Apabila terjadi Break Down pd Level Support, maka Level Support berganti menjadi Resistance. Begitu
jg sebaliknya.

9. Breakthrough & RETEST


webinar: All about breakthroughs. How to understand it is not false? Menit 17.00

 Break Out/Down (Breakthrough) Dianggap Terjadi bila HC (Harga Closed) Candle terletak di Atas
Resistance Zone atau di Bawah Support Zone.
 Setelah terjadi Breakthrough, Harga kembali mantul kebawah (Support lvl), pergerakan kebawah inilah
disebut dgn RETEST. Setelah itu akan terjadi Dorongan/Power keatas.
 Kapan kita bisa Open Posisi?:
- OP Buy saat HC Candle di Atas Resistance Zone (65%-70% Success)-(Bisa Bias dgn Local
Breakthrough in Higher Timeframe? Jika iya maka gunakan indicator sebagai Signal Konfirmasi selain
Candle dan S&R lvl)
- OP Buy saat RETEST Pertama (Pemantulan Pertama Mirror Image/Support Level)–(95% Success
terbukti Breakthrough/BreakOut)
Note: Hati2 Local Breakthorugh in Higher TimeFrame( Velocity Super Sangat2 Tinggi Sekali dan
Quick Return dgn Kecepatan yg sama Tajam).
Cara antisipasinya selain dari Velocity dan Quick Return adalah buat Timeframe yg lebih tinggi,
kemudian lihat apakah terbentuk 2 Candle dan atau jg 1 or 2 Doji?? (Jika iya maka terkonfirmasi
Local Breakthrough in Higher Timeframe).
- OP Buy saat RETEST ke 2 (Pemantulan Ke-2 Mirror Image). Lebih dpt di Andalkan dibandingkan
RETEST Pertama krn pd RETEST Pertama dpt terjadi Local Breakthrough in Higher Timeframe??
Note: Hati2 dgn Pola Double Top Chart Pattern (Reversal Pattern) krn bisa Breakthrough the Mirror
Image.
- OP Sell saat Candle melakukan RETEST (menuju Support lvl)?? Jika bisa coba dgn Durasi OP 1
menit?
10. Avoid Local Breakthrough

webinar: All about breakthroughs. How to understand it is not false? Menit 20.10

webinar: All about breakthroughs. How to understand it is not false? Menit 21.10

 Ciri2 dari Local Breakthrough:


- Candle yg terbentuk dgn Body Panjang (biasanya body lebih panjang dr candle2 sebelumnya) dan
Pergerakan Pembentukan Candlenya saat Breakthrough Super Sangat2 Cepat Sekali (1-2 detik).
- Kemudian Candle yg terbentuk selanjutnya terjadi Quick Return dgn Kecepatan yg sama Tajam dgn
Candle yg melakukan Breakthrough.
- Terkadang terdapat 1 atau 2 Doji Star diantaranya. Akan tetapi sebagian besar kasus hanya terdiri
dari 2 Candle saja.
- Local Breakthrough merupakan suatu Jebakan yg dpt terjadi pd TimeFrame berapapun.
11. Perpotongan Horizontal Line dgn Incline Price Channel

webinar: All about breakthroughs. How to understand it is not false? Menit 25.10

 Jika Level SnR terkonfirmasi dgn Higher Timeframe maka TERUJI.


Saat kita membuat Horizontal Line di Timeframe 1 jam kemudian kita mengubah Timeframe menjadi 5
mnt tp letak Horizontal Line kurang Presisi  Maka kita dpt mengubahnya mengikuti Timeframe yg
Lebih Rendah agar mendapatkan Pemantulan/Touches Lebih dari Body & Shadow Candle (Semakin
mantul semakin Kuat).
Jadi jika ingin buat Level SnR yg presisi, buatlah dahulu di TimeFrame 1 jam lalu ubah ke Timeframe 5
mnt untuk Mempesisikanya??
 Horizontal Line dapat dibuat tidak hanya pada Trend Sideways, tp jg pd Uptrend (Gbr diatas) dan
Downtrend.
 Jadi Kapan Kita Open Posisi?
- Carilah Trend yg sedang Kuat Naik atau Kuat Turun, kemudian cari perpotongan antara Horizontal
Line (Mirror Image) dgn Incline/Decline Price Line(Channel). Kita dpt Open Posisi saat di
Perpotongannya
 Hati2 setelah pola dr InclinePrice Channel berakhir bisa terbentuk Sideways (Tidak selalu Breakdown –
dari pengalaman Pribadi). Jadi dianjurkan menggunakan Indikator utk konfirmasi.
12. Angka Bulat yg Cantik

webinar: All about breakthroughs.


How to understand it is not false?
Menit 27.30

 Pada Gambar diatas, apabila angka yg ditunjuk berupa Angka Cantik yg Bulat (Kelipatan 50 atau 100)
maka dapat terjadi Reversal. Hal ini terjadi krn Trader lebih sering OP saat Angka Bulat.

13. Scalp Trading


 Tergantung dari Skill anda. Tidak dianjurkan Trading dgn TimeFrame 15s, 1mnt krn Velocity-nya terlalu
tinggi dan terlalu susah untuk diprediksi, oleh karena itu sebaiknya harus punya pengalaman yg tinggi.

14. Double Top/Bottom Chart Pattern

 Syarat Pertama adalah Candle Harus Breakout melewati Resistance Line


 Double Top/Bottom dpt terjadi pd Trend apapun (Sideways, Uptrend, Downtrend)
 Double Top merupakan RETEST dari Resistance Line. Sebaliknya, Double Bottom merupakan RETEST
dari Support Line.
 Double Top/Bottom berdiri sendiri dalam suatu Trend. Mungkin pola puncak/lembah yg terbentuk tdk
selalu simetris dan presisi.
 Hati2 bila terbentuk Double Top/Bottom dgn Volatilitas Sangat Tinggi (Body Candle panjang dan
terbentuk sangat2 cepat), krn itu merupakan jebakan??!!
Youtube: Trading Strategy: How to Trade the Double Top Chart Pattern Like a PRO. Menit 8.45

Youtube: Trading Strategy: How to Trade the Double Top Chart Pattern Like a PRO. Menit 3.25

Youtube: Trading Strategy: How to Trade the Double Top Chart Pattern Like a PRO. Menit 4.15

 Kita dpt Open Posisi Sell saat terbentuk Puncak Ke-2 yg di Konfirmasi dgn Candle Reversal
Pattern. Ini merupakan risiko tinggi (risiko tertinggi ke-3 utk OP pd Double Top Pattern)
Resume Open Posisi Double Top/Bottom Chart Pattern

Youtube: How to Trade the Double Top Pattern. Menit 3.00


 Terdapat 3 Titik Open Posisi Sell dgn risiko yg berbeda:
- Titik High Risk: Harus dikonfirmasi dgn Candle Reversal Pattern
- Titik Medium Risk: Harus dikonfirmasi dgn HC Candle di Bawah Support Lvl (Mirror Image)
- Titik Small Risk: Harus dikonfirmasi dgn Candle Reversal Pattern. Biasanya setelah terjadi reversal
akan terus kebawah. Namun dpt jg melakukan Retest yg ke-2 lalu turun ke Bawah.

 Jika Double Top Pattern tidak berhasil Breakthrough/BreakDown, kemungkinan yg terjadi


selanjutnya adalah:
- Jika terjadi Penembusan Level Resistance maka terbentuklah Flag Pattern (OP BUY)
- Jika terjadi Pemantulan Level Resistance maka terbentuklah Triple Top Pattern
- Jika candle bullish tidak sampai Level Resistance maka terbentuklah Sideways Trend
 Target Penurunan Breakthrough = Tinggi Pattern dari Puncak ke Support Level.
 Jika Gagal Breakthrough lalu terjadi Penembusan Lvl Resistance (Flag Pattern) maka ini
kesempatan utk Open Posisi Buy tp harus dikonfirmasi dgn Pola Candle Continous atau HC diatas lvl
Resistance.
Double Bottom

 Open Posisi Buy di Titik 1 (Medium Risk). Bisa juga Open Posisi di Titik seperti Double Top
Pattern.

15. Triple Top/Bottom Chat Pattern


 Merupakan Reversal Chart Pattern, sehingga harus terjadi pd saat Uptrend
 Dapat terjadi pd Timeframe berapapun.
 Polanya mirip dgn Head & Shoulder Pattern
 Kita dpt Open Posisi Sell sesuai gambar diatas, namun harus dikonfirmasi dgn Pola Candle yg
terbentuk. Apakah tiap titik memiliki Risk yg berbeda (High-Medium-Small. Seperti Double Top Pattern)?
Ya!

 Biasanya Target Penurunan Breakthrough = Tinggi Pattern dari Puncak ke Support Line (Namun
dpt jg melebihi ataupun kurang dr target). Setelah sampai target dpt terjadi Reversal ataupun Continous
Trend.

Youtube: Triple Top Stock Chart Pattern (Reversal) & How to Trade It: Technical Analysis Ep 212. Menit 4.4

Triple Top Stock Chart Pattern (Reversal) & How to Trade It: Technical Analysis Ep 212. Menit 8.15
 Hati2 terkadang terdapat Bounce sebelum terjadi Breakthrough, oleh sebab itu perlu dikonfirmasi
lg dgn Indikator (selain Candle dan S&R Lvl)
 Kita bisa melakukan Open Posisi sesuai dgn Gambar di Atas.

Youtube: Triple Top Stock Chart Pattern (Reversal) & How to Trade It: Technical Analysis Ep 212. Menit 10.00

 Gambar di Atas menunjukkan Pola Triple Top Bottom yg terjadi 2 Kali.

16. Head & Shoulder Chart Pattern

 Merupakan Pattern Reversal dari Bullish menjadi Bearish


 Salah 1 Pattern Reversal yg Paling dpt Diandalkan.
 Kebalikan dari pola ini adalah Inverse Head & Shoulders atau Head & Shoulders Bottom
(Reversal Pattern in a Downtrend)
Youtube: Head and Shoulders Pattern (Trading Strategy). Menit 2.55

Ussualy Big Mistake:


 Jgn selalu berpikir Trend akan Reverse apabila muncul pola H&R Pattern. Yg paling penting
kita nilai adalah Strong (Long Body Candle) & Duration (Long Period of Time) Trend
 Misalkan Durasi Uptrend yg terbentuk Hitungan Beberapa Jam, namun Pola H&S yg
terbentuk hanya Hitungan Menit. Maka Trend Reversal cenderung tidak terjadi dan Harga
akan Continous Trend.

Youtube: Head and Shoulders Pattern (Trading Strategy). Menit 4.40

 Gambar di Atas memperlihatkan H&S Pattern dgn bagian Shoulder kiri dan kanan
masing2 mempunyai 2 Peaks.
Varian H&S Pattern

Youtube: Head and Shoulders Pattern (Trading Strategy). Menit 6.15

 BiuldUp/Bounce? merupakan Tight Consolidation, yaitu perubahan market dari Volatilitas


Rendah  Volatilitas Tinggi. BuildUp termasuk dlm Volatilitas Rendah. Dari Periode
Volatilitas Rendah dpt berubah menjadi Volatilitas Tinggi, oleh krn itu saat terjadi
Breakthrough maka Volatilitas menjadi Tinggi.
 Gambar di Atas Kanan menunjukkan H&S Pattern yg terjadi setelah Uptrend (Not Strong
Uptrend) dgn Durasi yg tidak panjang. Sedangkan H&S Pattern terjadi dgn Durasi yg
Cukup Panjang. Jadi maksudnya adalah utk Avoid the Ussualy Big Mistake (H&S Durasi
singkat yg terjadi setelah Strong Uptrend+Durasi Lama=Tidak Reversal)
 Gambar di Atas Kiri dan kanan merupakan Varian Ke-1 dari H&S Pattern yg membentuk
Buildup/Bounce? sebelum akhirnya Breakthrough.
--
Youtube: Head and Shoulders Pattern (Trading Strategy). Menit 7.55

 Pada Varian First Pullback, kita dapat OP SELL sesuai dgn Gambar di Atas yaitu saat terjadi
High.
 Pada Gambar Kanan Atas adalah contoh H&R Pattern yg Tdk Presisi.

Youtube: Head and Shoulders Pattern (Trading Strategy). Menit 9.35

 Pada Varian RETEST, kita dapat OP SELL sesuai dgn Gambar di Atas, harus terbentuk
Candle Reversal dan Touch Resistance Lvl dahulu baru OP SELL. (Indikator Candle dan
S&R)-(kalau tdk menunggu terbentuknya candle reversal  Hanya menggunakan
Indikator S&R
 Gambar di Atas Kanan adalah Contoh H&S Pattern yg Tdk Presisi.
Head & Shoulder Pattern Reversal

17. Flag Pattern (Perlu indicator SMA jd pelajari dan cek ulang sumbernya)
 Merupakan Continuation Pattern. Mengindikasikan Trend utk Pausing rather than Reverse.
 Mirip dgn Pennant Pattern, perbedaanya terletak pd bagian Body. Dpt terjadi pd Timeframe
berapapun.
 Dalam menginterpresikannya merupakan penilaian yg Subyektif.
 Dpt menjadi bagian dari Reversal Pattern saat setelah terjadi Breakthrough (Double Top/Bottom,
Triple Top/Bottom, H&S, Inverted H&S dll)
 Kita dpt melakukan Beberapa OP SELL/BUY setelah terjadi Breaktrough, krn Trend Cenderung
Continous-Correction-Continous-Correction dst.

 Terdapat 3 Fase dlm pembentukkan Flag Pattern:


- Fase Trending Up/Down: Pembentukkan bagian Tiangnya (Strong/Body Candle Panjang). Bullish
hingga mencapai Little Resistance Line, Vice Versa (bisa tanpa S&R Line??)
- Fase Correction/Consodilation (Low Volatility): Pembentukkan bagian Body (Flag), dpt berbentuk
mendekati Horizontal atau Horizontal.
- Fase Breakthrough (OP BUY/SELL)-(High Volatility): Candle bergerak Continous.

Youtube: Flag Pattern Trading Strategy: A Simple But Powerful Chart Pattern That Works. Menit 1.15

 Gambar di Atas adalah Contruction dari Flag Pattern


Youtube: Flag Pattern Trading Strategy: A Simple But Powerful Chart Pattern That Works. Menit 2.05

Youtube: Flag Pattern Trading Strategy: A Simple But Powerful Chart Pattern That Works. Menit 3.50

 Kita dpt melakukan Trade saat setelah terjadi Breaktrough dan membentuk Flag Pattern (Failed
Double Top Pattern).
 Pada Failed Double Top Pattern ini knp bisa terbentuk Flag Pattern setelah terjadi Breakthrough
krn Para Trader yg Missed OP (saat terjadi Breaktrough), mereka tidak ingin ketinggalan Moment Trading.
Karenanya setelah terbentuk Flag Pattern, Para Trader yg Missed akan beramai-ramai melakukan Open
Posisi.

Youtube: Flag Pattern Trading Strategy: A Simple But Powerful Chart Pattern That Works. Menit 5.30

 Gambar di Atas contoh Cara OP SELL setelah Breakthrough Support Line.


Youtube: Flag Pattern Trading Strategy: A Simple But Powerful Chart Pattern That Works. Menit 5.45

 Gambar di Atas Cara OP SELL Berurutan setelah Breakthrough Support Line.


 BEST OP SELL adalah SAAT FIRST BREAKTHROUGH!!! (FIRST FLAG PATTERN)

Youtube: Flag Pattern Trading Strategy: A Simple But Powerful Chart Pattern That Works. Menit 5.45

 BEST OP SELL adalah SAAT FIRST BREAKTHROUGH!!! (FIRST FLAG PATTERN)


 Rissing Window dpt menjadi bagian dari Tiang (Flag Pattern)
Youtube: Flag Stock Chart Pattern (Continuation): Technical Analysis Ep 220. Menit 4.40

 Gambar di Atas menggambarkan Panjang Target dari Flag Pattern. Biasanya Panjang Target
terhitung 2x dari Awal Breakout., namun bisa lebih atau bisa kurang dari Target.
 Gambar di Atas menggambarkan Varian dari Flag Pattern. Setelah terjadi Breakthrough, Candle
dpt melakukan RETEST (Pemantulan) kemudian terjadi Bullish kembali.
 Ukuran Body Flag bisa bervariasi tergantung dari seberapa Strong & Duration dari Trend
sebelumnya. Semakin Strong & Duration of the Trend, Body Flag semakin Kecil, Vice Versa.
 Jd Pertanyaanya OP BUY saat keluar dari Resistance Level yg Horizontal atau Resistance Level yg
Miring ke bawah (sesuai body Flag)??? Jawabannya Resistance Level yg Miring ke Bawah!
Youtube: Flag Stock Chart Pattern (Continuation): Technical Analysis Ep 220. Menit 7.50

 Gambar di Atas contoh dari cara OP BUY.

18. Pennant Pattern (Perlu indicator SMA jd pelajari dan cek ulang sumbernya. Baca di
[Link])
 Pennant Pattern merupakan Continuation Pattern setelah terjadi Correction.
 Dapat ditemukan pd Timeframe berapapun.
 Mengenali Pattern dan Tradingnya lebih mudah dibandingkan Triangle Pattern. Bentuknya
lebih ramping dibandingkan Triangle Pattern.

 Terdapat 3 Fase dlm pembentukkan Pennant Pattern:


- Fase Trending Up/Down: Pembentukkan bagian Tiangnya (Strong/Body Candle Panjang). Bullish
hingga mencapai Little Resistance Line, Vice Versa (bisa tanpa S&R Line??)
- Fase Correction/Consodilation (Low Volatility): Pembentukkan bagian Body, dpt berbentuk diatas
Horizontal atau lebih sering di bawah Horizontal.
- Fase Breakthrough (OP BUY/SELL)-(High Volatility): Candle bergerak Continous setelah
Breakthrough, biasanya terjadi di Ujung Body Pennant. Panjang Breakthrough (Target) biasanya
2x dari Panjang Tiang.
 Cara mudah utk mengidentifikasi Pattern ini adalah pertama x dgn melihat Tiangnya, lalu
bodynya.
 Pennants berguna dalam kasus di mana kita telah melewatkan gelombang pertama dr Trend
tetapi masih ingin Open Posisi di beberapa Trend ke atas yang tersisa.

Youtube: Pennant Stock Chart Pattern (Continuation) & How to Trade it: Technical Analysis Ep 218. Menit 5.50

 Pd gambar di Atas, Terdapat Variasi dari Pattern ini yaitu dgn melakukan RETEST setelah Breakthro

Youtube: Pennant Stock Chart Pattern (Continuation) & How to Trade it: Technical Analysis Ep 218. Menit 8.30
 Kedua gambar di Atas merupakan Contoh Open Posisi pada Pennant Pattern
 Target dari Continuation (setelah Breakthrough) biasanya 2x dari Panjang Tiang. Namun bisa jg lebi
ataupun kurang dari Target. Biasanya Rally yg Accelerasinya Tinggi akan berakhir sebelum mencapai Targe
(Out of Gass).

Youtube: Pennant Stock Chart Pattern (Continuation) & How to Trade it: Technical Analysis Ep 218. Menit 9.10

 Gambar di Atas Salah satu contoh dari Pennant Pattern yg sulit di Kenali.

Youtube: Tips for Trading the Pennant Chart Pattern. Menit 4.50
 Gambar di Atas adalah Salah satu Variasi Pennant Pattern sebelum terjadi Breakthrough. (False
Breakdown)

19. Triangle Pattern (Perlu menggunakan SMA, Baca di [Link])


 Pattern ini sangat Mutlak mengunakan SMA. Menggunakan Longger Periode SMA is the best,
setidaknya lebih lama dari Panjang Body Candle Pattern
 Karakteristik Triangle Pattern berdasarkan Orientation:
- Ascending Triangle: Continuation Bullish in Uptrend
- Segitiga simetris: Netral/Continous (Brief Correction)-(Single Triangle Pattern), tp dapat
Reversal saat di Puncak Uptrend atau Lembah Downtrend (dgn Group of Triangle Pattern)
- Descending Triangle: Continuation Bearish in Downtrend
 Pada Sebagian besar kasus, Triangle Pattern merupakan petunjuk Kuat terjadinya Continuation
ketimbang Reversal, kecuali atypical case.
 Atypical Case: Case yg menandakan terjadinya Reversal. Contohnya: Ascending Triangle in
Downtrend atau Descending Triangle in Uptrend.

 Ini adalah contoh dari Atypical Case: Ascending Triangle in Downtrend diikuti Descending
Triangle in Downtrend kemudian Asymetrical Triangle lalu Trend Reversal. Ascending Triangle secara
psikologi menggambarkan kegagalan dari Bullish Breakout dan menandakan jg bahwa Trader Bullish
sedang membangun kekuatannya namun gagal. Setelah terbentuk Symetrical Triangle terjadi Breakout
(OP BUY). Jgn menggunakan Single Triangle Pattern sebagai Reversal Pattern, Gunakanlah Group
of Triangle Pattern (Atypical Case + Symetrical Pattern). Kecuali Continous Pattern, kita bisa
menggunakan Single Triangle Pattern.
 Gambar di Atas contoh dari Atypical Case. Descending Triangle in Uptrend diikuti
pembentukkan Symetrical Triangle (Reversal Pattern)-(Group of Triangle Pattern as Reversal =
Atypical Case+Symetrical Triangle)

 Triangle Pattern mirip dgn Pennants dan Wedges Pattern. Pennant Pattern memerlukan Tiang,
sedangkan Wedges kemiringannya lebih tajam.
 Dpt terjadi pd Timeframe berapapun, namun Pattern is more reliable pd Timeframe lebih lama.
 Kita dpt Single Open Posisi atau Split Open Posisi.
 Triangle Pattern sangat bermakna digunakan pd Uptrend & Downtrend. Sideways agak susah?

 Gambar di Atas menunjukkan Group of Triangle in Lembah Downtrend. Pattern pertama adalah
Descending Triangle kemudian diikuti oleh Symetrical Triangle dgn Body jauh lebih besar diantara yg lain
(umum terjadi krn volatilitas biasanya melebar saat mendekati Lembah Downtrend/Puncak Uptrend). Pd
bagian akhir terbentuk Ascending Triangle di pergantian pergerakan Bullish (konfirmasi Reversal), saat
inilah kita dpt OP BUY (HC Candle di Atas Resistance Line dr Ascending Triangle) krn risiko rugi rendah.
 Volatility Akan Melebar/ High Volatility (Terbentuk Symetrical Triangle Body Lebar) apabila
mendekati Puncak Uptrend atau Lembah Uptrend, kemudian terjadi Reversal
 Gambar di Atas adalah Symetrical Triangle di Puncak Uptrend sebagai Reversal Pattern. Pattern
ini sering muncul di Puncak Uptrend dan di Lembah Downtrend (menandakan Trend sedang melemah
dan cenderung Reversal). Saat melihat Symetrical Triangle di Puncak Uptrend/Lembah Downtrend,
lihatlah petanda Konfirmasi lain (Candle, Group of Triangle, S&R, Indikator SMA & Stocastic Isolator)

 Pola ini dpt digunakan sebagai Single Triangle (Continuation Only)-(ie. Ascending Triangle in
Uptrend = Continuation Pattern, Vice Versa) atau Grup of Triangle (Reversal Pattern = Atypical Case +
Symetrical Triangle) (ie. Ascending Triangle in Downtrend + Symetrical Triangle = Reversal Pattern,
Vice Versa).
 Utk Reversal Pattern tdk disarankan hanya menggunakan Single Triangle (ie. Ascending Triangle
in Downtrend), tp disarankan utk menunggu signal lain seperti munculnya Symetrical Triangle Pattern.
Single Triangle utk Continues Tend Bisa?? Jawabannya Ya Bisa!

 Gambar di atas adalah Ascending Triangle in Uptrend, menandakan Continuation Pattern.


Apakah OP BUY harus dgn durasi lama? Karna di gambar terlihat Strong Bullish setelah terbentuk
Ascending Pattern.
 OP hanya jika terjadi Breakthrough setelah Triangle Pattern selesai terbentuk (Tip of Triangle)
 4 UTAMA YG DINILAI DARI PATTERN INI:
- ORIENTATION (Sudut yg dibentuk Center line Triangle)
Membantu dlm menentukan klasifikasi Triangle (Ascending, Symetrical, Descending) dan
menentukan arah Harga setelah terbentuk Pattern.
- DEPTH/BODY (Volatilitas Harga yg menyusut)
Merupakan ukuran Pattern utk menentukan prognosis dari Fungsi Pattern (Continous/Reversal).
Semakin lebar maka kemungkinan Continous/Reverse semakin besar (Sesuai Orientation dan
Trend).
- TREND
Bersama dgn Triangle Patttern utk membantu menentukan arah Candle selanjutnya
Semakin Kuat Trend maka kemungkinan Cont. semakin besar dan kemungkinan Revr. semakin
kecil, Vice Versa.
- GROUP OF TRIANGLE
Kumpulan Triangle Pattern dpt saling sinergis dlm memberikan signal. Terkhusus Reversal
Signal (Atypcal Case + Symetrical Triangle)

 Hati2 dalam membedakan Ascending Triangle (continuous) dgn Triple Top (reversal),
biasanya Triple Top memiliki Support level lebih Flat.
 Peluang OP muncul saat terjadi perubahan Volatilitas Rendah  Volatilitas Tinggi
 Lebih baik kita OP Beruntun (Split Entry) utk meminimalisir kerugian akibat Breakout Reversal

Symetrical Triangle

 Symetrical Triangle termasuk Pattern yg paling membingungkan dan paling susah di Trading
diantara Ascending dan Descending Triangle.

 Gambar di Atas terjadi Consolidation (Volatilitas Menurun hingga ke ujung segitiga).


 Pd Pattern ini Garis Resistance & Support membentuk kemiringan yg sama (Mirror) hingga
bertemu di 1 titik. Berbeda dgn Ascending dan Descending yg membentuk Flat di salah 1 tepinya.
 Pola di atas mirip dgn Pennant Pattern (harus ada Tiang dan body lebih ramping dan pendek)
 Symetrical Pattern umum dijumpai:
- Puncak Uptrend (Reversal)
- Lembah Downtrend (Reversal)
- Area terjadinya Koreksi/Inflection Area (Continuation)
 Pola ini sedikit lebih baik dlm memprediksi Continuation. Karena itu cara termudah utk Trade pd
Symetrical Triangle adalah dgn Continuation Breakout (Area Koreksi). Reversal Pattern yg terjadi di
Puncak Uptrend/Lembah Downtrend bukan merupakan Signal yg Kuat dan sedikit lebih rumit. Namun
apabila terjadi Reversal, ini merupakan tanda awal dari sebuah Uptrend/Downtrend (bisa Profit
beruntun) sehingga layak utk di Tunggu.

 Gambar di Atas Contoh dari Symetrical Triangle yg terjadi di area Koreksi/Inflection area. Terjadi
continuation pd pergerakan harga.

Youtube: Symmetrical Triangle Stock Chart Pattern: Technical Analysis Ep 216. Menit 8.50

 Gambar di Atas merupakan contoh dari OP pd Symetrical Triangle (Continous).


 Terdapat Variasi setelah terjadi Breakout yaitu dpt membentuk Restest.
 Target dari Panjang Breakout sesuai dgn kedalaman Triangle.
 Setelah terjadi Continous Breakout, dpt terjadi Reversal dgn membentuk Pola Double/Triple
Top (Bullish Cont) / Bottom (Bearish Cont), H&S, Inverted H&S dll).

Youtube: Symmetrical Triangle Stock Chart Pattern: Technical Analysis Ep 216. Menit 10.05

 Gambar di Atas merupakan contoh dari Symetrical Triangel Pattern (Continous) di Area Koreksi.

Youtube: Symmetrical Triangle Stock Chart Pattern: Technical Analysis Ep 216. Menit 11.45

 Gambar di Atas merupakan contoh dari Symetrical Triangel Pattern (Continous) di Area Koreksi.
 Secara teori umumnya Target Profit = Depth Triangle, namun bisa lebih ataupun bisa kurang dr
target

Ascending Triangle Pattern


 Ciri khas dari Pattern ini adalah memiliki Resistance Level yg Flat. Jika tepi atas deviasi jauh ke
Atas maka merupakan Rissing Wedge Pattern.
 Pattern ini secara klasik adalah Continous Trend, namun Rising Wedge Pattern (Fase Kelelahan)
adalah Reversal Pattern. Jadi harus hati2 dlm membedakan kedua Pattern ini.
 Cara mudah dlm mencari Triangle Pattern adalah dgn mencari area dimana Volatilitas Menurun
secara mengerucut. Harga mantul di kedua tepi sisinya, jgn hanya di tengah2nya saja.
 Terdapat 2 bentuk klasifikasi dari Ascending Triangle Pattern:
1. Muncul sebelum Strong Bullish Breakout (Sering dijumpai di Uptrend)

2. Reguler Continuation Pattern


 Direkomendasikan Open Posisi Hanya Saat terjadi Breakout pd Tepi Atas Horizontal.
Breakout terjadi saat di ujung atau mendekati ujung Segitiga. Breakout jg sangat bergantung dari pola
candle yg terbentuk, jika yg terbentuk memiliki Pola Candle (ie. Bullish Engulfing) maka ini sinyal yg
bagus. Jika tdk maka Breakout-nya dipertanyakan. Selain itu kita jg bisa menggunakan Indikator SMA.
Menggunakan SMA dgn Longer Periode is the Best, setidaknya Lebih Lama dr Lebar Maksimum Triangle
Pattern.
 Harus waspada jg terhadap Pembentukan Level Support & Resistance.
 Hati2 terhadap Double/Triple Top Pattern krn mirip dgn Ascending Triangle Pattern. Biasanya
Triple Top Pattern mempunyai Support Level yg cenderung Flat. Triple Top = Reversal Pattern,
Ascending Triangle = Continous Pattern.

Youtube: Ascending Triangle (Continuation) Stock Chart Pattern: Technical Analysis Ep 222. Menit 9.05

 Gambar di Atas Contoh dari Varian Ascending Triangle saat terjadi Breakout melakukan Retest.
Dpt OP Buy apabila kita Missed OP di Kesempatan awal/Classic Breakout.
 Saat terjadi Bad Economic News (Fundamental Technic), bisa terjadi Failed Ascending Triangle
Pattern sehingga Gagal Continous, maka akan terjadi Reversal Breakdown (Manfaatkan OP SELL).
Youtube: Ascending Triangle (Continuation) Stock Chart Pattern: Technical Analysis Ep 222. Menit 7.50

 Gambar di Atas contoh dari Ascending Triangle Tipe 1 (Muncul sebelum Strong Bullish
Breakout)
 Gambar di Atas mirip dgn Double Top Pattern, harus teliti dlm membedakannya. Perbedaan
terletak pd Posisi Support Level-nya. (Ascending Triangle Support Lvlnya Deviasi ke Atas)

Youtube: Ascending Triangle (Continuation) Stock Chart Pattern: Technical Analysis Ep 222. Menit 9.25

Youtube: Ascending Triangle Chart Pattern (Trading Strategy). Menit 8.10


 Kedua gambar di Atas adalah contoh dari Ascending Triangle (Tipe 2) in Uptrend (Regular Cont.
Pattern)
 Disarankan menggunakan Indikator SMA Periode 20 atau 50!!?

Youtube: Ascending Triangle Chart Pattern (Trading Strategy). Menit 3.35

 Gambar di Atas merupakan psikologis terbentuknya Ascending Triangle Pattern. Merupakan


Continous Pattern krn Bullish Trader membangun kekuatan dgn membuka harga lebih tinggi disetiap titik
Support (Higher Low the Support Level). Sementara Trader Bearish berusaha mempertahankan di level
resistance (Flat Resistance) beberpa kali namun akhirnya Breakout.
Descending Triangle Pattern
 Saat ingin OP SELL, hal pertama yg perlu dipastikan adalah harus terjadi Downtrend, karena
Bearish Descending Triangle muncul sebagai koreksi/konsolidasi pd Mayor Trend. Periksa jika terdapat
Support Level diBawahnya, bila ada maka Danger krn bisa Failed Cont Pattern.
 Hati2 saat Strong Bearish Trend turun jauh krn ini dpt pertanda terjadi Pull Back. Maksudnya??
 Lebih baik OP SELL saat awal atau pertengahan dari DownTrend krn risiko reverse berkurang.
 Saat ingin melakukan OP SELL, pastikan Pattern selesai terbentuk kemudian tunggu hingga
Closing Candle terbentuk diBawah garis Support Flat

Youtube: Descending Triangle Stock Chart Pattern: Technical Analysis Ep 208. Menit 7.30

 Gambar di Atas contoh dari Descending Triangle Pattern.


 Terdapat Varian Breakdown dgn melakukan Retest (OP SELL)
 Apabila terjadi Bullish Breakout, maka kemungkinan pola yg terbentuk bukanlah Descending
Triangle, melainkan Double/Triple Bottom (Reversal Pattern)
Youtube: Descending Triangle Stock Chart Pattern: Technical Analysis Ep 208. Menit 8.10

20. Wedge Patern

Rising Wedge Pattern (Bearish Signal)


 Rising Wedge Pattern sangat umum dijumpai pd chart Forex.
 Dapat terjadi pd Timeframe berapapun, namun more reliable in longer periods.
 Pattern ini terdiri dari 2 bentuk yaitu Reversal dan Continuation (Keduanya Bearish Signal)

 Gambar di Atas menunjukkan Pattern dgn struktur Higher High & Higher Low, secara otomatis
akan membentuk Lvl Support dan Resistance keduanya miring ke Atas.
Hati2 membedakannya dgn Ascending Triangle Pattern, perbedaanya terletak pd lvl Res. Flat+Supp.
Upslooping dan Bullish Cont. (pd Ascending Triangle Pattern).
 Bagaimana membedakan Rising Wedge Reversal dgn Continuation?
- Karakteristik yg dimiliki Keduanya (Cont.&Rev.):
o Upslooping Support & Resistance Line
o Upper & Lower Line membentuk Konvergen meskipun tdk berakhir pd 1 titik di ujungnya.
- Katekterisitk Continuation:
o Terjadi pd Bearish Trend (Downtrend)
o Pattern terbentuk sebagai Small Correction (against the Trend), sehingga terbentuk dgn
cepat dan pendek/simple (seperti Flag Pattern dan Pennants Pattern).
- Karakteristik Reversal:
o Terjadi pd Bullish Trend (Uptrend)
o Trend yg Bullish akan Konvergen/Mengerucut lalu Reversal
o Biasanya Pattern yg terbentuk tdk secepat dan sependek Cont. Pattern, pola yg terbentuk
lebih besar dan kompleks.

 Gambar di Atas adalah contoh dari Target Breakdown yg terbentuk susuai dgn kedalaman
Wedge Pattern.
 Cara OP SELL pd Pattern ini adalah dgn mengkonfirmasi sinyal Breakdown yg dilakukan oleh
Closing Candle, jauh lebih bagus apabila terbentuk Bearish Formation Candle (ie. Bearish Engulfing Candle)

 Hati2 terhadap pembentukkan False Breakout (Retest new Resistance several times). Hal ini
sangat umum terjadi dan dpt menyebabkan kerugian. Ada 2 cara untuk meminimalisir kerugian, Yaitu kita
dpt menggunakan Split OP atau menunggu Breakout pd Pantulan Support Lvl sebelumnya (Breakout
Previous Support Level)

 OP saat Reversal Pattern merupakan Peluang yg sangat baik jika dibandingkan OP saat Cont.
Pattern. Karena Breakdown pd Rev. Pattern akan cenderung Bearish dgn sangat cepat.
 Gambar di Atas merupakan contoh dari Rising Wedge Reversal Pattern (Garis kuning
putus2).
 Trend mengerucut/konvergen sehingga membentuk Rising Wedge Pattern. Setelah itu
terjadi False Breakdown dgn melakukan Retest pd New Resistance kemudian Harga
kembali Bearish dgn cukup panjang hingga membentuk Bearish Flag Pattern
(Corresction), lalu harga kembali Bearish dgn sangat panjang.

 Gambar di Atas merupakan contoh dari Rising Wedge Continous Pattern.


 Trading OP SELL pd Rising Wedge Cont. akan lebih sulit ketimbang Rev Pattern krn
akan rumit menentukan ujung/akhir dari pattern sehingga akan sulit menentukan
kapan Breakdown terjadi.
 Pd Gambar di Atas terjadi Breakout pd Res. Lvl (False Breakout) namun pd akhirnya
kembali Bearish panjang.
Summary
 Ketika melihat Rising Wedge Pattern maka ini Bearish Signal.
 Karakteristik Khas-nya adalah Tepi Atas dan Tepi Bawah harus miring ke Atas (Upslooping) dan
Konvergen.
 Trading OP pd Reversal Pattern cenderung lebih mudah dibandinglan pd Cont. Pattern. Krn saat
breakdown akan terbentuk momentum percepatan Bearish sedangkan pd Cont Pattern akan sulit
menentukan ujung/akhir dr Pattern.
 Reversal Pattern muncul saat Uptrend, sedangkan Continous Pattern muncul saat Downtrend
sbg Brief Correction.

Youtube: Rising Wedge. Menit 4.30

 Gambar di Atas contoh dari Rising Wedge Pattern


 Karakteristik dari Pattern ini adalah minimal terbentuk 2x pemantulan masing2 pd Lokal
Resistance dan Supportnya.
 Terdapat beberapa Tanda Konfirmasi Penting bahwa terjadi Reversal Pattern:
- Breakdown dari Indikator MA 20 & 50 (Ungu) oleh Candle
- Breakdown dari Support Lvl oleh Candle
- Terjadi Retest 2x pada Indikator MA (Biru) oleh Candle
- Breakout Ter-Aman adalah setelah melewati Pantulan Support Lvl Sebelumnya (Hijau) krn dpt
mencegah False Breakout seperti Retest the New Resistance atau Restest MA Indicator.

 Rising Wedge Pattern merupakan Pola yg paling susah dikenali dan paling susah di Trading.
 Pola dgn karakteristik Higher High & Higher Low sering membuat Trader terkecoh bahwa akan
terjadi Continuation, padahal merupakan Bearish Signal.
Falling Wedge Pattern
 Pattern ini merupakan Bullish Signal.
 Pattern ini cukup umum dijumpai di Timeframe berapapun.
 Pattern ini terdiri dari 2 bentuk:
- Continous Pattern in an Uptrend as a small Correction
- Reversal Pattern in a Downtrend
 Pola ini sangat mirip dgn Pola Segitiga lainnya seperti Pennants dan Triangle Pattern. Wedge
Pattern dgn durasi yg pendek biasanya lebih memungkinkan disebut Pennant Pattern. Namun hal ini tdk
begitu penting krn Falling Wedge dan Pennant Pattern (Cont. Pattern) keduanya merupakan Bullish
Signal.

 Pattern ini membentuk Lokal S&R sebagai Lower High & Lower Low (Downslooping) yg
mengerucut pd ujungnya meskipun tidak harus bertemu di 1 titik. Jd sulit utk menentukan kapan
Breakout-nya.

Continous Pattern
 Utk Trading Continous Pattern, kita harus pastikan berada pd Uptrend. Kita dpt menggunakan
indicator SMA, misalkan panjang pattern 20 Bar maka gunakan SMA 40 sebagai guide.
 Pada Pattern ini akan terjadi Small Correction ke Bawah dr Uptrend (sama dgn Pennants dan
Ascending/Symetrical Triangle Pattern). Jika terjadi Correction >1/3 panjang Trend, mungkin akan
terjadi Failed Pattern.

Reversal Pattern
 Pertama kita harus pastikan berada pd Downtrend.
 Polanya harus lebih besar dan lebih jelas dari Pola Cont.
 Area dari Trend harus mengerucut kebawah hingga ujung meskipun tidak bertemu di 1 titik

Summary
 Falling Wedge Pattern mirip dgn Triangle dan Pennant Pattern, cara OP mereka bertiga jg
serupa yaitu saat setelah Breakout lalu terbentuk small Correction

Youtube: Rising Wedge. Menit 5.10


21. Cup & Handle Pattern (Bullish Signal)
 Pola ini merupakan Bullish Signal. Pola dpt muncul pd Uptrend (as Continutaion Signal) dan
Downtrend (as Reversal Signal)
 Lawan dari pola ini adalah Bearish/Inverted Cup & Handle Pattern.

 Pola ini dimulai dgn Bearish Price yg secara bertahap Reverse menjadi Bullish Price
(membentuk rounded bottom/U shape). Awal dari Bearish Price dan Akhir dari Bullish Price
membentuk Level yg kurang lebih sama (Perbedaan sedikit antara ke-2 puncak dpt diterima).
Kemudian terbentuk Handle dgn Small Bearish Price (pd kebanyakan kasus Handle yg dibentuk
membentuk Small Decline Price Channel). Handle yg terbentuk tdk harus menyentuh Previous
Resistance (permulaan pola). Handle biasanya mencapai titik tengah dari ketinggian Cup, namun dpt jg
sedikit kurang atau lebih dari titik pertengahannya.

 2 Hal yg perlu dinilai dari Cup & Handle Pattern:


o Length: Umumnya bentuk Cup with Longer shaped menandakan Semakin Kuat Sinyal.
o Depth: Cup with Shallow/Dangkal shaped merupakan Sinyal yg Kuat, sebaliknya Cup yg terlalu
Dalam kurang bisa di Andalkan. Hindari jg Handle yg pembentukkan awalnya terlalu
Rendah/Dalam (Weak Signal), krn Handle harus terbentuk di Puncak dari Pattern.
Youtube: Cup and Handle Stock Chart Pattern: Technical Analysis Ep 204. Menit 6.10

 Pd Gambar di Atas kita bisa OP BUY di 2 titik. Namun di Titik Breakout Handle Support lebih
berisiko krn bisa terjadi Retest dan juga bisa Berlanjut terus Delcine Price Channel-nya?

 Pola ini mempunyai 2 target ketinggian, Yaitu Target dari Breakout Decline Resistance Handle &
Target dari Breakout Resistance Cup
 Pd gambar di Atas contoh dari Breakdown dr Incline Support Line (Bearish Price, Variasi
Pattern atau Failed Pattern?). Kita dpt OP SELL saat terjadi Breakdown seperti gambar di Atas!? (Sumber
dari Website Indonesia)

Youtube: Cup and Handle Stock Chart Pattern: Technical Analysis Ep 204. Menit 7.30

 Gambar di Atas contoh dari Cup & Handle Pattern dgn Durasi yg sangat panjang dan Dangkal
menandakan Sinyal yg Kuat.
 Area yg dilingkari merah  Bisa saja terjadi Sideways (Tdk Breakout Res. lvl) dan menandakan
Failed Pattern
Bearish Cup & Handle Pattern
 Pola ini merupakan Bearish Signal. Pola dpt muncul pd Uptrend (as Reversal Signal) dan
Downtrend (as Continuation Signal)

 Pola ini dimulai dgn Bullish Price yg secara bertahap melambat lalu Reverse menjadi Bearish
Price (membentuk inverted Cup). Bagian Handle membentuk Small Incline Channel. Setelah Harga
Breakdown the Handle, terjadi Pergerakkan Bearish yg signifikan.
 Pola ini jg membentuk 2 Target ketinggian (Target Cup & Handle) sama dgn Bullish Cup &
Handle Pattern

 Gambar di Atas menunjukkan terdapat 2 peluang utk OP SELL, yaitu saat Breakout Handle
Support Line dan Breakout Cup Support Line. Namun lebih aman OP SELL saat Breakout Cup Support
Line (Classic Way) krn di Handle Signal dpt terjadi Retest atau berlanjut membentuk Inlcine Price
Channel.
Conclusion
 Cup & Handle Pattern is a Bullish Signal, Inverted Cup & Handle is a Bearish Signal
 Pattern ini sangat cocok utk Trader yg Penyabar (Kayak Samuel Rumende) krn membutuhkan
waktu yg lama utk pembentukkanya tp layak ditunggu krn Very High Success Rate? (sama kayak
rounding bottom pattern?)-(namun pattern-nya jarang?)
 Pattern teridri dari 2 bagian:
o The Cup: Bearish Price yg secara bertahap melambat dan Reverse menjadi Bullish Price
o Handle: Small Bearish Channel yg terbentuk setelah pola Cup, dan berakhir di sekitar Titik
Tengah Kedalaman Cup.
 Kita dpt OP BUY di 2 Titik, Yaitu saat Breakout Handle Resistance Line & saat Breakout Cup
Resistance Line (Classic Way)-(It’s Safer) krn bisa terhindar dari False Breakout (Retest).
 Cup with Longer & Shallower shaped menandakan Sinyal Semakin Kuat. Handle yg terbentuk jg
tdk boleh terlalu rendah/dalam.
 Pola ini sangat mirip (Diagnosis Banding) Double Top Pattern, bedanya setelah terbentuk
Second Top akan terjadi Small Bearish Price lalu Breakout the Resistance Level.

22. Rounding Bottom Pattern (Bullish Signal)


 Merupakan Pola yg sangat cocok utk Trader yg Penyabar krn pembentukannya yg lama namun
Very High Success Rate (pattern jarang terjadi?) sehingga Sangat Layak Untuk DiTunggu!!
 Pola ini dpt terbentuk pd Trend apapun Uptrend (Cont.), Downtrend (Revr.), Sideways dan dpt
terbentuk pd Timeframe berapapun.

 Pd pembentukan pd awalnya terjadi penurunan harga, yg kemudian secara bertahap melambat.


Lalu secara bertahap jg terjadi kenaikkan Harga (switch from Bearish to Bullish gradually) yg berakhir
dgn Bullish Breakout.

 Berikut Tahapan-Tahapan utk Trading dgn Rounding Bottom Pattern:


- Identifikasi Pattern yg terbentuk adalah Rounding Bottom Pattern
- Buat Horizontal Line antara Kedua Sisi Puncak (Neckline)
- Perhatikan Breakout Candle (utk OP BUY) pd Horizontal Line/Neckline yg telah dibentuk.
 Gambar di Atas contoh cara OP BUY pd Rounding Bottom Pattern.
 Saat terjadi Breakout, tampak Bullish Price tdk Impulsive. Tp kita harus Yakin pd Analisa kita!
 Tulisan Close (Merah) menandakan Ketinggian Target dari Pattern ini (= dr Neckline ke dasar
Pola)

 Salah satu Varian dari Rounding Bottom Pattern adalah Cup & Handle Pattern (gambar diatas)
 Kedua Gambar di atas menjelaskan perbedaan OP BUY antara kedua Pattern tersebut

Conclusion
 Rounding Bottom Pattern represents gradual Price Shift from Bearish to Bullish
 Kebalikan dari Pola ini adalah Rounding Top Pattern.
 Pattern ini jarang ditemukan namun Very High Success Rate
 Variasi/Diagnosis Banding dari Pola ini adalah Cup & Handle Pattern dan H&S Pattern
 Target dari Pattern ini = Kedalaman Pola
 Pola ini dpt berbentuk hruruf “V” tp tdk boleh terlalu Tajam
 Bullish Price dan Bearish Price yg terbentuk pd Rounding Bottom Patern harus terbentuk dgn
Durasi yg kurang lebih sama. Jika Durasi dari Bullish Price terlalu singkat/Tajam (too sharp) maka
Signal-nya dipertanyakan. (seperti Gambar Persegi Panjang di Atas)

 Gambar di Atas contoh dari Rounding Bottom Pattern yg terjadi pada Trend Sideways.
 Terjadi Retest sebanyak 2x saat setelah Breakout.
 Harga yg terbentuk bisa High & Low namun bisa jg Linear/Mulus sesuai Polanya.
 Gambar di Atas contoh dari U shaped yg tidak liner, terbentuk Bump Up namun kembali
lg ke level awal.
 Harga yg terbentuk bisa High & Low namun terkadang Linear/mulus.

Youtube: Rounding Bottom Stock Chart Pattern: Technical Analysis Ep 214. Menit 4.10

 Gambar di Atas contoh dr OP BUY dan H&S Pattern sebagai Diagnosis Banding. Namun bukan
masalah karena Kedua Pola tersebut membentuk Bullish Signal, hanya perlu diperhatikan Saat Breakout
di Neckline.
Youtube: Rounding Bottom Stock Chart Pattern: Technical Analysis Ep 214. Menit 6.25

Youtube: Rounding Bottom Stock Chart Pattern: Technical Analysis Ep 214. Menit 8.05

 Kedua Gambar di Atas merupakan Contoh dari Rounding Bottom Pattern as Continuation.

 Gambar di Atas merupakan Rounding Top Pattern (Kabalikannya). Prinsipnya sama dgn yg
Bottom Pattern hanya saja berlawanan arah. Kita dpt OP SELL setelah breakdown Support Level.

Anda mungkin juga menyukai