0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan8 halaman

Implementasi Kurikulum Pendidikan Islam

Makalah ini membahas tentang implementasi kurikulum. Ia menjelaskan pengertian implementasi kurikulum, faktor-faktor yang mempengaruhinya, dan bagaimana implementasi kurikulum dilakukan termasuk pengembangan aktivitas dan kreativitas peserta didik. Implementasi kurikulum adalah proses penerapan ide kurikulum ke dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Faktor-faktor seperti karakteristik kurikulum, strateg

Diunggah oleh

Husna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan8 halaman

Implementasi Kurikulum Pendidikan Islam

Makalah ini membahas tentang implementasi kurikulum. Ia menjelaskan pengertian implementasi kurikulum, faktor-faktor yang mempengaruhinya, dan bagaimana implementasi kurikulum dilakukan termasuk pengembangan aktivitas dan kreativitas peserta didik. Implementasi kurikulum adalah proses penerapan ide kurikulum ke dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Faktor-faktor seperti karakteristik kurikulum, strateg

Diunggah oleh

Husna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengembangan

Kurikulum
Rabu, 12 Juni 2013

Implementasi Kurikulum

MAKALAH PENGEMBANGAN KURIKULUM


IMPLEMENTASI KURIKULUM
Di ajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Kurikulum
Dosen pembimbing: Dra. Wiji Hidayati, M. Ag

Disusun Oleh :
Muhimmatul Farihah (11470016)

KEPENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2012

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kata pengantar Buku Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003
Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan ini memberikan dasar hukum untuk membangun pendidikan nasional dengan
menerapkan prinsip demokrasi, desentralisasi, otonomi, keadilan dan menjungjung tinggi hak
azasi manusia. Sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan pendidikan,
peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidkan untuk menghadapi
tantangan sesuai dengan tuntunan perubahan lokal, nasional dan global sehingga perlu adanya
pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan.
Upaya dan pengembangan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia secara terencana
dimulai sejak tahun 1969 dalam program pembanguna lima tahun pertama (pelita I), melalui
pembanguna dan peningkatan mutu dasar menengah serta pendidikan tinggi, baik menggunkan
dana APBN maupun dana pinjaman luar negeri.[1]
Standar nasional pendidikan berfungsi sebagai pengikat kurikulum tingakat satuan
pendidikan yang dikembangkan oleh setiap sekolah dan satuan pendidikan di berbagai wilayah
dan daerah. Implementasi kurikulum marupakan proses penerapan ide, konsep, kebijakan, atau
inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingga memberikan perunahan pengetahuan,
keterampilan maupun nilai dan sikap, sedangakan implementasi kurikulum adalah suatu proses
penerapan kurikulum dalam komponen satuan mata pelajaran sebagai aktualisasi kurukulum
tertulis kedalam bentuk pembelajaran.[2] Kurikulum sangat penting dalam suatu lembaga
pendidikan khususnya disekolah maupun dalam perguruan tinggi untuk pedoman pengajaran.
B. Rumusan Masalah
Berdasakan latar belakang diatas, maka penulis rumuskan masalah sebagai beriku:
1. Apa pengertian impementasi kurikulum?
2. Apa faktor yang mempengaruhi implementasi kurikulum?
3. Bagaimana implementasi kurikulum?
4. Bagaimana Pengembangan Aktivitas dan Kreativitas Peserta Didik?

C. Tujuan Makalah
Berdasarkan masalah diatas penulis menulis makalah bertujuan sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan implementasi kurikulum
2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kurikulum
3. Untuk mengetahui bagaimana implementasi kurikulum
4. Untuk mengetahui pengembangan aktivitas dan kreativitas peserta didik

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Implementasi Kurikulum
Pengertian secara bahasa sebagaimana dalam Oxford Advance Leraner’s Dictionary yang
dikutip dalam Mulyasa Implementasi adalah penerapan suatu yang memberikan efek atau
dampak. Lebih lanjut disebutkan implementasi adalah proses penerapan ide, konsep, kebijakan
atau inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingg memberiksn dampak baik berupa perubahan
pengetahuan, keterampilan, ataupun nilai dan sikap.
Kemudian implementasi kurikulum dapat juga diartikan sebagai aktualisasi kurikulum
tertulis (written curriculum) kedalam bentuk pembelajaraan. Implementasi dapat juga diartika
sebagai pelaksanaan dan penerapan. Ada beberapa pendapat yang dikutip dari Binti Maunah
diantaranya pendapat Majone dan Wildavky (1979) yang menegemukakan bahwa implementasi
adalah perluasan aktivitas yang saling menyesuaikan (dalam pressma. dan Wildavzky, 1984).
Implementasi juga dapat diartikan sebagai suatu proses penerapan ide dan konsep. Adapun
kurikulum dapat diartikan dokumen kurikulum (kurikulum potensial).[3] Dikemukakan juga
bahwa implementasi kurikulum merupakan proses interaksi antara fasilitator sebagai
penegembangan kurikulum , dan peserta didika sebagai subjek belajar.[4]
Maka implementasi kurikulum adalah penerapan, ide, konsep kurikulum potensial (dalam
bentuk dokumen kurikulum) kedalam kurikulum aktual dalam bentuk proses pembelajaraan.[5]

B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Implementasi Kurikulum


Implementasi Kurikulum dipengaruhi oleh tiga faktor berikut.
a. Karakteristik kurikulum; yang mencakup ruang lingkup ide baru suatu kurikulum dan
kejelasaanya bagi pengguna di lapangan.
b. Strategi implementasi: yaitu strategi yang digunakan dalam implementasi, seperti diskusi
profesi, seminar, penataran, loka karya, penyediaan buku kurikulum, dan kegiatan-kegiatan yang
dapat mendorong penggunaan kurikulum di lapangan.
c. Karakteristik pengguna kurikulumyang meliputi pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap
guru terhadap kurikulum, serta kemempuanya untuk merealisasikan kurikulum dalam
pembelajaran.
Sejalan dengan uraian di atas, Mars (1998) mengemukakan tiga faktor yang
mempengaruhi implementasi kurikulum, yaitu dukungan kepala sekolah, dukungan rekan
sejawat guru, dan dukungan internal yang datang dalam diri guru sendiri. Dari beberapa faktor
tersebut guru merupakan faktor penentu di samping faktor-faktor yang lain. [6]
C. Implementasi Kurikulum
Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang di susun dan
dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Dokumen KTSP yang dihasilkan oleh
satuan pendidikan baik sekolah maupun madrasah akan diimplementasikan dalam bentuk
kegiatan pembelajraan. Maka seluruh komponen-komponen sekolah baik madrasah harus
mempersiapkan dengan baik terutama pihak guru. Sedangakan implementasi kurikulum berbasis
kompetensi (KBK) dapat didefinisikan sebagai suatu proses penerapan ide, konsep, dan
kebijaksanaan kurikulum (kurikulum potensial) dalam suatu aktifitas pembelajaran, sehingga
peserta didik menguasai seperangakat kompetensi tertentu, sebagai hasil interaksi dengan
lingkungan. Dalam garis besarnya implementasi kurikulum berbasis kompetensi mencakup tiga
kegiatan pokok, yaitu pengembangan program, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi.[7]
Adapun implementasi kurikulum dalam bentuk pembelajaran berdasar Standar Nasional
Pendidikan terutama Standar Proses, sebagaimana dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Republik Indonesia Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan
Dasar dan Menengah, mencakup perencanaan proses pembelajaraan, pelaksanaan proses
pembelajraan, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran.[8]
1) Perencanaan Proses Pembelajaran
Perencanaan proses pembelajaraan meliputi silabus dan rebcana pembelajaran (RPP)
yang memuat identitas mata pelajaran, standar isi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator
pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajran, penilaian hasil belajar, dan
sumber belajar.

1) Silabus
Silabus sebagai acuan pengembangan RPP memuat identitas mata pelajaran atau tema pelajaran,
SK, KD, materi pembelajraan, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi,
penilain, alokasi waktu, dan sumber belajar. Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan
berdasarkan Standar isi dan Standar Kopetensi Kelulusan.
2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan peserta didik dan upaya mencapai KD.
RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu pertemuan atau lebih. Guru
merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan
disatuan pendidikan.
Komponen-komponen RPP:
a) Identitas mata pelajran
b) Standar Kompetensi
c) Kompetensi Dasar
d) Indikator pencapaian kompetensi
e) Tujuan pembelajraan
f) Materi ajar
g) Alokasi waktu
h) Metode pembelajraan
i) Kegiatan Pembelajraan [9]
Dalam kegiatan pembelajaran terdiri dari tiga proses:
 Pembukaan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajraan yang
ditunjukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk
berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
 Pembentukan kompetensi
Pembentukan kompetensi peserta didika merupakan kegiatan inti pembelajaran, antara
lain mencakup penyampaian materi pokok maupun materi standar, membahas materi standar
untuk membentuk kompetensi pesrta didik. Pembentukan kompetensi ini ditandai dengan
keikutsertaan peseta didik dalam pengelolaan pembelajaran, berkaitan dengan tugas dan
tanggung jawab mereka dalam penyelengaraan program pembelajaran. Pembentukan kompetensi
mencakup berbagai langkah yang perlu ditempuh oleh peserta didik dan guru sebagai fasilitator
untuk mewujudkan standar kompetensi dasar. Prosedur yang harus ditempuh adalah:
a. Berdasarkan kompetensi dasat dan materi standar yang telah dituangkan dalam rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP), guru menjelaskan standar secara kompetensi minimal.
b. Guru meteri standar secara logis dan sistematis.
c. Membagikan materi standar dan sumber belajar.
d. Membagikan lembaran kegiatan untuk setiap peserta didik.
e. Guru memantau dan memeriksa kegiatan peserta didik dalam mengerjakan lembaran tugas.
f. Setelah selesai diperiksa bersama-sama dengan cara menukar pekerjaan.
g. Kekeliruan dan kesalahan jawaban diperbaiki oleh peserta didik.
 Penutup
Penutup merupakan kegiatan akhir dalam aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan
untuk mengakhiri yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan
refleksi, umpan balik dan tindak lanjut.[10]
j) Penilaian hasil belajar
k) Sumber Belajar.
3) Prinsip-prinsip penyusunan RPP
a. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik. RPP disusun dengan memperhatikan
perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat,
potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar
belakng budaya, norma, nilai dan lingkungan peserta didik.
b. Mendorong partisipasi peserta didikprosese pembelajran dirancanag dengan berpusat pada
peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi. Kemndirian, dan
semangat belajar.
c. Mengembangkan budaya membaca dan menulis.
d. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut. RPP memuat rancangan pemberiaan umpan balik
positif, penguatan,pengayaan, dan remedi.
e. Keterkaitan dan keterpaduan. RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan
antara SK, KD, dan materi pembelajaran, kegiatan pembelajran, indikator pencapaian
kompetensi, penilaian dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.
f. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi RPP disusun dengan mempertimbangkan
penerapan teknologi informasi dan komunikasi.
2) Pelaksanaan Proses Pembelajaran
Persayaratan pelaksanaan proses pembelajaran
a) Rombongan belajar
b) Beban kerja minimal guru
c) Buku teks pembelajaran
d) Pengelolaan kelas
3) Penilaian Hasil Pembelajraan
Penilaian dilakukan oleh guru terjadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingakat
pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai lahan penyusunan laporan
kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran. Penilaian dilakukan secara
konsisiten, sistematik, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis
maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilain hasil karya berupa tugas, proyek
atau produk, portofolio, dan penilain diri. Penilain hasil pembelajaran menggunakan standar
penilain pendidikan dan panduan penilain kelompok mata pelajaran.

4) Pengawasan Proses Pembelajaran


1) Pementauan
Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan dan penilain
hasil belajar. Pemantauan juga dilakukan dengan cara diskusi kelompok terfokus, pengamatan,
pencatatan, perekaman wawancara dan dokumentasi. Sedangakan kegiatan pemantauan
dilaksankan oleh kepala sekolah dan pengawas satuan pendidikan.
1) Supervisi
Sepervisi merupakan proses pembelajaran yang dilakukan dengan tahapan-tahapan yaitu,
perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran. Supervisi pembalajaran
diselenggarakan dengan cara pemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi dan juga
supervisi dalakukan oleh kepala sekolah dan pengawas satuan pendidikan.
2) Evaluasi
Evaluasi proses pembelajaran untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan,
mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaraan dan
penilaian hasil pemebalajaran. Evaluasi proses pembelajaran diselenggarakan dengan cara: (a).
Membendingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru satandar proses, (b).
Mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaraan sesuai dengan kompetensi guru.[11]
D. Pengembangan Aktivitas dan Kreativitas Peserta Didik
Proses pembelajaraan pada hakikatnya untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas
peserta didik melaui berbagai interaksi dan pengalaman belajar. Peningkatan kualifitas
pembelajaran dalam implementasi KTSP menutut kemandirian guru untuk menciptakan suasana
belajar yang kondusif, agar para peserta didik dapat mengembangakan kreativitas dan aktivitas
belajarnya secra optimal, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Penerapanya dalam
pembelajaran dapat dilakukan dengan cara:
1) Mengembangkan keberanian dan percaya diri peserta didik.
2) Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berkomunikasi secara aktif dan terarah.
3) Melibatkan pserta didik dalam menetukan tujuan belajar dan penilain hasilnya.
4) Memberikan pangawasan yang tidak terlalu ketat dan otoriter.
5) Melibatkan mereka secara aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan dalam proses pembelajaran
secara keseluruhan.
Apa yang dikemukakan di atas tidak terlalu sulit untuk dilakukan dalam pembelajaran,
guru dapat melakukanya antara lain dengan mengembangkan modul pembelajaran yang heuristik
dan hipotetik. Melalui modul, peran guru dalam pembelajaran bisa dikurangi karena mereka
memposisikan dirinya sebagai fasilitator dan mengembangkan modul-modul pembelajaran yang
efektif dan menyenagkan. Perlu ditekankan bahwa implementasi KTSP menuntut kemandirian
guru dan kepala sekolah, antara lain dalam mengembangkan program-program
pembelajaran.[12]

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Implementasi Kurikulum merupakan suatu proses penerapan konsep, ide, program, atau
tatanan kurikulum kedalam praktek pembelajaran atau aktivitas-aktivitas baru sehingga terjadi
perubahan pada sekelompok orang diharapkan untuk berubah. Implementasi kurikulum juga bisa
diartikan sebagai aktualisasi kurikulum tertulis dalam bentuk pembelajaran. Kurikulum tingkat
satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang di susun dan dilaksanakan oleh masing-
masing satuan pendidikan. Dalam garis besarnya KTSP mencakup lima kegiatan pokok, yaitu
pelaksnaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses
pembelajaran.
Sedangakan implementasi kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dapat didefinisikan
sebagai suatu proses penerapan ide, konsep, dan kebijaksanaan kurikulum (kurikulum potensial)
dalam suatu aktifitas pembelajaran, sehingga peserta didik menguasai seperangakat kompetensi
tertentu, sebagai hasil interaksi dengan lingkungan. Dalam garis besarnya implementasi
kurikulum berbasis kompetensi mencakup tiga kegiatan pokok, yaitu pengembangan program,
pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi
kurikulum adalah dilihat dari karakteristik kurikulum, strategi kurikulum dan karakteristik
pengguna kurikulum.

DAFTAR PUSTAKA

Mulyasa. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya


Mulyasa. 2009. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Suderadjat, Hari. 2004. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: CV Cipta
Cekas Grafika
Hidayati, Wiji. 2012. Pengembangan Kurikulum. Yogyakarta:Pedagogia

[1]Hari Suderadjat, Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi, (Bandung: CV Cipta Cekas Grafika,
2004), hlm. 1-2
[2] Mulyasa, Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2009), hlm.
2
[3] Wiji Hidayati, Pengembangan Kurikulum, ( Yogyakarta:Pedagogia, 2012), hlm. 98
[4] Mulyasa, Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan,(Jakarta: PT Bumi Aksara, 2009), hlm.
179
[5] Wiji Hidayati, Pengembangan Kurikulum, (Yogyakarta: Pedagogia, 2012), hlm. 98

[6] Mulyasa, Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan,(Jakarta: PT Bumi Aksara, 2009), hlm.
179-180
[7] Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2003), hlm. 93
[8] Wiji Hidayati, Pengembangan Kurikulum, (Yogyakarta: Pedagogia, 2012), hlm. 99-100
[9] Wiji Hidayati, Pengembangan Kurikulum, (Yogyakarta: Pedagogia, 2012), hlm. 100-103
[10] Mulyasa, Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan,(jakarta: PT Bumi Aksara, 2009),
hlm.181-185
[11] Wiji Hidayati, Pengembangan Kurikulum, (Yogyakarta:Pedagogia), hlm. 105-112
[12] Mulyasa, Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), hlm.
187-189
[Link]

Anda mungkin juga menyukai