0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
80 tayangan17 halaman

Interpretasi Skor SOFA dalam Keperawatan

Skor Sequential Organ Failure Assessment (SOFA) digunakan untuk menilai disfungsi enam sistem organ yaitu paru-paru, koagulasi, hati, ginjal, sistem kardiovaskular, dan sistem saraf pusat dengan memberikan skor 0-4 untuk setiap organ berdasarkan tingkat disfungsinya."

Diunggah oleh

Idham Topik
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
80 tayangan17 halaman

Interpretasi Skor SOFA dalam Keperawatan

Skor Sequential Organ Failure Assessment (SOFA) digunakan untuk menilai disfungsi enam sistem organ yaitu paru-paru, koagulasi, hati, ginjal, sistem kardiovaskular, dan sistem saraf pusat dengan memberikan skor 0-4 untuk setiap organ berdasarkan tingkat disfungsinya."

Diunggah oleh

Idham Topik
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Makalah Tentang Teori Sequential Organ Failure Assessment

(SOFA)

Untuk Memenuhi Tugas Kelompok keperawatan Kritis

Dosen Pengampu : Ns. Diah Tika Anggraeni, [Link]

Disusun oleh :

Idham Topik 1610711090

Mega Ayu 1610711093

Vidya Hanan H 1610711100

Fajri Eka Tyassari 1610711110

Suci Tarmira 1610711111

Rizky Arjuna 1610711124

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
JAKARTA
2019
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadiran Allah SWT yang telah


melimpahkanrahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga akhirnya penulis dapat
menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.

Makalah yang berjudul Teori Sequential Organ Failure Assessment (SOFA)ini ditulis
untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Keperawatan Kritis .Dalam penyusunan
makalah ini saya sadar karna kemampuan saya sangat [Link] ini masih mengandung
banyak kekurangan, untuk itu harapan saya para pembaca bersedia memberi saran dan
pendapat untuk makalah ini.

Pada kesempatan yang baik ini, izinkanlah penulis menyampaikan rasa hormat dan
ucapan terimakasih kepada semua pihak yang dengan tulus ikhlas telah memberikan bantuan
dan dorongan kepada penulis dalam menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya.

Depok, 31 Agustus 2019

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................................... i

DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar belakang........................................................................................................

B. Rumusan masalah ..................................................................................................

C. Tujuan penulisan ....................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Skor SOFA ............................................................................................

B. Alasan Skor SOFA Dikembangkan ........................................................................


C. Tujuan Dilakukan Skor SOFA ................................................................................
D. Pengguna SOFA Sekarang ......................................................................................
E. Kegunaan Dan Manfaat Skor SOFA .......................................................................
F. SOFA Untuk Triage ................................................................................................
G. Kepekaan Skor SOFA .............................................................................................
H. Komponen Skor SOFA ...........................................................................................
I. Keterbatasan Skor SOFA ........................................................................................
J. Pelaksanaan Skor SOFA .........................................................................................

BAB III PENUTUP

1. Kesimpulan .............................................................................................................

2. Saran........................................................................................................................
BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sepsis menimbulkan suatu respon imun yang berlebihan oleh tubuh


terhadap suatu infeksi.1 Ini terjadi ketika tubuh kita memberi respon imun yangberlebihan
untuk infeksi [Link] kimia yang dilepaskan ke dalam darahuntuk melawan infeksi
memicu peradangan yang meluas. Hal ini menyebabkangumpalan darah dan kebocoran
pembuluh darah , sehingga menyebabkan alirandarah yang buruk, sehingga meningkatkan
kebutuhan oksigen dan nutrisi didalamorgan – organ kita . Dalam kasus yang parah akan
terjadi satu atau beberapa gagalorgan. Dalam kasus terburuk, penurunan tekanan darah dan
jantung melemah,menyebabkan syok [Link] merupakan kelanjutan dari sindrom
responsinflamasi sistemik systemic inflammatory response syndrome (SIRS) yangdisertai
tempat / fokus infeksi yang diketahui ( ditentukan dengan biakan positif
terhadap organisme yang berasal dari tempat tersebut ).3 Sepsis merupakan
penyebab utama morbiditas dan mortalitas terutama pada usia lanjut ,ditandai
immunocompromised, penderita dengan kondisi kritis dan penderita ICU bukanpenyakit
jantung koroner.

Prediksi mortalitas pada pasien di Intensive Care Unit (ICU) sangat


penting, baik secara klinik maupun [Link] prediksi mortalitas pasienbukanlah
merupakan penilaian kinerja ICU. Memprediksi kondisi pasien saatkeluar dari ICU dapat
membantu memantau keadaan pasien dan membantu memberikan informasi yang
berhubungan dengan keadaan penyakit pasien sertadapat dijadikan panduan untuk
menentukan terapi selanjutnya pada [Link] disfungsi organ setiap waktu selama
perawatan di ICU sangat membantudalam mengikuti perkembangan penyakit dan dapat
memberikan gambarankorelasi yang kuat dengan hasil akhir dari perawatan di ICU.
Disfungsi organsangat berhubungan dengan tingginya angka kesakitan dan mortalitas pada
pasiendi ICU serta berkaitan dengan tingginya biaya di ICU .Oleh karena itu terdapatsistem
skor yang dapat memprediksi outcome pasien di ICU seperti SOFA , SAPS, APACHE ,
MPM serta sejumlah skor yang lainnya untuk digunakan mengetahuimortalitas pasien dan
juga untuk menilai prognosis pasien .
Salah satu sistem nilai yang lebih sederhana dikembangkan oleh kelompok
kerja dari European Society of Intensive Care Medicine yaitu Sequential [Link]
Assessment score (SOFA score) yang menilai enam sistem organ denganskor 0-4 sesuai
derajat kegagalan organ. Selain itu, keakuratan dan ketepatan daripenilaian skor SOFA
sudah diakui baik oleh sejumlah klinisi. Skor SOFAmeliputi organ respirasi , ginjal , hepar ,
sistem kardiovaskular, hematologi, danGCS.12 Skor SOFA dapat membantu untuk melihat
disfungsi organ atau gagalorgan selama perawatan dan dapat digunakan untuk
memprediksikan tingkatmortalitas dari pasien yang dirawat di ICU. Walaupun sistem nilai
ini hanya dapatmemberikan gambaran kualitas dari fungsi organ dan bukan untuk
memberikan
gambaran mortalitas pasien di ICU, namun ada hubungan yang nyata antara
disfungi organ dan angka [Link] telah dibuktikan oleh beberapa
penelitian.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan pengertian skor SOFA ?
2. Apakah alasan skor SOFA dikembangkan ?
3. Apakah tujuan dilakukan skor SOFA ?
4. Siapakah pengguna SOFA sekarang ?
5. Apa sajakah kegunaan dan manfaat Skor SOFA ?
6. Bagaimana SOFA untuk triage ?
7. Bagaimana kepekaan Skor SOFA ?
8. Apa sajakah komponen Skor SOFA ?
9. Bagaimana keterbatasan skor SOFA ?
10. Bagaiman pelaksanaan skor SOFA ?

C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan pengertian skor SOFA
2. Mengetahui apakah alasan skor SOFA dikembangkan
3. Mengetahui apakah tujuan dilakukan skor SOFA
4. Mengetahui siapakah pengguna SOFA sekarang
5. Mengetahui apa sajakah kegunaan dan manfaat skor SOFA
6. Mengetahui bagaimana SOFA untuk triage
7. Mengetahui bagaimana kepekaan skor SOFA
8. Mengetahui apa sajakah komponen skor SOFA
9. Mengetahui bagaimana keterbatasan skor SOFA
10. Mengetahui bagaiman pelaksanaan skor SOFA
A. Pengertian Skor SOFA
Sepsis-related Organ FailureAssessment, yang kemudian dikenal dengan
Sequential Organ FailureAssessmnet (SOFA) pertama kali dikembangkan melalui
konsensus konferensi di Paris, Prancis tahun 1994 (Vincent, 1996).Pada mulanya sistem
skoring ini digunakan untuk menilai pasien sepsis namun telah divalidasi dan dapat
digunakan untuk populasi lain (Vincent, 1998 dalam Anonim).
Skor Penilaian Kelainan Organ Sequential (SOFA) adalah sistem penilaian yang
menilai kinerja beberapa sistem organ dalam tubuh (neurologis, darah, hati, ginjal, dan
tekanan darah / hemodinamika) dan memberikan skor berdasarkan data yang diperoleh
pada masing-masing [Link] tinggi skor SOFA, semakin tinggi kemungkinan
angka kematiannya (Tracie, 2017).
Hal ini diyakini dapat memberikan stratifikasi yang lebih baik
terhadaprisikokematian pada pasien ICU mengingat data yang digunakan untuk
menghitung skor tidak terbatas pada nilai masuk.
Skor SOFA adalah sistem Skor untuk menilai kegagalan organ terutama
dimaksudkan sebagai alat deskriptif untuk menstratifikasi dan membandingkan status
pasien di ICU dalam halmorbiditas, Skor SOFA terdiri atas penilaian 6 sistem organ yaitu
respirasi, koagulasi, hati, ginjal, kardiovaskuler dan sistem saraf pusat, masing-masing
organ mempunyai nilai antara 0 – 4 berdasarkan derajat disfungsinya.
Skor Sequential Organ Failure Assessment (SOFA) adalah sistem penilaian yang
menilai kinerja beberapa sistem organ dalam tubuh (neurologis, darah, hati, ginjal, dan
tekanan darah / hemodinamik) dan menetapkan skor berdasarkan data yang diperoleh di
masing-masing [Link] tinggi skor SOFA, semakin tinggi kemungkinan
kematian.

Sistem penilain SOFA mencatat waktu serangkaian kondisi pasien secara


keseluruhan. Hal ini memungkinkan para klinisi untuk memantau keseluruhan proses
penyakit (Acharya, 2007).
B. Alasan Skor SOFA Dikembangkan
Skor SOFA dirancang sebagai alat penelitian sehingga kelompok pasien (mis.,
Mereka yang mengalami sepsis, dan infeksi dalam aliran darah yang dapat menyebabkan
syok dan kematian) dapat dikategorikan berdasarkan risiko kematian. SOFA cukup akurat
ketika digunakan dalam kasus sepsis dan ketika diterapkan pada sekelompok pasien.
Sebagai contoh, jika 100 pasien septik yang sakit parah memerlukan perawatan unit
perawatan intensif (ICU) memiliki skor SOFA lebih besar dari 11, lebih dari 90% dari
mereka akan mati (Vincent et al., 1996).
Salah satu manfaat SOFA adalah hanya membutuhkan enam poin data yang
umum untuk [Link] prediksi yang sebanding membutuhkan lebih banyak data.

C. Tujuan Dilakukan Skor SOFA


Tujuannya adalah untuk menentukan status pasien selama berada di ICU yang
digunakan sebagai system penilaian untuk menentukan sejauh mana fungsi organ
seseorang atau tingkat kegagalan (Adiputra, 2016).Menurut Vincent (1998) skor sofa
dilakukan untuk menilai kegagalan fungsi organ, menggambarkan urutan dari komplikasi,
bukan untuk memprediksi [Link] demikian, ada hubungan antara kegagalan
fungsi organ dan kematian.

D. Pengguna SOFA Sekarang


SOFA telah direkomendasikan (bersama dengan alat klinis yang kurang
divalidasi, lebih disebut "SOFA cepat" atau qSOFA) untuk penilaian pasien dengan sepsis
oleh Pernyataan Konsensus Definisi Sepsis 2016 (Sepsis 3) yang baru, meskipun biasanya
tidak digunakan di luar yang lebih besar , pusat akademik. Sementara utilitas klinis SOFA
dalam praktik sehari-hari tidak terbukti, banyak negara telah memasukkan SOFA dalam
rencana krisis standar perawatan mereka sebagai elemen kerangka kerja triase untuk
sumber daya yang langka.

E. Kegunaan Dan Manfaat Skor SOFA


Pada mulanya sistem skoring ini digunakan untuk menilai pasien sepsis namun
telah divalidasi dan dapat digunakan untuk populasi lain (Vincent, 1998). SOFA pada
mulanya divalidasi pada populasi pasien ICU medis dan bedah dan kemudian divalidasi
untuk beberapa kelompok populasi yang berbeda seperti pada pasien dengan pembedahan
jantung dan sepsis berat (Ceriani, 2003., Vosylius, 2004).
Perubahan pada skor SOFA memberikan nilai prediktif yang tinggi. Pada studi
prospektif dari 352 pasien ICU, peningkatan skor SOFA selama 48 jam pertama
perawatan memberikan mortalitas paling sedikit 50%, sementara penurunan skor SOFA
memberikan mortalitas hanya 27% (Lopes, 2001). Skor dapat digunakan dalam
beberapacara:
1. Sebagai skor individu untuk setiap organ untuk menentukan perkembangan disfungsi
organ.
2. Sebagai jumlah skor pada satu hari ICU tunggal.
3. Sebagai jumlah nilai terburuk selama tinggal ICU.

F. SOFA Untuk Triage


1. Keuntungan menggunakan SOFA untuk triage
SOFA menciptakan skor numerik terstandarisasi yang akrab bagi dokter perawatan
[Link] dapat menggunakannya untuk membandingkan status pasien dan skor
telah terbukti memiliki korelasi yang signifikan dengan hasil. Ini membuatnya
berguna untuk tim triase. Dari sistem penilaian yang tersedia, SOFA mencapai
keseimbangan yang baik dengan mudahdata yang tersedia dan prediksi yang
[Link] dihitung setiap hari, itu juga dapat digunakan untuk menetapkan tren
dalam perjalanan pasien individu.
2. Tantangan dengan Menggunakan SOFA untuk Triage
SOFA dikembangkan untuk digunakan dengan populasi dan meskipun baik dalam
menentukan kematian secara keseluruhan, skor tidak dapat memprediksi kematian
individu dengan [Link] tidak boleh menggunakan skor SOFA secara terpisah
untuk mengecualikan pasien dari penerimaan [Link] prediktif skor juga
tergantung pada keadaan [Link], SOFA divalidasi dengan baik pada
orang dewasa, tetapi tidak pada anak-anak.
3. Skor SOFA yang di gunakan Triage
Yang terbaik adalah menggunakan skor SOFA ketika membandingkan pasien dan
memutuskan bagaimana cara terbaik mengalokasikan sumber daya. Terlepas dari
kinerja yang tepat, perbedaan besar dalam skor SOFA tentu saja berkorelasi dengan
prognosis umum, sehingga pasien yang mendapat skor 2 lebih mungkin bertahan
daripada pasien yang mendapat skor 11, dan mungkin akan menerima sumber daya
kecuali jika ada kondisi medis lainnya. atau faktor-faktor yang mempengaruhi
prognosis. Saran baru tentang triase perawatan kritis dari American College of Chest
Physicians konsisten dengan strategi ini, yang juga tercermin dalam cardet klinis
Departemen Kesehatan Minnesota (Strategi Perawatan Pasien dalam Situasi Sumber
Daya yang Langka) di mana SOFA dimasukkan di antara pertimbangan lain dalam
kerangka perbandingan. sumber daya yang sama, atau untuk mengikuti pasien setiap
hari untuk tren (Ferreira, et al. 2001). SOFA tidak digunakan sebagai alat skrining
untuk menentukan siapa yang akan menerima perawatan atau intervensi.
Penting untuk diingat bahwa SOFA adalah kriteria tunggal, dan faktor pasien
lainnya (mis., Penyakit yang mendasari dan respons saat ini terhadap pengobatan)
harus diperhitungkan ketika membuat keputusan triase. Faktor-faktor prediktif
spesifik penyakit mungkin juga perlu diperhitungkan dan dimasukkan dalam
pembuatan keputusan triase. Memastikan bahwa anggota tim triase berpengalaman
penyedia perawatan kritis yang memiliki akses ke informasi pasien yang relevan,
bimbingan, dan merupakan bagian dari proses, triase terstruktur untuk triase sedapat
mungkin penting untuk membuat keputusan yang adil, bertanggung jawab, transparan
tentang alokasi sumber daya.

G. Kepekaan Skor SOFA

Keakuratan dan ketepatan dari penilaian SOFA score sudah diakui baik oleh
sejumlah klinis. Hasil penelitian yang dilakukan Sunaryo, Redjeki dan Bisri (2012) SOFA
Score lebih akurat dalam memperkirakan mortalitas pasien-pasien di ICU RSUP Hasan
Sadikin Bandung, karena mempunyai nilai diskriminasi dan kalibrasi yang lebih baik
dibandingkan APACHE II Score.

Pada studi prospektif dari 352 pasien ICU, peningkatan skor SOFA selama 48 jam
pertama perawatan memberikan mortalitas paling sedikit 50%, sementara penurunan skor
SOFA memberikan mortalitas hanya 27% (Lopes, 2001).

H. Komponen Skor SOFA


Komponen penilaian yang digunakan dalam skor SOFA yaitu, 6 sistem organ
yaitu respirasi, koagulasi, hati, ginjal, kardiovaskuler dan sistem saraf [Link]-
masing mempunyai nilai antara 0 – 4 berdasarkan derajat disfungsinya (Vincent, 1996).
Enam sistem organ ( respirasi, kardiovaskular, ginjal, hati, sistem saraf pusat, dan
koagulasi) dipilih berdasarkan telaah dari literatur, dan setiap fungsi diberi nilai dari 0
(fungsi normal) hingga 4 (sangat abnormal), yang memberikan kemungkinan nilai dari 0
sampai 24. Skoring SOFA tidak hanya dinilai pada hari pertama saja, namun dapat dinilai
harian dengan mengambil nilai yang terburuk pada hari tersebut.

Komponenskor sofa :

1. Pernafasan, dengan menghitung PaO2/ FiO2


2. Sistem saraf, dengan menggunakan skala GCS
3. Kardiovaskuler, dengan menggunakan MAP dan jumlah kebutuhan vasopressor
4. Ginjal, dengan menghitung kreatinin atau jumlah urin yang keluar
5. Hati, dengan menghitung jumlah Billirubin
6. Koagulasi, dengan menghitung jumlah platelet

I. Keterbatasan SkorSOFA
Karena SOFA dirancang untuk melihat populasi, dan bukan pasien individu,
SOFA tidak dapat secara akurat memprediksi pasien mana yang akan bertahan hidup
ketika tingkat kematian tinggi (yaitu, jika mortalitas 90%, yang 10 pasien akan bertahan
hidup) atau pasien mana yang akan mati jika tingkat kematian rendah. Beberapa faktor
yang digunakan dalam penilaian dapat menjadi sulit untuk dinilai tergantung pada
perawatan yang diberikan (misalnya, sulit untuk menilai tingkat koma ketika pasien
menerima obat penenang) dan beberapa obat yang terdaftar tidak lagi digunakan secara
rutin (misalnya , dopamin dosis rendah atau dobutamin). Meskipun SOFA dikembangkan
untuk penelitian sepsis dan telah divalidasi dalam pengaturan tambahan, ada
kekhawatiran bahwa itu tidak secara akurat memprediksi kematian ketika digunakan
untuk pasien dengan kegagalan pernapasan terisolasi seperti yang ditunjukkan selama
pandemi H1N1 2009.

J. Pelaksanaan Skor SOFA


Skor SOFA terdiri atas penilaian 6 sistem organ (pernafasan, sistem saraf,
kardiovaskuler, ginjal, hati dan koagulasi).Masing-masing organ mempunyai nilai antara
0 – 4 berdasarkan derajat disfungsinya, nilai 0 (tidak ada disfungsi atau gagal organ), nilai
1-2 (disfungsi organ), nilai >2 (gagal organ).
Skor Sofa :
1. Respiratory Sistem
PaO2/FiO2 (MmHg) Sofa Score

≥ 400 0

< 400 1

< 300 2

< 200 andmechanicallyventilated 3

< 100 andmechanicallyventilated 4

2. Nervous System
GlasgowComaScale Sofa Score

15 0

13 – 14 1

10 – 12 2

6–9 3

<6 4

3. Cardiovaskular System

Sofa Score
Mean arterial pressure OR administrationof
vasopressors required

MAP ≥ 70 mm/Hg 0

MAP < 70 mm/Hg 1

Dopamine ≤ 5 µg/kg/min 2
or dobutamine (any dose)
Dopamine > 5 µg/kg/min 3
OR Epinephrine ≤ 0.1 µg/kg/min
OR Norepinephrine ≤ 0.1 µg/kg/min

Dopamine > 15 µg/kg/min OR 4


Epinephrine > 0.1 µg/kg/min OR
Norepinephrine > 0.1 µg/kg/min

4. Liver

Bilirubin (mg/dl) [μmol/L] Sofa Score

< 1,2 0

1,2 – 1,9 1

2,0 – 5,9 2

6,0 – 11,9 3

>12,0 4

5. Coagulation

Platelets×103/µl Sofa Score

≥ 150 0

< 150 1

< 100 2

< 50 3

< 20 4

6. Kidneys

Creatinine (mg/dl) [μmol/L] (or urine output) Sofa Score


< 1,2 [< 110] 0

1,2 – 1,9 [110 – 170] 1

2,0 – 3,4 [171 – 299] 2

3,5 – 4,9 [300 – 440] (or< 500 ml/d) 3

>2,0 [>440] (or< 200 ml/d) 4

(Wikipedia, 2017)

Sistemskoring Sequential Organ Failure Assessment (SOFA) :

SKOR SOFA
Variabel
4
0 1 2 3
RespirasiPaO2/FiO2
mmHg >400 ≤ 400 ≤ 300 ≤ 200ж ≤ 100 ж

Koagulasi
> 150 ≤ 150 ≤ 100 ≤ 50 ≤ 20
Platelet x 103 /µL

Hati
1,2 1,2 – 1,9 2,0 – 5,9 6,0 – 11,9 >12,0
Bilirubin, mg/dL

Kardiovaskuler Tidak ada Dop≤ 5 Dop > 5, epi ≤ 0,1 Dop >15, epi ≤

Hipotensi, hipote MAP < 70 ataudobu atau norepi ≤ 0,1 atau

mmHg nsi tamin 0,1 norepi ≤ 0,1

Sistem Saraf Pusat


<6
GCS 15 13-14 10-12 6-9
Ginjal : Kreatinin,
1,2-1,9 >5,0(>440) Atau
mg/dL atau 2.0-3,4 (171- 3,5-4,9 (300-440)
<1,2 (110- < 200
Produksi urine, 299) Atau < 500
170)
ml/hari

Maximum Sofa Score Mortality


0 to 6 <10%

7 to 9 15 – 20%

10 to 12 40 – 50%

13 to 14 50 – 60%

15 >80%

15 to 24 >90%
BAB III

PENUTUP

A. Simpulan

Skor Penilaian Kelainan Organ Sequential (SOFA) adalah sistem penilaian


yang menilai kinerja beberapa sistem organ dalam tubuh (neurologis, darah, hati,
ginjal, dan tekanan darah / hemodinamika) dan memberikan skor berdasarkan data
yang diperoleh pada masing-masing [Link] tinggi skor SOFA, semakin
tinggi kemungkinan angka kematiannya. skor sofa dilakukan untuk menilai
kegagalan fungsi organ, menggambarkan urutan dari komplikasi, bukan untuk
memprediksi [Link] demikian, ada hubungan antara kegagalan fungsi
organ dan kematian. Skor dapat digunakan dalam beberapa cara Sebagai skor
individu untuk setiap organ untuk menentukan perkembangan disfungsi organ,
Sebagai jumlah skor pada satu hari ICU tunggal,Sebagai jumlah nilai terburuk
selama tinggal ICU.

B. Saran

Penulis menyadari bahwa makalah diatas banyak sekali kesalahan dan jauh
dari kesempurnaan. Kedepannya penulis akan lebih focus dan lebih detail dalam
menjelaskan makalah teori skor sofa dengan sumber-sumber yang lebih banyak. Serta
dalam teori skor sofa ini sangat diperlukan pemahaman dalam mengaplikasikan skor
SOFA sehingga pembaca bisa melakukan skor SOFA secara benar dan tepat. Penulis
berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

.
DAFTAR PUSTAKA

[Link] › aspr-tracie-sofa-score-fact-sheet

Anda mungkin juga menyukai