POROSITAS DAN PERMEABILITAS
1. pengertian porositas
Porositas batuan adalah perbandingan antara volume rongga-rongga
pori terhadap volume total seluruh batuan. Porositas dinyatakan dalam
bentuk persen (%).
𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑝𝑜𝑟𝑖−𝑝𝑜𝑟𝑖
Porositas (ø) = 𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑘𝑒𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑡𝑢𝑎𝑛 × 100 %
Porositas efektif yaitu rongga-rongga dalam batuan yang saling
berhungan sehingga porositas efektif lebih kecil daripada rongga pori-
pori total.
𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑝𝑜𝑟𝑖−𝑝𝑜𝑟𝑖 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑏𝑢𝑛𝑔
Porositas (ø𝑒 ) = × 100 %
𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑘𝑒𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑡𝑢𝑎𝑛
2. Besaran Porositas
Biasanya porositas berkisar antara 5% - 40% dan dalam prakteknya
berkisar 10% - 20% saja. Porositas 5% disebut porositas tipis (marginal
porosity) dan umumnya bersifat nonkomersial. Secara teoritis porositas
maksimum 47,6% yang berlaku untuk porositas intergranular.
Besar porositas ditentukan dengan berbagai cara yaitu:
1. Di labolatorium, dengan porosimeter yang didasarkan pada hukum
boyle: gas digunakan sebagai pengganti cairan untuk menentukan
volume pori tersebut.
2. Dari log listrik, log sonik dan log radioaktif.
3. Dari log kecepatan pemboran
4. Dari perkiraan dan pemeriksaan secara mikroskop.
5. Dari hilangnya inti pemboran.
3. Jenis porositas
Porositas absolut, adalah persen volume pori-pori total terhadap volume batuan
total
(bulk volume)
Gambar 1.1 Porositas absolut
1. Pengertian Perbeabilitas
Permeabilitas (kelulusan) adalah suatu sifat batuan reservoir untuk
dapat meluluskan cairan melalui pori – pori yang berhubungan tanpa
merusak partikel pembentuk atau kerangka batuan tersebut.
𝑘 𝑑𝑝
q= . (hukum darcy)
𝑚 𝑑𝑦
Ket:
q kecepatan fluida dinyatakan dalam cm per secon
m merupakan viskositas fluida yang mengalir
k (permeabilitas) dalam darcy
𝑑𝑝
adalah gradien hidrolik yang dinyatakan dalam atmosfer
𝑑𝑦
percentimeter.
Besaran Permeabelitas
Satuan permeabelitas adalah darcy. Jadi suatu permeabelitas
dengan k = 2 darcy memiliki arti bahwa suatu aliran sebesar 2 cc
persecon yang didapatkan melalui suatu penampang seluas 1 cm persegi
dengan panjang 1 cm di bawah suatu tekanan perbedaan 1 atmosfere
untuk suatu cairan yang mempunyai kekentalan (viskositas) 1
sentipoise.
Biasanya permeabelitas batuan kurang dari 1 darcy jadi satuan
yang digunakan yaitu milli darcy (md) dimana 1 darcy = 1000 md.
Dalam prakteknya permeabelitas berkisar antara 5 – 1000 darcy. Belum
tentu suatu batuan yang porositasnya besar maka permeabelitasnya
besar misalnya servih yang kompak mempunyai porositas 24 %
sedangkan permeabelitasnya cuman 0,000009 md. Sementara batu
pasir yang porositasnya lebih kecil yaitu 22,7% mempunyai
permeabelitas 36,6 md (fettke, 1934).
Hubungan Porositas dengan parameter lainnya
Saturasi
Saturasi adalah perbandingan antara volume pori-pori batuan yang terisi
fluida formasi tertentu terhadap total volume pori-pori batuan yang terisi fluida atau
jumlah kejenuhan fluida dalam batuan reservoir per satuan volume pori. Oleh
karena didalam reservoir terdapat tiga jenis fluida, maka saturasi dibagi menjadi
tiga yaitu saturasi air (Sw), saturasi minyak (So) dan saturasi gas (Sg), dimana
secara matematis dapat ditulis :
𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑝𝑜𝑟𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑖𝑠𝑖 𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑎𝑖𝑟
Sw= 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑝𝑜𝑟𝑖 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑝𝑜𝑟𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑖𝑠𝑖 𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑚𝑖𝑛𝑦𝑎𝑘
So= 𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑝𝑜𝑟𝑖 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑝𝑜𝑟𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑖𝑠𝑖 𝑔𝑎𝑠
Ss= Total saturasi fluida jika reservoir mengandung 3 jenis
𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑝𝑜𝑟𝑖 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
fluida :
Sw+So+Ss=1
Untuk sistem air-minyak, maka persamaan (12) dapat disederhanakan menjadi :
Sw+So=1
Beberapa faktor yang mempengaruhi saturasi fluida reservoir adalah :
a. Ukuran dan distribusi pori-pori batuan.
b. Ketinggian diatas free water level.
c. Adanya perbedaan tekanan kapiler.
Didalam kenyataan, fluida reservoir tidak dapat diproduksi semuanya. Hal ini
disebabkan adanya saturasi minimum fluida yang tidak dapat diproduksi lagi atau
disebut dengan irreducible saturation sehingga berapa besarnya fluida yang
diproduksi dapat dihitung dalam bentuk saturasi dengan persamaan berikut :
St= 1-(Swirr+Sgiir+Soirr)
keterangan:
St = saturasi total fluida terproduksi
Swirr = saturasi air tersisa (iireducible)
Sgirr = saturasi gas tersisa (iireducible)
Soirr = saturasi minyak tersisa (iireducible)
Porositas
0.8
0.6
Porositas
0.4
0.2
0
0.92 0.925 0.93 0.935 0.94
Saturasi
Gambar 1.2 Grafik Hubungan Porositas dengan Saturasi Air
2.2.2 Porositas dengan Densitas
Batuan di alam memiliki massa jenis yang berbeda-beda yang dipengaruhi
oleh lokasi terbentuknya batuan. Batuan dengan densitas terbesar yaitu jenis batuan
beku, karena terbentuk di kedalaman yang suhu dan tekananannya ekstrem
sehingga membuat batuan terkompaksi secara sempurna. Terkompaksi secara
sempurna ini menyebabkan batuan hampir tidak memiliki ruang pori. Artinya
batuan yang terkompaksi sempurna akan memiliki porositas yang sangat kecil.
Berbeda halnya dengan batuan metamorf yang cenderung memiliki porositas yang
relatif besar karena ruang pori yang besar akibat dari proses metamorfosis batuan.
Korelasi linear negatif antara porositas batuan dengan densitasnya dijelaskan dalam
buku Physical Properties of Rock dengan rumus;
ρ=(1-ϕ).ρm + ϕ. ρρ dengan ρm adalah densitas matriks dan ρp adalah densitas
pori-pori batuan.
Gambar [Link] Hubungan Densitas dengan Porositas.