0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan5 halaman

Struktur dan Ciri Teks Editorial

Teks tersebut membahas tentang teks editorial atau opini, yang merupakan teks yang berisi pendapat pribadi seseorang terhadap suatu isu atau masalah aktual. Teks tersebut menjelaskan struktur teks editorial yang sama dengan struktur teks eksposisi yaitu pernyataan pendapat, argumentasi, dan penegasan ulang pendapat. Teks tersebut juga menjelaskan ciri-ciri, kaidah kebahasaan, jenis-jenis, tuju
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan5 halaman

Struktur dan Ciri Teks Editorial

Teks tersebut membahas tentang teks editorial atau opini, yang merupakan teks yang berisi pendapat pribadi seseorang terhadap suatu isu atau masalah aktual. Teks tersebut menjelaskan struktur teks editorial yang sama dengan struktur teks eksposisi yaitu pernyataan pendapat, argumentasi, dan penegasan ulang pendapat. Teks tersebut juga menjelaskan ciri-ciri, kaidah kebahasaan, jenis-jenis, tuju
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TEKS EDITORIAL

Teks editorial/opini adalah teks yang berisi pendapat pribadi seseorang terhadap suatu isu
atau masalah aktual. Isu yang diangkat bisa jadi meliputi masalah politik, masalah ekonomi,
ataupun masalah sosial yang mempunyai hubungan erat dengan politik. Contoh isu yang bisa
diangkat adalah tentang masalah kebijakan kenaikan BBM, Rupiah anjlok, ataupun inflasi
keuangan.

Teks editorial ini bisa kita temukan biasanya muncul dalam koran atau majalah. Meskipun
hanya berupa pendapat atau opini, tapi untuk menulisnya tidak boleh sembarangan. Pendapat
yang dituliskan harus dilengkapi dengan fakta, bukti-bukti, serta alasan yang logis. Dengan
begitu, isi teks dapat diterima dengan baik oleh pembaca.

Teks editorial merupakan informasi yang dikupas oleh editor dalam rubrik yang biasanya
disebut editorial atau tajuk recana. Dalam tajuk rencana, biasanya diungkapkan fakta
peristiwa atau masalah aktual, penegasan pentingnya masalah, opini redaksi tentang masalah
yang diangkat, kritik, penilaian, serta saran atas masalah, dan harapan redaksi terhadap peran
pembaca.

KBBI (2003:284) memuat editorial untuk menyebut artikel dalam surat kabar atau majalah
(pada praktiknya bisa berupa apa saja) yang mengungkapkan pendirian editor atau pimpinan
surat kabar (majalah atau koran) tersebut mengenai beberapa pokok masalah.

A. Struktur Teks Editorial/Opini


Tahukah kalian jika struktur teks editorial sama dengan struktur teks eksposisi, yaitu
meliputi: pernyataan pendapat (tesis), argumentasi, dan penegasan ulang pendapat
(reiteration). Penjelasan singkatnya sebagai berikut:

1. Pernyataan Pendapat (Tesis)


Bagian ini berisi tentang sudut pandang penulis terhadap permasalahan yang diangkat. Istilah
ini mengacu pada pernyataan atau sebuah teori yang nantinya akan diperkuat oleh argumen.

2. Argumentasi
Bagian ini merupakan bentuk alasan atau bukti yang digunakan untuk memperkuat
pernyataan tesis. Teks editorial membahas masalah yang sedang diperbincangkan umum di
masyarakat. Argumentasi dapat berupa pernyataan umum (generalisasi), berupa data hasil
penilitan, pernyataan para ahli atau fakta-fakta yang dapat dipercaya.

3. Penegasan Ulang Pendapat (Reiteration)


Bagian ini berisi penguatan kembali atas pernyataan pendapat yang telah ditunjang oleh
fakta-fakta dalam bagian argumentasi atau saran dan solusi dari penulis atas permasalahan
yang sedang dibahas atau juga bisa berupa kesimpulan yang sifatnya menegaskan ulang
pendapatnya.

B. Ciri-ciri Teks Editorial/Opini


Adapun ciri-ciri atau karakteristik dari teks editorial atau teks opini, sebagai berikut:

 Berisi fakta-fakta tentang peristiwa atau masalah aktual.


 Berisi tema yang selalu hangat dibicarakan secara luas oleh masyarakat
 Berisi opini redaksi tentang suatu peristiwa yang menjadi sorotan, baik berupa kritik,
penilaian, harapan, maupun saran-saran.
 Terkandung sudut pandang subjektif redaksi media yang bersangkutan terhadap suatu
permasalahan, misalnya berupa sikap pro, netral, ataupun kontra.
 Menarik untuk dibaca karena penggunaan kalimat yang singkat, jelas, dan padat.
 Bersifat sistematis dan logis.
 Tajuk rencana merupakan pendapat yang bersifat argumentatif.

C. Kaidah Kebahasaan Teks Editorial/Opini

Teks editorial juga memiliki kaidah kebahasaan atau ciri kebahasaan sendiri, diantaranya
adverbia, konjungsi, verba material, verba relasional, dan verba mental. Penjelasan
singkatnya sebagai berikut.

1. Adverbia: atau disebut juga kata keterangan atau adverbia frekuentatif, yaitu
adverbia yang menggambarkan makna berhubungan dengan tingkat kekerapan
terjadinya sesuatu yang diterangkan adverbia itu. Contoh kata-kata yang digunakan,
seperti kata selalu, biasanya, sering, kadang-kadang, dan lain sebagainya.
2. Konjungsi: merupakan kata penghubung yang ada pada teks editorial/opini.
Konjungsi yang biasanya ditemukan adalah konjungsi antarkalimat, seperti kata
bahkan, sesungguhnya, dan malahan.
3. Verba material: adalah verba yang menunjukkan perbuatan fisik atau peristiwa.
Contohnya menulis, membaca, menghapus.
4. Verba relasional: adalah kata kerja yang menunjukkan hubungan intensitas
(pengertian B adalah C), dan milik (mengandung pengertian B mempunyai C).
5. Verba mental: merupakan verba yang menunjukkan persepsi (contohnya melihat,
merasa) kasih sayang (contohnya senang, khawatir), dan kognisi (contohnya berpikir,
mengerti). Pada verba mental masih ada patisipan pengindra (senser) dan fenomena.

D. Jenis-Jenis Teks Editorial


Ada tiga jenis editorial yang kalian perlu tahu, di antaranya yaitu:

1. Interpretative editorial: mempunyai misi utama untuk menjelaskan isu atau topik
dengan memberikan fakta-fakta dan figur untuk memberikan pengetahuan.
2. Controversial editorial: dibuat untuk meyakinkan pembaca pada kepercayaan atau
keinginan pada suatu isu atau topik. Biasanya editorial jenis ini, pendapat yang
berbeda atau berlawanan akan digambarkan lebih buruk.
3. Explanatory editorial: yang menyajikan masalah untuk dinilai para pembaca. Tujuan
teks ini adalah untuk mengidentifikasi masalah, dan membuka mata masyarakat untuk
lebih memperhatikan suatu isu atau topik.

E. Tujuan Teks Editorial/Tajuk Rencana/Opini

 Untuk mengajak para pembaca turut berpikir dalam masalah yang sedang hangat
diperbincangkan pada lingkungan masyarakat.
 Untuk memberikan pandangan kepada pembaca terhadap isu/masalah yang sedang
berkembang.
F. Manfaat Tajuk Rencana/Editorial/Opini
Memberikan informasi kepada para pembaca, untuk merangsang pemikiran dan terkadang
juga mampu menggerakkan pembaca untuk segera bertindak.

G. Fungsi Teks Opini/Editorial/Tajuk Rencana

 Meneruskan evaluasi moral mengenai berita tersebut.


 Fungsi tajuk rencana umumnya menjelaskan berita & akibatnya dalam masyarakat.
 Mengisi latar belakang dari kaitan berita tersebut dengan fenomena sosial dan faktor
yang mempengaruhi dengan lebih menyeluruh.
 Terkadang terdapat analisis kondisi yang berfungsi untuk mempersiapkan masyarakat
akan kemungkinan yang bisa terjadi.

H. Langkah-langkah Menulis Editorial

1. Memilih (selecting)
Pada langkah pertama, pilihlah informasi/isu-isu yang hendak diangkat. Perlu pertimbangan
tersendiri untuk memilih berita apa yang hendak diangkat. Perbedaan pertimbangan inilah
yang membedakan pengangkatan isu setiap media berbeda-beda.

2. Mengumpulkan (collecting)
Tahap selanjutnya, kumpulkan pendukung yang akan memperkuat opini yang hendak
disampaikan. Pendukung berupa fakta-fakta seputar topik yang diangkat, ini akan memberi
nilai objektivitas dalam penulisan daripada sekadar opini belaka.

3. Mengaitkan (connecting)
Langkah ketiga adalah mengaitkan atau menghubungkan. Sebelum menyusun draf editorial,
rembukkan dulu dengan anggota redaksi. Isi editorias yang disampaikan harus jelas dan
menyampaikan detail-detail yang akurat, juga dilengkapi dengan contoh-contoh pendukung.

4. Memperbaiki (correcting)
Langkah terakhir, lakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap hasil tulisan tersebut.
Editorial harus jelas dan bertenaga, tetapi jangan sampai menyerang pihak lain. Dan
upayakan pula untuk tidak terlalu mengajari. Susunan paragrafnya lebih baik singkat dan
lugas.
Teks Berita
Pengertian Teks Berita
Teks Berita adalah teks yang melaporkan kejadian, peristiwa atau infomasi mengenai sesuatu
yang telah atau sedang terjadi. Penyampaian berita ini bisa dilakukan secara lisan yang sering
kita dengar dan lihat di televisi, dan secara tulisan yang dapat kit abaca di media cetak.

Struktur Teks Berita


Ada beberapa struktur yang membangun teks berita. Stuktur teks tersebut merupakan struktur
yang membangun teks sehingga menjadi satu kesatuan teks yang utuh. Struktur teks berita
terdiri atas judul, teras dan tubuh berita.

 Judul

Judul merupakan kata kunci yang mewakili keseluruhan berita. Pada teks berita, judul
biasanya memuat tentang apa kejadian yang dibahas atau disampaikan. Judul dibuat
semenarik mungkin sehingga pembaca tertarik untuk membaca berita tersebut. Seperti
halnya dalam teks I di atas, judul yang dipakai yaitu “Sebulan Berlalu, Air Masih
Menggenangi Beberapa Lokasi di Manado” yang ketika kita baca, sangat menarik. Judul
berita berfungsi menolong pembaca yang bergegas untuk cepat mengenal kejadian-kejadian
yang terjadi di sekelilingnya untuk diberitakan. Judul ini merupakan bagian terpenting dari
berita. Hal ini karena sebelum masuk pada isi berita, pembaca akan melihat judul berita
terlebih dahulu.

 Teras

Teras atau lead berita adalah bagian yang sangat penting dari berita. Di dalam teras berita
terangkum inti dari keseluruhan isi berita. Setiap lead juga ditulis untuk menarik pembaca
melihat lebih lanjut isi berita.

 Tubuh

Bagian ini merupakan inti dari teks berita. Tubuh berita merupakan kelanjutan isi berita yang
dapat memberitahukan secara lebih rinci tentang keseluruhan peristiwa atau informasi yang
diberitakan.

Kaidah Kebahasaan Teks Berita


Dari sebuah teks juga dapat kita analisis kaidah kebahasannya. Dalam teks berita kaidah yang
harus terpenuhi yaitu teks harus disajikan dengan informasi yang aktual dan bersifat umum.
Bahasa yang diunakan harus bersifat baku atau standar bahasa Indonesia, sehingga
menjembatani pemahaman banyak khalayak dari berbagai kalangan karena lebih dipahami
oleh semuanya.
Aspek kebahasaan lain yang ada dan sering muncul dalam teks berita adalah digunakannya
kalimat langsung dan tidak langsung. Sebagai contoh mari kita lihat kalimat langsung dan
tidak langsung dari teks berita yang berjudul “Sebulan Berlalu, Air Masih Menggenangi
Beberapa Lokasi di Manado,” berikut kalimatnya.
Kalimat langsung:
- "Air di sini tidak mau surut, tetap tergenang. Kalau hujan datang, air langsung masuk di
dalam rumah, karena selokan tersumbat," ujar Yudi.
Kalimat tidak langsung:
- Menurutnya, pemerintah kota Manado tidak mencari solusi yang tepat untuk mengatasi hal
itu.
- Menurut dia, percuma saja mereka membersihkan rumah mereka, karena air bercampur
lumpur di jalan masih ada.

Contoh Teks Berita


Sebulan Berlalu, Air Masih Menggenangi Beberapa Lokasi di Manado

Banjir bandang yang menerjang Manado telah berlalu hampir sebulan. Namun tumpukan sampah
dan lumpur masih saja terlihat di beberapa wilayah. Bahkan di beberapa ruas jalan dan lorong, air sisa
banjir masih terlihat tergenang.
Seperti yang terpantau [Link], Senin (10/2/2014), air setinggi 20 sentimeter terlihat di ruas
jalan Persimpangan Plaza dan depan Makmur, Kecamatan Wenang.
Salah satu warga, Yudi yang terlihat masih berusaha membersihkan lumpur dari rumah miliknya,
mengaku kesal dengan kondisi tersebut.
Menurutnya, pemerintah kota Manado tidak mencari solusi yang tepat untuk mengatasi hal itu. "Air
di sini tidak mau surut, tetap tergenang. Kalau hujan datang, air langsung masuk di dalam rumah,
karena selokan tersumbat," ujar Yudi.
Menurut dia, percuma saja mereka membersihkan rumah mereka, karena air bercampur lumpur di
jalan masih ada. Selain di persimpangan Plaza, air dan lumpur juga masih terlihat di lorong samping
Klenteng Kwang Kong, Kampung Cina.
Di lorong tersebut beberapa rumah warga keturunan Tionghoa terlihat masih dipenuhi lumpur.
Sampah dan lumpur yang telah lama terendap menimbulkan bau yang tidak sedap. Tak ayal, warga
yang melintas di kawasan ramai tersebut harus menutup hidung mereka.
Sampah juga masih terlihat di simpang tiga Terminal Paal Dua, samping SPBU Paal 2, Tanjung
Baru, Ketang Baru, lorong Lililoyor, Dendengan Dalam, Tikala dan beberapa lokasi lainnya.
Banyaknya sampah yang ditinggalkan banjir bandang yang terjadi pada 15 Januari 2014 lalu memang
membuat pemerintah kewalahan. Walau ribuan relawan setiap hari turun membantu membersihkan
dan mengangkat sampah, tetap saja masih banyak sampah yang belum terangkat.
Diperkirakan sampah yang ditinggalkan banjir bandang tersebut mencapai 100.000 kubik.
Sementara Tempat Pembuangan Sampah di Sumompo sudah melebihi kapasitas tampung.

Perbedaan Berita antara Editorial yaitu :

1. Berita:

 Aktual / terkini
 Menceritakan suatu peristiwa
 Tersusun atas prinsip 5W + 1H
 Bersikan fakta
 Tidak memihak

2. Editorial:

 Berisikan fakta dan opini


 Berisi kritik dan saran
 Memihak salah satu
 Penegasan permasalahan
 Mempengaruhi pembaca

Anda mungkin juga menyukai