0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
127 tayangan18 halaman

Pengukuran Sensor Aliran Fluida

Dokumen tersebut membahas tentang sensor aliran berdasarkan perbedaan tekanan. Metode ini mengukur debit aliran fluida dengan mengukur perbedaan tekanan di beberapa titik yang diakibatkan perubahan kecepatan aliran akibat perubahan luas saluran. Beberapa jenis sensor aliran berdasarkan perbedaan tekanan dijelaskan seperti orifice plate, pipa venturi, dan pipa pitot.

Diunggah oleh

Favian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
127 tayangan18 halaman

Pengukuran Sensor Aliran Fluida

Dokumen tersebut membahas tentang sensor aliran berdasarkan perbedaan tekanan. Metode ini mengukur debit aliran fluida dengan mengukur perbedaan tekanan di beberapa titik yang diakibatkan perubahan kecepatan aliran akibat perubahan luas saluran. Beberapa jenis sensor aliran berdasarkan perbedaan tekanan dijelaskan seperti orifice plate, pipa venturi, dan pipa pitot.

Diunggah oleh

Favian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Favian Azmi R.

P
Nim : 1803411018
Mapel : Sensor dan Tranduser
Sensor Aliran ( Flow Sensor )
Pengukuran aliran mulai dikenal sejak tahun 1732 ketika Henry Pitot mengatur jumlah fluida yang mengalir.
Dalam pengukuran fluida perlu ditentukan besaran dan vektor kecepatan aliran pada suatu titik dalam fluida
dan bagaimana fluida tersebut berubah dari titik ke titik.
Pengukuran atau penyensoran aliran fluida dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Pengukuran kuantitas
Pengukuran ini memberikan petunjuk yang sebanding dengan kuantitas total yang telah mengalir dalam waktu
tertentu. Fluida mengalir melewati elemen primer secara berturutan dalam kuantitas yang kurang lebih
terisolasi dengan secara bergantian mengisi dan mengosongkan bejana pengukur yang diketahui kapasitasnya.
Pengukuran kuantitas diklasifikasikan menurut :
a. Pengukur gravimetri atau pengukuran berat
b. Pengukur volumetri untuk cairan
c. Pengukur volumetri untuk gas
2. Pengukuran laju aliran
Laju aliran Q merupakan fungsi luas pipa A dan kecepatan V dari cairan yang mengalir lewat pipa, yakni:
Q = A.V
tetapi dalam praktek, kecepatan tidak merata, lebih besar di pusat. Jadi kecepatan terukur rata-rata dari cairan
atau gas dapat berbeda dari kecepatan rata-rata sebenarnya. Gejala ini dapat dikoreksi sebagai berikut:
Q = K.A.V
di mana K adalah konstanta untuk pipa tertentu dan menggambarkan hubungan antara kecepatan rata-rata
sebenarnya dan kecepatan terukur. Nilai konstanta ini bisa didapatkan melalui eksperimen.
Pengukuran laju aliran digunakan untuk mengukur kecepatan cairan atau gas yang mengalir melalui pipa.
Pengukuran ini dikelompokkan lagi menurut jenis bahan yang diukur, cairan atau gas, dan menurut sifat-sifat
elemen primer sebagai berikut:
a. Pengukuran laju aliran untuk cairan:
1) jenis baling-baling defleksi
2) jenis baling-baling rotasi
3) jenis baling-baling heliks
4) jenis turbin
5) pengukur kombinasi
6) pengukur aliran magnetis
7) pengukur aliran ultrasonic
1
8) pengukur aliran kisaran (vorteks)

Gambar Vortex shedding flowmeter, (a) flowmeter geometry, (b) response, (c) readout block diagram.
9) pengukur pusaran (swirl)
b. Pengukuran laju aliran gas
1) jenis baling-baling defleksi
2) jenis baling-baling rotasi
3) jenis termal
3. Pengukuran metoda diferensial tekanan
Jenis pengukur aliran yang paling luas digunakan adalah pengukuran tekanan diferensial. Pada prinsipnya
beda luas penampang melintang dari aliran dikurangi dengan yang mengakibatkan naiknya kecepatan,
sehingga menaikan pula energi gerakan atau energi kinetis. Karena energi tidak bisa diciptakan atau
dihilangkan ( Hukum perpindahan energi ), maka kenaikan energi kinetis ini diperoleh dari energi tekanan
yang berubah..
Lebih jelasnya, apabila fluida bergerak melewati penghantar (pipa) yang seragam dengan kecepatan rendah,
maka gerakan partikel masing-masing umumnya sejajar disepanjang garis dinding pipa. Kalau laju aliran
meningkat, titik puncak dicapai apabila gerakan partikel menjadi lebih acak dan kompleks.
Kecepatan kira-kira di mana perubahan ini terjadi dinamakan kecepatan kritis dan aliran pada tingkat kelajuan
yang lebih tinggi dinamakan turbulen dan pada tingkat kelajuan lebih rendah dinamakan laminer.
Kecepatan kritis dinamakan juga angka Reynold, dituliskan tanpa dimensi:

di mana : D = dimensi penampang arus fluida, biasanya diameter

ρ = kerapatan fluida

2
V = kecepatan fluida

μ = kecepatan absolut fluida

Batas kecepatan kritisuntuk pipa biasanya berada diantara 2000 dan 2300.

Pengukuran aliran metoda ini dapat dilakukan dengan banyak cara misalnya: menggunakan pipa
venturi, pipa pitot, orifice plat (lubang sempit), turbine flow meter, rotameter, cara thermal, menggunakan
bahan radio aktif, elektromagnetik, ultar sonic dan flowmeter gyro. Cara lain dapat dikembangkan sendiri
sesuai dengan kebutuhan proses. Yang dibahas dalam buku ini adalah sensor laju aliran berdasarkan perbedaan
tekanan.

1. Sensor Aliran Berdasarkan Perbedaan Tekanan


Metoda ini berdasarkan Hukum Bernoulli yang menyatakan hubungan :

dimana: P = tekanan fluida


ρ = masa jenis fluida
v = kecepatan fulida
g = gravitasi bumi
h = tinggi fluida (elevasi)

v2
Gambar 3.36. Hukum Kontiunitas
P1 P2
v1
Jika h1 dan h2 dibuat sama tingginya maka
h2
atau

h1

Perhatian : Rumus diatas hanya berlaku untuk aliran Laminer, yaitu aliran yang memenuhi prinsip kontinuitas.
Pipa pitot, orifice plate, pipa venturi dan flow Nozzle menggunakan hukum Bernoulli diatas. Prinsip dasarnya

adalah membentuk sedikit perubahan kecepatan dari aliran fluida sehingga diperoleh perubahan tekanan yang
dapat diamati. Pengubahan kecepatan aliran fluida dapat dilakukan dengan mengubah diameter pipa,
hubungan ini diperoleh dari Hukum kontiunitas aliran fluida.
Perhatikan rumus berikut: , di mana : A = luas penampang pipa, D = debit fluida

3
Karena debit fluida berhubungan langsung dengan kecepatan fluida, maka jelas kecepatan fluida dapat diubah
dengan cara mengubah diameter pipa.
Kelompok sensor aliran:

A. Pressure based flow sensors


B. Turbine flow sensors
C. Jenis khusus

A. Pressure based flow sensors

1.1. Orifice Plate


Alat ukur terdiri dari pipa dimana dibagian dalamnya diberi pelat berlubang lebih kecil dari ukuran diameter
pipa. Sensor tekanan diletakan disisi pelat bagian inlet (P1) dan satu lagi dibagian sisi pelat bagian outlet (P2).
Jika terjadi aliran dari inlet ke outlet, maka tekanan P1 akan lebih besar dari tekanan outlet P2.
Keuntungan utama dari Orfice plate ini adalah dari :
1. Konstruksi sederhana
2. Ukuran pipa dapat dibuat persis sama dengan ukuran pipa sambungan.
3. Harga pembuatan alat cukup murah
4. Output cukup besar
Kerugian menggunakan cara ini adalah :
1. Jika terdapat bagian padat dari aliran fluida, maka padat bagian tersebut akan terkumpul pada bagian pelat
disisi inlet.
2. Jangkauan pengukuran sangat rendah
3. Dimungkinkan terjadinya aliran Turbulen sehingga menyebabkan kesalahan pengukuran jadi besar karena
tidak mengikuti prinsip aliran Laminer.
4. Tidak memungkinkan bila digunakan untuk mengukur aliran fluida yang bertekanan rendah.
P1 P2
Gambar Orifice Plate

Jumlah fluida yang mengalir per satuan waktu ( m3/dt) adalah :


Aliran
fluida

P1> P2

di mana : Q = jumlah fluida yang mengalir ( m3/dt)


K = konstanta pipa

4
A2 = luas penampang pipa sempit
P = tekanan fluida pada pipa 1 dan 2
ρ = masa jenis fluida
g = gravitasi bumi
Rumus ini juga berlaku untuk pipa venturi

1.2. Pipa Venturi


Bentuk lain dari pengukuran aliran dengan beda tekanan adalah pipa venture.
Pada pipa venture, pemercepat aliran fluida dilakukan dengan cara membentuk corong sehingga aliran masih
dapat dijaga agar tetap laminar. Sensor tekana pertama (P1) diletakkan pada sudut tekanan pertama dan sensor
tekanan kedua diletakkan pada bagian yang plaing menjorok ke tengah. Pipa venturi biasa dipergunakan untuk
mengukur aliran cairan.
Keuntungan dari pipa venturi adalah:
[Link] padatan masih melewati alat ukur
2. Kapasitas aliran cukup besar
3. Pengukuran tekana lebih baik dibandingkan orifice plate.
4. Tahan terhadapa gesakan fluida.
Kerugiannya adalah:
1. Ukuiran menjadi lebih besar
2. Lebih mahal dari orifice plate
3. Beda tekanan yang ditimbulkan menjadi lebih kecil dari orifice plate.
P2
P1

Aliran
Fluida

P1> P2

Gambar Pipa Venturi

1.3. Flow Nozzle


Tipe Flow Nozzle menggunakan sebuah corong yang diletakkan diantara sambungan pipa sensor tekanan P 1
dibagian inlet dan P2 dibagian outlet. Tekanan P2 lebih kecil dibandingkan P1. Sensor jenis ini memiliki
keunggulan diabanding venture dan orifice plate yaitu:
1. Masih dapat melewatkan padatan
5
2. Kapasitas aliran cukup besar
3. Mudah dalam pemasangan
4. Tahan terhadap gesekan fluida
5. Beda tekanan yang diperoleh lebih besar daripada pipa venturi
6. Hasil beda tekanan cukup baik karena aliran masih laminer

P1 P2

P1> P2
Alir
an

Gambar Flow Nozzle


1.4. Pipa Pitot
Pitot tube ialah pipa terbuka kecil dimana permukaannya bersentuhan langsung dengan aliran. Terdiri dari 2
pipa, yaitu :
• Static tube (untuk mengukur tekanan statis)
Pipa ini membuka secara tegak lurus sampai ke aliran sehingga dapat diketahui tekanan statisnya.
• Impact/stagnation tube (untuk mengukur tekanan stagnasi = velocity head)
Impact pressure selalu lebih besar daripada static pressure dan perbedaan antara kedua tekanan ini sebanding
dengan kecepatan.
Konstruksi pipa ini adalah berupa pipa biasa sedang di bagian tengah pipa diselipkan pipa kecil yang
dibengkokkan ke arah inlet. Jenis pipa ini jarang dipergunakan di industri karena dengan adanya pipa kecil di
bagian tengah akan menyebabkan benturan yang sangat kuat terhadap aliran fluida. Alat ini hanya
dipergunakan untuk mengukur aliran fluida yang sangat lambat.
Cara kerja pitot tube :
▪ Pipa yang mengukur tekanan statis terletak secara radial pada batang yang dihubungkan ke
manometer (pstat)
▪ Tekanan pada ujung pipa di mana fluida masuk merupakan tekanan stagnasi(p0)
▪ Kedua pengukuran tekanan tersebut dimasukkan dalam persamaan Bernoulli untuk mengetahui
kecepatan alirannya
▪ Sulit untuk mendapat hasil pengukuran tekanan stagnasi secara nyata karena adanya friksi pada pipa.
Hasil pengukuran selalu lebih kecil dari kenyataan akibat faktor C (friksi empirik)

6
P0 = stagnation pressure
Pstat = static pressure P2
P1

P1> P2

Aliran
fluida

Gambar Pipa Pitot

Prinsip dari pitot tube :


Energi kinetik dikonversikan menjadi static pressure head
Aplikasi pipa pitot
⚫ Mengukur kecepatan pada pesawat (airspeed)
⚫ Altimeter pesawat
⚫ Mengukur tekanan fluida pada wind tunnel (terowongan angin)

7
Skema Pipa Pitot
1.5. Rotameter
Rotameter terdiridari tabung vertikal dengan lubang gerak di mana kedudukan pelampung dianggap vertical
sesuai dengan laju aliran melalui tabung (Gambar 3.41). Untuk laju aliran yang diketahui, pelampung tetap
stasioner karena gaya vertical dari tekanan diferensial, gravitasi, kekentalan, dan gaya-apung akan berimbang.
Jadi kemampuan menyeimbangkan diri dari pelampung yang digantung dengan kawat dan tergantung pada
luas dapat ditentukan. Gaya kebawah (gravitasi dikurangi gaya apung) adalah konstan dan demikian pula
gaya keatas (penurunan tekanan dikalikan luas pelampung) juga harus konstan. Dengan mengasumsikan aliran
non kompresif, hasilnya adalah sebagai berikut:

Di mana, Q = laju aliran volume


C = koefisien pengosongan
At = luas tabung
Af = luas pelampung
Vf = volume pelampung

Wf = berat jenis pelampung


Wff = berat jenis fluida yang mengalir

Outlet
Tabung
gelas

Pelampun
g

Inlet

Gambar. Rotameter

Pelampung dapat dibuat dari berbagai bahan untuk mendapatkan beda kerapatan yang diperlukan (W f-Wff)
untuk mengukur cairan atau gas tertentu. Tabung sering dibuat dari gelas berkekuatan tinggi sehingga dapat
dilakukan pengamatan langsung terhadap kedudukan pelampung.

8
B. Turbine flow sensors
Turbine flow sensors

Disebut juga flow meter, menggunakan tongkat roda (paddle wheel) atau baling-baling yang diletakkan pada
garis aliran. Kecepatan rotasi dari roda berbanding langsung dengan kecepatan aliran.
Aliran medium akan mengeliminasi tipe sensor ini untuk beberapa aplikasi, khususnya temperatur tinggi atau
fluida tipe abrasive.

Gambar Turbine Flow Sensor


C. Jenis khusus
1. Cara-cara Thermal
Cara-cara thermal biasanya dipergunakan untuk mengukur aliran udara. Pengukuran dengan menggunakan
carathermal dapat dilakukan dengan cara-cara :
▪ Anemometer kawat panas
▪ Teknik perambatan panas
9
▪ Teknik penggetaran

1.1. Anemometer Kawat Panas


Metoda ini cukup sederhana yaitu dengan menggunakan kawat yang dipanaskan oleh aliran listrik, arus yang
mengalir pada kawat dibuat tetap konstan menggunakan sumber arus konstan. Jika ada aliran udara, maka
kawat akan mendingin (seperti kita meniup lilin) dengan mendinginnya kawat, maka resistansi kawat
menurun. Karena dipergunakan sumber arus konstan, maka kita dapat menyensor tegangan pada ujung-ujung
kawat. Sensor jenis ini memiliki sensitivitas sangat baik untuk menyensor aliran gas yang lambat. Namun
sayangnya penginstalasian keseluruhan sensor tergolong sulit.
Disini berlaku rumus :

di mana : I = arus kawat


Rw = resistansi kawat
Kc = faktor konversi, panas ke daya listrik
Tw = temperatur kawat
Tt = temperatur fluida yang mengalir
Hc = koefisien film (pelapis) dari perpindahan panas
A = luas perpindahan panas

Gambar. Kontruksi Anemometer Kawat Panas

(a) tertutup (b) terbuka

Gambar Thermal-type mass flowmeters: (a) internally heated thermiostor, (b) readout, (c) separated heater
tyoe, (d) heated capillry type.
10
1.2. Perambatan Panas
Pada teknik perambatan panas, pemanas dipasang pada bagian luar pipa, pipa tersebut terbuat dari bahan
logam. Di kiri dan kanan pemanas, dipasang bahan isolator panas, dan pada isolator ini dipasang sensor suhu.
Bila udara mengalir dari kiri ke kanan, maka suhu disebelah kiri akan terasa lebih dingin dibanding suhu
sebelah kanan.

Sensor suhu Sensor suhu


Elemen pemanas
Gambar. Flowmeter Rambatan Panas

T1 T2 T1< T2
Sensor
Aliransuhu yang digunakan dapat berupa sensor resistif tetapi yang biasa terpasang adalah thermokopel
fluida
karena memiliki respon suhu yang cepat. Sensor aliran perambatan panas tipe lama, memanaskan seluruh
bagian dari saluran udara, sehingga dibutuhkan pemanas sampai puluhan kilowatt, untuk mengurangi daya
panas tersebut digunakan tipe baru dengan membelokkan sebagian kecil udara kedalam sensor.

2. Flowmeter Radio Aktif


Teknik pengukuran aliran dengan radio aktif adalah dengan menembakkan partikel netron dari sebuah
pemancar radio aktif. Pada jarak tertentu ke arah outlet, dipasang detector. Bila terjadi aliran, maka akan
terdeteksi adanya partikel radio aktif, jumlah partikel yang terdeteksi pada selang tertentu akan sebanding
dengan kecepatan aliran fluida.
Teknik lain yang masih menggunakan teknik radio aktif adalah dengan cara mencampurkan bahan radio aktif
kedalam fluida kemudian pada bagian-bagian tertentu dipasang detector. Teknik ini dilakukan bila terjadi
kesulitan mengukur misalnya karena bahan aliran terdiri dari zat yang berada pada berbagai fase.
Teknik radio aktif ini juga bila dipergunakan pada pengobatan yaitu mencari posisi pembuluh darah yang
macet bagi penderita kelumpuhan.

Sumber radiasi
netron
Gambar . Flowmeter Cara Radiasi Nuklir

Aliran

3. Flowmeter Elektromagnetis
Detektor mendeteksi muatan 11
ion akibat radiasi
Flowmeter jenis ini biasa digunakan untuk mengukur aliran cairan elektrolit. Flowmeter ini menggunakan
prinsip Efek Hall, dua buah gulungan kawat tembaga dengan inti besi dipasang pada pipa agar membangkitkan
medan magnetik. Dua buah elektroda dipasang pada bagian dalam pipa dengan posisi tegak lurus arus medan
magnet dan tegak lurus terhadap aliran fluida.
Bila terjadi aliran fluida, maka ion-ion posistif dan ion-ino negatif membelok ke arah elektroda. Dengan
demikian terjadi beda tegangan pada elektroda-elektrodanya. Untuk menghindari adanya elektrolisa terhadap
larutan, dapat digunakan arus AC sebagai pembangkit medan magnet.
Beda potensial yang terjadi dinyatakan dengan rumus, yaitu:

Lintasan ion positif


Medan magnet arah
+
meninggalkan kita
Gambar 3.45. Prinsip Pengukuran Aliran menggunakan Efek Hall
Elektroda
Aliran logam
fluida

_
Lintasan ion negatif

4. Flowmeter Ultrasonic
Flowmeter ini menggunakan Azas [Link] pasang ultrasonic transduser dipasang pada posisi diagonal
dari pipa, keduanya dipasang dibagian tepi dari pipa, untuk menghindari kerusakan sensor dantyransmitter,
permukaan sensor dihalangi oleh membran. Perbedaan lintasan terjadi karena adanya aliran fluida yang
menyebabkan pwerubahan phase pada sinyal yang diterima sensor ultrasonic
Ultra sonic
Tx - Rx
Gambar 3.46. Sensor Aliran Fluida Menggunakan Ultrasonic

12

Ultra sonic
Flow meter dengan Efek Doppler ini memenpaatkan perubahan frekuensi, dengan rumus:

Pemisahan frekuensi pancar denga frekuensi terima dilakukan dengan heterodyne, mendapatkan HPF untuk
mendapatkan sinyal AC saja

Gambar Ultrasonic (d\Doppler) flowmeter, (a) geometry, (b) response, (c) block diagram of readout.

Flow sensor lainnya


Clamp on Ultrasonic Flow Meter
beroperasi menggunakan pengukuran waktu transit. Dengan mengukur waktu yang dibutuhkan sinyal sonik
untuk menempuh jarak yang diketahui dengan aliran aliran dan sinyal lain yang bergerak melawan aliran
aliran, ia menentukan kecepatan fluida yang diukur. Dengan sifat sonik fluida dan material pipa
diperhitungkan, pengguna mendapatkan akurasi yang sangat berulang pada volumetrik, laju
aliran diukur. Karena pemancar dapat memproses sinyal dari satu atau dua sensor, itu memastikan ekonomi
tambahan dan kemampuan untuk membandingkan atau kontras dua aliran aliran, jika
diperlukan. The penjepit pada flow meter ultrasonik sangat ideal untuk pengguna yang mencari perangkat
pengukuran proses yang mudah dipasang dan dapat mempertahankan pengukuran aliran untuk cairan bersih.

Aplikasi sementara umumnya ditawarkan menggunakan meter tipe portabel dan tipe permanen terutama
dirancang untuk instalasi tetap. Jenis portabel umumnya memiliki log memori atau kemampuan pencatatan
data untuk merekam data dan jenis yang dirancang untuk aplikasi permanen biasanya tidak memiliki
13
kemampuan pencatatan atau pencatatan data. Namun tipe-tipe tertentu seperti Sitelab SL1188 atau SL1168
menyediakan kotak alat untuk keperluan logging dan untuk membantu mengidentifikasi beberapa transisi
atau kesalahan abnormal selama kondisi aliran abnormal.

Flow Meter Electromagnetic


Flowmeter electromagnetin yang sering disebut magnetic flow meter atau magmeter merupakan jenis flow
meter yang cara kerjanya menggunakan hukum faraday. Karena sifat kerjanya seperti itu maka magnetic
flow meter hanya bisa kerja pada cairan yang mempunyai konduktifitas pada tingkatan tertentu dan
umumnya pada kisaran minimal 20 micro siemens

Coriolis Mass Flowmeter

Mass Flow Meter yang beroperasi pada "prinsip Coriolis" berisi tabung bergetar di mana aliran fluida
menyebabkan perubahan frekuensi, pergeseran fasa atau amplitudo. Sinyal sensor dimasukkan ke pc-board
14
yang terpasang secara integral. Sinyal keluaran yang dihasilkan benar-benar sebanding dengan laju aliran
massa nyata, sedangkan meter aliran massa termal tergantung pada sifat fisik fluida. Pengukuran aliran massa
Coriolis cepat dan sangat akurat.

Coriolis flow meter bekerja berdasarkan prinsip bahwa inersia yang diciptakan oleh fluida mengalir melalui
tabung berosilasi menyebabkan tabung berputar secara proporsional dengan laju aliran massa. Banyak meter
Coriolis memiliki dua tabung. Mereka dibuat bergetar berlawanan satu sama lain melalui koil
magnetik. Sensor dalam bentuk rakitan magnet dan koil dipasang pada saluran masuk dan saluran keluar
dari kedua tabung aliran. Ketika kumparan bergerak melalui medan magnet yang diciptakan oleh magnet,
kumparan itu menciptakan tegangan dalam bentuk gelombang sinus. Gelombang sinus ini adalah kunci
untuk mengukur aliran massa.

Flow meter Coriolis adalah flow meter yang paling akurat dibuat. Sementara banyak meter aliran magnetik
memiliki akurasi dalam kisaran 0,5 persen, banyak meter aliran Coriolis mencapai akurasi 0,1%. Ini adalah
akurasi tinggi flow meter Coriolis yang merupakan salah satu alasan utama untuk pertumbuhan yang sangat
cepat selama lima tahun terakhir. Perusahaan yang membutuhkan flow meter untuk transfer tahanan, atau
ingin pengukuran yang sangat akurat dalam hal massa, memiliki alasan yang baik untuk memilih flow meter
Coriolis juga sangat mudah untuk diinstalasi.

Vortex Flow Meter

FV Vortex flow meter mengukur volume / aliran massa cairan, gas, dan uap. Aplikasinya adalah pasokan
air, sirkulasi industri, pengolahan limbah, minyak, reagen kimia, udara tekan, uap jenuh atau terlalu panas,
gas alam dan media lainnya.

15
Insertion Magnetic Flow Meter

Flow Meter Open Channel


Open channel flow meter adlah flow meter yang dapat diaplikasikan untuk mengukur aliran pada sistem saluran
terbuka seperti pada kanal, sungai atau parit.
Pada dasrnya flow meter open chanel ini menghitung kecepatan aliran dengan mempertimbangkan ketinggian
permukaan. Untuk pengukuran kecepatan aliran bisa menggunakan transittime flow meter atau Magnetic flow
meter. Sedangkan untuk ketinggian permukaan aliran menggunakan ultrasonic level sensor
Penggabungan velociti dengan luas penampang bisa menghasilkan kapasitas aliran atau flow rate aliran dalam
kanal.

16
insertion

elektromagnetik

Open chanel

17
18

Anda mungkin juga menyukai