Mata Kuliah : Administrasi dan Manajemen Kesehatan Lingkungan
Dosen : Dr. H. Ronny Muntu, SKM, [Link]
Pembentukan Bank Sampah di RT 002 / RW 001
Kelurahan Banta-Bantaeng Kota Makassar
OLEH:
NURHAJJA ARMINAH
PO.[Link].1.034
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI [Link] TINGKAT III
2017
1
A. Latar Belakang
Sejatinya setiap individu pasti mengharapkan hidup dengan nyaman
di lingkungan yang bersih dan asri, agar tempat tinggal sehari-hari dapat
menciptakan udara yang sehat bagi kebutuhan tubuh kita. Namun kondisi
alam dan kebutuhan serta telah pudarnya rasa keperdulian masyarakat
akan hal itu, nampaknya akan terasa sulit di capai pada zaman sekarang.
Salah satu yang kini menjadi permasalahan di tengah-tengah masyarakat
terkait kenyamanan lingkungan hidup adalah sampah, baik sampah hasil
rumah tangga maupun sampah pada umumnya. Karena sampah merupakan
hal yang pasti dihasilkan oleh makhluk hidup di dalam kehidupan sehari-
hari. Mengingat akan hal itu kami mencoba menyikapi gejala-gejala yang
timbul di tengah-tengah masyarakat dengan cara menanamkan rasa
kepedulian akan kebersihan dan kenyamanan terhadap lingkungan sekitar.
Persoalan tersebut perlu penanganan serius dari semua pihak terkait
hal ini bertujuan untuk mensukseskan program pemerintah setempat,
khususnya pemerintah kota Makassar yaitu Makassar Tidak Rantasa’.
Karna kami yakin dengan kebersamaan dan kegotong-royongan,
permasalahan seberat apapun akan terasa ringan. Begitupun sebaliknya,
dengan membiarkan gejala-gejala yang timbul pada masyarakat maka
dampak kerugiannya akan semakin meluas, karena semakin hari semakin
bertambah sampah yang dihasilkan oleh masyarakat karena populasi yang
semakin meningkat.
Terobosan-terobosan yang telah di temukan oleh pemerintah
setempat melalui kebijakannya terkait kenyamanan lingkungan hidup,
akan terasa sia-sia tanpa adanya respon positif dari masyarakat yang ikut
andil dalam penanganan hal ini , kami menganggap ada ketidak wajaran
apabila masyarakatnya sendiri yang tidak perduli akan lingkungannya
yang hanya menunggu dan berharap lingkungannya menjadi lingkungan
yang sehat dan bersih. Karena pada umumnya sampah yang ada di
masyarakat mayoritas adalah sampah plastik yang masih bisa di
manfaatkan baik untuk di daur ulang maupun dijadikan hasil karya.
Kemudian Jarak TPS yang cukup jauh dari pemukiman warga juga
yang menjadi motifasi kami untuk turut serta dalam melakukan
penanganan, serta akses yang sulit untuk di jangkau oleh armada
pengangkutan TPA oleh dinas kebersihan dan pertamanan, hal ini menjadi
salah satu penyebab kenapa sampah-sampah yang ada di lingkungan tidak
tertata di tempat yang telah di sediakan sebagaimana mestinya. Walaupun
sudah dipastikan setiap lingkungan memiliki petugas-petugas yang
dihususkan untuk menatanya, terlebih lagi dari setiap sampah yang di
hasilkan dan akan di tata ke tempat yang telah dihasilkan masyarakat harus
2
mengeluarkan biaya partisipasi alakadarnya dan seikhlasnya untuk itu. Hal
ini pula yang selanjutnya kami anggap sedikit merubah rasa keperdulian
masyarakat akan lingkungan, dengan mengganti tanggung jawabnya
dengan uang yang di keluarkan. Sehingganya masyarakat seolah
menyerahkan tanggung jawab tersebut kepada petugas yang mereka
anggap telah diberikan haknya. Hal ini sebagai cermin kultur masyarakat
yang konsumtif tanpa menyeimbangkan dengan sikap masyarakat yang
produktif. Maka dengan sendirinya lambat laun budaya masyarakat yang
manja dan gengsi melakukan hal yang baik bagi dirinya akan menjamur
sebagai sebuah tradisi.
Selanjutnya bahwa sampah yang di angkut menuju TPA adalah
pilihan terakhir apabila sampah tersebut sudah tidak menemukan jalan
keluar dalam pengolahannya,maka alangkah disayangkannya apabila
masyarakat sendiri tidak berusaha mencoba mengolah sampah yang di
hasilkan menjadi sesuatu barang yang dapat digunakan dan bermanfaat
lagi. Baik yang dapat bermanfaat menjadi barang yang dapat di gunakan
kembali, maupun yang bermanfaat untuk penghasilan dari nilai jual hasil
pengolahan sampah tersebut.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan pendahuluan diatas, maka yang menjadi obyek
sasaran adalah bagaimana bank sampah dapat menangani permasalahan
bagi masyarakat khususnya di RT 002 /RW 001 Kelurahan Banta-
bantaeng Kota Makassar?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari proposal ini antara lain :
1. Untuk meningkatkan kesadaran warga khususnya di lingkungan RT
002 /RW 001 kelurahan Banta-Bantaeng akan pentingnya kebersihan
lingkungan dan pemanfaatan peluang.
2. Untuk mengikutsertakan warga dalam usaha mewujudkan lingkungan
yang bersih dan sehat.
3. Tertanggulanginya masalah sampah dan dapat mengurangi jumlah
sampah yang diangkut ke tempat pambuangan akhir (TPA).
D. Manfaat
1. Sebagai media pengolahan sampah dan menjadikan komunitas
pemuda yang kreatif, inovatif, produktif serta peduli terhadap
lingkungan sekitar.
3
2. Mengurangi volume sampah di RT 002 /RW 001 Kelurahan Banta-
Bantaeng.
3. Meningkatkan kualitas lingkungan dan ekonomi masyarakat di RT
002 /RW 001
E. Lokasi
Lokasi pengabdian masyarakat berada di daerah Kelurahan Banta-
Bantaeng, Kecamatan Rappoccini sekitar 5,2 kilometer dari Kampus
Tidung atau Direktorat Poltekkes Kemenkes Makassar, dan juga berada di
salah satu kampus Poltekkes Kemenkes Makassar jurusan Kesehatan
Lingkungan sendiri.
Sumber : [Link]
a. Sasaran
Sasaran program kreatifitas mahasiswa bidang pengabdian
masyarakat yang berjudul diatas ditujukan kepada mahasiswa Jurusan
Kesehatan Lingkungan dan masyarakat kelurahan Banta-bantaeng
Kecematan Rappocini RT 002/ RW 001 yang dilihat masih kurangnya
kesadaran masyarakat tempat pembuangan sampahnya, terlebih
tersebut terletak didekat Kanal, yang dikhawatirkan nantinya dijadikan
tempat pembuangan sampah yang akan menyebabkan penyumbatan
air sampai banjir pada musim hujan.
b. Kondisi Masyarakat Sasaran
Masyarakat umum di RT 002/ RW 001 masih banyak yang
kehidupan ekonominya masih menengah kebawah. Kondisi
4
masyarakat yang padat penduduk tersebut juga potensi besar dalam
menghasilkan sampah rumah tangga berupa organik dan anorganik.
Selain itu, pemukiman daerah kelurahan Banta-bantaeng juga
merupakan pemukiman yang padat dan kurang begitu memahami
dampak yang dihasilkan oleh sampah terhadap lingkungan jika tidak
dipergunakan secara benar.
PENYULUHAN PERENCANAAN
Memberikan Merencanakan
penyuluhan lahan
tentang tempat
kesadaran Memberik
bank
masyarakat an sampah
terhadap informasi Menyusun Merencanak
kebersihan mengenai strukutu an
pemilahan rorganisasi pengepul
sampah pengelola sampah
. bank
sampah
GRAND
OPENING
KEGIATAN Perkenalan
Bank
HARIAN
Pencatatan Penjualan
Promosi
Sampah
proses sampah pada pada warga untuk
pengepul mencari
menabung
nasabah
Pengolahan sampah Bank
menjadi kerajinan Sampah
tangan
F. Penyuluhan
Peran masyarakat dalam program bank sampah sangatlah besar, karena
masyarakat adalah pelaku sekaligus sasaran utama program ini. Oleh
karena itu, tantangan pertama yang harus kita hadapi adalah bagaimana
menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan
5
menarik minat masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam program bank
sampah. Untuk itu perlu diadakan beberapa sosialisasi kepada masyarakat
sebelum program bank sampah dijalankan.
Kegiatan sosialisasi pemilahan sampah di RT 002/ RW 001 Kelurahan
Banta-Bantaeng dapat berupa pengajaran cara memilah sampah yang benar
dan dijelaskan juga mengapa pemilahan sampah tersebut penting untuk
dilaksanakan. Selain sosialisasi pemilihan ampah, kita juga bisa
mempromosikan bank sampah yang akan kita dirikan. Hasil yang
diharapkan dari sosialisasi ini adalah perubahan sikap dan perilaku
masyarakat terhadap sampah dan pengetahuan mengenai pengolahan
sampah yang baik.
G. Perencanaan
Tahap ini bias dilakukan bersamaan dengan tahap penyuluhan atau
sosialisasi. Pada tahap ini kita akan merencanakan beberapahal, mulai dari
lahan pendirian bank sampah, motto, visi dan misi, logo, struktur
organisasi pengelola bank sampah, program-program yang ditawarkan
pada nasabah, pengepul sampah( tempat menjual sampah dari bank
sampah).
1. Identitas Bank Sampah
Nama : Bank Kesehatan Lingkungan
Motto : Bersih, Sehat, Barokah
Visi : Mewujudkan pengelolaan sampah yang ramah
lingkungan berbasis masyarakat menuju kesejahteraan
Misi : Memanfaatkan sampah untuk :
Meningkatkan pendapatan masyarakat
Mengurangi pengangguran terutama masyarakat
kecil
Merubah perilaku masyarakat akibat manfaat sampah
Penanggung jawab : Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan
Sumber dana : Direktorat, Internal Perguruan Tinggi, dan pihak lain.
Adapun lahan yang akan kami jadikan sebagai tempat berdirinya Bank
Sampah adalah :
Alamat : Jl. Wijaya Kusuma I no.1/2 [Link]- bantaeng
RT 002/RW 001
Luas tanah : 8 x 9 meter.
Kepemilikan : Poltekkes Kemenkes Makassar Jurusan Kesehatan
Lingkungan
2. Contoh Struktur organisasi pelaksana program bank sampah
6
Penangung jawab
Ketua Pengurus Ketua RT & RW
Bagian Bagian Bagian Bagian
Administrasi & Keuangan Pelayanan Nasabah Inovasi Pengolahan Sampah Keamanan & Perlengkapan
Garis Komando
Garis Koordinasi
Keterangan :
1. Bagian Administrasi & Keuangan merupakan bagian yang
mengelolah administrasi organisasi Bank Sampah, mulai dari surat
masuk dan keluar, data nasabah, data oragnaisasi, dll. Selain itu
bagian ini juga mengelola keuangan organasasi Bank sampah baik
yang merupakan uang simpanan nasabah maupun uang kas bank
sampah.
2. Bagian Pelayanan Nasabah merupakan customer service atau bagian
yang paling banyak berinteraksi dengan masyarakat. Bagian ini
berwenang untuk melayani masyarakat yang akan mendaftar menjadi
nasabah bank sampah, menabung dan menerima serta menjelaskan
keluhan atau saran dari masyarakat. Bagian ini juga bertugas untuk
mempromosikan bank sampah kepada masyarkat agar semakin
banyak masyarakat yang menjadi nasabah bank sampah.
3. Bagian Inovasi Pengolahan sampah merupakan bagian yang
mengolah sampah yang ditabung oleh nasabah. Sampah-sampah yang
ditabung dapat dijual kembali kepengepul sampah atau di daur ulang
menjadi sebuah kerajinan yang dapat dijual kembali. Inovasi-inovasi
bentuk pengolahan sampah sangat diperlukan guna menghasilkan
produk yang bernilai jual lebih tinggi.
4. Bagian Keamanan dan Perlengkapan merupakan bagian yang
menangani masalah keamanan di bank sampah. Selain itu, bagian ini
juga bertugas untuk menyediakan sarana dan prasarana yang
dibutuhkan untuk pengembangan bank sampah.
(stuktur organisasi ini hanya sebagai contoh untuk gambaran umum, struktur
organisasi bank sampah disusun bersama oleh perangkat desa dan
masyarakat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di tempat tersebut )
7
H. Keterkaitan
Kegiatan yang dilakukan memberikan kontribusi kepada instansi
antara lain meliputi;
1) LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Kota Makassar
Dalam hal ini Lembaga Swadaya Masyarakat kota Makassar
memiliki peran penting dalam penanganan sampah di masyarakat.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan LSM kota Makassar adalah
Bank Sampah. Dengan pengalaman dan SDM yang ada maka LSM
kota Makassar telah mampu memberikan pengaruh terhadap pola
hidup masyarakat salah satunya adalah melakukan pembinaan dan
penyuluhan terhadap program pemerintah seperti Bank Sampah dalam
menyukseskan program pemerintah yaitu Makassar tidak Rantasa’.
2) Institusi Poltekkes Kemenkes Makassar Jurusan Kesehatan
Lingkungan
Merupakan institusi kesehatan yang memiliki peran penting
dalam penanganan masalah kualitas lingkungan yang berasal dari
berbagai sumber salah satunya adalah sampah masyarakat. Sebagai
lembaga pendidikan yang bergerak dalam bidang preventif, maka
sudah menjadi suatu kewajiban dalam membantu menyukseskan
program-program pemerintah yang berkenaan untuk meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat. Dalam hal ini, institusi dapat
memberikan sarana maupun prasarana pada program bank sampah.
3) Himpunan Mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes
Kemenkes Makassar (HMJ-KL PKM)
Merupakan organisasi atau lembaga kemahasiswaan jurusan
yang bersifat eksekutif atau pelaksana dalam kegiatan. Kegiatan yang
dimaksud adalah kegiatan yang berkaitan dengan bidang keilmuan
jurusan. Salah satu program kerja HMJ-KL PKM adalah pelaksanaan
bank sampah. Lembaga ini bisa berperan sebagai pelaksana kegiatan
secara periodik atau berkesinambungan dari tahun ke tahun sehingga
bank sampah bisa berjalan secara sistematis berdasarkan pergantian
pengurus.
I. Rencana beberapa jenis tabungan Bank Sampah Kesehatan
Lingkungan
Kita perlu merencanakan jenis-jenis tabungan yang akan
ditawarkan pada nasabah. Semakin bagus program yang kita tawarkan
maka minat masyarakat untuk menabung di Bank Sampah Kesehatan
Lingkungan akan semakin besar. Oleh karena itu, perlu perencanaan yang
matang mengenai jenis-jenis tabungan mulai dari tata cara dan
8
ketentuannya. Berikut beberapa jenis tabungan yang bisa menjadi rujukan
dalam perencanaan.
Tabungan Reguler
Tabungan regular adalah tabungan seperti pada umumnya. Sasaran jenis
tabungan ini adalah semua kalangan masyarakat. Sampah yang
ditabungkan oleh nasabah dikonversikan dalam bentuk rupiah kemudian
dibukukan dalam buku tabungan reguler. Nasabah bias menarik uang
kapanpun mereka mau. Untuk bunga tabungan hal tersebut tergantung
pada keuangan di Bank Sampah, jika memungkinkan maka kita perlu
mempublikasikan kepada nasabah, apabila pihak bank samppah tidak
bias memberikan bunga tabungan maka hal itu juga perlu dijelaskan
kepada nasabah.
Tabungan Pendidikan
Tabungan pendidikan merupakan tabungan berjangka yang
diorientasikan untuk membantu biaya pendidikan. Sasaran utama jenis
tabungan ini adalah pelajar, namun masyarakat umum pun
diperbolehkan memilih jenis tabungan ini. Tabungan ini berbeda dengan
tabungan regular, tabungan ini hanya bias diambil 6 bulan sekali atau
pada saat pergantian semester di sekolah.
Kredit Sampah
Kredit sampah merupakan sebuah program kredit dimana nasabah bias
mencicilnya dengan menggunakan sampah. Program ini hamper sama
dengan program kredit biasa, namun bedanya adalah selain mencicil
dengan uang tunai, nasabah juga bias mencicilnya dengan sampah.
J. Grand Opening
Tahapan selanjutnya adalah meresmikan dan mempromosikan Bank
Sampah Kesehatan Lingkungan. Kegiatan grand opening bisa digabungkan
dengan kegiatan yang menarik jumlah massa banyak, misalnya seperti
jalan sehat. Jadi kita bisa mengadakan kegiatan jalan sehat, kemudian
dilanjutkan dengan peresmian bank sampah Kesehatan Lingkungan.
Tujuannya adalah agar banyak masyarakat yang tahu bahwa Bank Sampah
Kesehatan Lingkungan telah diresmikan dan siap untuk beroperasi.
Selain itu, media-media publikasi lain seperti poster, selebaran dan
banner bisa jadi media yang baik untuk menyampaikan kepada masyarakat
bahwa Bank Sampah Kesehatan Lingkungan telah siap beroperasi.
Diharapkan dengan publikasi tersebut masyarkat segera mendaftar menjadi
9
nasabah Bank Sampah Kesehatan Lingkungan. Adapun tahapan
pelaksanaan program adalah sebagai berikut :
Persiapan
Pelaksanaan kegiatan
Evaluasi
a. Persiapan
Adapun kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan pada tahap
persiapan yaitu :
Survei tempat pelaksanaan kegiatan
Pembuatan proposal dan penyelesaian administrasi perijinan
tempat atau lokasi pengabdian masyarakat.
b. Pelaksanaan kegiatan
Kegiatan pengabdian akan dilaksanakan setelah semua perijinan
dan persiapan peralatan sudah selesai dilakukan. Kegiatan akan
dilaksanakan di masyarakat di desa Sampangan.
c. Evaluasi
Evalusi ini bertujuan untuk melihat perkembangan program yang
dilaksanakan, untuk mengetahui kendala yang ada, cara
menanganinya sehingga program pengabdian yang dilakukan benar-
benar efektif dan maksimal.
10
K. Rencana Anggaran Belanja
Rencana Anggaran Belanja
Pembentukan Bank Sampah di RT 002/ RW 001
Kelurahan Banta-Bantaeng Kota Makassar
No. Jenis Pengeluaran Biaya ( Rp. )
1. Penunjang
Sewa kamera digital 300.000
Biaya listrik dan internet 200.000
Gerobak 400.000
Timbangan 300.000
Print 800.000
Total 1 2.000.000
2. Bahan habis pakai
ATK ( kertas, buku tabungan, buku 700.000
catatan, alat tulis )
Konsumsi (penyuluhan) 500.000
Biaya pembelian sampah 1.000.000
Total 2 2.200.000
3. Perjalanan
Transportasi pemantauan ( 7 kali ) 300.000
Total 3 300.000
4. Lain-lain :
Biaya komunikasi 200.000
Biaya tak terduga 300.000
Total 4 500.000
Jumlah 5.000.000
Rencana Anggaran Belanja usul pengabdian masyarakat
menggunakan dana sebesar Rp. 5.000.000,-
L. Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan
Adapun jadwal pengabdian kepada masyarakat yang direncanakan
pada Februari-November 2017 , dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
1) Persiapan : Mei
2) Pelaksanaan : Juni- November
11
Waktu Kegiatan
No Jenis kegiatan (Bulan)
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Persipapan
(pengajuan proposal
Pengabdian)
2 Penyuluhan dan
Perencanaan
3 Grand Opening
4 Pelaksanaan
5 Evaluasi
6 Pengiriman Laporan
akhir
3) Evaluasi : November-Desember
12
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2015. Proposal Bank Sampah.
[Link]
[Link]. (Diakses pada tanggal 10 Februari 2016)
Anonim. 2016 Bank Sampah [Link]
(Diakses pada tanggal 10 Februari 2016)
Kementrian Lingkungan Hidup RI. (2011). Bank Sampah dan 3R :
Membangun Lingkungan dan Ekonomi Kerakyatan.
13