1
MAKALAH
EVIDENCE BASED PRACTICE UNTUK PENINGKATAN PATIENT
SAFETY
K3
KELOMPOK 5 / 3B
Nama Kelompok :
1. Andini Fitria Dewi 0117037
[Link] Nur Imania 0117040
4. Inayatul Karomah 0117047
5. Sofiari Nur F 01170
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN DIAN HUSADA
MOJOKERTO
2019
2
LEMBAR PERNYATAAN
Dengan ini kami menyatakan bahwa:
Kami mempunyai kopi dari makalah ini yang bisa kami reproduksi jika makalah yang
dikumpulkan hilang atau rusak.
Makalah ini adalah hasil karya kami sendiri dan bukan merupakan karya orang lain kecuali
yang telah ditulis kan dalam referensi, serta tidak ada seorangpun yang membuatkan
makalah ini untuk kami.
Jika dikemudian hari terbukti adanya ketidakjujuran akademik, kami bersedia mendapatkan
sangsi sesuai peraturan yang berlaku.
Mojokerto,09 September 2019
Nama NIM Tanda Tangan Mahasiswa
Andini Fitria Dewi 0117037
Auda Nur Imania 0117040
Inayatul Karomah 0117047
Sofiari Nur 01170
3
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadiran Allah SWT,karena atas rahmat dan karunia-Nya
kami berhasil menyelesaikan penulisan makalah dengan judul ”Evidence Based Practice untuk
Peningkatan Patient Safety”.
Dalam penyusunan makalah ini, kami mendapatkan banyak bimbingan dan dukungan
dari Ibu Ninik Murtiyani,[Link].,[Link].,Ns.,[Link] selaku fasilitator dalam materi yang
dibahas pada makalah ini. Dan tidak lupa anggota kelompok yang ikut serta dalam
penyelesaian makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk perkembangan wawasan serta
pengetahuan pembaca.
Mojokerto, 09 September 2019
Penulis
4
DAFTAR ISI
Cover ............................... 1
LEMBAR PERNYATAAN ............................... 2
KATA PENGANTAR ............................... 3
DAFTAR ISI ............................... 4
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................... 5
B. Rumusan Masalah ............................... 5
C. Tujuan ............................... 5
D. Manfaat ............................... 5
BAB II TINJAUAN TEORI ............................... 6
BAB III PENUTUPAN
A. Simpulan ............................... 10
B. Saran ............................... 10
DAFTAR PUSTAKA ............................... 11
JURNAL EBP ................................ 12
5
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perawat merupakan tenaga kesehatan professional yang memiliki tugas untuk
mengembangkan praktek yang berkontribusi terhadap kesehatan pasien. Dalam dunia
keperawatan sangat penting memahami apa itu evidence based practice, namun, dalam
kenyataannya di tatanan klinis, masih banyak tindakan atau intervensi keperawatan yang
dilakukan hanya berdasarkan kepada kebiasaan yang turun temurun tanpa berdasarkan
perkembangan ilmu pengetahuan yang baru. Kebiasaan seperti ini perlu dihilangkan dan
digantikan dengan kebiasaan tindakan yang berdasarkan pada bukti riset dan ilmu
pengetahuan. Oleh karena itu, evidence based practice untuk meningkatkan keselamatan
pasien, sehingga perawat dapat memahami dan mengaplikasikannya dengan baik.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana evidence based practice dalam meningkatkan patient safety?
C. Tujuan
Untuk mengetahui evidence based practice dalam meningkatkan patient safety.
BAB II
6
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian
Evidence Based Practice (EBP) keperawatan adalah proses untuk menentukan,
menilai, dan mengaplikasikan bukti ilmiah terbaik dari literature keperawatan maupun
medis untuk meningkatkan kualitas pelayanan pasien. Dengan kata lain, EBP
merupakan salah satu langkah empiris untuk mengetahui lebih lanjut apakah suatu
penelitian dapat diimplementasikan pada lahan praktek yang berfokus pada metode
dengan critical thinking dan menggunakan data dan penelitian yang tersedia secara
maksimal.
EBP (Evidence Based Practice) merupakan suatu kegiatan dimana dilakukan
penelitian atau riset tentang suatu studi. Dalam mengevaluasi kemajuan dalam
keselamatan pasien dibutuhkan pengukuran keselamatan pasien meliputi dua tindakan
keseimbangan :
1. Menyeimbangkan keinginan terhadap suatu pengukuran yang bersifat lebih
global, maskipun lebih bias tentang keselamatan pengukuran yang lebih fokus tetapi
biasnya lebih sedikit ( kuat ). Suatu pengukuran global yang dapat di terapkan untuk
semua pasien ( misalnya moltalitas dirumah sakit ) memiliki bias yang exstrem karena
tidak adaekuatnya penyesuaian tehadap resiko dan kurangnya pertimbangan terhadap
preferensi pasien pengukuran yang spesifik ( misalnya infeksi aliran vena sentral
bersifat sangat kuat tetapi pengukuran ini hanya menargetkan sekelompok kecil pasien.
Banyak pengukuran spesifik di perlukan untuk mencangkup keseluruhan populasi
pasien
2. Meneruskan keseimbangan antara pengukuran yang baik ( valid dan andal )
yang memungkinkan untuk di lakukan mengingaat sumber daya yang terbatas.
Penggunaan sumber data yang relatif mudah dan tidak mahal,misalnya data
administratif untuk pengukuran seperti tronbosif vena dalam, merupakan pengukuran
yang dapat di terapkan tetapi memiliki korelasi yang buruk dengan data kajian rekam
medis untuk mengatasi hal ini maka penting untuk :
a) Mengurangi kuantitas namun bukan kualitas data
b) Mempertimbangkan validitas suatu pengukuran pada dua tingkat :
Dominan keselamatan pasien : jika hal ini merupakan suatu hasil, apakah akan
mewakili aspek penting dari mutu dan apakah salah satu dari variasi pada
praktik di antara organisasi atau intervensi yang meningkatkan hasil
menunjukkan hal ini secara umum dapat di cegah jika ini adalah suatu penilaian
proses, apakah bukti menunjukkan intervensi akan memperbaiki hasil.
Rancangan studi apakah yang di gunakan untuk mengukur dominan
keselamatan pasien apakah protokol riset yang terdevinisi dengan baik,
perangkat pengumpulan data, data base yang di rancang dengan baik, rencana
pengendalian mutu yang jelas, dan rencana analisis yang mendetail rancangan
acak berkelompok ( cluster-randomised desigh ) rancangan trial kelompok (
stepped wadge-trial desigh ) atau rancangan percobaan ( srial waktu ) ( quasi –
experimental ) ( time series ) dapat di gunakan. Karena sebagian besar studi
cenderung merupakan studi rancangan pre-post maka merupakan halyang
7
penting untuk menyesuaikan dengan bias riwayat ataau perubahan pada kinerja
seiring waktu.
Tujuan EBP
Tujuan utama di implementasikannya evidance based practice di dalam praktek
keperawatan adalah untuk meningkatkan kualitas perawatan dan memberikan hasil
yang terbaik dari asuhan keperawatan yang diberikan. Selain itu juga, dengan
dimaksimalkannya kualitas perawatan tingkat kesembuhan pasien bisa lebih
cepat dan lama perawatan bisa lebih pendek serta biaya perawatan bisa ditekan
(Madarshahian et al., 2012).
Langkah-Langkah Dalam Proses Evidance Based Practice
1. Menumbuhkan semangat penyelidikan (inquiry)
2. Mengajukan pertanyaan PICO(T) question
3. Mencari bukti-bukti terbaik
4. Melakukan penilaian (appraisal) terhadap bukti-bukti yang ditemukan
5. Mengintegrasikan bukti dengan keahlian klinis dan pilihan pasien untuk membuat
keputusan klinis terbaik
6. Evaluasi hasil dari perubahan praktek setelah penerapan EBP
7. Menyebarluaskan hasil (disseminate outcome)
Tantangan Terhadap Riset Keselamatan Pasien
Tantangan berikut perlu diatasi untuk menerapkan suatu riset yang elektif dan
kerangka kerja peningkatan mutu yang meliputi :
1. Membangun kapasitas : satu-satunya cara untuk membangun momentum pada
bidang riset keselamatan adalah dengan memberikan pendidikan formal tentang metode
riset, pengajaran, dan pengalaman riset terstruktur kepada tenaga kesehatan . tenaga
kesehatan juga disarankan untuk mendapatkan gelar master atau doktoral pada bidang
kerjanya. Karena terbatasnya waktu, maka untuk tahap awal dapat dilakukan pelatihan
(workshop) selama seminggu untuk membantu memahami konsep. Keterampilan
evaluasi dapat diperoleh dengan berpartisipasi pada kursus yang lebih panjang. Untuk
memberikan panduan yang sama untuk pelatihan pada riset keselamatan pasien, maka
WHO telah menyusun panduan untuk memberikan pengajaran di seluruh dunia dengan
cara / format yang terstandardisasi.
2. Menciptakan infrastruktur : suatu kebijakan perlu disusun untuk memastikan
adanya pertukaran informasi antara klinisi dan penyusun metode. Satu cara untuk
melakukan hal ini adalah dengan mengadakan pertemuan multidisiplin untuk
membahas disiplin kerja klinis dan riset kuantitatif secara bersamaan.
3. Mengevaluasi rasio biaya-manfaat untuk upaya peningkatan mutu : peneliti
perlu memiliki kemampuan untuk menjelaskan rasio biaya-manfaat dari intervensi,
misalnya mempekerjakan staf baru atau membeli peralatan baru, agar para pemimpin
senior dan badan regulatori dapat membuat keputusan yang sudah diumumkan sebelum
mewajibkan penerapan praktik yang aman.
8
Arahan Di Masa Depan
Rekomendasi penting untuk masa depan riset keselamatan pasien adalah :
1. Mengembangkan pengukuran yang valid untuk mengevaluasi kemajuan keselamatan
pasien.
2. Mengembangkan metode yang secara andal menerjemahkan bukti ke dalam praktik.
3. Mempelajari hubungan antara budaya, perilaku, dan hasil.
4. Mengevaluasi kerjasama tim dan perilaku kepemimpinan.
5. Menggunakan simulasi untuk :
Mengevaluasi kerjasama tim dan kerja teknis
Melatih staf
Mengidentifikasi dan mengantisipasi budaya
6. Mengkoordinasi upaya nasional untuk menerapkan perubahan pada tingkat industri.
7. Mengeksplorasi cara untuk menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien pada
semua tingkat pelayanan ( unit, bangsal, departemen, dan rumah sakit )
8. Memajukan pengetahuan dalam pengukuran dan penurunan kesalahan diagnostik
medis.
9. Mengembangkan pengukuran keselamatan pasien untuk jenis produk yang spesifik (
misalnya bedah jantung ) yang harus dapat diterapkan secara umum pada berbagai unit
pelayanan.
Hasil Analisa Jurnal EBP Untuk Meningkatkan Patient Safety
Judul jurnal 1 : Hubungan Pengetahuan Perawat Dengan Upaya Penerapan Patient
Safety Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin Banda
Aceh
Oleh : Devi Darliana tahun 2016
P : 67 perawat dengan karakteristik responden menurut usia, mayoritas perawat
berada pada rentang Dewasa awal 63 orang (94%) dengan Jenis kelamin perempuan
sebanyak 54 orang (80,6%) serta tingkat pendidikan paling banyak adalah DIII
Keperawatan dengan masa kerja 1- 6 tahun.
I : Pengumpulan data pada tiap ruang rawat menggunakan Proportional sampling
tentang tingkat pengetahuan perawat tentang patient safety.
C : Hubungan upaya penerapan patient safety dengan tingkat pengetahuan
perawat.
O : Semakin tinggi pengetahuan perawat tentang penerapan keselamatan pasien
(patient safety), diharapkan semakin tinggi pula perawat dalam memahami pentingnya
penerapan keselamatan pasien (patient safety) yang diberikan kepada pasien dalam
pelayanan keperawatan.
T : Mulai tanggal 13 April – 31 Mei 2014.
Judul Jurnal 2 : Handover Sebagai Upaya Peningkatan Keselamatan Pasien (Patient
Safety) Di Rumah Sakit
Oleh : Cecep Triwibowo, Sulhah Yuliawati, Nur Amri Husna tahun 2016
9
P : 62 perawat di Rumah Sakit Paru Sidawangi Provinsi Jawa Barat.
I : Pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup tentang hubungan
handover dengan patient safety.
C :-
O : Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara
pelaksanaan handover dengan patient safety di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Paru
Sidawangi Provinsi Jawa Barat. Handover yang baik berkontribusi terhadap
peningkatan patient safety.
T :-
BAB III
PENUTUP
10
A. Simpulan
Dalam upaya meningkatkan patient safety, tingkat pengetahuan perawat mengenai
patient safety dan handover yang baik perlu ditingkatkan dan diimplementasikan dalam
memberikan asuhan keperawatan, sehingga asuhan keperawatan yang diberikan efektif
dan mampu membantu pasien dalam menekan biaya perawatan di rumah sakit.
B. Saran
Meningkatkan patient safety tidak hanya menguntungkan pasien, melainkan perawat
juga yang terhidar dari tanggung gugat atas masalah yang terjadi pada pasien maupun
kerja perawat yang semakin efektif.
11
DAFTAR PUSTAKA
Diakses 09 September 2019 12.10 WIB
[Link]
8LkAhXbfCsKHaHDAtsQFjADegQIChAB&usg=AOvVaw1s8sBZcrg2LSYKb47f1diE.
Diakses 09 September 2019 12.13 WIB
[Link]
8LkAhXbfCsKHaHDAtsQFjADegQIChAB&usg=AOvVaw1s8sBZcrg2LSYKb47f1diE
Diakses 09 September 12.15 WIB
[Link]
MLkAhUYb30KHdUGAmkQFjAAegQIABAB&usg=AOvVaw0VBG_S2rdZEGNsuvaWonp0
Utina,Mega Putri & Meyke Mayasari Sunardi. 2017. Evidence Based practice Untuk
Peningkatan Keselamatan Pasien. Universitas Muhammadiyah Gorontalo.