0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
109 tayangan12 halaman

Sistem Penjualan Tunai 512 Bakery

1. Membantu proses produksi 2. Membantu pengemasan produk 3. Membantu pengiriman pesanan 7 F. Catatan Akuntansi Pencatatan akuntansi yang dilakukan oleh 512 Bakery masih dilakukan secara manual dengan mencatat transaksi penjualan harian ke dalam buku besar. Buku yang digunakan antara lain: 1. Buku Besar (General Ledger) Digunakan untuk mencatat transaksi penjualan harian beserta kateg

Diunggah oleh

Teofilus Aditya K
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
109 tayangan12 halaman

Sistem Penjualan Tunai 512 Bakery

1. Membantu proses produksi 2. Membantu pengemasan produk 3. Membantu pengiriman pesanan 7 F. Catatan Akuntansi Pencatatan akuntansi yang dilakukan oleh 512 Bakery masih dilakukan secara manual dengan mencatat transaksi penjualan harian ke dalam buku besar. Buku yang digunakan antara lain: 1. Buku Besar (General Ledger) Digunakan untuk mencatat transaksi penjualan harian beserta kateg

Diunggah oleh

Teofilus Aditya K
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengamatan Sistem Informasi Penjualan Tunai

pada
Toko Roti “512 Bakery”

Kelompok:
170423219 Teofilus Aditya K
170423222 Theodorus Calvin S
170423224 David Christian

0
Daftar Isi

DAFTAR ISI................................................................................................. 1
PENDAHULUAN ......................................................................................... 2
TEORI PENDUKUNG ................................................................................. 3
A. GAMBARAN UMUM TENTANG TOKO ROTI “512 BAKERY” ...................... 4
B. SISTEM INFORMASI PENJUALAN TUNAI “512 BAKERY”........................... 5
C. DATA FLOW DIAGRAM (DFD) ................................................................. 5
D. FLOW CHART ...................................................................................... 6
E. FUNGSI DAN JOB DISKRIPSI ...................................................................... 7
F. CATATAN AKUNTANSI .............................................................................. 8
G. DOKUMEN TRANSAKSI YANG DIGUNAKAN ............................................... 8
H. ASPEK PENGENDALIAN INTERNAL ........................................................... 9
I. KELEMAHAN PENGENDALIAN INTERNAL ........................................... 10
SIMPULAN ................................................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................. 10

1
Pendahuluan
Motivasi Memilih topik :

Pengambilan objek pengamatan penjualan tunai pada usaha toko roti 512 ini
karena perusahaan ini bukanlah perusahaan yang besar karena tidak memiliki cabang.
Lalu kami ingin mengetahui apakah toko roti tersebut menggunakan sistem informasi
akuntansi atau masih dengan cara manual dalam pencatatan penjualan tunai. Dan ingin
mengetahui bagaimana cara pengendalian internal perusahaan tersebut.

Rumusan Masalah :

1. Bagaimana penerapan sistem informasi akuntansi penjualan tunai pada 512 Bakery ?
2. Bagaimana pengendalian internal penjualan tunai pada toko roti tersebut?
3. Bagaimana peran sistem informasi akuntansi pada pengendalian internal toko tersebut?

Tujuan Proyek :

1. Untuk mengetahui apakah perusahaan menggunakan sistem informasi akuntansi dalam


kegiatan penjualan tunai pada 512 Bakery.
2. Untuk mengetahui tahapan atau proses penjualan tunai pada 512 Bakery
3. Untuk mengetahui apakah pengendalian internal yang dilakukan sudah efektif atau
belum.

Manfaat penelitian :

a) Bagi perusahaan:
Manfaat penelitian ini bagi perusahaan adalah untuk mengenalkan sistem
informasi akuntansi yang ada dan manfaatnya dalam memudahkan untuk proses
pengolahan data terutama untuk penjualan tunai dan meminimalisir kesalahan yang
dilakukan oleh manusia/karyawan.

b) Bagi peneliti :
Kegunaan penelitian ini bagi peneliti adalah hasil penelitian ini dapat
menambah wawasan pengetahuan khususnya pada bidang keilmuan sistem informasi
dengan mengaplikasikan ilmu yang telah di peroleh secara teori di tempat observasi.

2
Teori Pendukung
Pengertian sistem

Sistem Menurut Jogianto (1999) bahwa sistem adalah kumpulan dari elemenelemen
yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. sistem ini menggambarkan suatu
kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda,
dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.

Pengertian Informasi

Pengertian Informasi Menurut Jogiyanto HM., (1999), Informasi dapat didefinisikan


sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti
bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian (event) yang nyata (fact)
yang digunakan untuk pengambilan keputusan.

Pengertian Penjualan

Menurut Sadeli (2005) bahwa Menjual atau penjualan adalah suatu tindakan untuk
menukar barang atau jasa dengan uang dengan cara mempengaruhi orang lain agar mau
memiliki barang yang ditawarkan sehingga kedua belah pihak mendapatkan keuntungan dan
kepuasan.

Sistem Informasi Penjualan Tunai

Penjualan tunai merupakan penjualan dengan mengambil barang dari supplier dan
langsung dikirim ke customer secara pembayaran langsung dengan menggunakan uang tunai.
Sistem penjualan tunai pada umumnya didasarkan pada asumsi bahwa pembeli akan
mengambil barang setelah harga barang dibayar ke kasir.

3
A. Gambaran Umum Tentang Toko Roti “512 Bakery”
512 Bakery merupakan perusahaan kecil yang bergerak dibidang kuliner yang
memproduksi roti bakery dan proses produksinya dilakukan dirumahnya sendiri yang
sekaligus menjadi toko roti. Perusahaan ini didirikan tahun 2004 oleh ibu Acik. Awalnya
perusahaan roti ini bernama Minis Bakery yang merupakan usaha kecil-kecilan yang terus
mengalami perkembangan sampai saat ini. dan pada tahun 2006 pemilik merubah nama
menjadi 512 bakery.

512 Bakery merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi roti dengan berbagai
jenis rasa dengan bentuk. Mulai dari roti isi, roti kering, kue tart, cookies, hingga bakpia.
Pada awal pendirian perusahaan, alat-alat yang digunakan masih sederhana dan
karyawannya pun berasal dari keluarga sendiri. Dalam sehari toko roti 512 bakery
memproduksi roti sebanyak 200 dari total keseluruhan, dan menerima pesanan khusus
untuk acara-acara tertentu sesuai dengan permintaan konsumen. Selain menjual roti toko
ini juga menjual minuman seperti air mineral dan soft drink.

512 Bakery ini beralamat di komplek perumahan Yadara blok V no. 12 Babarsari. Toko
roti ini terkenal dengan harganya yang tejangkau khususnya untuk anak kos karena sekitar
toko tersebut banyak tempat kos dan rasanya pun yang enak sehingga memikat para
konsumen.

a. Tujuan 512 Bakery


1. Mengembangkan bakat dalam membuat roti
2. Menciptakan lapangan kerja baru
3. Memcari keuntungan
b. Visi dan misi 512 Bakery
Visi:
Menyediakan produk yang bekualitas tinggi namun dengan harga terjangkau dan
memberikan pelayanan yang memuaskan terhadap konsumen.

Misi:

Terus meningkatkan kualitas produk dan mengembangkan produk-produk sehat dan


bergizi yang baru.

4
B. Sistem Informasi Penjualan Tunai “512 Bakery”
Sistem pencatatan penjualan tunai pada perusahaan “512 Bakery” ini masih dilakukan
secara manual dan tidak menggunakan software akuntansi apapun dan hanya memindahkan
data penjualan dari buku ke excel. Penjualan tunai dalam tokok ini hanya memiliki
beberapa prosedur yaitu customer pesan ke pelayan yang sekaligus menjadi kasir lalu
melakukan pembayaran di kasir yang pekerjaannya merangkap tersebut.

Prosedur penjualannya pun sangat sederhana, customer hanya perlu datang langsung ke
tempat atau bisa pesan lewat telepon, kemudian customer akan memilih jenis kue yang
ingin di pesan atau dibeli. Dan pihak toko akan melihat stock kue yang dipesan tersedia
atau tidak. Jika tidak makan customer akan memilih jenis kue lain atau customer tidak jadi
memesan. Dan bila barang tersedia makan pesanan akan diproses setelah selasi customer
membayar kepada kasir dan menerima kwitansi/nota beserta pesanannya. Lalu kemudian
kasir akan memberikan laporan penjualan kepada owner atau pemilik toko tersebut.

C. Data Flow Diagram (DFD)

5
D. FLOW CHART

Dalam flow chart ini customer hanya perlu datang langsung ke tempat
atau bisa pesan lewat telepon, kemudian customer akan memilih jenis
kue yang ingin di pesan atau dibeli. Dan pihak toko akan melihat stock
kue yang dipesan tersedia atau tidak. Jika tidak makan customer akan
memilih jenis kue lain atau customer tidak jadi memesan. Dan bila
barang tersedia makan pesanan akan diproses setelah selesai customer
membayar kepada kasir dan menerima kwitansi/nota dan pesanan.

6
E. Fungsi dan Job Diskripsi

Pemilik

Ibu Acik

Bagian
Kasir
Produksi

Owner :
1. Menentukan tujuan perusahaan untuk jangka pendek maupun jangka panjang.
2. Mengembangkan rencana jangka panjang atau suatu kebijakansanaan perusahaan
dalam usahanya meningkatkan penjualan dan laba usaha.
3. Mengangkat atau memberhentikan karyawan, meberikan gaji karyawan.
4. Menentukan jumlah dari macam barang yang akan diproduksi.

Kasir :

1. Merangkap menjadi pramuniaga/pelayan dalam toko


2. Menerima pembayaran dari customer

3. Menjalankan proses penjualan


4. Melakukan pencatatan atas semua transaksi.
5. Melakukan pengecekan stock barang

Bagian Produksi:

1. Bertanggung jawab dalam pembuatan kue dan roti atas kualitasdan kehigenisan
kepada bagian produksi
2. Bertanggung jawab atas terjadinya bahan mentah, bahan penolong, yang dibutuhkan
untuk proses produksi maupun produk jadi yang ada.
3. Memberikan laporan produksi kepada owner.

7
F. Catatan Akuntansi

*NB : Karena kita tidak boleh melihat laopran keuangan dari perusahaan jadi kita hanya
diberikan format laporannya saja dan isinya kita buat sendiri.

G. Dokumen Transaksi yang Digunakan


 Nota Penjualan

8
H. Aspek Pengendalian Internal

1. Monitoring :

Karena pemilik toko roti ini selalu ada di tempat/rumah sekaligus menjadi toko, jadi
sangatlah mudah bagi pemilik untuk menonitor proses produksi dan proses transaksi
penjualan yang terjadi sehingga dapat meminimalkan kecurangan atau kelalaian karyawan-
karyawannya, serta memantau kinerja karyawan.

2. Pemasangan CCTV pada bagian kasir :

Bertujuan untuk memantau apakah ada tindakan kejahatan atau tidak dan melihat
apakah ada pembeli yang dating , karena ketika tidak ada pelanggan penjaga kasir biasanya
membantu dalam proses produksi didalam.

3. Catatan persediaan dan Penjualan :


Pemilik mewajibkan setiap penjaga kasir untuk mencatat setiap penjualan ada dan
persediaan yang tersisa. Sehingga mengurangi terjadinya human error.

9
I. Kelemahan Pengendalian Internal
1) Tidak ada pembagia pekerjaan yang spesifik
Penjaga kasir, merangkap menjadi pramuniaga, mencatat penjualan dan persediaan.
Sehingga dapat terjadinya pemalsuan data atau penggelapan barang.
2) Human Error
Karena pencatatan masih di lakukan secara manual makan memungkinkan adanya
kesalahan dalam perhitungan persediaan atau pencatatan penjualan.

SIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis sistem informasi penjualan tunai maka dapat disimpulkan bahwa
pencatatan terhadap transaksi penjualan masih dilakukan secara manual. Toko tidak
menggunakan sistem aplikasi berbasis computer sehingga dapat menyebabkan human
error.
Saran yang dapat diberikan adalah menggunakan sistem informasi sehingga dapat
meminalisir human error, dan juga memberikan pemisahan tugas yang spesifik kepada
karyawan-karyawannya.

Daftar Pustaka

[Link]
[Link]

10
Lampiran
Foto Kegiatan Observasi:

11

Anda mungkin juga menyukai