RIO TANGKUDUNG| 120211042
SONDIR
(CONE PENETRATION)
1.1 MAKSUD PERCOBAAN
Percobaan ini dimaksud untuk mengetahui perlawanan penetrasi konus dan hambatan lekat tanah.
Perlawanan penetrasi konus adalah perlawanan tanah terhadap ujung konus yang dinyatakan dalam
persatuan luas.
Hambatan lekat tanah adalah perkawanan geser tanah terhadap selubung biokimia
dalamgaya persatuan luas.
1.2 ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN
1. Mesin sondir 2 ton dan manometer.
2. Seperangkat pipa sondir lengkap dengan batang dalam dengan panjang masing-masing 1
meter.
3. Bikonus.
4. Besi kanal dan sekrul pengunci.
5. Angker dan perlengkapan.
6. Kunci-kunci pipa dan alat pembersih dll
1.3 PERSIAPAN PERCOBAAN
1. Lokasi yang akan disondir ditentukan, kemudian dibersihkan.
2. Angker dipasang pada keempat penjuru pada titik yang ditentukan. Kemudian alat sondir
diletakkandan diperkuat dengan besi kanal serta sekrup pengunci.
3. Peralatan yang lain digunakan sudah harus disedia dekat dengan lokasi yang akan disondir.
4. Pada tiang penyangga sondir serta setiap skala 20 cm dibuat suatu tanda guna mempermudah
pembacaan dan pencatatan data.
RIO TANGKUDUNG| 120211042
1.4 PELAKSANAAN PERCOBAAN
1. Bikonus dipasang pada ujung stang pertama, kemudian dipasang rangkaian stang pada alat
sondir.
2. Ring penekan dipasang pada ujung atas stang.
3. Pengunci ring penekan ditutup, kemudian tekan stang konus sampai pada kedalaman 20 cm.
4. Kunci ring dibuka kemudian stang dalam ditekan perlahan konstan. Bersamaan dengan itu
dilaksanakan pembacaan pertama (harga c), dan pembacaan kedua (harga C + F) pada alat
manometer.
5. Lakukan poin 3 dan 4 diatas berulang-ulang sampai kedalaman tertentu.
6. Setelah mencapai kedalaman tersebut, dilanjutkan dengan pencabutan stang. Mula-mula ring
tekan diganti dengan ring tarik, kemudian hendle diputar hingga stang tertarik ke atas sampai
stang berikut tampak dan ditahan dengan kunci untuk menghindari stang turun ke bawah.
Buka stang dan teruskan pencabutan hingga selesai.
CATATAN :
Panjang stang yang digunakan adalah 1 meter, untuk ini perlu diadakan penyambungan stang untuk
mencapai kedalaman yang diperlukan . Ring tekan dilepas dari stang sondir yang akan disambung.
Silinder penekan dinaikkan setinggi mungkin, untuk memudahkan penyambungan stang yang satu
dengan yang lainnya. Hal ini dilakukan secara terus menerus sampai dengan kedalaman yang
diinginkan.
RIO TANGKUDUNG| 120211042
I.5. PERHITUNGAN DAN HASIL PERCOBAAN
1. Alat manometer
ü Pembacaan pertama :
Nilai : C ( Konus = perlawanan ujung ) kg/cm2
ü Pembacaan kedua ;
Nilai : C + F
Dimana = F = (C + F) + LF = friction
LF = hambatan lekat
= F . 20 /10
=2 . F (kg/cm2)
2. Aplikasi nilai konus (qc) – CPT pada perhitungan daya dukung.
Daya dukung pondasi bangunan sangat ditentukan oleh jenis pondasi yang digunakan. Umumnya
untuk kondisi tanah lunak / lembek yang banyak dipercayakan adalah pondasi tiang atau pondasi
tiang pancang beton bertulang. Adapun besarnya daya dukung suatu pondasi tiang menurut Wesley
(1977) dipengaruhi oleh luas dan keliling, nilai konus dan jumlah hambatan perekat (TF)
diformulasikan dengan rumus empiris seperti dibawah ini :
Qc . A TF . O
Qa = +
3 5
Dimana (qc dan TF didapat dari hasil sondir ) :
A = Luas
O = Keliling tiang
3 & 5 = Faktor keamanan
qa = Daya dukung yang diizinkan
qc = Nilai konus rata – rata
Estimasi Daya Dukung Batas Total Tiang Tunggal
Untuk estimasi tersebut dapat diformulasikan dengan rumus :
RIO TANGKUDUNG| 120211042
PU = PBU + PSU
Dimana : PU = Total Ultimate Pile Capacity
Pc = Ultimate Cud Bearing Capacity
P =Ultimate Shaft Resistance Capacity
Menggunakan qc = CPT secara langsung
Dengan menggunakan anlogi antara Ultimate Failure dari ujung tiang dengan ujung konus pada Cone
Penetration Test maka bentuk persamaan umum diatas nila dinyatakan secara langsung dengan hasil
qc yang diperoleh dari CPT menjadi :
Qc
PU = K1 qc . AB + K2 As
K
Dimana :
K1 dan K2 = Faktor – faktor yang besarnya tergantung kepada cara instalasi
tiang .
K = Faktor yang tergantung kepada jenis tanah sekitar dinding
tiang dan besarnya dapat diambil sebagai berikut :
K = 50 clay
K = 100 Solid
K = 200 Sand
Qo = Tahanan ultimate ujung tiang yang diperoleh dari grafik qc – CPT.
Qc = Harga rata – rata qo sepanjang dinding tiang
AB = Luas penampang ujung tiang.
AS = Luas selimut / dinding tiang
RIO TANGKUDUNG| 120211042
Hubungan Tekan Konus dan Konsistensi (CPT)
Tekan Konus Konsistensi
0–5 Sangat lembek
5 – 10 Lembek
10 - 20 Teguh
20 - 40 Kenyal
40 - 80 Sangat kenyal
80 – 100 Keras
Sumber : Balai Penyelidikan Tanah untuk Jalan Pusat, Penelitian dan pengembangan Jalan Badan
Litbang Departemen Pekerjaan Umum.
RIO TANGKUDUNG| 120211042
KESIMPULAN
1. Sondir dilakukan untuk mengetahui jenis tanah yang terdapat pada suatu lokasi tertentu.
2. Dari hasil penyondiran dilapangan pada kedalaman 10 meter, ternyata didapat bahwa rata-
rata dari nilai konus (Qs) adalah 4 kg/cm2, sedangkan Total Friction (TF) = 107.2 kg/cm2. Pada
lapisan-lapisan tanah tersebut didapat konsistensi tanah berdasarkan tekanan konus , yaitu :
Tekanan Konus Konsistensi
0-5 Sangat Lembek
5-10 Lembek
10-20 Teguh
20-40 Kenyal
40-80 Sangat Kenyal
80-100 Keras
3. Berdasarkan data-data hasil sondir pada kedalaman 0 - 10 meter, menghasilkan nilai kosinus
rata-rata (Qs) berkisar antara 0 - 4 kg/cm2, sehingga dapat disimpulkan bahwa kedalaman antara 0
meter merupakan konsistensi sangat lembek.
4. Jadi nilai Qa (daya dukung) dimana :
Qc = 4 kg/cm2 , TF = 107.2 kg/cm2
A = π R2 dimana D = 10 cm , O=2πR
= 3,14 . 52 = 2 . 3,14 . 5
= 78,5 cm2 = 31,4 cm
maka :
Qc . A TF . O
+
Qa = 3 5
4 . 78,5 107,2 . 31,4
+
= 3 5
= 777,883 kg / cm
= 7,779 kg/m
RIO TANGKUDUNG| 120211042
RIO TANGKUDUNG| 120211042
RIO TANGKUDUNG| 120211042
RIO TANGKUDUNG| 120211042