SATUAN ACARA PENYULUHAN
DIARE DAN CUCI TANGAN
“Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Kelompok Penkes Praktik Di
RSUD Dokter Soekardjo”
CI Akademik : Ns. Asep Mulyana.,[Link]., MM
CI Klinik : Ns. Nunung Zakiah, [Link]
Disusun oleh :
Kelompok 2
Aditia Salman Alfin Pratama Deden Nugraha Diah Nil Hakimah
Ega Pirman Agustin Eriska Valency Irma Nurmala Lugia Rahmatunnisa
N. Sintia BM Resti Arista Rijal Hoerul Ajwar Tia Wiranti
Yunisa Rahayu
PROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN
UNIVERSITAS BHAKTI KENCANA TASIKMALAYA
2019
1
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pokok Bahasan : Diare
Sub pokok Bahasan : Pengertian Diare, Penanganan Diare,
Sasaran : Keluarga dan Pasien
Tempat : Melati 5 RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya
Hari Tanggal : Sabtu, 10 Agustus 2019
Waktu : 20 menit
Penyuluh : Mahasiswa Tingkat 2 Kelompok 2
A. Latar Belakang
Berhubungan dengan masih banyaknya anak maupun dewasa yang menderita
diare, maka kami mahasiswa keperawatan Universitas Bhakti Kencana
Kampus Tasikmalaya akan melakukan edukasi kesehatan yang berhubungan
dengan pengertian dan khusunya pencegahan serta penanganan diare yang
biasa di aplikasikan dalam kehidupan sehari- sehari, sehingga dapat
menurunkan angka kesakitan terhadap diare.
B. Tujuan
a. Tujuan Umum
Setelah mengikuti kegiatan Penyuluhan tentang Pencegaan dan
Penanganan Diare di Melati Lantai 5 selama 20 menit, diharapkan yang
menderita atau beresiko dapat memahami tentang penanganan pertama
Diare dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
b. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti kegiatan Penyuluhan tentang Diare di Melati
Lantai 5 selama 20 menit, diharapkan seluruh pasien atau keluarga dapat
mengetahui tentang:
1. Pengertian Diare
2. Penyebab Diare
3. Bahaya Diare
4. Penanganan Diare
2
5. Nutrisi bagi penderita Diare
6. Pencegahan Diare
7. Teknik Mencuci Tangan dengan Benar
8. Pembuatan dan Pemberian Oralit
C. Materi (terlampir)
D. Media : Leaflet
E. Metode : Ceramah dan Diskusi
F. Struktur Organisasi :
1. Leader
Ega
2. Co Leader
Irma
3. Moderator
Eriska
4. Fasilitator
Aditia
Alfin
Deden
Diah
Rizal
Lugia
Resti
Sintia
Tia
Yunisa
G. Setting Tempat
Peserta penyuluhan duduk berhadapan dengan penyuluh
3
Keterangan :
: Moderator
: Penyuluh
: Fasilitator
: Peserta
H. Kegiatan Penyuluhan :
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Audiens
1 3 menit Pembukaan a. Menjawab Salam
- Salam Pembuka b. Mendengarkan
- Memperkenalkan diri
- Menyampaikan topik dan
tujuan penyuluhan
2 10 menit
Menjelaskan Materi dan
Demontrasi Mendengarkan dengan
1. Pengertian Diare penuh perhatian
2. Penyebab Diare
3. Bahaya Diare
4. Penanganan Diare
5. Nutrisi bagi penderita Diare Bertanya
3 5 menit 6. Pencegahan Diare
Menjawab Pertanyaan
7. Teknik Mencuci Tangan yang
Baik dan Benar menurut WHO
8. Pembuatan dan Pemberian
Oralit
Evaluasi Tanya Jawab
4
Memberikan kesempatan kepada
peserta untuk bertanya
Memberikan pertanyaan tentang :
1. Penanganan Diare
2. Nutrisi bagi penderita Diare Mendengarkan
4 2 menit 3. Pencegahan Diare Jawab Salam
Penutup
- Do’a
- Salam Penutup
I. Evaluasi
1. Evaluasi Struktural
- Kesepakatan pertemuan dengan peserta
- Kesiapan penyuluh dari mahasiswa
2. Evaluasi Proses
a. Peserta
- Peserta mengikuti kegiatan sampai selesai
- Pertemuan berjalan dengan lancar
b. Penyuluh
Bisa memfasilitasi jalannya penyuluhan
- Bisa menjalankan perannya sesuai tugas dan tanggung jawab
c. Evaluasi Lisan
- Apakah pengertian dari mencuci tangan?
- Apakah manfaat cuci tangan?
- Bagaimana cuci tangan 6 langkah?
5
LAMPIRAN MATERI
DIARE DAN CUCI TANGAN
A. Pengertian Diare
Menurut World Healt Organization (WHO, 2005), penyakit diare adalah
suatu penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja
yang lembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar yang
lebih dari biasa, yaitu 3 kali atau lebih dalam sehari yang mungkin dapat
disertai dengan muntah atau tinja yang berdarah. Penyakit ini paling sering
dijumpai pada anak balita, terutama pada 3 tahun pertama kehidupan, dimana
seorang anak bisa mengalami 1-3 episode diare berat (Simatupang, 2004).
Diare adalah buang air besar pada bayi atau anak lebih dan 3 kali sehari,
disertai konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah yang
berlangsung kurang dan satu minggu (Juffrie, dkk, 2010).
B. Penyebab Diare
Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan timbulnya diare (Simatupang,
2005). Diare disebabkan oleh masuknya kuman kedalam tubuh melalui
perantara hewan, kuman yang berada dalam makanan, air, melalui tubuh
6
(tidak mencuci tangan waktu makan). Berikut adalah faktor penyebab
lainnya, yaitu :
1. Efek samping obat-obatan tertentu
2. Faktor malabsorbsi. Malabsorbsi ini pada zat yang mengandung
karbohidrat, lemak, dan protein.
3. Konsumsi alkohol dan kopi yang berlebihan
4. Faktor makanan. Faktor makanan ini yang seringkali bisa menyebabkan
terjadinya diare. Diantaranya yaitu akibat dari makanan basi, beracun,
terlalu banyak lemak, sayuran dimasak kurang matang.
5. Minum air tidak masak
6. Makan jajanan yang tidak bersih
7. Berak disembarang tempat
8. Makan dengan tangan kotor
9. Faktor psikologis. Psikologis ini ternyata juga berpengaruh keada angka
kejadian dari diare. Diantara faktor psikologis yang mempengaruhi
terjadinya diare adalah rasa takut, cemas, dan gelisah.
C. Bahaya Diare
Saat terjadi diare, feses yang dikeluarkan oleh penderita memiliki
kandungan air yang sangat tinggi (sangat encer). Selain itu, frekuensi buang air
besar pun meningkat secara drastis. Dalam sehari penderita bisa kehilangan
lima liter cairan tubuh. Penderita juga dapat kehilangan zat mineral (elektrolit)
yang terlarut dalam cairan tubuh. Padahal bersama cairan tubuh, elektrolit
berperan dalam menjaga agar fungsi tubuh senantiasa normal.
Karena kehilangan cukup banyak cairan tubuh, penderita bisa mengalami
dehidrasi. Dehidrasi berkelanjutan yang terjadi pada anak-anak atau balita
dapat mengakibatkan kematian. Namun pada orang dewasa, kematian akibat
dehidrasi jarang ditemukan.
Tingkat dehidrasi dapat dilihat dari gejala-gejala yang menunjukkan
hilangnya cairan tubuh. Pada tahap awal dehidrasi, penderita akan merasakan
mulut kering dan rasa haus yang berlebihan. Adapun tanda-tanda dehidrasi
selanjutnya tergantung pada tingkat dehidrasi yang dialami penderita.
7
D. Penanganan Diare
Diare menyebabkan khilangan cairan dan elektrolit sehingga penderita
harus diberi cairan sebanyak mungkin untuk mengganti cairan yang hilang.
Sebagai pertolongan pertama, diberi cairan rumah tangga seperti tajin, air
sayur, air matang, teh. Disamping itu, harus diberi cairan elektrolit berupa
oralit. Jka tidak ada oralit, bisa menggunakan larutan gula garam. Cara
pembuatannya sebagai berikut : satu sendok teh munjung gula pasir,
seperempat sendok teh muntung garam, dilarutkan dalam satu gelas air matang
(200cc). Selanjutnya penderita diberi minum.
E. Nutrisi bagi penderita Diare
Kondisi peristaltik usus yang tidak memungkinkan, maka perlu diberi
makanan yang lunak untuk membantu peristaltik usus. Bagi bayi yang
menyusui, ASI tetap diberikan dan PASI diencerkan.
Diet BRAT adalah singkatan dari Banana, Rice, Applesuace, and Toast
(pisang, nasi, saus apel, dan roti panggang). Makanan tersebut penting
dikonsumsi terutama 24 jam pertama diare yang dapat membantu
meringankan diare serta memberikan vitamin penting, mineral, dan
karbohidrat yang mudah dicerna (diserap). Bisa disimpulkan, makanan yang
baik dikonsumsi saat diare antara lain :
a. Pisang
b. Beras
c. Sereal
d. Saus apel
e. Apel
f. Teh
g. Roti dan jelly
h. Kentang rebus
i. Asupan cairan dan elektrolit (LGG / Oralit )
Menu diatas baik dikonsumsi untuk orang dewasa dan anak-anak, namun
mengenai makanan untuk bayi diare dibawah usia 12 bulan harus berkonsultasi
terlebih dahulu dengan dokter. Hindari makanan berikut ini saat diare, yaitu:
8
a. Makanan berlemak : gorengan dan makanan yang bersantan kental
b. Susu, mentega, es krim, dan keju
c. Minuman alkohol dan kafein
d. Pemanis buatan
e. Makanan yang menyebabkan gas berlebih : kubis atau kol, kacang-
kacangan, brokoli, dan kembang kol.
F. Pencegahan Diare
Adapun pencegahan diare adalah :
a) Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
b) Menutup makanan dan minuman
c) Mencuci buah atau sayuran sebelum dimakan atau dimasak
d) Selalu minum air yang sudah dimasak
e) Menjaga kebersihan lingkungan : rumah, aliran air, sampah di buang pada
tempatnya dan ditutup
f) Makan makanan yang sehat dan bergizi
Bila telah dilakukan upaya pertolongan pertama namun diare masih
terus berlangsung segera bawa penderita ke pusat pelayanan kesehatan
terdekat.
G. Teknik cuci tangan
Cuci tangan 7 langkah adalah tata cara mencuci tangan menggunakan sabun
untuk membersihkan jari-jari, telapak dan punggung tangan dari semua
kotoran, kuman serta bakteri jahat penyebab penyakit
Cuci tangan 7 langkah merupakan cara membersihkan tangan sesuai
prosedur yang benar untuk membunuh kuman penyebab penyakit. Dengan
mencuci tangan paki sabun baik sebelum makan ataupun sebelum memuali
pekerjaan, akan menjaga kesehatan tubuh dan mencegah penyebaran penyakit
melalui kuman yang menempel di tangan. Berikut langkah cuci tangan yang
baik dan benar :
9
1. Basahi kedua telapak tangan setinggi pertengahan tangan memakai air
yang mengalir, ambil sabun kemudian usap dan gosok kedua telapak
tangan secara lembut
2. Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian
3. Jangan lupa jari-jari tangan, gosok sela-sela jari hingga bersih
4. Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan mengatupkan
10
5. Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian
6. Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan
7. Bersihkan kedua pergelangan tangan secara bergantian dengan cara
memutar, kemudian diakhiri dengan membilas seluruh bagian tangan
dengan air bersih yang mengalir lalu keringkan memakai handuk
bersih atau tisu.
H. Cara pembuatan dan takaran pemberian oralit
Bahan – bahan yang dibutuhkan untuk membuat oralit adalah :
1 sendok teh gula
Seperempat (1/4) sendok teh garam
1 gelas air putih (200 ml)
11
Cara membuatnya adalah dengan melarutkan bahan-bahan di atas yaitu 1
sendok teh gula dan seperempat sendok teh garam ke dalam 1 gelas air putih
(200 ml). Kemudian aduk perlahan hingga semuanya larut lalu bisa diminum.
Untuk memberian oralit, tentu ada takarannya sehingga tidak terlalu
berlebihan yang malah akan membahayakan. Dan juga jangan terlalu sedikit
sehingga diharapkan dapat memberikan hasil yang optimal. Berikut aturannya:
a. Untuk anak di bawah 1 tahun, 3 jam pertama diberikan 1,5 gelas oralit.
Selanjutnya 0,5 gelas setiap kali selesai berak/mencret.
b. Untuk anak di bawah 5 tahun (balita), 2 jam pertama diberikan 3 gelas oralit.
Selanjutnya 1 gelas setiap kali selesai berak/mencret.
c. Untuk anak di atas 5 tahun, 3 jam pertama diberikan 6 gelas oralit.
Selanjutnya 1,5 gelas setiap kali selesai berak/mencret.
d. Untuk anak di atas 12 tahun dan dewasa, 3 jam pertama diberikan 12 gelas
oralit. Selanjutnya 2 gelas setiap kali selesai berak/mencret.
Itulah cara pemberian oralit untuk menghindari dari dehidrasi akibat diare.
12
DAFTAR PUSTAKA
Https://[Link]/25691731/_DIARE._di akses pada tanggal 09
Agustus 2019, pukul 14.05 WIB
13