Mata Kuliah Dosen Pembimbing
Kesehatan Jiwa Ikhwanisifa, [Link]., [Link]., Psikolog
Resume
Disusun Oleh :
Meli
Nurhoufa Sofiatun
Reza Mardianis
Yolanda Elmus Pita
VA
Fakultas Psikologi
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
2017
1. Konsep Dasar Kesehatan Mental
a. Konsep sehat
WHO mendefenisikan sehat sebagai sebuah kondisi yang lengkap yaitu sejahtera
(well-being) dari segi fisik, mental dan sosial dan tidak hanya terbebas dari gejala
atau penyakit.
b. Kesehatan mental
Dari estimologi kesehtan mental berasal dari bahasa Yunani yaitu kata “mental” =
“mens” atau “mentis” yang berarti roh, jiwa, atau nyawa (Kartono, 2000).
WHO : kesehatan mental suatu kondisi ‘sejahtera’ dimana individu dapat
merealisasikan kecakapannya, dapat melakukan coping terhadap tekanan hidup
yang normal, bekerja dengan produktif dan memiliki kontribusi dalam kehidupan
dikomunitasnya.
Manusia yang sehat adalah yang memiliki harapan hidup dan optimis (Scholzt,
1991 ). Manusia yang sehat mental adalah manusia yang mampu memanfaatkan
segala potensi, kapasitas, kretifitas, energi dan dorongan dalam diri.
2. Model pertumbuhan kepribadian sehat dalam perspektif psikologi islam
Menurut ahli psikologi
A. Carl jung
Menggambarkan manusia yang sehat diistilahkan dengan kata individuasi.
Menusia yang mencapai individuasi adalah manusia yag mampu membawa
ketidaksadarannya kedalam kesadaran, mampu menyadari keberadaaan dialektika
dalam kepribadiannya antara, ego dengan shadownya dan mengintergrasikan
kedalam diri yang sebenarnya. (Siswanto,2007)
B. Sigmund freud
Teori freud menekankan kodrat kesehatan mental manusia pada dinamika
dorongan ketidak sadarannya. Freud menggap manusia yang sehat adalah manusia
yang berhasil mengakomodasi dorongan-dorongan ketidak sadarannya kedalam
realita yang bisa diterima secara sosial.(Siswanto 2007)
Menurut perspektif islam
Mental yang sehat ialah mental yang memiliki iman dan takwa kepada Allah
SWT, dengan itu maka akan dapat mengendalikan sikap, tindakan dan tingkah
laku manusia dalam mnghadapi segala macam persoalan hidup.( Septi Vol.12
No.01 Juni 2011)
3. Penyesuaian diri (Siswanto 2007 dan Anggia, Yuli 2015)
a. Pengertian
Penyesuaian diri dapat dipahami sebagai mengatur kembali ritme hidup atau
jadwal harian, orang yang memiliki penyesuaian diri yang baik adalah orang yang
dengan cepat mampu mengelolah dirinya menghadapi perubahan-perubahan yang
terjadi. Penyesuaian diri (adjustment) dipahami sebagai mengubah lingkungan
agar menjadi lebih sesuai dengan diri individu misalnya pada suhu yang panas,
individu lalu memasang fan atau menyalakan AC suapaya suhu ruangan berubah
seperti yang diinginkan, pada contoh ini individu tidak berubah,tetapi
lingkunganlah yang berubah.
b. Penyesuaian diri ditinjau dari berbagai perspektif
1. Psikoanalisa
2. Behavioristik
3. Kognitif
4. Sosial
5. islam
(Alex Sobur, 2013)
4. stress dan perilaku pemecahan masalah(Siswanto, 2007)
stress
1. pengertian stress
stress yang rendah akan mengakibatkan kebosanan, motivasi menjadi turun, sering
bolos, dan mengalami kelesuan. Sebaliknya strees yang terlalu tinggi
mengakitbatkan insomnia, lekas marah, meningkatnya kesalahan, kebimbangan
dll.
Stress harus dibedakan dengan stressor. Stressor adalah sesuatu yang
menyebabkan stress. Stress itu sendiri terjadi akibat dari interaksi timbal balik
antara rangsangan, lingkungan dan respon individu.
2. Gejala dan akibat stress
a. Akibat subjektif
b. Akibat perilaku
c. Akibat kognitif
d. Akibat fisiologis
e. Akibat keorganisasian
3. Proses terjadinya stress
Stressor----------- individual difference-----------------stress
4. Pemecahan masalah
a. Biofeedback, mengetahui bagian tubuh yang terkena stress dan belajar
menguasainya
b. Rilaksasi
c. Olahraga secara teratur
d. Meditasi
e. Mengubah sikap hidup dari yang negatif menjadi yang lebih positif.
5. Well-being(Anggia dan Yul,2015)
1. Pengertian weel-being disebut juga sebagai keadaan kesehatan mental, yaitu
suatu keadaan yang relatif dimana fikiran individu yang sehat mapu mengatasi
dan menyesuai diri pada tekanan hidup sehari-hari.
2. 6 dimensi kesejahteraan psikologi
a. Penerimaan diri
b. Hubungan positif dengan orang lan
c. Otonomi
d. Penguasaan lingkungan
e. Tujuan hidup
f. Pertumbuhan pribadi
3. Faktor yang dapat mempengaruhi well-being
a. Usia
b. Pendidikan
c. Jenis kelamin
d. Faktor sosial dan ekonomi
e. Dukungan keluarga
6. Positiv mental health
Kesehatan mental positif dilihat sebagai aspek-aspek yang meliputi emosi (afeksi
atau perasaan), kognisi(persepsi fikiran dan penalaran), fungsi sosial dan
koherensi ( perasaan kebermaknaan dan tujuan dalam hidup dengan demikian
positif mental health akan menyentuh berbagai aspek kehidupan manusia.
DAFTAR PUSTAKA
Anggia Kargentia Evanurul Marettih, Yuli Widiningsih, Al-Mujtahadah Press,
2015. Dinamika Kesehatan Mental Dalam kehidupan. Pekanbaru.
Siswanto, [Link]., [Link], C.V ANDI, 2007. Kesehatan Mental Konsep, Cakupan
dan Perkembangannya. Yogyakarta.
Drs. Alex Soubor, Pustaka Setia Bandung,2013. Psikologi Umum. Bandung
Septi Gurniandari, 2011. Kepribadian Manusia dalam perspektif Psikologi
Islam. Jurnal Psikologi, Vol. 12 Nomor 01, Juni 2011/1433 H.
Kartika sari dewi. 2012. Kesehatan Mental. UPT UNDIP Press semarang