0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan2 halaman

Tantangan IPE dalam Keperawatan Neonatus

Tantangan utama untuk melaksanakan interprofessional education adalah komunikasi yang baik, pengetahuan yang memadai, dan kemampuan bekerjasama secara efektif. Untuk mengatasinya, perlu ada perubahan dari dalam diri dengan tekad kuat untuk berkomunikasi dengan peka, selalu meningkatkan pengetahuan, serta berusaha memberikan kontribusi terbaik dalam tim kerja.

Diunggah oleh

winda muslira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan2 halaman

Tantangan IPE dalam Keperawatan Neonatus

Tantangan utama untuk melaksanakan interprofessional education adalah komunikasi yang baik, pengetahuan yang memadai, dan kemampuan bekerjasama secara efektif. Untuk mengatasinya, perlu ada perubahan dari dalam diri dengan tekad kuat untuk berkomunikasi dengan peka, selalu meningkatkan pengetahuan, serta berusaha memberikan kontribusi terbaik dalam tim kerja.

Diunggah oleh

winda muslira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Winda Muslira

No. BP : 1710312017
1. Menurut anda, apakah tantangan untuk melaksanakan
interprofessional education?
Menurut saya, ada beberapa tantangan yang akan kita hadapi diantaranya,
pertama komunikasi yang baik. Komunikasi sangat dibutuhkan dalam menyusun
strategi awal untuk melakukan kerja yang akan menghasilkan kinerja yang
memuaskan. Untuk mencapai komunikasi yang baik, dibutuhkan kemampuan
berbicara antar sesama individu. Pada saat sekarang ini, banyak ditemukan orang
yang misscom. Hal ini disebabkan karna ketidaktelitian beberapa oknum,
menganggap spele segala masalah yang terjadi, sehingga hasil yang seharusnya
tercapai, tidak bisa terlaksana dengan semestinya. Di dunia kedokteran, banyak
sekali dokter yang terjerumus dalam kasus malpraktek, kesalahan saat melakukan
tindakan medis, dan pelayanan yang buruk. Hal ini bisa mengganggu
kenyamanan pasien. Untuk itu dalam setiap pekerjaan, kita sebagai manusia
membutuhkan orang lain untuk bisa mencapai hasil yang maksimal. Tantangan
kita untuk bisa berkomunikasi yang baik yaitu dengan memperhatikan secara
seksama, tentang apa saja yang dibutuhkan oleh diri sendiri dan lingkungan
sekitar. Komunikasi menuntut tingkat kepekaan yang tinggi, saling tenggang rasa
antar sesama, dan selalu mendengarkan pendapat orang lain. Yang kedua,
tantangannya yaitu pengetahuan yang memadai. Untuk mencapai kata
professional, kita pasti tentunya harus mempunyai ilmu yang cukup untuk bisa di
aplikasikan kedunia nyata. Ilmu yang diperoleh dari pembelajaran perkuliahan,
nantinya akan di terjunkan ke masyarakat. Oleh karena itu, kita di tuntut untuk
serius dalam menuntut ilmu, sehingga dengan sendirinya kita menjadi orang yang
terlatih, dan lama kelamaan akan mencapai kata professional dalam kancah
pekerjaan yang kita jalani. Yang ketiga yaitu, kemampuan bekerjasama.
Kemampuan bekerjasama secara interprofesi (interprofessional teamwork) tidak
muncul begitu saja, melainkan harus ditemukan dan dilatih sejak dini mulai dari
tahap perkuliahan agar mahasiswa mempunyai bekal pengetahuan dan
keterampilan. Dalam dunia kesehatan, IPE dapat terwujud apabila para
mahasiswa dari berbagai program studi di bidang kesehatan serta disiplin ilmu
terkait berdiskusi bersama mengenai konsep pelayanan kesehatan dan bagaimana
kualitasnya dapat ditingkatkan demi kepentingan masyarakat luas. Secara
spesifik, IPE dapat dimanfaatkan untuk membahas isu-isu kesehatan maupun
kasus tertentu yang terjadi di masyarakat supaya melalui diskusi interprofesional
tersebut ditemukan solusi-solusi yang tepat dan dapat diaplikasikan secara efektif
dan efisien. Penerapan IPE diharapkan dapat membuka mata masing-masing
profesi, untuk menyadari bahwa dalam proses pelayanan kesehatan, seorang
pasien menjadi sehat bukan karena jasa dari salah satu profesi saja, melainkan
merupakan konstribusi dari tiap profesi yang secara terintegrasi melakukan
asuhan kesehatan.

2. Bagaimana cara mengatasinya?


Untuk menghilangkan kebiasaan yang sudah mendarah daging ini, kita harus
peka antar sesama. Untuk berkomunikasi yang baik, ilmu yang memadai, dan
kerjasama yang berkualitas, sebaiknya kita mulai melakukan perubahan dari
dalam diri sendiri. Untuk berubah kita membutuhkan tekad kuat. Kita harus
membuka diri untuk diketahui orang banyak, kita harus berusaha mencapai
kulitas yang maksimal, kita harus memberikan yang terbaik sebagai upaya untuk
mencapai kata profesional dan dapat diterima dengan baik di masyarakat.

Anda mungkin juga menyukai