SSF (Simultaneus Saccharification and Fermentation)
Definisi
Secara umum sintesis bioetanol yang berasal dari biomassa terdiri dari dua tahap
utama, yaitu hidrolisis dan fermentasi. Pada metode terdahulu proses hidrolisis dan
fermentasi dilakukan secara terpisah atau Separated Hydrolisys and Fermentation
(SHF) dan yang terbaru adalah proses Simultaneous Saccharification and Fermentation
(SSF) atau Sakarifikasi dan Fermentasi Serentak (SFS) (Novia,2014). SSF atau
Simultaneous Saccharification and Fermentation merupakan salah satu metode yang
digunakan untuk mendapatkan hasil berupa etanol dengan cara hidrolisis da fermentasi
suatu sampel secara bersamaan atau simultan. Menurut Hans et al (2019), Simultaneous
Saccharification and Fermentation (SSF) adalah salah satu teknik terkenal, yang
digunakan untuk meningkatkan produktivitas etanol dan hasil dengan mengurangi
waktu proses dan mencegah penghambatan umpan balik selulase, masing-masing.
Prinsip
Prinsip kerja dari Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF) adalah
mengubah suatu sample dengan kandungan lignoselulosa menjadi etanol dengan dua
langkah yang dilakukan secara bersamaan, yaitu sakarifikasi dan fermentasi.
Melakukan dua langkah proses (sakarifikasi dan fermentasi) secara bersamaan dalam
satu reaktor dengan tujuan mempersingkat waktu proses, yang mengarah pada
produktivitas etanol yang tinggi. SSF dilakukan dalam satu kapal tidak seperti SHF
yaitu hidrolisis enzimatik dan fermentasi secara bersamaan tanpa memisahkan
biomassa dari gula yang mengandung hidrolisat (Hans,2019).
Langkah-langkah utama atau persyaratan yang terlibat dalam SSF adalah
pretreatment biomassa untuk membongkar kompleks lignoselulosa, enzim hidrolitik
untuk hidrolisis selulosa dan hemiselulosa menjadi gula monomer, strain fermentasi
untuk konversi gula monomer yang dapat difermentasi menjadi etanol, dan faktor
proses lainnya. Setelah melakukan proses pretreatment maka dilakukan proses
sakarifikasi enzimatik yang menjadi langkah penting untuk memanfaatkan selulosa dan
hemiselulosa yang dapat diakses adalah menghidrolisis menjadi glukosa dan xilosa.
Tahapan ini bertujuan untuk mendapatkan bahan kimia yang masuk kedalam kategori
aman saat melakukan emote SSF. Di sisi lain, enzim yang sangat khusus (selulase,
hemiselulase dan β-glukosidase) banyak digunakan dalam proses fermentasi karena
kondisi yang tidak korosif, tidak berbahaya dan ringan.
Secara sederhana, prinsip kerja dari SSF adalah sebagai berikut:
Kelebihan
Metode SSF mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan metode yang
lainnya terutama metode SHF,antara lain (Hans,2019):
1. Waktu yang dibutuhkan lebih singkat dibandingkan dengan metode SHf karena
kedua proses dilakukan secara simultan
2. Proses yang lebih ekonomis dan berkelanjutan daripada proses hidrolisis dan
fermentasi (SHF) terpisah konvensional dalam hal berkurangnya jumlah kapal
3. SSF lebih menguntungkan karena gula dan etanol yang tinggi,
4. Produktivitas tinggi,
5. Toleransi lebih banyak inhibitor,
6. Berkurangnya risiko kontaminasi akibat produksi etanol di kapal yang sama
dibandingkan dengan SHF
Dapus
Novia,dkk. 2014. Pembuatan Bioetanol Dari Jerami Padi Dengan Metode
Ozonolisis- Simultaneus Saccharification And Fermentation (SSF). Jurnal
Teknik Kimia No.3 Vol. 20
Hans,Meenu et al. 2019. A Review On Bioprocessing Of Paddy Straw To
Ethanol Using Simultaneous Saccharification And Fermentation. Process
Biochemistry