SATUAN ACARA PENYULUHAN
A. BAHASAN
1. Topik : Keselamatan Kerja Petugas Kesehatan
2. Sub topik : Pentingnya Penggunaan APD
3. Sasaran : Petugas kesehatan yang bersentuhan langsung
dengan pasein (Perawat UGD dan Rawat Inap)
4. Waktu : 15 Menit
5. Hari /Tanggal : Selasa, 3 September 2019
6. Tempat : Puskesmas Segeri
7. Penyuluh : Riawulandari, [Link],Kep
B. TUJUAN
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilakukan penyuluhan selama 15 menit, petugas kesehatan dapat
memahami tentang pentingnya penggunaan APD
2. Tujuan Instruksional Khusus :
Setelah dilakukan penyuluhan selama 15 menit, petugas kesehatan dapat :
a. Menjelaskan pengertian APD.
b. Menjelaskan tujuan menggunakan APD.
c. Menjelaskan manfaat penggunaan APD
d. Menjelaskan jenis-jenis APD.
e. Mengetahui factor penting dalam penggunaan APD
C. MATERI :
Terlampir
D. MEDIA :
Leaflet.
E. METODE :
Ceramah dan Tanya Jawab.
F. TABEL KEGIATAN :
Tahap Kegiatan
Waktu
Kegiatan Penyuluh Sasaran
1. Membuka acara dengan 1. Menjawab salam
mengucapkan salam
kepada sasaran
2. Menyampaikan topik 2. Mendengarkan
dan tujuan penyuluhan penyuluh
(pendidikan Kesehatan) menyampaikan
2 Menit Pembukaan kepada sasaran topik dan tujuan
3. Kontrak waktu untuk 3. Menyetujui
kesepakatan kesepakatan waktu
pelaksanaan penyuluhan pelaksanaan Penkes
(pendidikan Kesehatan)
dengan sasaran
1. Mengkaji ulang 1. Menyampaikan
pengetahuan sasaran pengetahuannya
tentang materi tentang materi
penyuluhan penyuluhan
2. Menjelaskan materi 2. Mendengarkan
penyuluhan kepada penyuluh
8 Menit Kegiatan Inti sasaran dengan menyampaikan
menggunakan lembar materi
balik/leaflet 3. menanyakan hal –
3. Memberikan hal yang tidak
kesempatan kepada dimengerti dari
sasaran untuk materi penyuluhan
menanyakan hal – hal
yang belum dimengerti
dari materi yang
dijelaskan penyuluh
1. Memberikan pertanyaan 1. Menjawab
kepada sasaran tentang pertanyaan yang
materi yang sudah diajukan penyuluh
disampaikan penyuluh
2. Menyimpulkan materi 2. Mendengarkan
penyuluhan yang telah penyampaian
Evaluasi /
5 Menit disampaikan kepada kesimpulan
Penutup
sasaran
3. Menutup acara dengan 3. Mendengarkan
mengucapkan salam penyuluh menutup
serta terimakasih kepada acara dan
sasaran menjawab salam
G. EVALUASI
Peserta mampu:
1. Menjelaskan pengertian APD.
2. Menjelaskan tujuan menggunakan APD.
3. Menjelaskan manfaat penggunaan APD
4. Menjelaskan jenis-jenis APD.
5. Mengetahui factor penting dalam penggunaan APD
LAMPIRAN
Materi Penyuluhan
1. Pengertian APD
Alat Pelindung Diri adalah alat-alat yang mampu memberikan
perlindungan terhadap bahaya-bahaya kecelakaan (Suma’mur, 2014). Atau
bisa juga disebut alat kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai
bahaya dan risiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan
orang di sekelilingnya.
Menurut OSHA atau Occupational Safety and Health Administration,
pesonal protective equipment atau alat pelindung diri (APD) didefinisikan
sebagai alat yang digunakan untuk melindungi pekerja dari luka atau penyakit
yang diakibatkan oleh adanya kontak dengan bahaya (hazards) di tempat kerja,
baik yang bersifat kimia, biologis, radiasi, fisik, elektrik, mekanik dan lainnya
Jadi alat pelindung diri merupakan salah satu cara untuk mencegah
kecelekaan dan secara teknis APD tidaklah sempurna dapat melindungi tubuh
akan tetapi mengurangi tingkat keparahan dari kecelekaan yang terjadi.
(Buntarto, 2015)
2. Tujuan penggunaan APD
Tujuan dari pengunaan APD adalah sebagai berikut:
1) Melindungi tenaga kerja apabila usaha rekayasa (engineering) dan
administratif tidak dapat dilakukan dengan baik.
2) Meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja.
3) Menciptakan lingkungan kerja yang aman. (Buntarto, 2015)
3. Manfaat penggunan APD
Adapun manfaat penggunaan APD adalah sebagai berikut:
1) Untuk melindungi seluruh atau sebagian tubuhnya terhadap
kemungkinan adanya potensi kecelakaan kerja.
2) Mengurangi resiko akibat kecelakaan. (Buntarto, 2015)
4. Jenis APD :
a. Sarung tangan
Melindungi tangan dari bahan infeksius dan mellindungi pasien
dari mikroorganisme pada tangan petugas. Alat ini merupakan pembatas
fisik terpenting untuk mencegah penyebaran infeksi dan harus selalu
diganti untuk mecegah infeksi silang
Menurut Tiedjen ada tiga jenis sarung tangan yaitu:
1) Sarung tangan bedah, dipaka sewaktu melakukan tindakan infasif atau
pembedahan.
2) Sarung tangan pemeriksaan, dipakai untuk melindungi petugas
kesehatan sewaktu malakukan pemeriksaan atau pekerjaan rutin.
3) Sarung tangan rumah tangga, dipakai sewaktu memprose peralatan,
menangani bahan-bahan terkontaminasi, dan sewaktu membersihkan
permukaan yang terkontaminasi.
b. Masker
Masker harus cukup besar untuk menutup hidung, muka bagian
bawah, rahang dan semua rambut muka. Masker dipakai untuk menahan
cipratan yang keluar sewaktu petugas kesehatan atau petugas bedah bicara,
batuk, atau bersin dan juga untuk mencegah cipratan darah atau cairan
tubuh yang terkontaminasi masik kedalam hidung atau mulut petugas
kesehatan. Masker jika tidak terbuat dari bahan tahan cairan,
bagaimanapun juga tidak efektif dalam mencegah dengan baik.
c. Respirator
Masker jenis khusus, disebut respirator partikel, yang dianjurkan
dalam situasi memfilter udara yang tertarik nafas dianggap sangat penting
(umpamanya, dalam perawatan orang dengan tuberculosis paru).
d. Pelindung mata
Melindungi perawat kalau terjadi cipratan darah atau cairan tubuh
lainya yang terkontaminasi dengan melindungi mata. Pelindung mata
termasuk pelindung plastik yan jernih. Kacamata pengaman, pelindung
muka. Kacamata yang dibuat dengan resep dokter atau kacamata dengan
lensa normal juga dapat dipakai.
e. Tutup kepala/kap
Dipakai untuk menutup rambut dan kepala agar guguran kulit dan
rambut tidak masuk dalam luka sewaktu pembedahan. Kap harus dapat
menutup semua rambut.
f. Gaun
Gaun penutup, dipakai untuk menutupi baju rumah. Gaun ini
dipakai untuk melindungi pakaian petugas pelayanan [Link]
bedah, petama kali digunakan untuk melindungi pasien dari
mikroorganisme yang terdapat di abdomen dan lengan dari staf perawatan
kesehatan sewaktu pembedahan.
g. Apron/Clemek
Terbuat dari bahan karet atau plastik sebagai suatu pembatas tahan
air di bagian depan dari petugas kesehatan.
h. Alas kaki
Dipakai untuk melindungi kaki dari perlukaan oleh benda tajam
atau berat atau dari cairan yang kebetulan jatuh atau menetes pada kaki.
(Suma'mur, 2014)
5. Faktor Penting dalam penggunaan APD
Faktor penting yang harus diperhatikan pada pemakaian APD :
a. Kenakan APD sebelum kontak dengan pasien, umumnya sebelum
memasuki ruangan (tindakan atau operasi).
b. Gunakan dengan hati-hati jangan menyebarkan kontaminasi.
c. Lepas dan buang secara hati-hati ke tempat limbah infeksius yang telah
disediakan di ruang ganti khusus. Lepas masker di luar ruangan.
d. Segera lakukan pembersihan tangan dengan langkah-langkah
membersihkan tangan sesuai pedoman. (Buntarto, 2015)
DAFTAR PUSTAKA
Buntarto. (2015). Panduan paktis keselamatan dan kesehatan kerja untuk industri.
Yogyakarta: Pustaka BAru.
Suma'mur. (2014). Higiene Perushaan dan kesehatan kerja (hiperkes). Jakarta:
Sagung Seto.