SATUAN ACARA PENYULUHAN PHBS
1. Pokok Bahasan : Penyuluhan PHBS
2. Sub Pokok Bahasan : Penyuluhan PHBS
3. Sasaran : Pengunjung Posyandu
4. Jumlah Sasaran : 15 orang
5. Waktu : 30 menit
6. Tempat : Balai Dusun Bululada, Desa Selat, Kec. Sukasada
7. Tanggal : Kamis, 21 Januari 2016
8. Tujuan :
1) Tujuan Instruksional Umum
Setelah diberikan penjelasan tentang PHBS para orang tua bayi, balita
maupun anak dapat mengetahui informasi mengenai PHBS.
2) Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penjelasan selama 20 menit, orang tua bayi, balita
maupun anak diharapkan :
a. Dapat menjelaskan tentang pengertian PHBS
b. Dapat menjelaskan PHBS di rumah tangga
c. Dapat menyebutkan manfaat PHBS
d. Dapat menyebutkan kriteria rumah sehat
e. Dapat menyebutkan pesan pokok PHBS
f. Dapat menyebutkan cara-cara berprilaku hidup bersih dan sehat
9. Materi
1) Pengertian PHBS
2) PHBS di rumah tangga
3) Manfaat PHBS
4) Kriteria rumah sehat
5) Pesan pokok PHBS
6) Cara-cara berprilaku hidup bersih dan sehat
10. Metode
Metode yang digunakan adalah curah pendapat, ceramah, dan tanya jawab.
No Tahapan Waktu Kegiatan Ket.
1 Pembukaan 5 Menit a. Memperkenalkan diri Curah
b. Menjelaskan tujuan
Pendapat
penyuluhan
c. Menyepakati waktu untuk
penyuluhan
d. Menggali pengetahuan sasaran
tentang PHBS (apresepsi)
2 Inti 20 Menit a. Menjelaskan tentang Ceramah
pengertian PHBS
b. Dapat menjelaskan PHBS di
rumah tangga
c. Dapat menyebutkan manfaat
PHBS
d. Dapat menyebutkan Kriteria
rumah sehat
e. Dapat menyebutkan pesan
pokok PHBS
f. Dapat menyebutkan cara-cara
berprilaku hidup bersih dan
sehat
3 Penutup 5 Menit a. Memberikan kesempatan Tanya Jawab
sasaran untuk bertanya tentang
hal yang belum dimengerti
b. Melakukan evaluasi secara
lisan tentang PHBS
c. Memberikan salam penutup
11. Media, Sumber
a. Media : Lembar balik
b. Sumber :
- Depkes RI Jakarta.1989.”Pembuangan Kotoran dan Air Limbah” hal 3.
- Heru S, Adi. 1995. Kader Kesehtan Keluarga. Jakarta: EGC
- Thoha, Zuraida, dkk. 2006. Prilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah
tangga. Pusat Promosi Kesehatan departemen Kesehatan RI
- Notoarmojo. Soekidjo. 2003. Ilmu Kesehatan Keluarga. Jakarta: PT.
Rineka Cipta
- [Link]
- [Link]
- [Link] PHBS Bagi Petugas Puskesmas/2008/12/-Dinas
Kesehatan Provinsi Sulawesi [Link]
- [Link]
phbs-bagi-petugas-puskesmas/
- [Link]
- [Link]
[Link]
- [Link]
option=com_content&task=view&id=765
- [Link]
- [Link] diakses tanggal 25 Maret 2010
12. Pengorganisasian
Keterangan :
: Media
: Penyuluh
: Sasaran
13. Proses Kegiatan
No Waktu Tahap Kegiatan
1 3 menit Pembukaan Memberi salam
Perkenalan
Menyampaikan tujuan
penyuluhan
Menyampaikan materi yang akan
disampaikan
Menyiapkan media dan alat yang
dibutuhkan
2 15 menit Pelaksanaan Menyampaikan materi secara
jelas dan berurutan
Menarik fokus perhatian sasaran
dengan menunjukkan gambar dan
demo yang dilakukan
3 5 menit Evaluasi Meminta klien/sasaran
mengulang kembali materi yang
sudah dibahas dengan melakukan
post test
4. 2 menit Penutup Menyampaikan terima kasih dan
reinforcement positif kepada
klien/sasaran atas perhatiannya
Mengucapkan salam penutup
14. Evaluasi
Prosedur : evaluasi
Cara : test lisan
MATERI
PHBS (PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT)
1. Pengertian PHBS
PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) adalah semua perilaku
kesehatan yang dilakukan atas kesadaran, sehingga keluarga beserta semua
yang ada di dalamnya dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan
berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di keluarga.
2. PHBS di Rumah tangga
PHBS Rumah Tangga adalah wahana atau wadah dimana orang tua
(bapak dan ibu) dan anak serta anggota keluarga yang lain dalam
melaksanakan kehidupan sehari-hari. Bertolak dari pengertian di atas PHBS
tatanan rumah tangga adalah suatu upaya yang dilakukan untuk
memberdayakan dan meningkatkan kemampuan keluarga dalam berperilaku
hidup bersih dan sehat. Jadi PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk
memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu
mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam
gerakan kesehatan di keluarga. (Zuraida, dkk.,2006)
3. Manfaat PHBS :
a. Bagi rumah tangga :
1) Anggota keluarga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit
2) Anak tumbuh sehat & cerdas
3) Produktivitas anggota keluarga meningkat
4) Pengeluaran biaya dapat di alokasikan untuk pemenuhan gizi keluarga,
pendidikan & modal usaha untuk peningkatan pendapatan
b. Bagi keluarga :
1) Mampu mengupayakan lingkungan sehat
2) Mampu mencegah & menanggulangi masalah kesehatan
3) Memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada
4) Mampu mengembangkan upaya kesehatan bersumber keluarga seperti
Posyandu, JPKM, tabungan bersalin, arisan jamban, kelompok
pemakai air, ambulan desa.
c. Bagi pemerintah kabupaten/Kota :
1) Peningkatan kinerja dan citra Alokasi biaya penanganan masalah
kesehatan dapat di alihkan unatuk pengembangan lingkungan sehat &
penyedian sarana kesehatan merat bermutu & dan terjangkau
2) Menjadi pusat pembelajaran bagi daerah lain dalam pengembangan
PHBS di rumah tangga
4. Kriteria Rumah Sehat
a. Letak rumah jauh dari sumber pengotoran tanah, air, maupun udara
termasuk kebisingan
b. Kontruksi rumah cukup kuat sehingga dapat memberikan keamaan
c. Memberikan perlindungan yang baik terhadap panas, dingin, kelembaban
yang berlebihan yang dapat membahayakan kesehatan penghuninya
d. Ruang dan kamar cukup luas/besar berdasarkan fungsinya termasuk kamar
mandi, dapur dan ruangan yang sesuai dengan kebutuhan penghuninya
e. Mempunyai system ventilasi yang baik
f. Mempunyai system pencahayan yang baik
g. Terdapat persediaan air bersih
h. Tersedianya fasilitas untuk kotoran, air limbah dan sampah
5. Pesan Pokok PHBS
a. Pesan Pokok Gaya Hidup
1) Berolahraga secara teratur.
2) Mengendalikan stres.
3) Menghindari rokok, minuman keras dan obat/ bahan berbahaya.
4) Menyadari bahaya AIDS, dan ikut berupaya menanggulangi.
5) Istirahat yang cukup.
b. Pesan Pokok Kesehatan Lingkungan
1) Menggunakan jamban (WC) apabila buang air besar. Sedangkan bayi
dan orang sakit kotorannya juga di buang ke jamban.
2) Menggunakan air bersih (tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna)
dan untuk diminum perlu di masak lebih dahulu.
3) Membuang sampah pada tempatnya dan memberantas sarang nyamuk.
4) Keadaan rumah tidak padat penghuni,menghindarkan rumah dari
sarang tikus dan jentik nyamuk.
5) Mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar dengan
sabun dan air bersih.
c. Pesan Pokok Pangan Dan Gizi
1) Makan makanan yang bervariasi dengan gizi yang seimbang, 3x
sehari, 2x sehari untuk makanan selingan.
2) Menggunakan garam beryodium.
3) Ibu hamil agar menambah makanan yang mengandung zat besi.
4) Memanfaatkan pekarangan dengan tanaman pangan dan tanaman obat-
obatan.
5) Pemberian makanan untuk Balita sesuai dengan umur.
d. Pesan Pokok Kesehatan Ibu Dan Anak
1) Ibu hamil memeriksakan kehamilan ke sarana / petugas kesehatan
minimal 4 kali selama kehamilan dan makan pil tambah darah setiap
hari 2. Ibu bersalin melakukan persalinan ke saran/ petugas kesehatan.
2) Ibu yang mempunyai bayi agar memberi ASI eksklusif pada bayinya.
3) Ibu membawa bayi dan balitanya ke posyandu atau sarana kesehatan
untuk ditimbang dan memantau perkembangannya setiap bulan.
6. Cara-cara berprilaku hidup bersih dan sehat
a. Air bersih
- Alat untuk mengambil air seperti ember, gayung harus diletakkan di
tempat yang benar, jangan diletakkan sembarangan tempat seperti
tergeletak di lantai, dsb, agar air yang akan diambil tiidak tercemar
oleh kotoran yang mungkin menempel/terbawa di ember gayung.
- Biasakan minum dari air bersih yang sudah dimasak. Minum air yang
tidak dimasak dapat menyebabkan sakit perut seperti diare, karena
kuman penyebab penyakit diare biasanya masih terdapat pada air yang
belum dimasak.
- Menutup tempat-tempat air bersih, tempat penyimpanan bahan
makanan siap saji dan bahan makan agar terhindar dari binatang
penyebar penyakit seperti lalat, kecoa, nyamuk, dan tikus
b. Buang air besar (BAB)
Jangan BAB di sembarang tempat karena kotoran manusia yang dibuang
sembarangan dapat mencemari lingkungan. Biasakan BAB di WC/jamban.
Setelah BAB, biasakan mencuci tangan pakai sabun dan air bersih.
c. Personal hygiene
- Mandi 2x sehari setiap hari menggunakan sabun dan air bersih.
Mandidengan air kotor seperti mandi di sungai yang telah tercemar
kotoran/sampah dapat menimbulkan penyakit kulit.
- Pakaian diganti setiap hari sekali dan hindari tukar menukar pakaian
yang belum dicuci dengan orang lain.
- Jangan membiasakan pakaian kotor ditumpuk atau dibiarkan lama
digantungan, karena nyamuk suka bersarang di benda-benda kotor
yang diletakkan bergantungan, cucilah segera pakaian kotor sampai
bersih dengan sabun dan bilas dengan air bersih
- Menggosok gigi dengan air bersih/matang setiap habis makan dan
pada waktu akan tidur.
- Mencuci rambut paling sedikit 2 kali dalam seminggu atau setiiap kali
rambut kkotor dengan sampo pencuci rambut dan air bersih.
- Biasakan cuci tangan pakai sabun dan air bersih sebelum makan agar
terhindar dari sakit perut dan cacingan, karena telor cacing yang
mungkin ada dalam tangan atau kuku yang kotor ikut tertelan dan
masuk ke dalam tubuh.
- Kuku tangan dan kaki harus sering dibersihkan dan biasakan untuk
beralas kaki.
d. Makanan
- Sayuran yang akan dimasak atau sayuran yang akan dimakan mentah
(lalapan) harus dicuci yang bersih dengan air bersih/matang agar
terbebas dari kotoran, telor cacing atau zat-zat penyemprot hama yang
mungkin masih melekat pada sayuran.
- Alat makan dan alat masak harus selalu bersih dan jangan menggunakan
lap kotor untuk membersiihkan barang yang akan dipakai (terutama
peralatan makan).
- Jangan meletakkan makanan dan minuman matang di sembarang tempat.
- Biasakan menyimpan makanan dalam keadaan tertutup.
- Tidak mencuci peralatan makan ataupun bahan makanan yang akan
dimasak di sungai.
- Simpanlah alat makan/masak yang bersih pada tempat yang dilindungi
dari pencemaran.
e. Memelihara kesehatan lingkungan di sekitar rumah
1. Membuat tempat penampungan sampah dengan ditanam/dibakar , jenis
penyakit yang bisa ditimbulkan oleh sampah yaitu:
Membuat tempat penampungan sampah dengan ditanam/dibakar ,
jenis penyakit yang bisa ditimbulkan oleh sampah yaitu:
Mencret atau diare
Muntaber
Thypes abdominalis
Penyakit kulit
2. Tidak membuang limbah rumah tangga sembarangan. Syarat-syarat
pembuangan limbah yaitu:
Air bekas/limbah kotoran tidak mengotori sumur/sungai
Air bekas/limbah tidak menjadi tempat berkembangnya nyamuk,
lalat, kecoa sehingga diusahakan jangan sampai tergenang
Membuat jamban bila memungkinkan atau alternatif lain seperti
WC cemplung untuk mencegah timbulnya penyakit oleh karena
kotoran manusia.
Syarat-syarat jamban yang sehat:
Tidak menjadi sarang serangga
Bersih dan tidak menjadi sumber penyebaran penyakit
Septik tank sekurang-kurangnya 10 meter dari sumber air
DAFTAR HADIR
NO HARI/TANGGAL NAMA PARAF
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
Mengetahui, Singaraja, 21 Januari 2016
Pembimbing Klinik Penyuluh
( Luh Widiastuti, [Link]., Keb ) ( Kadek Basuta Dewi )
NIP. NIM. 13119