0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
195 tayangan6 halaman

Siklus Pemecahan Masalah Kesehatan

Problem solving cycle merupakan siklus pemecahan masalah yang terdiri dari beberapa langkah seperti identifikasi masalah, definisi masalah, formulasi strategi, alokasi sumber daya, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi. Siklus ini digunakan untuk menyelesaikan masalah secara sistematis dengan memahami masalah, merencanakan solusi, dan mengevaluasi hasilnya.

Diunggah oleh

Indah Kusuma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
195 tayangan6 halaman

Siklus Pemecahan Masalah Kesehatan

Problem solving cycle merupakan siklus pemecahan masalah yang terdiri dari beberapa langkah seperti identifikasi masalah, definisi masalah, formulasi strategi, alokasi sumber daya, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi. Siklus ini digunakan untuk menyelesaikan masalah secara sistematis dengan memahami masalah, merencanakan solusi, dan mengevaluasi hasilnya.

Diunggah oleh

Indah Kusuma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROBLEM SOLVING CYCLE

1 2
Problem Definition
Identificati of
on Problem

7 3
Evaluating PROBLEM Constructing a
strategy
problem SOLVING for problem
solving solving
CYCLE

6 4
A Organizing
Monotoring
information
problem about a
solving problem
5
Allocation
of
resources

Problem solving cycle berguna untuk penyelesaian masalah dalam bidang


kesehatan, dimana masalah itu timbul karena adanya kesenjangan antara kenyataan dan
[Link] menyelesaikan suatu masalah khususnya dalam bidang kesehatan itu
sendiri maka kita haru bisa melakukan analisa terhadap masalah tersebut.
Problem solving cycle atau siklus solusi masalah yang mana merupakan siklus
pemecahan masalah yang terdiri dari beberapa langkah yaitu antara lain identifikati
masalah, mengartikan atau mendefinisikan dan merepresentasikan dari masalah itu
sendiri, strategi atau langkah yang akan digunakan untuh pemecahan masalah, informasi
organisasi, sumber daya yang dibutuhkan dalam pemecahan masalah, melakukan
monitoring dan melakukan evaluasi.
Ada 7 langkah problem solving cycle yaitu :
1. Problem identification (Mengidentifikasi masalah)
Masalah merupakan kesenjangan (gap) antara harapan dengan kenyataan. Cara
perumusan masalah yang baik adalah jika rumusan masalah tersebut jelas
menyatakan adanya kesenjangan. Kesenjangan tersebut ditmapilkan baik itu secara
kualitatif dan juga dapat ditampilkan secara kuantitatif.
As odd as it sounds, identifying a situation as problematic is sometimes a
difficult step. We may fail to recognize that we have a goal, that our path to a goal is
obstructed, or that the solution we had in our mind does not work. If your problem is
the need to write a term paper, you must first identify a question that your paper will
address (Aziz, 2010).
Sesuai pernyataan diatas didapatkan bahwa dalam melakukan identifikasi
situasi yang didalamnya terdapat masalah terkesan sulit dilakukan proses
diidentifikasi dari masalah tersebut. Kita mungkin tidak menyadari bahwa dalam
organisasi tersebutut sudah memiliki tujuan yang ingin dicapai, akan tetapi dalam
pelaksanaannya tidak berjalan sesuai yang diharapakan atau dalam pelaksanaannya
menemui berbagai macam hambatan ataupun solusi-solusi yang dipersiapkan jika
menemui hambatan dalam pelaksanaan itu tidak dapat digunakan atau
diimplementasikan dalam mengatasi masalah.
Penentuan masalah sendiri dapat dilakukan dengan caramelakukan
perbandingan dengan yang lai, memonitor akan kelemahan-kelemahan dalam
organisasi, membandingkan capaian saat ini dengan tujuan atau dengan capaian yang
sudah direncanakan sebelumnya, checklist, brainstorming dan dengan membuat
daftar keluhan.
Penyebab dari adanya masalah sendiri dapat dikenali dengan menggambarkan
diagram sebab akibat. Dalam hal ini bisa menggunankan tools atau alat yang bisa
menggambarkan menemukan akar dari masalah itu antara lain Root Cause Analysis
(RCA) yang merupakan salah satu tools atau alat dalam inisiatif problem solving
untuk membantu dalam menemukan akar masalah dari suatu masalah, Failure Mode
and Effect Analysis (FMEA), pohon maslaah (problem tree), dan sebagainya.
Dari berbagai tools atau alat yang ada maka dapat dilakukan proses dari
identifikasi akan masalah baik itu dari faktor penyebab, sistem yang terlibat adanya
masalah, kemungkinan-kemungkinan terjadinya kegagalan dalam mencapai tujuan
sampai dengan akar yang menyebabkan masalah tersebut.

2. Problem definition and representation


Dalam langkah problem solving cycle setelah dilakukannya proses
mengidentifikasi masalah maka selanjutnya adakan dilakukan proses dari
mendefinisikan dan menrepresentasikan akan masalah. Hal ini berkenaan dengan kita
dapat mengetahui dan memahami akan adanya masalah dan juga penyebabnya dalam
organisasi tersebut yang dapat mempengaruhi akan pencapaian tujuan organisasi.
Once we identify the existence of a problem, we still have to define and
represent the problem well enough to understand how to solve it. For example, in
preparing to write your term paper, you must define your topic well enough to
determine the research you will gather and your overall strategy for writing your
paper. The problem definition step is crucial because if you inaccurately define and
represent the problem, you are much less able to solve it.
Sesuai dengan pernyataan diatas bahwasanya setelah dilakukan proses
identifikasi masalah maka langkah selanjutnya yaitu melakukan proses
mendefinisikan dan merepresentasikan masalah yang ada didalam organisasi
tersebut. Hal ini berkenaan dengan solusi atau cara dalam mengatasi maslaah yang
ada. Jadi harus mengenal akan masalah itu apa penyebabnya dan baru bisa
melakukan dan merencanakan strategi dalam menanganinya.
Langkah dalam proses menjelaskan dan merepresentasikan akan masalah
tersebut juga sangat berpengaruh didalamnya. Benar atau tidak dalam proses
mendalami dan mempelajari akan masalah berpengaruh terhadap penanganan yang
akan dilakukan untuk mengatasi maslah yang ada. Hal ini juga berpengaruh terhadap
keberhasilan dalam mengatasi masalah tersebut. Karena jika dalam proses tersebut
tidak paham akan masalah yang ada akan menimbulkan ketidakmampuan organisasi
dalam menyelesaikan masalah yang ada.
Be as specific as possible (What, Where, Who, When, How) . Jadi yang harus
diketahui akan masalah yang terjadi harus bisa menjawab dari pertanyaan apa yang
sedang terjadi (masalah apa yang sedang terjadi), dimana masalah itu terjadi, siapa
saja yang terlibat / ada dalam masalah tersebut, kapan masalah itu mulai terjadi, dan
bagaimana masalah itu bisa terjadi. Dari sekian pertanyaan harus bisa dijawab untuk
mengetahui dan juga mendalami akan masalah yang ada (Anonim, 2016).
Define a problem can be do a problem statements should commence with a
question or a firm hypothesis and then be specific, actionable and focus on what the
decision maker needs to move forward.
Dalam mendefinisikan masalah yang dapat dilakukan yaitu dengan membuat
pernyataan yang didalamnya berisi akan penyataan atau hipotesis ( dugaan sementara
) akan masalah yang ada saat ini dan kemudian akan menjadi lebih spesifik dari
masalah tersebu, sehingga dala proses untuk menangangani atau menindaklanjuti
akan lebih mudah dan juga lebih fokus terhadap apa yang akan dibutuhkan dari
organisasi tersebut untuk pengambilan keputusan demi keberlangsungan dan juga
kegiatan di organisasi tetap berjalan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh
organisasi tersebut (Summer 2013).

3. Strategy formulation
Once the problem has been defined effectively, the next step is to plan a
strategy for solving it. The strategy may involve analysis – breaking down the whole
of a complex problem into manageable elements. Instead, or perhaps in addition, it
may involve the complementary process of synthesis – putting together various
elements to arrange them into something useful. In writing your term paper, you
must analyze the components of your topics, research the various components, and
then synthesize the topics into a rough draft of your paper.
Another pair of complementary strategies involves divergent and convergent
thinking. In divergent thinking , you try to generate a diverse assortment of possible
alternative solutions to a problem. Once you have considered a variety of
possibilities, however, you must engage in convergent thinking, to narrow down the
multiple possibilities to converge on a single, best answer or at least what you
believe to be the most like solution, which you will try first. There is no single ideal
strategy for addressing every problem. Instead, the optimal strategy depends on both
the problem and the problem-solvers personal preferences in problem-solving
methods (Azizi, 2010).
Begitu masalah selesai dilakukan proses mendefinisikan dan
menrepresentasikan, langkah selanjutnya yaitu merencanakan strategi untuk
menyelesaikan masalah yang ada. Dalam strategi ini melibatkan analisis untuk
menyelesaikan masalah yang ada untuk dapat diatasi oleh organisasi tersebut. Dalam
hal ini dibutuhkan akan pemikiran yang sesuai dengan masalah yang ada untuk
pemecahannya.
Dalam hal ini dibutuhkan akan pilihan dari solusi alternatif untuk pemecahan
atau penyelesaian masalah tersebut. Yang mana solusi tersebut akan
mempertimbangkan untuk menghasilkan solusi pemecahan masalah, yang mana
solusi tersebut bisa menghasilkan kemungkinan terkecil untuk mendapatkan masalah
kembali. Tidak ada satu trategi yang sifatnya ideal untuk mengatasi setiap masalah.
maka dari itu strategi yang optimal bergantung pada masalah dan bagaimana metode
yang diterapkan dalam penyelesaian akan maslaah tersebut.
DAPUS

Anonim.2010. Solving Problems Isn’t Always [Link] Office of


Continuous Improvement: [Link]/CI | ci@[Link]

Liang .K & Zhang .Q. 2010. Study on the Organizational Structured Problem Solving
on Total Quality Management.

[Link] Solving Grand Slam: 7 Steps to Master Any Industry, Any


Problem, Every Project

Anda mungkin juga menyukai