Okr
Okr
4 April 2017
Revision 2.2
Company Confidential
©2014 by Chevron Corporation
Dokumen ini berisi informasi milik Chevron Corporation. Dilarang menggunakan dokumen ini tanpa
mengungkapkan sebelumnya dan izin tertulis dari Chevron Corporation dan/atau afiliasinya.
IBU – Managing Safe Work
Isi
1.0 Uraian Umum Proses......................................................................................... 4
2.0 Prosedur dan Standar ........................................................................................ 6
3.0 Sumber Daya, Peran dan Tanggung Jawab .............................................................. 8
4.0 Pengukuran dan Verifikasi ............................................................................... 21
5.0 Perbaikan Berkesinambungan ...................................................................................21
6.0 Informasi Kontrol Dokumen ............................................................................. 23
7.0 Daftar Dokumen............................................................................................... 23
8.0 Informasi Proses Kritikal .................................................................................. 24
Lampiran A: IBU – MSW Leadership Engagement Procedure ............................ 26
Lampiran B: IBU – Hazard Analysis Procedure ................................................... 29
Lampiran C: IBU – Permit to Work Procedure ..................................................... 36
Lampiran D: IBU – MSW Training & Competency Verification Standard ............. 42
Lampiran E: IBU – Bypassing Critical Protections Standard ................................ 50
Lampiran F: IBU – Commercial Diving Standard ................................................. 53
Lampiran G: IBU – Confined Space Entry Standard ............................................ 58
Lampiran H: IBU – Electrical Safe Work Standard .............................................. 61
Lampiran I: IBU – Excavation Standard............................................................... 67
Lampiran J: IBU – Hot Work Standard ................................................................ 71
Lampiran K: IBU – Isolation of Hazardous Energy Standard ............................... 74
Lampiran L: IBU – Lifting and Rigging Standard.................................................. 78
Lampiran M: IBU – Portable Gas Detection Standard ......................................... 84
Lampiran N: IBU – Simultaneous Operations (SIMOPs) Standard ...................... 89
Lampiran O: IBU – Work at Height Standard ....................................................... 91
Lampiran P: IBU – MSW Glossary ...................................................................... 95
4.2 Verifikasi
Langkah-langkah berikut harus dilakukan untuk proses verifikasi.
5.2 Isi
Rencana Perbaikan Berkesinambungan untuk proses OE harus mengidentifikasi hal
berikut:
• Peluang perbaikan dan kekurangan yang harus diatasi
• Sumber daya yang dibutuhkan
• Orang yang bertanggung jawab
• Jangka waktu dan milestone perbaikannya
Current Future
Information Information
System System Information
Protection Format Retention
Critical Retention of of Steward
Classification (Structured/ Period
Information Category Record Record
(IBU)
(IPC) Unstructured) (IBU) (IBU) (IBU)
Process and Company ADM6020 Unstructured
Procedure Confidential
documents and Active +7
related guidance years
Pengantar
Prosedur
Merupakan tanggung jawab IBU OE Leadership Team (OELT) / senior leadership team
untuk memastikan bahwa MSW leadership engagements dilakukan di lapangan sesuai
dengan prosedur ini.
Langkah-langkah berikut menguraikan prosedur engagement.
Step 1: Gunakan Tabel 6 untuk menentukan pengelompokan leadership engagement serta
persyaratan engagement dan partisipasi.
Tabel 6. IBU Field MSW Leadership Engagement Matrix
Keharusan
Frekuensi IBU MSW
IBU MSW Engagement Group partisipasi
Engagement Engagement Tools
(%)
MSW Group 1: (Senior Leader) 1 engagement per 90% per Form yang tersedia:
• VP triwulan triwulan • IBU JSA
• MD Focused
• GM Operations (minimum 1 kali Engagement
• GM Drilling & Completion engagement dalam • IBU
setahun dilakukan di
• GM Facilities Engineering lapangan)
CHESM/MSW
• GM Base Business Field Verification
• GM HES • IBU PTW
Focused
Engagement
• Generic MSW
Engagement
Tool yang tersedia:
• Frontline
Engager Tool
• Preventing
Serious Injuries
& Fatalities Field
Guide
MSW Group 2: (Manager/ 1 engagement per 90% per Form yang tersedia:
Superintendent) triwulan triwulan
• Operation
26 Revision 2.2; 4 April 2017.
Printed 26 August 2017. Uncontrolled when printed
IBU Managing Safe [Link]
Company Confidential
IBU – Managing Safe Work
Step 2: Gunakan Tabel 6 untuk menentukan jenis engagement yang akan dilakukan dan
alat-alat yang diperlukan untuk melakukan engagement, termasuk namun tidak terbatas
pada:
1. Pilih form/tool IBU MSW leadership engagement yang sesuai
2. Kaji proses, prosedur, standar dan form/tool IBU MSW
3. Jika melakukan CHESM/MSW Field Engagement, tentukan perusahaan kontraktor
yang perilaku kerja selamatnya akan diamati.
Step 4: Perjalanan ke lokasi dan patuhi persyaratan pengunjung di lokasi, termasuk namun
tidak terbatas pada:
1. Orientasi pengunjung di lapangan.
2. Persyaratan pendamping di lapangan.
3. Tentukan kegiatan pekerjaan apa yang sedang berlangsung dan pilih aktivitas kerja
yang akan diamati.
Step 5: Datangi tim kerja yang akan diamati setelah anggota tim kerja menyatakan daerah
kerja telah aman untuk dimasuki dan:
1. Lakukan perkenalan.
2. Jelaskan tujuan dari MSW leadership engagement.
3. Jelaskan kepada kru pekerja bahwa umpan balik akan diberikan pada akhir
engagement.
4. Sampaikan bahwa Anda akan membuat catatan pengamatan dalam rangka
mendokumentasikan engagement.
Step 6: Amati tim yang melakukan pekerjaan dan catat hasil pengamatannya.
Pertimbangkan hal berikut:
1. Jangan menciptakan situasi berbahaya seperti menginterupsi tim kerja selama
tahapan atau operasi tugas yang kritis sedang berlangsung.
2. Selalu hentikan pekerjaan ketika:
a. Ada bahaya yang berpotensi mengancam jiwa, kesehatan dan lingkungan.
b. Perilaku beresiko berpotensi membahayakan jiwa, kesehatan dan lingkungan.
Step 7: Berikan umpan balik kepada tim kerja ketika pekerja istirahat / berhenti dengan
mengikuti urutan petunjuk berikut:
1. Selalu dahulukan memberikan positive reinforcement kepada tim kerja.
2. Diskusikan setiap peluang perbaikan dengan tim kerja.
3. Sampaikan terima kasih atas waktu dan komitmen dalam mengelola pekerjaan
dengan selamat.
4. Dapatkan komitmen dari tim kerja untuk menindaklanjuti peluang perbaikan.
Step 8: Setelah selesai, masukkan rincian engagement ke dalam IBU MSW Leadership
Engagement IT Tool.
Pengantar
Prosedur ini tidak berlaku untuk tinjauan desain HES fasilitas, Integrated Hazard
Identification Studies (iHAZID) atau studi penilaian risiko lainnya sebagaimana diatur di
dalam IBU HES Risk Management OE Process.
Prosedur ini berlaku untuk pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan Chevron dan
delegasinya, serta kontraktor di dalam Chevron Upstream & Gas.
Prosedur
Merupakan tanggung jawab Person Managing Control of Work untuk memastikan bahwa
tingkat Hazard Analysis yang tepat dilakukan untuk semua aktivitas kerja dalam lingkup
proses MSW.
Langkah-langkah berikut menjelaskan prosedur analisis bahaya.
Step 1: Gunakan Tabel 7 di bawah ini untuk mengidentifikasi potensi bahaya yang
berhubungan dengan aktivitas pekerjaan yang akan dilakukan.
Tabel 7. Persyaratan IBU Hazard Analysis
Potensi
Kegiatan Persyaratan Hazard Analysis
Bahaya
• Kegiatan SIMOPs • Dokumentasi Planning Phase
• 1 kegiatan yang membutuhkan 2 Hazard Analysis (PPHA)
atau lebih permit dan/atau • Dokumentasi onsite Job
dokumentasi rencana kerja (seperti: Safety Analysis (JSA)
hot work di area terbatas, hot work • Individual Hazard
selama operasi penyelaman, dll.) Assessment tanpa
• Bypassing critical protection dokumentasi (seperti: Think
• Kegiatan Commercial Diving Incident Free (TIF); Personal
• Kegiatan dalam ruang terbatas Safety Plan, dan/atau tool
(confined space) dengan kondisi lain didalam Human
bahaya khusus Tinggi Performance (HP) toolbox)
• Pekerjaan pada peralatan
bertegangan listrik lebih dari 50 Volt
• Kegiatan penggalian yang
memerlukan system pelindung
(seperti: shoring, bracing, sloping,
dll.)
• Hot work dalam area Hazardous
(Classified)
• Hot work didalam tangki atau bejana
(vessel)
• Hot tapping
• Kegiatan yang memerlukan Positive
Physical Isolation (PPI)
• Complicated, complex, heavy, blind
dan/atau personnel lift yang
menggunakan man riding basket
• Kegiatan yang memerlukan
pemantauan/pengujian gas dengan
peralatan portabel secara terus
menerus
• Setiap kegiatan yang melibatkan
bahan peledak (seperti: perforating,
dll.)
• Setiap kegiatan yang memerlukan
persetujuan Manager Chevron
(seperti: Facility Manager, Operation
Manager, dll.)
• Kegiatan yang hanya memerlukan • Dokumentasi onsite Job
izin kerja umum/general permit to Safety Analysis (JSA)
work (seperti: pengoperasian • Individual Hazard
vacuum truck, pengujian gas Assessment tanpa
dengan peralatan portabel, dokumentasi (seperti: Think
Medium
mendirikan, memodifikasi atau Incident Free (TIF); Personal
membongkar perancah, kegiatan Safety Plan, dan/atau tool
yang memerlukan system pelindung lain didalam Human
jatuh personal, dll.) Performance (HP) toolbox)
Step 2: Jika diperlukan sebagaimana dalam Tabel 7 di atas, gunakan form standar IBU
Planning Phase Hazard Analysis (PPHA) atau MSW Permit to Work IT tool untuk melakukan
PPHA sesuai petunjuk yang tercantum di bawah ini.
1. Dokumentasikan data awal yang berhubungan dengan pekerjaan yang akan
dilakukan, termasuk namun tidak terbatas pada:
a. Uraian singkat pekerjaan yang akan dilakukan.
b. Identifikasi peralatan yang sedang digunakan.
c. Identifikasi lokasi pekerjaan.
d. Identifikasi alat pelindung diri (APD) umum, tindakan pencegahan dan
pengamanan yang diperlukan dalam pekerjaan.
e. Daftar perkakas/peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan
(seperti crane, alat berat bermotor, dll)
f. Daftar prosedur operasi dan/atau pemeliharaan yang diperlukan untuk pekerjaan
yang akan dilakukan
g. Daftar izin dan/atau dokumentasi rencana kerja yang diperlukan untuk pekerjaan
yang akan dilakukan.
h. Tentukan kebutuhan untuk tanggap darurat dan/atau penyelamatan teknis.
i. Tentukan apakah operasi simultan (SIMOP) berlaku. Jika ya, jelaskan kegiatan
secara singkat.
j. Tentukan apakah diperlukan sumber daya tambahan. Jika ya, jelaskan tambahan
tersebut secara singkat.
k. Anggota team PPHA.
2. Diskusikan dan dokumentasikan tugas-tugas yang berhubungan dengan pekerjaan
yang akan dilakukan.
3. Diskusikan dan dokumentasikan semua bahaya yang berhubungan dengan setiap
langkah kerja, termasuk namun tidak terbatas pada:
a. Dapatkan anggota tim mengalami cedera serius atau fatal? Bagaimana dan
mengapa? (seperti kegagalan sistem, prosedur tidak lengkap, kesalahan
manusia, dll).
b. Apa yang bisa rusak? (seperti fasilitas, peralatan, bejana, dll) Bagaimana dan
mengapa? (seperti kegagalan sistem, prosedur tidak lengkap, kesalahan
manusia, dll).
c. Potensi loss of containment? (seperti tumpahan/pelepasan gas atau cairan)
Bagaimana dan mengapa? (seperti kegagalan sistem, prosedur tidak lengkap,
kesalahan manusia, dll).
d. Tinjau dan bahas situasi penghentian pekerjaan (SWA) yang didokumentasikan
di dalam IBU Permit to Work Procedure dan IBU MSW Standards.
4. Diskusikan dan dokumentasikan bagaimana semua bahaya yang teridentifikasi akan
dikendalikan (misalnya eliminasi bahaya, mitigasi bahaya, dll) dan evaluasi
efektivitas pengaman/safeguard (sesuai dengan Tabel 8), termasuk namun tidak
terbatas pada:
a. Jelaskan pengamannya.
b. Tentukan kemungkinan insiden terjadi dengan pengaman yang ada (yaitu
mungkin, sesekali, tidak mungkin).
c. Apa kemungkinan terparah dari insiden dengan pengaman yang ada? (yaitu
kecil, sedang, besar)
d. Gunakan Tabel 8 di bawah ini untuk menentukan kebutuhan pengaman
tambahan dan/atau persetujuan dari manager Chevron tingkat tinggi (seperti
manajer fasilitas, manajer operasi, dll).
i. Hijau = Job dapat dilakukan sesuai rencana setelah PPHA disetujui oleh
Person Managing Control of Work (tanda tangan basah).
ii. Kuning = Job dapat dilakukan dengan kewaspadaan setelah PPHA disetujui
oleh Person Managing Control of Work (tanda tangan basah).
iii. Merah = Job tidak dapat dilakukan sampai:
1. Pertama, pengaman tambahan harus diterapkan.
2. Kemudian, gunakan Tabel 8 untuk menilai kembali PPHA.
• Jika masih Merah atau pengaman tambahan tidak dapat diterapkan,
pekerjaan hanya dapat dilakukan setelah PPHA disetujui (tanda
tangan basah) oleh Person Managing Control of Work dan manager
Chevron tingkat tinggi (seperti manajer fasilitas, manajer operasi, dll).
rj
u
n
g
n
d
n
g
n
e
y
a
k
e
c
e
a
k
a
a
s
y
s
t
i
Mungkin
(seperti: kecelakaan pernah
terjadi pada fasilitas ini dan/
atau sangat mungkin terjadi
setiap saat di fasiilitas ini atau
fasilitas lain)
Sesekali
(seperti kecelakaan pernah
terjadi pada fasilitas yang
serupa dan mungkin terjadi
pada fasilitas ini atau fasilitas
lain)
Tidak Mungkin
(seperti: Dengan praktek dan
prosedur saat ini, kecelakaan
berkemungkinan kecil terjadi
pada fasilitas ini atau fasilitas
lain)
**Note: Hot tapping, hot work saat penyelaman, penggunaan bahan peledak saat menyelam,
menyelam di ruang tertutup/terbatas, masuk ke suasana inert selalu membutuhkan persetujuan
tingkat tinggi dari manager Chevron (seperti manajer fasilitas, manajer operasi, dll.).
Step 3: Jika diperlukan sesuai Tabel 7, gunakan formulir standar IBU Job Safety Analysis
(JSA) untuk melakukan dokumentasi onsite JSA sebelum melakukan pekerjaan
sebagaimana petunjuk yang tercantum di bawah ini:
1. Dokumentasikan informasi terkait dengan langkah kerja khusus yang harus
dilakukan (jika PPHA telah dilakukan, manfaatkan informasi PPHA ), termasuk
namun tidak terbatas pada:
a. Uraian singkat langkah kerja yang akan dilakukan.
b. Tanggal.
c. Lokasi tugas yang akan dilakukan.
d. Tentukan alat pelindung diri (APD) khusus yang diperlukan untuk melakukan
tugas.
e. Anggota team yang mempersiapkan JSA.
f. Daftar prosedur operasi dan/atau pemeliharaan yang diperlukan untuk
melakukan tugas.
g. Daftar izin dan/atau dokumentasi rencana kerja yang diperlukan untuk
melakukan tugas.
h. Tentukan kebutuhan untuk tanggap darurat dan/atau teknik penyelamatan yang
diperlukan untuk tugas tersebut.
i. Jelaskan perkakas dan/atau peralatan penting yang diperlukan untuk
melaksanakan tugas.
2. Diskusikan dan dokumentasikan langkah-langkah kerja terkait dengan tugas yang
akan dilakukan.
b. Pihak lain yang menyetujui (seperti SME, Supervisor Chevron dan kontraktor,
dll.) didokumentasikan dalam PPHA.
12. Simpan onsite JSA di tempat kerja bersama dengan lembar kerja lain sesuai IBU
Permit to Work Procedure.
Step 4: Jika aktivitas kerja, seperti Tabel 7, memungkinkan JSA verbal (tanpa dokumentasi),
ikuti petunjuk di bawah in.
1. Diskusikan lingkup tugas dengan tim kerja di jobsite.
2. Diskusikan potensi bahaya yang berhubungan dengan tugas.
3. Diskusikan bagaimana potensi bahaya akan dikendalikan.
4. Laksanakan pengamanan.
5. Diskusikan factor yang mempengaruhi kinerja, termasuk namun tidak terbatas pada:
a. Kondisi mental pekerja (seperti kelelahan, semangat, motivasi, dll).
b. Modus Kinerja (yaitu yang berbasis keterampilan, berdasarkan aturan, berbasis
pengetahuan).
c. Perangkap kesalahan (yaitu stres, beban kerja yang tinggi, tekanan waktu,
komunikasi yang buruk, bimbingan kerja tidak jelas, terlalu percaya diri, pertama
kali menjalankan tugas, gangguan, hari pertama kembali setelah hari libur, akhir
shift kerja).
6. Diskusikan perkakas, peralatan, prosedur dan PPE yang diperlukan untuk
menyelesaikan pekerjaan dengan selamat.
7. Evaluasi kembali tugas untuk memastikan bahwa tugas tersebut memang tidak
memerlukan JSA yang didokumentasikan (sejalan dengan persyaratan pada Tabel
7).
8. Diskusikan potensi skenario yang mengharuskan penghentian pekerjaan dan JSA
yang didokumentasikan.
Note: Peninjauan JSA terfokus secara berkala harus dilakukan sesuai dengan IBU MSW
Leadership Engagement Prosedur.
Pengantar
Prosedur ini mengatu persyaratan IBU untuk izin kerja. Lihat Permit to Work Procedure
Workflow Diagram untuk mendapatkan gambaran visual dari prosedur ini.
Prosedur ini berlaku untuk pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan Chevron dan
delegasinya, serta kontraktor di dalam Chevron Upstream & Gas
Prosedur
Merupakan tanggung jawab Person Managing Control of Work untuk memastikan bahwa
izin (umum dan khusus) dan/atau rencana kerja dibuat sesuai dengan rincian prosedur ini.
Person Managing Control of Work bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kondisi
izin/rencana kerja dikomunikasikan, pekerjaan dilakukan sesuai dengan kondisi izin/
rencana kerja, dan izin/rencana kerja diselesaikan.
Note: IBU tidak diharuskan untuk menggunakan formulir izin U&G. Form izin khusus IBU
harus berisi minimal semua informasi yang tercantum pada formulir izin U&G.
Step 1: Gunakan Tabel 9 dibawah untuk mengidentifikasi kapan permit dan/atau rencana
kerja dibutuhkan.
Step 2: Jika diperlukan sesuai Tabel 7 IBU Hazard Analysis Procedure, lakukan Planning
Phase Hazard Analysis (PPHA).
Step 3: Jika diperlukan sesuai Tabel 9, buatlah izin kerja umum sesuai petunjuk yang
tercantum di bawah ini.
1. Dokumentasikan pekerjaan yang akan dilakukan dalam bahasa yang sesuai bagi tim
kerja, termasuk namun tidak terbatas pada:
a. Uraian singkat pekerjaan yang akan dilakukan.
b. Uraian peralatan yang akan digunakan.
c. Tanggal kapan pekerjaan akan dilakukan.
d. Lokasi dimana pekerjaan akan dilakukan.
e. Nama orang yang meminta pekerjaan.
f. Durasi izin (tidak lebih 16 jam tanpa periode validasi ulang).
g. Periode validasi ulang (jika permit divalidasi ulang).
h. Nomor referensi PPHA, jika diperlukan (yaitu nomor dokumen PPHA pada permit
atau lampirkan PPHA).
i. Daftar prosedur operasi, maintenance dan/atau drilling & completions yang
diperlukan untuk aktivitas kerja yang akan dilaksanakan, jika perlu.
j. Daftar izin kerja khusus dan/atau dokumentasi rencana kerja yang diperlukan
untuk pekerjaan yang akan dilaksanakan.
k. Identifikasi kebutuhan peralatan khusus (seperti crane, alat berat bermotor, dll)
atau perkakas.
l. Jelaskan kegiatan SIMOPs yang berlangsung.
m. Jelaskan kebutuhan pengujian gas jika berlaku (yaitu frekuensi pengujian,
identifikasi gas yang harus diuji) .
n. Jelaskan jika tambahan personil diperlukan (seperti Subject Matter Experts,
electrician, tambahan anggota tim kerja, dll).
Step 4: Jika diperlukan, buat izin kerja khusus sesuai petunjuk yang tercantum di bawah:
1. Dokumentasikan pekerjaan yang akan dilakukan dalam bahasa yang sesuai bagi tim
kerja, termasuk namun tidak terbatas pada:
a. Uraian singkat pekerjaan yang akan dilakukan.
b. Tanggal kapan pekerjaan akan dilakukan.
c. Lokasi dimana pekerjaan akan dilakukan.
d. Durasi permit (tidak lebih 16 jam tanpa periode validasi ulang kecuali tanggap
darurat telah diaktifkan).
e. Periode validasi ulang (jika permit divalidasi ulang).
f. Nomor referensi izin kerja umum (yaitu dokumentasikan nomor PTW pada izin
khusus dan lampirkan izin kerja khusus pada izin kerja umum sebelum
menerbitkan lembar paket pekerjaan).
g. Identifikasi kebutuhan peralatan khusus (seperti crane, alat berat bermotor, dll)
atau perkakas.
h. Jelaskan kebutuhan tambahan (seperti Subject Matter Experts, Entry Watch, Fire
Watch, rencana penyelamatan, peralatan tanggap darurat, Dive Tender, dll).
i. Jelaskan informasi lain yang diperlukan sesuai IBU MSW Standards (seperti
Commercial Diving Standard, Confined Space Entry Standard, Hot Work
Standard, dll)
Step 5: Jika diperlukan sesuai IBU MSW Standards buat rencana kerja (yaitu Lift Plan dan
SIMOPs Plan) sesuai petunjuk yang tercantum di bawah:
1. Dokumentasikan pekerjaan yang akan dilakukan dalam bahasa yang sesuai bagi tim
kerja, termasuk namun tidak terbatas pada:
a. Uraian singkat pekerjaan yang akan dilakukan.
b. Tanggal kapan pekerjaan akan dilakukan.
c. Lokasi dimana pekerjaan akan dilakukan.
d. Nomor referensi izin kerja umum (lampirkan rencana kerja pada lembar paket
pekerjaan).
e. Identifikasi kebutuhan peralatan khusus (seperti peralatan teknik penyelamatan,
peralatan komunikasi, dll) atau perkakas .
f. Jelaskan kebutuhan tambahan (seperti Subject Matter Experts, Spotters,
Siignalmen, standby personil, dll).
g. Jelaskan informasi lain yang diperlukan sesuai IBU MSW Standards yang berlaku
(yaitu Lifting & Rigging Standard dan SIMOPs Standard)
Step 6: Semua izin dan rencana kerja harus disetujui sesuai petunjuk yang tercantum di
bawah, sebelum pekerjaan dimulai.
1. IBU harus menjaga dokumen yang berisi daftar semua petugas yang diberi
wewenang untuk menyetujui izin dan rencana kerja (termasuk daftar Remote Permit
Approvers yang diberi wewenang).
2. Rencana kerja harus diketahui dan disetujui, melalui tanda tangan basah, sesuai
peran yang terdaftar di bawah ini dan dalam urutan sebagai berikut:
a. SIMOP plan harus dibuat (sekurang-kurangnya) oleh SIMOPs Representatives
dan SIMOPs Controller.
i. Diketahui oleh onsite Person Managing Control of Work.
ii. Diketahui oleh SIMOPs Representatives.
iii. Disetujui oleh SIMOPs Controller.
b. Lift plan harus dibuat dan/atau ditinjau oleh orang yang kompeten.
i. Orang yang kompeten harus menandatangani rencana tsb.
3. Izin kerja khusus harus disetujui, dengan tanda tangan basah (jika menggunakan
Permit to Work IT Tool maka tandatangan elektronik dapat diterima), sesuai peran
yang terdaftar di bawah ini dan dalam urutan sebagai berikut:
a. Jike perlu, SME (hot tapping, diving, dll.).
b. Permit Approver.
c. Onsite Person Managing Control of Work.
4. Izin kerja umum harus disetujui, dengan tanda tangan basah (jika menggunakan
Permit to Work IT Tool maka tandatangan elektronik dapat diterima), sesuai peran
yang terdaftar di bawah ini dan dalam urutan sebagai berikut:
a. Permit Approver.
b. Onsite Person Managing Control of Work.
c. Jika perlu, manager Chevron level tinggi (seperti hot tapping, hot work sewaktu
menyelam, menggunakan bahan peledak sewaktu menyelam, menyelam di
ruang terbatas, masuk ke inert atmospheres, dll.).
5. Izin dan rencana kerja yang disetujui jarak jauh (misalnya melalui telephone,
perangkat genggam, sistem PTW elektronik, dll.) harus memenuhi persyaratan
tambahan sebagai berikut:
a. Onsite Person Managing Control of Work, yang bertanggung jawab untuk
menerbitkan izin dan rencana kerja di lokasi remote, harus terlatih dan memenuhi
kualifikasi sebagai Permit Approver.
b. Permit Approver yang berwenang di lokasi remote (tidak berada di tempat kerja)
harus memiliki pengetahuan tentang lokasi tempat kerja dan tipe pekerjaan yang
akan dilakukan.
c. Onsite Person Managing Control of Work harus mendokumentasikan tanggal dan
waktu persetujuan diterima izin (pada bagian pemberi persetujuan izin) dan
rencana kerja, termasuk nama Remote Permit Approver yang diberi wewenang.
Perizinan sendiri (self-permitting) tidak diperbolehkan.
Step 7: Terbitkan lembar paket kerja (misal izin kerja, rencana kerja, dokumen hazard
analysis, dll.) kepada onsite Person Managing Control of Work.
Step 8: Gunakan formulir standar IBU Job Safety Analysis (JSA) untuk melakukan
dokumentasi onsite JSA segera sebelum melakukan pekerjaan sesuai petunjuk yang
tercantum di dalam IBU Hazard Analysis Procedure.
Simpang JSA di tempat kerja bersama dengan lembar paket pekerjaan.
Step 9: Lakukan/pastikan pemasangan isolasi dan penghalang, jika diperlukan, sesuai
dengan standar IBU MSW yang tepat (seperti Isolation of Hazard Energy Standard, Work at
Height, dll).
Note: Ketika melakukan pemasangan isolasi di daerah yang berpotensi gas berbahaya,
pengujian gas harus dilakukan sebelum melakukan isolasi, sesuai dengan IBU Portable Gas
Detection Standard.
Step 10: Jika diperlukan, lakukan pengujian gas harus segera, sebelum pekerjaan dimulai,
sesuai dengan IBU Portable Gas Detection Standard.
Step 11: Tinjau dan komunikasikan kondisi JSA, izin dan rencana kerja kepada seluruh
team kerja (dalam bahasa yang sesuai bagi pekerja).
Step 12: Lakukan pekerjaan sesuai dengan kondisi yang dijelaskan dalam dokumen izin,
rencana kerja dan analisis bahaya.
Saat melakukan pekerjaan, salinan lembar paket pekerjaan (termasuk JSA yang masih
berlaku, izin kerja umum, izin kerja khusus dan rencana kerja, dll.) harus disimpan di lokasi
dan di ruang sentral/ruang kontrol (jika tersedia).
1. Pekerjaan harus dipantau oleh team pekerja dan onsite Person Managing Control of
Work untuk memastikan pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan dengan selamat
dan sesuai dengan kondisi izin/rencana kerja.
2. Izin harus divalidasi ulang di lapangan melalui tanda tangan basah Person Managing
Control of Work (alasan penghentian pekerjaan dan masa berlaku yang baru harus
didokumentasikan), kecuali dalam kondisi tanggap darurat, sebelum pekerjaan dapat
dilanjutkan ketika:
a. The Person Managing Control of Work tidak berada ditempat.
• Pekerjaan harus dihentikan sampai Person Managing Control of Work yang
baru berada di lokasi dan kondisi izin sudah divalidasi ulang dengan tanda
tangan basah.
Revision 2.2; 4 April 2017. 39
Printed 26 August 2017. Uncontrolled when printed.
IBU Managing Safe [Link]
Company Confidential
IBU – Managing Safe Work
** Note: Pekerjaan akan diamati dan diverifikasi secara berkala oleh MSW Group 3 leaders
sesuai dengan IBU MSW Leadership Engagement Procedure.
Step 13: Setelah menyelesaikan pekerjaan, onsite Person Managing Control of Work harus
memberitahukan Permit Approver bahwa pekerjaan telah selesai dan:
1. Peralatan pengendalian sudah dipindahkan (seperti isolasi, barikade, dll).
40 Revision 2.2; 4 April 2017.
Printed 26 August 2017. Uncontrolled when printed
IBU Managing Safe [Link]
Company Confidential
IBU – Managing Safe Work
Pengantar
Pelatihan (Training) memberikan landasan bagi pelaksanaan proses, prosedur dan standar
MSW yang efektif dan selamat serta berkontribusi terhadap kompetensi tenaga kerja.
Standar ini mengatur persyaratan IBU untuk pelatihan dan verifikasi kompetensi Managing
Safe Work.
Standar ini berlaku untuk pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan Chevron dan delegasi
serta kontraktor di dalam Chevron Upstream & Gas.
Persyaratan
1. Setiap orang yang berperan dalam MSW harus terlatih. Pelatihan awal peran-khusus
MSW harus dilakukan sebelum pekerja yang diberikan wewenang khusus melakukan
peran tersebut.
a. Semua personil Chevron yang menjalankan pernan-khusus MSW harus terlatih
sesuai dengan persyaratan pelatihan IBU dalam Tabel 10.
b. Semua personil Kontraktor yang melakukan salah satu peran penting MSW sebagai
berikut, harus terlatih sesuai dengan persyaratan pelatihan IBU dalam Tabel 10:
i. Area Controller
ii. Authorized Remote Permit Approver
iii. Permit Approver
iv. Person Managing Control of Work
v. SIMOPs representative
c. Kontraktor yang beroperasi di bawah CHESM bridging document yang telah
disetujui, dikecualikan dari persyaratan pelatihan IBU dalam Tabel 10.
2. Semua pelatihan MSW IBU yang telah selesai dilakukan harus didokumentasikan.
a. Harus dilakukan tes tertulis.
b. Hasilnya harus didokumentasikan dan disimpan sesuai peraturan perundangan,
persyaratan retensi catatan Corporate dan IBU, mana yang lebih lama.
3. Pelatihan penyegaran harus dilakukan minimal 3 tahun sekali dan setiap saat terdapat
perubahan pada proses, prosedur dan/atau standar MSW yang mengharuskan
dilakukan pelatihan penyegaran.
4. Semua pelatihan, sertifikasi, dll. yang dilakukan pihak ketiga harus tersedia atas
permintaan perwakilan Chevron (seperti kartu sertifikasi, surat, dll).
5. Kompetensi MSW dari semua personil Chevron yang menjalankan peran MSW dan
personil Kontraktor yang menjalankan peran-penting MSW harus diverifikasi sesuai
kondisi berikut:
a. Baru terhadap lapangan dan/atau operasi lapangan Chevron (< 6 bulan kerja).
b. Baru terhadap peran khusus MSW (peran kurang dari 6 bulan).
c. Personil yang tidak melakukan pekerjaan lebih dari satu tahun.
d. Sesuai hasil identifikasi oleh seorang supervisor atau perwakilan Manajemen.
e. Ketika kesenjangan kompetensi telah diidentifikasikan melalui audit level 1 dan level
2.
f. Ketika pekerja terlibat dalam incident atau nearmiss yang signifikan.
g. Short Service Employee (SSE) kontraktor harus dikelola sesuai dengan persyaratan
SSE dalam dokumen IBU Contractor Health, Environment & Safety Management
(CHESM) OE Process.
6. Kompetensi MSW harus diverifikasi oleh mentor MSW. Tugas mentor MSW harus sesuai
dengan Tabel 10 dan mentor harus:
a. Telah bekerja lebih dari 6 bulan dalam peran yang dijalankan sebagai mentor, dan
b. Ditunjuk sebagai mentor MSW oleh atasan langsung.
7. Kompetensi MSW harus diverifikasi sebelum pekerja diberikan wewenang untuk
melakukan peran tersebut tanpa bimbingan mentor.
8. Verifikasi kompetensi harus dilakukan sesuai dengan Tabel 10 dan mencakup, tetapi
tidak terbatas pada:
a. Beberapa kali pengamatan yang konsisten terhadap keberhasilan pelaksanaan
peran-khusus MSW dilapangan. Semua pengamatan kompetensi harus
didokumentasikan.
b. Pneyelesaian akhir verifikasi kompetensi harus ditandatangani dan diberi tanggal
oleh mentor.
Note: Kompetensi kontraktor yang melakukan peran non-critical MSW harus dimonitor
melalui IBU CHESM Process.
9. Kontraktor yang dipekerjakan untuk pekerjaan khusus harus terlatih dan disertifikasi
(atau kompeten) sesuai dengan semua peraturan perundangan yang berlaku dan/atau
standar industri (seperti Commercial Divers, Crane Operators, Electricians, Welders,
Heavy Equipment Operators, dll).
10. Catatan pelatihan dan verifikasi kompetensi harus disimpan sesuai dengan peraturan
perundangan, persyaratan retensi catatan Corporate dan IBU, mana yang lebih lama.
Tabel 10. IBU MSW Training & Competency Verification
Peran-Khusus Pengetahuan/Kompetensi Minimum Persyaratan
MSW terhadap IBU MSW Mentor
kompetensi pihak
yang dibimbing
Komprehensif: Mentor harus sebagai
• IBU PTW Procedure Permit Approver yang
Authorized
Remote Permit • IBU HA Procedure berwenang dan
Approver • Penerapan Chevron Stop Work Authority berpengalaman
Pengetahuan (Pengenalan) Dasar:
• IBU MSW Standards
Mentor harus sebagai
Permit Approver yang
Komprehensif:
berwenang dan
• IBU PTW Procedure
berpengalaman serta
Permit • IBU HA Procedure harus berada di
Approver • Penerapan Chevron Stop Work Authority lapangan untuk
Pengetahuan (Pengenalan) Dasar: memverifikasi
• IBU MSW Standards kompetensi pihak
yang dibimbing
Mentor harus sebagai
Person Managing
Komprehensif:
Control of Work yang
Person • IBU PTW Procedure
berpengalaman serta
Managing • IBU HA Procedure harus berada di
Control of • Penerapan Chevron Stop Work Authority lapangan untuk
Work
Pengetahuan (Pengenalan) Dasar: memverifikasi
• IBU MSW Standards kompetensi pihak
yang dibimbing
Komprehensif: Mentor harus sebagai
• IBU PTW Procedure SIMOPs
• IBU HA Procedure Representative yang
SIMOPs
Representative • IBU SIMOPs Standard berpengalaman
• Penerapan Chevron Stop Work Authority
Pengetahuan (Pengenalan) Dasar:
• Semua standar IBU MSW lainnya
Semua Peran MSW lain
Mentor harus
Komprehensif: sebagai Confined
• IBU PTW Procedure Space Entrant yang
• IBU HA Procedure berwenang dan
Authorized
• IBU Confined Space Entry Standard berpengalaman
Confined
• SCBA serta harus berada
Space Entrant
• Penerapan Chevron Stop Work Authority di lapangan untuk
Pengetahuan (Pengenalan) Dasar: memverifikasi
kompetensi pihak
• IBU Portable Gas Detection Standard
yang dibimbing
Komprehensif: Mentor harus
Authorized
• IBU Electrical Standard sebagai Electrical
Electrical
• Penerapan Chevron Stop Work Authority Person yang
Person
berwenang dan
Pengetahuan (Pengenalan) Dasar:
44 Revision 2.2; 4 April 2017.
Printed 26 August 2017. Uncontrolled when printed
IBU Managing Safe [Link]
Company Confidential
IBU – Managing Safe Work
Mentor harus
Komprehensif: sebagai Electrical
• IBU Electrical Standard Person yang
berwenand dan
Electrical • Penerapan Chevron Stop Work Authority
berpengalaman
Standby
Pengetahuan (Pengenalan) Dasar: serta harus berada
Person
• IBU PTW Procedure di lapangan untuk
• IBU HA Procedure memverifikasi
• Semua standar IBU MSW lainnya kompetensi pihak
yang dibimbing
Mentor harus
Komprehensif: sebagai Person
• Penerapan Chevron Stop Work Authority Managing Control
of Work yang
Pengetahuan (Pengenalan) Dasar: berpengalaman
Fire Watch
• IBU PTW Procedure serta harus berada
• IBU HA Procedure di lapangan untuk
• IBU MSW Standards memverifikasi
• Emergency procedures kompetensi pihak
yang dibimbing
Mentor harus
sebagai orang yang
berpengalaman
Komprehensif: dalam melakukan
• IBU Work at Height Standard pekerjaan di atas
Person Work • IBU HA Procedure ketinggian dan
at Height • Penerapan Chevron Stop Work Authority harus berada di
Pengetahuan (Pengenalan) Dasar: lapangan untuk
• IBU PTW Procedure memverifikasi
kompetensi pihak
yang dibimbing
Komprehensif: Mentor harus
• IBU Lifting & Rigging Standard sebagai Qualified
Qualified (non-
• IBU PTW Procedure Lifting Equipment
Crane) Lifting
• IBU HA Procedure Operator yang
Equipment
Operator • Penerapan Chevron Stop Work Authority berpengalaman
Pengantar
Standar ini berlaku untuk pekerjaan termasuk, namun tidak terbatas pada, pengujian,
pemeliharaan, instalasi dan commissioning dari perubahan teknis, dan/atau startup fasilitas
atau peralatan yang membutuhkan bypass critical protecion.
Standar ini berlaku untuk perlindungan kritikal peralatan atau fasilitas, dimana dimungkinkan
untuk menerapkan bypass terhadap perangkat lunak dan/atau perangkat keras untuk
memblokir sementara, mengisolasi, override, menghambat, memaksa, melepaskan atau
bahkan menonaktifkan perangkat atau sistem sedemikian rupa sehingga tidak dapat
melakukan fungsi sesuai desainnya.
Standar ini tidak berlaku untuk start up overrides dari perangkat yang aktivasinya dirancang
secara otomatis setelah jeda waktu tertentu (time delay), bypass permanen atau jangka
panjang terhadap perangkat pelindung yang dikelola oleh IBU Management of Change
Process.
Standar ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan standar IBU Isolation of Hazardous
Energy.
Standar ini mengatur persyaratan IBU untuk melakukan Bypass Critical Protection (BCP).
Standar ini berlaku untuk pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan Chevron dan delegasinya
serta kontraktor di dalam Chevron Upstream & Gas.
Persyaratan
1. Selalu pertimbangkan alternatif selain mem-bypass perlindungan kritikal.
2. Jangan pernah melakukan bypass, mengisolasi dan/atau memindahkan perlindungan
kritis selama kondisi upset/abnormal untuk mempertahankan produksi atau untuk
memperpanjang/menunda frekuensi inspeksi perangkat perlindungan kritis yang sudah
ditetapkan.
3. Ketika bypass perlindungan kritikal direncanakan melebihi 72 jam, bypass harus dikelola
sesuai IBU Management of Change (MOC) Process.
4. Ketika melakukan bypass terhadap perlindungan kritikal (BCP), selalu lakukan bypass
terhadap perlindungan kritikal dengan jumlah seminimum mungkin.
5. Ketika melakukan bypass critical protection (BCP), minimal satu perlindungan tambahan
harus selalu terpasang.
6. Selalu lakukan Planning Phase Hazard Analysis (PPHA) sesuai dengan IBU Hazard
Analysis Procedure dan formulir standar sebelum melakukan bypass pada perlindungan
kritikal.
7. Bypass Critical Protection (BCP) yang dilakukan pada system yang didalamnya terdapat
material kimia berbahaya dan/atau reaktif dalam jumlah yang siginifikan, harus
dilengkapi dengan Process Hazard Analysis (RiskMan 2) sesuai dengan IBU Risk
Management Process.
8. Izin Kerja Umum (General Permit To Work) harus dipenuhi untuk semua kegiatan
Bypass Critical Protection (BCP).
a. Periode waktu dimana bypass disetujui dan tandatangan pihak yang memberikan
persetujuan harus didokumentasikan didalam permit.
9. Pekerjaan harus dihentikan, bahaya dinilai dan dimitigasi, serta semua permit harus
divalidasi ulang sebelum melanjutkan pekerjaan ketika, termasuk namun tidak terbatas
pada:
a. Terjadi perubahan/pergantian shift kerja.
b. Safeguard tambahan terkait dengan bypass terganggu
c. Terjadi incident dan/atau near miss.
10. Izin kerja harus ditutup sesuai IBU Permit to Work Procedure, termasuk:
a. Bypass yang dioperasikan kembali harus diverifikasi secara fungsional. Tanggal dan
waktu verifikasi dilakukan harus dicatat dalam permit.
b. Bypass yang sudah selesai dan/atau telah dioperasikan kembali harus
dikomunikasikan kepada semua pekerja dan tim kerja yang terkait.
11. Job Safety Analysis (JSA) harus dilakukan di tempat kerja sesuai dengan IBU Hazard
Analysis Procedure sebelum melakukan Bypass Critical Protection (BCP).
a. Semua tindakan pencegahan terhadap aspek keselamatan dan/atau operasional
yang terkait dengan bypass harus didokumentasikan dalam JSA serta
dikomunikasikan kepada semua pekerja yang terlibat dan tim kerja yang terkena
dampak.
12. Perlindungan kritikal yang dapat di-bypass meliputi hal berikut, namun tidak terbatas
pada:
a. Perangkat/sistem shutdown (seperti Pressure Safety Low Low (PSLL), Pressure
Safety High High (PSHH), Emergency Shutdown Devices (ESDS), dll).
b. Perangkat deteksi api dan gas serta perangkat pemadam api (misal fire pumps,
deluge systems, fusible loops, CO2 fire extinguishing systems, dll).
c. Katup kritikal manual yang (dalam keadaan normal) dikunci terbuka, atau tertutup
(seperti back pressure control valves, dll).
d. Peralatan pengamanan, over speed trips, peralatan pendeteksi kebakaran, dll.
e. Pressure safety valves (PSV), blow down valves (BDV), thermal relief devices,
vacuum breakers, dll.
f. Process controls (seperti alarm, dll).
g. Sistem instrumentasi keselamatan (misal control system programming, perangkat
yang dapat memicu aktivasi perangkat keselamatan otomatis, dll).
13. Perlindungan kritikal yang dibypass harus diidentifikasi secara visual pada titik bypass
atau isolasi (seperti personal tag/flags, electronic flags for software, dll).
a. Tags/bendera bypass, kunci bypass, kode bypass dan/atau kartu bypass harus
disimpan dengan aman saat tidak digunakan dan hanya boleh digunakan oleh
petugas yang berwenang.
b. Perangkat bendera sekunder yang terlihat harus dipasang di bagian depan panel
kendali/kontrol tambahan bilamana perangkat di-bypass pada panel kontrol, plugged
relay ports, boat landing ESDs, slave panels, dll.
c. Tags/bendera harus disimpan dengan aman (misal dalam control room, dll.)
bilamana tidak digunakan.
14. Melakukan Bypass Critical Protection (BCP) selama keadaan darurat hanya
diperbolehkan untuk tujuan melindungi manusia, lingkungan dan properti.
15. Semua bypass perlindungan kritikal harus didokumentasi dalam Bypass Register.
a. Bypass Register harus ditinjau setiap hari. Hasil tinjauan harus didokumentasikan
dengan cara ditanda tangani.
b. Setiap bypass yang melebihi batas waktu 72 jam harus disertai dengan dokumen
dan nomor referensi persetujuan MOC.
16. Area Controller harus menentukan proses dan frekuensi monitoring setiap perangkat
perlindungan kritikal yang dibypass.
a. Proses (yaitu bagaimana perangkat yang bypass akan dimonitor/inspeksi) dan
frekuensi monitoring harus didocumentasikan dalam Planning Phase Hazard
Analysis (PPHA).
b. Pemantauan terhadap perangkat pelindung yang dibypass pada system yang telah
dinyatakan dalam keadan tidak beroperasi (out of service) tidak diharuskan,
termasuk namun tidak terbatas pada contoh berikut:
i. Pressure safety valves hanya bisa dinyatakan tidak beroperasi (out of service)
ketika pekerjaan (seperti perbaikan/perawatan) dilakukan pada Pressure Safety
Valves (PSV) tersebut.
ii. Pressure safety valve dari peralatan yang dinyatakan out of service harus tetap
berjalan, dimonitor, ditest dan dipelihara sesuai dengan persyaratan
perundangan dan standar Chevron yang berlaku.
17. Setiap perangkat perlindungan kritikal pada sebuah peralatan yang tidak memiliki
perangkat yang sama dan/atau lebih untuk mendeteksi kondisi yang sama harus terus
dimonitor oleh Qualified Person di tempat kerja selama perangkat tersebut dibypass.
18. Semua bypass yang aktif dan tercantum dalam Bypass Register harus diperiksa setiap
minggu. Hasil inspeksi harus didokumentasikan dalam Bypass Register.
19. Setiap unit/fasilitas harus memelihara dokumentasi dari semua pekerja yang diberikan
wewenang untuk melakukan kegiatan bypass critical protection.
20. Personil yang ditunjuk untuk bertanggung jawab dalam peran Bypass Critical Protection
(BCP) harus terlatih dan kompeten.
a. Persyaratan training harus didokumentasikan.
b. Penilaian kompetensi harus didokumentasikan.
Pengantar
Standar ini mengatur persyaratan IBU untuk operasi penyelaman lepas pantai, dekat pantai,
darat dan dengan kapal selam.
Standar ini berlaku untuk pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan Chevron dan delegasinya
serta kontraktor di dalam Chevron Upstream & Gas.
Persyaratan
1. Selalu pertimbangkan alternative lain sebelum memulai operasi menyelam.
2. Jangan pernah melakukan operasi menyelam SCUBA.
3. Selalu lakukan Planning Phase Hazard Analysis (PPHA) sesuai dengan IBU Hazard
Analysis Procedure dan formulir standar sebelum memulai kegiatan penyelaman
komersial.
4. Planning Phase Hazard Analysis (PPHA) diving juga harus mencakup, tetapi tidak
terbatas pada:
a. Mengidentifikasi potensi bahaya yang signifikan, termasuk namun tidak terbatas
pada:
i. Modus diving.
ii. Perbedaan tekanan (delta P).
iii. Bahaya permukaan.
iv. Bahaya dibawah air (termasuk kehidupan laut).
v. Cuaca.
vi. Kapal.
vii. Ruang tertutup atau terbatas.
b. Menetapkan persyaratan peralatan menyelam.
c. Menentukan kebutuhan gas untuk bernapas (termasuk cadangan).
d. Menetapkan persyaratan peralatan perlindungan bahaya dan/atau termal.
e. Mengidentifikasi izin tambahan yang diperlukan untuk pekerjaan (seperti Isolasi
energi yang berbahaya, pekerjaan panas, ruang tertutup, dll.).
f. Mengidentifikasi kegiatan operasi simultan.
g. Mengidentifikasi tindakan pencegahan dan/atau alat-alat lain untuk memastikan
pekerjaan dapat dilakukan dengan selamat (seperti checklist, prosedur, dll).
5. Rencana tanggap darurat penyelaman-khusus (berdasarkan pekerjaan yang dilakukan)
harus didokumentasikan untuk memberikan respon terhadap kemungkinan keadaan
darurat, termasuk namun tidak terbatas pada:
a. Kebakaran/ledakan.
b. Kegagalan peralatan (seperti hilangnya komunikasi, hilangnya gas untuk bernapas,
hilangnya bel, dll).
Revision 2.2; 4 April 2017. 53
Printed 26 August 2017. Uncontrolled when printed.
IBU Managing Safe [Link]
Company Confidential
IBU – Managing Safe Work
12. Prosedur dan checklist keselamatan untuk modus penyelaman (diving modes) yang
berlaku harus didokumentasikan dan dilampirkan pada Planning Phase Hazard Analysis
(PPHA), termasuk namun tidak terbatas pada:
a. Pembatasan kedalaman dan waktu penyelaman.
b. Informasi dekompresi.
c. Profile penyelaman.
d. Ketinggian penyelaman.
13. Kondisi-kondisi dimana penyelaman harus dihentikan, harus didokumentasikan dalam
Planning Phase Hazard Analysis (PPHA) dan Job Safety Analysisi (JSA).
14. Semua penyelaman harus didokumentasikan sesuai dengan persyaratan perundangan
dan standar industri yang berlaku.
15. Prosedur paska penyelaman harus didokumentasikan setelah penyelaman selesai
termasuk namun tidak terbatas pada potensi buruk yang merugikan kesehatan dan
mitigasi jika diperlukan serta catatan penyelaman (misalnya modus penyelaman ,
kedalaman maksimum, waktu dibawah, dll.).
16. Penyelaman dipermukaan dengan pasokan udara hanya diperbolehkan di perairan
dangkal pada kedalaman ≤ 50 meter (164 kaki ).
• Penyelaman dengan system hookah tidak diizinkan.
17. Penyelaman di permukaan dengan pasokan udara yang diperkaya (seperti NITROX)
hanya diperbolehkan pada kedalaman air ≤ 50 meter (164 kaki).
18. Penyelaman di permukaan dengan pasokan campuran gas (seperti HELIOX, HYDROX,
dll.) hanya diperbolehkan pada kedalaman air ≤ 75 meter (246 kaki).
19. penyelaman saturasi (saturation diving) hanya diperbolehkan pada kedalaman air < 600
meter (1.968,5 kaki).
20. Persyaratan hot work dibawah air selama operasi penyelaman termasuk, namun tidak
terbatas pada hal berikut:
a. Selalu pertimbangkan alternatif selain hot work di bawah air selama operasi
penyelaman.
b. Selalu lakukan Planning Phase Hazard Analysis (PPHA) dengan masukan dari
Subject Matter Expert.
c. Selalu gunakan prosedur penyelaman hot work tertulis.
d. Pekerjaan hot work bawah air selama operasi penyelaman selalu membutuhkan
persetujuan dari manajer Chevron tingkat tinggi (seperti manajer fasilitas, manajer
operasi, dll)
21. Penggunaan bahan peledak selama operasi penyelaman membutuhkan, namun tidak
terbatas pada hal berikut:
a. Selalu pertimbangkan alternatif selain penggunaan bahan peledak selama operasi
penyelaman.
b. Selalu lakukan Planning Phase Hazard Analysis (PPHA) dengan masukan dari
Subject Matter Expert dan termasuk persyaratan pelatihan tambahan yang
diperlukan untuk melakukan pekerjaan.
c. Selalu gunakan prosedur tertulis ketika menggunakan bahan peledak selama operasi
penyelaman.
d. Penggunaan bahan peledak selama operasi menyelam selalu memerlukan
persetujuan dari manager Chevron tingkat tinggi (seperti manajer fasilitas, manajer
operasi, dll).
22. Penyelaman dalam ruangan terbatas membutuhkan, namun tidak terbatas pada hal
berikut:
a. Selalu pertimbangkan alternatif selain masuk ruang terbatas selama operasi
penyelaman.
b. Selalu lakukan Planning Phase Hazard Analysis (PPHA) dengan masukan dari
Subject Matter Expert dan termasuk persyaratan pelatihan tambahan yang
diperlukan untuk melakukan pekerjaan.
c. Selalu miliki Entry Watch (selain Standby Diver) pada titik masuk ke bawah air.
d. Masuk ruang terbatas selama operasi penyelaman selalu membutuhkan persetujuan
dari manager Chevron tingkat tinggi (seperti manajer fasilitas, manajer operasi , dll)
23. Semua peralatan menyelam harus memenuhi persyaratan perundangan dan standar
industri termasuk namun tidak terbatas pada hal berikut:
a. Kualitas gas pernapasan.
b. Tabung gas bertekanan, manifold, analisis gas dan peralatan pencampuran gas
lainnya.
c. Pengukur dan perangkat ketepatan waktu.
d. Kompresor udara.
e. Selang udara.
f. Pakaian pelindung panas dan/atau bahaya.
g. Helm (termasuk sistem komunikasi).
h. Berat dan harness.
i. Cara mendukung penyelam masuk ke dan keluar dari air ke kapal.
j. Cara untuk membantu/memulihkan penyelam yang cedera/pingsan dari air atau ke
bel menyelam.
k. Ruang hiperbarik.
24. Peralatan menyelam harus diinspeksi sebelum digunakan. Kondisi dan inspeksi
peralatan harus didokumentasikan, termasuk namun tidak terbatas pada:
a. Sistem pasokan udara pernapasan (termasuk pasokan gas cadangan).
b. Masker (full face)/helm.
c. Pakaian pelindung panas dan/atau bahaya.
d. Kompensator daya apung (perangkat kendali).
e. Sistem penanganan bell.
f. Perangkat komunikasi.
25. Dokumentasi harus dipelihara dan tersedia yang menjelaskan pengujian, kalibrasi,
pemeliharaan dan sertifikasi dari peralatan penyelaman.
26. Persyaratan penggunaan perkakas dan peralatan listrik genggam selama operasi
penyelaman harus didokumentasikan dalam Planning Phase Hazard Analysis (PPHA).
27. Personil yang ditugaskan untuk bertanggung jawab dalam peran penyelaman (diving)
harus terlatih dan kompeten.
a. Persyaratan training harus didokumentasikan.
b. Penilaian kompetensi harus didokumentasikan.
Note: Referensi teknis penyelaman komersial (commercial diving) termasuk, namun tidak
terbatas pada:
• Association of Diving Contractors International, International Consensus Standards for
Commercial Diving and Underwater Operations 2011
• International Marine Contractors Association, International Code of Practice for Offshore
Diving, October 2007
• International Association of Oil and Gas Producers, Diving Recommended Practice, Report
No. 411.
• U.S. Coast Guard Diving Regulations, Title 46 CFR Part 197 Subpart B
56 Revision 2.2; 4 April 2017.
Printed 26 August 2017. Uncontrolled when printed
IBU Managing Safe [Link]
Company Confidential
IBU – Managing Safe Work
• U.S. Department of Labor Occupational Safety & Health Administration, Commercial Diving
Operations, Title 29 CFR 1910.401-440
• U.S. Navy, U.S. Navy Diving Manual
Pengantar
Persyaratan Memasuki Ruang Terbatas (Confined Space Entry – CSE) dirancang untuk
membantu mencegah cedera personil, kerusakan properti atau dampak buruk terhadap
lingkungan. Ruang terbatas didefinisikan sebagai ruang yang cukup besar dan
memungkinkan bagian tubuh pekerja dapat masuk untuk melakukan pekerjaan yang
ditugaskan, memiliki akses terbatas untuk masuk atau keluar (seperti tanki, bejana, tungku,
pipa, tempat penyimpanan, gerbong, kubah, lubang dan penggalian) dan tidak dirancang
untuk ditempati pekerja secara terus menerus.
Standar ini mengatur persyaratan IBU untuk masuk ruang terbatas, termasuk ruang terbatas
dengan karakteristik bahaya khusus (seperti ruang terbatas yang memerlukan permit sesuai
persyaratan OSHA).
Standar ini berlaku untuk pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan Chevron dan delegasinya
serta kontraktor di dalam Chevron Upstream & Gas.
Persyaratan
1. Selalu pertimbangkan alternatif lain sebelum melakukan pekerjaan memasuki ruang
terbatas (seperti penggunaan alat-alat mekanik untuk melakukan pembersihan tangki).
2. Ruang terbatas harus dapat ditandai secara visual kepada tenaga kerja (seperti
rambu/signage, barikade, dll).
3. Harus dilakukan tindakan untuk mencegah orang tidak berwenang masuk ke dalam
ruang terbatas.
4. Selalu lakukan Planning Phase Hazard Analysis (PPHA) sesuai dengan IBU Hazard
Analysis Prosedure dan form standar IBU sebelum memulai kegiatan masuk ruang
terbatas.
5. PPHA CSE harus mencakup, namun tidak terbatas pada hal berikut:
a. Kondisi masuk ruang terbatas yang dapat diterima (seperti konsentrasi oksigen, %
LEL, dll).
b. Frekuensi pengujian gas.
c. Persyaratan peralatan pelindung diri.
d. Persyaratan isolasi energi berbahaya.
e. Pencegahan masuknya orang yang tidak berwenang kedalam ruang terbatas.
f. Peralatan khusus (seperti peralatan pernapasan, peralatan penyelamatan, dll).
g. Persyaratan ventilasi terus menerus.
h. Kondisi heat stress.
6. Rencana penyelamatan (rescue plan) harus dibuat untuk ruang terbatas dengan
karakteristik bahaya khusus termasuk, namun tidak terbatas pada:
a. Lokasi responden terlatih (onsite dan/atau offsite).
b. Peralatan penyelamatan.
c. Kemudahan akses masuk ke dalam ruang terbatas.
d. Penggunaan sistem penarikan (sperti chest/full-body harness dengan tali penarik,
wristlets, alat-alat mekanis untuk ruang vertikal ≥ 1,52 meter (5 kaki), dll.) untuk
menghilangkan keharusan masuk ruang terbatas saat penyelamatan.
7. Selalu tunggu tim penyelamat tiba di situasi darurat sebelum mencoba untuk memasuki
ruang tertbatas.
8. Izin masuk ruang terbatas (CSE permit) diperlukan untuk semua kegiatan ruang
terbatas.
9. CSE permit harus digunakan bersamaan dengan izin kerja umum (General Permit To
Work) sesuai dengan IBU Permit to Work Procedure.
10. Pekerjaan harus dihentikan, bahaya dinilai dan dimitigasi, serta semua permit harus
divalidasi ulang sebelum melanjutkan pekerjaan ketika, termasuk namun tidak terbatas
pada:
a. Setiap saat tempat kerja ditinggalkan.
b. Entry Watch meninggalkana area CSE tanpa ada pengganti yang memiliki kualifikasi
yang memadai.
c. Hasil pengujian gas melebihi kondisi atmosfer kerja yang dapat diterima.
d. Kegagalan peralatan (seperti peralatan pengujian gas portabel atau kontinu, sistem
ventilasi, dll).
e. Terjadi insiden dan/atau near miss.
11. Job Safety Analysis (JSA) harus dilakukan di tempat kerja sesuai dengan IBU Hazard
Analysis Prosedure sebelum melakukan kegiatan memasuki ruang terbatas.
12. Pengukuran gas harus dilakukan oleh Qualified Gas Tester sesuai dengan IBU Portable
Gas Detection Standard ketika melakukan kegiatan memasuki ruang terbatas.
• Pekerja berhak untuk mengamati kegiatan pengujian dan pemantauan gas.
13. Ruang terbatas dengan karakteristik bahaya khusus harus mencakup, namun tidak
terbatas pada, tindakan pencegahan tambahan berikut:
a. Onsite rescue team.
b. Peralatan Rescue.
c. Entry watch
d. Entry supervisor atau setara.
14. Ruang terbatas dengan karakteristik bahaya khusus harus memiliki seorang dengan
tugas khusus sebagai entry attendant dan entry supervisor (atau setara) yang harus
melakukan kegiatan berikut:
a. Menjaga kontak (suara dan/atau visual) secara terus menerus dengan pekerja yang
berada di dalam ruang terbatas.
b. Menjaga entry log onsite (pada titik masuk ruang terbatas).
c. Tetap berada di luar ruang terbatas sampai dibebaskan dari tugas atau sampai
semua pekerja telah keluar dari ruang terbatas.
d. Memantau kondisi dan kegiatan untuk mengevaluasi keselamatan masuk ruang
terbatas.
e. Memahami protokol komunikasi untuk situasi darurat (seperti tahu siapa yang harus
dihubungi)
15. Masuk ke dalam kondisi atmosfer lembam (inert) harus selalu dianggap sebagai
kegiatan yang sangat berbahaya. Persyaratan masuk suasana lembam (inert)
mencakup, namun tidak terbatas pada, hal berikut:
a. Selalu pertimbangkan kegiatan alternatif sebelum memasuki atmosfer lembam
(inert).
b. Selalu lakukan Planning Phase Hazard Analysis (PPHA) dengan masukan dari
Subject Matter Expert.
c. Selalu gunakan prosedur tertulis untuk masuk atmosfer lembam (inert).
d. Selalu gunakan alat bantu pernapasan bertekanan udara positif dilengkapi dengan
tabung udara (escape set) atau cadangan pasokan udara independen lainnya.
e. Pastikan ada persetujuan dari Manajer Chevron tingkat tinggi (seperti manajer
fasilitas, manajer operasi, dll).
16. Klasifikasi ruang terbatas yang diturunkan (Downgraded Confined Space) tidak
memerlukan tim penyelamat dan entry supervisor dilapangan. Untuk menurunkan
sebuah klasifikasi ruang terbatas dengan karakteristik bahaya khusus, kondisi berikut
harus dipenuhi:
a. Tidak ada kondisi atmosfer yang berbahaya.
b. Tidak ada potensi kondisi atmosfer yang berbahaya.
c. Tidak ada bahaya pekerja tertimbun di dalam ruang terbatas.
d. Tidak ada bahaya akses masuk dan keluar.
e. Tidak ditemukan potensi bahaya keselamatan atau kesehatan serius.
f. Dokumentasi dari downgrade (yaitu tanggal dan tanda tangan otorisasi downgrade)
harus disimpan di tempat kerja dan menjadi lampiran dari izin kerja (permit) sesuai
dengan IBU Permit to Work Procedure.
17. Tinjauan dokumentasi tahunan dari semua kegiatan masuk ruang terbatas dengan
karakteristik bahaya khusus (termasuk permit) harus dilakukan untuk menilai kebutuhan
akan perbaikan pelaksanaan.
18. Personil yang ditugaskan bertanggung jawab dalam peran ruang terbatas harus terlatih
dan kompeten.
a. Persyaratan training harus didokumentasikan.
b. Penilaian kompetensi harus didokumentasikan.
19. IBU harus memelihara dokumentasi dari semua personil yang berwenang untuk
melakukan peran ruang terbatas berikut:
a. Confined Space Entry Watch
b. Authorized Confined Space Entrant
c. Confined Space Entry Supervisor
d. Rescue Personnel
Pengantar
Standar kerja listrik yang aman (Electrical Safe Work Standard) dirancang untuk membantu
mencegah cedera personil, kerusakan properti atau dampak lingkungan yang diakibatkan
sengatan listrik (electrical shock), nyala percikan (arc flash), ledakan percikan api (arc blast)
dan nyala api (fire ignition).
Selain persyaratan dalam standar ini, peraturan koda listrik dan keselamatan lokal juga
berlaku dan mungkin memerlukan praktik tambahan dan/atau yang lebih ketat daripada
yang ditetapkan dalam standar ini.
“The Standard for Electrical Safety in the Workplace” (NFPA 70E, 2012) berlaku jika
peraturan koda listrik dan keselamatan lokal atau standard perundangan untuk
keselesamatan listrik (electrical safety) ditempat kerja tidak tersedia.
Standar ini tidak berlaku untuk pekerjaan pada system listrik dengan tegangan/arus rendah
yang didefinisikan lebih kecil dari 50 volt DC atau AC (RMS) dan tidak diharuskan untuk
berada dalam kondisi listrik aman (electrically safe condition).
Koda listrik dan keselamatan lokal atau standar perundangan untuk keselamatan listrik di
tempat kerja diharapkan untuk memenuhi atau melampaui "The Standard for Electrical
Safety in the Workplace” (NFPA 70E, 2012)
Standar ini mengatur persyaratan IBU untuk melakukan pekerjaan dengan aman pada atau
dekat peralatan listrik yang beroperasi pada 50 volt DC atau AC (RMS) atau lebih.
Standar ini berlaku untuk pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan Chevron dan
delegasinya, serta kontraktor di dalam Chevron Upstream & Gas.
Persyaratan
1. Selalu pertimbangkan alternatif lain sebelum melakukan pekerjaan pada peralatan yang
dialiri listrik (energized electrical work).
2. Selalu asumsikan sistem listrik, kabel listrik, peralatan listrik dan/atau komponen listrik
berada dalam keadaan berenergi sampai keadaan tersebut diverifikasi dalam kondisi
kerja listrik yang selamat (electrically safe work condition).
3. Semua sistem listrik, kabel listrik, peralatan atau komponen listrik (> 50 volt) harus
ditempatkan kedalam kondisi kerja listrik yang selamat (electrically safe work condition)
sebelum personil melakukan pekerjaan bilamana terdapat salah satu dari kondisi berikut
ini:
a. Pekerja berada dalam limited approach boundary, untuk perlindungan terhadap
sengatan listrik.
b. Seorang pekerja berinteraksi dengan peralatan listrik (seperti merubah saklar
(switch), menyalakan/mematikan) dimana konduktor atau bagian sirkuit tidak terbuka
tetapi ada peningkatan risiko cedera dari paparan bahaya nyala percikan (arc flash)
listrik.
c. Pengecualian terhadap persyaratan (3.a) dan (3.b) diatas adalah:
i. Element isolasi yang sesuai dipasang dan dijaga, atau sebuah cara pemutusan
dioperasikan, dibuka, ditutup, dihapus atau dimasukkan untuk mencapai kondisi
kerja listrik yang selamat untuk peralatan yang terhubung (de-energi) atau
Revision 2.2; 4 April 2017. 61
Printed 26 August 2017. Uncontrolled when printed.
IBU Managing Safe [Link]
Company Confidential
IBU – Managing Safe Work
ii. Untuk mengoperasikan kembali peralatan yang terhubung listrik (energize) dari
kondisi kerja listrik yang selamat (electrically safe work condition) dimana risk
assessment yang dilakukan tidak mengidentifikasi resiko yang tidak diterima
untuk pekerjaan tersebut.
4. Gunakan Tabel 7 IBU Hazard Analysis Procedure untuk menentukan apakah Planning
Phase Hazard Analysis (PPHA) diperlukan sebelum memulai pekerjaan listrik.
• Lakukan Planning Phase Hazard Analysis (PPHA) dan gunakan form standar jika
diperlukan, sesuai dengan IBU Hazard Analysis Procedure.
5. Shock and arc flash Hazard Analysis harus dilakukan dan ditinjau oleh Qualified
Electrical Person untuk mempertimbangkan approach boundary atau boundary lain yang
ditetapkan oleh persyaratan perudangan yang berlaku, standar Chevron dan/atau best
practice industri sebelum seorang pekerja mendekati setiap konduktor atau bagian
rangkaian listrik berenergi yang belum ditempatkan dalam kondisi kerja listrik yang
selamat. Persyaratan ini mencakup, namun tidak terbatas pada kegiatan berikut:
a. Menempatkan peralatan kedalam kondisi kerja listrik yang selamat (electrically safe
work condition).
b. Menghidupkan kembali peralatan untuk kembali beroperasi.
6. Analisis bahaya shock dan arc flash harus mencakup, tetapi tidak terbatas pada:
a. Tegangan yang dapat terpapar bagi seorang pekerja.
b. Hal-hal yang terkait dengan shock and arc flash boundaries.
c. PPE yang diperlukan oleh orang-orang yang bekerja didalam shock and arc flash
boundaries.
7. Kondisi di mana analisis bahaya nyala percikan (arc flash) tidak diperlukan, harus
didokumentasikan oleh the Qualified Electrical Person pada formulir standar PPHA.
8. Bahaya khusus nyala percikan (arc flash) di ruang terbatas harus dipertimbangkan
sebelum memberikan wewenang/otorisasi pekerjaan Confined Space Entry.
9. Selalu gunakan izin kerja umum (general permit to work) sesuai dengan IBU Permit to
Work Procedure ketika melakukan pekerjaan pada peralatan dan/atau komponen listrik
yang berenergi.
10. Izin kerja listrik berenergi (Energized Electrical Work Permit) harus digunakan ketika
melakukan pekerjaan (misalnya pekerjaan fisik seperti mengganti sekering,
pengencangan baut, dll) di dalam limited approach atau arc flash boundary pada
konduktor atau bagian sirkuit listrik berenergi yang terbuka dan tidak berada dalam
kondisi kerja listrik yang selamat (electrically safe work condition) dengan pengecualian
pekerjaan yang dilakukan oleh seorang Qualified Electrical Person sebagai berikut:
a. Pengujian dan electrical maintenance troubleshooting dimana tidak ada perubahan
fisik pada peralatan (seperti pengujian untuk tegangan, pengujian untuk elemen
permisif, dll).
b. Memasang ground pada peralatan yang berada dalam electrically safe condition.
c. Melakukan operasi switching menggunakan peralatan aliran/kabel hidup (live line
tools).
d. Melakukan pengamatan preventive dan prediktive maintenance serta termografi
inframerah diluar batas restricted approach boundary.
e. Mengatur ulang batas overload perangkat.
11. Pekerjaan harus dihentikan, bahaya dinilai dan dimitigasi, serta semua permit harus
divalidasi ulang sebelum memulai kembali pekerjaan ketika, termasuk namun tidak
terbatas pada:
62 Revision 2.2; 4 April 2017.
Printed 26 August 2017. Uncontrolled when printed
IBU Managing Safe [Link]
Company Confidential
IBU – Managing Safe Work
22. Prosedur pengujian tegangan listrik harus mencakup, namun tidak terbatas pada hal
berikut:
a. PPE yang sesuai (misal gloves, clothiing, arch rated face shield, class E hard hat,
dll).
b. Peralatan/instrument penguji harus sesuai tipeny serta dikalibrasi dan disetujui
sebagai peralatan penguji tegangan. Kalibrasi instrument harus dilakukan setiap
tahun dan didokumentasikan.
c. Verifikasi bahwa instrumen tes dalam kondisi kerja yang tepat sebelum dan sesudah
pengujian.
d. Area kerja yang selamat harus ditentukan di sekitar area kerja dan peralatan yang
akan diuji.
e. Setiap paparan konduktor dan/atau bagian sirkuit yang diidentifikasi dalam rencana
kerja (seperti fase ke fase dan fase ke tanah untuk semua system tiga fase) harus
diuji.
f. Setiap saat terjadi perubahan kondisi atau tempat kerja ditinggalkan, maka tegangan
listrik harus diuji kembali.
g. Metoda alternatif pengujian tegangan yang disetujui harus diidentifikasi dan
didokumentasi bilamana tidak ada exposed point untuk melakukan pengujian.
23. Peralatan listrik yang memberikan paparan pekerja ke tingkat energi insiden lebih besar
dari 167,4 J/cm2 (40 cal/cm2) (dihitung pada jarak untuk bekerja pada energi konduktor
listrik dan/atau bagian sirkuit) hanya boleh dikerjakan pada saat sirkuit telah berada
dalam kondisi kerja listrik yang selamat (electrically safe work condition). Tingkat energy
insiden harus ditentukan oleh qualified electrical person.
24. Peralatan, termasuk peralatan mobile (seperti perancah, crane, bucket truck selain untuk
pekerjaan listrik, pemompa semen, fork truck, dll) haus menjaga jarak clearance
minimum terhadap saluran listrik berenergi sesuai Tabel 11 di bawah ini:
Tabel 11. Jarak Minimum Clearance Distance pada Tegangan Listrik tertentu
Tegangan Listrik Jarak Minimum Clearance
0 – 50 kV 3.1 meter (10 feet)
51- 200 kV 4.6 meter (15 feet)
201 – 350 kV 6.1 meter (20 feet)
351 – 500 kV 7.6 meter (25 feet)
501 – 750 kV 10.7 meter (35 feet)
751 – 1000 kV 13.7 meter (45 feet)
Sesuai yang ditentukan oleh utility owner/operator
atau professional engineer yang terdaftar sebagai
≥ 1001 kV
Qualified Person dalam bidang electrical power
transmission and distribution.
Unknown 6.1 meter (20 feet)
25. Berikut ini persyaratan untuk peralatan bergerak yang digunakan untuk pekerjaan listrik
(seperti truck, crane, cement pumper, aerial man-lift, dll) termasuk, namun tidak terbatas
pada:
a. Boom dan bucket peralatan bergerak harus terisolasi dari listrik, dan diuji minimum
setiap tahun.
b. Peralatan bergerak hanya boleh dioperasikan oleh tenaga yang terlatih dan
berpengalaman dalam penggunaan peralatan.
c. Peralatan bergerak harus di ground (dibumikan) dengan pengecualian bahwa ketika
konduktor listrik atau bagian sirkuit yang berhubungan dengan kabel listrik diatas
kepala (termasuk kemungkinan back feed) telah dibumikan (grounded) dari segala
arah relatif terhadap peralatan.
d. Qualified Electrical Person harus membuat barikade di sekitar peralatan mobile yang
akan dioperasikan dalam radius 3,1 meter (10 kaki) dari limited approach boundary.
e. Spotter khusus harus digunakan saat peralatan dioperasikan didekat kabel listrik
diatas kepala.
26. Tangga yang digunakan untuk pekerjaan listrik harus memiliki komponen vertikal (sisi
anak tangga) terbuat dari bahan non-konduktif sesuai dengan semua peraturan
perundangan yang berlaku, standar Chevron dan/atau best practice industri.
27. Peralatan dan perkakas yang digunakan dalam limited approach boundary dari paparan
konduktor dan/atau bagian sirkuit berenergi listrik harus diisolasi dan diberi nilai untuk
tegangan dimana mereka dapat digunakan dengan selamat.
28. Peralatan dan perkakas yang digunakan untuk pekerjaan live line harus disimpan di
lokasi yang kering dan harus dibersihkan serta diperiksa setiap kali sebelum dipakai.
a. Peralatan dan perkakas live line harus ditest setiap tahunan atau sesuai peraturan
yang belaku, mana yang lebih ketat.
b. Hasil inspeksi dan pengujian harus didokumentasikan.
29. Isolasi kabel dan/atau konduktor berenergi yang dilengkapi dengan ground fault
protection (yaitu sirkuit yang dilindungi oleh Ground-Fault Circuit Interrupter (GFCI) or
Residual Current Device (RCD) yang sensitif) hanya boleh ditangani dengan memakai
PPE yang sesuai.
30. Personil yang melakukan pekerjaan listrik harus dilengkapi dengan PPE yang sesuai
dengan standar industry (seperti ANSI, ASTM, NFPA 70E, dll.).
31. Ground-Fault Circuit Interrupter (GFCI) dan/atau Residual Current Device (RCD) harus
disediakan bagi perkakas dan perangkat lain yang terhubung kabel listrik yang dipakai
diluar ruangan, dalam lingkungan lembab dan/atau pada beton yang memiliki kemiringan
tertentu. Peralatan ini harus digunakan sesuai dengan semua peraturan perundangan
yang berlaku, standar Chevron dan/atau persyaratan koda local.
32. Grounding harus ada (termasuk peralatan terisolasi) untuk mencegah back-feed pada
peralatan, termasuk namun tidak terbatas pada:
a. Switchgear buses.
b. Feeders dari sub-station.
c. Bare conductor circuits.
d. Motor circuits >690 volts, nominal.
33. Generator, portable dan yang menempel pada kendaraan bergerak, yang digunakan
untuk menyediakan listrik bagi perkakas dan peralatan terhubung kabel listrik harus
memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. Generators lebih besar 5kW single phase harus memiliki sambungan ke bumi
(ground).
b. Hanya stop kontak (plug soket) terpasang pada generator atau kendaraan yang
harus digunakan untuk memberikan listrik bagi perkakas atau peralatan yang
terhubung kabel listrik.
Revision 2.2; 4 April 2017. 65
Printed 26 August 2017. Uncontrolled when printed.
IBU Managing Safe [Link]
Company Confidential
IBU – Managing Safe Work
c. Bagian logam dari peralatan yang bukan penghantar arus dan konduktor grounding
dari stop kontak peralatan harus terikat pada kerangka generator.
d. Kerangka generator yang terpasang pada kendaraan harus terikat rangka
kendaraan.
e. Semua konduktor netral harus diikat (bounded) pada kerangka generator.
34. Semua peralatan listrik harus dipelihara, diperiksa dan disimpan sesuai dengan instruksi
pabrikan, peraturan perundangan yang berlaku, standar Chevron dan/atau best practice
industri.
35. IBU harus membuat dokumentasi dari semua pekerja yang berwenang untuk melakukan
pekerjaan listrik.
36. Personil yang tidak qualified, dimana pekerjaannya dapat berhubungan dengan
tegangan > 50 volt, harus dilatih dan paham dengan praktek-praktek yang terkait dengan
keselamatan kerja listrik.
37. Personil yang ditugaskan untuk bertanggung jawab dalam peran listrik harus terlatih dan
kompeten.
a. Persyaratan training harus didokumentasikan.
b. Penilaian kompetensi harus didokumentasikan.
Note: Referensi technical lifting and rigging termasuk, tetapi tidak terbatas pada:
• National Fire Protection Association (NFPA)
• American Petroleum Institute
• American Society of Testing and Materials (ASTM)
• Code of Federal Regulation (US) (CFRs)
• International Safety Equipment Association (ISEA)
Pengantar
Standar ini berlaku untuk pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan Chevron dan delegasi
serta kontraktor di dalam Chevron Upstream & Gas.
Persyaratan
1. Gunakan Tabel 7 IBU Hazard Analysis Procedure untuk menentukan apakah Planning
Phase Hazard Analysis (PPHA) diperlukan sebelum memulai kegiatan penggalian.
• Lakukan Planning Phase Hazard Analysis (PPHA) dan gunakan form standar jika
diperlukan, sesuai dengan IBU Hazard Analysis Procedure.
2. Izin Penggalian diperlukan sebelum melakukan kegiatan penggalian, termasuk namun
tidak terbatas pada:
a. Penghancuran permukaan dengan alat-alat listrik dan/atau alat berat (seperti
trencher, backhoe, jackhammer, dll) berapapun kedalamannya, tidak termasuk
pengikisan tanah (seperti pembersihan semak/ lalang, tumpahan minyak kecil, dll).
b. Penggalian 1,5 meter (5 kaki) atau lebih menggunakan peralatan tangan (hand
tools).
c. Setiap kali tambahan izin kerja khusus (seperti Confined Space Entry, Isolation of
Hazardous Energy, dll ) dibutuhkan untuk mengelola risiko penggalian .
d. Setiap kali pengujian gas di area penggalian diperlukan.
3. Izin penggalian harus digunakan bersamaan dengan izin kerja umum (General Permit
To Work) sesuai dengan IBU Permit to Work Procedure.
4. Pekerjaan harus dihentikan, bahaya dinilai dan dimitigasi, serta semua permit harus
divalidasi ulang sebelum melanjutkan pekerjaan ketika, termasuk namun tidak terbatas
pada:
a. Setiap saat tempat kerja ditinggalkan. Hal ini berlaku untuk penggalian yang
dirancang bagi pekerja untuk masuk ke dalam penggalian.
b. Setiap kali ada pihak yang tidak berwenang memasuki barikade area penggalian.
c. Sistem perlindungan (seperti shoring, benching, dll ) rusak dan /atau tidak tersedia
saat dibutuhkan.
d. Hasil pengujian gas menunjukkan nilai yang melibihi batas klasifikasi penggalian
menjadi ruang terbatas (confined space).
e. Peralatan pengujian gas portabel atau kontinu mengalami kegagalan.
f. Utilitas (seperti jalur listrik bawah tanah, pipa air, dll) putus, bocor dan / atau rusak.
g. Terjadi insiden dan/atau near miss
6. Job Safety Analysis (JSA) harus dilakukan ditempat kerja sesuai dengan IBU Hazard
Analysis Prosedure sebelum memulai kegiatan penggalian.
7. Deteksi Gas, jika diperlukan, harus dilakukan oleh Qualified Gas Tester sesuai dengan
IBU Portable Gas Detection Standard.
8. Penggalian yang diklasifikasikan sebagai confined spaces (kedalaman parit ≥ 1,2 meter
atau 4 kaki ) harus dikelola sesuai dengan standar IBU Confined Space Entry dan IBU
Portable Gas Detection (untuk persyaratan confined space).
11. Posisi yang pasti dari utilitas harus diidentifikasi pada saat merencanakan pendekatan
penggalian lokasi dengan cara yang selamat dan dapat diterima (misal day-lighting, dll).
12. Penggalian yang jaraknya dekat dengan bangunan, jalan, dinding penahan dan struktur
lainnya atau lebih dalam dari 6,1 meter (20 kaki) harus ditinjau dan disetujui oleh
seorang insinyur sipil atau Qualified Person lainnya (seperti Registered Profesional
Engineer, dll).
13. Daerah galian harus diisolasi dan hambatan harus berada di tempat untuk mencegah
akses yang tidak sah oleh kendaraan dan pekerja yang tidak terlibat dalam pekerjaan.
14. Perlindungan pada publik harus disediakan sesuai keperluan, termasuk namun tidak
terbatas pada:
a. Barikade visual (seperti pagar, penutup, pagar, dll).
b. Jalur pejalan kaki.
c. Penerangan.
d. Pemasangan rambu-rambu.
e. Dll.
15. Jangan pernah masuk ke area penggalian ketika alat berat (seperti peralatan penggali
mekanik, alat angkat, dll) sedang digunakan di dekat area penggalian.
16. Jangan pernah bekerja pada penampang penggalian sloped atau benched pada tingkat
diatas pekerja lain tanpa perlindungan (seperti jaring pengaman, perlindungan jatuh, dll)
untuk karyawan yang bekerja di bawah.
17. Penggalian pada kedalaman lebih besar dari 1.2 meter (4 kaki) harus dilengkapi dengan
sarana akses masuk dan keluar yang selamat (seperti tangga panjat, tangga dengan
rail, jalur jalan/ ramps dll) sampai dengan 7,6 meter (25 kaki) jarak lateral.
18. Langkah-langkah harus diambil untuk melindungi pekerja dari bahaya terkubur
termasuk, namun tidak terbatas pada:
a. Jika galian lebih dalam 1.5 meter (5 kaki).
b. Jika inspeksi oleh seorang Competent Person menyatakan adanya potensi bahaya
terkubur/ runtuh (cave-in) dalam penggalian kurang dari 1.5 meter (5 kaki).
19. Personil memasuki penggalian harus dilindungi oleh sistem perlindungan termasuk
sistem pendukung (seperti bracing, shoring, underpinning, dll), sloping, benching
dan/atau system shield/ perisai. Sistem ini harus dirancang dan dibangun sesuai dengan
metode desain yang didokumentasikan (seperti OHSA , manufaktur, dll) atau harus
dirancang oleh seorang insinyur sipil atau Qualified Person lainnya (seperti Registered
Profesional Engineer).
a. Bahan dan peralatan yang digunakan untuk sistem pelindung harus bebas dari
kerusakan dan/atau cacat dan harus dipasang dan dipelihara sesuai dengan
rekomendasi manufaktur.
b. Sistem perlindungan harus memiliki kapasitas untuk mendukung semua beban yang
dimaksudkan untuk ditahan dan dipindahkan ke sistem.
c. Desain sistem pelindung harus memenuhi persyaratan perundangan yang berlaku,
standar Chevron dan/atau best practice dalam industri.
20. Personil harus dilindungi dari batuan lepasan, tanah, galian atau bahan dan/atau
peralatan (termasuk kendaraan) lain yang bisa masuk kedalam penggalian, termasuk
namun tidak terbatas pada:
a. Scaling untuk menghilangkan material yang longgar.
b. Pemasangan barikade pelindung atau perangkat penahan.
c. Gunakan sistem peringatan (seperti barikade, sinyal tangan atau mekanik, catatan
berhenti/ stop logs, dll) untuk memperingatkan operator peralatan mengenai sudut
penggalian.
d. Menempatkan, menyimpan dan/atau mempertahankan bahan dan/atau peralatan
tidak lebih dekat dari 0,6 meter (2 kaki) dari tepi penampang penggalian kecuali
dinyatakan pada rancangan dan disetujui oleh Qualified Engineer.
21. Seorang Civil Engineer, Qualified Person (missal Registered Professional Engineer, dll)
atau Competent Person (misal ahli tanah, dll) harus menentukan kondisi tanah dan
mengidentifikasi jenis tanah sesuai dengan persyaratan perundangan yang berlaku,
standar Chevron dan/atau best practice industri.
22. Bilamana penggalian dilakukan pada jenis tanah campuran, jenis tanah yang paling tidak
stabil di dalam campuran tersebut harus diambil sebagai dasar penentuan metode untuk
mencegah bahaya terkubur atau runtuh ketika bekerja dengan tanah yang memiliki
beberapa campuran.
23. Personil harus dilindungi dari akumulasi air dalam penggalian termasuk, namun tidak
terbatas pada:
a. Permukaan air dan drainase harus dikumpulkan dan dibuang jauh dari wilayah kerja
melalui drainase buatan, parit pengalihan (diversion ditches), berms, dikes, dll.
b. Seorang yang kompeten harus memantau permukaan air dan drainase untuk
memastikan sistem pembuangan beroperasi dengan benar.
Revision 2.2; 4 April 2017. 69
Printed 26 August 2017. Uncontrolled when printed.
IBU Managing Safe [Link]
Company Confidential
IBU – Managing Safe Work
24. Competent Person harus melakukan inspeksi dan mendokumentasikan hasil inspeksi
penggalian (termasuk daerah yang berada di dekat galian dan sistem pelindung),
termasuk namun tidak terbatas pada:
a. Sebelum setiap shift kerja.
b. Harian.
c. Setelah peristiwa alam (seperti hujan, badai, tornado, gempa bumi, dll).
d. Ketika terjadi celah, retakan akibat tekanan (tension cracks), peluruhan (sloughing),
Pemotongan bawah tanah (underground cutting), rembesan air (water seepage),
penggembungan (bulging), dll.
e. Ketika ada perubahan yang signifikan dalam ukuran dan/atau lokasi dari struktur
tanah.
f. Seperti ditentukan oleh pekerjaan yang sedang dilakukan.
25. Personil yang terekspose atau yang mengarahkan kendaraan pada lokasi penggalian
harus memakai pakaian reflektif atau yang memiliki visibilitas tinggi/ mencolok.
26. Penggalian yang memotong melewati firewall atau burm/ bund harus memiliki alternatif
dan metode protektif dan penahan yang sama.
27. Selalu pertimbangkan alternatif lain selain menggali di sebuah situs arkeologi.
• Penggalian di situs arkeologi harus sesuai dengan persyaratan perundangan yang
berlaku.
28. Jika diperlukan sesuai peraturan kualitas udara setempat, teknik pengendalian debu
untuk penggalian harus diterapkan (seperti penyemprotan air, dll).
29. Personil yang ditugaskan bertanggung jawab dalam peran penggalian harus terlatih dan
kompeten
a. Persyaratan training harus didokumentasikan.
b. Penilaian kompetensi harus didokumentasikan.
30. IBU harus memelihara dokumen semua personil yang berwenang untuk melakukan
kegiatan penggalian.
Pengantar
Persyaratan Hot Work dirancang untuk membantu mencegah cedera personil, kerusakan
properti atau dampak terhadap lingkungan akibat kebakaran atau ledakan. Hot Work
dianggap sebagai setiap proses atau pekerjaan yang memiliki potensi signifikan untuk
menimbulkan kebakaran atau menyebabkan ledakan yang diakibatkan oleh munculnya api,
panas dan/atau percikan api dalam ruang yang mengandung gas/material mudah terbakar
(flammable material).
Standar ini berlaku untuk pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan Chevron dan delegasinya
serta kontraktor di dalam Chevron Upstream & Gas.
Persyaratan
1. Selalu pertimbangkan dahulu alternatif cold work (seperti menggunakan gergaji tangan
daripada pemotongan dengan api, memindahkan peralatan untuk dikerjakan diluar
classified area, dll.).
2. Hot work tidak diizinkan dalam ruang atmosfer yang mengandung gas/material mudah
meledak (explosive atmosphere).
3. Lokasi Hazardous (Classified) dan area Safe Hot Work harus ditentukan dan disetujui
oleh Manajemen.
4. Selalu lakukan analisis bahaya sesuai dengan IBU Hazard Analysis Prosedure sebelum
memulai kegiatan hot work.
5. Hot work permit diperlukan untuk pekerjaan hot work yang dilakukan didalam area
hazardous (classified).
6. Hot work permit tidak diperlukan untuk pekerjaan hot work yang dilakukan didalam area
yang telah ditentukan sebagai Safe Hot Work Area.
7. Hot work permit harus digunakan bersamaan dengan general permit to work sesuai
dengan IBU Permit to Work Procedure.
8. General permit to work diperlukan untuk semua jenis pekerjaan panas (hot work) yang
tidak ditentukan dalam persyaratan 5, 6 & 7.
9. Pekerjaan harus dihentikan, bahaya dinilai dan dimitigasi, serta semua permit harus
divalidasi ulang sebelum melanjutkan pekerjaan ketika, termasuk namun tidak terbatas
pada:
a. Setiap saat tempat kerja ditinggalkan.
b. Fire Watch meninggalkan area hot work.
c. LEL ≥ 10% terdeteksi.
d. Kegagalan pada peralatan uji gas portable atau continu.
e. Terjadi incident dan/atau near miss.
10. Job Safety Analysis (JSA) harus dilakukan di tempat kerja sesuai dengan IBU Hazard
Analysis Procedure sebelum memulai aktivitas kerja panas (hot work).
11. Pengukuran gas harus dilakukan oleh Qualified Gas Tester sesuai dengan the IBU
Portable Gas Detection Standard ketika melakukan aktivitas kerja panas (hot work).
12. Fire Watch khusus (dedicated) diperlukan bilamana kegiatan hot work dilakukan diluar
Safe Hot Work area yang sudah ditentukan atau adanya potensi kebakaran yang lebih
dari kebakaran kecil.
• Fire Watch harus tetap berada ditempat kerja 30 menit setelah aktivitas kerja panas
(hot work) selesai dan harus memeriksa daerah sekitarnya dimana percikan atau api
mungkin telah menjalar.
13. Peralatan pemadam kebakaran khusus (dedicated fire-fighting) harus tersedia ditempat
kegiatan hot work untuk merespon potensi insiden.
• Peralatan pemadam kebakaran harus diinspeksi dan berfungsi penuh. Hasil inspeksi
harus didokumentasika (seperti tag inspeksi peralatan).
14. Sebelum digunakan, semua peralatan yang diperlukan untuk melakukan hot work harus
diinspeksi, untuk memastikan:
a. Peralatan berfungsi dengan baik.
b. Peralatan pengaman (safeguard) tersedia di tempat.
15. Wilayah aktivitas Hot Work harus secara visual diidentifikasi dengan memasang
barikade dan/atau tanda peringatan.
16. Bahan mudah terbakar (combustible material) harus disingkirkan atau dilindungi dalam
radius 15 meter (50 kaki) dari aktivitas hot work.
• Bahan mudah terbakar yang tidak dapat dipindahkan harus ditutup dengan
penutup/lapisan tahan api dan/atau harus tetap basah selama aktivitas hot work.
17. Panas, kerak hasil pembakaran (slag) dan/atau percikan api yang mungkin dihasilkan
dari aktivitas kerja panas (hot work) harus ditahan penyebarannya.
18. Saluran pembuangan dalam area aktivitas kerja panas (hot work) harus disegel.
19. Vent di daerah kegiatan hot work harus diarahkan menjauh dari pekerjaan panas (hot
work) atau sumber input menuju vent harus diisolasi sesuai dengan IBU Isolation of
Hazardous Energy Standard.
20. Selalu putuskan dan/atau pasang blind piping dari tangki (atau peralatan lain) sebelum
melakukan pekerjaan panas (hot work) pada pipa.
21. Gerakan material, pembersihan (purging), pembilasan (flushing) dan/atau pengeringan
(draining) harus dihentikan sebelum melakukan aktivitas kerja panas.
22. Hot work pada tangki, bejana atau pipa pada saat tangki, bejana atau pipa dalam
keadaan beroperasi (in service), membutuhkan masukan dari Subject Matter Expert dan
persetujuan dari Manajer Chevron tingkat tinggi.
23. Bukaan dan celah pada peralatan, tangki atau pipa dalam radius 15 meter (50 feet) dari
area aktivitas kerja panas (hot work) harus disegel sebelum hot work dimulai.
24. Hot tapping selalu dianggap sebagai kegiatan yang sangat berbahaya. Persyaratan hot
tapping termasuk, namun tidak terbatas pada hal berikut:
a. Selalu pertimbangkan alternatif lain sebelum melakukan hot tapping.
b. Selalu lakukan Planning Phase Hazard Analysis (PPHA) dengan masukan dari
Subject Matter Expert.
c. Selalu gunakan prosedur tertulis hot tapping.
d. Hot tapping memerlukan persetujuan dari Manager Chevron tingkat tinggi (seperti
manajer fasilitas, manajer operasi, dll)
Pengantar
Standar ini berlaku untuk pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan Chevron dan delegasi
serta kontraktor di dalam Chevron Upstream & Gas.
Persyaratan
1. Energy harus diisolasi:
a. Kapan saja ada potensi untuk pengenergian yang tak terduga, start-up atau
pelepasan energi sisa atau disimpan dari peralatan dan proses selama perbaikan
dan pemeliharaan
b. Kapan saja perangkat pengaman atau pelindung kritikal lainnya di-bypass, diubah
atau dihilangkan.
c. Kapan saja pekerja harus menempatkan bagian dari tubuh mereka ke dalam
peralatan untuk melakukan pekerjaan pada suatu titik operasi atau ketikaada zona
bahaya disekitar peralatan.
2. Selalu melakukan Planning Phase Hazard Analysis (PPHA) sebelum melakukan
kegiatan isolasi sesuai dengan IBU Hazard Analysis Procedure.
3. Izin Isolation of Hazardous Energy harus digunakan dalam hubungannya dengan Izin
umum untuk bekerja (General Permit to Work) sesuai dengan IBU Permit to Work
Procedure.
4. Izin-izin kerja (General Permits to Work dan Specialized IHE Permits) tidak diperlukan
untuk:
a. Perbaikan dan/atau pemeliharaan peralatan listrik yang menggunakan kabel dan
steker untuk beroperasi, ketika power nya tidak terpasang dan peralatan tersebut
setiap saat berada didalam kendali eksklusif dari tim kerja.
b. Isolasi sederhana yang tertera dan dijelaskan dalam prosedur operasi dan
pemeliharaan.
c. Operasi produksi normal (seperti penyesuaian atau perbaikan yang bersifat kecil)
dengan ketentuan sebagai berikut:
i. Peralatan pengaman dan alat perlindungan keselamatan tidak di-bypass, diubah
atau dihilangkan.
ii. Personil tidak diharuskan untuk menempatkan bagian tubuh apapun ke dalam
peralatan untuk melakukan pekerjaan pada suatu titik operasi atau di zona
bahaya yang sudah ditentukan.
5. Pekerjaan harus dihentikan, bahaya dinilai dan dimitigasi, serta semua permit harus
divalidasi ulang sebelum melanjutkan pekerjaan ketika, termasuk namun tidak terbatas
pada:
74 Revision 2.2; 4 April 2017.
Printed 26 August 2017. Uncontrolled when printed
IBU Managing Safe [Link]
Company Confidential
IBU – Managing Safe Work
a. Isolasi gagal.
b. Adanya isolasi yang belum lengkap.
c. Isolasi tidak dikunci sempurna dan tidak di tag dengan jelas (setelah verifikasi
dan/atau inspeksi).
d. Terjadi incident dan/atau near miss.
6. Diagram Isolasi harus terkini dan diverifikasi sebelum memulai isolasi dan diperlukan
untuk semua isolasi dengan pengecualian sebagai berikut:
a. Peralatan yang diisolasi hanya memiliki sumber energi tunggal yang dapat dengan
mudah diidentifikasi dan diisolasi.
b. Isolasi akan menghilangkan energi (de-energized) dan menon-aktifkan peralatan
secara keseluruhan.
c. Lokasi isolasi dimengerti dengan jelas oleh siapapun.
7. Job Safety Analysis (JSA) harus dilakukan di tempat kerja sebelum memulai kegiatan
sesuai dengan IBU Hazard Analysis Prosedure.
8. Isolasi harus dikomunikasikan kepada semua pekerja yang terkena dampak dan tim
kerja lainnya yang berpotensi terkena dampak, untuk memberitahukan perubahan status
peralatan (misalnya dari beroperasi normal ke out- of-service, out- of-service ke
beroperasi normal, dll).
9. Person Managing Control of Work harus memeriksa dan memverifikasi isolasi dan
memastikan pelepasan energi (de-energizing) peralatan sebelum memulai pekerjaan
yang membutuhkan isolasi energi berbahaya (yaitu verifikasi dan validasi visual
terhadap isolasi yang telah terpasang di tempat kerja).
• Verifikasi dan validasi isolasi harus didokumentasikan, melalui tanda tangan basah,
pada izin kerja.
10. Perangkat Lockout harus digunakan untuk mengamankan peralatan yang diisolasi dalam
posisi selamat dan/atau mati.
11. Perangkat Lockout yang digunakan untuk mengisolasi energi yang berbahaya, harus:
a. Hanya dipakai untuk tujuan IHE.
b. Memenuhi semua persyaratan perundangan dan standar Chevron yang berlaku dan/
atau best practice dalam industri.
c. Kunci, tag dan warna ditugaskan untuk masing-masing kelompok fungsional harus
distandarisasi dan dikomunikasikan diseluruh IBU.
d. Tags harus terlihat dan terbaca untuk mengidentifikasikan nama orang yang
mengaplikasikan perangkat dan tanggal kapan kunci/ tag diapasangkan pada
peralatan
e. Tahan lama untuk lingkungan di mana mereka digunakan (seperti tahan terhadap
suhu ekstrim, hujan, angin, dll)
f. Terlihat jelas dan substansial untuk meminimalkan pengenergian kembali yang tidak
sah.
g. Ditempelkan dengan aman pada titik isolasi (jangan menempelkan tag pada
peralatan).
12. Kunci dan tag pribadi yang digunakan untuk mengisolasi energi yang berbahaya harus:
a. Digunakan oleh 1 indifidu yang terdokumentasi dan memiliki otoritas.
b. Dipasang dan dilepaskan dalam urutan yang didefinisikan oleh IBU sesuai dengan
persyaratan perundangan, standar Chevron dan/atau best practice di industri:
i. Kunci pihak operasi harus menjadi kunci dan tag yang pertama terpasang dan
yang terakir dilepas.
ii. Jika berlaku, kunci/ tag pihak Instrumentasi & Listrik (I&E) harus dipasang pada
urutan kedua dan segera dilepas sebelum pihak operasi melepaskan kunci/tag.
iii. Apabila ada kunci/ tag pihak pekerjaan lain.
Revision 2.2; 4 April 2017. 75
Printed 26 August 2017. Uncontrolled when printed.
IBU Managing Safe [Link]
Company Confidential
IBU – Managing Safe Work
c. Pelepasan kunci/tag personal oleh orang lain selain individu yang memasang
perangkat loto harus dilakukan dengan, namun tidak terbatas pada:
i. Verifikasi bahwa pemilik kunci/tag tidak berada di fasilitas tersebut
ii. Lakukan segala upaya untuk menghubungi pekerja yang berwenang untuk
mengkomunikasikan pelepasan kunci/tag sebelum pekerja yang berwenang
menyelesaikan pekerjaan di fasilitas itu
iii. Persetujuan didokumentasikan di izin IHE atau ceklist peralatan isolasi oleh
Person Managing Control of Work di lapangan.
13. Poin Isolasi harus dikunci, ditandai dan didokumentasikan pada izin IHE atau melalui
checklist peralatan isolasi sebelum memulai pekerjaan yang membutuhkan isolasi energi
berbahaya (Isolation of Hazardous Energy).
14. Poin Isolasi yang tidak dapat dikunci harus ditandai dengan jelas dan didokumentasikan
pada izin IHE atau melalui checklist peralatan isolasi sebelum memulai pekerjaan yang
membutuhkan isolasi energi berbahaya.
15. Group locks hanya diperbolehkan jika pemasangan beberapa kunci dan tag pada titik
isolasi tidak dapat dilakukan.
16. Protokol untuk melakukan isolasi multi- group termasuk, namun tidak terbatas pada:
a. Individu tunggal bertanggung jawab dan akuntabel untuk kunci kelompok dan harus
diidentifikasi pada izin.
b. Satu individu bertanggung jawab dan akuntabel untuk kunci kelompok dan harus
bertanggung jawab dan mendokumentasikan semua nama-nama individu yang
dilindungi oleh kunci kelompok pada izin IHE atau di checklist peralatan isolasi.
17. Isolasi fisik positif diperlukan untuk masuk kedalam bejana, tangki atau pipa yang
berhubungan dengan aktivitas kerja panas (hot work).
a. Satu-satunya pengecualian dari persyaratan:
i. Penyimpanan dan ballast tank di kapal , Floating Production Storage &
Offloading Vessels ( FPSO) , Floating Storage & Offloading Vessels ( FSO)
ii. Membuka pipa dimana tidak memungkinkan untuk mengaplikasikan isolasi fisik
positif karena desain dan/ atau rentang pipa.
iii. Membuka jaringan pipa yang berada di bawah tanah dan/atau terendam.
iv. Stasiun pengukuran (metering) pipa gas.
v. Cellar sumur minyak.
20. Selalu perhitungkan pelepasan tekanan ketika melakukan isolasi terhadap pipa atau
bejana lainnya yang menyimpan fluida, termasuk namun tidak terbatas kepada bagian
yang diisolasi dan areadi setiap sisi dari isolasi.
21. Isolasi yang melampaui pergeseran shift harus diverifikasi dan divalidasi terpasang dan
bekerja oleh Person Managing Control of Work pada setiap awal setiap shift dan
didokumentasikan di JSA
22. Isolasi yang melibatkan perubahan prosedur dan/atau peralatan operasional harus
dikelola sesuai dengan IBU Management of Change for Facilities and Operations
Standardized OE Process, termasuk namun tidak terbatas pada isolasi permanen dan
jangka panjang.
23. Person Managing Control of Work di lokasi kerja harus memverifikasi dan memvalidasi,
melalui tanda tangan bahwa semua dapat dioperasikan dan siap untuk dinyalakan
kembali sebelum menutup izin IHE.
24. Pelepasan isolasi harus dikomunikasikan kepada semua pekerja yang terkena dampak
dan tim kerja lainnya yang berpotensi terkena dampak, untuk memberitahukan
perubahan status peralatan (misalnya dari beroperasi normal ke out- of-service, out- of-
service ke beroperasi normal, dll).
25. Unit/fasilitas harus memelihara dokumentasi dari semua pekerja yang berwenang untuk:
a. Melakukan isolasi energi berbahaya.
b. Memasang/ melepas lunci/tags dan peralatan isolasi energy lainnya.
c. Menyalakan ulang (restart) peralatan.
d. Inspeksi, verifikasi, dan melepas isolasi.
e. Inspeksi, verifikasi, dan memperbolehan kembali ke service.
26. Personil yang ditugaskan bertanggung jawab dalam peran IHE harus terlatih dan
kompeten:
a. Persyaratan training harus didokumentasikan.
b. Penilaian Kompetensi harus didokumentasikan.
Pengantar
Persyaratan Lifting dan Rigging dirancang untuk membantu mencegah cedera personil,
kerusakan properti dan dampak terhadap lingkungan. Lifting dan Rigging adalah proses
dimana beban diikat, diangkat dan dipindahkan menggunakan perangkat mekanik.
Standar ini tidak berlaku untuk peralatan yang tidak secara khusus dirancang untuk tujuan
dan aktivitas Lifting and Rigging seperti elevated work platform, mengangkat orang (man lift)
dan forklift (kecuali dikonfigurasi untuk mengangkat, menurunkan dan memindahkan beban
tergantung secara horizontal).
Standar ini mengatur persyaratan IBU untuk Lifting dan Rigging.
Standar ini berlaku untuk pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan Chevron dan delegasinya
serta kontraktor di dalam Chevron Upstream & Gas.
Persyaratan
1. Selalu lakukan analisis bahaya sebelum melakukan kegiatan Lifting and Rigging sesuai
dengan IBU Hazard Analysis Prosedure.
2. Pengangkatan (lift) harus direncanakan dan didiskusikan (serta jika diperlukan,
didokumentasikan kedalam Planning Phase Hazard Analysis (PPHA)) sebelum memulai
pekerjaan dan harus mencakup namun tetapi tidak terbatas pada hal berikut:
a. Langkah-langkah yang diperlukan untuk melakukan pengangkatan dengan benar
dan selamat.
b. Berat dan pusat gravitasi dari objek yang diangkat.
c. Pencegahan personil jatuh (seperti penggunaan derek (derricks), man riding baskets,
dll).
d. Zona bebas hambatan pengangkatan dan penurunan dalam radius pengangkatan
beban yang direkomendasikan produsen/pembuat peralatan lifting/rigging.
e. Kontainer bersertifikat (seperti cargo carrying unit) untuk barang-barang yang mudah
bergerak.
f. Rute menyelamatkan diri dan pencahayaan yang cukup di dalam zona
pengangkatan dan penurunan.
g. Zona line of fire yang bebas dari semua personil tidak berkepentingan.
h. Persyaratan untuk personil pemberi sinyal.
i. Modus komunikasi (seperti suara, radio dan sinyal tangan) ditetapkan dan disetujui
oleh semua pekerja yang terlibat dalam kegiatan ini.
j. Pengekangan (seperti baut hold-down, pengencang laut, dll), puing-puing dan/atau
penghalang disingkirkan sebelum melakukan kegiatan lifting.
k. Kebutuhan ruang untuk penyebaran cadik (outrigger).
l. Toleransi kedekatan terhadap kabel listrik diatas kepala.
m. Persyaratan kondisi tanah untuk operasi lifting mobile crane (termasuk potensial
bahaya bawah tanah seperti fasilitas bawah tanah dan kekopongan tanah).
n. Pertimbangan terhadap kondisi lingkungan (seperti angin, kondisi laut, dll)
3. Lift Plan tertulis diperlukan untuk pengangkatan kritis dan/atau non-routine, termasuk
namun tidak terbatas pada:
a. Pengangkatan buta (blind lifts).
b. Pengangkatan kompleks (complex lifts).
c. Pengangkatan komplikasi (complicated lifts).
78 Revision 2.2; 4 April 2017.
Printed 26 August 2017. Uncontrolled when printed
IBU Managing Safe [Link]
Company Confidential
IBU – Managing Safe Work
7. Crane dan derek untuk mengangkat personil pada platform yang digantungkan (seperti
man riding basket, dll) hanya menggunakan ketika:
a. Mekanisme transfer lain (seperti perancah, tangga, lift udara, personl hoist, dll)
berpotensi lebih berbahaya.
b. Kendala fisik dari area kerja membuat penggunaan mekanisme transfer lainnya
menjadi tidak praktis.
8. Operasi Pengangkatan Personil harus mencakup, namun tidak terbatas pada:
a. Peralatan lifting yang dipakai untuk menangani orang (seperti personnel platforms,
personnel transfer devices, attachment/suspension systems, dll.) harus disertifikasi
sesuai dengan peraturan perundangan dan standar Chevron yang berlaku.
b. Peralatan lifting yang dipakai untuk menangani orang harus diberi label “personnel
handling”.
Revision 2.2; 4 April 2017. 79
Printed 26 August 2017. Uncontrolled when printed.
IBU Managing Safe [Link]
Company Confidential
IBU – Managing Safe Work
c. Peralatan lifting yang dipakai untuk menangani orang harus dirakit, diikat, dimuat dan
digunakan sesuai dengan peraturan perundangan, standar Chevron dan instruksi
pabrik yang berlaku.
d. Personnel platform, Marine hoisted personnel transfer devices dan peralatan transfer
personel lainya yang digunakan untuk memindahkan personel harus di inspeksi dan
di test oleh qualified personnel segera sebelum digunakan setiap shiftnya
i. Personnel platforms harus di inspeksi dan di test oleh qualified
personnel setidak-tidaknya menggunakan berat beban yang
diantisipasi akan diangkat
ii. Marine hoisted personnel transfer devices (misal. Billy Pughs) dan
peralatan transfer personel lainya harus diinspeksi dan di test sesuai
dengan instruksi manufaktur
e. Test pengangkatan sebesar 125% dari kapasitas beban personnel platform dan
rigging harus dilakukan terhadap personnel platform dan rigging yang dipakai untuk
menangani personil sebelum pemakaian peralatan pertama kali di tempat kerja dan
setelah perbaikan atau modifikasi dilakukan.
f. Tag line harus digunakan bersama peralatan lifting untuk personnel handling, sesuai
instruksi pabrik (misal Billy Pugh, Frog personnel transfer capsules, dll).
g. Sistem perlindungan jatuh persnol (personal fall protection) harus dipakai selama
transfer personil (satu-satunya pengecualian persyaratan ini adalah marine transfer).
h. Perangkat pengapung personal (personal floation device) harus digunakan selama
marine transfer.
9. Peralatan lifting and rigging harus:
a. Direkayasa dan disertifikasi sesuai dengan maksud pemakaiannya.
b. Berada dalam kondisi kerja yang baik melalui verifikasi inspeksi berkala dan sebelum
pemakaian.
c. Dipasang dan disupport dengan benar.
d. Memiliki semua alat pengaman yang terpasang dan berada dalam kondisi kerja yang
baik.
e. Digunakan dan disimpan sesuai dengan spesifikasi pabrik peralatan, peraturan
perundangan dan standar Chevron yang berlaku.
10. Jangan gunakan peralatan lifting and rigging yang dibuat atau telah dimodifikasi tanpa
dilengkapi dengan sertifikasi.
11. Jangan gunakan sling sintetis dalam operasi laut. Satu-satunya pengecualian untuk
persyaratan ini adalah jika spesifikasi pabrik pembuat sling sintetis mengizinkan untuk
penggunaan di laut (marine use).
12. Jangan berdiri atau jalan dibawah beban yang tergantung.
13. Alat pengaman peralatan lifting and rigging (yaitu perlindungan kritis) tidak boleh di-
bypass atau dihambat kecuali secara khusus dirancang untuk tujuan bypass. Bypass
alat pengaman peraalatan lifting and rigging harus dilakukan sesuai dengan IBU
Bypassing Critical Protections Standard.
14. Cranes harus dirakit dan dibongkar dibawah arahan Qualified Assembly/Disassembly
Director dan harus dirakit/dibongkar sesuai dengan peraturan perundangan, standar
Chevron dan instruksi pabrik yang berlaku.
15. Alat bantu oeprasional dan peralatan keselamatan crane (seperti boom/jib stop, anti -
two block device, indikator berat, stingers, load limiting devices, dll.) harus digunakan
dan berfungsi sesuai dengan rekomendasi pabrik dan standar Chevron.
16. Informasi berikut harus terlihat oleh operator crane dalam ruang kabin:
26. Saat melakukan operasi lifting and rigging didekat kabel listrik diatas kepala,
pengamanan tambahan berikut harus dipenuhi :
a. Izin kerja listrik (energized electrical permit) diperlukan sesuai dengan IBU Permit to
Work Procedure.
b. Batas zona kerja harus diidentifikasi (misalnya dengan menggunakan bendera dan
rambu-rambu, dan/atau menggunakan perangkat peringatan batasan radius, dll).
Zona kerja didefinisikan sebagai 360 ° mengelilingi radius kerja maksimum peralatan
tsb.
c. Saat mendekati sembarang bagian dari peralatan lifting, beban atau tali beban yang
berada di dalam jarak minimum clearance terhadap saluran listrik berenergi (lihat
Tabel 12), hal berikut harus diperhatikan:
i. Personil yang bekerja di area tersebut harus diberitahu tentang lokasi jaringan
listrik dan potensi bahaya yang terkait dengan bekerja di dekat jaringan listrik.
ii. Batas zona kerja harus diidentifikasi secara visual (seperti: garis peringatan,
barikade, rambu dan tanda-tanda, yang ditinggikan, dll.).
iii. Peralatan lifting harus secara visual ditandai dengan peringatan, label atau
tanda-tanda (bahaya listrik).
iv. Spotter khusus (Signalperson), alarm radius (proximity alarm), pembatas rentang
(range limiter), atau perangkat isolasi harus digunakan.
v. Petugas lokal yang bertanggung jawab (seperti electrical engineer, Instrument &
Electrical (I&E) spesialist, utility company, dll) harus diberitahukan minimal 24 jam
sebelum melakukan pekerjaan yang membutuhkan identifikasi tegangan, de-
energization, penerapan safety ground atau relokasi kabel listrik (power line).
vi. Semua tag line yang dipakai harus terbuat dari bahan non-conductive.
27. Setiap saat sebelum meninggalkan perangkat lifting yang tidak dijaga, Qualified
Operator harus:
a. Menurunkan ketanah setiap beban terpasang.
b. Lepaskan kopling utama (pada semua peralatan yang berlaku).
c. Atur semua perangkat penguncian.
d. Tempatkan kendali/kontrol pada posisi off atau netral.
28. Semua peralatan lifting and rigging harus diperiksa dan didokumentasikan oleh qualified
personnel sesuai dengan spesifikasi pabrik, peraturan perundangan dan standar
Chevron yang berlaku, termasuk namun tidak terbatas pada:
a. Sebelum setiap penggunaan (misalnya diberikan inisial/diparaf dan/atau centang
pada JSA oleh Qualified Lifting Operator/Qualified Rigger).
b. Secara bulanan (hanya crane heavy use).
c. Setiap tahun sesuai dengan spesifikasi pabrik.
d. Setelah dilakukan modifikasi, perbaikan atau penyesuaian.
e. Setiap saat yang ditentukan oleh individu yang memenuhi syarat (qualified
individual).
82 Revision 2.2; 4 April 2017.
Printed 26 August 2017. Uncontrolled when printed
IBU Managing Safe [Link]
Company Confidential
IBU – Managing Safe Work
29. Inspeksi lifting and rigging bulanan dan tahunan harus didokumentasikan dan minimal
meliputi hal berikut:
a. Type peralatan yang diinspeksi.
b. Hasil inspeksi.
c. Tanggal inspeksi.
d. Nama dan tanda tangan Inspektor yang kompetent/Qualified.
30. Personil yang ditugaskan untuk bertanggung jawab dalam peran lifting & rigging harus
terlatih dan kompeten.
a. Kebutuhan pelatihan harus didokumentasikan.
b. Penilaian kompetensi harus didokumentasikan.
Note: Referensi tehnikal lifting dan rigging termasuk, namun tidak terbatas pada:
• American Petroleum Institute
• Occupational Safety and Health Administration (OSHA)
Pengantar
Persyaratan pengujian gas dirancang untuk membantu mencegah personil dari potensi
paparan atau cedera, kerusakan properti atau dampak lingkungan yang merugikan dari
atmosfer berbahaya yang mungkin ada di tempat kerja.
Monitoring untuk keperluan occupational hygiene tidak termasuk dalam standar ini.
Standar ini berlaku untuk pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan Chevron dan delegasi
serta kontraktor di dalam Chevron Upstream & Gas.
Persyaratan
1. Pengujian gas diperlukan bila ada potensi kondisi udara/ atmosfir berbahaya di lokasi
kerja termasuk lingkungan dengan kekurangan atau kelebihan oksigen, mudah
terbakar/meledak, suasana yang membahayakan kehidupan atau kesehatan secara
segera (immediately dangerous to life or health/ IDLH), atmosfer beracun di atas batas
paparan diperbolehkan.
2. Selalu lakukan pengujian gas dalam hubungannya dengan izin umum untuk bekerja
(General Permit to Work) sesuai dengan IBU Permit to Work Procedure.
3. Pengujian gas portabel harus dilakukan dan dievaluasi oleh Qualified Gas Tester.
4. Pengujian Gas dan/atau penggunaan detektor gas personal (yang dapat dipakai
perorangan) diperlukan selama kegiatan berikut bilamana ada potensi bahaya pada
kondisi udara/ atmosfer:
a. Confined space entry.
b. Kegiatan emergency response (misal merespon kebocoran, tumpahan,dll).
c. Kegiatan excavation (penggalian) and trenching (parit).
d. Penanganan atau penyimpanan bahan berbahya atau kargo (mis. Tangki
penyimpanan/ storage tanks, ships/shipyards, mobil tangker, lokasi limbah
berbahaya dan beracun/ hazardous waste sites, dll).
e. Kegiatan hot work (kecuali dilakukan di area yang ditunjuk sebagai area selamat
untuk hot work).
f. Kegiatan isolation of hazardous energy.(IHE).
g. Kegiatan proses dan produksi (misal operasi fasilitas pabrik, drilling & operasi
produksi, dll).
h. Kegiatan lain atau kondisi sebagaimana yang didefinisikan oleh unit/fasilitas.
5. Gas harus diuji dalam urutan sebagai berikut:
a. Kandungan Oxygen.
b. Gas dan uap mudah terbakar/meledak.
c. Gas dan uap beracun (misal hidrogen sulfida (H2S), benzene).
6. Kondisi kerja yang dapat diterima sesuai dengan persyaratan Chevron dan peraturan
perundangan yang berlaku adalah sebagai berikut:
a. Oxygen: antara 19.5 – 23.5%.
b. LEL: <10%.
c. H2S:
i. Kondisi atmosfer yang dapat diterima untuk aktivitas kerja dengan durasi 15
menit atau kurang adalah < 5 ppm.
ii. Kondisi atmosfer yang dapat diterima untuk aktivitas kerja dengan durasi 15
menit atau lebih adalah <1 ppm.
d. Benzene:
i. Kondisi atmosfer yang dapat diterima untuk aktivitas kerja dengan durasi 15
menit atau kurang adalah <5 ppm.
ii. Kondisi atmosfer yang dapat diterima untuk aktivitas kerja dengan durasi lebih 15
menit adalah <1 ppm
7. Pekerjaan tidak bisa dimulai sampai hasil pengujian gas berada dalam batas yang dapat
diterima.
8. Semua hasil pengujian gas harus didokumentasikan dan dicantumkan pada izin kerja
sesuai dengan IBU Permit to Work Procedure
9. Pengujian gas awal harus dilakukan sebelum pekerjaan dapat dimulai.
10. Persyaratan gas testing pada Confined Space termasuk tetapi tidak terbatas pada:
a. Pengujian gas awal harus dilakukan di luar confined space segera sebelum pekerja
masuk ke dalam.
b. Setelah pengujian gas awal dilakukan di luar confined space, uji gas harus dilakukan
di dalam confined space
i. Sebuah tongkat ekstensi harus digunakan untuk sampel sejauh mungkin
kedalam ruangan tanpa melanggar entry barrier.
ii. Ketika ruang terbatas/ confined space tidak dapat disampel menggunakan
tongkat ekstensi, tester gas yang memenuhi syarat (Qualified Gas Tester) harus
memasuki ruang memakai alat bantu pernapasan dengan pasokan udara untuk
menguji gas di ruangan terbatas.
• Qualified Gas Tester harus memiliki izin masuk ruang terbatas/ Confined
Space Entry Permit (diterbitkan khusus untuk pengujian gas) sesuai dengan
IBU Permit to Work Procedure.
c. Sistem ventilasi harus dimatikan selama minimal 30 menit sebelum melakukan
pengujian gas di ruang yang besar.
• Ventilasi tersebut harus dihidupkan kembali setelah menyelesaikan tes gas
dan tidak boleh dihentikan/ dimatikan selama pekerja berada di dalam
confined space.
d. Confined space entry harus dimulai tidak lebih dari 30 menit setelah Qualified Gas
Tester menguji area dan diperbolehkan untuk masuk.
• Jika entry dimulai lebih dari 30 menit setelah diperbolehkan untuk masuk oleh
Qualified Gas Tester, pengujian gas harus diulang dan izin divalidasi ulang
sebelum masuk.
e. Pengujian gas terus menerus harus dilakukan dan didokumentasikan minimal setiap
4 jam kecuali jenis pekerjaan yang dilakukan tidak memungkinkan untuk
pemantauan terus menerus (seperti mencuci tangki air).
11. Persyaratan gas testing pada excavation and trenching termasuk tetapi tidak terbatas
pada:
a. Initial gas testing harus dilakukan apabila terdeteksi:
i. Bau yang tidak diharapkan (misal exhaust fumes, bau H2S, dll.).
ii. Ada struktur subsurface yang tidak diharapkan (misal. Perpipaan, drum, tangki,
dll.).
iii. Ada buangan yang tidak diharapkan.
b. Kegiatan excavation harus dilakukan tidak lebih dari 30 menit sesudah Qualified Gas
Tester melakukan test area dan diperbolehkan untuk bekerja.
Revision 2.2; 4 April 2017. 85
Printed 26 August 2017. Uncontrolled when printed.
IBU Managing Safe [Link]
Company Confidential
IBU – Managing Safe Work
• Jika kegiatan excavation dimulai lebih dari 30 menit sesudah area dinyatakan
diperbolehkan untuk masuk oleh Qualified Gas Tester, maka pengujian gas
harus diulang sebelum aktivitas excavation dapat dilanjutkan.
c. Qualified Gas tester akan menentukan frekuensi untuk tindak lanjut pengujian gas
berdasarkan potensi bahaya diidentifikasi dan akan mendokumentasikannya pada
General Permit to Work.
12. Persyaratan gas testing Hot Work termasuk tetapi tidak terbatas pada:
a. Pengujian gas awal yang harus dilakukan setelah lokasi kerja dan peralatan diisolasi
dan disiapkan.
b. Aktivitas kerja panas harus dimulai tidak lebih dari 30 menit setelah Qualified Gas
Tester telah menguji gas di daerah pekerjaan dan memperbolehkan untuk memulai
pekerjaan.
• Jika kegiatan hot work dimulai lebih dari 30 menit sesuah area dinyatakan boleh
untuk bekerja oleh Qualified Gas Tester, maka pengujian gas harus diulang
sebelum aktivitas hot work dapat dilakukan.
c. Qualified Gas tester akan menentukan frekuensi untuk tindak lanjut pengujian gas
berdasarkan potensi bahaya diidentifikasi dan akan mendokumentasikannya pada
hot work permit.
d. Pengujian gas harus dilakukan didaerah sekitar aktivitas kerja panas pada jarak
minimal 15 meter (50 kaki)
e. Bilamana melakukan pekerjaan panas didalam tangki atau, bejana atau pipa,
pengujian gas harus dilakukan:
i. Di semua bukaan dan ruang tertutup di atas dan di bawah lokasi di mana
pekerjaan panas sedang dilakukan
ii. Di semua bukaan ≤ 15 meter horizontal (50 kaki) dimana pekerjaan panas
sedang dilakukan.
f. Pengujian gas diperlukan bila kendaraan bermotor (baterai atau pembakaran
internal) sedang dioperasikan didalam wilayah dimana uap mudah terbakar mungkin
ada.
g. Gas testing diperlukan bila peralatan elektronik “non-intrinsically safe” atau “non-
explosion proof” yang dioperasikan dengan baterai digunakan dalam area berbahaya
(classified area).
h. Personil yang menggunakan peralatan non-intrinsically safe atau non- explosion
proof di tempat kerja harus memakai monitor gas pribadi.
13. Atmosfer yang berpotensi terdapat penumpukan gas harus diuji sesuai dengan
persyaratan perundangan dan standar Chevron yang berlaku dan/atau best practice
industri yang dapat diterima.
14. Ketika suatu area diduga terkontaminasi, pembacaan deteksi gas harus diambil selama
melakukan pendekatan ke area (seperti tumpahan/ lepasan bahan berbahaya, dll).
15. Menindaklanjuti pengujian gas harus dilakukan:
a. Sebagaimana ditentukan oleh Qualified Gas Tester saat melakukan semua jenis
pekerjaan dalam kondisi yang berpotensi mudah terbakar/meledak, atmosfer yang
membahayakan kehidupan atau kesehatan dengan segera (Immediately Dangerous
to Life or Death/ IDLH), atmosfer beracun diatas batas paparan yang diperbolehkan
atau atmosfer berbahaya lainnya.
b. Setelah setiap istirahat kerja di lokasi kerja berlangsung lebih dari 30 menit.
c. Sebelum mulai bekerja setelah terjadi pergantian shift.
d. Setiap kali ada perubahan kondisi kerja (seperti darurat, perubahan suhu lingkungan,
gangguan kerja, dll).
e. Pada waktu lain yang ditentukan oleh fasilitas/ unit.
16. Jika hasil pengujian gas melebihi batas yang dapat diterima, tindakan berikut harus
dilakukan dalam urutan yang tercantum dibawah ini:
a. Segera berhenti bekerja.
b. Evakuasi pekerja dari daerah berbahaya.
c. Menilai bahaya atmosfer dan mengidentifikasi solusi mitigasi
d. Menerapkan solusi mitigasi.
e. Tes ulang kondisi atmosfer.
f. Validasi ulang izin kerja
17. Peralatan portable gas testing, personal gas detectors (yang dapat dipakai/ dikenakan)
harus:
a. Secara intrinsik aman dan disetujui untuk digunakan dalam atmosfer berpotensi
berbahaya oleh organisasi pengujian yang diakui. Satu-satunya pengecualian untuk
persyaratan ini jika peralatan yang instrictly safe tidak terdapat dipasaran.
b. Sesuai untuk digunakan dalam lingkungan yang dipantau (seperti sensitivitas,
spesifisitas, suhu, kelembaban, lingkungan inert dan kerentanan sensor terhadap
gas beracun atau inhibisi oleh gas lain yang ada).
c. Mampu mengukur kandungan oksigen, batasgas mudah terbakar/ mudah menyala
dan gas beracun dan uap secara akurat hingga konsentrasi terendah dimana bahan
menjadi berbahaya.
d. Memiliki alaram yang bersuara/terdengar dan peringatan visual.
e. Dapat di atur set poin alarm-nya.
18. Personal gas monitor harus dikenakan sesuai dengan instruksi penempatan monitor dari
produsen.
19. Peralatan dan perlengkapan pengujian gas (seperti tabung kolorimetri, gas kalibrasi, dll)
tidak boleh digunakan jika telah diubah, rusak atau telah kadaluarsa melampaui umur
layanan yang ditentukan.
20. Peralatan pengujian Gas dan perlengkapan harus dirawat, diperiksa dan disimpan
sesuai dengan instruksi pabrikan.
21. Peralatan pengujian Gas dan perlengkapan harus dikalibrasi dengan gas kalibrasi
bersertifikat yang dikenal konsentrasinya sesuai instruksi pabrikan. Kalibrasi harus
didokumentasikan.
• Jika instrumen tidak lulus uji kalibrasi penuh, harus dikalibrasi ulang oleh produsen.
22. Peralatan pengujian Gas dan perlengkapan harus verifikasi di lapangan:
a. Personal (wearable) gas detektor harus diperiksa setiap hari untuk fungsi auto zero-
nya (misalnya: sebelum digunakan).
b. Handheld/portable gas detector harus berfungsi dan/atau di-bump test setiap hari
(pengujian harian harus didokumentasikan).
c. Personal (wearable) gas detector harus berfungsi dan/atau di-bump test setiap bulan
(pengujian harian harus didokumentasikan).
d. Semua peralatan pengujian gas dan perlengkapan yang tidak digunakan secara
teratur harus berfungsi dan/atau di-bump test bulanan (tidak melebihi jangka waktu
30 hari, tes harus didokumentasikan).
e. Semua peralatan pengujian gas dan perlengkapan harus berfungsi dan/atau di-bump
test pada interval tambahan sesuai dengan instruksi pabrikan (tes harus
didokumentasikan).
23. Semua personil yang terlibat dalam aktivitas kerja yang membutuhkan pengujian gas
harus diizinkan untuk mengamati tes gas awal dan semua urutan test berikutnya.
24. Personil yang ditugaskan bertanggung jawab dalam peran pendeteksian gas dan
pekerja menggunakan monitor gas pribadi harus terlatih dan kompeten.
a. Persyaratan training harus didokumentasikan.
b. Penilaian kompetensi harus didokumentasikan.
Pengantar
Persyaratan Operasi Simultan (SIMOP) dirancang untuk mengelola potensi konflik, risiko
dan bahaya melalui perencanaan yang efektif, komunikasi dan eksekusi dari dua atau lebih
aktivitas kerja yang berlangsung bersamaan pada atau dekat lokasi, area kerja atau aliran
proses yang sama dimana ada potensi untuk unplanned shutdown, pengurangan proses,
cedera personil, kerusakan properti dan dampak lingkungan yang merugikan.
Standar ini mengatur persyaratan IBU untuk Operasi Simultan (Simultaneous Operations).
Standar ini berlaku untuk pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan Chevron dan delegasi
serta kontraktor di dalam Chevron Upstream & Gas.
Persyaratan
1. Selalu pertimbangkan alternatif lain sebelum memulai operasi simultan.
2. Selalu melakukan analisis bahaya tahap perencanaan (PPHA) sesuai dengan IBU
Hazard Analysis Prosedure sebelum memulai kegiatan SIMOP.
3. Rencana SIMOP (SIMOPs Plan) yang tertulis, sesuai dengan IBU Permit to Work
Procedure, diperlukan untuk:
a. Kegiatan pekerjaan yang kompleks (seperti komisioning dan de-komisioning, operasi
lapangan dengan beberapa kapal atau unit kerja, operasi di area kerja terlarang,
kegiatan seismik, turnaround, dll).
b. Pekerjaan yang memerlukan beberapa tim kerja multi-disiplin (seperti pengeboran
sumur atau pekerjaan perbaikan didekat operasi produksi, produksi dan konstruksi,
tanggap darurat dan operasi, dll).
c. Pekerjaan yang membutuhkan komunikasi dan koordinasi yang signifikan (seperti
operasi laut dan menyelam yang berlangsung bersamaan, pengeboran dan operasi
produksi di lokasi yang sama, perforasi, dll).
4. Rencana SIMOP tertulis harus mencakup, namun tidak terbatas pada:
a. Identifikasi SIMOP (seperti deskripsi kegiatan simultan, lingkup pekerjaan, dll).
b. Identifikasi aset yang terlibat (seperti rig pengeboran dan platform produksi, jaringan
pipa dalam wilayah produksi, dll).
c. Kedekatan aktivitas kerja simultan (misalnya potensi konflik fisik, dll).
d. Schedule.
e. SIMOP Controller Chevron yang ditunjuk.
f. Perwakilan SIMOP (SIMOPs Representatives) yang ditunjuk untuk setiap kegiatan
simultan.
g. Person Managing Control of Work for yang ditunjuk untuk setiap kegiatan simultan.
h. Potential bahaya dan mitigasi.
i. List semua proses U&G, prosedur dan standar (seperti prosedur operasi, prosedur
perawatan, prosedur pengeboran, Standar MSW, IBU Hazard Analysis dan Permit to
Work Procedures, dll) yang harus diikuti.
j. Otorisasi.
k. Batasan.
l. Rencana kontigensi.
m. Rencana tanggap darurat (Emergency response plans).
n. Rencana komunikasi.
5. SIMOPs plans harus dikomunikasikan kepada semua personil yang terkena dampak
oleh aktivitas kerja simultan yang sedang dilakukan dan rencana komunikasi harus
membahas, tetapi tidak terbatas pada, hal-hal berikut:
a. Pembentukan komunikasi sebelum melakukan pekerjaan.
b. Pembentukan komunikasi pihak ketiga lainnya sebelum melakukan pekerjaan
(seperti perusahaan lain, kapal, dll).
c. Pemeliharaan komunikasi yang tersedia dan terus menerus sepanjang aktivitas kerja
simultan.
d. Pertemuan harian pergantian shift yang mencakup semua pihak yang terlibat.
e. Dokumentasi dari semua komunikasi (seperti log harian SIMOP, pergantian shift, dll).
6. Izin kerja khusus harus digunakan dalam hubungannya dengan izin kerja umum sesuai
dengan IBU Permit to Work Procedure.
7. Pekerjaan harus dihentikan, bahaya dinilai dan dimitigasi dan rencana SIMOP/ SIMOPs
Plan harus divalidasi ulang ketika, termasuk namun tidak terbatas pada:
a. Ruang lingkup SIMOPs Plan berubah.
b. Terjadi kecelakaan dan/atau near miss.
8. Job Safety Analysis (JSA) harus dilakukan di tempat kerja sesuai dengan IBU Hazard
Analysis Procedure sebelum memulai kegiatan SIMOP.
9. Ketika operasi simultan mengakibatkan peningkatan staf sementara dan/atau struktur di
sebuah fasilitas, revalidasi terhadap penilaian risiko (risk assessment) harus dilakukan
dengan menggunakan prosedur Riskman 2 sesuai dengan IBU Risk Management
Process, termasuk, namun tidak terbatas pada:
a. Person on board (POB) management, termasuk:
i. Kebutuhan tanggap darurat (termasuk muster area yang ditentukan dan sarana
untuk melaporkan personil yang belum ditemukan).
ii. Kebutuhan penyelamatan.
iii. Kemapuan shelter.
b. Zona pengecualian keselamatan/ Safety Exclusion Zone (seperti zona ledakan, dll)
termasuk penentuan dudukan struktur sementara dan pengamanan jalur masuk
untuk melarang personil yang tidak sah masuk ke dalam fasilitas.
c. Kebutuhan sanitasi.
10. Personil yang ditugaskan bertanggung jawab dalam peran SIMOP harus terlatih dan
kompeten.
a. Persyaratan training harus didokumentasikan.
b. Penilaian kompetensi harus didokumentasikan.
11. IBU harus menjaga dokumen semua personil yang berwenang untuk melakukan peran
SIMOP.
Pengantar
Standar ini berlaku untuk pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan Chevron dan delegasi
serta kontraktor di dalam Chevron Upstream & Gas.
Persyaratan
1. Selalu pertimbangkan semua alternatif bekerja di bawah sebelum melakukan pekerjaan
di ketinggian.
2. Selalu lakukan analisis bahaya sesuai dengan IBU Hazard Analysis Procedure sebelum
melakukan pekerjaan di ketinggian.
3. Jika diperlukan, Planning Phase Hazard Analysis (PPHA) dari bekerja di ketinggian
harus mencakup, namun tidak terbatas pada:
a. Kedekatan terhadap saluran listrik diatas kepala yang dapat diterima.
b. Kapasitas penahan beban dari/pada struktur dimana pekerja akan melakukan
pekerjaan (seperti perancah, atap, MEWP, dll).
c. Identifikasi & pencegahan potensi benda jatuh.
d. Pencegahan terhadap jatuhnya personil (yaitu penggunaan sistem perlindungan
jatuh, panjang lanyard, dll).
e. Pengenalan terhadap potensi jatuhnya halangan jalur yang dilewati.
4. Rencana penyelamatan (rescue plan) harus dibuat untuk semua pekerjaan di ketinggian
ketika pekerja memakai sistem perlindungan jatuh yang mencakup, namun tidak
terbatas pada:
a. Safety Standby.
b. Lokasi dari responder terlatih (onsite dan offsite).
c. Peralatan penyelamatan (rescue).
d. Pengenalan terhadap potensi suspension trauma.
5. General permit to work, sesuai dengan IBU Permit to Work Procedure, diperlukan ketika
melakukan kegiatan berikut:
a. Mendirikan, memodifikasi dan/atau membongkar perancah.
b. Pekerjaan yang membutuhkan penggunaan sistem perlindungan jatuh personal
(seperti harness, lifelines, dll).
• Satu-satunya pengecualian untuk persyaratan ini adalah tugas Derrickmen saat
latching dan unlatching elevator dari monkeyboards.
6. Pekerjaan harus dihentikan, bahaya dinilai dan dimitigasi sebelum melanjutkan
pekerjaan ketika, namun tidak terbatas pada:
a. Personil memakai perlindungan jatuh tidak 100% terikat (tied off).
b. Peralatan perlindungan jatuh rusak dan/atau cacat.
7. Pekerjaan harus dihentikan, bahaya dinilai dan dimitigasi, serta permit harus
divalidasiulang ketika, namun tidak terbatas pada:
a. Inspeksi perancah sudah tidak berlaku (telah expire).
b. Perancah dan/atau peralatan bekerja di ketinggian lainnya rusak dan/atau cacat
(defective).
c. Terjadi incident atau near miss.
8. Job Safety Analysis (JSA) harus dilakukan di tempat kerja sesuai dengan IBU Hazard
Analysis Procedure sebelum melakukan pekerjaan di ketinggian.
9. Personil yang melaksanakan pekerjaan di ketinggian harus menggunakan perangkat
pencegahan jatuh (seperti pagar/guardrail, platform kerja, perancah, dll) atau memakai
sistem perlindungan jatuh (seperti personal fall arrest system).
10. Jika memungkinkan, perangkat pencegahan jatuh harus digunakan di tempat sistem
perlindungan jatuh pribadi.
11. Sistem perlindungan jatuh harus dikenakan oleh pekerja yang berpotensi terpapar jatuh
(termasuk di bawah tanah) dan tidak dilindungi dengan cara pencegahan jatuh apapun.
a. Selalu gunakan full body harness.
b. Body belt tidak pernah diizinkan.
12. Personil yang memakai sistem perlindungan jatuh harus 100% terikat (tied off) setiap
saat selama bekerja di ketinggian.
13. Personil yang memakai sistem perlindungan jatuh tidak diizinkan untuk bekerja
sendirian.
14. Sistem perlindungan jatuh harus dipakai oleh para pekerja ketika membuat bukaan
(opening) dipermukaan diatas ketinggian (seperti deck, bukaan lantai, dll).
15. Sistem perlindungan jatuh harus diperiksa setiap kali sebelum dipakai.
• Sistem perlindungan jatuh harus dihancurkan jika hasil pemeriksaan menunjukkan
bukti kerusakan yang berlebih atau kerusakan mekanis.
16. Sistem perlindungan jatuh harus diperiksa, diuji dan disertifikasi (dan harus
didokumentasikan) oleh orang yang berkompeten (Competent Person):
a. Minimal setiap dua tahun (atau lebih sering jika diharuskan oleh peraturan setempat).
b. Setelah terjadi jatuh.
17. Titik tambat (anchorage point) harus dipilih, diuji dan diperiksa sesuai dengan peraturan
perundangan yang berlaku dan/atau best practice industri yang diterima.
18. Titik tambat (anchorage point) harus disetujui oleh orang yang berkompeten (Competent
Person).
19. Selalu pasang barikade, penutup dan/atau pagar pengaman pada permukaan bukaan
(opening) di ketinggian (seperti lubang grating, bukan loteng/skylight, dll).
20. Selalu pertimbangkan alternatif sebelum melakukan pekerjaan di ketinggian dengan
menggunakan tangga portabel yang berdiri sendiri.
• Tangga portabel yang berdiri sendiri hanya diperbolehkan untuk durasi kerja pendek
(misalnya 30 menit atau kurang).
21. Tangga portabel yang berdiri sendiri harus memenuhi peraturan perundangan, standar
Chevron yang berlaku dan/atau best practice yang berlaku di industri.
22. Tangga yang digunakan untuk pekerjaan listrik harus memiliki komponen vertikal
(pendukung sisi anak tangga) terbuat dari material/bahan non-konduktif sesuai dengan
semua peraturan perundangan, standar Chevron dan/atau best practice industry yang
berlaku.
23. Jenis tangga apapun yang cacat, rusak atau tidak aman harus terlihat ditandai dan
disingkirkan agar tidak digunakan.
24. Jarak aman (clearance) antara peralatan bekerja di ketinggian (seperti MEWP,
perancah, dll) dengan kabel listrik harus sesuai dengan IBU Electrical Safe Work
Standard.
25. Mobile Elevated Work Platforms (MEWP) (seperti scissor lift, cherry picker, man lift,
crane lift platform, dll.) harus dioperasikan oleh orang yang berkompeten (Competent
Person).
a. Sistem perlindungan jatuh harus dikenakan saat melakukan pekerjaan didalam
MEWP pada posisi kerja yang lebih tinggi.
b. Jangan menggerakan MEWP ketika boom naikkan pada posisi kerja.
c. MEWP harus digunakan, dipelihara dan diperiksa sesuai instruksi pabrik
27. Perancah harus dirancang, didirikan, diperiksa, diberi label/tag, dimodifikasi dan
dibongkar dibawah pengawasan langsung dari Competent Scaffolding Subject Matter
Expert (SME).
31. Tag inspeksi/pemeliharaan harus terlihat dan dipasang pada setiap unit perancah.
a. Pemeriksaan terhadap perancah dan komponennya harus dilakukan:
i. Setiap kali sebelum digunakan.
ii. Setelah terjadi perubahan dari kondisi (seperti kerusakan, overloading, cuaca,
modifikasi, dll) yang dapat mempengaruhi integritas struktural dari perancah.
iii. Sesuai dengan instruksi pabrik.
Revision 2.2; 4 April 2017. 93
Printed 26 August 2017. Uncontrolled when printed.
IBU Managing Safe [Link]
Company Confidential
IBU – Managing Safe Work
33. Personil yang ditugaskan bertanggung jawab dalam peran pekerjaan di ketinggian harus
terlatih dan kompeten.
a. Persyaratan training harus didokumentasikan.
b. Penilaian kompetensi harus didokumentasikan.
Term Definition
melarang personil dan/atau peralatan melewati suatu daerah
dimana terdapat potensi bahaya. Sebuah barikade harus
memperlihatkan rambu/tanda larangan masuk yang mudah
dikenali.
Metode perlindugan pekerja terhadap longsoran (cave ins)
dengan menggali sisi lubang galian untuk membentuk satu
Benching (Terracing or atau serangkaian tingkat horizontal atau anak tangga,
Stepping) biasanya dengan permukaan dekat vertikal atau vertikal
diantara tingkat-tingkat.
Sebuah pengangkatan (lifting) dimana operator lifting tidak
Blind Lifts memiliki pandangan langsung terhadap seluruh atau sebagian
dari objek yang dipindahkan.
Blind/blank flange dipasang/diinstal di ujung pipa, nozzle
terbuka, atau katup yang beroperasi (valve in service).
Blind/blank flange merupakan flange datar, tanpa lubang pada
pusatnya, yang dibaut ke ujung flange pipa, atau ke peralatan
nozzle atau katup yang dipasang flange.
Blind/Blank Flange
CATATAN: Peralatan harus mematuhi standar lokal untuk
perangkat isolasi. Peralatan harus diperiksa oleh qualified
personel untuk penggunaan dan fabrikasi yang sesuai. Jika
peralatan ini dicap atau disertifikasi dengan angka
tekanannya, maka hal ini telah memenuhi tujuannya.
Pelat logam berbentuk lingkaran digunakan untuk memblokir
jalur aliran dalam pipa yang dibaut antara dua flange pipa.
Pelat lingkaran ini harus memiliki bagian yang terpasang
kearah luar untuk menunjukkan bahwa blind/spade dipasang.
Biasanya, digunakan baik "pancake blind" (kadang-kadang
disebut "skillet blind") atau "spectacle blind”. Blind/spade
Blind/Spade
harus dirancang sesuai desain tekanan maksimum dari
peralatan yang akan dipasang. Peralatan harus memenuhi
standar lokal untuk perangkat isolasi. Peralatan harus
diperiksa oleh qualified personnel untuk penggunaan dan
fabrikasi yang tepat. Untuk memenuhi persyaratan, peralatan
tersebut harus dicap atau disertifikasi.
Sebuah tali pengikat yang dimaksudkan untuk pengamanan
Body Belt (Safety Belt) diatas pinggang dan untuk dipasangi lanyard, lifeline, atau
perangkat deselerasi.
Sebuah komponen dari sistem pelindung jatuh pribadi, yang
mencakup tali, yang dapat mengamankan pekerja dengan
cara mendistribusikan gaya saat jatuh setidaknya pada paha,
Body Harness
panggul, pinggang, dada dan bahu dengan cara
menempelkannya pada komponen lain dari sistem
perlindungan jatuh pribadi.
Pengikatan atau penyambungan secara elektrik dua badan
logam penghantar listrik kepada potensial yang sama.
Bonding mencegah akumulasi statis dengan menyediakan
Bonding
jalur resistansi rendah untuk listrik statis yang dihasilkan.
Ukuran kabel bonding harus cukup untuk memberikan
kontinuitas listrik yang memadai, misalnya, 4 AWG (American
Term Definition
Wire Gauge) atau kawat tembaga yang lebih besar atau
logam grounding straps yang dikepang.
Sebuah perangkat yang membatasi boom bergerak diatas
Boom Stop sudut maksimum tertentu dan terguling kebelakang.
Menghancurkan permukaan tanah termasuk pada
penggunaan alat-alat listrik, alat-alat tangan, dan/atau alat
berat untuk menembus atau membuat celah permukaan
“Breaking the Surface” dalam hal untuk membuat struktur baru dan/atau
as it applies to memeriksa/memelihara struktur yang bawah tanah sudah ada
Excavations (seperti pipa, utilitas, kabel, akses terowongan, dll)
Breaking the surface tidak termasuk pengupasan tanah
(seperti pembersihan ilalang, tumpahan minyak kecil, dll).
Sebuah tes yang memverifikasi kalibrasi dengan mengekspos
instrumen pada konsentrasi gas (campuran gas) test yang
diketahui. Bacaan instrumen dibandingkan dengan jumlah dari
Bump Test/Functional gas actual yang ada (sesuai ditentukan pada materi uji atau
Test sertifikat). Kalibrasi diverifikasi jika respon instrumen berada
dalam rentang toleransi yang dapat diterima (ditentukan oleh
produsen bahan pengujian) dari konsentrasi yang sebenarnya.
Secara sementara, memblokir, mengisolasi, override,
menghambat, force, jumper, memutuskan atau dengan kata
lain menonaktifkan perangkat atau sistem yang tidak akan
Bypass menjalankan fungsi awalnya dalam rangka untuk tujuan
pengujian, pemeliharaan dan startup atau untuk menjaga
operasi yang selamat dan handal.
Calibration (of Portable Sebuah instrumen untuk mengukur akurasi relatif terhadap
Gas Detectors) konsentrasi gas yang diketahui.
Kontainer yang disetujui untuk operasi pengangkatan (seperti
kontainer tertutup, tangki pengangkut bahan kimia, tangki
penerbangan, tangki tote, keranjang, container sampah, rak
Cargo Carrying Unit
drum, rak/pembawa tabung gas, keranjang panjang, pembawa
peralatan, logging unit, power pack, toolbox dan kontainer
sejenisnya).
Titik disekitar suatu objek yang beratnya terdistribusi secara
Center of Gravity
merata.
Proses yang memberikan bukti pada peralatan lifting and
rigging telah dirancang, diproduksi, diperiksa dan memenuhi
persyaratan, serta dalam kondisi, operasi dan fungsi yang
Certification
memuaskan, sesuai dengan persyaratan dalam standar ini
dan standar industri yang berlaku serta persyaratan
perundangan.
Kondisi atau keadaan ketika peralatan lifting and rigging telah
diperiksa dan telah memenuhi desain dan spesifikasi pabrik
pembuat, serta dalam kondisi, operasi dan fungsi yang
Certified
memuaskan, sesuai dengan persyaratan dalam standar ini
dan standar industri yang berlaku serta persyaratan
perundangan.
Masuk kedalam air atau cairan lain atau ruang dimana
Commercial Diving
seorang pekerja dapat terpapar pada tekanan > 100 milibar
Revision 2.2; 4 April 2017. 97
Printed 26 August 2017. Uncontrolled when printed.
IBU Managing Safe [Link]
Company Confidential
IBU – Managing Safe Work
Term Definition
diatas tekanan atmosfer, dan dimana pekerja harus
menghirup udara atau gas lainnya pada tekanan lebih besar
dari tekanan atmosfer untuk bertahan hidup.
Seorang yang mampu mengidentifikasi potensi bahaya
disekitarnya, atau kondisi kerja yang tidak sehat, beracun atau
Competent Person
berbahaya bagi pekerja; dan diberi wewenang untuk segera
mengambil tindakan perbaikan untuk menghilangkan bahaya.
Pengangkatan dengan potensi bahaya tambahan (seperti
ruang terbatas, ruang diatas kepala yang terbatas,
pengangkatan melewati peralatan yang tak terlindungi,
Complex Lifts pengangkatan dibawah air (subsea), pengangkatan yang
melibatkan penyelam, pengangkatan yang melibatkan floating
crane dan keadaan unik lainnya) atau operasi dan kondisi
pengangkatan yang memerlukan masukan dari engineering.
Aktivitas kerja seperti konstruksi, commissioning/
decommissioning, operasi lapangan dengan beberapa kapal
Complex Work atau unit kerja, operasi didaerah terlarang kerja, operasi
penyelaman, kegiatan seismik, turnaround, dan
perbaikan/pemeliharaan.
Pengangkatan yang sulit karena sifat dari beban yang
diangkat (seperti bentuk yang aneh (awkward), pusat gravitasi
yang bergeser atau tinggi, rapuh, berisi cairan, tidak ada
cantolan lifting/sulit untuk dipasangi sling, dan karakteristik
Complicated Lifts
unik lainnya). Operasi pengangkatan atau penanganan lift
juga sulit (seperti memerlukan rotasi, diangkut bersilangan
dengan melibatkan dua atau lebih set rigging dan/atau tandem
lifting crane).
Termasuk semua atau hampir semua elemen atau aspek
Komprehensif
sesuatu; ditandai dengan menunjukkan pemahaman yang
Knowledge
luas.
Sebuah ruang yang cukup besar dan dikonfigurasi sedemikian
rupa sehingga tubuh seorang pekerja bisa masuk dan
Confined Space melakukan pekerjaan yang ditugaskan; memiliki jalan masuk
dan/atau keluar yang terbatas; dan tidak dirancang untuk
hunian secara terus menerus.
Tindakan memasukkan bagian utama dari tubuh pekerja
(seperti kepala, lengan, kaki, dll) melalui bukaan yang ada ke
Confined Space Entry dalam ruang terbatas. Dianggap telah masuk apabila
sembarang bagian tubuh tealh melewati bidang bukaan
menuju ruang tersebut.
Sebuah ruang yang memenuhi semua kriteria dari ruang
terbatas yang memiliki satu atau lebih karakteristik berikut:
1. Berisi atau memiliki potensi untuk menampung
atmosfer udara beracun/berbahaya.
2. Mengandung bahan yang berpotensi untuk menelan
Confined Space with
orang yang masuk.
Special Hazardous
3. Memiliki konfigurasi masuk yang membuat orang
Characteristics
masuk dapat terjebak atau sesak napas dengan
kondisi dinding yang konvergen atau lantai yang miring
dan meruncing ke bagian yang lebih kecil.
4. Berisi potensi bahaya keselamatan atau kesehatan
serius lainnya.
98 Revision 2.2; 4 April 2017.
Printed 26 August 2017. Uncontrolled when printed
IBU Managing Safe [Link]
Company Confidential
IBU – Managing Safe Work
Term Definition
Sebuah proses dimana gas yang mungkin ada atau dihasilkan
selama bekerja terus dipantau. Pengujian gas terus menerus
Continuous Gas Test biasanya diperlukan dimana ada kemungkinan besar terjadi
perubahan konsentrasi gas dan/atau ada risiko tinggi bagi
pekerja jika konsentrasi gas berubah secara tak terduga.
Perangkat pengangkatan yang digunakan untuk mengangkat,
menurunkan dan gerakan horisontal dari beban dengan
Crane mekanisme pengangkatan. Cranes dapat bersifat tetap atau
mobile dan dapat dijalankan dengan power atau secara
manual.
Memiliki potensi untuk berubah menjadi bencana; pada titik
Critical krisis.
Sebuah pengangkatan (lift) yang telah diidentifikasi sebagai:
complicated atau complex lift; heavy lift; lift yang melibatkan
Critical (Non-Routine) Lift man riding work basket (orang berada dalam keranjang kerja);
dan/atau lift yang disebutkan oleh manajemen atau Crane
Operator karena keunikan pengangkatannya.
Perangkat atau sistem yang dirancang untuk melindungi
personil, lingkungan, proses, peralatan dan properti dari
kejadian yang tidak diinginkan. Critical protection yang
Critical Protections berfungsi merupakan komponen vital dari sistem keselamatan
yang dirancang dan dipasang untuk meningkatkan
kemungkinan operasi yang selamat, handal dan ramah
lingkungan.
Dalam konteks penggalian, merupakan proses mengekspos
utilitas bawah tanah secara selamat untuk menemukan dan
Day-lighting mengidentifikasi utilitas secara tepat. Day-lighting dilakukan
dengan perkakas tangan, penggalian vakum, atau cara lain
yang tidak akan merusak utilitas.
Bebas dari sambungan listrik ke sumber beda potensial dan
De-energized
dari muatan listrik; tidak memiliki beda potensial dengan bumi.
Seseorang yang dipilih untuk mewakili atau diberi wewenang
Delegate untuk bertindak atas nama orang, kelompok, atau organisasi
lain.
Gambaran dari paparan tekanan seorang penyelam yang
Dive Profile
mempertimbangkan kedalaman dan waktu.
Sebuah kompartemen tertutup, bertekanan (closed bell) atau
tanpa tekanan (open bell), yang memungkinkan Penyelam
Diving Bell dipindahkan ke dan dari area kerja bawah air dan yang dapat
digunakan sebagai tempat tinggal sementara selama operasi
penyelaman.
Suatu jenis penyelaman yang membutuhkan peralatan,
Diving Mode prosedur dan teknik khusus (pasokan udara atau campuran
gas dari permukaan).
Dapat berupa sebuah katup (valve) khusus atau kombinasi
dari katup yang menutup jalur, saluran atau pipa dengan
Double Block and Bleed menutup (memblokir) jalur utama dan membuka drain atau
vent valve di jalur antara dua katup yang ditutup untuk
menurunkan (bleed off) tekanan.
Term Definition
Setiap benda yang dapat jatuh dan menyebabkan kerugian
Dropped Object bagi orang-orang dan/atau properti.
Singkatan untuk:
• Seperti
e.g. • Sebagai contoh
• Misalnya
Pekerjaan yang dilakukan oleh Qualified Electrical Person
Electrical Diagnostic pada konduktor atau bagian sirkuit berenergi yang berkaitan
Testing dengan pekerjaan seperti testing, troubleshooting dan
mengukur tegangan.
Setiap tugas yang melibatkan pekerjaan pada atau dekat
(dalam 3,2 meter (10 ft)) setiap sistem, peralatan, saluran
Electrical Work listrik yang beroperasi pada tegangan 50 volt atau lebih dan
memaparkan konduktor atau bagian sirkuit yang beraliran
listrik (ini termasuk bekerja pada peralatan non-electrical).
Suatu keadaan dimana konduktor atau bagian sirkuit listrik
telah terputus dari bagian yang berenergi, dikunci/dilabeli
Electrically Safe Work
(locked/tagged) sesuai dengan standar yang ada, diuji untuk
Condition
memastikan ketiadaan tegangan (voltage), dan
membumikannya (grounding) jika diperlukan.
Energized (Electrical) Memasok dengan arus listrik.
Untuk merancang atau membuat menggunakan teknik atau
Engineered
metode rekayasa.
Catatan (Log) yang berisi nama dan waktu dari orang yang
Entry Log
masuk ke dan keluar dari ruang terbatas.
Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kinerja manusia
Error Trap
dan meningkatkan kemungkinan kesalahan.
Setiap potongan, rongga, parit, atau penekanan yang dibuat
Excavation
manusia pada permukaan dengan cara membuang tanah.
Pengetahuan dan keterampilan praktis yang diperoleh dari
Experienced
partisipasi langsung dalam kejadian atau kegiatan tertentu.
Aparatus listrik dirancang untuk menampung ledakan atau api
Explosion Proof diproduksi didalam perangkat tanpa memicu gas atau uap
yang mudah terbakar di sekitarnya.
Campuran gas, uap, cairan atau debu yang mudah terbakar
dengan udara. (Ada potensi terjadinya atmosfer ledakan
karena pembersihan atau persiapan tank, bejana, pipa atau
Explosive Atmosphere
peralatan yang tidak sesuai dimana sebelumnya berisi
material tersebut atau mungkin terbentuk dengan akumulasi
debu yang mudah terbakar).
Exposed (seperti yang Seseorang yang secara tidak sengaja menyentuh atau
diterapkan untuk mendekati lebih dekat dari jarak yang aman. Hal ini berlaku
mengenergi konduktor pada konduktor atau bagian sirkuit listrik yang tidak dijaga,
listrik atau bagian sirkuit) diisolasi atau diinsulasi dengan benar.
Sebuah sistem yang dirancang untuk menopang dan
menahan seseorang saat terjatuh. Fall arrest system biasanya
terdiri dari approved full body harness, shock absorbing
Fall Arrest System
lanyard atau short restraining lanyard atau self-restricting
lifeline, self-locking snap hooks (atau ring tipe carabineer) dan
sejumlah titik tambat (anchorage point) yang aman.
100 Revision 2.2; 4 April 2017.
Printed 26 August 2017. Uncontrolled when printed
IBU Managing Safe [Link]
Company Confidential
IBU – Managing Safe Work
Term Definition
Sebuah perangkat yang dirancang untuk mencegah
Fall Prevention Devices seseorang dari terjatuh. Fall prevention biasanya melibatkan
penggunaan pembuatan perlindungan seperti pagar.
Metode mengurangi dampak dari seseorang yang terjatuh.
Perlindungan jatuh biasanya dicapai melalui penggunaan
Fall Protection
sistem perlindungan jatuh pribadi (personal fall protection
system).
Sebuah sistem yang digunakan untuk menahan seorang
pekerja yang terjatuh dari tempat kerja yang tinggi. Fall
Fall Protection Systems protection system terdiri dari anchorage, konektor, body
harness dan dapat termasuk lanyard, perangkat deselerasi,
lifeline, atau kombinasinya.
Mencegah pekerja dari mencapai bahaya jatuh melalui system
Fall Restraint System
pengikatan (tie off).
Seorang individu yang terlatih dan kompeten dalam dasar
pemadam kebakaran dan yang mempunyai peranan
mengamati kondisi di daerah sekeliling area kerja panas untuk
Fire Watch
memastikan pekerjaan panas dilakukan dengan selamat
aman, termasuk berperan untuk membunyikan alarm jika
diperlukan.
Sebuah tangga vertikal yang menempel secara permanen
Fixed Ladder
pada struktur.
Pengujian gas secara berkala (interval tertentu), dilakukan
setelah pengujian awal, cukup untuk memastikan bahwa
Follow Up Gas Testing
atmosfer tetap selamat untuk pekerjaan yang sedang
dilakukan.
Tingkat pengetahuan "dasar" dari hal-hal inti yang terpenting.
Fundamental Knowledge
Tingkat pengetahuan dasar, pemula atau tingkat awal.
Penggunaan peralatan deteksi portabel oleh Qualified Gas
Tester, termasuk tabung detektor dan indikator gas yang
mudah terbakar, untuk menentukan kadar oksigen serta uap
dan gas yang mudah terbakar atau beracun.
Sebuah proses dimana tes gas yang diperlukan secara terus
Gas Testing
menerus atau selang-seling (intermittent) dipantau. Pengujian
gas secara kontinyu atau intermiten biasanya diperlukan
ketika ada kemungkinan perubahan konsentrasi gas dan/atau
ada risiko tinggi bagi pekerja jika konsentrasi gas berubah
secara tak terduga.
Izin bekerja (Permit To Work) adalah pernyataan tertulis resmi
dari pekerjaan yang harus diselesaikan, peringatan
General Permit to Work
keselamatan yang harus diperhatikan dan penegasan bahwa
bahaya yang terkait telah diidentifikasi.
Upaya menyediakan koneksi yang disengaja ke bumi melalui
koneksi elektrik konduktif yang berimpedansi cukup rendah
Grounding/Earthing dan cukup mengalirkan arus listrik dalam rangka mencegah
lonjaka tegangan listrik yang dapat membahayakan pekerja
atau peralatan yang terhubung.
Sebuah perangkat genggam, biasanya dioperasikan dengan
Handheld/Portable Gas
baterai, yang mendeteksi adanya gas termasuk oksigen, gas
Detector
beracun dan/atau mudah terbakar.
Term Definition
Suatu kondisi atau tindakan yang tanpa direncakan berpotensi
mengeluarkan, atau memberikan kontak yang tidak diinginkan
Hazard
dengan, sumber energi yang dapat menghasilkan kerugian
atau cedera kepada orang, properti atau lingkungan.
Sebuah prosedur yang digunakan untuk menilai dan
mengurangi bahaya di tempat kerja. Hazard Analysis fokus
Hazard Analysis
pada hubungan antara pekerja, tugas, alat dan lingkungan
kerja.
Sebuah alat untuk membantu pekerja membuat dan/atau
meninjau Planning Phase Hazard Analysis atau JSA. Alat ini
juga digunakan ketika melakukan penilaian bahaya individu
Hazard identification (Individual Hazard Assessment). Alat ini membantu pekerja
Tool (Chevron) dalam mengidentifikasi sumber-sumber energi yang ada di
lingkungan kerja yang dapat menimbulkan potensi bahaya jika
terlepas secara tanpa direncanakan, atau tersentuh dengan
cara yang tidak diinginkan.
Suatu daerah yang diklasifikasikan sebagai daerah berpotensi
bahaya kebakaran atau ledakan karena adanya gas atau uap
yang mudah terbakar, cairan yang mudah terbakar, debu
mudah terbakar atau serat yang bisa terbakar. Daerah ini
Hazardous (Classified)
termasuk setiap daerah diklasifikasikan sebagai daerah zona
Areas
berbahaya / hazardous zone area (zona 0, 1 atau 2 atau kelas
1, divisi 1 atau 2) sesuai dengan American Petroleum Institute
Recommended Practices (API RP) 505/ API RP 500 atau
standar lokal yang setara lainnya.
Suatu atmosfer yang dapat membuat para pekerja terkena
risiko kematian, menderita cacat, penurunan kemampuan
untuk menyelamatkan diri, cedera atau penyakit akut, dari
berikut ini:
• Gas, uap atau kabut yang mudah terbakar dalam jumlah
lebih dari 10% dari lower explosive limit (LEL).
Hazardous Atmosphere • Debu beterbangan yang mudah terbakar pada konsentrasi
yang memenuhi atau melebihi LEL nya.
• Konsentrasi oksigen atmosfer < 19,5% atau > 23,5%.
• Konsentrasi atmosfer dari zat yang melebihi batas yang
diizinkan.
• Kondisi atmosfer yang dengan segera membahayakan
kehidupan dan kesehatan.
Salah satu dari bentuk energi berikut:
• Listrik
• Energi kinetik (energi dari sebuah objek atau bahan
bergerak)
• Energi potensial (energi tersimpan yang berpotensi untuk
dilepaskan)
Hazardous Energy • Cairan atau gas bertekanan, termasuk udara
• Energi kimia
• Energi panas
• Energi mekanik
• Energi hidrolik
• Energi pneumatic
• Radiasi
Term Definition
Pengangkatan yang melebihi 75% dari nilai kapasitas (sesuai
Heavy Lifts
load chart) crane atau hoist untuk suatu pengangkatan.
Gas untuk bernapas yang terdiri dari campuran helium dan
HELIOX oksigen. HELIOX sering digunakan selama fase penyelaman
air dalam.
Urutan pengendalian yang digunakan untuk mengurangi
bahaya kesehatan dan keselamatan. Urutan ini didasarkan
pada pemisahan bahwa cara terbaik untuk mengendalikan
Hierarchy of Controls
bahaya adalah dengan menghilangkannya dari tempat kerja
dan bukan mengandalkan pekerja untuk mengurangi paparan
terhadap bahaya.
Tegangan listrik yang ≥ 1,000 volt AC (1,500 volt DC) diantara
High Voltage konduktor atau yang ≥ 600 volt AC (900 volt DC) diantara
konduktor dan bumi.
Suatu cairan yang memiliki tekanan uap melebihi 276 kPa (40
psia) pada 373°C (100°F). Highly volatile liquids termasuk
Highly Volatile Liquids
cairan seperti butana, etana, etilena, propana, propilena, gas
alam cair (LNG), cairan gas alam, dan campurannya.
Sebuah perangkat mekanik untuk mengangkat dan
Hoist menurunkan beban dengan menggulung tali ke atau dari
sebuah drum.
Ini adalah mekanisme supply udara untuk penyelaman di
permukan biasanya digunakan untuk penyelaman perairan
dangkal dan rekreasi. Udara disalurkan melalui selang tunggal
Hookah Diving System
dan memanfaatkan satuan pengiriman tahap kedua SCUBA.
Dengan demikian, hookah diving system dianggap jenis
menyelam SCUBA dan tidak diperbolehkan di Chevron.
Sebuah prosedur yang digunakan dalam kegiatan perbaikan,
pemeliharaan dan servis yang melibatkan pengelasan dan
kemudian membuat lubang pada peralatan (pipa, bejana atau
tangki) yang bertekanan atau sedang beroperasi, dalam
Hot Tapping rangka memasang sambungan atau kelengkapannya.
Prosedur khusus yang diperlukan untuk mengelas sambungan
ke pipa, bejana atau tangki yang sedang beroperasi tanpa
membocorkan isinya atau menyebabkan ledakan atau
kebakaran.
Sebuah proses atau tugas kerja yang memiliki potensi
signifikan untuk memicu kebakaran atau menyebabkan
ledakan. Hal ini termasuk pekerjaan dengan api terbuka atau
menghasilkan percikan yang terlihat (energi tinggi) seperti
pengelasan (welding), mematri (brazing), memotong (cutting),
membakar (burning), api gas solder dan grit blasting. Hal ini
Hot Work
juga termasuk pekerjaan dengan nyala api tetutup (energi
rendah) seperti chipping, memahat (chiseling), perangkat
elektronik pribadi bertenaga baterai, peralatan/perkakas listrik,
perkakas pneumatik, besi/pistol solder, mesin pembakaran
internal portable, palu jack, impact wrench dan setiap
peralatan yang menghasilkan suhu tinggi.
Suatu tindakan atau bukan tindakan yang tidak sengaja
Human Error menghasilkan sesuatu yang tidak diinginkan atau
menyimpang dari seperangkat aturan atau yang diharapkan.
Term Definition
Kinerja Manusia adalah cara orang, budaya, peralatan,
lingkungan kerja dan proses berinteraksi sebagai suatu
sistem. Upaya Kinerja Manusia (Human Performance)
Chevron fokus secara proaktif mengurangi kesalahan manusia
Human Performance dengan:
1. Meningkatkan interaksi antara individu dan sistem kritis,
dan
2. Pengakuan Individu terhadap situasi terjadinya kesalaha
(error) dan menerapkan alat untuk mengurangi kesalahan.
Sebuah bejana bertekanan untuk hunian manusia seperti
ruang dekompresi permukaan (surface decompression
Hyperbaric Chamber chamber), closed bell atau deep diving system digunakan
untuk dekompresi penyelam dan untuk mengobati penyakit
dekompresi.
Singkatan untuk "yaitu". Ini merupakan daftar yang pasti
i.e. dan/atau eksklusif. Anda tidak akan pernah melihat "dll. (etc.)"
digunakan setelah ‘yaitu (i.e)’.
Suatu konsentrasi atmosfer dari zat beracun, korosif atau
Immediately Dangerous menyebabkan sesak nafas yang menimbulkan ancaman
to Life and Health (IDLH) langsung terhadap nyawa atau akan mengganggu
Atmosphere kemampuan individu untuk melarikan diri tanpa bantuan dari
atmosfer yang berbahaya.
Perangkat atau komponen yang menjalankan fungsi sesuai
In Service
rancangannya.
Penilaian pribadi yang memberikan kesempatan bagi pekerja
individu untuk fokus pada tugas dan memastikan bahwa
Individual Hazard mereka siap untuk melakukannya dengan selamat. Hal ini
Assessment (IHA) biasanya latihan reflektif yang dilakukan untuk membantu
setiap pekerja memahami tanggung jawabnya terhadap
kesehatan dan keselamatan.
Kondisi atmosfir yang terdiri dari gas inert utama seperti
Inert Atmosphere nitrogen atau karbon dioksida yang secara efektif bebas
oksigen.
Pengujian gas, atau tes, yang dilakukan sebelum pekerjaan
dimulai, dan dirancang untuk menentukan hal berikut:
• Persyaratan untuk masuk ruang terbatas (confined space)
• Apakah daerah aman untuk pekerjaan panas (hot work)
Initial Gas Test
Pengujian dapat dilakukan dalam dua bagian: pengujian ruang
terbatas diawalnya dari luar dan kemudian menguji lagi di
dalam untuk menentukan apakah pekerjaan sudah aman
untuk dimulai.
Suatu ujian terorganisir atau latihan evaluasi formal dimana
hasilnya dibandingkan dengan persyaratan dan standar
tertentu untuk menentukan apakah peralatan ini sejalan
dengan target tersebut.
Inspection Inspeksi terdiri dari:
• Prosedur yang diakui
• Frekuensi dan pengujian yang sudah ditetapkan
• Dokumentasi hasil test dan inspeksi
• Identifikasi kekurangan yang perlu dikoreksi
Peralatan dan perkabelan yang tidak mampu melepaskan
Intrinsically Safe
sejumlah energi termal atau listrik yang dalam kondisi normal
104 Revision 2.2; 4 April 2017.
Printed 26 August 2017. Uncontrolled when printed
IBU Managing Safe [Link]
Company Confidential
IBU – Managing Safe Work
Term Definition
dan abnormal menyebabkan pengapian dari campuran
atmosfer berbahaya tertentu dalam konsentrasi yang paling
mudah tersulut.
Proses yang memisahkan energi berbahaya atau zat beracun
dari penerima. Hal ini dapat dicapai dengan beberapa metode
Isolation
seperti blinding, isolasi listrik atau isolasi fisik positif (positive
physical isolation).
Sekelompok tugas yang sebanding yang dihubungkan dengan
Job
kesamaan fungsi.
JSA merupakan alat dokumentasi untuk menganalisis tugas
serta bahaya dan mitigasi yang terkait. Sebuah JSA berisi
langkah-langkah penting dari tugas, bahaya spesifik untuk
setiap langkah dan mitigasi/perlindungan untuk setiap
Job Safety Analysis
langkah. JSA merupakan alat yang digunakan untuk
(JSA)
mendokumentasikan diskusi tentang bagaimana melakukan
pekerjaan dengan selamat (dilakukan di tempat kerja) oleh
orang-orang yang melakukan pekerjaan segera sebelum
pekerjaan dimulai.
Metrik yang digunakan untuk mengukur kinerja proses,
Key Performance proyek, unit bisnis, dll.
Indicator (KPI) KPI adalah pengukuran kuantitatif yang mencerminkan dan
menekankan faktor penentu keberhasilan.
Sebuah alat yang dirancang untuk tujuan memanjat dan turun
Ladder yang terdiri dari dua bagian struktur panjang yang dipasang
anak tangga menyilang secara paralel.
Tindakan pengukuran hasil dari upaya HES yang
Lagging Measures mencerminkan keberhasilan (atau kegagalan) dari sistem
pengelolaan bahaya.
Sebuah tali yang digunakan untuk menghubungkan fall arrest
harness ke sebuah titik tambat (anchorage point) atau jalur
Lanyard
statis. Sebuah lanyard dapat mencakup penyerap energi
pribadi (personal energy absorber).
Tindakan untuk pencegahan dan penanggulangan kecelakaan
Layers of Protection/ besar. LOP ini berfungsi baik untuk mencegah kejadian awal
Lines of Defense sebelum berkembang menjadi insiden, atau untuk mengurangi
konsekuensi setelah terjadinya incident.
Sebuah ukuran yang mencirikan tingkat pengendalian bahaya;
Leading Measures pengukuran kegiatan terhadap pengurangan risiko sebelum
terjadinya insiden; ukuran kinerja proses.
Penggunaan peralatan berat (seperti crane, MEWP, backhoe,
Lift forklift, dll) untuk mengarahkan atau membawa beban dari
posisi rendah ke posisi yang lebih tinggi atau sebaliknya.
Sebuah batas mendekatai pada jarak dari paparan konduktor
Limited Approach
atau bagian sirkuit berenergi listrik dimana ada potensi bahaya
Boundary
sengatan listrik.
Sejumlah beban tertentu yang diperbolehkan untuk
ditempatkan pada bagian peralatan, lantai atau platform
Load Capacity (kapasitas beban tidak boleh dilampaui kecuali ketika proof
test dilakukan sebelum personal platform pertama kali
digunakan di lokasi kerja).
Term Definition
Table yang merangkum kapasitas beban dari crane statis,
dinamis dan personnel handling pada beragam konfigurasi
Load Chart sudut boom, radius dan reeving. Load chart akan berisi
panjang boom, ukuran kabel (cable size), berat block, model
crane dan serial number.
Sebuah perangkat yang dirancang untuk melepaskan tenaga
ketika peralatan angkat (lifting equipment) mencapai sudut
Load Limiting Devices operasi tertentu. Perangkat ini juga mengatur pengereman
dan menutup katup (valve) untuk mencegah turunnya beban
setelah tenaga dilepaskan.
Peralatan lifting and rigging yang telah difabrikasi, dibangun,
Locally
atau diubah di luar dari proses desain dan sertifikasi awal dari
Fabricated/Modified
pabrik.
Proses, dimana kunci yang digunakan untuk mengamankan
perangkat di posisi "off " atau "selamat", dalam rangka
Lockout memastikan bahwa perangkat dan peralatan isolasi yang
dikendalikan tidak dapat dioperasikan sampai dengan
perangkat lockout dilepaskan.
Sebuah perangkat yang digunakan sebagai tambahan
gembok kunci atau kombinasi untuk membantu mengunci titik
isolasi. Perangkat ini dapat berupa rantai, handel katup (valve
Lockout Devices handle), switch yang dapat dikunci, dll.
Catatan: perangkat tambahan mungkin diperlukan untuk
peralatan yang desain awalnya tidak memungkinkan untuk
dikunci.
Pelepasan sembarang material yang tidak terkendali atau
tidak terencana dari tempat penyimpanan utama/primernya,
Loss of Containment
termasuk material/bahan non-toksik dan tidak mudah terbakar
dari sebuah proses.
Tegangan yang < 1,000 volt AC (1,500 volt DC) diantara
Low Voltage konduktor atau yang < 600 volt AC (900 volt DC) diantara
konduktor dan bumi.
Konsentrasi terendah (%) dari gas atau uap di udara yang
Lower Explosive Limit mampu menghasilkan percikan atau api dalam kondisi ada
(LEL) sumber api (percikan, api, panas). Juga biasa disebut Lower
Flammable Limit (LFL).
Sebuah mesin yang digunakan untuk mengangkat orang
didalam kerangkeng yang selamat ketempat kerja yang lebih
Mobile Elevated Work tinggi. Mesin ini mencakup platform, mekanisme pengangkat,
Platform (MEWP) dan sasis atau kendaraan yang sesuai. Juga dikenal sebagai
power elevating work platform, aeril lift, manlift, scissor lift,
cherry picker atau crane lift platform.
Gas pernapasan terdiri dari campuran nitrogen dan oksigen
NITROX
yang digunakan selama operasi penyelaman.
Produk yang tidak mampu menampung atau menahan semua
Non-Explosion Proof
jenis ledakan (internal atau di sekitar atmosfer).
Produk atau perangkat yang penggunaan daya listriknya di
Non-Intrinsically Safe atas tingkat daya yang diperlukan untuk memicu percikan
dan/atau ledakan dalam hazardous area.
Term Definition
Manajemen sistematis keselamatan proses, keselamatan
Operational Excellence pribadi dan kesehatan, lingkungan, keandalan dan efisiensi
untuk mencapai kinerja kelas dunia.
Sebuah perangkat atau komponen dinyatakan out-of-service
(OOS) jika perangkat atau komponen tersebut tidak digunakan
Out of Service untuk melakukan fungsi awalnya, dan diisolasi dengan
semestinya sesuai IBU Isolation of Hazardous Energy
Standard.
Oxygen Deficient Kondisi atmosfer yang mengandung volume oksigen < 19,5%.
Oxygen Enriched Kondisi atmosfer yang mengandung volume oksigen > 23,5%.
Biasanya merupakan crane untuk tujuan tertentu dengan
kapasitas 3,200 lbs (1,450 Kg) atau kurang, yang secara
Passenger Pickup Truck permanen dipasang pada sebuah truk pickup penumpang.
Mounted Crane Catatan: kapasitas angkat sebuah Pickup Truck Mounted
Crane dibatasi oleh kapasitas terendah dari sembarang
komponen; serta konfigurasi pengangkatan dan load chart.
Modus Kinerja - model mental yang orang-orang kerjakan
ketika mereka melakukan tugasnya. Khusus untuk orang pada
tugas dan waktu saat ini.
Term Definition
Orang atau orang-orang yang melakukan pekerjaan yang
Permit User disetujui sesuai dengan lingkup dan kondisi yang
didokumentasikan dalam permit izin.
Sebuah perangkat yang dapat dipakai, biasanya dioperasikan
Personal Gas Detector
baterai, untuk mendeteksi keberadaaan gas termasuk
(Wearable)
oksigen, gas beracun dan/atau mudah terbakar.
Perangkat yang digantungkan pada garis beban crane atau
Personnel Platform derek dimana personil dapat melakukan pekerjaan di
ketinggian.
Analisis bahaya yang biasanya dilakukan oleh manajemen
Planning Phase Hazard proyek dan Subject Matter Expert selama fase perencanaan
Analysis (PPHA) kerja, berdasarkan dokumentasi dan pengetahuan tentang
proses dan operasi.
Alat pendeteksi gas secara diskrit (spot-reading) atau terus-
menerus (continuous-duty) yang dirancang untuk mudah
dibawa dari satu tempat ke tempat lain. Sebuah perangkat
portabel yang dioperasikan dengan baterai dan termasuk
namun tidak terbatas pada hal berikut:
Portable Gas Detector • Handheld apparatus, cocok untuk operasi satu tangan
• Sebuah alat yang lebih besar yang dapat dioperasikan
oleh pengguna ketika sedang digantungkan dengan
tangan, tali bahu atau dengan carrying harness; yang
mungkin memiliki pasak uji (probe) tangan yang bisa
diarahkan atau tidak.
Sebuah isolasi dimana terdapat nihil potensi pelepasan
energi. Artinya, peralatan secara positif dipisahkan dari energi
Positive Physical berbahaya dan zat beracun menggunakan salah satu metode
Isolation berikut: pelepasan bagian (spool) pipa; pelepasan fisik circuit
breaker dan membumikan grounding system; pelepasan
kopling mekanik; atau pemasangan blind.
Kemungkinan tetapi saat ini belum terjadi: memiliki
Potential
kemungkinan dapat terjadi (likelihood).
Batasan untuk mendekat dimana pekerjaan dianggap sama
dengan membuat kontak dengan konduktor listrik atau bagian
sirkuit. Batasan mendekat (approach limit) berada dalam
Prohibited Approach
batas dimana ada peningkatan risiko shock, karena bunga api
Boundary
listrik (arc) dikombinasikan dengan gerakan yang tidak
disengaja, untuk karyawan yang bekerja didekat paparan
konduktor listrik berenergi atau bagian sirkuit.
Metode perlindungan pekerja dari keruntuhan (cave-ins), dari
material yang bisa jatuh ke dalam galian atau dari runtuhnya
Protective System struktur yang berdekatan. Protective system termasuk sistem
pendukung, sloping, benching, shield system, dan sistem lain
yang memberikan perlindungan yang diperlukan.
Proximity Nyaris (nearniss); kedekatan (closeness)
Orang yang memenuhi syarat melalui gelar yang diakui,
sertifikat atau professional standing atau memiliki
Qualified Person
pengetahuan yang luas, pelatihan dan pengalaman dan telah
menunjukkan kemampuannya untuk menyelesaikan masalah.
Sebuah situs/daerah yang tidak dijaga atau tidak mudah
Remote Site/Area
diakses (seperti tempat kerja yang memerlukan waktu tempuh
Term Definition
lebih dari 30 menit, platform tak berawak, stasiun metering
dan pipa, dll).
Batasan untuk mendekat dimana pekerjaan dianggap sama
dengan membuat kontak dengan konduktor listrik atau bagian
sirkuit. Batasan mendekat (approach limit) berada dalam
batas dimana ada peningkatan risiko shock, karena bunga api
listrik (arc) dikombinasikan dengan gerakan yang tidak
Restricted Approach
disengaja, untuk karyawan yang bekerja didekat paparan
Boundary
konduktor listrik berenergi atau bagian sirkuit.
Sebuah batas pendekatan dimana ada peningkatan risiko
shock, karena terjadi bunga api listrik dikombinasikan dengan
gerakan yang tidak disengaja, untuk karyawan yang bekerja di
dekat paparan konduktor listrik berenergi atau bagian sirkuit.
Revalidasi terjadi ketika pekerjaan yang diizinkan telah
dihentikan untuk suatu periode waktu. Izin/rencana kerja
hanya dapat divalidasi ulang jika ruang lingkup dan kondisi
kerja yang didokumentasikan didalam permit/rencana kerja
Revalidation (of a Permit/ tetap sama dan bahaya telah dieliminasi dan/atau dimitigasi.
Work Plan) Revalidasi hanya dapat dilakukan oleh Person Managing
Control of Work. Person Managing Control of Work di lokasi
kerja harus memberikan tanda tangan dan tanggal pada
permit (dan jika perlu update tanggal/waktu validasi) setiap
kali permit tersebut divalidasi ulang.
Rigging mengacu pada dua hal: proses yang Selamat dalam
memindahkan beban dengan bantuan sling, hoist (katrol),
Rigging jack, dan jenis peralatan angkat (lifting) lain, serta peralatan
yang digunakan untuk mengangkat dan memindahkan beban-
beban tersebut.
Routine lift (pengangkatan rutin) adalah pengangkatan
sederhana yang dilakukan secara regular dengan
menggunakan peralatan angkat khusus yang tetap. Pada
Routine Lift
dasarnya, jenis pengankatan (lift) ini terdiri dari operasi normal
crane di dalam instalasi dan ke atau dari kapal suplai (supply
vessel).
Suatu area khusus yang disetujui oleh Manajemen bebas dari
material yang mudah terbakar (combustible, ignitable, and
flammable material), dalam radius minimal 15 meter (50 kaki),
Safe Hot Work Areas
dan bebas dari atmosphere gas yang mudah meledak.
Safeguards harus tersedia ditempat dan sesuai dengan
persyarakan didalam hot work permit yang dikeluarkan.
Beban kerja yang aman (SWL) adalah beban maksimum yang
Safe Working Load dapat dikenakan pada sebuah peralatan angkat. Beban yang
sebenarnya tidak boleh melebihi SWL.
Teknik diving yang digunakan selama operasi penyelaman
dimana penyelam (Diver) telah mencapai keadaan saturasi
penuh untuk campuran tekanan dan pernapasan yang
Saturation Diving
digunakan. Ketika keadaan ini telah tercapai, waktu yang
diperlukan untuk dekompresi tidak akan meningkat lagi dalam
kaitannya dengan durasi penyelaman.
Sebuah kerangka kerja atau struktur sementara yang
Scaffolding digunakan untuk menyediakan platform kerja yang aman,
untuk meletakkan atau menyimpan material, dan memberikan
Revision 2.2; 4 April 2017. 109
Printed 26 August 2017. Uncontrolled when printed.
IBU Managing Safe [Link]
Company Confidential
IBU – Managing Safe Work
Term Definition
perlindungan bagi orang-orang dibawahnya. Perancah
(scaffolding) dapat terbuat dari kayu, bambu, pipa baja, pipa
aluminium atau rangka yang di prefabrikasi.
Self-contained underwater breathing apparatus: Peralatan
penyelaman (diving) dimana pasokan udara pernafasan
SCUBA
dibawa oleh penyelam yang membuat mereka tidak
bergantung (independen) pada sumber udara pernafasan lain.
Self Permitting Membuat (menulis) dan menyetujui Permit diri sendiri.
Sebuah gulungan inersia digunakan untuk menahan jatuh.
SRL menempel ke troli. Kabel SRL yang memanjang dan
memendek saat pengguna bergerak untuk mempertahankan
Self Retracting Line ketegangan konstan antara pengguna dan troli. Dalam hal
(SRL) jatuh, SRL akan terkunci dalam 45 cm (18 inch) dan biasanya
akan menahan jatuh dalam 60 cm (24 inch).
CATATAN: Lifeline self-retracting tidak boleh digunakan
dengan shock-absorbing lanyard.
Sebuah struktur yang mampu menahan tekanan longsor.
Struktur, juga disebut kotak parit (trench boxes), yang
Shield Systems dirancang untuk melindungi pekerja di dalam struktur, dapat
berupa permanen atau dapat dirancang menjadi portabel dan
dipindahkan selama pekerjaan berlangsung.
Pergantian kerja normal umumnya dianggap sebagai masa
Shift
kerja tidak lebih dari 12 jam berturut-turut selama sehari.
Sebuah pelepasan listrik secara tiba-tiba melalui bagian
Shock
tubuh.
Penguat hidrolik, mekanis atau kayu yang digunakan untuk
Shoring menahan sisi/dinding galian untuk mencegah longsor masuk
kedalam area penggalian.
Peristiwa yang sangat penting dan berpengaruh: memiliki efek
Significant
besar atau penting.
Dua atau lebih kegiatan bersamaan pada atau dekat lokasi
SIMOPs atau area kerja yang sama, atau ada satu kegiatan yang
memiliki potensi untuk mempengaruhi beberapa lokasi.
Isolasi sederhana adalah sebagai berikut:
• Mesin atau peralatan dengan sumber energi tunggal
yang dapat dengan mudah diidentifikasi dan diisolasi.
• Pengisolasian atau penguncian sumber energi tersebut
Simple Isolation akan benar-benar menghilangkan energy (de-
energized) dan menonaktifkan mesin atau peralatan
tersebut.
• Lokasi isolasi, dipahami dengan jelas dan mudah
dilakukan oleh siapa saja.
Pengangkatan sederhana (Simple Lift) melibatkan
penggunaan peralatan angkat dasar untuk operasi
pengangkatan yang tidak memerlukan keterampilan spesialis
rigging. Pengangkatan ini akan melibatkan pengangkatan
Simple Lift langsung menggunakan alat angkat bersertifikat yang
digantungkan pada titik angkat khusus seperti padeyes atau
runway beams, misalnya electrician menggunakan portable
lifting gear sling dari padeye khusus untuk mengangkat motor
dengan titik-titik pengangkatan tertentu.
Term Definition
Bagian peralatan yang digunakan untuk menghubungkan
Sling
beban ke main hook atau stinger.
Membuang tanah dari sisi-sisi sebuah penggalian sehingga
cukup landau untuk mencegah longsoran masuk (cave-in)
Sloping kedalam area penggalian. Sudut kemiringan yang dibutuhkan
bervariasi sesuai perbedaan jenis tanah, kondisi lingkungan
paparan dan penerapan beban tambahan diatasnya.
Sebuah dokumen yang digunakan untuk mengidentifikasi
tindakan pengendalian yang dibutuhkan untuk melakukan
Specialized Permits tugas-tugas tertentu, seperti isolasi listrik tegangan-tinggi,
penggalian, hot work dan masuk ruang terbatas, dll.
Specialized permit juga disebut sertifikat.
Periode waktu yang dibutuhkan untuk proses produksi
Startup
berjalan stabil pada saat operasi normal dijalankan kembali.
Satuan unit kerja ketika menguraikan sebuah tugas. Job
Step diuraikan menjadi tugas (task). Tugas (task) diuraikan menjadi
langkah-langkah (steps).
Sebuah tali sling kawat single-leg tunggal yang dilengkapi
dengan hook dan kait pengaman (safety latch) dan master link
Stinger/Single Leg Sling/
pada ujung lainnya. Benda ini digunakan untuk menjaga main
Crane Pennant
hoist load block atau penunjang hoist headache ball kontak
dengan pekerja.
Sebuah tanggung jawab dari semua tenaga kerja untuk
menghentikan pekerjaan saat munculnya kondisi atau
Stop Work Authority
tindakan tidak aman yang dapat mengakibatkan kejadian yang
tidak diinginkan.
Kepadatan gas dan uap dapat menghasilkan atmosfer yang
bertingkat atau berlapis, khususnya di ruang terbatas.
Sebagai contoh:
• Beberapa gas lebih berat daripada udara, dan berada
di bagian bawah ruangan, (hidrogen sulfida),
Stratified Atmosphere
• Beberapa gas lebih ringan dari udara, dan
terkonsentrasi di bagian atas ruangan, (metana),
• Beberapa gas sama berat dengan udara, dan
menumpuk di bagian tengah ruangan, (karbon
monoksida).
Sebuah sistem, seperti underpinning, bracing or shoring,
trench box, yang memberikan dukungan pada (menahan)
Support systems
struktur disebelahnya, instalasi bawah tanah, atau sisi-sisi
penggalian.
Sebuah modus penyelaman dimana Penyelam (Diver) dalam
Surface Supplied Gas
air dipasok dari lokasi menyelam dengan udara terkompresi
Diving
atau campuran gas untuk bernafas.
Konsekuensi berpotensi fatal yang terkait dengan pekerja
yang telah jatuh saat menggunakan sistem penahan jatuh
(fall-arrest). Setelah jatuh, seorang pekerja bisa tetap
Suspension Trauma tergantung pada sebuah harness. Posisi tergantung
berkelanjutan dapat menyebabkan keadaan tidak sadarkan
diri. Tergantung pada lamanya waktu pekerja tergantung tidak
sadar/tidak bergerak dan tingkat pooling vena, kondisi yang
Term Definition
dihasilkan, intoleransi ortostatik, juga disebut sebagai
"harness-induced patologi", dapat menyebabkan kematian.
Sebuah perangkat yang digunakan untuk mengidentifikasi titik
isolasi dan untuk menunjukkan alasan diisolasi. Label (tag)
Tag memperingatkan para pekerja untuk tidak mengoperasikan
benda yang dipasang tag tersebut. Setiap label harus
menunjukkan kapan dipasang dan siapa pemasangnya.
Sebuah tali panjang yang melekat pada beban yang diangkat
untuk tujuan mengendalikan beban berputar dan berayun atau
Tag Line
digunakan untuk menstabilkan keranjang atau magnet selama
operasi penanganan material.
Proses pemasangan label (tag) pada setiap titik isolasi untuk
Tagout memperingatkan para pekerja untuk tidak mengoperasikan
benda berlabel tersebut sampai labelnya dilepaskan.
Tugas (task) adalah urutan langkah-langkah atau kegiatan
Task
untuk menyelesaikan pekerjaan (job/work).
Sebuah komponen dinyatakan temporarily out- of-service bila
dalam standby, shutdown atau dalam modus tidak sedang
Temporarily Out of
digunakan (not-in-use mode), tetapi bila diperlukan, dapat
Service
dengan mudah kembali beroperasi. Komponen-komponen ini
TIDAK diisolasi dari fasilitas produksi.
Alat bantu yang dapat digunakan oleh siapa saja di tempat
kerja untuk mengidentifikasi bahaya dan perilaku yang tidak
aman, dan kemudian merencanakan pelaksanaan pekerjaan
tanpa insiden. Empat hal yang perlu diperhatikan untuk
Think Incident Free (TIF)
bekerja dengan selamat adalah: perencanaan (planning),
keadaan pikiran (state of mind), pelatihan (training) dan
peralatan dan perkakas yang tepat (proper tools &
equipment).
Sebuah galian sempit (dalam kaitannya dengan panjangnya)
yang dibuat dibawah permukaan tanah. Kedalamannya lebih
Trench besar dari lebar tapi lebar parit (diukur dibagian bawah) tidak
lebih besar dari 4,6 meter (15 kaki) . Parit dengan kedalaman
> 1,2 meter (4 kaki) dianggap ruang terbatas.
Untuk melacak dan memperbaiki kesalahan dalam sistem
Troubleshooting
mekanik atau elektronik.
Bundle selang komposit antara lokasi penyelaman dan
Penyelam atau bel, yang memasok Penyelam atau bel
dengan gas pernapasan, komunikasi, listrik, atau panas yang
Umbilical
disesuaikan dengan modus atau kondisi penyelaman (diving)
yang mencakup tali pengaman (safety line) antara Penyelam
dan lokasi penyelaman.
Setiap pipa, kabel, saluran (atau peralatan lain yang berfungsi
Utilities sebagai saluran untuk listrik), bahan bakar, air, udara
terkompresi, selokan, dan telekomunikasi ke atau dari fasilitas.
Termasuk berikut: Setiap kali Anda melihat petir; mendengar
Vicinity (as it applies to
petir; diberitahu tentang petir secara lisan; dan/atau ketika
lightening)
ditunjukkan oleh detektor petir.
Instrumen dekat posisi operator pada peralatan angkat (lifting)
Weight Indicator
yang menunjukkan berat beban yang tergantung.
Wet Signature Tandatangan basah (tinta).
Term Definition
Kerja didefinisikan sebagai suatu kegiatan yang melibatkan
pengoperasian fasilitas, drilling and completions, peralatan,
konstruksi, pembongkaran, pemeliharaan, inspeksi, dan
Work kegiatan sejenis lainnya yang memiliki potensi untuk
mempengaruhi aspek kesehatan, lingkungan, keamanan,
efisiensi dan/atau keandalan dari personil, lingkungan
dan/atau fasilitas.
Pekerjaan yang dilakukan dimana ada potensi bagi seseorang
mengalami cedera saat jatuh dari satu permukaan ke
permukaan lain yang tidak sama tinggi, termasuk dibawah
Work at Height (Elevated tanah atau dalam hal mendapatkan akses dan/atau egress
Work) (tidak termasuk tangga). Contohnya termasuk pekerjaan
diatas penggalian, pekerjaan diatas air, bekerja di ketinggian
tanpa pelindung sisi/tepi, bekerja di atas permukaan yang ada
lubang/bukaan, kerja tinggi diatas peralatan berbahaya, dll.
Dengan sengaja melakukan kontak dengan konduktor atau
bagian sirkuit listrik berenergi dengan tangan, kaki atau bagian
tubuh lainnya dengan alat, probe atau dengan peralatan uji,
terlepas dari PPE dipakai seseorang. Dua kategori bekerja
pada adalah:
Work on Energized
• Pengujian diagnostik - Mengambil pembacaan atau
Electrical Conductors or
pengukuran peralatan listrik dengan peralatan
Circuit Parts
pengujian yang disetujui tanpa perlu membuat
perubahan fisik pada peralatan.
• Perbaikan - Setiap perubahan fisik peralatan listrik
(seperti membuat atau pengetatan koneksi,
menghapus atau mengganti komponen).
Semua dokumen yang terkait dengan pekerjaan yang harus
dijaga di tempat kerja selama pekerjaan sedang dilakukan.
Paket pekerjaan (work pack) termasuk, namun tidak terbatas
Work Pack
pada, dokumen analisis bahaya (seperti PPHA, JSA, dll),
Permit (umum dan khusus), rencana kerja/work plan (prosedur
operasi, prosedur perawatan, dll).
Sebuah dokumen yang menjelaskan secara rinci tugas-tugas
yang dibutuhkan untuk menyelesaikan aktivitas tertentu
Work Plans seperti lifting & rigging atau untuk menyelesaikan suatu
lingkup tertentu untuk pekerjaan multi-function/discipline
seperti SIMOP.
Perlindungan maksimal terhadap gerakan tak terduga atau
aktivasi peralatan atau mesin, pelepasan tekanan yang
Zero Energy State
tersimpan, atau aliran cairan atau gas saat pemeliharaan atau
perbaikan dilakukan.