0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
516 tayangan21 halaman

Pengaruh Suhu Terhadap Stabilitas Obat

Dokumen tersebut membahas pengaruh suhu terhadap stabilitas obat, di mana suhu merupakan faktor utama yang mempengaruhi kecepatan reaksi obat. Suhu yang lebih tinggi akan meningkatkan kecepatan reaksi sehingga mengurangi umur simpan obat. Metode Q10 digunakan untuk memperkirakan pengaruh perubahan suhu terhadap umur simpan obat.

Diunggah oleh

Nur Asni Nur
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
516 tayangan21 halaman

Pengaruh Suhu Terhadap Stabilitas Obat

Dokumen tersebut membahas pengaruh suhu terhadap stabilitas obat, di mana suhu merupakan faktor utama yang mempengaruhi kecepatan reaksi obat. Suhu yang lebih tinggi akan meningkatkan kecepatan reaksi sehingga mengurangi umur simpan obat. Metode Q10 digunakan untuk memperkirakan pengaruh perubahan suhu terhadap umur simpan obat.

Diunggah oleh

Nur Asni Nur
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Stabilitas Obat

(Pengaruh Suhu Q10)

FARMASI UNIVERSITAS GUNADARMA


2018
Persamaan laju dan waktu paruh

• Konstanta laju spesifik dipengaruhi oleh setiap perubahan dalam kondisi


reaksi seperti temperatur dan pelarut.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinetika Reaksi

• Temperatur
• Ada tidaknya air
• Konstanta dielektrik pelarut
• Katalis
• Cahaya
• Oksigen
Temperatur

• Reaksi penguraian
• Reaksi sintesis
• Reaksi yang melibatkan enzim
Efek Temperatur terhadap Kecepatan Reaksi

• Temperatur jelas menjadi parameter penting karena banyak


proses reaksi berlangsung lebih cepat pada temperatur yang lebih
tinggi daripada pada temperatur yang lebih rendah.
Efek Temperatur terhadap Kecepatan Reaksi

• Temperature is one of the primary factors affecting drug stability.


The rate constant/temperature relationship has traditionally been
described by the Arrhenius equation

• di mana Ea adalah energi aktivasi dan A adalah faktor frekuensi


Efek Temperatur terhadap Kecepatan Reaksi

• Persamaan Arrhenius

• k = konstanta laju reaksi


• A = faktor frekuensi (terjadinya tabrakan karena adanya energi)
• Ea = energi aktivasi (energi yang digunakan untuk tabrakan)
• R = tetapan gas = 1,987 kkal/mol
• T = ºC + 273 (ºK)
Bentuk logaritma persamaan Arrhenius

• Persamaan ini dapat digunakan untuk menghitung:


➢Energi aktivasi (dari slope-nya)
➢k pada suhu yang berbeda
➢Menghitung kadaluwarsa karena dapat dicari k pada suhu kamar
• Plot Arrhenius merupakan hubungan antara log k dengan 1/T
Efek temperatur terhadap kecepatan reaksi

• Jika T (temperatur) naik → berarti ada energi (Ea) yang ditambahkan


pada reaksi tersebut.
• Reaksi akan lebih cepat apabila suatu sistem ditambah energi.
• Energi tersebut digunakan untuk pergerakan molekul-molekulnya
(energi kinetik).
• Jika pergerakannya cepat → molekul-molekul lebih sering bertabrakan
→ reaksi lebih cepat.
Nilai Q10

• Nilai Q10 didefinisikan sebagai petunjuk besarnya


pengaruh perubahan suatu reaksi pada temperatur T2
dibanding dengan reaksi pada temperatur T1, dimana T2-
T1 = 10ºC (Singh 1994).
• Dengan demikian, hubungan antara umur simpan dengan
nilai k berbanding terbalik (Robertson 1993), yaitu:
Nilai Q10

• Dimana: tsT = umur simpan pada temperatur TºC; tsT +


10 = umur simpan pada temperatur (T + 10)ºC.
• Menururt Robertson (1993), jika digunakan model
Arrhenius, nilai Q10 dapat dicari menggunakan
persamaan:
Nilai Q10

• Sedangkan jika digunakan model liniar,

atau

• Dengan demikian, nilai Q10 tidak konstan akan tetapi tergantung pada
nilai Ea (Energi aktivasi) dan temperatur. Sedangkan nilai Ea berdasarkan
definisi bersifat konstan terhadap temperatur.
Nilai Q10

• Parameter kinetik (Ea dan Q10) mempostulasi bahwa semua


perubahan tergantung temperatur (Bosset, 1994) sehingga akan
mempunyai nilai Q10 positif (yang berarti bahwa waktu
kadaluarsa pada temperatur yang lebih rendah akan selalu lebih
lama dibanding pada temperatur yang lebih tinggi).
Metode Q10

• Merupakan metode untuk memperkirakan pengaruh suhu pada


reaksi dengan menggunakan rasio konstanta kecepatan reaksi dari
dua suhu yang berbeda T1 dan T2 dengan rasio

• Simonelli dan Dresback:


Metode Q10

• Merupakan suatu metode yang digunakan untuk menghitung waktu


kadaluarsa secara teoretis.
• Digunakan untuk mencari waktu kadaluarsa secara cepat tetapi
kurang tepat.
• Suatu metode untuk memperkirakan pengaruh T pada reaksi dengan
menggunakan konstanta laju reaksi dari 2 T (suhu) yang berbeda, di
mana perbedaan suhunya 10ºC.
• t1/2, t90 dari suhu yang berbeda pada pemanasan/pendinginan
dapat dihitung secara teoretis T1 dan T2 → kT1/kT2
Metode Q10

• Q10 merupakan faktor rasio konstanta kecepatan reaksi karena


perubahan suhu 10ºC. Asumsi harga Ea konstan, maka:

• Jika tidak dinyatakan lain, maka Q10 untuk obat = 3,2


Contoh soal

• Suspensi amoksisilin memiliki dosis lazim 250


mg/5 mL dan kelarutan (solubility =S) sebesar 1,5
g/100 mL. Diketahui konstanta kecepatan reaksi
(orde satu) pada suhu kamar (25ºC), k1 = 3 x 10-5
detik -1. Tentukan t90 pada suhu 35ºC!
Jawab

• Diketahui: D0 = 250 mg/mL = 50 mg/mL


S = 1,5 g/100 mL = 15 mg/ mL
k1 = 3 x 10-5 detik-1
• Suspensi mengikuti kinetika orde 0 (tidak tergantung konsentrasi
awal)
• k0 = k1 x S = (3 x 10-5 detik-1) x 15 mg/mL
• k0 = 4,5 x 10-4 [Link]-1
• Rumus 1:
t90 = (0,1 x D0)/k0
t90 (25ºC) = (0,1 x 50 mg/mL)/4,5 x 10-4 [Link]-1
= 1,11 x 10-4
= 3,09 jam
• Rumus 2: penggunaan Q10
• Ditanya: t90 (35ºC)?
• Jawab:

→Berarti semakin tinggi suhu penyimpanan, maka t 90


semakin cepat.
→Latihan: coba tentukan t90 jika disimpan pada suhu yang
lebih dingin (10°C)

Anda mungkin juga menyukai