0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
174 tayangan9 halaman

Hukum Utilitas Marjinal Menurun

Dokumen tersebut membahas tentang utilitas marginal dan hukum utilitas marginal yang menurun. Ia menjelaskan bahwa utilitas marginal menunjukkan tambahan kepuasan dari satu unit konsumsi tambahan, sedangkan hukum utilitas marginal menyatakan bahwa tingkat kepuasan akan menurun ketika jumlah konsumsi bertambah. Dokumen tersebut juga memberikan contoh soal tentang penentuan jumlah barang yang harus dikonsumsi agar memperoleh kepuasan maksimum.

Diunggah oleh

risky aini
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
174 tayangan9 halaman

Hukum Utilitas Marjinal Menurun

Dokumen tersebut membahas tentang utilitas marginal dan hukum utilitas marginal yang menurun. Ia menjelaskan bahwa utilitas marginal menunjukkan tambahan kepuasan dari satu unit konsumsi tambahan, sedangkan hukum utilitas marginal menyatakan bahwa tingkat kepuasan akan menurun ketika jumlah konsumsi bertambah. Dokumen tersebut juga memberikan contoh soal tentang penentuan jumlah barang yang harus dikonsumsi agar memperoleh kepuasan maksimum.

Diunggah oleh

risky aini
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

UTILITAS MARGINAL

Disusun guna memenuhi tugas matematika ekonomi

Oleh

Kelompok 4 :

Kamila Dwi Fatmawati 160210101036

Risky Qurrotul Aini 160210101045

Ongki Kristanto 160210101083

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MIPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERITAS JEMBER

2019
1. Utilitas

Utilitas adalah "nilai" atau "kepuasan" yang didapat konsumen dari kegiatan
mengonsumsi sejumlah barang. Kata lainnya, utilitas adalah seberapa banyak uang yang
rela dikeluarkan konsumen untuk mendapatkan kepuasan dari pemakaian sebuah barang.

2. Marginal Utility dan the Law of Diminishing Marginal Utility

Pada prinsipnya, marginal utility menunjukkan tambahan kepuasan yang diterima


konsumen pada setiap tambahan konsumsi barang/jasa. Gambaran sederhananya sebagai
berikut: karena konsumen A menyukai sate ayam, maka ia akan mendapatkan kepuasan
setelah mengkonsumsi satu porsi sate ayam. Setelah itu ia mengkonsumsi lagi hingga
habis tiga porsi sate ayam. Disini, marginal utility menunjukkan tambahan kepuasan
yang diterima konsumen A setelah menikmati sate ayam porsi pertama, kedua, dan
ketiga.

Logikanya, ketika seorang mengkonsumsi barang/jasa berulang-kali (seperti konsumen


A yang mengkonsumsi tiga porsi sate ayam), maka kepuasan yang ia dapatkan akan
semakin berkurang. Faktor inilah yang menjadi dasar the law of diminishing marginal
utility.

Dengan demikian, the law of diminishing marginal utility menyatakan bahwa saat
konsumsi barang/jasa dilakukan berulang-ulang, maka tingkat kepuasan yang diperoleh
dari konsumsi barang/jasa tersebut semakin menurun.

Keterkaitan teori utilitas, marginal utility dan the law of diminishing marginal utility pada
Gambar 1 dan Gambar 2 berikut ini.
Keterangan:

 Ketika A mengkonsumsi sate ayam porsi ke-1, ia mendapatkan utilitas total sebesar 15,
total utility naik menjadi 22 saat ia mengkonsumsi porsi ke-2, kemudian meningkat lagi
menjadi 26 ketika mengkonsumsi ke-3.

B
C

Keterangan:
 Pada Gambar 2, yang dihitung adalah tambahan kepuasan (marginal utility) dari setiap
tambahan konsumsi. Maka saat menyantap sate porsi ke-1, A memperoleh marginal
utility sebesar 15, kemudian turun menjadi 7 saat mengkonsumsi porsi ke-2 dan turun
lagi menjadi 4 ketika mengkonsumsi porsi ke-3.
3. Pendekatan Marginal Utility dan Indifference Curve.
Pendekatan Marginal Utility
Untuk memahami perilaku konsumen melalui pendekatan marginal utility, kita bisa
melihat dari Gambar 3. Berikut.

Keterangan:
 Jika harga barang adalah Px , maka tingkat kepuasan maksimal konsumen tercapai ketika
konsumsi sebesar X1 (titik A).
 Dengan harga yang sama, bila konsumsi dilakukan sebesar X3, maka kepuasan
konsumen tidak akan maksimal (titik B), karena konsumen masih bisa mengkonsumsi
lebih banyak (sebesar garis yang menghubungkan B dan A).
 Demikian juga saat konsumsi sebesar X2. Kepuasan maksimal tidak akan tercapai (titik
D), karena konsumen mengeluarkan pengorbanan yang lebih besar (titik E) daripada
yang ia dapatkan (selisihnya sebesar garis yang menghubungkan D dengan E).
 Jika harga barang naik dari Px menjadi Px , maka untuk mencapai tingkat kepuasan
maksimal, konsumen mesti mengurangi konsumsi dari X1 menjadi X4 (titik F).

Dari contoh diatas dapat disimpulkan bahwa total kepuasan maksimal (maximum total
utility) hanya akan tercapai ketika konsumsi unit terakhir dari suatu barang (yang juga
adalah harga unit terakhir suatu barang atau Px ) mencapai titik yang sama dengan
tambahan kepuasan maksimal dari konsumsi unit terakhir tersebut (bersinggunagan
dengan kurva marginal utility atau Mux).

Jika dituliskan dalam suatu persamaan, maka akan terlihat sebagai berikut:
Px
Px  MUx atau 1
MUx
Apabila barang lebih dari satu, maka persamaannya adalah sebagai berikut:
Px Py Pz
  1
MUx MUy MUz

4. Utilitas Marjinal
Utilitas marjinal (marjinal utility, MU) ialah utilitas tambahan yang diperoleh konsumen
berkenaan satu unit tambahan barang yang dikonsumsinya. Secara matematik, fungsi
utilitas marjinal merupakan derivatif pertama dari fungsi utilitas total. Jika fungsi utilitas
total dinyatakan dengan U  f (Q) di mana U melambangkan utilitas total dan Q adalah
jumlah barang yang dikonsumsi, maka utilitas marjinalnya:
dU
MU  U  
dQ
Karena fungsi utilitas total non-linier pada umumnya berbentuk fungsi kuadrat, fungsi
utilitas marjinalnya akan berbentuk fungsi linear. Kurva utilitas marginal (MU ) ) selalu
mencapai nol tepat pada saat kurva utilitas total (U ) berada pada posisi puncaknya.

5. Contoh soal
1. Diketahi seorang konsumen memiliki penghasilan (1) sebesar 6 satuan mata uang. Ia
ingin membeli barang X 1 dan X 2 . Harga barang X 1 ( P x1 )  1 satuan mata uang dan

harga barang X 2 ( P x2 )  1 satuan mata uang.

Fungsi kurva indiferensinya: Usulan anggaran = X 1 X 2


Pertanyaan:
a. Apabila ia ingin memperoleh kepuasan total maksimum, maka berapa jumlah
barang X 1 dan X 2 yang harus ia beli dengan penghasilan tersebut?

b. Apabila harga barang X 1 ( P x1 ) turun menjadi 0,25 satuan mata uang (cateris

paribus), maka hitung jumlah barang X 1 dan X 2 yang harus di konsumsi agar ia
memperoleh kepuasan maksimum?
Penyelesaian :
1. Kepuasan total ditunjukkan oleh persamaan:
TU  X 1 X 2 PX 1  1 PX 2  1 I 6
a. Kepuasan total maksimum tercapai apabila:
MU X 1 MU X 2

PX 1 PX 2

TU X
MU X 
X
Dan X 1  PX 1  X 2  PX 2  1
TU TU
MU X 1   X2 MU X 2   X1
 X1 X2
Sesuai dengan rumus menentukan kepuasan maksimum, dan
MU X 1  X 2 dan PX 1  1
MU X 2  X 1 dan PX 2  1
Maka
X 2 X1
  X1  X 2
1 1
Syarat selanjutnya : X 1  PX 1  X 2  PX 2  I

PX 1  1 PX 2  1 dan I 6
Jadi, X 1 1  X 2  2  6

X1  X 2  6
Karena X 1  X 2 , maka X 2 dalam persamaan X 1  X 2  6 bisa diganti

dengan X 1 , sehingga persamaan menjadi:

X1  X 2  6
2 X1  6  X1  3  X 2
Dengan demikian agar konsumen tersebut memperoleh kepuasan yang
maksimum, maka ia harus mengkonsumsi barang X 1 sebanyak 3 unit dan

barang X 2 sebanyak 4 unit.

Harga barang X 1 ( PX 1 ) turun menjadi 0,25, maka keseimbangan menjadi:

MU X 1 MU X 2 X X
  2  1
PX 1 PX 2 0,25 1
Persamaan garis anggaran menjadi:
0,25 X 1  X 2  6
Karena X 2  0,25 X 1  0,25 X 1  0,25 X 2  6
0,5 X 1  6  X 1  12
X2  0,25 X 1  X 2  0,25(12)
X3  3

Setelah harga barang X 1 ( PX 1 ) turun menjadi 0,25 maka konsumen akan

memperoleh kepuasan maksimum apabila mengkonsumsi X 1 sebanyak

12 unit dan X 2 sebanyak 3 unit.

2. Seorang konsumen berpenghasilan Rp.20.000 per bulan. Ia membutuhkan


barang X dan Y. Harga barang X diketahui Rp.2000 per unit dan harga barang
Y juga RP. 2000 per unit. Kepuasan Marginalnya terhadap X dan Y tercermin
dalam tabel berikut ini :
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
MU x 16 14 11 10 9 8 7 6 5 3

MU y 15 13 12 8 6 5 4 3 2 1

Keterangan :

a. MU/x adalah besarnya kepuasan marginal dari barang X


b. MU/x adalah besarnya kepuasan marginal dari barang X

Pertanyaan:
a. Supaya kepuasan totalnya maksimum berapa X dan Y yang harus ia beli?
b. Berapa besarnya total kepuasan (TU) yang ia peroleh pada tingkat konsumsi
tersebut (soal a)?
c. Apabila harga X turun 50 %, maka agar kepuasan konsumsi secara total
maksimum, berapa X dan Y yang harus dibeli?
d. Pada tingkat konsumsi tersebut(soal c) berapa besarnya kepuasan total ( TU)
konsumen?
Penyelesaian :
Penghasilan konsumen (I) = Rp. 20.000,-
Harga barang X ( Px ) = Rp. 2.000,-

Harga barang Y ( Py ) = Rp. 2.000,-

a. Syarat keseimbangan konsumen apabila:


MU x MU y
 dan X  Px  Y  Py
Px Py

Berdasarkan tabel yang memenuhikriteria diatas adalah apabila


konsumen mengkonsumsi barang X sebesar 4 dengan memperoleh
kepuasan marginal (MU) sebesar 8 dan mengkonsumsi barang Y
sebanyak 4 unit dengan memperoleh kepuasan marginal sebesar 8. Atau
dapat ditulis:
8 8
  2.000 X  2.000Y  20.0000
2000 2000
2 X  2Y  20
Karena X=6 dan Y=4
Maka dapat terpenuhi syarat: 2(6)  2(4)  20
12  8  20
20  20
b. Dengan mengkonsumsi X sebanyak 6 unit dan Y sebanyak 4 unit, maka
kepuasan total (TU) yang diperoleh sebanyak:
TU  MU x  X  MU y  Y

= 8(6) + 8(4)
= 48 + 32
= 80
c. Harga turun 50%, berarti harga barang X sekarang menjadi 1.000.
kepuasan maksimum terjadi apabila:
MU x MU Y
  1.000 X  2.000Y  20.000
1.000 2.000
Persyaratan tersebut di atas dipenuhi apabila konsumen mengkonsumsi
X sebanyak 10 dengan memperoleh kepuasan marginal sebesar 3 dan
mengkonsumsi Y sebanyak 5 dengan memperoleh kepuasan marginal
sebesar 6.
Bukti:
3 6
 dan 1.000(10)  2.000(5)  20.000
1.000 2.000
.... 10.000  10.000  20.000
..... 20.000  20.000
d. Kepuasan total (TU) yang diperoleh dengan mengkonsumsi X sebanyak
10 dan Y sebanyak 5 adalah:
TU  MU X  X  MU Y  Y
 3(10)  6(5)
 60
e. Pada harga X(PX) = Rp2.000,- jumlah barang X yang diminta (QX)
sebanyak 6 unit, sedangkan pada harga X(PX) = Rp1.000,- jumlah
barang X yang diminta (QX) sebanyak 10 unit.
Apabila harga permintaan barang X dianggap linier (pada sumbu tegak
tingkat harga dan sumbu datar menunjukkan jumlah barang yang
diminta) maka:

PX  PX
'' '

PX  a  bQX  b 
QX  QX
'' '

1.000  2.000

10  6
 1.000 / 4
 250
Apabila PX = 2.000 maka QX =6
Jadi 2.000 = a  (250  6)
= a  1.500
a  2.000  1.500
a  3.500
Dengan demikian persamaan kurva permintaanya adalah
PX  3.500  250 QX
atau
1
Q X  14  PX
250

Anda mungkin juga menyukai