0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
87 tayangan2 halaman

Fungsi dan Konfigurasi Internal Relay PLC

Internal relay (IR) merupakan area memori dalam PLC yang digunakan untuk menyimpan status input, output, dan program. IR dibagi menjadi input area, output area, dan work area. Penggunaan output IR memungkinkan penggunaan kontak seri tanpa terbatasnya port output aktual PLC.

Diunggah oleh

Suhud Suyudi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
87 tayangan2 halaman

Fungsi dan Konfigurasi Internal Relay PLC

Internal relay (IR) merupakan area memori dalam PLC yang digunakan untuk menyimpan status input, output, dan program. IR dibagi menjadi input area, output area, dan work area. Penggunaan output IR memungkinkan penggunaan kontak seri tanpa terbatasnya port output aktual PLC.

Diunggah oleh

Suhud Suyudi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Internal relay (ir)

1. Merupakan area memori


2. Digunakan untuk menyimpan status keluaran , status masukan
PLC, dan program
3. IR area dibagi menjadi 3 bagian yaitu :
- input area : menyimpan status input eksterna lIR 000 to IR
009 (10 words),
- output area : menyimpan status output eksternal IR 010
to IR 019 (10 words),
- work area : bebas digunakan untuk program IR 020 to IR
049, dan IR 200 to IR 227 1 word = 16 bit. misal : 200.00
, 200.01, 201.00, dll
- Output Internal Relay PLC fungsinya mirip dengan Output
eksternal Relay
- Keistimewaan Output IR :
Konfigurasi latch 2
a. Sebuah IR memiliki 1 Coil dengan banyak Contact,
Jika Piranti input luar yang digunakan (PB_Start dan PB_Stop keduanya
baik Contact NO maupun Contact NC
NO), maka diagram ladder (boleh ditambah IR) adalah :

Pada kedua konfigurasi tersebut, dengan mengaktifkan input berupa Push


button (PB_Start) sesaat saja, maka output Lampu akan aktif sampai
tombol PB_Stop diaktifkan/ditekan sesaat.

Timer on delay
Contoh dengan 2 IR Dalam system kendali berbasis relai, pemberian penundaan waktu
diberikan oleh relai khusus yang disebut time delay relay, sedangkan pada
PLC alat tersebut digantikan oleh instruksi Timer.
Lama penundaan ditentukan oleh nilai setting_time instruksi tersebut.
Prinsip Kerja :
 Ketika input/relai timer di-energize maka setelah selang waktu
tertentu (waktu setting), keadaan kontaktor2nya akan berubah.
 Timer akan mati (kembali ke nilai awalnya) jika input/relai timer
dimatikan.
 Fungsi : Menunda waktu ON atau OFF selama selang waktu
tertentu
Sifat dasar timer
 Memerlukan inputan yang aktif terus menerus.
 Jika input Timer OFF, maka perhitungan yang dilakukan oleh
Timer akan terhenti.
 Maka biasanya input Timer selalu ON (saat Timer aktif) sampai
terjadi kondisi yang mematikan Timer.
 Pastikan Timer OFF jika sudah tidak diperlukan lagi.
Perintah
 TIM Nomor_Timer Setting_Time
 Nomor_Timer dari 0 sampai dengan 255, merupakan nomor
timer yang digunakan
Keuntungan penggunaan relay IR  Setting_Time dari #0000 sampai dengan #9999, merupakan
1. Penggunaan Output IR dalam Program adalah untuk Coil-coil tunda waktu dalam detik.
yang tidak dihubungkan ke Piranti Output Eksternal, sehingga  #10 = 1 detik
mengurangi penggunaan Port Output PLC yang sangat terbatas. Kontaktor timer
2. Juga dapat digunakan untuk rangkaian seri dari kontak yang  Penulisan alamat kontaktor Timer CPM2A
cukup banyak, sehingga tidak cukup jika hanya 1 rung. ◦ TIM***
LATCH/PENGUNCI
◦ Dengan *** diisi nomor Timernya.
1. Kadang-kadang muncul kebutuhan untuk mengaktifkan output
◦ Misal : TIM000 ; TIM002
dalam waktu yang lama, namun input yang diberikan hanya
 Penulisan alamat kontaktor Timer CP1E
aktif sesaat saja.
◦ T***
2. Kebutuhan ini sering muncul karena adanya piranti input yang
◦ Dengan *** diisi nomor Timernya.
aktif secara sesaat, seperti Push button dan sensor cahaya.
Dapat dilakukan dengan konfigurasi Latch ◦ Misal : T000 ; T002
3. Contoh kasus pada sebuah lampu yang menyala (ON) saat
tombol Push button “Start” ditekan. Namun lampu akan tetap
menyala meskipun tombol Push button “Start” sudah tidak
ditekan lagi.
4. Jadi seolah olah kondisi masukan akan “terkunci” sampai ada
aksi untuk “membukanya” kembali.

Counter
Fungsi :
 Menghitung banyaknya/jumlah kejadian tertentu.
 Misalkan : menghitung jumlah barang saat pensortiran,
pengepakan, dll.
Instruksi counter mempunyai 2 input :
 Pulse Input : input berupa pulsa yang digunakan untuk
penghitungan naik ataupun turun.
 Reset Input : input yang digunakan untuk mengembalikan posisi
penghitungan counter ke kondisi awal.
Prinsip kerja
 Counter coil akan aktif dan menghitung jika Pulse input
berubah dari 0 ke 1(pinggiran positif).
 Kontaktor akan berubah kondisinya jika relai telah mendapat
masukan pulsa (ter-energize) sejumlah nilai setting yang telah
ditentukan sebelumnya.
 Perubahan ini tetap dipertahankan sampai terjadi masukan
pada kaki Reset Input.
 Setelah Reset, nilai counter akan kembali pada nilai awal. Pengendali motor dengan interlook
Perintah
CNT Nomor_Counter nilai_setting
 Nomor_Counter dari 0 sampai dengan 255, merupakan nomor
counter yang digunakan.
 Dalam sebuah program ladder, nomor Counter tidak boleh
sama dengan nomor Timer.
Kontaktor counter
 Penulisan alamat kontaktor Counter CPM2A
◦ CNT***
◦ Dengan *** diisi nomor Counternya.
◦ Misal : CNT000 ; CNT002
 Penulisan alamat kontaktor Counter CP1E
◦ C***
◦ Dengan *** diisi nomor Counternya.
◦ Misal : C000 ; C002

Rangkaian relay

Latch-slep holding

Anda mungkin juga menyukai