Karakteristik dan Aliran Arsitektur Modern
Karakteristik dan Aliran Arsitektur Modern
· Mengadopsi prinsip bahwa bahan dan fungsi sangatlah menentukan hasil bangunan;
· Less is more, yang diumumkan oleh Arsitek Mies van der Rohe;
· Less is more only when more is too much, yang dikatakan oleh Frank Llyod Wright;
· Less is a bore, yang dicetuskan oleh Robert Venturi, pelopor arsitektur Postmodern.
Pelopor Arsitektur Modern antara lain: Adolf Loos, Alvar Aalto, Frank Lloyd Wright, I. M.
Pei, Le Corbusier, Louis Kahn, Louis Sullivan, Ludwig Mies van der Rohe, Oscar
Niemeyer, Otto Wagner, Peter and Alison Smithson, Philip Johnson, Ralph
Tubbs,Walter Gropius.
3. Arsitektur Brutalist.
4. Arsitektur Constructivist.
5. Arsitektur Ekspresionist.
6. Arsitektur Futurist.
7. Arsitektur Fungsional.
8. Arsitektur Internasional.
9. Arsitektur Organic.
Bentuk
Bentuk dalam Arsitektur Modern tidak ditentukan dan dibentuk dari fungsi maupun
bahan bangunan yang dipakai. Dalam Arsitektur Modern bentuk, fungsi dan konstruksi
harus tampak satu kesatuan dan muncul menjadi bentuk yang khusus dan spesifik
antara gabungan ketiganya. Solusi unik umumnya karena teknik-teknik konstruksi
modern menjadikan semua bentuk mungkin untuk dibangun. Bentuk yang diinginkan
adalah bentuk-bentuk sederhana, karena semua gaya lama amat kompleks dan
dipenuhi oleh ornamen. Bentuk dasar pada Arsitektur Modern adalah bentuk–bentuk
geometri (platonic solid) yang ditampilkan apa adanya.
Ruang
Satu hal yang tak dapat disangkal tentang Arsitektur Modern adalah kesadaran dalam
mendesain ruang. Dalam sejarah, ruang telah ada hanya didalam struktur (diluar
hanyalah alam, ketidakaturan dan tidak dapat diukur). Konsep ruang pada Arsitektur
Modern yaitu ruang tidak terbatas meluas kesegala arah, ruang terukur/terbatasi/terlihat
bayangan strukturnya (segi empat). Arsitektur Modern dipahami dalam tiga dimensi.
Ruang yang di dalam merupakan eksperimen ruang tak terbatas dengan partisi yang
dapat ditelusuri melalui ruang-ruang yang dilalui. Pola perletakan ruang lebih mengalir
dan berurutan berdasarkan proses kegiatan.
Pada perkembangannya Arsitektur Modern memiliki bentuk dan struktur yang tetap.
Bagian fisik dari Arsitektur Modern sebagai pemecahan yang radikal dari sebuah
masalah yang fungsional; yang tidak dapat hilang sebagai bagian dari estetika yang
merupakan manipulasi dari ruang yang tidak terbatas dan tidak terukur.
Berikut beberapa contoh tentang konsep bentuk dan ruang dalam Arsitektur Modern:
· Ruang yang tercipta haruslah seefisien mungkin, sesuai dengan kaidah industri.
Karena ruang adalah mesin untuk ditinggali/ditempati. Keindahan diperoleh dari
purism (kemurnian), dimana bentuk-bentuk yang digunakan adalah bentuk yang halus
dan sederhana.
· Ruang haruslah sederhana dan apa adanya, karena dari situlah estitika berasal.
Fleksibel adalah nilai tambah tersendiri bagi sebuah ruang yang dapat memberi kesan
dinamis dan adaptif. Secara struktural ruang harus terpisah antara kolom dan
dindingnya (skins & bones).
· Pembentukan ruang dimulai dari suasana, kemuian beralih pada fungsi. Keindahan
ditemukan dari produk industri dan bukan dari alam.
Penggunaan ornamen pada Arsitektur Minialis muncul kembali, namun bukan berupa
bentuk-bentuk rumit, tapi lebih sederhana dan sifatnya geometric. Penggunaan
ornamen ini juga lazimnya tidak dominan, namun hanya sebagai aksen pemanis saja.
Penggunaan pengolahan material pada bangunan juga lebih attraktif dan bervariasi.
Walaupun bentuk ekspresi box pada bentuk masih dominan, explorasi ke bentuk-
bentuk lainnya seperti bentuk lengkung dan bidang miring banyak diterapkan.
Karena menyikapi iklim tropis di Indonesia bentuk atap menyesuaikan dengan bentuk
atap pelana atau perisai/limasan dengan penutup atap genteng, ketimbang memilih
bentuk atap datar (cor beton). Akhirnya bisa dibilang Arsitektur Minimalis sekarang ini
merupakan Arsitektur Modern yang telah mengalami pengembangan desain sesuai
dengan fungsi, material dan konstruksi.
Rumah dengan gaya Arsitektur Modern didominasi eksterior jendela berukuran lebar
dan tinggi. Lis plang beton pada rumah modern didapati memanjang dengan kanopi
yang menjorok ke depan. Adapun untuk interior rumah dilengkapi dengan ornamen
sederhana dengan plafon bertingkat dan ruang kosong yang menambah kesan ruangan
yang lebih luas.
Ruang-ruang pada Arsitektur Modern saling terhubung satu sama lain tanpa sekat
pembatas. Ruang-ruang hanya dibatasi oleh interior yang tidak permanen. Ruangan
pun transparan, menggunakan dinding kaca sebagai pembatas.
Bahan bangunan yang sering digunakan untuk Arsitektur Modern biasanya stainless
steel finishing polished, kaca berwarna (printed glass), alumunium anodized. Bahan-
bahan yang digunakan tersebut merupakan bahan yang mencirikan Arsitektr Modern di
awal berkembangnya gaya Arsitektur Modern di Indonesia.
Arsitektur modern tidak dapat didefinisikan secara mentah. Ada banyak tokoh dan sumber yang
menjelaskan mengenai definisi arsitektur modern. Berikut merupakan beberapa pernyataan yang
berkaitan dengan arsitektur modern yang diperoleh dari buku berjudul ‘Arsitektur Modern Akhir
abad XIX dan abad XX’ karya Yulianto Sumalyo.
Agustus Welby Northmore Pugin (1812-52) dalam bukunya yang berjudul ‘Contrasts’ terbit tahun
1836 menjelaskan bahwa pada jaman pertengahan (mediaeval) Gereja di Kota Khatolik mulai
digantikan oleh pabrik, penjara dan pergantian fungsi lainnya. Penjelasan ini membuktikan bahwa
pada zaman itu muncul bangunan-bangunan dengan fungsi baru yang tidak pernah ada sebelumnya.
John Ruskin (1819-1900) seorang arsitek Inggris dalam bukunya yang berjudul Ketujuh Lampu
dalam Arsitektur “Les Sept Lampes de l’architecture (1849) menyebutkan pentingnya suatu bentuk
hommogen atau keseragaman untuk seluruh masyarakat. Pernyataan ini merupakan tanda
berakhirnya arsitektur gotik dan eklektik yang memiliki ciri khas daerah masing-masing. Disebutkan
juga bahwa Ruskin merupakan tokoh ideologi functionalism dan menganggap aliran arsitektur gotik
hanya dekorasi semata.
Sementara William Morris (1834-96) yang juga murid Ruskin menulis buku yang berjudul ‘Les arts
decoratifs, leur relation avec la vie moderne’ atau yang artinya berbagi seni, dan hubungannya
dengan kehidupan modern. Buku inilah yang menjadi cikal bakal ‘art noveau’ dan ‘modern style’.
Eugen Emmanuel Violet-le-Duc dalam bukunya yang berjudul ‘Dictionnarie raisonn de l’archtecture
fancaise du XI au XVI siecle’ (Kamus pemikiran arsitektur perancis abad XI hingga XVI)
menjelaskan bahwa arsitektur hendaknya mengungkapkan ‘kekuatan’ seperti halnya mesin uap,
listrik dan dapat memanfaatkan material baru seperti halnya baja. Pernyataan ini sekaligus
menjelaskan munculnya ide terhadap bentuk yang fungsional dan pemanfaatan material berteknologi
baru dalam arsitektur.
Dari pernyataan-pernyataan tokoh diatas dapat dipetik suatu gambaran bahwa arsitektur modern
merupakan suatu aliran/gaya arsitektur yang berkembang setelah arsitektur klasik. Arsitektur modern
berusaha meninggalkan dekorasi yang dianggap tidak fungsional pada bangunan dan lebih
menekankan kepada fungsi sehingga sering disebut juga fungsionalisme.
Karena hanya mengikuti fungsi, maka bentuk-bentuk pada arsitektur modern umumnya tidak
memiliki makna atau mengacu pada hal-hal tertentu maupun ciri khas suatu daerah. Hal inilah yang
kemudian menjadikan arsitektur modern bersifat homogen dan diharapkan bisa menjadi gaya yang
diterapkan semua orang dalam internasional atau international style.
Berdasarkan pernyataan tokoh-tokoh di atas juga dapat dikatakan bahwa arsitektur modern berusah
lepas dari pengaruh masa lalu dan berjalan menuju masa depan yang penuh dengan kecanggihan
teknologi serta penggunaan material baru.
Pengertian Modern
Kata modern dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang memiliki kaitan dengan setiap hal yang berkembang
pada masa kini atau yang menunjukkan karakter kekinian. Untuk suatu hunian, hunian yang modern berarti
hunian yang memiliki dan menunjukkan adanya ciri Arsitektur Modern. Hunian yang memiliki gaya Arsitektur
Modern harus mampu menghadirkan gaya hidup masa kini di dalam bangunan.
Menurut Prof. Ir. Sidharta, berasal dari kata latin “modernus,modo” yang artinya just now atau saat sekarang.
Modern dapat diartikan juga tidak menutup diri terhadap inovasi-inovasi baru yang memang sesuai dan dapat
diadaptasi oleh kondisi kita.
Menurut kamus bahasa indonesia kontemporer, [Link] Salim adalah Terbaru, Muktahir, biasanya lebih baik
dari yang lama.
1. Hasil pemikiran baru mengenai pandangan hidup yang lebih ‘manusiawi’ yang diterapkan pada
bangunan
2. Upayaya dan karya dalam bidang arsitektur yang dapat dihasilkan dari alam pemikiran modern yang
dicirikan sikap mental yang selalu menyisipkan hal-hal baru, hebat dan kontemporer sebagai
pengganti dari tradisi dan segala bentuk pranatanya.
1. Arsitektur Modern
2. Arsitektur Art Nouveau.
3. Arsitektur Brutalis.
4. Arsitektur Constructivist.
5. Arsitektur Ekspresionist.
6. Arsitektur Futurist.
7. Arsitektur Fungsional.
8. Arsitektur Internasional.
9. Arsitektur Organic.
10. Arsitektur Post modern.
11. Arsitektur Visionary
1. Anti ornament.
2. Efisien (hemat) dan efektif (sesuai kegunaan).
3. Gaya yang digunakan bersifat international.
4. Menggunakan teknologi tinggi.
5. Material modern.
6. Bangunan sederhana
1. Fungsi (Function)
Sekitar abad 20-an, arsitektur modern menyatakan bahwa bentuk ditentukan oleh
fungsi yang dipenuhi dan bentuk total bangunan berdasarkan keseluruhan fungsi yang
ditampung. Namun para ahli menyatakan bahwa fungsi saja tidak cukup. Disamping itu,
pembenaran dari arsitektur baru adalah dengan fungsi baru yang muncul dan fungsi
lama yang berubah.
Ketika material bangunan lama dan gaya lama ornamen digunakan, fungsi baru
memaksa arsitek pada era mesin uap untuk membangun dalam ukuran dan bentuk
yang dahulu tidak bisa diakui.
Pada abad ke-20, kesadaran mulai timbul, fungsi tua juga dalam transformasi. Arsitek
terlibat langsung dalam proses aktivitas sehari-hari. Hal ini menjadi pertimbangan bagi
arsitek untuk memikirkan ulang dari dasar seni mereka.
Slogan Le Corbusier “the house-a machine to live in” atau “rumah sebagai mesin untuk
tempat tinggal”. Slogan ini sangat radikal dan kerap disalahartikan. Terdapat dua hal
yang dimaksud Le Corbusier, pertama sebuah rumah yang menyerupai mesin yang
murah, standard, dilengkapi dengan baik, dan perawatan mudah. Tapi Ia juga
mengartikan sebuah rumah yang menyerupai mesin yang radikal cocok untuk
kebutuhan, dan dirancang dengan kejujuran.
Le Corbusier menggunakan ukuran dengan sistem modul berdasarkan dari figur
manusia ideal, yang merubah pandangan arsitek modern tentang fungsi dan
bagaimana mendesignnya.
Contoh:
Maison “Citrohan''
Di sini, Le Corbusier mengusulkan struktur tiga-lantai, dengan ruang tamu double-
height, kamar tidur di lantai dua, dan dapur di lantai tiga. Atap sebagai teras berjemur.
Pada eksterior Le Corbusier memasang tangga untuk menyediakan akses lantai dua
dari permukaan tanah.
[Link] (Form)
Bentuk dalam arsitektur modern merupakan periode yang membingungkan bagi para
praktisi, karena tidak ditentukan dan dibentuk dari fungsi maupun material yang dipakai.
Tidak satupun dari fungsi maupun konstruksi tanpa pengaruhnya dan orang yang
ternyata dengan semangat untuk solusi fungsional baru dan metode struktural baru
kemungkinan akan berpaling juga untuk ekspresi formal yang baru.
Idealnya, bentuk, fungsi, dan konstruksi harus muncul menjadi satu kesatuan dan
muncul menjadi bentuk yang khusus dan mendapatkan solusi yang tepat agar
menghasilkan bentuk yang spesifik; kritik plagiatisme pada arsitektur modern bukannya
tidak menghargai individualitas, tapi setiap bangunan merupakan problem yang unik
dalam tapaknya, lingkungan, dan menghasilkan solusi yang unik. Solusi-solusi yang
unik umumnya layak karena teknik-teknik konstruksi modern menjadikan semua bentuk
mungkin untuk dibangun.
Bentuk yang diinginkan adalah bentuk-bentuk sederhana, karena semua gaya lama
sangat kompleks dan dipenuhi oleh ornamen. Pada 1910 Adolf Loos menyatakan
bahwa dekorasi salah. Dengan esainya yang berjudul Ornament and Crime (1908) ia
menyatakan bahwa ornamen tidak cocok untuk manusia pada abad ke-20, ornamen
adalah tanda kebengisan atau kemunduran kriminal.
Arsitektur modern pada dasarnya masih melakukan pengulangan bentuk-bentuk
rasional pada awal abad 20 di mana fungsi masih menjadi inspirasi utama, dan pada
masa kini bebas dalam mengembangkannya.
Kemudian pemanfaatan material dan teknik konstruksi yang baru. Jika material baru
tidak dapat ditentukan dengan tegas dalam menetapkan bentuk-bentuk arsitektur
modern, muncul pemikiran baru tentang struktur yang tergantung pada tempat. Dan ini
saatnya untuk mempelajari hubungan antara ide dan material dalam konstruksi modern.
Contoh :
Saint-Pierre, Firminy
Bangunan berbentuk piramid dengan dasar persegi dari panjang sisi 25 meter yang diputar
dalam kerucut terpotong yang naik 33 meter. Pada ground floor, gereja mempunyai ruang
pameran dan ruang konferensi. Bentuk dan material yang digunakan (beton) memberi
kemampuan akustik untuk bangunan
[Link] (Construction)
Di Paris pada abad ke-20, arsitektur modern dianggap dipengaruhi dari beton bertulang.
Bangunan yang dapat disebut arsitektur modern yaitu tidak ada beton yang terlihat,
permukaannya dilapisi dan dicat seluruhnya untuk menyembunyikan bahwa bangunan
dibuat dengan berbagai macam material seperti batako, kotak belangga dan batu bata.
Anggaran bangunan modern untuk umum terlalu ketat dengan bahan yang belum teruji
dan konstruksi eksperimental. Bangunan lokal umumnya tidak menggunakan konstruksi
ini. Modernitas suatu bangunan terletak pada perencanaan fungsi, bentuk-bentuk
eksteriornya dan tersebar secara merata pada permukaannya untuk menyembunyikan
material yang tidak modern pada struktur yang telah dibangun.
Di Belanda, W.M. Dudok mengkombinasikan bentuk modernitas dengan permukaan
batu bata dan mendapat sambutan hangat di Inggris, tetapi secara universal dijelek-
jelekkan karena batu bata dianggap suatu pengkhianatan pada tujuan gerakan
arsitektur modern. Dan hal ini bertentangan dengan ajaran dinding bersih (Clean Wall
Orthodoxy) dari Adolf Loos.
Bangunan rumah diproduksi secara massal dibuat di pabrik dari bahan modern ringan.
Beberapa kemampuan struktur menular pada bangunan lain yang dibangun, atau
dibangun dari bahan yang sama.
Pergerakan modern memiliki dampak yang signifikan pada 1950, di mana pada saat ini
menimbulkan suatu perlawanan terhadap kemurnian persegi sehingga muncul generasi
baru yang mendukung prinsip konstruksi baru yang terjadi secara kebetulan yang
menyebabkan pergerakan modern menjadi gempar karena itu. Tetapi muncul sesuatu
yang baru lagi dalam situasi ini, aplikasi dari teknik yang baru dari pemikiran struktur
kurva yang akhirnya membuat terobosan yang massal.
Freysinner, Mailart, Nervi membuat suatu penyerangan tentative dan kecil untuk
menghadapi masalah kubah, mereka dan orang-orang kontemporer telah memulai
untuk mengakumulasi bagian dari pengalaman, aplikasi metode radikal dari tegangan
penguatan cangkang beton, penerapan teknik geometris radikal dalam membangun
struktur, yang pada akhirnya menghasilkan kebebasan. Mengikuti revolusi yang muncul
dan lebih mendalam daripada yang penemuan sebelumnya yaitu beton bertulang atau
struktur frame.
Kebebasan awalnya dibawa ke arsitektur melalui beton bertulang dan frame logam
dengan kemampuan yang terbatas daripada dengan mengurangi massa struktur pada
ground level. Kolom dapat lebih tipis dan terpisah lebih jauh, tembok tebal sebagai
penyangga tidak lagi dibutuhkan.
Dengan kata lain ketika jenis bentuk baru dan jenis rencana yang diinginkan, konstruksi
berada disana untuk mencapai hal itu, Besi dan kerangka beton dengan penyangga
kecil yang dimilikinya dan bentang lebar maka kemampuannya untuk berdiri sedikit
pada dasar, jalan straddle, cantilever dan menggunakan bahan batu solid sampai kaca
untuk kulit bangunan.
Revolusi struktur yang kedua hampir sama, namun terdapat sedikit kelebihan, kubah
tiba-tiba menjadi lebih mudah.
Pada waktu yang sama, kemampuan bahan sederhana lainnya untuk menghasilkan
struktur canggih sedang ditunjukkan di Milan, di mana di Triennale kesepuluh,
diperlihatkan dua kubah Buckminster Fuller terbuat dari lembaran karton dipotong dan
dicetak. Shuttering Candela menandai zaman, beton harus dituangkan dalam cetakan
kayu, yang termurah adalah membuatnya dari papan lurus, dan beton berbentuk
persegi. Bahkan jika dilakukan dengan baik dapat membentuk kubah multi lengkung
tapi shuttering kurva mahal. Candela menunjukan bahwa dengan memilih bentuk
geometris yang tepat bisa mendapatkan bentuk tiga dimensi kompleks melengkung dari
papan shuttering sederhana.
Perkembangan kemampuan struktur disebabkan karena pemikiran, bukan material
baru. Beton bertulang berjuang kembali dengan sistem baru, serta bentuk ringan, kayu
di papan laminas, membangun balok dan panel dari logam dan plastik. Metode baru
analisis struktur plastik memberi kehidupan baru untuk frame baja.
Ionel Schein menyarankan bahwa bentuk plastik sedang diciptakan dengan material
lain, tapi bahan-bahan baru tidak lagi berfungsi untuk menjelaskan apa yang baru
tentang arsitektur modern.
Contoh :
[Link] (Space)
Satu hal yang tak dapat disangkal tentang arsitektur modern adalah kesadaran dalam
memanipulasi ruang.
Dalam sejarah, ruang hanya di dalam struktur (diluar hanya alam, ketidakaturan dan
tidak dapat diukur). Renaissansce telah mengulanggi proses dan dapat dilihat dari
tampak luar bangunan (seperti yang dilakukan bangsa Yunani) yang terpisah dari seni.
Ciri bangunan bangunan dari mereka : kecil, kotak, mempunyai pusat dan tertutup.
Ruang pada zaman barok mengakui ketidakterbatasan, dilambangkan dengan tanda
salib yang memfokuskan pemandangan, cahaya yang jatuh di altar pada akhir nave
gelap.
Dasar ruang dari konsep arsitektur modern muncul yang pertama dirumuskan oleh
pelukis abstrak Belanda dan Rusia, lalu dibangun oleh Frenchmen seperti Le Corbusier.
Konsep ini berisi: Pertama, yang tak terbatas, dan meluas bebas segala arah (dalam
prakteknya, ditangani seakan ekstensi ke atas dan ke bawah yang yang sangat
menarik). Kedua, ruang terukur, ditentukan, struktur tak terlihat dan geometri. Biasanya
berbentuk persegi panjang, beberapa bagian diisi dan dikosongkan. Ketiga, ruang
arsitektur modern dipahami memiliki hubungan yang sangat istimewa untuk pengamat:
baik manusia atau benda, yang bergerak. Dalam satu cara, ruang interior bangunan
yang memiliki rangkaian partisi ruang yang tak terbatas oleh pengamat bergerak
melalui rute yang ditentukan. Dan ruang yang mengalir dari dalam maupun keluar
bangunan. Ruang dalam arsitektur modern tidak mengalir dari pusat-pusat ruang, tapi
mengalir dari sudut, ke balkon, sepanjang koridor, ke tangga, dll.
Arsitektur modern memiliki bentuk dan struktur yang tetap. Bagian fisik dari arsitektur
modern sebagai pemecahan yang radikal dari sebuah masalah yang fungsional yang
tidak dapat hilang sebagai bagian dari estetika yang merupakan manipulasi dari ruang
yang tidak terbatas dan terukur dan mengalir.
Contoh :
Farnsworth House
Terdapat dua bagian, lantai slab dan slab atap, dan tidak memiliki ekstensi ke atas atau
ke bawah, kecuali jika dapat dirasakan bahwa turun empat langkah kecil dari slab lantai
ke teras itu mengalir. Dua lempeng ini membatasi juga satu-satunya permukaan buram
pada bagian luar rumah yang lainnya transparan. Hasilnya, ruang interior dalam
berhubungan hampir total dengan ruang tak terbatas di luar, antara lempengan atas
dan bawah tidak ada koneksi terlihat, kecuali enam uprights dengan jarak teratur dari
struktur yang mengandung implikasi meluas melampaui atap slab
1. Le Corbusier [Link]
dunia-dan-karyanya/
(2011)
4. Kenzo Tange
1943)
7. Ludwig Mies van der Rohe
Ludwig Mies van der Rohe (27 Maret 1886 – 17 Agustus 1969) adalah
seorang arsitekberkebangsaan Jerman. Ia umumnya dipanggil Mies, sesuai nama belakangnya.
Ludwig Mies van der Rohe, bersama Walter Gropius dan Le Corbusier, dikenal luas sebagai para
perintis arsitektur Modern. Mies, seperti rekan-rekannya pasca Perang Dunia I, berupaya
menetapkan gaya arsitektur baru yang mampu mewakili zaman modern seperti yang dilakukan
arsitektur Klasik dan Gothik pada zamannya masing-masing. Ia menciptakan gaya arsitektur
abad ke-20 yang berpengaruh dengan kejelasan dan kesederhanaan yang ekstrem. Bangunan-
bangunan karyanya memanfaatkan material modern seperti baja industri dan kaca pelat untuk
menentukan ruang interior. Ia berupaya menciptakan arsitektur dengan sedikit kerangka struktur
yang diseimbangkan dengan kebebasan ruang terbuka yang mengalir bebas. Ia menyebut
bangunan-bangunannya arsitektur “kulit dan tulang”. Mies mengambil pendekatan rasional yang
dapat memandu proses kreatif perancangan arsitektur. Ia sering dikaitkan dengan aforisme “lebih
sedikit lebih baik” dan “Tuhan sangat terperinci“. Villa Tugendhat merupakan prototipe dan ikon
arsitektur modern di Eropa. Mies van der Rohe membangun Villa tersebut di kawasan Černá
Pole di Brno (Brunn), Republik Ceko pada 1928 – 1930 untuk Fritz Tugendhat dan istrinya
Greta.
8. Eugene Viollet Le Duc
Berasal dari Milan Italia, lahir tahun 1913. Selain sebagai arsitek
praktisi, pengajar juga banyak karya-karya tulisnya baik mengenai arsitektur kota maupun
arsitektur. Diantara karyanya: Teather Dunia I (II Teantro del mondo) 1978 di Venesia. Venesia
ini merupakan kota kuno abad pertengahan di Italia, termasyur dengan keunikannya “terapung”
di laut. Denahnya bujur sangkar 9,5 x 9,5 m2 di atas plarform semacam rakit 25 x 25 m. Bagian
utamanya tingginya 11 m, di atasnya terdapat sebuah menara berdenah segi delapan setinggi 6 m,
BAB II
ARSITEKTUR MODERN
Sejarah awal arsitektur modern
Pada awalnya Arsitektur Modern muncul sekitar tahun 1750-an di Eropa, dengan beberapa ciri
khas yaitu munculnya arsitektur bergaya Romantic Classicicm atau yang lebih dikenal dengan aliran
Neoklasik, adanya tata kota ideal dan rekayasa teknologi. Sebenarnya Arsitektur Modern baru muncul di
Eropa sekitar tahun 1860-an setelah dibangunnya Crystal Palace, sebagai suatu reaksi akibat ketidak
puasan akan gaya arsitektur klasik dan kombinasinya pada abad 18. Sedangkan di Amerika, gaya ini
mulai muncul sekitar tahun 1880-an. Akibat adanya berbagai gagasan baru, salah satunya adalah adanya
peran teknologi dalam perancangan bangunan yaitu penggunaan bahan-bahan baru seperti beton, besi,
baja, kaca, dan sebagainya, mulailah muncul berbagai macam struktur yang sekaligus mempengaruhi
bentuk-bentuk bangunan yang sebelumnya tidak ada. Gagasan baru tersebut terangkum dalam prinsip-
prinsip Arsitektur Modern.
Arsitektur Modern dapat dianggap sebagai suatu debat atau argumen terhadap peran arsitektur
klasik. Arsitektur Klasik mencerminkan banyak pandangan seperti moral atauekstravagan, imperialisasi
atau republik, bahkan intelektualitas atau militerisme. Tanpa disadari oleh beberapa Arsitek, ada
beberapa karya arsitek yang mengaku sebagai hasil cipta klasik tapi mempunyai ciri modern, dan
sebaliknya ada juga karya arsitek yang menyatakan sebagai karya arsitektur bergaya modern tapi
nyatanya malah bergaya klasik. Salah satu pengaruh terpenting dan terbesar pada arsitektur modern ini
adalah gerakan Arts and Crafts, yang ditemukan pada pertengahan abad 18 oleh William Morris di
Inggris. Morris mengkritik kualitas artistik yang miskin akan hasil produksi mesin pada saat revolusi
Industri. Meskipun Morris tidak merancang bangunan, pengaruhnya memberi motivasi akan kebebasan
dan semangat bereksperimen yang mendapatkan peran penting dalam arsitektur.
Gerakan modern dipercaya sebagai sesuatu yang baru dan segala bentuk klasik tidak diterima
oleh para arsiteknya. Pada umumnya arsitektur modern sengaja menciptakan pandangan yang
mencerminkan ide tentang masyarakat industri, berdasarkan kesederajatan dan biasanya mempunyai
sikap untuk memperbaiki hal-hal yang dianggap salah di masa lalu. Pandangan baru tersebut, seperti
masyarakat baru, umumnya tidak dimengerti atau belum dapat diterima masyarakat lain. Sangat ironis
apabila gerakan modern ini menolak keberadaan tradisi klasik karena tanpa diduga banyak juga karya
arsitektur modern yang terdapat unsur tradisi aristektur klasik di dalamnya, masih mengadopsi
beberapa bentuknya, dari urutan sampai pada bentuk kubahnya (dome), dan dengan inilah karya
tersebut dapat mengkomunikasikan nilai (pesan) tertentu, sehingga satu sama lain berbeda. Usaha
untuk menghilangkan tradisi tersebut sulit memang tidak pernah berhasil.
Gerakan modern ini sebenarnya lebih mengutamakan pada konstruksi dan beauty atau
keindahan. Di sini semua gerakan di alam dianggap mempunyai konstruksi sehingga menjadi indah.
Dinamis tetapi tetap sebuah konstruksi yang kaku tidak lagi statis, selalu dalam
keadaanequilibrium namun tidak kaku. Pada saat itu gerakan ini harus internasional atau men-dunia dan
dipraktekkan oleh semua arsitek pada saat itu. Semua benda mempunyai bentuk yang pas seperti
bentuk bendungan dan bangunan penyimpanan gandum yang bentuknya serupa di seluruh dunia.
Bahan-bahan pabrik seperti kaca sangat digemari dimana pada saat itu kaca dapat membentuk sebuah
volume ruang. Bagian dalam dapat terlihat dengan menggunakan kaca bagian luarnya menampilkan
sebuah kejujuran.
Arsitektur modern yang mulai muncul pada sekitar tahun 1750 di Eropa mempunyai beberapa
tanda, antara lain :
Ø Kehadiran arsitektur modern seiring dengan sedang munculnya Romantic Classicism, istilah populernya
adalah Neoklasik. Gaya ini dianggap serius apabila melibatkan emosi yang mengakibatkan prinsip-prinsip
arsitektur klasik tidak diterapkan sepenuhnya melainkan cenderung lebih condong memilih (gabungan)
gaya yang disukai saja, seperti gaya arsitektur Gothic dan Ionic.
Ø Adanya tata kota ideal, karena sejak 1750 timbul suatu masalah yaitu banyaknya tempat kumuh. Hal ini
membangkitkan gagasan kota ideal yang menyangkut polis, yang merupakan komponen masyarakat
yang diatur sehingga hidup selaras dan seimbang. Bagaimana cara mengatur sebuah lahan menjadi
bangunan merupakan bahan pertimbangan pembangunan kota itu sendiri, dengan kata kunci “mandiri”
atau self-sufficient.
Ø Adanya peran rekayasa dan teknologi. Insinyur sipil mulai banyak, yang kemudian mulai muncul bahan-
bahan serta bahan-bahan campuran baru seperti cairan aspal, beton, baja dan sebagainya. Hal ini
mempengaruhi pembangunan, terutama pada struktur bangunan sehingga mulai muncul bentuk-bentuk
baru baik itu struktur atau penampakkannya.
Sebenarnya arsitektur modern baru muncul sekitar tahun 1860-an di Eropa dengan bangunan
pertama yaitu Crystal Palace. Bentuk-bentuk yang digunakan merupakan bentuk-bentuk rasional yaitu
kaku biasanya berbentuk kotak terlihat masif dan jarang terdapat ornamen-ornamen penghias seperti
halnya pada gaya-gaya atau aliran-aliran sebelumnya. Penerapan bahan-bahan baru dapat terlihat pada
bangunan ini seperti penggunaan struktur besi, baja dan kaca serta beton. Sedangkan di Amerika,
arsitektur modern mulai muncul sekitar tahun 1880-an, dimana banyak dibangun gedung-gedung
bertingkat tinggi dengan struktur yang menggunakan bahan-bahan baru hasil fabrikasi terutama bahan
baja.
Prinsip-prinsip arsitektur modern antara lain :
Ø Sistem firmitas atau sistem kekokohan, dimana tiang dan lantai merupakan satu kesatuan
atau saling mengikat, ada pondasi dan penghubung lantai dasar sebagai pengikat konstruksi. Jadi pada
arsitektur modern ini lebih menonjolkan pada bentuk-bentuk yang dianggap kokoh.
Ø Adanya penggunaan bahan hasil pabrikasi untuk penutup atau kulit bangunan. Karena adanya revolusi
industri yang banyak menyebabkan penggunaan bahan-bahan pabrik menjadi tren saat itu. Bahan-
bahan yang banyak digunakan pada saat itu yaitu bahan-bahan baru seperti besi, baja, beton dan kaca.
Para arsitek pada saat itu sednag gemar-gemarnya menggunakan bahan-bahan ini.
Ø Terdapat sistem grid pada denah, tidak mempunyai pusat tertentu dan bentuknya biasanya asimetri.
Disini denah sudah lebih kaya akan bentuk dan tidak berbentuk simetris seperti pada denah-denah
bangunan beraliran klasik sebelumnya. Dan tidak mempunyai pusat-pusat tertentu.
Ø Selalu ada bukaan-bukaan (lubang-lubang) karena pada saat itu arsitek sudah mulai memikirkan
bagaimana menciptakan bangunan yang sehat yang diantaranya dengan menggunakan banyak bukaan-
bukaan (lubang-lubang) sebagai sirkulasi udara agar udara lebih nyaman di dalamnya.
Ø Alam dipinjam (dipasang) agar telihat sebagai ornamen tapi tidak menjadi bagian dari bangunan. Di
bangunan-bangunan modern penggunaan tanaman-tanaman hiasmerupakan pengganti dari ornamen-
ornamen estetis yang terdapat pada bangunan aliran sebelumnya.
Ø Adanya kontak dengan alam baik secara langsung ataupun secara tidak langsung. Alam disini mulai
diperhatikan kembali sebagai unsur yang penting baik itu sebagai penunjang kenyamanan
maupun kesehatan lingkungan bangunan.
Ø Ada keinginan akan sebuah lingkungan yang sehat, jarak antar bangunan berjauhan. Telah saya jelaskan
diatas bahwa arsitek beraliran modern mulai kembali memperhatikan kesehatan bangunan salah
satunya juga dengan cara memperjauh jarak antar bangunan disamping juga sebagai penambah unsur
keindahan dari bangunan itu sendiri lepas dari bangunan-banguna lain disekitarnya.
Ø Arsitektur modern bertulang punggung pada teknologi (dasar semua permasalahan).
Pada saat tahun 1850-an muncul sebuah gelar baru yaitu insinyur. Insinyur disini selain ahli
bangunan juga bisa membuat bangunan-bangunan tinggi atau pencakar langit juga dapat membuat
bangunan dengan struktur-struktur yang panjang seperti jembatan. Sehingga pada akhirnya muncul
istilah “ Form Follows Function “ yang dicetuskan oleh Louis Sullivan dimana bangunan yang baik tidak
harus indah namun ‘ benar ‘ makna, fungsi dan lain-lainnya. Pada saat itu bangunan –bangunan modern
juga sudah mulai berubah bentuknya misalnya pada bangunan-bangunan tinggi pada lantai 1 dan lantai
2-nya diberi ruang besar , mezanin dan terdapat tangga utama yang besar. Selain itu untuk memecah
kekakuan pada penampakkan fasad-nya diberilah aksen diatas-atas bangunan tinggi tersebut seperti
yang dilakukan pada gaya-gaya Art Nouveau. Namun pada saat itu arsitek besar seperti Louis
Sullivan tidak banyak mencipatakan sebuah bangunan hanyalah karena bangunan-bangunan ciptaannya
banyak ditiru dan dijiplak oleh arsitek-asitek lain pada zamannya. Namun kemudian Louis
Sullivanmenurunkan ilmunya ini kepada muridnya yang akhirnya juga menjadi arsitek besar pula
yaituFrank Loyd Wright.
Kemudian arsitek memanfaatkan pengetahuan yang dipunya oleh insinyur. Dan akhirnya arsitek
lebih kreatif dan mempunyai konsep pemikiran yang lebih dalam daripada insinyur, karena arsitek juga
mempunyai pengetahuan tentang ilmu seni yang tidak dipunyai oleh insinyur yang hanya mempunyai
ilmu teknik yang paten.
Kemudian pada sekitar tahun 1920-an muncullah suatu periode yang disebut dengan
Periode Heroic, dimana dimasa itu merupakan jaman penekanan ego pribadi, selain itu sudah
berkurangnya ornamen-ornamen yang menghiasi bangunan, namun ornamen-ornamen disini berfungsi
sebagai pemberi status, fungsi dan diletakkan di tempat-tempat tertentu. Sehingga kesimpulannya
adalah bahwa di masa ini telah terjadi penyederhanaan ornamen-ornamen. Di sini massa-massa
bangunan juga dibuat ekspresif namun menggunakan bahan-bahan pabrik sehingga mempunyai
ekspresi yang khas contohnya penggunaan bentuk-bentuk melengkung dan skylight. Periode ini juga
ditandai dengan keadaan politik Eropa yang saat itu tengah memanas yang menyebabkan munculnya
berbagai macam aliran. Seperti adanya Naziisme di Jerman dimana bangunan pada saat itu harus
berfungsi sebagai monumental, sedangkan di Italia adanya Fasisme yang mengakibatkan bangunan-
bangunan pada saat itu secara teknis mengikuti bentuk-bentuk bangunan klasik. Jadi dapat dilihat
bahwa pada saat itu karya-karya arsitektur haus monumental dan prinsip–prinsip arsitektur
klasik. Zailgeist yaitu arsitektur mengikuti perkembangan mekanisasi yang terjadi sedangkan Will to
form yaitu bahwa perancangan bangunan diserahkan sepenuhnya oleh arsitek yang merancangnya.
Pada tahun 1920 hingga 1930 bangunan yang diciptakan kebanyakan adalah bangunan-
bangunan tinggi atau bangunan pencakar langit. Karena pada saat itu ada anggapan bahwa semakin
tinggi sebuah bangunan semakin hebat. Di Jerman pada saat itu ada istilah Neve
Sachlichkeit atau Neuwe Zakelijaheid di Belanda yaitu sebuah sifat objektif yang baru. Dan di daerah
Skandinavia yang pada saat itu tidak tersentuh oleh dinamika politik yang tengah memanas di Eropa
Tengah mengakibatkan gerakan modernnya berbeda dengan di daerah Eropa tengah tersebut, bentuk-
bentuk bangunan di sana mengalah pada lansekap atau alam.
Akibat rasa optimis yang tinggi dan sikap yang idealis dari masyarakat modern, arsitektur
modern mulai menandakan tanda-tanda kegagalannya. Para arsitek dari gerakan modern mempunyai
suatu tujuan yaitu untuk menciptakan suatu gaya internasional atauInternasional Style, yang diterima
secara internasional dan seragam. Internasional Stylesebenarnya merupakan perumusan ide-ide dari
para pionir arsitektur modern sepertiHoffmann, Loos, Frank Loyd Wright, dan Walter Gropius. Ciri khas
bangunan bergaya internasional adalah penerapan bentuk-bentuk geometri, dinding berwarna polos
(putih), dan atap yang datar, serta biasanya terdapat taman di sekitarnya. Banyak karya-karya arsitektur
yang mengadopsi dari revolusi industri.
Prinsip-prinsip bangunan bergaya International yaitu :
Ø Volume metrik
Ø Regularity
Ø Anti ornamen terapan
Internasional style masih tetap populer ke seluruh dunia hingga sekitar tahun 1950-an. Pada
saat itu banyak arsitek muda yang menentangnya. Mereka percaya bahwa gaya ini tidak mempunyai
banyak variasi dalam desainnya karena keterikatannya pada bentuk geometri yang sederhana dan
kurangnya dekorasi. Sehingga pandangan industri yang diterapkan pada semua bangunan menjadi dasar
permasalahan yang sering dikritik. Penerapan ini gagal menampilkan kepentingan akan fungsi dari
berbagai bangunan, seperti perumahan, gedung perkantoran dan institusi-institusi baik pendidikan
maupun kebudayaan, memiliki bentuk yang mirip sehingga terlihat sama, dan yang hanya dapat
menandakan fungsinya adalah penggunaan skala yang berbeda.
Kelompok arsitek pertama yang menentang gaya tersebut menamakan diri theBrutalists.
Mereka mendasari desainnya pada pekerjaan akhir Le Corbussier, dan membuat bangunan yang polos
dan masif dengan bahan campuran / konkrit yang kasar serta kuat. Pemimpin kelompok ini adalah Kenzo
Tange (Jepang), J. Sterling dan Gowan (Inggris), dan Paul Rudolf (Amerika).
Sekitar tahun 1970-an dunia telah berubah dan kesemuanya diatur oleh Amerika. Kemudian
timbul Perang Dingin yaitu antara Blok Barat yang lebih menekankan industrialis dan Blok Timur yang
sangat tertutup sehingga disebut dengan Tirai Besi. Namun pada saat itu setiap negara mempunyai
program-program pembangunannya sendiri. Pada saat itu di Amerika terdapat 3 karakter yang
mempengaruhi karya-karya arsitektur diantaranya adalah formalis seperti Paul Rudolf yang lebih
mengutamakan ekspresi bentuk kemudian perfeksionis [Link] dimana lebih mengutamakan
kesempurnaan setiap detail dan bentuk. Sedangkan yang terakhir yaitu produktivitas yang lebih
mengutamakan pada kemajuan teknologi, efisiensi dan optimalisasi. Di Belanda arsitek-arsitek disana
kembali meneruskan gaya arsitektur modern lama, metabolisme dan split level seperti yang dilakukan
oleh Le Corbussier dan Van der Grough. Di Prancis banyak menggunakan teknologi logam seperti
pembangunan menara Eiffel jadi anggapan disana bahwa bangunan yang menarik yaitu bangunan yang
bisa dirakit. Di Jerman lebih mengutamakan pengekspresian bentuk-bentuk manufaktur, bangunan yang
bisa dirakit serta mengutamakan bentuk-bentuk yang ekspresif. Di Skandinavia, Alvaro Alto sebagai
arsitek penggerak disana lebih mengutamakan bentuk-bentuk konservatif dan bangunan harus
mempnyai unsur-unsur alam. Di Asia seperti di Jepang lebih mengutamakan bentuk-bentuk formalis dan
metabolis yang digerakkan oleh Kenzo Tange. Sedangkan di India dipengaruhi
olehLeCorbussier dan Charles Korea yang mengutamakan bangunan-bangunan arsitektur tropis.
Pada tahun 1970-an itu pula terbitlah sebuah buku yang berjudul “Complexity and
Contradiction”. Dan ada anggapan bahwa bangunan harus kompleks dan ramai tidak ada
lagiregularity dan simetris. Ornamen-ornamen bangunan timbul karena fungsi seperti adanya antena
sebagai sebuah sculpture. Charles Jenks menilai pada saat itu ada enam situasi penciptaan karya-karya
arsitektur yaitu situasi historis, stylish, tradisional, urban, super modern dan situasi adhoc. Kemudian
timbul pula aliran baru yang bernama aliran kalsik pasca modern yang berkembang karena situasi
historis pada tahun 1980-an. Maksud dari pasca modern disini yaitu sebuah upaya untuk menghadirkan
lebih dari sebuah pemahaman dari sebuah karya arsitektur. Kebanyakan karya-karya arsitektur, gaya
dan tipe berasal dari Barat, namun kemudian menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru dunia, ini
semua tergantung dari berkembangnya teknologi di bidang komunikasi.
Mungkin sekarang, gerakan arsitektur yang dikenal dan paling kontroversial adalah Post-
Modernism. Gerakan ini dimulai sekitar tahun 1960-an di Amerika. Gerakan ini tidak mempunyai gaya
atau teori umum tertentu. Mereka bergabung hanya karena menentang internasional style. Salah satu
arsitek terkenal pada saat itu adalah Robert Venturi. Sebagian besar arsitek Post-Modern
mengembalikan gaya-gaya terdahulu (klasik), yang sempat diabaikan oleh arsitek-arsitek modern awal,
dengan menerapkan unsur tradisi gaya tersebut pada karya-karyanya. Ketertarikan akan gaya-gaya
dahulu didasari akan keinginan untuk memelihara / menjaga gedung-gedung tua dan mengadaptasinya
untuk dipergunakan sebagai sesuatu yang baru atau dengan kata kata lain bangunan tua tersebut akan
memiliki fungsi baru. Sebagian besar karya arsitek Post-Modern adalah bangunan-bangunan berukuran
kecil seperti rumah dan toko.
Kesimpulannya adalah bahwa sebenarnya arsitektur modern tidak sepenuhnya mati karena
arsitektur modern dianggap sebagai asal-muasal gaya arsitektur sekarang. Sehingga banyak
karya arsitektur sekarang yang masih mengadopsi prinsip-prinsip arsitektur modern, meskipun
dalam desainnya terjadi penggabungan gaya lain, seperti gaya klasik-Renaissance, Neoklasik,
dan sebagainya. Dengan kata lain jiwa arsitektur modern masih dapat dilihat dan dirasakan
pengaruhnya pada desain suatu bangunan.
Masa kedatangan arsitektur modern
dalam makalah ini membahas tentang arsitektur modern, Arsitektur moderen
pertamkali muncul dan dikenal dibarat bersamaan dengan revolusi industri (1760-1870),
selain berdampak terhadap perkembangan tehnologi juga berdampak pada
perkembangan budaya dan sosial-politik. Dalam penerapannya era perkembangan
arsitektur ini disesuaikan dengan warna dan corek arsitektur yang sesuai dengan
zaman tersebut.
Masa era arsitektur moderen juga bisa disebut masa peralihan, yaitu masa peralihan
dari primitive, tradisional, neo klasik (abad ke-20) menuju masa corak design arsitektur
yang lebih maju (abad ke-21). Masa peralihan ini pun nantinya akan terus belanjut dari
satu era corak arsitektur yang satu ke masa arsitektur yang lainnya (yang lebih pas atau
cocok dengan zamannya). Era arsitektur moderen ini ditandai dengan penyederhanaan
ide-ide design dari ide-ide design yang berbentuk yang rumit dan bertele-tele.
Karena design ini lebih simple dan mencantumkan setruktur yang kokoh maka pada era
perang dunia ke dua, ide design ini banyak sekali diminati dan menjadi trend sampai
sekarang ini.
Arsitektur moderen lebih banyak berhubungan dengan (form follows function). Gerakan
modern dalam arsitektur mencoba menjawab kekacauan mengenai peranan
perencanan bangunan dengan adanya pengaruh revolusi industri (akibat kurangnya
pengertian tentang bagaimana tersebut bekerja). Contohnya diJepang sejarah desain
parametrik banyak dikembang, dalam pergerakan arsitektur yang dipelopori oleh Kenzo
Tange.
1. Dalam satu segi merupakan perkembangan dari zaman keiayan (heroic
period) dari hasil akhir Le Corbusier.
2. Dan dari segi lain; mirip dengan gerakan super sensualis (yang
menggambarkan keabsolutan teknologi yang kontras dengan nilai tradisional)
Dimana aliran/Metabolisme Jepang ditempatkan pada tradisi ini, sebab Jepang banyak
mengambil ide dan image, dan kemudian secara sistematis menyempurnakannya
(sehingga pada umumnya hasilnya lebih baik dari sumber/asal dari ide tersebut).
Masa jaya arsitektur modern
Masa jaya ini terjadi pada kurun waktu tahun (1880 – 1890) seiring dengan
dimulainya revolusi industry ke-dua, masa jaya ini ditandai dengan menggubah proses
produksi yang tadinya dilakukan diindustri rumahan digantikan dengan pabrik-pabrik
besar, sehinnga melibatakan mesin-mesin produksi secara besar-besaran guna
mencapai hasil yang sesuai diinginkan dan mempersingkat proses penyelesaian
pembanggunan.
Masa ini juga mempengaruhi fungsi atau peran seorang Arsitek dalam
keterlibatannya pada prosese pembangunan. Dimana fungsi Arsitek yang pertama
adalah memeperhitungkan bangunan dari segi bentuk, fungsi, dan ruang. Dan peran
yang ke-dua adalah sebagai pihak yang menghitunggkan bangunan dari segi struktur
dan kontruksi.
Arsitektur modern itu timbul karena adanya kemajuan dalam bidang teknologi
yang membuat manusia cenderung untuk sesuatu yang ekonomis, mudah dan bagus.
Hal itu dapat dilihat dari adanya penemuan – penemuan seperti dinamit yang
memudahkan manusia untuk menggali lubang atau penggunaan mesin yang dapat
mempercepat produksi dan menghemat tenaga manusia. Tapi itu semua tidak
membuat manusia senang karena penggunaanya yang disalahgunakan, karena dinamit
yang mestinya membantu manusia malah mencelakakan manusia, yang memudahkan
manusia malah menyulitkan manusia itu sendiri. Berarti apa yang dibuat didalam jaman
modern itu belum tentu bagus/masih ada kekurangannya. Dikatakan masih ada
kekurangannya karena yang diciptakan manusia itu pada dasarnya tidak ada yang
sempurna selain itu penggunaan yang disalah gunakan bisa membuat karya manusia
itu berbalik menjatuhkan manusia itu sendiri.
Arsitektur Modern sebelum Perang Dunia I dimulai dengan adanya pengaruh Art
Nouveau yang banyak menampilkan keindahan plastisitas alam, dilanjutkan dengan
pengaruh Art Deco yang lebih mengekspresikan kekaguman manusia terhadap
kemajuan teknologi. Konsep tersebut kemudian dimanifestasikan ke dalam media
arsitektur dan seni, serta gaya hidup. Arsitektur modern adalah suatu istilah yang
diberikan kepada sejumlah bangunan dengan gaya karakteristik serupa, yang
mengutamakan kesederhanaan bentuk dan menghapus segala macam ornamen.
Pertama muncul pada sekitar tahun 1900. Pada tahun 1940 gaya ini telah diperkuat dan
dikenali dengan Gaya Internasional dan menjadi bangunan yang dominan untuk
beberapa dekade dalam abad ke 20 ini.
Asal dan karakteritis arsitektur modern sampai sekarang ini masih di
perdebatkan dalam kalangan arsitek. Beberapa sejarawan melihat perkembangan
arsitektur modern sebagai perihal sosial yang kelat kaitannya terhadap pembaharuan
dan keringanan, suatu hasil dari perkembangan sosial dan politis. Arsitektur lainnya
yang melihat gaya modern sebagai sesuatu yang di kendalikan oleh teknologi dan
pengembangan produk dan dengan munculnya bahan-bahan yang dipakai dalam
membangun gaya bangunan modern seperti material besi, baja, kaca dan beton
menambahkan pengetahuan bahwa gaya modern adalah sebuah penemuan baru
dalam bidanga Revolusi Industri. Pada tahun 1796, Shrewsbury dengan gaya
desainnya ohwis yang tahan api, yang mana gaya ini bersandar pada besi cor dan batu
bata. Konstruksi seperti itu sangat memperkuat struktur bangunan, yang
memungkinkan mereka untuk mengakomodasi banyak mesin yang lebih besar.
Sejarawan lain menghormati pandangan modern sebagai suatu reaksi melawan
terhadap gaya ekletik dan mencurahkan perhatian mereka kepada gaya Jaman
Victorian dan gaya Seni Nouveau. Pada tahun 1900 sejumlah arsitek di seluruh muka
bumi mulai mengembangkan gaya arsitektur mereka beralih dari arsitektur yang klasik (
Gotik sebagai contoh) dengan berbagai kemungkinan teknologi baru.
Arsitek Louis Sullivan dan Frank Llyod Wright di Chicago, Viktor Horta di
Brussels, Antoni Gaudi di Barselona, Otto Wagner di Vienna dan Charles Rennie
Mackintosh di Glasgow, dan masih banyak lagi arsitektur modern lainnya berusaha
membangun gaya modern pada bangunan dengan meninggalkan gaya lama.
Sejak tahun 1920 yang paling terpenting dalam gaya bangunan adalah gaya
arsitektur modern yang telah menetapkan reputasi mereka. Tiga arsitektur modern
terbesar adalah Le Corbusier di Perancis, Mies van der Rohe dan Walter Gropius di
Negara Jerman. Mies van der Rohe dan Gropius keduanya adalah arsitektur yang
menangani gaya Bauhaus.
Arsitek Frank Llyod Wright sangat berpengaruh dalam perkembangan arsitektur
modern di Eropa. Wright adalah salah satu dari sekian banyaknya arsitektur yang
sangat berpengaruh dalam dunia perarsitekturan. Pada tahun 1932 didakan pameran
MOMA, Pameran Internasional Arsitektur Modern, yang dilakasanakan oleh Philip
Johnson dan kolaborator Henry-Russell Hitchcock.
Arsitektur moderen lebih banyak berhubungan dengan (form follows function).
Gerakan modern dalam arsitektur mencoba menjawab kekacauan mengenai peranan
perencanan bangunan dengan adanya pengaruh revolusi industri (akibat kurangnya
pengertian tentang bagaimana tersebut bekerja). Contohnya di Jepang sejarah desain
parametrik banyak dikembang, dalam pergerakan arsitektur yang dipelopori oleh Kenzo
Tange.
Dalam satu segi merupakan perkembangan dari zaman keiayan (heroic period)
dari hasil akhir Le Corbusier. Dan dari segi lain, yaitu mirip dengan gerakan super
sensualis (yang menggambarkan keabsolutan teknologi yang kontras dengan nilai
tradisional). Dimana aliran/Metabolisme Jepang ditempatkan pada tradisi ini, sebab
Jepang banyak mengambil ide dan image, dan kemudian secara sistematis
menyempurnakannya (sehingga pada umumnya hasilnya lebih baik dari sumber/asal
dari ide tersebut).
Berikut ini adalah beberapa latar belakang yang mendasari munculnya arsitektur
modern, yaitu sebagai berikut :
Dalam dunia arsitektur seringkali terjadi perubahan yang selaras dengan
perkembangan teknologi, politik, sosial, ekonomi.
Terjadinya spesialisasi dan terpisahnya dua keahlian, yaitu arsitek dalam hal fungsi;
ruang dan bentuk disatu pihak dan akhli struktur dan konstruksi dalam hal perhitungan
dan pelaksanaan.
Untuk menyebut gaya modern yang berornamen tersebut sebagai gaya modern murni
bukanlah hal yang tepat, lagipula proses berkembang gaya ini tidak terjadi di Indonesia.
Untuk menyebutnya sebagai gaya postmodern, apalagi, di Indonesia bahkan istilah ini
cenderung dihindari untuk menghindari ketidak-fahaman masyarakat. Sehingga gaya
arsitektur modern di Indonesia akan muncul sebagai gaya khas "Modern Indonesia"
dengan karakter sebagai beriku.
1. Memiliki perhatian yang besar terhadap fungsi ruang, yang didapatkan
dari pola aktivitas penghuni.
2. Memiliki perhatian yang besar terhadap material bangunan yang
digunakan untuk mendapatkan hasil akhir (estetika) yang diinginkan.
3. Memiliki analogi mesin dalam penataan dan pengembangan ruang-ruang.
4. Menghindari ornamen (bila murni gaya modern), atau menggunakan
ornamen (bila postmodern, atau diberi embel-embel semacam: arsitektur modern
etnik, arsitektur modern Bali, dan sebagainya).
5. Penyederhanaan bentuk dan ornamentasi dan penghilangan detail yang
'tidak diperlukan' sejauh keinginan desainer (atau pemilik bangunan).
b) Bagi mereka yang menempatkan Arsitektur sebagai karya yang estetik dan artistik,
tahun 1950-an dilihat sebagai titik awal kemerosotan Arsitektur Moderen dengan alasan
antara lain:
1. Karena Arsitektur telah kehilangan identitas/ ciri individual perancangnya. Tahun-tahun
itu, nama yang dikenal orang adalah nama biro-biro Arsitektur, bukan arsiteknya.
2. Walaupun Arsitektur menjadi sangat demokratis, dalam masyarakat tidak bisa
dihilangkan adanya hirarki atau kelas-kelas. Maka kata-kata demokratis itu sama saja
bohong/ omong kosong.
3. Dengan maraknya produksi massal, pabrik-pabrik dapat menghasilkan bahan-bahan
bangunan yang sejenis atau mirip, tapi dengan kualitas berbeda.
4. Karena penekanan perancangan pada space, maka desain menjadi polos, simpel,
bidang-bidang kaca lebar. Ciri ini juga disebut nihilism yang berarti tidak ada apa-
apanya kecuali geometri dan bahan. (Dengan demikian, siapa pun bisa menjadi arsitek.
Tidak ada bedanya arsitek atau bukan. Kalau sudah begini, apa gunanya sekolah
arsitek?)
5. Keseragaman bentuk yang geometris menyebabkan pemandangan yang disharmoni,
tidak menyatu dengan lingkungan. Terutama di Eropa, di mana bentukan yang
geometrik dianggap merusak dan memperburuk wajah lingkungan yang masih kental
dengan wajah-wajah neoklasik/pramodern.
6. Dengan hilangnya batas dunia, mengakibatkan hilangnya privacy. Contoh:
diterapkannya open plan, yang berarti anti privacy.
Pada masa ini timbul aliran yang disebut Eklektisisme, aliran yang berpedoman
mengambil yang paling baik diantara yang sudah ada, untuk digunakan sebagai bagian
dari sesuatu yang baru. Prinsip-prinsip perancangannya didasari pada kebutuhan,
fungsi yang dipadu dengan hasil penemuan teknik serta keindahan mesin,
menginginkan satu kesatuan antara manusia dengan lingkungannya. Ekspresi bentuk
massa bangunan serta materi yang dominan pada periode ini dapat dibagi atas:
Ø Bentuk curvelinier geometris yang plastis dengan penggunaan bahan dan struktur utama
pada umumnya beton serta struktur atap baja.
Ø Bentuk geometri (kubus, prisma), umumnya menggunakan baja sebagai struktur utama
dengan dinding kaca sebagai penutup.
Ø Arsitektur Landscape mulai dikembangkan, dengan menggunakan bahan, fungsi, sistem
pencahayaan, bentuk masa, dipengaruhi oleh keadaan iklim, topografi dan sifat
kenasionalan.
Tahun 50-an dikatakan sebagai puncak Arsitektur Modern di sebabkan oleh:
1. Karena tahun 50-an, segenap filosofi dan prinsip Arsitektur sebagai ilmu telah dapat
diformulasikan dengan sempurna dari ide sampai dengan realisasinya: bangunan kotak
dan geometris murni, Platonic solid, menjadi ekspresi yang pas bagi Arsitektur sebagai
ilmu, karena dalam ilmu, yang disebut bentuk jikalau memenuhi aturan-aturan geometri,
misalnya : lingkaran, bujursangkar, segitiga ( 2 matra/Dimensi ) dan bola, piramid,
kubus ( 3 matra/Dimensi ).
2. Karya-karya Arsitektur mampu dan sangat sempurna untuk
mengekspresikanspace/ruang (ciri utama ruang adalah: ada tapi tidak dapat dilihat )
yang diwakili oleh kaca lebar dan bidang-bidang polos (Kaca adalah elemen ruang yang
sangat tepat untuk mewakili ruang, karena kaca juga memiliki ciri `ada tapi tak terlihat’.
Bidang polos pun dianggap sebagai pengekspresi ruang).
4. PERIODE III fase I (1949 – 1958).
Pada periode ini penyatuan antara karakter bangunan dengan fungsi,
perancangan tidak hanya mempertimbangkan bagian dalamnya saja, tetapi juga
hubungannya dengan keadaan lingkungan di mana bangunan tersebut akan berdiri
(misalnya : iklim).
Bangunan yang ercipta mencerminkan suatu dialogi dengan teknologi, hal ini
terlihat dari penggunaan produk baru, seperti; baja, alumunium, metal, beton pracetak.
Yang penggunaannya dapat dibagi menjadi dua prinsip dasar yang berbeda yaitu:
v Dilihat dari segi keindahan eksterior dan interior (estetika).
v Dilihat dari metode produksi (efisiensi).
Ciri-ciri lain pada bangunan masa ini adalah:
1. Penggunaan bidang kaca yang lebar.
2. Penggunaan dinding penyekat yang diproduksi secara industrial.
3. Permukaan bangunan mulai agak kasar. (menjurus ke brutalisme).
4. Sistem “cantilever” dengan tujuan untuk mendapatkan lantai lebih luas.
Ada 5 aliran yang berkembang pada masa ini (1950an):
1. Aliran “penyederhanaan bentuk” (minimalism), di dalam kesederhanaan berusaha
mencapai efek yang kaya. Bentuknya lurus-lurus hampir sama untuk berbagai jenis
bangunan. ( tokohnya : Mies-van de Rohe).
2. Aliran “bentuk sesuai dengan fungsi dan bahan”, bila ada bagian yang perlu ditonjolkan
akan dibuat menonjol, sehingga ada variasi pada bentuk masanya. Aliran ini bentuknya
lebih plastis dibandingkan aliran di atas. (tokohnya: Alvar Aalto).
3. Aliran “pernyataan bentuk melalui struktur” (experimental structure), bentuk terlahir dari
permainan gaya-gaya struktural, sehingga tercipta bangunan yang istimewa bentuknya
dan berskala besar.(tokohnya: Eero Saarinen).
4. Aliran “organik” (organic architecture), berusaha menghubungkan alam dan lingkungan
ke dalam pemecahan masalah arsitektural (tokohnya: Frank Lloyd Wright).
5. Aliran “perubahan sikap terhadap zaman yang lampau”, menggunakan kembali
langgam- langgam dari masa lalu yang sudah dipermodern dan disederhanakan.
(tokohnya : Minoru Yamasaki).
5. PERIODE III fase II (1958 – 1966).
Setelah mengalami beberapa variasi sebagai akibat dari kemajuan teknologi
dan pandangan-pandangan pada fase I dan periode sebelumnya. Pada fase ini timbul
dua aliran yang menonjol di Eropa dan Amerika yaitu:
1. Aliran “Brutalisme”, berasal dari beton brut (beton telanjang), yang dipakai oleh Le
Corbusier pada bangunan Unite d’Habitation di Marseilles. Bangunan yang dibuat
dengan gaya seperti ini, yaitu menggunakan bahan bangunan yang kasar, seperti beton
expose, batu bata kasar dan bahan lain yang sejenis termasuk di dalam aliran ini.
Brutalisme mengalami dua fase, yaitu:
Ø Brutalisme dalam artian sempit dalam lingkungan Smitthsons (Inggris), lebih
mementingkan etika dari pada estetika.
Ø Internasional Brutalisme, disini lebih bertujuan pada estetika.
Brutalisme memulai suatu perancangnan dari kumpulan ruang yang kecil dan
terpisah serta dihubungkan dengan elemen-2 fungsional yang bebas dan dengan indah
dikembangkan ketika bergabung bersama. Bentuk keseluruhan dari bangunan
merupakan faktor yang menentukan, tetapi bagian-bagian individual dinyatakan dengan
tegas dan teliti. (tokohnya: Le Corbusier, Paul Rudolph, Michael Kallmenn, Eero Sarine,
Kenzo Tange, Stubbin).
2. Aliran “Formalisme” ,perancangan bangunan berdasarkan segi estetika, lebih
menonjolkan bentuk bangunan. Penampilan dipengaruhi oleh faktor emosi dan
perasaan dari arsitek, fungsi dinomer duakan, bentuk luar tidak sesuai dengan
fungsinya. Slogan “Form follows function” dirubah menjadi “Form evokes function”
(bentuk menciptakan fungsi), bentuk adalah merupakan titik tolak perancangan.
Formalisme dipengaruhi aliran lainnya:
Ø Formalisme vs Brutalisme; bertitik tolak pemikiran yang sama yaitu technical excellence,
kekuatan teknik sebagai suatu cara untuk mencapai keindahan ideal. (Paul Rudolph).
Ø Formalisme vs Neo-Historisme; ditrapkan bentuk-bentuk masa lampau yang tujuannya
untuk mencapai estetika, perletakan masa simetris, ada plaza di tengah dan
penyusunan ruangnya sama dengan masa abad XIX.
Faham dan aliran yang berkembang pada arsitektur modern memang banyak,
namun perbedaannya sangat tipis. Dan sering perbedaan ini lebih banyak disebabkan
oleh penekanan permasalahan yang berbeda, sedangkan inti permasalahannya sama,
yaitu ingin menciptakan arsitektur yang efisien.
Setelah berjalan beberapa lama, maka arsitektur modern dapat disimpulkan
mempunyai ciri sebagai berikut:
Ø Terlihat mempunyai keseragaman dalam penggunaan skala manusia.
Ø Bangunan bersifat fungsional, artinya sebuah bangunan dapat mencapai tujuan
semaksimal mungkin, bila sesuai dengan fungsinya.
Ø Bentuk bangunan sederhana dan bersih yang berasal dari seni kubisme dan abstrak
yang terdiri dari bentuk-bentuk aneh, tetapi intinya adalah bentuk segi empat.
Ø Konstruksi diperlihatkan.
Ø Pemakaian bahan pabrik yang diperlihatkan secara jujur, tidak diberi ornamen atau
ditempel - tempel.
Ø Interior dan eksterior bangunan terdiri dari garis-garis vertikal dan horisontal.
Ø Konsep open plan, yaitu membagi dalam elemen-elemen struktur primer dan sekunder,
dengan tujuan untuk mendapatkan fleksibelitas dan variasi di dalam bangunan.
Karakter arsitektur modern, menurut Bruno Taut:
· Bangunan mencapai kegunaan semaksimal mungkin, menjadi syarat utama dari
bangunan.
· Material dan sistem bangunan yang digunakan ditempatkan sesudah syarat di atas.
· Keindahan tercapai dari hubungan langsung antara bangunan dan kegunaannya,
ketepatan penggunaan material dan keindahan sistem konstruksi.
· Esteika dari arsitektur baru tidak mengenal perbedaan antara depan dengan belakang,
facde dengan rencana lantai, jalan dengan halaman dalam; tidak ada detail yang berdiri
sendiri, tetapi merupakan bagian yang diperlukan bagi keseluruhan.
· Pengulangan tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang harus dihindarkan, tetapi
merupakan alat yang penting dalam ekspresi artistik.
BAB III
KESIMPULAN
[Link]
[Link]/2015/05/[Link]
KESIMPULAN
Arsitektur klasik aadalah gaya bangunan dan teknik mendesain yang men-gacu pada
zaman klasik Yunani, seperti yang digunakan di Yunani kuno pada periode Helenistik
dan Kekaisaran Romawi. Arsitektur klasik dari bangsa yunani merupakan dasar dari
bangunan-bangunan klasik saat ini. Dari mulai masa kejayaan yunani kuno sampai
kejatuhan kerajaan ro-mawi, banyak bangunan-bangunan besar yang dibangun
menggunakan keahlian arsitektur handal.
Arsitektur modern adalah sebuah sesi dalam perkembangan arsitektur di - mana ruang
menjadi objek utama untuk diolah. Jika pada masa sebelum-nya arsitektur lebih
memikirkan bagaimana cara mengolah façade, orna-men, dan aspek-aspek lain yang
sifatnya kualitas fisik, maka pada masa arsitektur modern kualitas non- fisik lah yang
lebih dipentingkan. Fokus dalam arsitektur modern adalah bagaimana memunculkan
sebuah gaga-san ruang, kemudian mengolah dan mengelaborasinya sedemikian rupa,
hingga akhirnya diartikulasikan dalam penyusunan elemen-elemen ruang secara nyata
Bentuk Dan Fungsi Didalam Arsitektur Modern.
bentuk-dan-fungsi-dalam-arsitektur
Banyak orang menemukan bahwa ada hal-hal yang penting yang tidak dapat dipisahkan dari arsitektur
yaitu:tipe, fungsi,dan tektonis. Fungsi berbicara tentang kegunaan, dan tektonis mengenai struktural.
Dalam arsitektur modern banyak ditemukan tipe-tipe bangunan yang menawarkan suatu yang rasional,
suatu awal yang baik dari arsitektur suatu metode desain transformasi, tetapi perlu diperhatikan bahwa
suatu penemuan bentuk desain baru memainkan suatu peranan yang sangat penting dalam dunia
desain.
Fungsi dalam arsitektur modern dilihat sebagai suatu yang rasional dan ilmiah merupakan intisari
dari arsitektur modern. Einsenmann menentang fungsi yang menjadi suatu aspek yang berkelanjutan dari
teori arsitektur yang terus-menerus digunakan sejak jaman renaissance dan hubungan yang mendasar
dengan humanism sehingga arsitektur terus-menerus dalam kungkungan modernism. Einsemann
menjelasakn lebih lanjut bahwa yang seharusnya terjadi ialah dengan teori yang ada kita justru dapat
berkarya lebih jauh ,menyempurnakan apa yang telah ada, dengan demikian arsitektur terus bertumbuh
sejalan dengan perbedaan modernism dan humanism yang rumit,tidak sesimple yang dijelaskan pada
teori modernism.
Sehingga dapat mengubah cara pandang yang selama ini menjadi pola pikir arsitektur modern: bentuk
mengikuti fungsi. Dalam arsitektur modern terjadi suatu pemikiran yang memandang fungsi sebagai
suatu yang external,apa yang ada di dalam (jiwa) memancar keluar,ditentukan oleh fungsi. Jadi dalam
arsitektur modern fungsi itu sendiri merupakan jiwa dari arsitektur.
Debat serupa terjadi pada sentralis tektonik arsitektur, yang menyatakan bahwa suatu desain bangunan
baru dapat dikatakan memiliki nilai arsitektur bila orang lain memeliharanya. Bentuk/form yang terjadi
tidaklah menjadi pegangan bahwa karya itu dikatakan memiliki nilai arsitektur. Sehingga kembali muncul
pertanyaan :bila suatu proyek dibangun, bilamana bangunan/desain tersebut dikatakan memiliki nilai
arsitektur? Sejauh mana perbedaan yang terdapat antara bangunan dan arsitektur?
Arsitek demetri Porphyrios menyatakan pentingnya kehadiran bahan-bahan mentah, yang bukan hasil
dari produksi massal, seperti yang terjadi pada arsitektur modern, sehingga hal ini menjelaskan mengapa
modernism hanya memproduksi bangunan saja.
Posisi formalis menyatakan bahwa bentuk itu sendiri merupakan isi/inti dari arsitektur. Arsitektur
modernberhenti menghadirkan image yang dapat dikenali dalam kehidupan.
Dalam Arsitektur post modern abstraksi mulai berkembang dibangun dan diperluas dengan adanya suatu
tujuan yaitu menciptakan suatu bentuk gabungan untuk memperluas pola/bentuk desain yang terbatas
dari arsitektur modern, juga melebarkan pembangunan yang sempit pada arsitektur modern.
Grave yang bekerja sejak tahun 1976-1977 menggambarkan suatu hubungan antara arsitektur dengan
alam dan budaya. Sehingga pada tahun 1980 yang merupakan masa kejayaan untuk arsitek diusahakan
suatu bangunan signature yang diusahakan dapat mempengaruhi [Link] apa yang benar-
benar menjadi pasar massa pada saat itu ialah : bahwa adanya suatu bentukan “imitasi” yang justru
menjadi suatu fenomena komersiil, dan hal ini benar-benar menjadi suatu “pukulan” bagi dunia arsitektur.
Apabila suatu produk arsitektur mengalami peng”imitasi”an maka akan terjadi pengurangan pada
komponen aslinya.
Contoh bangunan yang mengambil tema arti adalah New Guggenheim Museum, Bilbao, Spanyol karya
Frank. [Link]
bentuk-dan-fungsi-dalam-arsitektur-2
Apa yang dulu tidak mungkin menjadi mungkin. Apa itu fungsi mengikuti bentuk?
Beranjak dari dalam, dari mana muncul suatu bentuk, bagaimana proses terjadinya suatu bentuk?
Mengapa suatu bentuk penting?
Apa beda antara bentuk yang satu dengan yang lain kalau ternyata fungsinya sama saja, lalu apa
keistimewaan dari bentukan/form,kalau yang dipentingkan fungsinya?
Dari sini kita beralih pada cara pandang manusia, apa yang dilihat manusia?
Ketertarikan secara fisik, atau langsung mengarah pada bagian dalam yang tidak dapat dilihat?
Bangunan secara fungsi boleh sama karena kebutuhan manusia itu-itu saja .
Kalau kita melihat fungsi saja yang menjadi jiwa/penentu keberhasilan suatu bangunan, lalu di mana
letak keistimewaan bangunan tersebut? fungsi yang menjadi jiwa, maka semua bangunan memiliki nilai
yang sama. Apakah itu berarti semua bangunan memiliki nilai arsitektur dilihat dari fungsi? Karena
manusia semua membangun dengan 1 tujuan, asal fungsi tercapai,bereslah!
Secara otomatis dan secara instant, begitu kebutuhan mendesak apa saja bisa digunakan asal fungsi
tercapai.
Kita berbicara mengenai bentuk. Apa bentuk bisa berubah semudah kita merubah fungsi?
Mau tak mau kita mengakui saat kita tertarik pada bangunan ,yang kita lihat pertama kali pasti
bentuknya,tidak mungkin kita melihat fungsinya yang tidak kelihatan.
Bentuk sebagai sesuatu yang esensial, memiliki nilai arsitektur tersendiri , yang unik, yang tidak bisa
dikopi, memiliki cita rasa tersendiri.
Bentuk sebagai jiwa dalam arsitektur. Kalau demikian bagaimana bisa terjadi suatu bentuk yang unik
,yang tidak hanya “wah” tetapi memiliki makna?
Bertolak dari cara pandang dan latar belakang yang dimiliki masing-masing arsitek apa yang sudah
terbentuk di dalam memancar keluar menjadi karakter dari apa yang didesain.
Seperti contoh New Guggenheim Museum, Bilbao, Spanyol karya Frank. [Link] diatas, Bangunan
museum ini memiliki form/bentuk yang brutal, menembus kemonotonan yang ada atau justru dengan
bentukan itu ingin menjadikan bangunan sekitar lebih hidup?
Bangunan ini memiliki konsep seperti awan di langit ditengah perkotaan dengan gedung-gedung yang
tinggi. Dengan demikian sang arsitek menciptakan suatu bangunan yang tetap tampil modern tanpa
mengacaukan keadaan sekitar. Bertolak dari konsep ini, sang arsitek membuat bentukan yang unik dan
memiliki karakter tersendiri tetapi tetap memiliki arti.