Pengaruh Pengetahuan Perpajakan pada Kepatuhan
Pengaruh Pengetahuan Perpajakan pada Kepatuhan
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh pengetahuan perpajakan dan sanksi
perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak dengan religiusitas sebagai variabel pemoderasi. Objek penelitian
menggunakan wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kudus. Teknik
pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling. Teknik analisis data menggunakan pendekatan
Structural Equation Model (SEM) dengan menggunakan metode alternatif Partial Least Square (PLS). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa : 1). Pengetahuan perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak, 2).
Sanksi perpajakan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak, 3). Religiusitas tidak mampu memoderasi
pengaruh pengetahuan perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak, 4). Religiusitas tidak mampu memoderasi
pengaruh sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak.
Kata Kunci: Pengetahuan perpajakan, sanksi perpajakan, religiusitas, kepatuhan wajib pajak
1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pajak merupakan salah satu penyokong perekonomian Negara. Hal ini dapat dilihat dari APBN (Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara) tahun 2018. Berikut ini APBN tahun 2018.
Tabel 1. Pendapatan Negara Tahun 2017 dan 2018 (Milyar)
No Uraian APBN 2018
1 Penerimaan Perpajakan 1.894.720,3
2 Penerimaan Negara Bukan Pajak 275.428,0
3 Penerima Hibah 1.196,9
Sumber : Kementerian Keuangan, 2018
Tabel di atas menunjukkan sebesar 86,8% penyokong perekonomian Negara bersumber dari penerimaan
pajak. Oleh karena itu Direktorat Jenderal Pajak berupaya untuk menumbuhkan tingkat penerimaan pajak melalui
wajib pajak. Wajib pajak diupayakan untuk mematuhi peraturan pajak sehingga pajak yang dibayarkan dapat
mendukung perekonomian. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah ini adalah bagaimana wajib pajak dapat
membayar pajak dan melaporkan pajak tepat waktu. Wajib pajak yang membayar dan melaporkan pajak tepat
waktu ini disebut dengan kepatuhan wajib pajak (Ermawati, 2018).
Kepatuhan wajib pajak ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Menurut Jayate (2017) pengetahuan
perpajakan dapat mempengaruhi kepatuhan wajib pajak. Pengetahuan pajak merupakan kemampuan yang dimiliki
oleh wajib pajak mengenai hak dan kewajiban sebagai wajib pajak sehingga wajib pajak mampu menghindari
sanksi perpajakan (Rahayu, 2017). Sesuai dengan Theory Planed of Behavior dimana seseorang mampu
berperilaku karena memiliki niat dan motivasi dari diri sendiri, dimana wajib pajak yang memiliki pengetahuan
yang tinggi akan berperilaku untuk mematuhi peraturan perpajakan (Ermawati, 2018). Hal ini sejalan dengan
penelitian yang telah dilakukan oleh Jayate (2017), Rahayu (2017), Nugroho, dkk (2016), Sari (2017), Basit
(2014), Rahmawaty dan Baridwan (2014), Widagsono (2017), Febriani dan Kusmuriyanto (2015), Ilhamsyah, dkk
(2016), Wati (2016), dimana pengetahuan perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. Namun
berbeda dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Ermawati (2018), Andinata (2015), menunjukkan
bahwa pengetahuan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak.
Disamping pengetahuan, religiusitas juga mendukung terhadap kepatuhan wajib pajak (Basri, dkk, 2014).
Religiusitas merupakan komitmen yang dimiliki oleh seseorang mengenai ajaran agama yang di anutnya (Jannah,
2017). Komitmen yang dimaksud ini misalnya : menjalankan perintah agama dan menjauhi larangan agama.
Menurut Ermawati (2018), wajib pajak yang religius dapat dilihat dari sikapnya dalam mematuhi peraturan
perpajakan. Wajib pajak akan mematuhi peraturan perpajakan karena takut untuk melanggar agama. Dengan takut
untuk melanggar agama, maka wajib pajak berusaha untuk meningkatkan pengetahuan perpajakan supaya wajib
pajak tidak keliru dalam melaksanakan kewajiban pajak. Dengan kata lain, wajib pajak yang memiliki religiusitas
tinggi akan berusaha meningkatkan pengetahuan perpajakan karena melanggar agama akan berdosa. Dengan
tingkat pengetahuan perpajakan yang tinggi ini sesuai dengan Theory of Planned Behavior akan berusaha untuk
termotivasi mematuhi peraturan perpajakan. Sehingga kepatuhan pajak akan meningkat.
655
Prosiding SENDI_U 2018 ISBN: 978-979-3649-99-3
Menurut Widagsono (2017), sanksi perpajakan mempengaruhi kepatuhan wajib pajak. Sanksi perpajakan
merupakan akibat yang diterima oleh wajib pajak ketika wajib pajak tidak mematuhi peraturan perpajakan
(Subekti, 2016). Sanksi perpajakan ini dapat digunakan oleh pemerintah untuk menertibkan administrasi
perpajakan supaya wajib pajak patuh terhadap peraturan perpajakan. Berdasarkan Theori of Planned Behavior,
bagi wajib pajak yang melanggar peraturan perpajakan, maka wajib pajak akan merasa takut untuk membayar
yang lebih tinggi dari pajak yang semestinya harus dibayar. Berdasarkan hal tersebut maka wajib pajak berusaha
untuk menghindari sanksi perpajakan yaitu dengan membayar dan melaporkan pajak tepat waktu. Hal ini sejalan
dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Sufiah (2017), Jannah (2017), Widagsono (2017), Ilhamsyah, dkk
(2016), Sanksi berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh
Basri, dkk (2014), Subekti (2016), Andinata (2015), Wati (2016), yang menemukan hasil penelitian bahwa sanksi
tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak.
Wajib pajak yang memiliki religiusitas yang tinggi beranggapan bahwa melakukan kecurangan pajak
berarti melakukan pelanggaran agama (Firmantyas dan Pertiwi, 2017). Untuk tidak berlaku curang maka wajib
pajak akan berusaha menghindari sanksi perpajakan. Wajib pajak yang memegang teguh ajaran agama, akan
menghindari sanksi perpajakan karena sanksi perpajakan merupakan pelanggaran agama. Dengan sikap wajib
pajak yang takut terhadap sanksi perpajakan ini, akan meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
Penelitian ini mengacu pada penelitian Ermawati (2018), namun penelitian ini berbeda dengan penelitian
sebelumnya. Perbedaannya terletak dari penggunaan variabel pemoderasi yaitu religiusitas untuk memperkuat
pengaruh antara pengetahuan perpajakan, sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak. hal lain yang
mendasari penelitian ini juga berasal dari research gap yang telah disampaikan di atas, maka penulis tertarik untuk
m
PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK DENGAN RELIGIUSITAS SEBAGAI
656
Prosiding SENDI_U 2018 ISBN: 978-979-3649-99-3
2.4. Religiusitas
Menurut Ermawati (2018), religiusitas merupakan seberapa besar tingkat keyakinan dan pemahaman wajib
pajak mengenai agama dan Tuhannya, sehingga wajib pajak berusaha untuk mematuhi peraturan perpajakan.
Sedangkan menurut Sufiah (2017) religiusitas merupakan tingkat keimanan dan pengetahuan yang dimiliki oleh
wajib pajak mengenai agama dan ajarannya. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa religiusitas merupakan
seberapa besar pengetahuan dan keyakinan yang dimiliki oleh wajib pajak dalam memandang agama dan
ajarannya terhadap kegiatan sehari-hari dimasyarakat dengan menjalankan kewajibannya sebagai wajib pajak.
2.5. Kepatuhan Wajib Pajak
Kepatuhan wajib pajak adalah sikap wajib pajak yang berusaha untuk mematuhi segala peraturan
perpajakan dengan tanpa dipaksa (subekti, 2016). Sedangkan menurut Sufiah (2017) kepatuhan wajib pajak
merupakan sikap wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya, yaitu wajib membayar pajak tepat
waktu dan wajib melaporkan pajak tepat waktu. Menurut Rahayu (2017), Kriteria wajib pajak yang patuh sebagai
berikut : 1). Tepat waktu dalam penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT), 2). Tidak memiliki tunggakan pajak,
3). Tidak pernah dipidana terkait pelanggaran pajak.
2.6. Kerangka Penelitian
Kerangka penelitian yang dapat di ajukan sebagai berikut :
H1
Pengetahuan
Perpajakan (PP)
H3 Kepatuhan Wajib
Pajak (KWP)
Religiusitas (R)
H4
Sanksi
Perpajakan (PS)
H2
Sumber : Ermawati (2018), yang dikembangkan oleh penulis
Gambar 1. Kerangka Penelitian
2.7. Hipotesis Penelitian
Hipotesis penelitian yang diajukan dalam penelitian sebagai berikut :
H1 : Pengetahuan perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak
H2 : Sanksi perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak
H3 : Religiusitas memoderasi pengaruh antara pengetahuan perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak
H4 : Religiusitas memoderasi pengaruh antara sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak
3. METODE PENELITIAN
3.1. Jenis Data dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan adalah jenis data kuantitatif. Sedangkan sumber data yang digunakan
menggunakan sumber data primer.
3.2. Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak
(KPP) Pratama Kudus. Sedangkan teknik pengambilan sampling menggunakan metode accidental sampling.
Untuk menentukan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian menggunakan teori dari Kuncoro dan
Sudarman (2018), dimana sampel untuk penelitian multivariate dapat ditentukan jumlahnya sebesar 100
responden.
3.3. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran Variabel
Variabel penelitian terdiri dari 1 variabel dependen yaitu kepatuhan wajib pajak, 2 variabel independen
yaitu pengetahuan perpajakan dan sanksi perpajakan, 1 variabel moderating yaitu religiusitas.
Definisi Operasional Variabel :
1. Pengetahuan perpajakan merupakan informasi pajak yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan dan
tindakan yang terkait dengan perpajakan (Subekti, 2016). Instrumen penelitian menggunakan Widagsono
(2017) terdiri dari 6 indikator pernyataan.
2. Sanksi perpajakan merupakan gambaran hukuman yang terstruktur dan bermakna bagi Wajib Pajak yang tidak
mengikuti peraturan perundang-undangan (Subekti, 2016). Instrumen penelitian yang digunakan
menggunakan Widagsono (2017) yang terdiri dari 3 indikator pernyataan.
657
Prosiding SENDI_U 2018 ISBN: 978-979-3649-99-3
3. Religiusitas merupakan keyakinan yang dimiliki oleh wajib pajak bahwa wajib pajak percaya terhadap Tuhan,
dimana wajib pajak takut melakukan pelanggaran peraturan pajak (Basri, dkk, 2015). Instrumen yang
digunakan menggunakan instrumen yang dilakukan oleh Widagsono (2017) yang terdiri dari 4 indikator
pernyataan.
4. Kepatuhan wajib pajak merupakan sikap wajib pajak dalam mematuhi Undang-Undang Pajak. Instrumen yang
digunakan menurut Widagsono (2017), dengan 5 indikator pernyataan.
Pengukuran variabel :
Variabel penelitian diukur dengan skala likert 5 point. Dimana 1). Sangat tidak setuju, 2). Tidak setuju, 3).
Netral, 4). Setuju, 5). Sangat setuju.
3.4. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Uji Interaksi atau sering disebut
Moderated Regression Analysis (MRA). Berikut ini persamaan regresi yang diajukan :
KWP = a + b1PP + b2SP + b3PP*R + b4SP*R + e
KWP : Kepatuhan Wajib Pajak
PP : Pengetahuan Perpajakan
SP : Sanksi Perpajakan
R : Religiusitas
a : Intercept
b1,b2,b3,b4 : Koefisien Regresi
e : error
Sebelum melakukan analisis data, maka instrumen penelitian harus memenuhi : uji validitas dan uji
reliabilitas. Selanjutnya juga harus memenuhi uji asumsi klasik yang terdiri dari : uji normalitas data, uji
multikolonieritas, uji heteroskedastisitas.
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
4.1.1. Uji Reliabilitas dan Uji Validitas
Uji Reliabilitas dapat dilihat dari besarnya nilai Cronbach Alpha > 0,60 (Ghozali, 2011). Berdasarkan tabel
2 didapatkan nilai Cronbach Alpha > 0,60 yang menunjukkan bahwa instrumen penelitian reliabel. Berikut ini
hasil uji reliabilitas :
Tabel 2. Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach Alpha Keterangan
Kepatuhan Wajib Pajak 0,805 Reliabel
Pengetahuan Perpajakan 0,761 Reliabel
Sanksi Perpajakan 0,786 Reliabel
Religiusitas 0,813 Reliabel
Sumber : Data Diolah Penulis, 2018
Uji validitas dapat dilihat dari besarnya nilai signifikansi < 0,05 (Ghozali, 2011). Berdasarkan tabel 3
didapatkan nilai signifikansi < 0,05 yang menunjukkan bahwa instrumen penelitian valid. Berikut ini tabel hasil
uji validitas :
Tabel 3. Uji Validitas
Variabel Signifikansi Keterangan
Kepatuhan Wajib Pajak 0,00 valid
Pengetahuan Perpajakan 0,00 Valid
Sanksi Perpajakan 0,00 Valid
Religiusitas 0,00 valid
Sumber : Data Diolah Penulis, 2018
4.1.2. Uji Asumsi Klasik : Uji Normalitas, Uji Multikolonieritas, Uji Heteroskedastisitas
Uji Normalitas dapat dilihat dengan Uji Kolmogorof Smirnov, dimana instrumen penelitian yang normal
harus memenuhi signifikansi > 5% (Ghozali, 2011). Berdasarkan tabel 4 didapatkan nilai signifikansi > 5%, yang
berarti instrumen penelitian memenuhi asumsi normalitas. Berikut ini hasil uji normalitas :
658
Prosiding SENDI_U 2018 ISBN: 978-979-3649-99-3
659
Prosiding SENDI_U 2018 ISBN: 978-979-3649-99-3
660
Prosiding SENDI_U 2018 ISBN: 978-979-3649-99-3
paham betul tentang pengetahuan agama, maka wajib pajak tidak paham bahwa membayar pajak untuk Negara
juga termasuk mematuhi ajaran agama, yaitu melakukan kebaikan untuk orang banyak. Dengan kata lain
religiusitas yang dimiliki oleh wajib pajak di Kabupaten Kudus, tidak mampu memoderasi pengaruh pengetahuan
perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak.
4.2.4. Religiusitas memoderasi sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak
Hasil pengujian hipotesis ke empat menunjukkan bahwa religiusitas tidak mampu memoderasi pengaruh
sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak. Religiusitas wajib pajak yang rendah ini merupakan tingkat
rendahnya pengetahuan agama yang dimiliki wajib pajak. Wajib pajak yang religiusitasnya rendah tidak akan
takut dengan sanksi perpajakan. Karena wajib pajak menganggap bahwa sanksi perpajakan secara kenyataannya
belum dijalankan secara tegas oleh aparat pemerintah. Sanksi perpajakan bukanlah hal yang penting bagi wajib
pajak, karena banyak kasus penggelapan pajak tidak di hukum dengan hukuman yang berat. Sehingga wajib pajak
berasumsi sanksi pajak bukan hal yang mengkhawatirkan, yang pada akhirnya wajib pajak tidak mematuhi
peraturan perpajakan. Dengan kata lain religiusitas tidak mampu memoderasi pengaruh sanksi perpajakan
terhadap kepatuhan wajib pajak.
5. KESIMPULAN
Berdasarkan analisis dan pembahasan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1).
Pengetahuan perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan membayar pajak, 2). Sanksi perpajakan tidak
berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak, 3). Religiusitas tidak mampu memoderasi pengaruh pengetahuan
perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak, 4). Religiusitas tidak mampu memoderasi pengaruh sanksi perpajakan
terhadap kepatuhan wajib pajak.
6. SARAN
Saran yang dapat kami berikan untuk penelitian selanjutnya diantaranya : 1). Sampel yang digunakan lebih
fokus dengan membandingkan wajib pajak orang pribadi yang berasal dari pengusaha dan wajib pajak orang
pribadi dari pegawai, 2). Teknik analisis data dapat menggunakan Moderate Regression Analysis (MRA) supaya
untuk bisa dibandingkan dengan penelitian ini, 3). Menambah variabel independen misalnya : kesadaran wajib
pajak.
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Kemenristek Dikti dukungan financial
terhadap penelitian ini. Penelitian ini merupakan hasil luaran tambahan dari penelitian dengan skema Penelitian
Dosen Pemula untuk Tahun Anggaran Tahun 2018.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Aditya, N, Andini, R, Raharjo, K. 2016. Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak Dan Pengetahuan Perpajakan
Wajib Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Membayar Pajak Penghasilan (Studi Kasus Pada KPP
Semarang Candi). Jurnal Riset Akuntansi Keuangan volume 2 nomor 3
[2] Andinata, M.C. 2015. Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi
Dalam Membayar Pajak (Studi Kasus Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Rungkut Di Surabaya).
Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol. 4 No.2
[3] Ajzen, I. 1991. The Theory of Planned Behavior Organizational Behavior and Human Decision Processes.
50, pp.179 211.
[4] Basit, A. 2014. Pengaruh Persepsi Kontrol Perilaku, Pengetahuan Pajak Dan Persepsi Keadilan Pajak
Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Jurnal TEKUN, Volume V, No. 01, 23- 48
[5] Basri, Y.M, Surya, R.A.S, Fitriasari, R, Novryan, R, Tania, T.S. 2014. Studi Ketidakpatuhan Pajak : Faktor
yang Mempengaruhinya (Kasus Pada Wajib Pajak Orang Pribadi yang Terdaftar di KPP Pratama Tampan
Pekanbaru). [Link]/makalah/[Link]
[6] Ermawati, N. 2018. Pengaruh Religiusitas, Kesadaran Wajib Pajak Dan Pengetahuan Perpajakan Terhadap
Kepatuhan Wajib Pajak. Jurnal STIE Semarang Vol 10 No 1
[7] Febriani, Y. Kusmuriyanto. 2015. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak.
Accounting Analysis Journal AAJ 4 (4). Universitas Negeri Semarang
[8] Firmantyas, I. Pertiwi, P. 2017. Moral Pajak: Sebuah Opsi Peningkatan Kepatuhan Pajak Masyarakat
Muslim. Jurnal Al Qardh, Volume V, Nomor 1, IAIN Palangka Raya
[9] Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21, Edisi 7. Semarang:
Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
[10] Ilhamsyah, R, Endang, M.G.W, Dewantara, R.Y. 2016. Pengaruh Pemahaman dan Pengetahuan Wajib Pajak
Tentang Peraturan Perpajakan, Kesadaran Wajib Pajak, Kualitas Pelayanan, dan Sanksi Perpajakan terhadap
Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor (Studi Samsat Kota Malang). Jurnal Perpajakan (JEJAK) Vol.
8 No. 1
661
Prosiding SENDI_U 2018 ISBN: 978-979-3649-99-3
[11] Jannah, I.N. 2017. Pengaruh Dimensi Konsekuensi Religiusitas Dan Sanksi Perpajakan Terhadap Kepatuhan
Dalam Perpajakan (Studi Pada KPP Pratama Kabupaten Boyolali). Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta
[12] Jayate, R.P.S.E. 2017. Pengaruh Pengetahuan Tentang Pajak, Sanksi Pajak, dan Pemeriksaan Pajak Terhadap
Kepatuhan Wajib Pajak di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun
2016. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta
[13] Kementerian Keuangan, 2018. Nota Keuangan Beserta Anggaran Pendapatan Belanja Negara tahun 2018
Buku II. [Link]
[14] Kuncoro, A, Sudarman. 2018. Metodologi Penelitian Manajemen. Penerbit Andi : Yogyakarta
[15] Rahayu, N. 2017. Pengaruh Pengetahuan Perpajakan, Ketegasan Sanksi Pajak, dan Tax Amnesty Terhadap
Kepatuhan Wajib Pajak. Akuntansi Dewantara Vol.1 No.1. Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata
Taman Siswa
[16] Rahmawaty, S. Baridwan, Z. 2014. Pengaruh Pengetahuan, Modernisasi Strategi Direktoral Jenderal Pajak,
Sanksi Perpajakan Dan Religiusitas yang Dipersepsikan terhadap Kepatuhan Perpajakan. Jurnal Ilmiah
Mahasiswa FEB, [Link] Universitas brawijaya
[17] Sari, V.A.P. 2017. Pengaruh Tax Amnesty, Pengetahuan Perpajakan, Dan Pelayanan Fiskus Terhadap
Kepatuhan Wajib Pajak. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi Volume 6, Nomor 2
[18] Subekti, S.A. 2016. Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dengan Preferensi
Risiko sebagai Variabel Pemoderasi (Studi Kasus pada Wajib Pajak Badan Hotel Di DIY).
[Link]
[19] Sufiah. 2017. Pengaruh Faktor Internal dan Faktor Eksternal pada Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Di
Kota Surabaya. [Link]/[Link]/jurnal-akuntansi/article/download/.../15894
[20] Wati, R. E. 2016. Pengaruh Pengetahuan, Modernisasi Strategi Direktorat Jenderal Pajak, Sanksi Perpajakan,
Kualitas Pelayanan Fiskus dan Religiusitas yang Dipersepsikan terhadap Kepatuhan Perpajakan. Skripsi.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta
[21] Widagsono, S. 2017. Pengetahuan Perpajakan, Sanksi Dan Religiusitas Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak
(Studi Kasus KPP Pratama Kepanjen). Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik
Ibrahim
662