Beton Limbah Keramik Mutu Tinggi 95,84 MPa
Beton Limbah Keramik Mutu Tinggi 95,84 MPa
AATREYA ABHIJAY
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK
2019
2
Ir. R.
NIP. 196205281991031009
`Universitas Indonesia
3
Biodata Pembimbing
Nama Lengkap : Dr. Dipl.-Ing Nuraziz Handika, S.T.,
M.T., [Link].
NIP : 041203026
Jurusan/Prodi : Teknik Sipil/Teknik Sipil
Alamat rumah : Jl. Pangkalan Jati VI No. 36 RT
Melayu, Jakarta
Mahasiswa 2
Nama Lengkap : Naksatra Adhika Aswonoputro
NPM/Angkatan : 1606907322/2016
Jurusan/Prodi/Semester : Teknik Sipil/Teknik Sipil/6
Alamat rumah : Jl. Poncol lestari no.12 lebak bulus
No. HP : 081382238151
`Universitas Indonesia
4
Mahasiswa 3
Nama Lengkap : Jourast Ladzuardy Putra
NPM/Angkatan : 1506729020/2015
Jurusan/Prodi/Semester : Teknik Lingungan/Teknik Lingkungan
/8
No. HP : 085694073930
Alamat rumah : Jalan Delima Raya Blok 13 No. 10 Malaka
`Universitas Indonesia
5
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
rahmat karunianya yang telah Ia berikan sehingga penulis dapat menyelesaikan
proposal National Concrete Competition yang diadakan oleh Civil Brings
RevolutionI Universitas Lampung pada tahun 2019 ini. Proposal ini dibuat
bertujuan sebagai bentuk kontribusi penulis sebagai mahasiswa dalam melakukan
penelitian khususnya di bidang material beton.
Penulis mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuan yang diberikan
berbagai pihak yang telah membantu dalam terselesaikannya proposal ini,
terkhusus kepada:
1. Dr., Dipl.-Ing. Nuraziz Handika, S.T., M.T., [Link] selaku dosen
pembimbing kami dalam National Concrete Competition yang diadakan
oleh Civil Brings RevolutionI Universitas Lampung yang telah
membimbing kami dari awal hingga terselesaikannya proposal ini.
2. Keluarga yang telah memberi dukungan baik itu dukungan moral
maupun material kepada penulis dalam menyelesaikan proposal ini.
3. Teman-teman yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan
proposal ini.
Dalam pengerjaannya, penulis sadar bahwa masih terdapat kesalahan dan
kekurangan dalam pembuatan proposal ini. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun dari pembaca sangat diharapkan dalam penyempurnaan di kemudian
hari.
Penulis
`Universitas Indonesia
6
Daftar Isi
LEMBAR PENGESAHAN NATIONAL CONCRETE COMPETITION
CBR UNILA 2019 ................................................................................................ 2
ABSTRAK ............................................................................................................. 8
`Universitas Indonesia
7
BAB 6 PENUTUP................................................................................................ 34
`Universitas Indonesia
8
ABSTRAK
Pencemaran lingkungan pada biosfer terjadi di berbagai aspek seperti tanah dan
udara. Pada tanah biasanya diakibatkan oleh limbah yang sukar terdegradasi.
Limbah keramik adalah salah satu jenis pencemar dengan ikatan logam berat seperti
Al2O3, Li2O, ZnO, MnO, & Fe2O3 yang sulit terdekomposisi secara alami oleh
tanah. Semetara pada udara semua jenis partikel logam berat tersuspensi seperti fly
ash tergolong sebagai limbah yang dihasilkan dari pembakaran batu bara. Kedua
jenis limbah tersebut perlu dikelola dan dimanfaatkan. Melihat nilai guna sisa dari
kedua limbah, keramik memiliki densitas yang cukup baik yang mampu mencapai
2,4-2,6 x 103 kg/m3. Nilai densitas yang baik dapat mendukung kuat tekan yang
semakin baik dan dapat digunakan sebagai agregat kasar dalam beton. Oleh
karenanya pada studi ini dilakukan penelitian serta pembuatan benda uji beton
dengan menggunakan agregat kasar berupa limbah keramik sebagai pengganti
kerikil dan fly ash sebagai bahan tambah pengganti semen yang mampu mencapai
kuat terkan 95,84 MPa pada hari ke 28. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan
dengan metode penelitian yang dimulai dengan studi literatur kemudian dilanjutkan
dengan uji bulk density limbah keramik yang didapat dari pabrik keramik PT.
Haeng Nam Sejahtera Indonesia hal ini bertujuan untuk mengetahui nilai bulk dari
keramik tersebut yang merupakan bahan pengganti agregat kasar. Setelah dilakukan
proses bulk density dilanjutkan dengan perhitungan mix design dengan asumsi
kekuatan lebih dari 95,84 MPa kemudian dilanjutka n dengan proses trial mix serta
melakukan slump test pada beton segar dan menyetak beton pada cetakan silinder
dan melakukan tes kuat tekan beton.
`Universitas Indonesia
9
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Depok merupakann kota satelit dari Jakarta sebagai Ibu Kota memiliki 6
pusat perekonomian yakni Cinere, Bojongsari, Cimanggis, Cibubur, Tapos, dan
Citayam. 2 Diantara keenam kawasan tersebut merupakan kawasan Industri yang
menjadikan keramik sebagai komoditas produksi utamanya (Alexander, 2013).
Keramik sendiri merupakan material yang getas dan mudah retak yang
memiliki masalah serius selama proses produksi dan pemasangan. Sifat getas ini
sendiri membuat keramik mampu menbangun pembatas tinggi pada zaman dahulu
(yang sekarang digantikan dengan beton). Pada penggunaan structural jenis
pengaplikasian dari keramik sendiri beragam dari penilitian sifat getas pada beton
hingga valve, bahkan pelelehan metal (Casasola, Rincon, & Romero, 2012).
Akan tetapi pada setiap produksi selalu menghasilkan residu atau limbah
yang mencemari lingkungan. Dari bahan seperti keramik sendiri limbah dari pabrik
keramik biasa berasal dari kegagalan produk. Produk yang gagal dan tidak
memenuhi standar kualitas biasanya dibuang atau diberikan kepada pengepul
(dijual sebagai bahan bangunan dengan harga murah). Sayangnya ada juga bagian-
bagian limbah yang tidak mampu memenuhi standar kualitas minimum dari dari
sebuah keramik dan hanya terbuang saja tanpa bisa digunakan.
Oleh karenanya pemanfaatan dari limbah keramik perlu digalakan terlebih
keramik sendiri yang memiliki kuat tekan cukup tinggi. Pecahan-pecahan keramik
gagal produksi maupun sisa dari bahan bangunan dapat dimanfaatkan kembali
untuk menciptakan beton mutu tinggi yang ramah lingkungan (mengurangi
penggunaan limbah.) terlebih jika dikombinasikan dengan penggunaan admixture
ynag merupakan limbah juga seperti fly ash (Abu terbang).
1.2 Permasalahan
Tingginya angka dari limbah keramik pada daerah Depok merupakan
bagian permasalahan lingkungan yang harus ditangani. Diperlukan penanganan
limbah tersebut agar dapat memenuhi kegunaannya dan tidak terbuang begitu saja
sementara limbah keramik sendiri memiliki nilai kuat tekan yang bisa
`Universitas Indonesia
10
dimanfaatkan. Oleh karena itu, permasalahan yang ada dapat dirumuskan menjadi
:
1. Apakah substitusi agregat kasar dengan limbah keramik mampu menghasilkan
beton mutu tinggi?
2. Bagaimana cara mix design beton dengan campuran limbah keramik?
1.3 Tujuan
Mix design beton menggunakan limbah yang terbuang dari pabrik-pabrik
di daerah Depok diantaranya keramik oleh karenanya tujuan dari penelitian ini
ialah:
1. Pembuatan beton dari limbah keramik yang ditargetkan meiliki kuat tekan
mencapai 95,84 MPa;
2. Melakukan mix design dengan campuran limbah keramik sebagai agregat kasar
hingga beton mencapai kuat tekan 95,84 MPa;
1.4 Manfaat
Manfaat dari penelitian ini sendiri ialah adanya luaran berupa beton
dengan kuat tekan tinggi yang terbuat dari limbah keramik sehingga kedepannya
limbah tersebut dapat dijadikan bahan pengganti agregat kasar dengan
mempertimbangkan aspek kelimpahan limbah tersebut seperti di dearah Depok,
Jawa Barat.
`Universitas Indonesia
11
`Universitas Indonesia
12
2.2 Keramik
Keramik merupakan campuran padatan yang dibentuk oleh perlakuan
panas dan tekanan tinggi pada materi logam-non logam. Hasil dari perlakuan
tersebut ialah sebuah material bersifat getas dan non-konduktor yaitu keramik.
Keramik sendiri biasa diasosiasikan sebagai kerajinan tangan, gerabah, atau patung
(Ball & Taschek, 2015).
Keramik sendiri dahulu dibuat secara tradisional menggunakan bahan
dasar hanya tanah liat atau silika mikrostruktur berpori kasar tidak merata dan
multifase. Seiring dengan perkembangan teknologi ketelitian dalam membuat
keramik serta variasi bahan dasar dari keramik pun bertambah seperti penggunaan
pasir feldspar dan dibentuk dengan slip casting (Zhang & Ma, 2009).
Sebagai klasifikasi keramik terbagi atas keramik keras, tahan aus, rapuh,
tidak tahan panas, tahan api, sebagian, ada yang transparan, stabil dan tahan dari
oksidasi. Kondisi keramik diatas tidaklah sama untuk semua jenis keramik karena
ada beberapa keramik yang bersifat termal dan konduktif
`Universitas Indonesia
13
Bahan keramik terdiri dari fasa kompleks yang merupakan senyawa unsur
logamdan non logam yang terikat secara ionik maupun kovalen. Keramik pada
umumnya mempunyai struktur kristalin dan sedikit elektron bebasnya. Susunan
kimia keramik sangat bermacam-macam yang terdiri dari senyawa yang sederhana
hingga campuran beberapa fasa kompleks. Hampir semua keramik merupakan
senyawa-senyawa antara unsur elektropositif dan elektronegatif. Keramik memiliki
sifat-sifat antara lain mudah pecah dan getas. Kekuatan dan ikatan keramik
menyebabkan tingginya titik lebur, tahan korosi, rendahnya konduktivitas termal, dan
tingginya kekuatan kompresif dari material tersebut. Secara umum keramik
mempunyai senyawa-senyawa kimia antara lain: SiO2, Al2O3, CaO,Na2O, TiC, UO2,
PbS, MgSiO3 dan lain-lain (Danzer, 2014)
Tabel 2.1 Modulus Pecah serta Modulus Elastisitas dari berbagai jenis
keramik
`Universitas Indonesia
14
`Universitas Indonesia
15
𝐷𝑖𝑚𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑡𝑒𝑟𝑘𝑒𝑐𝑖𝑙
𝑀𝑆𝐴 ≤
5
Untuk struktur slab bisa digunakan:
`Universitas Indonesia
16
𝑇𝑒𝑏𝑎𝑙 𝑆𝑙𝑎𝑏
𝑀𝑆𝐴 ≤
5
atau ≤ 0,75 dari jarak bersih antar tulangan beton
c. Penentuan kandungan air adukan (W) dan kandungan udara (A)
Jumlah air adukan (W) ditentukan berdasarkan nilai slump dan tipe beton
sesuai ACI 211.1-91
Tabel 2.3 Perkiraan kebutuhan campuran air dan udara untuk perbedaan
workability dan MSA
`Universitas Indonesia
17
Tabel 2.4 Hubungan antara rasio w/c dengan kuat tekan rata-rata
e. Menghitung kandungan semen, setelah didapat jumlah air adukan dan harga
w/c maka dapat dihitung jumlah kandungan semen yaitu :
𝑤
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑚𝑒𝑛 ∶ 𝐶 =
𝑤/𝑐
f. Menghitung kandungan agregat kasar (Ca) dapat ditentukan berdasarkan
Fitness Modulus (FM) dari pasir dan ukuran agregat kasar maksimum (MSA)
Tabel 2.5 Volume kering dari agregat kasar per berat unit beton
`Universitas Indonesia
18
g. Hingga poin f. seluruh berat material telah didapati dan tersisa berat agregat
halus. Penghitungan berat agregat halus menyesuaikan berat dari beton segar
yang didapat dari tabel berikut:
Tabel 2.6 Estimasi berat beton segar
`Universitas Indonesia
19
`Universitas Indonesia
20
Tabel 2.9 Perkiraan pertama kebutuhan campuran air dan udara dari
beton segar dengan 35% void
𝑏𝑢𝑙𝑘 𝑑𝑒𝑛𝑠𝑖𝑡𝑦
dengan perhitungan void content V,% = ( 1 − ) 𝑥 100
𝑑𝑒𝑛𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑟𝑒𝑙𝑎𝑡𝑖𝑓 𝑥62,4
Sementara untuk proporsi campuran fly ash digunakan standar sesuai tabel
berikut
Tabel 2.11 Presentase fly ash pengganti semen portland
`Universitas Indonesia
21
`Universitas Indonesia
22
Gambar 2.1 Grafik sieving dari agregat kasar dan keramik ter-polish
Sumber : (Sharma, Kumar, Kumar, Thomas, & Gupta, 2017)
2. Persiapan dari penngetesan spesimen
untuk menyelidiki kesesuaian pemakaian limbah keramik keramik sebagai
pengganti agregat kasar pada beton, Beton mutu M30 di desain (sesuai standar
IS|10262:2010) dengan rasio w/c 0,38. Selain itu rasio w/c 0,4 dan 0,42 juga
diteliti. Rasio dari semen, agregat halus, dan agregat kasar ialah 1: 1,50: 2,79.
Keramik ter-polished menggantikan agregat kasar 20 mm dengan variasi
komposisi penggantian dari 0% hingga 40% dengan kelipatan 10%. Proporsi
campuran yang dilakukan pada penelitian tersebut adalah sebagai berikut
Tabel 2.12 Campuran dengan w/c = 0,38
`Universitas Indonesia
23
dari mix design tersebut didapati hasil sesuai pada grafik berikut
`Universitas Indonesia
24
`Universitas Indonesia
25
`Universitas Indonesia
26
Mulai
•Latar Belakang
Studi •Pemasalahan
Pendahuluan •Tujuan
•Teori Dasar
Kajian Pustaka •Penelitian Terdahulu
Pengadaan
Material
Pemeriksaan
Karakteristik
Material
Perancangan Mix
Design
Trial Mix
`Universitas Indonesia
27
Trial Mix
Perawatan
Benda Uji
Pengujian Kuat
Tekan Beton
Hasil pengujian
Rencana
Anggaran Biaya
Selesai
`Universitas Indonesia
28
`Universitas Indonesia
29
`Universitas Indonesia
30
7.
7.
`Universitas Indonesia
31
`Universitas Indonesia
32
`Universitas Indonesia
33
`Universitas Indonesia
34
BAB 6 PENUTUP
6.1 Kesimpulan
Limbah keramik merupakan limbah yang cukup banyak dihasikan di
Depok sebagai sisa dari produksi pabrik keramik dan sisa pembangunan. Keramik
terkhusus tipe keramik sendiri memiliki kuat tekan yang cukup tinggi. Dengan
adanya potensi tersebut limbah keramik mampu dijadikan sebagai pengganti
agregat kasar karena kekuatannya, namun limbah ini memerlukan pretreatment
terlebih dahulu
6.2 Saran
`Universitas Indonesia
35
DAFTAR PUSTAKA
Ball, J. W., & Taschek, J. T. (2015). Ceramic history, Ceramic change, and
Architectural Sequence at Acanmul, Campeche : A Local Chronicle and
its regional implications. Ancient Mesoamerica, 233-273.
Casasola, R., Rincon, J. M., & Romero, J. (2012). Glass-ceramic glazes for
ceramic tiles: a review. J. Mater Sci, 553-582.
Joel, M. (2010). Use of crushed granite fine replacement to river sand in concrete
production. Leonardo Elecron. J. Pract Technol., 85-96.
Medina, C., Sanchez de Rojas, M. I., Thomas, C., Polanco, J. A., & Frias, M.
(2016). Durability of recycled concrete made with recycled ceramic
sanitary ware aggregate. Inter-indicator relationships. Consttruction and
Building Materials, 105, 480-486.
`Universitas Indonesia
36
Ramos, T., Matos, A. M., Schmidt, B., Rio, J., & Sousa-Coutinho, J. (2013).
Granitic quarry sludge waste in mortar: effect on strength and durability.
Constr. Build. Mater., 1001-1009.
Sharma, N. K., Kumar, P., Kumar, S., Thomas, B. S., & Gupta, R. C. (2017).
Properties of concrete containing polished granite waste as partial
substitution of coarse aggregate. Construction and Building Materials,
158-163.
Vinjayalakshi, M., Sekar, A. S., & Prabhu, G. G. (2013). Strength and durability
properties of concrete made with granite industry waste. Cons. Build.
Mater., 1-7.
Zhang , Y., & Ma, L. (2009). Optimization of ceramic strength using elastic
gradients. Acta Materialia, 2721-2729.
`Universitas Indonesia
37
Biodata Ketua
Nama Lengkap : Atica Chairun Nissa
NPM/Angkatan : 1706104104/2016
TTL : Palembang, 22 Januari 1996
No. HP : 081210407992
Alamat rumah : Jalan Haji Amat I No.34
Biodata Anggota 1
Nama Lengkap : Naksatra Adhika Aswonoputro
NPM/Angkatan : 1606907322/2016
TTL : Yogyakarta, 16 Januari 1998
Alamat rumah : Jl. Poncol lestari no.12 lebak bulus
No. HP : 081382238151
Biodata Anggota 2
Nama Lengkap : Jourast Ladzuardy Putra
NPM/Angkatan : 1506729020/2015
TTL : Jakarta, 23 Desember 1995
`Universitas Indonesia
38
No. HP : 085694073930
Alamat rumah : Jalan Delima Raya Blok 13 No. 10 Malaka
Melayu, Jakarta
Ketua Tim
`Universitas Indonesia
39
LAMPIRAN
HARGA
BAHAN / SPESIFIKASI SATUAN
NO SAT
MATERIAL BAHAN HARGA
KONTRAKTUAL
A. Agregat Kasar, Bahan Perekat & Bahan Jadinya
`Universitas Indonesia
40
Batu Pinggir 15 x 35 x 50
19 Beton K-225 buah 88,893.00 97,782.30
`Universitas Indonesia
41
`Universitas Indonesia
42
Kapur
Pasang/kapur
60 Tembok m3 485,054.77 533,560.24
`Universitas Indonesia
43
2. Lampiran Gambar
A.
`Universitas Indonesia
44
`Universitas Indonesia