0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
137 tayangan44 halaman

Beton Limbah Keramik Mutu Tinggi 95,84 MPa

Proposal ini membahas penggunaan limbah keramik dan fly ash sebagai pengganti agregat pada beton normal untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Proposal ini menjelaskan latar belakang masalah, tujuan, manfaat, tinjauan pustaka mengenai beton ramah lingkungan, keramik, mix design, dan penelitian terdahulu. Metode pelaksanaan meliputi waktu, tempat, dan tahapan. Hasilnya membahas pemilihan material

Diunggah oleh

igo gumilang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
137 tayangan44 halaman

Beton Limbah Keramik Mutu Tinggi 95,84 MPa

Proposal ini membahas penggunaan limbah keramik dan fly ash sebagai pengganti agregat pada beton normal untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Proposal ini menjelaskan latar belakang masalah, tujuan, manfaat, tinjauan pustaka mengenai beton ramah lingkungan, keramik, mix design, dan penelitian terdahulu. Metode pelaksanaan meliputi waktu, tempat, dan tahapan. Hasilnya membahas pemilihan material

Diunggah oleh

igo gumilang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL NATIONAL CONCRETE COMPETITION CBR UNILA 2019

PEMANFAATAN LIMBAH KERAMIK DAN FLY ASH SEBAGAI


PENGGANTI AGREGAT PADA BETON NORMAL MUTU 95,84 MPa

AATREYA ABHIJAY

BETON LIMBAH KERAMIK MUTU TINGGI

UNIVERSITAS INDONESIA

DEPOK

2019
2

LEMBAR PENGESAHAN NATIONAL CONCRETE COMPETITION


CBR UNILA 2019
1. Nama Tim : Aatreya Abhijay
2. Nama Beton : Beton Limbah Keramik Mutu Tinggi
3. Nama Perguruan Tinggi : Universitas Indonesia
4. Nama Dosen Pembimbing : Dr. Dipl.-Ing. Nuraziz Handika S.T, M.T,
[Link]
5. Nama Anggota Tim
1. Nama, NIM : Atica Chairun Nissa, 1706104104
2. Nama, NIM : Jourast Ladzuardy P., 1506729020
3. Nama, NIM : Naksatra Adhika A., 1606907322
6. Alamat Perguruan Tinggi :
a. Alamat : Kampus baru UI Depok, Fakultas Teknik,
Jawa Barat
b. Telepon : 021 – 786 7222
c. E-mail : humas-ui@[Link]

Depok, 12 Maret 2019


Mengetahui
Ketua Departemen

Ir. R.
NIP. 196205281991031009

`Universitas Indonesia
3

DATA DIRI PESERTA

Nama Tim : AATREYA ABHIJAY


Nama Beton : BETON LIMBAH KERAMIK MUTU TINGGI
NamaPerguruan Tinggi : Universitas Indonesia
Alamat Perguruan Tinggi : Kampus UI, Depok. Jawa Barat
Telepon/Fax. Institusi : 021 – 786 7222
Email : humas-ui@[Link]

Biodata Pembimbing
Nama Lengkap : Dr. Dipl.-Ing Nuraziz Handika, S.T.,
M.T., [Link].
NIP : 041203026
Jurusan/Prodi : Teknik Sipil/Teknik Sipil
Alamat rumah : Jl. Pangkalan Jati VI No. 36 RT

005/05 Kec. Makasar, kel Cipinang,

Melayu, Jakarta

Telepon/ HP : 0813 8147 3262


Mahasiswa 1
Nama Lengkap : Atica Chairun Nissa
NPM : 1706104104
Jurusan/Prodi/Semester : Teknik Sipil/Teknik Sipil/6
Alamat rumah : Jalan Haji Amat I No.34
No. HP : 081210407992

Mahasiswa 2
Nama Lengkap : Naksatra Adhika Aswonoputro

NPM/Angkatan : 1606907322/2016
Jurusan/Prodi/Semester : Teknik Sipil/Teknik Sipil/6
Alamat rumah : Jl. Poncol lestari no.12 lebak bulus

No. HP : 081382238151

`Universitas Indonesia
4

Mahasiswa 3
Nama Lengkap : Jourast Ladzuardy Putra
NPM/Angkatan : 1506729020/2015
Jurusan/Prodi/Semester : Teknik Lingungan/Teknik Lingkungan
/8
No. HP : 085694073930
Alamat rumah : Jalan Delima Raya Blok 13 No. 10 Malaka

Sari, Duren Sawit, Jakarta Timur

`Universitas Indonesia
5

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
rahmat karunianya yang telah Ia berikan sehingga penulis dapat menyelesaikan
proposal National Concrete Competition yang diadakan oleh Civil Brings
RevolutionI Universitas Lampung pada tahun 2019 ini. Proposal ini dibuat
bertujuan sebagai bentuk kontribusi penulis sebagai mahasiswa dalam melakukan
penelitian khususnya di bidang material beton.
Penulis mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuan yang diberikan
berbagai pihak yang telah membantu dalam terselesaikannya proposal ini,
terkhusus kepada:
1. Dr., Dipl.-Ing. Nuraziz Handika, S.T., M.T., [Link] selaku dosen
pembimbing kami dalam National Concrete Competition yang diadakan
oleh Civil Brings RevolutionI Universitas Lampung yang telah
membimbing kami dari awal hingga terselesaikannya proposal ini.
2. Keluarga yang telah memberi dukungan baik itu dukungan moral
maupun material kepada penulis dalam menyelesaikan proposal ini.
3. Teman-teman yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan
proposal ini.
Dalam pengerjaannya, penulis sadar bahwa masih terdapat kesalahan dan
kekurangan dalam pembuatan proposal ini. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun dari pembaca sangat diharapkan dalam penyempurnaan di kemudian
hari.

Depok, Maret 2019

Penulis

`Universitas Indonesia
6

Daftar Isi
LEMBAR PENGESAHAN NATIONAL CONCRETE COMPETITION
CBR UNILA 2019 ................................................................................................ 2

DATA DIRI PESERTA NATIONAL CONCRETE COMPETITION CBR


UNILA 2019 ........................................................................................................ 37

KATA PENGANTAR ........................................................................................... 5

ABSTRAK ............................................................................................................. 8

BAB 1 PENDAHULUAN ..................................................................................... 9

1.1 LATAR BELAKANG .................................................................................... 9


1.2 PERMASALAHAN........................................................................................ 9
1.3 TUJUAN ................................................................................................... 10
1.4 MANFAAT ................................................................................................ 10

BAB 2 STUDI PUSTAKA .................................................................................. 11

2.1 BETON RAMAH LINGKUNGAN ................................................................. 11


2.2 KERAMIK ................................................................................................. 12
2.3 MIX DESIGN ............................................................................................. 13
2.3.2 Langkah-langkah Prosedur Mix Design ............................................. 15
2.4 PENELITIAN TERDAHULU MENGENAI BETON KERAMIK .......................... 19

BAB 3 METODE PELAKSANAAN ................................................................. 25

3.1 WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN ..................................................... 25


3.2 INSTRUMEN PELAKSANAAN ..................................................................... 26
3.3 TAHAP PELAKSANAAN ............................................................................ 28

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................... 29

4.1 PEMILIHAN MATERIAL YANG DIGUNAKAN .............................................. 29


4.2 INOVASI LIMBAH YANG DIGUNAKAN ....................................................... 29
4.3 PERHITUNGAN FIX DESIGN BENDA ........................................................... 29
4.4 ANALISA APLIKASI BETON DILAPANGAN ................................................ 31

BAB 5 RANCANGAN ANGGARAN BIAYA .................................................. 32

`Universitas Indonesia
7

5.1 RANCANGAN ANGGARAN BIAYA (AHS) ................................................. 32


5.2 PERBANDINGAN RAB PER M3 BETON NORMAL DENGAN INOVASI ........... 32

BAB 6 PENUTUP................................................................................................ 34

6.1 KESIMPULAN ........................................................................................... 34


6.2 SARAN ..................................................................................................... 34

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 35

LAMPIRAN .......................................... ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.

`Universitas Indonesia
8

ABSTRAK
Pencemaran lingkungan pada biosfer terjadi di berbagai aspek seperti tanah dan
udara. Pada tanah biasanya diakibatkan oleh limbah yang sukar terdegradasi.
Limbah keramik adalah salah satu jenis pencemar dengan ikatan logam berat seperti
Al2O3, Li2O, ZnO, MnO, & Fe2O3 yang sulit terdekomposisi secara alami oleh
tanah. Semetara pada udara semua jenis partikel logam berat tersuspensi seperti fly
ash tergolong sebagai limbah yang dihasilkan dari pembakaran batu bara. Kedua
jenis limbah tersebut perlu dikelola dan dimanfaatkan. Melihat nilai guna sisa dari
kedua limbah, keramik memiliki densitas yang cukup baik yang mampu mencapai
2,4-2,6 x 103 kg/m3. Nilai densitas yang baik dapat mendukung kuat tekan yang
semakin baik dan dapat digunakan sebagai agregat kasar dalam beton. Oleh
karenanya pada studi ini dilakukan penelitian serta pembuatan benda uji beton
dengan menggunakan agregat kasar berupa limbah keramik sebagai pengganti
kerikil dan fly ash sebagai bahan tambah pengganti semen yang mampu mencapai
kuat terkan 95,84 MPa pada hari ke 28. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan
dengan metode penelitian yang dimulai dengan studi literatur kemudian dilanjutkan
dengan uji bulk density limbah keramik yang didapat dari pabrik keramik PT.
Haeng Nam Sejahtera Indonesia hal ini bertujuan untuk mengetahui nilai bulk dari
keramik tersebut yang merupakan bahan pengganti agregat kasar. Setelah dilakukan
proses bulk density dilanjutkan dengan perhitungan mix design dengan asumsi
kekuatan lebih dari 95,84 MPa kemudian dilanjutka n dengan proses trial mix serta
melakukan slump test pada beton segar dan menyetak beton pada cetakan silinder
dan melakukan tes kuat tekan beton.

Kata kunci : Beton 95,84 MPa, Keramik, Fly Ash

`Universitas Indonesia
9

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Depok merupakann kota satelit dari Jakarta sebagai Ibu Kota memiliki 6
pusat perekonomian yakni Cinere, Bojongsari, Cimanggis, Cibubur, Tapos, dan
Citayam. 2 Diantara keenam kawasan tersebut merupakan kawasan Industri yang
menjadikan keramik sebagai komoditas produksi utamanya (Alexander, 2013).
Keramik sendiri merupakan material yang getas dan mudah retak yang
memiliki masalah serius selama proses produksi dan pemasangan. Sifat getas ini
sendiri membuat keramik mampu menbangun pembatas tinggi pada zaman dahulu
(yang sekarang digantikan dengan beton). Pada penggunaan structural jenis
pengaplikasian dari keramik sendiri beragam dari penilitian sifat getas pada beton
hingga valve, bahkan pelelehan metal (Casasola, Rincon, & Romero, 2012).
Akan tetapi pada setiap produksi selalu menghasilkan residu atau limbah
yang mencemari lingkungan. Dari bahan seperti keramik sendiri limbah dari pabrik
keramik biasa berasal dari kegagalan produk. Produk yang gagal dan tidak
memenuhi standar kualitas biasanya dibuang atau diberikan kepada pengepul
(dijual sebagai bahan bangunan dengan harga murah). Sayangnya ada juga bagian-
bagian limbah yang tidak mampu memenuhi standar kualitas minimum dari dari
sebuah keramik dan hanya terbuang saja tanpa bisa digunakan.
Oleh karenanya pemanfaatan dari limbah keramik perlu digalakan terlebih
keramik sendiri yang memiliki kuat tekan cukup tinggi. Pecahan-pecahan keramik
gagal produksi maupun sisa dari bahan bangunan dapat dimanfaatkan kembali
untuk menciptakan beton mutu tinggi yang ramah lingkungan (mengurangi
penggunaan limbah.) terlebih jika dikombinasikan dengan penggunaan admixture
ynag merupakan limbah juga seperti fly ash (Abu terbang).

1.2 Permasalahan
Tingginya angka dari limbah keramik pada daerah Depok merupakan
bagian permasalahan lingkungan yang harus ditangani. Diperlukan penanganan
limbah tersebut agar dapat memenuhi kegunaannya dan tidak terbuang begitu saja
sementara limbah keramik sendiri memiliki nilai kuat tekan yang bisa

`Universitas Indonesia
10

dimanfaatkan. Oleh karena itu, permasalahan yang ada dapat dirumuskan menjadi
:
1. Apakah substitusi agregat kasar dengan limbah keramik mampu menghasilkan
beton mutu tinggi?
2. Bagaimana cara mix design beton dengan campuran limbah keramik?

1.3 Tujuan
Mix design beton menggunakan limbah yang terbuang dari pabrik-pabrik
di daerah Depok diantaranya keramik oleh karenanya tujuan dari penelitian ini
ialah:
1. Pembuatan beton dari limbah keramik yang ditargetkan meiliki kuat tekan
mencapai 95,84 MPa;
2. Melakukan mix design dengan campuran limbah keramik sebagai agregat kasar
hingga beton mencapai kuat tekan 95,84 MPa;

1.4 Manfaat
Manfaat dari penelitian ini sendiri ialah adanya luaran berupa beton
dengan kuat tekan tinggi yang terbuat dari limbah keramik sehingga kedepannya
limbah tersebut dapat dijadikan bahan pengganti agregat kasar dengan
mempertimbangkan aspek kelimpahan limbah tersebut seperti di dearah Depok,
Jawa Barat.

`Universitas Indonesia
11

BAB 2 STUDI PUSTAKA

2.1 Beton Ramah Lingkungan


Konsep bangunan hijau (green building) yang ramah lingkungan saat ini
sedang gencar-gencarnya berkembang di dunia konstruksi. Perkembangan
berikutnya tidak sekedar berupa konsep, tapi sudah dan telah dibuat pedoman dan
aturan perencanaan, pelaksanaan dan operasional bangunan yang betul-betul
memperhatikan kondisi lingkungan dan dampak terhadap lingkungan yang timbul.
Salah satu bagian penting dalam konsep bangunan hijau adalah
penggunaan material-material konstruksi yang ramah lingkungan. Dimana material
konstruksi tersebut diambil, diproduksi, digunakan dan dirawat dengan seminimal
mungkin berkontribusi pada kerusakan lingkungan. (Medina, Sanchez de Rojas,
Thomas, Polanco, & Frias, 2016)
Seperti halnya dengan material beton yang dewasa ini banyak digunakan
pada hampir semua bangunan yang didirikan. Beton tersusun atas material semen,
pasir, kerikil, dan air, yang terkadang juga diberikan bahan-bahan tambah lainnya
untuk mencapai performa beton yang diinginkan.
Material semen, walaupun dalam beton digunakan sekitar 7%-15%, ternyata
untuk menghasilkan semen digunakan energi yang cukup besar dan limbah yang
melimpah juga, sehingga akan sangat berpengaruh pada kondisi lingkungan.
Hasil kajian Neville, Davidovits dan Mehta, yang berkaitan dengan
pengaruh penggunaan semen terhadap lingkungan, terdapat beberapa kelemahan
yakni : (1) kurang efisien dalam pemakaian bahan mentah/raw material, karena
dalam pembuatan 1 ton klinker OPC dibutuhkan ± 1.7 ton raw material, (2)
kebutuhan energi yang besar (dibutuhkan pemanasan pada tungku pembakar hingga
± 1450 oC) untuk mendapatkan klinker, (3) kurang ramah lingkungan karena
produksinya mengeluarkan emisi gas CO2 yang besar (produksi 1 ton klinker OPC
menghasilkan 1 ton CO2), (4) memiliki kerentanan yang tinggi terhadap masalah
durabilitas/ketahanan karena produk hidrasi semen OPC menghasilkan mineral
Ca(OH)2 yang mudah terlarut, dan (5) harga semakin mahal.

`Universitas Indonesia
12

Sedangkan penggunaan material agregat kerikil dan pasir, yang merupakan


bahan penyusun utama beton, sekitar 80%, apabila penambangannya tidak
terkendali dan serampangan, tentu akan menimbulkan degradasi lingkungan yang
cukup besar.
Oleh karena itu, saat ini perlu dipikirkan penggunaan material penyusun
beton yang dibuat dengan konsep ramah lingkungan. Atau diupayakan material lain
yang mempunyai karakteristik, performa dan kekuatan yang menyamai material
beton tapi juga ramah lingkungan.
Menurut The Institution of Structural Engineers/ISE, 1999, pembuatan
material penyusun beton yang ramah lingkungan ini dapat dilakukan dengan
mewujudkan 3 (tiga) usaha kelangsungan dan konservasi lingkungan, yaitu: (1)
pengurangan emisi gas rumah kaca (terbesar adalah CO2), (2) efisiensi energi dan
material dasar, (3) penggunaan material buangan, dan dan (4) pengurangan efek
yang mengganggu kesehatan/keselamatan pada pengguna konstruksi, baik yang
timbul selama proses konstruksi ataupun yang timbul selama operasi bangunan,
dengan menggunakan Konsep 4R (Reduce, Refurbish, Reuse and Recycle).

2.2 Keramik
Keramik merupakan campuran padatan yang dibentuk oleh perlakuan
panas dan tekanan tinggi pada materi logam-non logam. Hasil dari perlakuan
tersebut ialah sebuah material bersifat getas dan non-konduktor yaitu keramik.
Keramik sendiri biasa diasosiasikan sebagai kerajinan tangan, gerabah, atau patung
(Ball & Taschek, 2015).
Keramik sendiri dahulu dibuat secara tradisional menggunakan bahan
dasar hanya tanah liat atau silika mikrostruktur berpori kasar tidak merata dan
multifase. Seiring dengan perkembangan teknologi ketelitian dalam membuat
keramik serta variasi bahan dasar dari keramik pun bertambah seperti penggunaan
pasir feldspar dan dibentuk dengan slip casting (Zhang & Ma, 2009).
Sebagai klasifikasi keramik terbagi atas keramik keras, tahan aus, rapuh,
tidak tahan panas, tahan api, sebagian, ada yang transparan, stabil dan tahan dari
oksidasi. Kondisi keramik diatas tidaklah sama untuk semua jenis keramik karena
ada beberapa keramik yang bersifat termal dan konduktif

`Universitas Indonesia
13

Bahan keramik terdiri dari fasa kompleks yang merupakan senyawa unsur
logamdan non logam yang terikat secara ionik maupun kovalen. Keramik pada
umumnya mempunyai struktur kristalin dan sedikit elektron bebasnya. Susunan
kimia keramik sangat bermacam-macam yang terdiri dari senyawa yang sederhana
hingga campuran beberapa fasa kompleks. Hampir semua keramik merupakan
senyawa-senyawa antara unsur elektropositif dan elektronegatif. Keramik memiliki
sifat-sifat antara lain mudah pecah dan getas. Kekuatan dan ikatan keramik
menyebabkan tingginya titik lebur, tahan korosi, rendahnya konduktivitas termal, dan
tingginya kekuatan kompresif dari material tersebut. Secara umum keramik
mempunyai senyawa-senyawa kimia antara lain: SiO2, Al2O3, CaO,Na2O, TiC, UO2,
PbS, MgSiO3 dan lain-lain (Danzer, 2014)
Tabel 2.1 Modulus Pecah serta Modulus Elastisitas dari berbagai jenis
keramik

Sumber : (Casasola, Rincon, & Romero, 2012)


2.3 Mix Design
Secara konsep proporsi dari campuran beton memiliki komposisi yang
dipilih sedemikian rupa sehingga mendapat campuran yang paling ekonomis yang
menggunakan bahan-bahan yang tersedia untuk menghasilkan beton yang memiliki
kekuatan, tingkat kemudahan pekerjaan, dan durabilitas yang diinginkan (sesuai
spesifikasi). Untuk metode perancangan sendiri terdapat beberapa metode yang
biasa menjadi acuan dilapangan seperti metode Road No. 4, American Concrete
Institute, US Bureau of Reclamation, dan Japan Society of Civil Engineering adalah
beberapa standar prosedur yang biasa diadaptasi untuk mix design di Indonesia.
Pada prinsipnya prosedur dari suatu proses mix design ialah sebagai
berikut:
1. Menentukan tipe pengujian terhadap material beton

`Universitas Indonesia
14

2. Menentukan ukuran agregat kasar maksimum


3. Menentukan slump beton
4. Menentukan jumlah air adukan beton
5. Menentukan rasio w/c
6. Menghitung perbandingan proporsi campuran materil beton
7. Percobaan campuran di Laboratorium
8. Penyesuaian dan percobaan di lapangan
Pada umumnya perancangan Mix Design sendiri memiliki beberapa
prinsip yang menjadi batasan dari proses perancangan seperti:
9. Campuran harus workable (mudah dikerjakan);
10. Semen yang digunakan harus sekecil mungkin guna menghemat biaya;
11. Penggunaan air sesedikit mungkin untuk meningkatkan mutu beton;
12. Agregat kasar dan agregat halus harus proporsional, sehingga didapatkan
campuran beton yang padat;
13. Ukuran maksimum dari agregat harus sebesar mungkin;
14. water-cement ratio (Faktor Air Semen) harus ditentukan sesuai dengan kuat
tekan yang disyaratkan
Berdasarkan ACI 318 proporsi campuran beton harus dirancang
berdasarka pengalaman lapangan atau trial mix di laboratorium. Proporsi campuran
beton dirancang berdasarkan Required Strength yang harus lebih tinggi dari Design
Strength dan dihitung sebagai mana rumus berikut
f’cr = f’c + 1,34 S atau
f’cr = f’c + 2,33 S + 500
dimana : f’cr = required strength
f’c = design strength
S = standar deviasi dari sejumlah benda uji yang telah disiapkan dari
beton tersebut.
Prosedur dari perancangan beton sendiri diformulasikan untuk
mendapatkan suatu campuran yang memenuhi persyaratan yang diinginkan, yaitu
sebagai berikut:
1. Workability (Slump Test) ditentukan sesuai dengan jenis pekerjaan atau jenis
struktur

`Universitas Indonesia
15

2. Ukuran agregat kasar maksimum dipilih berdasarkan kebutuhan pekerjaan dan


jarak tersempit antar tulangan.
3. Kandungan udara dalam beton ditentukan berdasarkan kebutuhan durabilitas
beton
4. Water-cement ration (w/c) ditentukan sesuai dengan kekuatan dan durabilitas
yang disyaratkan.
5. Jumlah air adukan ditentukan berdasarkan nilai slump dan ukuran agregat kasar
maksimum.
Sebagai catatan beton yang dihasilkan untuk berbagai jenis konstruksi
akan selalu mengandung udara antara 0,5% hingga 2,5% yang besarnya bergantung
dari ukuran agregat kasar maksimum.

2.3.2 Langkah-langkah Prosedur Mix Design


a. Slump beton terlebih dahulu ditentukan serendah-rendahnya, akan tetapi
masih dapat dikerjakan dengan baik. Berikut tabel perancangan slump
berdasarkaan jenis pekerjaan yang ada

Tabel 2.2 Rekomendasi slump untuk berbagai konstruksi

Sumber : ACI 211.1-91


b. Pemilihan ukuran agregat kasar maksimum (maximum size aggregate –
MSA) ditentukan berdasarkan jenis struktur dan dimensi struktur dari
kerapatan tulangan beton terpasang dengan perkiraan berdasarkan rumus
berikut :

𝐷𝑖𝑚𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑡𝑒𝑟𝑘𝑒𝑐𝑖𝑙
𝑀𝑆𝐴 ≤
5
Untuk struktur slab bisa digunakan:

`Universitas Indonesia
16

𝑇𝑒𝑏𝑎𝑙 𝑆𝑙𝑎𝑏
𝑀𝑆𝐴 ≤
5
atau ≤ 0,75 dari jarak bersih antar tulangan beton
c. Penentuan kandungan air adukan (W) dan kandungan udara (A)
Jumlah air adukan (W) ditentukan berdasarkan nilai slump dan tipe beton
sesuai ACI 211.1-91
Tabel 2.3 Perkiraan kebutuhan campuran air dan udara untuk perbedaan
workability dan MSA

Sumber : ACI 211.1-91

d. Menentukan water-cement ratio (w/c)

water-cement ratio (w/c) ditentukan berdasarkan kebutuhan kuat tekan atau


Required Strength (f’cr) yang nilainya lebih tinggi dari Design Strength (f’c)
dan keawetan (durability) beton, yaitu dengan menggunakan tabel hubungan
antara w/c dengan kuat tekan dari ACI 211.1-91 dibawah ini

`Universitas Indonesia
17

Tabel 2.4 Hubungan antara rasio w/c dengan kuat tekan rata-rata

Sumber : ACI 211.1

e. Menghitung kandungan semen, setelah didapat jumlah air adukan dan harga
w/c maka dapat dihitung jumlah kandungan semen yaitu :
𝑤
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑚𝑒𝑛 ∶ 𝐶 =
𝑤/𝑐
f. Menghitung kandungan agregat kasar (Ca) dapat ditentukan berdasarkan
Fitness Modulus (FM) dari pasir dan ukuran agregat kasar maksimum (MSA)
Tabel 2.5 Volume kering dari agregat kasar per berat unit beton

Sumber : ACI 211.1-91

`Universitas Indonesia
18

g. Hingga poin f. seluruh berat material telah didapati dan tersisa berat agregat
halus. Penghitungan berat agregat halus menyesuaikan berat dari beton segar
yang didapat dari tabel berikut:
Tabel 2.6 Estimasi berat beton segar

Sumber : ACI 211.1-91


dimana berat pasir dapat diformulasikan sebagai berikut
Berat pasir = Berat beton – berat (semen + air + Ca)

h. Setelahnya penyesuaian proporsi campuran didapati melalui pengujian


lapangan.

2.3.3 Mix Design High-Strength Concrete berdasarkan ACI 211.4R-08


Untung pencarian fcr’ pada beton mutu tinggi digunakan persamaan
sebagai berikut:

dimana 700 psi sendiri setara dengan 4,82 MPa.


Berdasarkan ACI 211.4R-08 penggunaan semen tidak hanya dengan PC
(Portland Cement) namun juga digunakan bahan pengganti seperti fly ash, slag
cement, maupun silica fume. Pola campuran dari semen tersebut mengikuti kaidah
berikut:
1. PC + fly ash + silica fume;

`Universitas Indonesia
19

2. PC + slag cement + silica fume;


3. PC + slag cement + fly ash; dan
4. PC + slag cement + fly ash + silica fume
Menurut studi Elkem, 2003 pencampuran ini mampu mengomptimasi
campuran dan mereduksi biaya pada material maupun konstruksi sendiri.
Sementara perbedaan lainnya dari perancangan beton mutu tinggi ialah pemiliham
ukuran maksimum agregat kasarnya
Tabel 2.7 Ukuran maksimum agregat kasar yang dianjurkan

Sumber : ACI 211.4R-08


kemudian untuk volume agregat kasar bervolume beton ditentukan seuai
tabel berikut
Tabel 2.8 Volume yang direkomendasikan untuk agregat kasar per unit
volume beton

Sumber : ACI 211.4R-08


Selanjutnya perlu diestimasikan kebutuhan campuran air dan udara dari
beton segar dengan 35% void

`Universitas Indonesia
20

Tabel 2.9 Perkiraan pertama kebutuhan campuran air dan udara dari
beton segar dengan 35% void

𝑏𝑢𝑙𝑘 𝑑𝑒𝑛𝑠𝑖𝑡𝑦
dengan perhitungan void content V,% = ( 1 − ) 𝑥 100
𝑑𝑒𝑛𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑟𝑒𝑙𝑎𝑡𝑖𝑓 𝑥62,4

Tabel 2.10 Rekomendasi w/c maksimum untuk beton mutu tinggi

Sumber : ACI 211.4R-08

Sementara untuk proporsi campuran fly ash digunakan standar sesuai tabel
berikut
Tabel 2.11 Presentase fly ash pengganti semen portland

Sumber : ACI 211.4R-08

`Universitas Indonesia
21

2.4 Penelitian Terdahulu Mengenai Beton Keramik


Ramos dkk (Ramos, Matos, Schmidt, Rio, & Sousa-Coutinho, 2013).
menggunakan limbah lumpur keramik kering sebaga pengganti dari semen dan
meneliti kekuatan dan durabilitas dari beton dengan campuran tersebut. Mereka
mengapati dari matriks densitas yang ditimbullkan yang memiliki durabilitas tinggi
tanpa perubahan berarti dari kekuatan dan kemudahan pengerjaan dari beton. (Joel,
2010) Joel meneliti mengenai kenaikan dari kuat tekan dari beton saat serpihan
keramik halus dijadikan pengganti dari pasir dengan rasio pengganti 10% hingga
20%, dan pada penelitian ini juga diamati terjadi penurunan pada kuat tekan beton
saat penggantian agregat halus dengan pecahan keramik halus melebihi 20%.
Divakar dkk (Divakar, Manjunath, & Aswath, 2012) meneliti bahwa meningkatkan
22% kuat tekan saat 35% dari agregat halus dalam beton digantikan dengan keramik
halus. Vijayalakshmi dkk. (Vinjayalakshi, Sekar, & Prabhu, 2013) mempelajari
parameter mekanisme dan durabilitas adri beton yang mengandung 0-25% keramik
bubuk sebagai bagian dari substitusi untuk agregat halus. Diamatienurunan
signifikan dari nilai slump dan kemudahan pengerjaan dengan penambahan bubuk
keramik. Hasil serupa untuk metode penelitian sejenis juga diamati pada kuat tekan,
dan regangan split, modulus of rupture, penetrasi klorida dan ketahanan terhadap
nilai penetrasi karbon pada beton.

Material dan persiapan pengujian spesimen


1. Bahan mentah
Portland semen dengan grade 43, sesuai dengan IS 8112, diunakan (specific
gravity 3,15, kehalusan 2% initial setting time yang didapati ialah 65 menit dan
waktu setting final adalah 110 menit. Pasir sungai alami dengan specific gravity
2,67. penyerapan air 1,5% modulus halus 2,1. Agregat kasar dengan ukuran 10
mm (finess modulus 6,1 dengan penyerapan air 0,71) dan ukuran 20 mm (finess
modulus 7,1 dengan penyerapan air 0,2. Batu pecah juga digunakan sebagai
agregat kasar dengan rata-rata nilai specific gravity 2,55. Limbah keramik yang
telah di polish digunakan sebagai substituen dari agregat kasar (specific gravity
2,68 dan penyerapan air sebesar 0,1%). Distribusi partikel tertera pada gambar
berikut

`Universitas Indonesia
22

Gambar 2.1 Grafik sieving dari agregat kasar dan keramik ter-polish
Sumber : (Sharma, Kumar, Kumar, Thomas, & Gupta, 2017)
2. Persiapan dari penngetesan spesimen
untuk menyelidiki kesesuaian pemakaian limbah keramik keramik sebagai
pengganti agregat kasar pada beton, Beton mutu M30 di desain (sesuai standar
IS|10262:2010) dengan rasio w/c 0,38. Selain itu rasio w/c 0,4 dan 0,42 juga
diteliti. Rasio dari semen, agregat halus, dan agregat kasar ialah 1: 1,50: 2,79.
Keramik ter-polished menggantikan agregat kasar 20 mm dengan variasi
komposisi penggantian dari 0% hingga 40% dengan kelipatan 10%. Proporsi
campuran yang dilakukan pada penelitian tersebut adalah sebagai berikut
Tabel 2.12 Campuran dengan w/c = 0,38

Sumber : (Sharma, Kumar, Kumar, Thomas, & Gupta, 2017)

`Universitas Indonesia
23

Tabel 2.13 Campuran dengan w/c = 0,40

Sumber : (Sharma, Kumar, Kumar, Thomas, & Gupta, 2017)

Tabel 2.14 Campuran dengan w/c = 0,42

Sumber : (Sharma, Kumar, Kumar, Thomas, & Gupta, 2017)

dari mix design tersebut didapati hasil sesuai pada grafik berikut

Gambar 2.2 Hubungan Faktor Kompaksi dengan Substitusi Agregat


Sumber : (Sharma, Kumar, Kumar, Thomas, & Gupta, 2017)

`Universitas Indonesia
24

Gambar 2.3 Hubungan Berat Beton Segar dengan Substitusi Agregat


Sumber : (Sharma, Kumar, Kumar, Thomas, & Gupta, 2017)

Gambar 2.4 Hubungan antara kuat tekan dengan Substitusi Agregat


Sumber : (Sharma, Kumar, Kumar, Thomas, & Gupta, 2017)
Berdasarkan hasil tersebut kami melakukan ekstrapolasi terhadap data yang
ada untuk membuat beton dengan limbah keramik keramik dengan kuat tekan
yang mampu mencapai 95,84 MPa dan dengan mengikuti panduan dari ACI
211.4R-08.

`Universitas Indonesia
25

BAB 3 METODE PELAKSANAAN


3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Pelaksanaan pengujian agregat kasar dan agregat halus dilaksanakan pada
tanggal 15 Maret 2019 hingga 22 Maret 2019. Dilanjutkan dengan pelaksanaan trial
mix dari hasil mix design yang telah dirancang. Pelaksanaan trial mix dengan benda
uji silinder dilakukan dalam jangka waktu 3 hari, dimana pada hari pertama
dilakukan pencampuran bahan dan pencetakan bahan pada bekisting silinder
kemudian hari selanjutnya melepaskan benda uji dari bekisting dan dilanjutkan
dengan curing. Curing sendiri dilakukan dengan cara merendam benda uji ke dalam
air selama satu hari. Pelaksanaan kegiatan tersebut dimulai dari tanggal 23 Maret
2019 hingga 26 Maret 2019. Tahap selanjutnya adalah pengujian hasil mix design
yang dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2019. Kegiatan pengujian agregat hingga
pengujian hasil mix design tersebut dilakukan di Laboratorium Struktur dan Bahan
Teknik Sipil Universitas Indonesia, dengan kata lain:
a) 15 – 22 Maret 2019 sebagai waktu pengujian;
b) 23 – 26 Maret 2019 pelaksanaan Trial Mix;
c) 26 Maret 2019 pengujian benda uji hasil Mix Design.

`Universitas Indonesia
26

3.2 Instrumen Pelaksanaan


Berikut merupakan garis besar proses pelaksanaan penelitian yang akan
dilaksanakan di laboratorium:

Mulai

•Latar Belakang
Studi •Pemasalahan
Pendahuluan •Tujuan

•Teori Dasar
Kajian Pustaka •Penelitian Terdahulu

Pengadaan
Material

Pemeriksaan
Karakteristik
Material

Perancangan Mix
Design

Trial Mix

`Universitas Indonesia
27

Trial Mix

Perawatan
Benda Uji

Pengujian Kuat
Tekan Beton

Hasil pengujian

Rencana
Anggaran Biaya

Selesai

Gambar 1. Flowchart Pelaksanaan Penelitian

`Universitas Indonesia
28

3.3 Tahap Pelaksanaan


Berikut merupakan tahap pelaksanaan pada penelitiaan dan pembuatan
beton, yakni:
1. Pengadaan material.
Material yang digunakan pada beton High Strength Concrete with
Waste Materials ini adalah:
a. Semen Portland Composite Cement Tiga Roda
b. Agregat halus berupa pasir sungai
c. Agregat kasar berbahan dasar keramik pecah
d. Air
e. Fly Ash
f. Admixtures BASF Glenium ACE 8595
2. Pemeriksaan karakteristik agregat kasar dan agregat halus yang
dilakukan di Laboratorium Struktur dan Material Teknik Sipil
Universitas Indonesia.
3. Perancangan mix design dan pelaksanaan trial mix pada benda uji
silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm
4. Perawatan benda uji dengan cara merendam di dalam bak
tampungan air pada saat beton sudah mengeras.
5. Pengujian kuat tekan beton yang dilakukan pada umur 3,7,14,21
dan 28 hari.

`Universitas Indonesia
29

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Pemilihan Material yang digunakan
Material pada campuran beton yang digunakan adalah keramik berbahan
dasar keramik sebagai coarse aggregate dan pasir sungai sebagai fine aggregate.
Campuran beton ini menggunakan Semen Portland Composite Cement Tiga Roda
dan fly ash tipe F sebagai replacement semen sebesar 15% dan juga menggunakan
admixture berupa produk BASF Glenium ACE 8595.
4.2 Inovasi Limbah yang digunakan
Limbah yang digunakan adalah keramik berbahan dasar keramik.
Tingginya angka dari limbah keramik pada daerah Depok merupakan bagian
permasalahan lingkungan yang harus ditangani. Diperlukan penanganan terhadap
limbah tersebut agar dapat memenuhi kegunaannya dan tidak terbuang begitu saja
sementara limbah keramik sendiri memiliki nilai kuat tekan yang bisa
dimanfaatkan. Limbah keramik yang digunakan adalah limbah keramik yang
didapat dari pabrik keramik PT. Haeng Nam Sejahtera Indonesia.
4.3 Perhitungan mix design benda uji
1. Tahap 1: Menentukan nilai slump dan kekuatan yang diinginkan.
Berdasarkan acuan yang menggunakan ACI Standard 211.4 R-08, dalam
pembuatan mutu tinggi ini menggunakan HRWRA, maka nilai slump yang
diambil sebesar 1-2 inch. Asumsi kuat tekan yang direncanakan adalah
sebesar 12000psi. Jika dikonversikan menjadi:
f’cr = 1.1 x 12000psi + 700psi = 13900psi = 95,84 Mpa
2. Tahap 2: Menentukan dimensi maksimum agregat. Berdasarkan tabel 2.7
untuk kekuatan diatas 9000psi digunakan agregat berukuran 3/8-1/2 inch.
Digunakan MSA sebesar 3/8 inch . Dengan kadar agregat pada kering oven
0.65 x 1630 = 1702,35 = 1060 kg/m³
3. Tahap 3: Menentukan water content and air content. Berdasarkan tabel
yang mengacu pada ACI Standard 211.4 R-08 untuk slump 1-2 inch
menggunakan kadar air sebesar 194 kg/m³ dengan kadar udara sebesar 2%
4. Tahap 4: Menentukan w/c ratio. Berdasarkan tabel yang ada untuk kuat
tekan beton sebesar 12000psi, digunakan nilai w/c+p sebesar 0.27

`Universitas Indonesia
30

5. Tahap 5: Menghitung kadar semen yang digunakan dengan rumus:


𝐾𝑎𝑑𝑎𝑟 𝐴𝑖𝑟 194 𝑘𝑔/𝑚³
𝑤 = = 717.837 𝑘𝑔/𝑚³
+𝑝 0.27
𝑐

6. Tahap 6: Proporsi campuran dasar beton dengan semen Portland. Semua


volume bahan bangunan dihitung tanpa memasukkan perhitungan pasir.
Berikut merupakan proporsi campuran beton:
717.873
Semen Portland = = 228 𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟
3.15
1060
Coarse Aggregate = = 396 𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟
2.68

Air = 194 liter


Kadar udara = 0.02 x 1000 = 20 liter
Total = 838 liter
Fine Aggregate = volume beton – (volume semen + Ca + Water +
Air) = 1000 liter – 838 liter = 162 liter = 162 x Specific Gravity Sand =
162 x 2.65 = 429.3 kg/m³

Proporsi Campuran Dasar Beton


Air 194 kg/m³
Semen Portland 718 kg/m³
Coarse Aggregate 1060 kg/m³
Fine Aggregate 427 kg/m³
Kadar Udara 20

7.

7.

7. Tahap 7: Pemakaian jumlah fly ash, Superplasticizer dan Akselerator


a) Semen = 85% x 718 = 610.3 kg/m³
b) Fly Ash = 15% x 718 = 107.7 kg/m³
c) Superplasticizer = 2% x 610.3 = 12.206 kg/m³
d) Akselerator = 1.5% x 610.3 = 9.1545 kg/m³

`Universitas Indonesia
31

4.4 Analisa Aplikasi Beton dilapangan


Pada prakteknya beton ini akan memiliki kemudahan pengerjaan yang
rendah namun kuat. Ditambah nantinya agregat kasar pengganti yaitu keramik
harus terlebih dahulu dipecahkan hingga mencapai ukuran yang diinginkan. Jika
keramik tersebut merupakan keramik ter-polish maka diperlukan coating terlebih
dahulu terhadap keramik agar gaya geser antar agregat tetap kuat. Disisi lain
keramik merupakan limbah yang cukup mudah ditemukan terlebih di daerah yang
memiliki pabrik keramik seperti Depok.

`Universitas Indonesia
32

BAB 5 RANCANGAN ANGGARAN BIAYA


5.1 Rancangan Anggaran Biaya (AHS)
Tabel 5.1 Rencana Anggaran Biaya Pembuatan Beton Limbah Keramik
Bahan Berat Harga Satuan
Berat untuk Total Harga
9 Silinder
Semen 610.3 kg/m3 Rp82,000.00 /kg 29.11920632 kg/m3 Rp47,755.50
Portland (50kg)
Agregat Kasar 1060 kg/m3 Rp0.00 /kg 50.57571473 kg/m3 Rp0.00
(Keramik)
Agregat Halus 427 kg/m3 Rp5,000.00 /kg 20.37342471 kg/m3 Rp101,867.12
(Pasir)
Fly Ash (40kg) 107.7 kg/m3 Rp850.00 /kg 5.138683469 kg/m3 Rp4,367.88
Udara 20 kg/m3 Rp0.00 /kg 0.954258769 kg/m3 Rp0.00
Air 194 kg/m3 Rp0.00 /kg 9.256310055 kg/m3 Rp0.00
Superplasticizer 12.21 kg/m3 Rp22,500.00 /kg 0.582574978 kg/m3 Rp13,107.94
Akselerator 9.16 kg/m3 Rp21,160.00 /kg 0.437050516 kg/m3 Rp9,247.99
Total Rp176,346.43
Sumber : Analisa Penulis, 2019

5.2 Perbandingan RAB per m3 Beton Normal dengan Inovasi


Tabel 5.2 Rencana Anggaran Biaya Pembuatan Beton Normal
Bahan Berat Harga Satuan Berat Total Harga
untuk 9
Silinder
Semen 610.3 kg/m3 Rp /kg 29.12 kg/m3 Rp 47,755.50
Portland (50kg) 82,000.00

Agregat Kasar 1060 kg/m3 Rp /kg 50.58 kg/m3 Rp 252,878.57


(Keramik) 5,000.00
Agregat Halus 427 kg/m3 Rp /kg 20.37 kg/m3 Rp 101,867.12
(Pasir) 5,000.00
Fly Ash (40kg) 107.7 kg/m3 Rp /kg 5.14 kg/m3 Rp 4,367.88
850.00
Udara 20 kg/m3 Rp /kg 0.95 kg/m3 Rp -
-
Air 194 kg/m3 Rp /kg 9.26 kg/m3 Rp -
-
Superplasticizer 12.21 kg/m3 Rp /kg 0.58 kg/m3 Rp 13,107.94
22,500.00
Akselerator 9.16 kg/m3 Rp /kg 0.44 kg/m3 Rp 9,247.99
21,160.00
Total Rp 429,225.00
Sumber : Analisa Penulis, 2019

`Universitas Indonesia
33

`Universitas Indonesia
34

BAB 6 PENUTUP
6.1 Kesimpulan
Limbah keramik merupakan limbah yang cukup banyak dihasikan di
Depok sebagai sisa dari produksi pabrik keramik dan sisa pembangunan. Keramik
terkhusus tipe keramik sendiri memiliki kuat tekan yang cukup tinggi. Dengan
adanya potensi tersebut limbah keramik mampu dijadikan sebagai pengganti
agregat kasar karena kekuatannya, namun limbah ini memerlukan pretreatment
terlebih dahulu
6.2 Saran

`Universitas Indonesia
35

DAFTAR PUSTAKA

Akasha, N. M., Mohamed, M. A., & Abdelrazig, N. M. (2017). Design of High


Compressive Strength Concrete Mix without Additives. Int. Journal of
Engineering Reasearch and Application, 23-28.

Alexander, H. B. (2013, 10 13). Pusat Ekonomi Depok Ada di 6 Kawasan Ini!


Diambil kembali dari [Link]:
[Link]
[Link].

Ball, J. W., & Taschek, J. T. (2015). Ceramic history, Ceramic change, and
Architectural Sequence at Acanmul, Campeche : A Local Chronicle and
its regional implications. Ancient Mesoamerica, 233-273.

Casasola, R., Rincon, J. M., & Romero, J. (2012). Glass-ceramic glazes for
ceramic tiles: a review. J. Mater Sci, 553-582.

Danzer, R. (2014). On the relationship between ceramic strength and the


requirements for mechanical design. J. of European Ceramic Society,
3435-3460.

Divakar, Y., Manjunath, S., & Aswath, M. U. (2012). Experimental investigation


on behaviour of concrete with the use of granite fines. IJAERS 1, 84-87.

Joel, M. (2010). Use of crushed granite fine replacement to river sand in concrete
production. Leonardo Elecron. J. Pract Technol., 85-96.

Medina, C., Sanchez de Rojas, M. I., Thomas, C., Polanco, J. A., & Frias, M.
(2016). Durability of recycled concrete made with recycled ceramic
sanitary ware aggregate. Inter-indicator relationships. Consttruction and
Building Materials, 105, 480-486.

`Universitas Indonesia
36

Ramos, T., Matos, A. M., Schmidt, B., Rio, J., & Sousa-Coutinho, J. (2013).
Granitic quarry sludge waste in mortar: effect on strength and durability.
Constr. Build. Mater., 1001-1009.

Sharma, N. K., Kumar, P., Kumar, S., Thomas, B. S., & Gupta, R. C. (2017).
Properties of concrete containing polished granite waste as partial
substitution of coarse aggregate. Construction and Building Materials,
158-163.

Vinjayalakshi, M., Sekar, A. S., & Prabhu, G. G. (2013). Strength and durability
properties of concrete made with granite industry waste. Cons. Build.
Mater., 1-7.

Zhang , Y., & Ma, L. (2009). Optimization of ceramic strength using elastic
gradients. Acta Materialia, 2721-2729.

`Universitas Indonesia
37

FORMULIR PENDAFTARAN NATIONAL CONCRETE


COMPETITION CBR UNILA 2019

Nama Tim : AATREYA ABHIJAY


Nama Beton : BETON LIMBAH KERAMIK MUTU TINGGI
Perguruan Tinggi : Universitas Indonesia
Alamat Perguruan Tinggi : Kampus UI, Depok. Jawa Barat
Telepon/Fax. Institusi : 021 – 786 7222
Judul Proposal : PEMANFAATAN LIMBAH KERAMIK DAN
FLY ASH SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT PADA BETON NORMAL
MUTU 95,84 MPa

Biodata Ketua
Nama Lengkap : Atica Chairun Nissa
NPM/Angkatan : 1706104104/2016
TTL : Palembang, 22 Januari 1996
No. HP : 081210407992
Alamat rumah : Jalan Haji Amat I No.34

Biodata Anggota 1
Nama Lengkap : Naksatra Adhika Aswonoputro

NPM/Angkatan : 1606907322/2016
TTL : Yogyakarta, 16 Januari 1998
Alamat rumah : Jl. Poncol lestari no.12 lebak bulus

No. HP : 081382238151

Biodata Anggota 2
Nama Lengkap : Jourast Ladzuardy Putra
NPM/Angkatan : 1506729020/2015
TTL : Jakarta, 23 Desember 1995

`Universitas Indonesia
38

No. HP : 085694073930
Alamat rumah : Jalan Delima Raya Blok 13 No. 10 Malaka

Sari, Duren Sawit, Jakarta Timur


Biodata Pembimbing
Nama Lengkap : Dr. Dipl.-Ing Nuraziz Handika, S.T.,
M.T., [Link].
NIP : 041203026
TTL : Jakarta, 14 Januari 1988
Alamat rumah : Jl. Pangkalan Jati VI No. 36 RT

005/05 Kec. Makasar, kel Cipinang,

Melayu, Jakarta

No. HP : 0813 8147 3262

Bersama ini kami lampirkan :


1. Fotocopy/scan kartu mahasiswa yang berlaku
2. Fotocopy/scan bukti pembayaran biaya pendaftaran
Dengan ini saya menyatakan keikutsertaan tim kami pada acara National
Concrete Competition CBR UNILA 2019, serta akan mengikuti prosedur
kompetisi yang ada.

Depok, 12 Maret 2019

Ketua Tim

Atica Chairun Nissa


NPM. 1706104104

`Universitas Indonesia
39

LAMPIRAN

1. Analisa Harga Satuan

HARGA
BAHAN / SPESIFIKASI SATUAN
NO SAT
MATERIAL BAHAN HARGA
KONTRAKTUAL
A. Agregat Kasar, Bahan Perekat & Bahan Jadinya

1 Pasir Urug m3 237,518.33 261,270.17


Tanah Urug
2 Pilihan m3 183,900.33 202,290.37

3 Sirtu m3 239,870.00 263,857.00

4 Pasir Teras m3 180,000.00 198,000.00


Pasir Pasang
5 Kali m3 206,946.67 227,641.34

6 Pasir Beton m3 289,255.00 318,180.50

7 Abu Batu m3 298,661.67 328,527.83

8 Koral Beton m3 216,353.33 237,988.67


Batu Gosok
9 (Apung) Kg 29,913.20 32,904.52
Batu Pecah
10 Mesin 1/2 m3 315,123.33 346,635.67
Batu Pecah
11 Mesin 2/3 m3 348,752.17 383,627.38
Batu Pecah
12 Mesin 3/5 m3 293,958.33 323,354.17
Batu Pecah
13 Mesin 5/7 m3 283,305.28 311,635.81
Batu Belah
14 Pondasi m3 265,738.33 292,312.17
Batu Bronjol
15 (Untuk Bronjong) m3 309,009.00 339,909.90
Batu Koral Beton
16 Kali m3 316,534.33 348,187.77
Batu Tempel
17 Hitam m2 266,208.67 292,829.53
Batu Pinggir
18 Beton 10 x 20 x 35 buah 24,692.50 27,161.75

`Universitas Indonesia
40

Batu Pinggir 15 x 35 x 50
19 Beton K-225 buah 88,893.00 97,782.30

20 Batu Telor m3 124,168.00 136,584.80


Batako Kecil 8 x
21 10 x 20 buah 2,586.83 2,845.52
Batako Besar 8 x
22 20 x 30 buah 3,527.50 3,880.25
Con Block 8 x 20
23 x 40 buah 7,407.75 8,148.53
Bata Merah
24 Bakar Kelas I buah 1,152.32 1,267.55
Bata Merah
25 Bakar Kelas II buah 905.39 995.93
Bata Merah
26 Oven (Klingker) buah 1,105.28 1,215.81

27 Bata Ringan buah 9,222.50 10,144.75

28 Rooster Beton 20 x 20 buah 13,263.40 14,589.74

29 Rooster Beton 30 x 30 buah 9,877.00 10,864.70

30 Rooster Jalusi 39 x 18,5 x 9 buah 11,993.50 13,192.85

31 Rooster Motif 20 x 20 buah 25,398.00 27,937.80

32 Rooster Polos 20 x 20 buah 20,812.25 22,893.48

33 Rooster Silang 20 x 20 buah 23,634.25 25,997.68

34 Rooster Espana buah 31,747.50 34,922.25


Rooster / Bata
35 Kerawang buah 8,254.35 9,079.79

36 Rooster Keramik 30 x 30 buah 49,385.00 54,323.50

37 Rooster Keramik 20 x 20 buah 35,275.00 38,802.50

38 Rooster Keramik 18 x 18 buah 33,158.50 36,474.35

39 Grass Block 20 x 20 buah 21,494.23 23,643.66

40 Grass Block 30 x 30 buah 24,974.70 27,472.17

41 Paving Blok Natural 8 cm m2 114,667.27 126,133.99

`Universitas Indonesia
41

42 Paving Blok Warna 8 cm m2 134,374.23 147,811.66

43 Paving Blok Natural 6 cm m2 97,594.17 107,353.58

44 Paving Blok Warna 6 cm m2 112,174.50 123,391.95


Canstin Paving
45 Blok m' 110,481.30 121,529.43
Semen PC/ 50
46 Kg zak 82,000.00 90,200.00

47 Semen Putih zak 130,517.50 143,569.25


Semen Mortar
48 Utama (MU) Zak 84,660.00 93,126.00
Kanstin Jalan
Ukuran Besar
49 buah
(Bina Marga) 1 65,000.00 71,500.00
50 buah = 60 cm
K550, Tanpa
Readymix Beton Pompa m3
51 (Selang) 1,622,650.00 1,784,915.00
K500, Tanpa
Readymix Beton Pompa m3
52 (Selang) 1,552,100.00 1,707,310.00
K400, Tanpa
Readymix Beton Pompa m3
53 (Selang) 1,340,450.00 1,474,495.00
K350, Tanpa
Readymix Beton Pompa m3
54 (Selang) 1,251,086.67 1,376,195.33
K300, Tanpa
Readymix Beton Pompa m3
55 (Selang) 1,213,460.00 1,334,806.00
K250, Tanpa
Readymix Beton Pompa m3
56 (Selang) 1,171,130.00 1,288,243.00
K225, Tanpa
Readymix Beton Pompa m3
57 (Selang) 1,145,261.67 1,259,787.83
K175, Tanpa
Readymix Beton Pompa m3
58 (Selang) 1,126,448.33 1,239,093.17
K125, Tanpa
Readymix Beton Pompa m3
59 (Selang) 1,072,360.00 1,179,596.00

`Universitas Indonesia
42

Kapur
Pasang/kapur
60 Tembok m3 485,054.77 533,560.24

61 Kapur Sirih kg 13,169.33 14,486.27

62 Semen warna kg 13,639.67 15,003.63

63 Tanah Liat m3 76,723.13 84,395.44

64 Air liter 689.47 758.42

65 Formite/spacer buah 28,220.00 31,042.00

66 Hollow/Con Blok 8 x 20 x 40 buah 5,538.18 6,091.99

67 Hollow/Con Blok 8 x 15 x 40 buah 6,490.60 7,139.66

68 Hollow/Con Blok 8 x 10 x 40 buah 5,996.75 6,596.43

69 Semen Nat kg 9,000.00 9,900.00

70 Kapur padam m3 82,300.00 90,530.00

71 Semen merah m3 300,000.00 330,000.00

72 kerikil kg 1,700.00 1,870.00

73 Batu Granit kg 3,900.00 4,290.00

74 Batu Teraso kg 2,400.00 2,640.00

75 alat bantu lot 66,000.00 72,600.00

`Universitas Indonesia
43

2. Lampiran Gambar

A.

Gambar 1. Persiapan Agregat Kasar Gambar 2. Persiapan Agregat Halus

Gambar 3. Pengadukan Beton Gambar 4. Penusukan Bahan Uji

Gambar 5. Pengujian Slump Gambar 6. Pengujian Slump

`Universitas Indonesia
44

Gambar 7. Cetakan Beton Gambar 8. Penusukan Adukan Beton

`Universitas Indonesia

Anda mungkin juga menyukai