100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
418 tayangan16 halaman

Penggunaan dan Validitas Tes MMPI

Tes MMPI merupakan tes kepribadian klinis paling banyak digunakan yang dikembangkan untuk menilai penyesuaian emosional dan sikap terhadap tes. Tes ini memiliki 13 skala standar dan reliabilitas sedang. Interpretasi perlu mempertimbangkan tumpang tindih antar skala karena sifat multidimensi konsep yang diukur. Penggunaan tes ini pada berbagai kelompok umur dan etnis perlu dipertimbangkan.

Diunggah oleh

Rachmad Wahyudi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
418 tayangan16 halaman

Penggunaan dan Validitas Tes MMPI

Tes MMPI merupakan tes kepribadian klinis paling banyak digunakan yang dikembangkan untuk menilai penyesuaian emosional dan sikap terhadap tes. Tes ini memiliki 13 skala standar dan reliabilitas sedang. Interpretasi perlu mempertimbangkan tumpang tindih antar skala karena sifat multidimensi konsep yang diukur. Penggunaan tes ini pada berbagai kelompok umur dan etnis perlu dipertimbangkan.

Diunggah oleh

Rachmad Wahyudi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Crash Program Bimbingan Kemasyarakatan

Farah Rianda N. S (3039)


Rachmad Wahyudi (3060)

PENGERTIAN, KEGUNAAN, DAN METODE TES


MMPI MENURUT PARA AHLI

Sejarah pengembangan awal MMPI atau Minnesota Multiphasic Personality


Inventory di mulai pada tahun 1939 di University of Minnesota oleh Starke R. Hathaway dan
J. Charnley McKinley. Mereka mengiginkan sebuah instrumen yang dapat berfungsi sebagai
alat bantu dalam mengasesmen pasien-pasien dewasa selama pekerjaan psikiatri rutin dan
yang dapat menentukan dengan kuat tingkat keparahan gangguan mereka. Di samping itu,
Hathaway dan McKinley tertarik untuk mengembangkan sebuah estimasi objektif tentang
perubahan yang dihasilkan oleh psikoterapi atau variabel-variabel lain dalam kehidupan
pasien. Pendekatan terpenting selama pengkonstruksian MMPI adalah empirical criterion
keying. Hal ini memacu pada pengembangan, pemilihan, dan penskoran beberapa item dalam
skala berdasarkan kriteria acuan eksternal tertentu. Jadi, jika sebuah populasi klinis di beri
serangkaian pertanyaan-pertanyaan yang akan dimasukkan atau dikeluarkan berdasarkan
apakah populasi klinis ini memberikan jawaban yang berbeda dengan kelompok pembanding.
Contoh: seseorang konstruktor tes mungkin percaya bahwa sebuah item seperti “Kadang-
kadang saya merasa nyaris mustahil bisa bangun di pagi hari” adalah pernyataan yang secara
teoretis cukup baik untuk digunakan dalam mengasesmen depresi. Akan tetapi, jika sebuah
sampel populasi dari pasien-pasien depresi tidak memberikan respon yang berbeda di
banding kelompok normatif, maka item itu tidak akan dimasukkan.

MMPI adalah sebuah kuesioner terstandar untuk mendapatkan deskripsi diri yang
kemudian di skor untuk memberikan pengukuran kuantitatif dari tingkat penyesuaian
emosional seseorang dan test taking attitude (sikap terhadap pengerjaan tes). Oleh karena
perkembangan awalnya oleh Hathway dan McKinley pada 1940, MMPI telah menjadi
inventory kepribadian klinis yang paling banyak digunakan, dengan lebih dari 10.000
referensi penelitian (Archer et al., 2006; Boccaccini & Brodsky, 1999; Camara et al., 2000;
C. Piotrowski, 1999). Jadi, selain kegunaan klinisnya, MMPI telah menstimulasi begitu
banyak literatur. Format tes MMPI tahun 1943 terdiri atas pernyataan afirmatif yang dapat di
jawab dengan “Benar” atau “Salah”. Jumlah item-nya kemudian di tambah menjadi 566
dengan dimasukannya beberapa item ulangan dan skala 5 (masculinity-femininity) dan 0
(social inventory).
Standarisasi tahun 1989 mempertahankan format dasar yang sama, tetapi mengubah,
membuang, dan/atau menambahkan sejumah item, yang membuat totalnya menjadi 567.
Kategori-kategori respon yang berbeda dapat di skor dengan manual atau komputer dan
dirangkum pada sebuah lembar profil. Skor seorang individu seperti yang direpresentasikan
pada form profil itu kemudian dapat diperbandingkan dengan skor-skor yang didapatkan dari
berbagai macam sampel normatif yang berbeda. MMPI yang asli mempunyai 13 skala
standar, 3 diantaranya berhubungan dangan validitas dan 10 lainnya berhubungan dangan
indeks-indeks klinis dan kepribadian.

MMPI-2 dan MMPI-A yang lebih baru mempertahankan 10 skala klinis/kepribadian


maupun 3 skala validitas aslinya, namun jumlah total skala validitasnya ditambah. Skala-
skala klinis dan kepribadiannya dikenali melalui nomor-nomor skala dan oleh singkatan
skalanya. Opsi-opsi tambahan tersedia untuk memperhalus makna skala-skala klinisnya dan
memberikan informasi tambahan. Opsi-opsi ini termasuk skala-skala yang didasarkan pada
isi item (skala-skala isi), penyempurnaan dari skala-skala klinis (skala-skala klinis yang
direstrukturisasi), sub-subskala untuk skala-skala klinis dan kepribadian yang didasarkan
pada klaster-klaster beberapa item terkait isi (sub-subskala Harris-Lingoes), asesmen
beberapa item dan klaster-klaster item yang berhubungan dengan dimensi-dimensi yang
relevan dan skala-skala baru yang didapatkan secara empiris (skala-skala suplementer). Hasil
pengembangan ini amat beragam dan merupakan tes secara potensial dan berguna, yang
dapat di interpretasi, disempurnakan, dan diperluas dari berbagai perspektif yang berbeda.

Validitas dan Realibilitas Tes MMPI

Reabilitas MMPI orsinil menunjukkan bahwa MMPI mempunyai tingkat stabilitas


temporal dan konsistensi internal yang sedang-sedang saja. Sebagai contoh: Hunsley,
Hanson, dan Parker (1988) melaksanakan sebuah meta-analisis terhadap studi-studi yang
dilakukan terhadap MMPI antara tahun 1970 dan 1981 dan menyimpulkan, ”Semua skala
MMPI cukup reliabel, yang nilai-nilainya berkisar mulai serendah 0,71 (Skala Ma) sampai
setinggi 0,84 (Skala Pt)”. Analisis mereka didapatkan dari studi-studi yang memasukkan
berbagai macam populasi, intervalnya berkisar mulai satu hari sampai dua tahun, dan ukuran
sampel gabungannya lebih dari 5.000. Sedangkan reabilitas MMPI-2 dilaporkan
menunjukkan realibilitas tes-retes yang sedang saja. Reabilitas tes-retes dihitung untuk
populasi yang sempit selama interval. Reliabilitas untuk laki-laki normal selama interval
pengetesan ulang rata-rata selama 8,58 hari (Mdn = 57 hari) berkisar antara serendah 0,67
untuk skala 6 sampai setinggi 0,92 untuk skala 0 (Butcher et al., 1989). Sampel perempuan
yang paralel selama interval pengetesan ulang yang sama menghasilkan reliabilitas yang
serupa, yang berkisar mulai dari 0,58 (Skala 6) sampai 0,91 (Skala 0). Stadar error of
measurement untuk skala-skala yang berbeda berkisar mulai dari 2 sampai 3 poin skor kasar
(Butcher et al., 1989, 2001; Munley, 1991).

Salah satu kesulitan MMPI-MMPI-2 terletak pada pengonstruksian skala-skala itu.


Interkorelasi di antara banyak skala yang cukup tinggi, terutama diakibatkan oleh derajat
tumpang tindih antar item yang tinggi. Kadang-kadang, item yang sama digunakan secara
simultan untuk penskoran beberapa skala yang berbeda, dan sebagian besar skala mempunyai
beberapa item yang sama dengan skala-skala lain dengan proposi yang cukup besar. Contoh :
Skala 7 (Psikastenia) dan 8 (Skizofrenia) mempunyai tumpang-tindih yang tinggi, yang
terefleksi dalam korelasi yang berkisar mulai dari 0,64 sampai 0,87, tergantung populasi yang
diambil sampelnya (Butcher et al., 1989; Dahlstrom & Welsh, 1960). Sebagian pembelaan
atas tumpang tindih item ini adalah untuk variabel-variabel multidimensional yang kompleks
seperti sindrom-sindrom patologis, hubungan-hubungan penting memang diharapkan adanya
dengan konstrak-konstrak yang serupa. Jika konstrak-konstrak yang lain tersebut diukur pada
tes yang sama, maka diharapkan ada tumpang tindih skala pada sindrom-sindrom yang saling
terkait secara teoritis maupun klinis (Dahlstrom et al., 1972). Contoh : depresi adalah sebuah
fitur lazim di antara beberapa kategori psikopatologis. Jadi secara teoritis depresi yang
berkaitan dengan kondisi tertentu seperti hipokondriasis, skizofrenia, dan kecemasan, akan
menghasilkan skala-skala yang bila diinterkorelasikan, akan tetap mempunyai makna subtil
dan berbeda secara klinis (Broughton, 1984). Jadi, multidimensional skala-skala
dikombinasikan dengan tumpang-tindih item tidak akan menjadikan kelemahan yang berarti,
justru merupakan sesuatu yang diharapkan mengingat sifat konstrak-konstraknya. Akan
tetapi, interpretasi yang akurat perlu mengingat berbagai perbedaan dan persamaan subtil di
antara skala-skala.
Penggunaan Tes MMPI pada Kelompok-Kelompok yang Beragam

1. Usia
Kadang-kadang klinis dihadapkan pada keputusan-keputusan apakah menggunakan
MMPI-2 atau MMPI-A untuk mereka yang berumur 18 tahun. Jika mereka hidup mandiri
dan relatif matang, MMPI-2-lah yang seharusnya di pakai (Graham, 2006). Sebaliknya,
jika mereka masih tinggal di rumah orangtua dan relatif belum matang, MMPI-A yang
direkomendasikan. Ketika seseorang semakin tua, energi mereka pada umumnya
berkurang dan fokus mereka terhadap kesehatan meningkat. Meskipun demikian, tren ini
terefleksi dalam skor-skor pada MMPI-2 untuk orang dewasa yang lebih tua, perubahan-
perubahan ini relatif cukup kecil (kurang dari 5 skor T) dan secara klinis tidak signifikan
(Graham, 2006). Jadi, menggunakan norma yang terpisah untuk orang dewasa yang lebih
tua tidak disarankan.

2. Etnisitas
MMPI/MMPI-2 telah diteliti secara eksentif untuk menentukan seberapa tepat
penggunaannya untuk kelompok-kelompok yang beragam secara kultural. Penelitian
dipusatkan di seputar kelompok-kelompok (minoritas) yang berbeda secara klinis di
Amerika Serikat maupun penggunaannya di berbagai negara. Ada begitu banyak alasan
yang mungkin mengapa orang dari kelompok-kelompok budaya yang mendapatkan skor
yang condong ke arah tertentu. Meskipun skor-skor mungkin merupakan hasil pengukuran
yang akurat terhadap beberapa ciri-sifat kepribadian yang berbeda, mereka mungkin juga
merupakan akibat kecenderungan budaya untuk menerima tanpa membantah dengan
memberikan respon yang secara sosial diharapkan, keyakinan yang berbeda tentang
kerendahan hati, konflik peran, atau interpersepsi yang berbeda-beda terhadap makna
beberapa item-nya. Profil mungkin juga merefleksikan hasil diskriminasi rasial dalam arti
bahwa skala-skala yang berkaitan dengan kemarahan, implusivitas, dan frustasi mungkin
terelevasi.

MACAM-MACAM DAN SYARAT ALAT TES INVENTORI DALAM PSIKOLOGI

Kepercayaan masyarakat terhadap hasil tes sebagai alat seleksi dan rekrutmen. Para
ahli psikologi dari tahun ketahun berlomba melakukan berbagai penelitian untuk menciptakan
alat ukur psikologis atau tes psikologi yang baik. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya jumlah
alat tes yang dapat kita temukan saat ini dengan berbagai tujuan pengukuran seperti tes
inteligensi dan tes kepribadian serta administrasi yang beragam pula mulai dari paper dan
pencil, hingga penggunaan teknologi seperti internet atau komputer. Keinginan untuk
mendapatkan orang yang tepat untuk menempati posisi yang tersedia, membuat para praktisi
tidak bisa lepas dari alat tes psikologi ketika melakukan rekrutmen dan seleksi. Namun sisi
negatifnya adalah, frekuensi yang sangat sering digunakan membuat tes ini kehilangan
reliabilitasnya. Hasil penelitian Muryantinah Handayani yang ditulis dalam artikel
”Penyusunan Alat Ukur Inteligensi (Ist-Versi LP3TUNAIR)”, tingkat pengawasan terhadap
kerahasiaan pada alat tes tersebut sangat sulit dilakukan. Kondisi seperti ini tampaknya
menjadi sebuah tantangan bagi para praktisi SDM untuk membuka mata serta selalu jeli
terhadap reliabilitas alat tes sebelum digunakan agar tujuan mencari orang yang tepat sesuai
dengan kebutuhan perusahaan dapat dicapai.
Psikodiagnostik adalah ilmu yang membicarakan cara-cara untuk mengetahui keadaan
jiwa seseorang, sedangkan definisi tes adalah suatu metode untuk menjaring data berupa
perilaku individu. Beberapa manfaat tes adalah diperolehnya efisiensi dalam waktu untuk
mengetahui gambaran kepribadian seseorang.

Syarat Alat Tes

Suatu alat tes harus memenuhi persyaratan diantaranya :


 Validasi adalah suatu ukuran untuk memprediksi kriterium yang telah ditentukan
 Reliabel adalah reliabel suatu tes berkaitan dengan konsistensi, reproducibility dan
ketelitian tes tersebut. Apabila validasi adalah hubungan antara hasil tes dengan suatu
kriterium luar. Maka realibitas adalah hubungan di dalam tes itu sendiri.
 Distandardisasikan, dalam hal ini maksudnya agar situasi tes benar-benar sama bagi
setiap subjek yang di tes sehingga hasilnya dapat dibandingkan dari satu subjek ke
subjek yang lain.
 Tes harus objektif, artinya apakah penilaian atas tes tersebut adalah objektif, yakni
akan memberi hasil yang sama bila dinilai oleh pemeriksa yang berbeda-beda.
 Tes harus komprehensif, yang di maksud disini adalah bahwa tes tersebut dapat
mengungkap banyak hal terutama dalam tes prestasi.
 Tes harus diskriminatif, tes harus mampu menunjukkan perbedaan-perbedaan
mengenai sifat/faktor tertentu pada individu yang satu dengan individu yang lain.
Macam-macam Tes Inventori

1. Tes Inventori Kepribadian


 MMPI (Minnesota Personality Inventory)
 CPI (California Psychological Inventory)
 PIC (Personality Inventory for Children)
 MCMI (Millon Clinical Multiaxial Inventory)
 16 PF (Sixteen Personality Factor Questionnaire)
 EPPS (Edward Perssonal Preference Schedule)
 PRF (Personality Research Form)
 JPI (Jackson Personality Inventory)

2. Tes Inventori Minat


 SCII (Strong-Campbell Interest Inventory)
 JVIS (Jackson Vocational Interest Survey)
 KPR-V (Kuder Preference Record - Vocational)
 CAI (Career Assessment Inventory)
 RMIB (The Rothwell-Miller Interest Blank)

3. Tes Inventori Nilai


 Study OF Value
 WVI (Work Value Inventory)

SKORING, INTERPRETASI, DAN ADMINISTRASI TES MMPI MENURUT PARA


AHLI

MMPI adalah salah satu tes pertama yang mengembangkan skala-skala untuk
mendeteksi apakah responden menjawab dengan cara yang akan membuat hasilnya secara
keseluruhan tidak valid. Meta analisa terhadap studi-studi tentang skala validitasnya secara
umum menunjukkan bahwa mereka mampu mendeteksi kepura-puraan secara efektif. Strategi
yang paling efektif adalah kemampuan skala F untuk mendeteksi overreporting patologi.
Skala K, meskipun masih berguna, sedikit kurang efektif dalam mendeteksi underreporting
(R. Baer, Wetter, & Berry, 1992; Putzke, Williams, Daniel, & Boll, 1999).

1. Skala ? (Cannot Say/Cs)


Skala ? (Cs) bukan benar-benar sebuah skala formal tetapi sekadar mempresentasikan
jumlah item yang dibiarkan tak terjawab pada lembar profil. Kegunaan mencatat total
jumlah pertanyaan yang tak terjawab adalah memberikan salah satu di antara beberapa
indeks validitas.

2. Skala F (Infrequency)
Skala F (infrequency) mengukur sejauh mana seseorang menjawab dengan cara yang
menyimpang. Item-item skala F MMPI dan MMPI-2 di seleksi berdasarkan dukungan
(endorsement) oleh kurang dari 10% populasi. Jadi, dari segi definisi statistik, mereka
merefleksikan cara berpikir yang non-konvensional.

3. Skala Fb (F back)
(MMPI-2); F1 dan F2 (MMPI-A) Keempat puluh item Fb MMPI-2 dirancang untuk
mengidentifikasi cara merespons “fake-bad” (pura-pura sakit) untuk 197 item terakhirnya.
Hal ini mungkin penting karena skala F tradisional didapatkan dari beberapa item yang
diperoleh dari apa yang sekarang merupakan 370 pertanyaan pertama pada MMPI-2.
Tanpa skala Fb, tidak akan ada pengecekan pada validitas beberapa item selanjutnya.

4. Skala Fp (Infrequency-Psychopathology)
Oleh karena skala F biasanya terelevasi pada pasien-pasien psikiatrik, seringkali sulit
untuk membedakan antara para penyandang psikopatologi sejati dengan mereka yang
memiliki sedikit patologi, tetapi berpura-pura sakit. Hal ini terutama terjadi jika
psikopatologinya cukup berat.

5. Fake Bad Scale (FBS)


Fake Bad Scale (FBS) dikembangkan dengan harapan bahwa skala ini akan dapat
mendeteksi pihak yang mengajukan tuntutan cedera pribadi yang membesar-besarkan
masalahnya (Less-Haley, English, & Glenn, 1991).

6. Skala L (Lie Scale)


Skala Lie (kebohongan) terdiri atas 15 item yang mengindikasikan sejauh mana
seorang klien berusaha mendeskripsikan dirinya dengan cara positif yang tidak realistis.
Jadi, mereka yang mendapat skor tinggi mendeskripsikan dirinya secara terlalu besar
perfeksionistik dan idealis. Skor tinggi pada skala L (T = 65) sedangkan skor rendah pada
skala L (T = 35-45).

7. Skala K (Correction)
Skala K dirancang untuk mendeteksi klien-klien yang terlalu positif dalam
mendeskripsikan dirinya. Jadi, skala ini mempunyai kesamaan dengan skala L. Akan
tetapi, skala K lebih subtil dan efektif. Individu dengan skor sedang sering kali
mempunyai kekuatan ego yang baik, pertahanan emosional yang efektif, kontak yang baik
dengan realitas, dan keterampilan coping yang sangat baik. Skor tinggi pada K (T = 65
atau 70), skor sedang pada K (T = 56-64), dan skor rendah pada K (T = profil fake bad).

8. Skala S (Superlative)
Oleh karena efektivitas skala K dan L ditemukan hanya sedang-sedang saja dalam
membedakan orang yang pura-pura baik-baik, skala S dikembangkan dengan harapan
bahwa skala bisa mengidentifikasi dengan lebih akurat orang yang berusaha tampak selalu
baik (Butcher & Han, 1995).

Skala-Skala Klinis
Skala 1 : Hypochondriasis
Skala 2 : Depression (D)
Skala 3 : Hysteria (Hy)
Skala 4 : Psychopathic Deviate (Pd)
Skala 5 : Masculinity-Feminimity
Skala 6 : Paranoia (Pa)
Skala 7 : Psychasthenia (Pt)
Skala 8 : Schizophernia (Sc)
Skala 9 : Hypomania (Ma)
Skala 0 : Social Introversion (Si)
Dalam tes MMPI ada 567 pertanyaan dan 1 lembar jawaban dengan 2 pilihan (+) dan (-).
Peserta tes tinggal memilih dengan cara melingkar dengan pensil atau bolpoint. (+) jika
sesuai dengan anda atau pilih (-) jika tidak sesuai.
1) Aku menyukai majalah teknik.
2) Aku mempunyai nafsu makan yang baik.
3) Hampir setiap bangun pagi badanku terasa segar dan perasaan terasa puas.
4) Aku pikir aku menyukai pekerjaan pustakawan.
5) Aku mudah terbangun oleh suara berisik.
6) Ayahku adalah seorang yang baik hati.
7) Aku senang nonton berita kejahatan di TV.
8) Biasanya tangan dan kakiku tidak terasa dingin.
9) Sehari-hari, kehidupanku penuh dengan pengalaman menarik.
10) Aku sanggup bekerja secara baik (seperti yang sudah-sudah).
11) Tenggorokanku sering terasa seperti tersumbat oleh sesuatu.
12) Kehidupan seksualku cukup memuaskan (dapat berupa fantasi seksual, hubungan
seksual,persepsi/perasaan yang berhubungan dengan perihal seksual).
13) Seseorang harus berusaha memahami mimpinya dan dijadikan petunjuk atau pertanda
peringatan.
14) Aku suka cerita detektif atau misterius.
15) Aku bekerja dalam situasi yang penuh ketegangan.
16) Kadang terpikir olehku hal-hal yang buruk (musibah atau rencana jahat dari diriku
atau orang lain atau perilaku abnormal) untuk diutarakan..
17) Aku yakin aku mendapat perlakuan yang tidak adil dalam hidup ini.
18) Aku terganggu oleh serangan mual dan muntah
19) Ketika aku mendapat pekerjaan baru, aku lebih suka diberi petunjuk siapa yang harus
aku hubungi selanjutnya.
20) Aku jarang mengalami sembelit.
21) Kadang-kadang aku ingin sekali pergi dari rumahku.
22) Tampaknya tiada seorangpun memahami diriki
23) Pada waktu tertentu aku menangis dan tertawa tanpa dapat dikendalikan.
24) Adakalanya aku dikuasai oleh roh jahat.
25) Aku ingin menjadi penyanyi
26) Aku merasa lebih baik diam bila dalam kesulitan.
27) Prinsipku adalah, aku akan membalas orang yang berbuat salah kepadaku
28) Beberapa kali dalam seminggu akau merasa terganggu dengan penyakit maag.
29) Adakalanya aku ingin mencaci maki orang lain.
30) Setiap beberapa malam aku mengalami mimpi buruk.
31) Aku merasa sukar memusatkan perhatian dalam mengerjakan tugas.
32) Aku pernah mengalami kejadian aneh dan tidak masuk akal.
33) Aku jarang menhkhawatirkan kesehatanku.
34) Aku belum pernah mengalami kesulitan yang menyebabkan oleh kelakuan seksualku.
35) Ketika aku masih muda aku pernah mencuri barang milik orang lain.
36) Aku sering sekali batuk batuk.
37) Kadang-kadang aku ingin membanting barang disekitarku.
38) Aku pernah beberapa hari atau lebih tidak dapat melakukan apa apa karena aku tidak
bisa memulainya.
39) Tidurku tidak nyanyak dan sering terbangun.
40) Aku sering merasa kepalau sakit.
41) Aku tidak selalu berkata yang sebenarnya.
42) Bila tidak diganggu/dijahatti aku semestinya bisa lebih sukses.
43) Aku sekarang lebih bijaksana dari sebelumnya.
44) Sekali atau lebih dalam semingu kadang badanku terasa panas tanpa sebab.
45) Aku memiiki kesehatan yang baik seperti kebanyakan temanku.
46) Bila berpapasan dengan orang yg kukenal biasanya aku menghindari.
47) Aku hampir tidak pernah merasa terganggu rasa nyeri pada jantung dan dada.
48) Aku lebih suka duduk dan melamun daripada melakukan pekerjaan.
49) Aku adalah orang yang mudah bergaul.
50) Aku sering harus menerima perintah dari orang yang lebih bodoh dari diriku.
51) Aku tida k selalu mandi setiap hari
52) Aku belum menjalani hidup ini secara benar
53) Beberapa tuhbuhku sering terasa panas, kesemutan atau seperti ada yang merayap.
54) Keluargaku tidak senang kepada pekerjaan yang aku pilih.
55) Kadang-kadang aku tetap berpegang kepada pendirianku, sehingga orang lain merasa
tidak sabar.
56) Aku berharap mudah-mudahan suatu saat aku akan bahagia seperti halnya orang lain.
57) Aku hampir tidak pernah merasa sakit di tengkukku.
58) aku kira banyak orang yang suka membesarkan kemalangan mereka untuk
memperoleh simpati dan pertolongan dari orang lain.
59) Aku sering terganggu oleh rasa tidak enak di ulu hati.
60) Pada saat aku berkumpul dengan banyak orang, aku terganggu oleh pembicaraan
mereka tentang hal-hal yang sangat aneh.
61) Aku termasuk orang penting
62) Aku sering ingin menjadi wanita (pria) / Seballiknya
63) Aku tidak mudah tersinggung
64) Aku senang membaca kisah percintaan
65) Hampir setiap hari aku merasa sedih
66) Rasanya akan lebih baik bisa semua aturan dihapus saja
67) Aku menyukai sajak dan puisi
68) KAdang suka mengganggu binatang
69) Aku senang menjadi penjaga hutan polisi
70) Aku mudah dikalahkan dalam perdebatan
71) Akhir-akhir ini aku sukar meengatasi perasaan putus asa
72) Rohku kadang2 terbang meninggalkan
73) Aku kurang percaya diri
74) Aku ingin menjadi pedagang bunga
75) Aku merasa memang hidup ini sangat berharga
76) Diabutuhkan banyak usaha untuk meyakinkan orang lain tentang kebenaran
77) Kadang2 aku menunda sampai besok pekerjaan yang seharusnya dikerjakan sekarang
78) Aku disukai oleh sebagian besarorang yang mengenal aku.
79) Aku tahan dijadikan bahan lelucon
80) aku menyukai pekerjaan sebagai perawat
81) Menurut pendapatku sebaian besar orang akan berbohong untuk mendapat
keuntungan
82) Aku banyak melakukan perbuatan yang kemudian aku sesalkan
83) Aku jarang bertengkar dengan keluargaku
84) Aku pernah dikeluarkan dari sekolah karena kenakalanku
85) Ada kalanya aku ingin sekali melakukan tindakan yang berbahaya atau mengejutkan.
86) Aku senang pergi ke pesta dan acara lain yang sangat menggembirakan
87) Aku pernah menghadapi persoalan yang begitu banyak kemungkinannya sehingga
aku tidakbisa mengambil keputusan.
88) Menurut pendapatku, kaum wanita seharusnya memiliki kebebasan seperti kaum pria
dalam berhubungan badan.
89) Perjuanganku yang terberat adalah melawan diriku sendiri.
90) Aku menyayangi diriku.
91) Ototku tidak pernah mengalami kram atau kejutan-kejutan (kedutan)
92) Rasanya aku tidak peduli dengan apa yang terjadi pada diriku.
93) Bila sedang tidak enak badan, kadang-kadang aku mudah tersinggung
94) Aku sering merasa seakan-akan telah melakukan sesuatu yang salah atau jahat.
95) Aku merasa selalu berbahagia
96) Aku dapat melihat benda, binatang, atau orang disekitarku yang tidak tampak
disekitarku.
97) Kepalaku sering terasa berat atau hidungku sering mampat.
98) Pada orang yang sok bos (bossy) aku ingin malakukan kebalikan dari permintaanya,
walaupun aku tahu dia benar.
99) Seseorang telah membuat rencana jahat terhadapku dan tampaknya aku sulit
menghindarinya.
100) Aku tidak pernah melakukan sesuatu yang berbahaya hanya untuk
kesenangan.
101) Aku sering merasa seakan-akan ada sebuah sabuk yang mengkat kepalaku
dengan kuat
102) Kadang-kadang aku bisa menjadi marah
103) Aku lebih menyukai pertandingan /perlombaan yang aku ikut bertaruh.
104) Kebanyakan orang berbuat jujur terutama karena takut ketahuan
105) Di sekolah aku kadang kadang dipanggil oleh guru atau kepala sekolah karena
kenakalanku
106) Bicaraku lancar dan jelas seperti biasanya
107) Sopan santunku saat bepergian bersama teman-temanku tidaklah sebaik
dibandingkan saat dirumah.
108) Setiap orang yang terampil dan mau bekerja keras mempunya kesempatan
yang besar untuk berhasil
109) Rasanya ku memiliki kemampuan dan kepandaian yang tidak kalah
dibandingkan orang lain.
110) Kebanyakan orang akan menggunakan segala cara untuk mendapatkan apa
yang mereka inginkan.
111) Aku sering sakit maag
112) aku suka seni drama
113) Aku tahu siapa yang menjadi biang keladi kesulitan-kesulitan
114) Kadang2 aku tertarik barang2 pribadi orang lain
115) aku tidak takut melihat darah
116) Sering tidak mengerti mengapa aku tersinggung dan mengomel
117) aku belum pernah batuk darah dan muntah darah
118) Aku tidak takut jika nanti terserang penyakit
119) Aku senang menanam bunga
120) Aku perlu memepertahankan secara gigih sesuatu yang aku anggao benar
121) Aku tidak tertarik dengan kegiatan yang tidak wajar
122) Adakalanya pikiranku berjalan lebih cepat dibandingkan ucapanku
123) BIla tidak ada penjaga, aku akan menerobos nonton tanpa karcis
124) Aku bertanya maksud dan tujuan jika ada yang berbuat baik
125) kehidupan keluargaku menyenangkan
126) Aku percaya manfaat akan hukum dan peraturan yang tegas
127) kritikan dan teguran sangat menyakitkan hatiku
128) aku senang memasak
129) perilakuku banyak dipengaruhi oleh orang disekitarku
130) kadang2 aku merasa benar tidak berguna
131) Aku pernah menjadi anggita geng remaja
132) AKu percaya akherat
133) aku ingin jadi tentara
134) kadang2 aku ingin berkelahi dengan orang lain
135) karena tidak memutuskan dengan cepat, kadang aku kehilangan kesempatan
136) Aku tidak senang ada orang menggangguku
137) aku mencatat pengalamanku di buku harian
138) aku yakin ada komplotan yang memusuhiku
139) Aku ingin menang dalam pertandingan
140) aku dapat tidur nyenyak saat malam
141) aku sehat sahat saja
142) aku tidak pernah sakit ayan
143) Berat badanku stabil
144) Aku yakin ada orang yang mematai aku
145) Aku sering merasa, dihukum tanpa sebab
146) aku mudah menangis
147) Kemampuanku memahami bacaan tidak sebaik dulu lagi
148) Aku tidak pernah merasa begitu senang seperti hari ini
149) Kadang2 kepalaku terasa sakit
150) Kadang2 aku merasa seakanakan harus melukai diriku sendir atau orang lain
151) Aku harus mengakui penipu lebih pintar dariku
152) Aku tidak cepat lelah
153) Aku ingin menjadi orang yang terpandang
154) Aku takut ketinggian
155) Aku tidak gelisah jika keluargaku tersangkut pelanggaran
156) Aku berjiwa pengembara dan tidak merasa bahagia bila tidak berkelana
157) Aku tidak peduli tentang pendapat orang lain tentang diriku
158) Aku merasa canggung di panggung meskipun bersama sama
159) Aku pelum pernah pingsan
160) Aku senang bersekolah
161) Aku sering berusaha keras untuk mengatasi rasa malu
162) Aku mencoba meracuni diriku
163) Aku tidak takut pada ular
164) aku jarang mengalami pusin
165) Daya ingatku normal
166) aku gelisah bila memikirkan masalh privascy
167) sulit mengawali percakapan dengan orang yang baru dikenal
168) kadangkala aku melakukan tanpa menyadari bahwa aku yang melakukan
169) jika bosan biasanya mencari aktifitas yang tidak membosankan
170) aku takut hilang ingatan (kesadaran)
171) aku tidak setuju memberi kepada pengemis
172) tanganku sering gemetar saat melakukan sesuatu
173) aku sering membaca cukup lama tanpa lelah mataku
174) aku suka menyelidiki lebih dalam tentang sesuatu yang aku lakukan
175) aku sering merasa badanku lemah
176) aku jarang sekali sakit kepala
177) kedua tangaku tidak pernah aneh atau janggal
178) kadang merasa malu dan mandi keringat
179) aku bisa menjaga keseimbangan saat jalan
180) ada yang tidak beres atau tidak wajar dalam ingatanku
181) aku tidak menderita demam atau asma
182) aku pernah mengalami serangan ketidakmampuan mengendalikan pergerakan
dan pembicaraanku. sedangkan pada waktu itu aku dalam keadaaan sadar.
183) tidak semua yang kukenal aku menyukainya
184) akhirakhir ini aku jarang melamun
185) aku ingin AKU BUkan pemalu
186) aku tidak takut mengurus uang
187) jika aku wartawan maka aku sengan memberitakan tentang seni drama
188) aku dapat menikmati bermacam-macam pertunjukan dan hiburan
189) aku suka bergaul akrab dengn orang lain
190) keluargaku memperlakukan aku seperti anak kecil
191) aku ingin menjadi wartawan
192) ibuku adalah orang yang baik hati
193) Ketika berjalan diatas trotoar yang retak, aku berjalan sangat hati-hati
194) Aku tidak pernah menderita kelainan pada kulit yg mencemaskan diriku
195) Dibandingkan keluarga lain,kasih sayang dan keakraban keluarga sangat
kurang
196) aku sering merisaukan tentang sesuatu hal
197) aku senang pekerjaan sebagai pemborong
198) Aku sering mendengar suara orang yang tidak aku ketahui dari mana asalnya
199) Aku suka pada ilmu pengetahuan
200) mudah bagiku meminta bantuan kepada teman-temankuwalaupun aku tidak
sanggup membalasnya
201) aku sangat suka pergi berburu binatang
202) Orang tuaku sering tidak setuju terhadap teman-teman pergaulan yang kupilih
203) kadangkalanya aku menggunjing
204) Ternyata pendengaranku cukup bagus
205) Beberapa anggota keluarga mempunyai kebiasaan yang sangat mengganggu
dan menjengkelkan
206) Adakalanya aku sangat muda untuk mengambil keputusan
207) aku ingin menjadi anggota dari beberapa perkumpulan
208) aku hampir tidak pernah merasa berdebar-debar dan jarang sesak nafas
209) aku suka membicarakan tentang s3 k5
210) aku suka mengunjungi tempat baru
211) Aku terpanggil untuk melakukan tugas kemanusiaan dan selama ini aku telah
melaksanakan dg sungguh2
212) Kadang2 aku mencegah orang lain melakukan sesuatu, bukan karena ukuran
besarnya masalah, tapi karena aku berpegang pada prinsipku
213) Aku bekerja sangat baik, bila terjadwal
541) Aku bekerja sangat baik, bila terjadwal
542) Bila marah kepada seseorang dadaku seakan akan meledak
543) Ada kalanya muncul pikiran yang menakutkan tentang keluargaku.
.
.
.
.
566) Ketika aku sedih atau murung , perkejaanku menjadi terlantar.
567) Kebanyakan pasangan perkawinan tidak banyak menunjukan rasa kasih sayang satu
sama lain.

Common questions

Didukung oleh AI

The MMPI assesses clinical symptoms through its clinical scales, which quantify various psychological conditions, and evaluates test-taking attitudes using validity scales that reveal how individuals might exaggerate or minimize their symptoms. This dual assessment approach provides a comprehensive evaluation of mental health and assessment reliability .

Validity scales in the MMPI are used to identify test-taking attitudes and ensure accurate representation of a person's psychological state. Examples include the Lie Scale (L) for detecting unrealistic self-descriptions and the Correction Scale (K) for identifying overly positive self-descriptions. These scales help refine the interpretation of the test results .

High inter-correlation among MMPI scales can challenge interpretation, as seen between scales like Psychasthenia and Schizophrenia. The justification lies in overlapping items reflecting complex multidimensional constructs, such as related syndromes. The challenge is addressed by recognizing these correlations as theoretically expected, aiding in nuanced comprehension rather than detracting from the inventory's accuracy .

Test re-test reliability is crucial for ensuring that the MMPI provides consistent results over time, which is essential for its credibility as a diagnostic tool. Although MMPI shows moderate stability, variations exist among scales, which corroborates its usage across diverse intervals and samples, validating its reliability in real-world settings .

The Fake Bad Scale (FBS) is significant in that it seeks to detect individuals who exaggerate their problems, particularly those filing personal injury claims. It complements traditional validity scales by providing a focused assessment on the potential for inflated symptom presentation in legal or compensation contexts .

Empirical criterion keying contributes to the MMPI's construction by selecting and scoring test items based on their ability to differentiate between clinical populations and comparison groups. This approach ensures that only items that effectively distinguish between these groups are included, enhancing the test's validity and reliability .

The empirical approach ensured clinical relevancy by retaining only those items that discriminated effectively between clinical and normative groups. This method allowed the MMPI to remain relevant and applicable across various psychiatric evaluations, influencing its widespread clinical adoption and fostering an extensive body of research on its scales .

Hathaway and McKinley's objectives were to create an instrument that could aid in assessing adult patients during routine psychiatric work and to strongly determine the severity of their disorders. They were also interested in developing an objective estimation of changes resulting from psychotherapy or other life variables .

Overlap of items among different MMPI scales can result in high intercorrelation, particularly between scales like Psychasthenia and Schizophrenia. While this could complicate interpretations, these overlaps are expected and justified because they reflect theoretically and clinically relevant relationships among complex, multidimensional constructs like psychopathological syndromes .

The MMPI has evolved by maintaining the original 10 clinical/personality scales and 3 validity scales, while adding additional validity scales. MMPI-2 introduced revised content, discarding some items to better reflect contemporary norms, and expanded to 567 items. It retained the format of true-false responses, with options for computerized scoring and profile comparison with various normative samples .

Anda mungkin juga menyukai