SAMPLING TECHNIQUE
SAMPLING Proses pemilihan sampel dari populasi untuk
mendapatkan kesimpulan umum mengenai populasi
berdasarkan hasil penelitian sampel.
Keuntungan survei sampel :
Biaya lebih kecil
- Jumlah unit yang diteliti kecil
- Biaya pengumpulan rendah
- Biaya pengolahan rendah
Waktu lebih sedikit
Ruang lingkup & wilayah survei kecil, waktu di lapangan
singkat
Jumlah unit yang diteliti kecil, waktu pengumpulan data
singkat
Penyajian tepat waktu
Non sampling error lebih kecil
- Jumlah petugas survei sedikit lebih mudah mencari
petugas terampil & terlatih
- Jumlah kuesioner sedikit pengolahan data lebih teliti
- Populasi sangat kecil tidak perlu sampling
By : Fredi Andria, STp., MMA 1
METODE SAMPLING :
1. Probability Sampling
Obyektif, probabilitas terpilihnya anggota populasi
diketahui.
a. Simple random sampling
b. Stratified random sampling
c. Systematic sampling
d. Cluster sampling
2. Non Probability Sampling
Berdasarkan pertimbangan subyektif peneliti, spt : biaya,
waktu, lokasi, & informasi yang dibutuhkan.
a. Convenience sampling
b. Judgment sampling / Purposive sampling
c. Quota sampling
d. Accidential sampling
e. Saturation sampling
f. Snowball sampling
PROBABILITY SAMPLING :
SIMPLE RANDOM SAMPLING
Tiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk
dipilih
Pemilihan anggota sampel undian, angka random
Diperlukan daftar nama seluruh anggota populasi
By : Fredi Andria, STp., MMA 2
Bila populasi & sampelnya besar, perlu ribuan kali mengambil
undian / memilih angka random repot
Bila populasi heterogen sampel ekstrem statistik
sampel jauh berbeda dari parameter populasi
Example :
Populasi sebesar 50 bank akan dipilih 5 bank sbg sampel.
Dibuat 50 gulungan kertas yg mencantumkan nama masing-2 bank
tsb. Dgn mengundi sebanyak 5 x, diperoleh 5 bank yg termasuk
dlm sampel.
Probabilitas tiap bank utk dipilih adalah sebesar :
n 5 1
N 50 10
Dimana :
N = jumlah anggota populasi
n = sample size (jumlah unit dlm sampel)
STRATIFIED RANDOM SAMPLING
Populasi yang heterogen dibagi menjadi beberapa strata
dari tiap stratum dipilih sub sampel
Jumlah unit sampel dapat sebanding atau tidak sebanding
dengan jumlah unit strata
Unit sampel dipilih secara acak
Example :
By : Fredi Andria, STp., MMA 3
Jumlah unit Tiap Alokasi Unit
Strata
Stratum Sampel
I 500 25
II 1.500 75
III 2.000 100
IV 600 30
V 400 20
Jumlah 5.000 250
Pengalokasian unit sampel sebanyak 250 dilakukan
proposional dgn rumus :
N1
n1
N
Dimana :
N = jumlah seluruh unit dlm populasi
N1 = jumlah unit dlm strata ke i
n1 = jumlah unit sampel yg dialokasikan pd strata ke i
Untuk Strata I :
N1 500
n1 250 25
N 5.000
Selanjutnya 25 unit dipilih secara acak dr 500 unit yg
terdapat pada strata I.
Sampling acak terstrata yg proposional makin
banyak jumlah / unit anggota suatu strata, maka makin
banyak unit dr strata itu yg terpilih dlm sampel.
By : Fredi Andria, STp., MMA 4
Pdhl, dlm penentuan sample size faktor yg
harus diperhatikan bukan jumlah unit dlm populasi,
tetapi homogenitas or variabilitas.
Sampling acak terstrata yg tidak proposional dlm
kondisi tertentu, menghasilkan sampel yg lebih representatif
drpd pengalokasian sampel yg proposional.
Strata yg variabilitasnya besar mendapat
alokasi sampel yg lebih besar
Strata yg variabilitasnya kecil mendapat
alokasi sampel yg lebih kecil
Adanya tambahan unit sampel, maka
pengaruh nilai ekstrem pd strata dgn variabilitas tinggi dpt
tertutup or berkurang Sampling error-nya kecil.
Example :
Persentase
Koefisien Alokasi Unit
Strata Banyaknya
Variasi Sampel
Unit
I 10 4 80 (40 %)
II 15 2 40 (20 %)
III 55 1 20 (10 %)
IV 20 3 60 (30 %)
100 200
*) But, jarang digunakan, karena Variabilitas tdk diketahui.
SYSTEMATIC SAMPLING
Harus tersedia daftar nama seluruh anggota populasi
Yang dipilih secara acak hanya unit sampel pertama
By : Fredi Andria, STp., MMA 5
Unit sampel berikutnya dipilih secara sistematis dengan
interval tertentu
Langkah-2 melakukan sampling sistematis :
1. Hitung interval pengambilan sampel, yaitu I = N : n
2. Pilih angka random antara 1 dan I sbg unit sampel pertama
(S1)
3. Unit sampel berikutnya ditentukan sbg berikut :
S2 = S1 + I
S3 = S2 + I
.
.
Sn = Sn-1 + 1
Example :
N = 1.000 n = 40
Interval : I = N : n 1.000 : 40 = 25
Unit sampel I
S1 dipilih antara 1 s.d. 25 16
S2 = 16 + 25 = 41
S3 = 41 + 25 = 66
S4 = 66 + 25 = 91
. .
. .
S40 = 991
CLUSTER SAMPLING
Populasi dibagi menjadi banyak cluster
By : Fredi Andria, STp., MMA 6
Unit dalam cluster heterogen Cluster : miniatur populasi
Kemudian dipilih beberapa cluster
Semua unit dalam cluster terpilih diteliti
Example :
N = 30.000 keluarga 120 cluster @ 250 keluarga
n = 750 keluarga cukup 3 cluster dipilih
Cluster yang dibentuk berdasarkan lokasi geografi lebih
mudah Area Sampling
Kecamatan Desa / Kelurahan RW RT Kompleks
Perumahan Sektor Blok RT atau Blok Tidak Heterogen
“ Sampling 2 Tahap ”.
Tahap I Memilih RT
Tahap II Memilih keluarga dr RT terpilih
RT terpilih lebih tersebar dan banyak.
Area Sampling tidak memerlukan daftar nama seluruh anggota
populasi.
NON PROBABILITY SAMPLING :
By : Fredi Andria, STp., MMA 7
CONVENIENCE SAMPLING
Memilih sampel atas dasar kemudahan
- Mudah dijangkau, didatangi, ditemui
Peneliti :
Dosen Responden : Mahasiswa
Direktur Responden : Karyawan
Responden yang mudah didapat : tetangga, orang sedang
belanja, orang sedang rekreasi, dll.
Irrelevant responden bisa terpilih :
- Tamu dari luar kota
- Pembantu RT
- Bukan potential buyers
JUDGMENT SAMPLING / PURPOSIVE SAMPLING
Memilih sampel berdasarkan pertimbangan
subyektif yang mempunyai ciri tertentu untuk dipilih.
Example :
Tetangga yang mempunyai video cassette displayer saja yang
dipilih
Mahasiswa yang mengambil kuliah perilaku konsumen
Pengunjung Mall yang membeli sabun mandi
By : Fredi Andria, STp., MMA 8
Tidak semudah Convenience sampling
Salah pilih responde diperkecil
Judgment sampling untuk memilih peserta
focus group
QUOTA SAMPLING
Mirip Stratified Sampling
Populasi dibagi menjadi sejumlah segmen /
sel
Tiap segmen mempunyai jatah / kuota :
Berapa unit yang dipilih sebagai sampel
Siapa yang dipilih terserah pelaksana riset di lapangan
Kuota harus dipenuhi
Example :
1. Daftar Kuota Tiap Segmen
Golongan
SD SMP SMU PT
Umur
15 – 30 150 150 150 150 16 segmen
31 – 45 150 150 150 150
@ 150
46 – 60 150 150 150 150
60 + 150 150 150 150
n = 2400
By : Fredi Andria, STp., MMA 9
2. Daftar Kuota Tiap Segmen
Laki-laki Perempuan
Kota
Sama Proposional sama Proposional
Bekasi 240 255 240 250
Bogor 240 260 240 255
Tangerang 240 255 240 250
Karawang 240 220 240 225
Serang 240 220 240 220
Interviewer mencari responden yang memenuhi kriteria
sampai jatah terpenuhi
Lebih dari 2 karakteristik
Tidak fleksibel
Sulit mencari responden
Quota Sampling lebih representatif drpd Convenience dan
Judgment Sampling.
Sampling Hibrida :
Tahap I : Sampling Probabilitas
Area Sampling
Tahap II : Sampling Non Probabilitas
Quota Sampling
By : Fredi Andria, STp., MMA 10
DASAR PEMILIHAN METODE SAMPLING
Tersedia Kerangka Sampel
Simple Random Sampling
Systematic Sampling
Distribusi & Variabilitas Karakteristik Unit Populasi
Diketahui
Stratified Random Sampling
Ranking Stratified Efficiency :
Stratified Sampling
Simple Random Sampling
Cluster Sampling
PERTIMBANGAN MENENTUKAN SAMPLE SIZE
1. Tingkat Akurasi
2. Tingkat Variabilitas
3. Suber Daya Tersedia
By : Fredi Andria, STp., MMA 11