1
PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI
Memahami aspek-aspek yang berkaitan
dengan penetapan lokasi fasilitas/pabrik
Memahami teknik dan mampu melakukan
perancangan tata letak fasilitas produksi
Memahami permasalahan yang berkaitan
dengan pemindahan bahan (material
handling).
Memahami macam/type tata letak fasilitas
produksi.
2
- Perancangan dari fasilitas-fasilitas industri yang
akan dibangun/didirikan, dengan tujuan
menempatkan fasilitas- fasilitas/pabrik yang
sesuai dari segi biaya dan keuntungan.
Dua hal pokok dalam Perancangan Fasilitas :
- Perancangan lokasi pabrik
- Perancangan fasilitas produksi
Laporan Kemajuan 70% Tahun 2 Penelitian Hibah Bersaing 3
Lokasi pabrik yang ideal adalah terletak
pada tempat yang akan mampu
memberikan total biaya dari proses
produksi dan distribusi yang rendah serta
harga dan volume penjualan produk
yang mampu memberikan keuntungan
yang maksimal.
Laporan Kemajuan 70% Tahun 2 Penelitian Hibah Bersaing 4
1. Market location
2. Raw material location
3. Transportation
4. Power
5. Climate
6. Labor & wage salary
7. Water & waste
8. Law & taxation
Laporan Kemajuan 70% Tahun 2 Penelitian Hibah Bersaing 5
Cara yang dapat dipergunakan
untuk menganalisis dan mengambil
keputusan untuk memilih lokasi
pabrik/ perusahaan.
Laporan Kemajuan 70% Tahun 2 Penelitian Hibah Bersaing 6
Kontinyu
(Penentuan satu/lebih lokasi optimal)
Metode Analisa Pusat Gravitasi “Gravity”
Analisis Kuantitatif
(Faktor Obyektifitas)
Metode Analisis Transportasi Program Linier
Analisis Hibrid
(Kombinasi Faktor Obyektif & Subyektif)
Metode “Brown-Gibson”
7
Dalam metode ini ada dua faktor yang
dapat mempengaruhi yaitu :
Lokasi sumber bhn baku/material
(input produksi).
Lokasi daerah pemasaran (output
produksi).
8
Dalam metode ini diasumsikan bahwa :
Biaya produksi dan distribusi tidak diperhitungkan (biaya
produksi dan distribusi untuk masing-masing lokasi baik dari
sumber material, pemasaran menuju lokasi pabrik dianggap
sama).
Untuk menganalisa dengan metode ini input yang diperlukan
adalah :
Kebutuhan/demand produk jadi atau bahan baku dari
masing daerah pemasaran atau lokasi sumber bhn baku.
Koordinat geografis dari lokasi pabrik yang direncanakan,
daerah pemasaran ataupun daerah sumber bhn baku.
9
Langkah-langkah :
1. Menempatkan alternatif lokasi pada suatu sistem
koordinat.
2. Hitung pusat gravitasi dengan persamaan berikut :
d Q ix i
Koordinat X pusat gravitasi i
Q
d Q
i
i iy i
Koordinat Y pusat gravitasi i
dix = koordinat –x lokasi i Q i
i
diy = koordinat –Y lokasi i
Qi = kuantitas barang yang dipindahkan ke atau dari
lokasi i
10
Quain’s Discount Department Stores, yang
merupakan rantai dari empat toko outlet besar
yang memiliki toko di yang terletak di Chicago,
Pittsburgh, New York dan Atlanta. Keempat toko
tersebut dipasok dari sebuah gudang di lokasi
pertama toko didirikan yaitu Pittsburgh. Data
permintaan setiap toko diperlihatkan pada tabel
berikut :
Lokasi Toko Jumlah Kontainer yang Dikirim
Chicago 2000
Pittsburgh 1000
New York 1000
Atlanta 2000
11
Perusahaan telah 150 New York (130,130)
memutuskan Chicago (30,120)
untuk mencari 120 Pittsburgh (90, 110)
lokasi titik pusat
(centre) untuk 90 Pusat Gravitasi
menempatkan (66.7 ; 93.9)
gudang baru.
60
Gambar lokasi
keempat toko
sebagai berikut : 30 Atlanta (60,40)
0
30 60 90 120 150
12
Dengan menggunakan data-data di atas,
maka koordinat pusat gravitasinya adalah :
dixQi
Koordinat X pusat gravitasi i
Qi
302000 901000 1301000 602000
i
2000 1000 1000 2000
400000
6000
66.7
13
d Q iy i
Koordinat Y pusat gravitasi
i
Qi
i
1202000 1101000 1301000 402000
2000 1000 1000 2000
560000
6000
93.3
14
Lokasi (66.7 ; 93.3) ini pada peta amerika
terletak pada bagian tengah negara
bagian Ohio. Perusahaan dapat
mempertimbangkan Columbus, Ohio
atau kota yang berada di sekitarnya
sebagai lokasi yang tepat untuk
dijadikan sebagai lokasi gudang baru.
15
Merupakan sebuah teknik matematis
yang digunakan untuk menentukan
lokasi pusat distribusi yang akan
meminimalkan biaya distribusi.
Metode ini mempertimbangkan jarak
lokasi pasar, jumlah barang yang dikirim
ke pasar dan biaya pengiriman.
16
Pemodelan Transportasi (transportation modelling)
bertujuan mencari cara termurah untuk mengirimkan
barang
dari beberapa sumber (source) ke beberapa
tujuan (destination)
17
Titik sumber dapat berupa pabrik,
gudang distribusi, agen penyewaan
mobil, dll.
Titik tujuan adalah titik-titik yang
menerima barang.
18
Untuk dapat menggunakan model transportasi
maka harus diperoleh informasi sebagai
berikut :
1. Titik asal dan kapasitas pasokan
tersedia pada setiap periode
2. Titik tujuan dan jumlah permintaan
setiap periode
3. Biaya pengiriman satu unit dari setiap
titik asal ke setiap titik tujuan
19
Arizona Plumbing yang membuat
beberapa jenis bak mandi harus
memutuskan pabrik mana yang harus
memasok bak mandi pada beberapa
gudang yang ada. Arizona Plumbing
memiliki 3 pabrik di Des Moines,
evansville dan Fort Lauderdale.
Sedangkan gudang yang harus dipasok
dengan bak mandi terletak di
Albuquerque, Boston dan Cleveland
20
Boston
(membutuhkan 200 unit)
Des Moines
(Kapasitas produksi 100 unit)
Cleveland
(membutuhkan 200 unit)
Evansville
(Kapasitas produksi 300 unit)
Albuquerque
(membutuhkan 300 unit)
Fort Lauderdale
(Kapasitas produksi 300 unit)
21
Ke Albuquerque Boston Cleveland
Dari
Des Moines $5 $4 $3
Evansville $8 $4 $3
Fort $9 $7 $5
Lauderdale
22
Tentukan solusi layak awal
Tentukan entering variable
Tidak
Layak ? Tentukan leaving variable
Ya
STOP !
North-West Corner
Least Cost
Vogel Approximation Method
Ke Albuquerque Boston Cleveland Kapasitas
Dari Pabrik
Des Moines $5 $4 $3 100
Evansville $8 $4 $3 300
Fort $9 $7 $5 300
Lauderdale
Permintaan 300 200 200 700
Gudang
Aturan Northwest-Corner Rule mengharuskan
perhitungan dimulai pada bagian kiri atas (northwest-
corner) dan mengalokasikan unit pada rute pengiriman
sebagai berikut :
1. Habiskan pasokan (kapasitas pabrik) pada
setiap baris (contoh, Des Moines = 100 unit)
sebelum pindah ke baris bawah yang
berikutnya.
2. Habiskan kebutuhan (permintaan gudang) dari
setiap kolom sebelum pindah ke kolom yang
berikutnya di sisi kanan.
3. Pastikan bahwa semua permintaan dan
pasokan telah dipenuhi.
Ke Albuquerque Boston Cleveland Kapasitas
Dari Pabrik
Des Moines 100 $5 $4 $3 100
Evansville 200 $8 100 $4 $3 300
Fort $9 100 $7 200 $5 300
Lauderdale
Permintaan 300 200 200 700
Gudang
Rute Bak Biaya per Biaya
Dari Ke Mandi unit ($) Total ($)
Dikirim
(unit)
Des Albuquerque 100 5 500
Moines
Evansville Albuquerque 200 8 1600
Evansville Boston 100 4 400
Fort Boston 100 7 700
Lauderdale
Fort Cleveland 200 5 1000
Lauderdale
Total $ 4200
Aturan Biaya terendah membuat alokasi berdasarkan
kepada biaya terendah dengan langkah-langkah
sebagai berikut :
1. Identifikasi sel dengan biaya terendah. Pilih
salah satu sel jika terdapat 2 sel dengan biaya
yang sama rendah.
2. Alokasikan unit sebanyak mungkin untuk sel
tersebut tanpa melebihi pasokan atau
permintaan, kemudian coret kolom atau baris
tersebut yang sudah terisi
3. Dapatkan sel dengan biaya terendah dari sisa
sel yang ada
4. Ulangi langkah 2 dan 3 sampai semua unit
habis dialokasikan.
Ke Albuquerqu Boston Cleveland Kapasitas
Dari e Pabrik
Des $5 100 $4 $3 100
Moines
Evansville $8 100 $4 200 $3 300
Fort 300 $9 $7 $5 300
Lauderdale
Permintaan 300 200 200 700
Gudang
Rute Bak Biaya per Biaya
Dari Ke Mandi unit ($) Total ($)
Dikirim
(unit)
Des Boston 100 4 400
Moines
Evansville Boston 100 4 400
Evansville Cleveland 200 3 600
Fort Albuquerque 300 9 2700
Lauderdale
Total $ 4100
Aturan Vogel atau pinalty membuat alokasi berdasarkan pinalty
terbesar, dangan langkah-lamhkah sebagai berikut :
1. Hitung pinalti untuk setiap baris dan kolom, dimana besarnya
pinalti sama dengan selisih antara biaya termurah dan biaya
termurah berikutnya untuk setiap kolom.
2. Pilih baris/kolom dengan pinalti terbesar.
3. Pada baris/kolom terpilih, lihat sel dengan biaya termurah,
alokasikan sebanyak mungkin barang yang mungkin pada sel
tersebut.
4. Coret baris/kolom yang sudah terpenuhi
5. Ulangi langkah 1 sampai dengan 4 untuk baris/kolom yang
belum tercoret.
6. Jika tinggak 1 baris/kolom, maka alokasikan berdasarkan
biaya terendah.
Vogel Approximation Method
Pinalti
Ke Albuquerque Boston Cleveland Kapasitas
Dari Pabrik
Des Moines $5 100 $4 $3 100 1 - -
Evansville $8 100 $4 200 $3 300
1 1 5
Fort 300 $9 $7 $5 300
2 2 4
Lauderdale
Permintaan 300 200 200 700
Gudang
Pinalti 3 3 2
1 3 2
1 - 2
Rute Bak Biaya per Biaya
Dari Ke Mandi unit ($) Total ($)
Dikirim
(unit)
Des Boston 100 4 400
Moines
Evansville Boston 100 4 400
Evansville Cleveland 200 3 600
Fort Albuquerque 300 9 2700
Lauderdale
Total $ 4100
Pada metode sebelumnya diperoleh solusi awal yang layak.
Sedangkan untuk mencari solusi optimal digunakan metode
Stepping-Stone, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Untuk sel yang kosong, buat loop tertutup yang
menghubungkan sel kosong tersebut dengan sel-sel yang
terisi.
2. Hitung perubahan biaya yang ditimbulkan jika sel kosong
tersebut dialokasikan sejumlah barang.
3. Jika terdapat perubahan biaya negatif (pengurangan biaya,
maka sel tersebut merupakan entering variable.
4. Tentukan leaving variabel, yaitu sel terisi yang berada pada
ujung loop negatif dengan jumlah alokasi terkecil.
5. Hitung kembali perubahan biaya yang ditimbulkan.
6. Jika semua perubahan biaya positif, maka iterasi OPTIMAL !
Ke Albuquerque Boston Cleveland Kapasitas
Dari Pabrik
Des Moines 100 $5 3 $4 4 $3 100
Evansville 200
-
$8 100
+
$4 1 $3 300
Fort -2 $9 100- $7 200 $5 300
+
Lauderdale
Permintaan 300 200 200 700
Gudang
Ke Albuquerque Boston Cleveland Kapasitas
Dari Pabrik
Des Moines 100 $5 3 $4 2 $3 100
Evansville 100 - $8 200 $4 -1 +
$3 300
Fort 100 + $9 2 $7 200 - $5 300
Lauderdale
Permintaan 300 200 200 700
Gudang
Ke Albuquerque Boston Cleveland Kapasitas
Dari Pabrik
Des 100 $5 2 $4 2 $3 100
Moines
Evansville 1 $8 200 $4 100 $3 300
Fort 200 $9 1 $7 100 $5 300
Lauderdale
Permintaan 300 200 200 700
Gudang
Rute Bak Biaya per Biaya
Dari Ke Mandi unit ($) Total ($)
Dikirim
(unit)
Des Albuquerque 100 5 500
Moines
Evansville Boston 200 4 800
Evansville Cleveland 100 3 300
Fort Albuquerque 200 9 1800
Lauderdale
Fort Cleveland 100 5 500
Lauderdale
Total $ 3900
Tabel berikut memberikan koordinat peta dan
beban pengiriman ke sejumlah kota yang akan
dipasok melalui suatu pusat distribusi. Tentukan
koordinat lokasi pusat distribusi ?
Kota Koordinat peta (X,Y) Beban Pengiriman
A (5,10) 5
B (6,8) 10
C (4,9) 15
D (9,5) 5
E (7,9) 15
F (3,2) 10
G (2,6) 5
40
Sebuah perusahaan produsen pakan ternak sekarang ini telah
memiliki 2 lokasi pabrik yang terletak di kota P dan Q. Kedua
pabrik tersebut didirikan terutama untuk memasok wilayah
pemasaran di kota A, B, C dan D. Data biaya transportasi dan
permintaan dari setiap wilayah pemasaran dapat dilihat pada
tabel berikut.
Menuju Wilayah Pemasaran Kapasitas Biaya
Produksi Produksi
A B C D (ton/minggu) (Rp/kg)
Dari
Pabrik P 50 45 65 15 35000 180
Pabrik Q 35 70 25 60 50000 85
Demand 40000 25000 30000 15000
(ton/minggu)
41
Untuk menutupi kekurangan pasokan akibat demand yang lebih
besar, maka manajemen memutuskan untuk segera mendirikan
pabrik baru dengan kapasitas produksi 35.000 ton / minggu.
Alternatif lokasi yang bisa dipilih yaitu di kota R dan S, dengan
data biaya produksi & distribusi ke wilayah pemasaran adalah
sebagai berikut :
Menuju Wilayah Pemasaran Kapasitas Biaya
Produksi Produksi
A B C D (ton/minggu) (Rp/kg)
Dari
Pabrik R 10 50 65 40 35000 120
Pabrik S 45 25 5 80 35000 110
Dengan menduplikasikan metode transportasi, laksanakan
evaluasi lokasi pabrik yang sebaiknya dipilih !
42
Sebuah perusahaan produsen pakan ternak sekarang ini telah
memiliki 2 lokasi pabrik yang terletak di kota P dan Q. untuk
memasok wilayah pemasaran di kota A, B, C dan D.
Menuju Wilayah Pemasaran Kapasitas
Produksi
Dari A B C D (ton/minggu)
Pabrik P 50 45 65 15 35000
Pabrik Q 35 70 25 60 50000
Demand 40000 25000 30000 15000
(ton/minggu)
Untuk menutupi kekurangan pasokan akibat demand yang lebih
besar, maka DIutuskan untuk segera mendirikan pabrik baru
Alternatif lokasi yang bisa dipilih yaitu di kota R dan S, dengan
data Sbb :
Menuju Wilayah Pemasaran Kapasitas
Produksi
Dari A B C D (ton/minggu)
Pabrik R 10 50 65 40 35000
Pabrik S 45 25 5 80 35000 43
Dengan menduplikasikan metode transportasi, laksanakan
evaluasi lokasi pabrik yang sebaiknya dipilih !
44
Macam Tipe Tata Letak Fasilitas
Tata Letak Produk
(Product Lay Out = Aliran produk).
Tata Letak Proses
(Process Lay Out = Aliran proses).
Tata Letak Posisi Tetap
(Fixed Position Lay Out).
Tata Letak Kelompok Produk
(Product Famili/Group Teknologi)
Semua fasilitas produksi diatur/ditempatkan
dalam satu departemen khusus.
Diaplikasikan untuk industri skala besar dan proses
produksinya berlangsung secara kontinyu.
Industri Gula, semen, kertas, perakitan (mobil,
elektronik).
1. Produk yang dibuat hanya satu atau beberapa
produk standar.
2. Produk dibuat dalam jumlah/volume besar untuk
jangka waktu relatif lama.
3. Keseimbangan lintasan produksi lebih baik.
4. Satu mesin hanya digunakan unt satu macam
proses kerja.
5. Aktivitas inspeksi selama proses produksi relatif
sedikit.
6. Aktivitas MH dari satu SK ke SK yang lain dapat
dilaksanakan secara mekanis.
Bahan Gudang Gudang Produk
Baku Bahan SK-1 SK-2 SK-3 SK-4 Produk Jadi
Baku Jadi
1 3
2 4
A Penge-
Press Bubut Drill pakan A
1
2
B
1 4
2 3
Penge- B
Gerinda Frais Bubut pakan
Tata Letak Aliran Produk
Keuntungan :
1. MHC rendah sebagai akibat Lay Out disusun
berdasarkan urutan operasi, shg jarak
perpindahan bahan minimum.
2. Total waktu yang dipergunakan untuk produksi
relatif singkat.
3. Work In Procces jarang terjadi karena lintasan
produksi sudah seimbang. Output satu proses
langsung dipergunakan sebagai input proses
berikutnya.
4. Tiap unit produksi atau SK memerlukan luas area
yang minimal karena tidak diperlukan WIP
Storege.
Kerugian :
1. Breakdown dari satu mesin menyebabkan terhentinya
seluruh aliran produksi.
2. Jika terjadi perubahan terhadap desain produk, maka akan
merubah aliran produk dan lay out.
3. Kelancaran proses produksi akan ditentukan oleh proses
mesin yang paling lambat.
4. Memerlukan investasi mesin tinggi (Special Purpose
Machine).
Tata Letak Proses :
Denaturant dan penempatan mesin/fasilitas produksi yang
semacam dalam satu departemen.
Semua fasilitas produksi yang memiliki ciri/fungsi kerja yang
sama diletakan dalam satu departemen.
Diaplikasikan pada industri berskala kecil.
Faktor manufaktur dan jasa pelayanan.
1. Produk yang dibuat berbagai macam
model/type dan tiap model dibuat dalam jumlah
kecil serta jangka waktu yang relatif singkat.
2. Aktivitas berubah-ubah sehingga studi waktu dan
gerak untuk menentukan metode dan waktu
standar sulit dilakukan.
3. Sulit mengatur line balanchng antar operator dan
mesin.
4. Memerlukan pengawasan yang ekstra selama
proses operasi.
5. Satu jenis mesin dapat melakukan bebagai
macam produk (General Purpose).
6. Banyak menggunakan peralatan berat untuk
kegiatan MH.
Bahan Gudang Bahan Gudang Produk
Baku Baku SK-1 SK-2 SK-3 SK-4 Produk Jadi Jadi
Press Bubut Drill Gerinda
3 4
A A
1 2 2 4
1 2
B B
4
1
3
Penge- 4
Frais
coran
Pengepaka
n
Tata Letak Aliran Proses
1. Investasi mesin dan fasilitas produksi rendah, karena mesin
yang digunakan mesin-mesin type umum (General Purpose).
2. Jika terjadi breakdown mesin mudah diatasi, yaitu dengan
memindahkan ke mesin lain.
3. Karena ada spesialisasi kerja, aktivitas supervisi lebih baik dan
efisien.
Kerugian :
1. Karenna lintasan produksi lebih panjang, MHC lebih mahal.
2. Total waktu produksi lebih lama, WIP lebih banyak dijumpai
karena waktu operasi sulit diseimbangkan.
3. Karena diversifikasi produk adalah job order, maka diperlukan
operator skill tinggi.
Material dan komponen dari produk utama
akan ditempatkan pada posisi tetap, sedangkan
fasilitas produksi seperti tools, mesin, manusia
serta komponen-komponen kecil akan bergerak
menuju lokasi material atau komponen produk
utama.
Diaplikasikan pada industri yang menghasilkan
produk-produk skala ukuran besar : Industri
pesawat, kapal dll.
Mesin-2
Mesin-1 Produk Utama Mesin-3
Tata Letak Fixed Position
1. Karena posisi material dan komponen produk
utama tetap, maka MH dapat dikurangi.
2. Fleksibilitas kerja tinggi, karena fasilitas produksi
dapat diakomodasikan untuk mengantisipasi
perubahan dalam rancangan produk.
Kerugian :
1. Adanya peningkatan frekuensi pemindahan fasilitas produksi atau
operato pada saat proses operasi.
2. Memerlukan operator dengan skill tinggi.
3. Membutuhkan space area yang luas untuk peralatan kerja dan
WIP.
4. Memerlukan pengawasan dan koordinasi kerja yang ketat.
Product Family (Group Tecnology) :
Didasarkan pada pengelompokan produk atau komponen yang
akan dibuat.
Pada dasarnya merupakan kombinasi dari product lay out dan
procces lay out.
Produk-produk yang tidak identik dikelompokan berdasarkan
langkah pemrosesan, bentuk, mesin atau peralatan.
Keuntungan :
Dengan pengelompokan produk sesuai dengan proses
pembuatannya, maka pendayagunaan mesin akan
diperoleh secara maksimal.
Jarak perpindahan material lebih pendek sehingga
lintasan aliran lebih lancar.
Memiliki keuntungan yang bisa diperoleh dari produk lay
out dan proses lay out.
Umumnya menggunakan mesin-mesin general purpose
sehingga investasinya juga lebih rendah.
A Bubut Bor Gerinda Perakitan
Milling Perakitan Bor Finising
B Press Bubut Bor Press Perakitan
C
Gerinda Bor Perakitan Bor Gerinda
Tata Letak Group Teknologi
Kerugian :
1. Diperlukan TK dengan skill tinggi.
2. Kelancaran kerja sangat tergantung
pada kegiatan pengendalian produksi
terutama aliran kerja.
3. Jika keseimbangan aliran sulit dicapai
maka diperlukan WIP Storage.
4. Beberapa kerugian dari product dan
procces lay out juga akan dijumpai.
5. Kesempatan untuk mengaplikasikan
faslitas produksi tipe special purpose sulit
dilakukan.