Lampiran.
1 Lembar Pengesahan Materi Penyuluhan Pertanian
Lembar Pengesahan Materi Penyuluhan Pertanian
1 Judul Kegiatan Alternative Bahan Pakan
Pada Ternak Sapi Melalui
Teknologi Amoniasi Jerami
2 Waktu Pelaksanaan 19 Mei 2016
3 Lokasi Pelaksanaan Desa Campurejo Kec.
Bojonegoro Poktan
“SUMBER MAKMUR”
4 Tujuan Pelaksanaan Memberikan pengetahuan
teknologi pakan Ternak
5 Materi Kegiatan Teknologi Fermentasi
Alternatif Bahan Pakan
Ternak
6 Metoda dan teknik pelaksanaan kegiatan Pertemuan rutin Poktan,
metode ceramah,diskusi
dan Demcar
7 Instrumen (alat) pelaksanaan kegiatan Leaflet dan Jerami
8 Pendekatan pelaksanaan kegiatan Pendekatan kelompok
9 Pokok bahasan kegiatan (Menusun materi
penyuluhan pertanian)
a. Persiapan bahan penyusunan
materi penyuluhan pertanian
b. Memilih dan keterampilan yang
dibutuhkan
c. Menyusun dan menyajikan materi
penyuluhan
10 Pengetahuan dan keterampilan yang
dibutuhkan
11 Pihak yang terlibat
a. PPL
b. Mantri Ternak
c. Anggota” SUMBER MAKMUR”
KONSTEKTUALISASI KEADAAN LAPANGAN
Di Desa Campurejo Wilayah Kerja BPP Bojonegoro
Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro Tanggal 19 Mei 2016
1. Kegiatan penyuluhan pertanian yang direncanakan (diisi
dari hasil data RKTP dan identifikasi Lapangan) .
Judul kegiatan : Alternative Bahan Pakan
Pada Ternak Sapi
Melalui Teknologi
Amoniasi Jerami
Tujuan Instruksional (Instructional Objectives) : Petani bisa membuat
teknologi pakan
Amoniasi
Tujuan Pengiring (Nurturant Objectives) : Petani mengetahui
teknologi pembuatan
alternative pakan ternak
2. Kedaan (Latar Belakang) Pelaku Utama/Pelaku Usaha Sasaran (diisi
dari hasil identifikasi lapangan) .
Jumlah Orang
: 20 orang
(Terpilah menurut jenis kelamin)
Karakteristik Pelaku Utama/Pelaku Usaha :
a. Rata-rata tingkat pendidikan : SD
b. Rata-rata umur : 40 - 55 tahun
c. Rata-rata pengalaman di bidang
: Bertani dan Beternak
usahanya
Kondisi sosial ekonomi :
a. Kepemilikan sumberdaya pertanian : Lahan pribadi
b. Skala usaha :
c. Pendapatan : 1 juta/bulan perkapita
d. Jumlah orang dalam rumah yang
: 3 – 4 orang
ditanggung
Lingkungan Eksternal
a. Keetnisan/Kesukuan : Jawa
b. Budaya setempat : Budaya keagamaan
c. Gender Responsibilitas : Keterkaitan
Gerakan Pengembangan
d. Program yang sedang berlangsung :
Jagung Hibrida
Lingkungan fisik, dan lain-lain
a. Keadaan wilayah/lokasi : Dataran Rendah (45 mdpl)
Tanah: Grumosol. Tofografi:
b. Tanah, iklim, geografi, topografi : hamparan berfluktuasi datar
sampai miring
c. Infrastruktur : Cukup Memadai
d. Ketersediaan pasar : Terdapat 3 Pasar di dalam
satu kecamatan Bojonegoro
e. Lembaga-lembaga lain yang ada : -Kelompok Tani : 4
setempat (termasuk lemaga -Gapoktan : 1
penyuluhan)
f. Vegetasi yang ada : Padi dan Jagung
g. Vegetasi yang potensi dikembagkan : Padi dan Palawija
Sapi, domba, kambing,
h. Ternak :
ayam
3. Materi penyuluhan pertanian yang direncanakan (sesuai programa dan RKTP)
Alternative Bahan Pakan Pada Ternak Sapi Melalui
Judul Materi
Teknologi Amoniasi Jerami
Jenis Materi*) : Teknis
Bentuk
: Prinsip Kerja
Materi*)
Sifat Mater*) : Sulit disampaikan secara oral
4. Penetapan metode (dan teknik) penyuluhan pertanian dan rencana
pelaksanaanya
Metode (dan teknik) penyuluhan pertanian yang Metode : Ceramah
dipilih/ditetapkan Teknik : Demcar
Aspek metode (dan teknik) penyuluhan
a. Sintaksis (urutan langkah) metodologis Diskusi Kelompok
yang harus dilakukan penyuluh untuk
melaksanakan serangkaian metode (dan
teknik) yang dipilih
b. Responsibilitas/Tanggungjawab penyuluh Terampil dan tanggap
dalam melaksanakan metode (dan teknik) dengan materi yang di
yang dipilih sampaikan
c. Terbentuknya dari pelaksanaan metode Bertambahnya
(dan teknik) yang dipilih pengetahuan sasaran
d. Sistem penunjang yang diperlukan untuk Minat serta kemauan
melaksanakan metode (dan teknik) yang petani dan peternak.
dipilih Perlengkapan memadai
Pengetahuan dan keterampilan penyuluh yang Demonstrasi Cara
dibutuhkan dalam melaksanakan metode (dan
teknik) yang dipilih
Tempat dan waktu direncanakan Desa Campurejo,
Tanggal 19 Mei 2016,
Pukul 12.00-16.00 WIB.
Personil-personil yang terlibat PPL(THL-TB), Ketua
Poktan, Anggota
Poktan dan Mahasiswa
Catatan lain-lain -
*) Coret yang tidak dipilih
Mengetahui, Bojonegoro, 19 Mei 2016
Penyuluh Pertanian Mahasiswa
(SUMARYANTO) (RANDI BEBENGU)
Lampiran. 3 Lembar Persiapan Menyuluh (LPM)
LEMBAR PERSIAPAN MENYULUH (LPM)
Di desa Campurejo Wilayah BPP Kec. Bojonegoro Kab Bojonegoro
Judul Penyuluhan : Alternatif bahan pakan pada ternak melalui pembuatan
amoniasi jerami
Tujuan Instruksional : Petani dapat Membuat pakan Amoniasi jerami sebagai
alternatif sehingga dapat meningkatkan mutu pakan sebagai
cadangan pada musim kemarau
Tujuan Pengiring : Alternatif pemenuhan pakan musim kemarau.
Metoda (dan teknik) : Ceramah, Diskusi dan Demonstrasi cara
Sasaran : Kelompok Tani “SUMBER MAKMUR”.
Media Penyuluhan : Leaflet
Lokasi/Tempat : Desa Campurejo, Kec. Bojonegoro, Poktan “SUMBER
MAKMUR”
Waktu (menit) : 65 menit
No Uraian kegiatan Penyuluhan Alokasi Waktu Catatan
1 Pendahuluan: 10 menit Menciptakan
Uc persiapan salam perkenalan suasana akrab
dengan Poktan SUMBER
MAKMUR, Menyampaikan
maksud dan Tujuan Penyuluhan.
2 Isi / Materi: 40 menit Ceramah dan
1. Menjelaskan pengertian Diskusi bersama
Amoniasi Jerami Padi Serta membuat
2. Fungsi pakan Amoniasi amoniasi jerami
Jerami Padi bagi ternak padi bersama
3. Cara kerja pembuatan anggota Poktan
Amoniasi Jerami Padi Sumber Makmur
4. Ciri-ciri Amoniasi Jerami Padi
yang baik
5. Manajemen pemberian pakan
Amoniasi Jerami Padi Pada
Ternak
3 Pengakhiran: 15 menit Ceramah dan
- Penekanan kembali materi Diskusi
Total waktu 65 menit
Lampiran. 4 Sinopsis
SINOPSIS
Judul materi Alternative Bahan Pakan Pada Ternak Melalui
Teknologi Amoniasi Jerami Padi
Indonesia sebagai negara agraris sangat kaya akan
bahan pakan sumber serat yang dapat dimanfaatkan sebagai
pakan pokok bagi ternak ruminansia. Bahan pakan sumber
serat tersebut terutama berupa limbah pertanian misalnya
jerami padi, di samping bahan pakan sumber serat yang
berasal dari rumput lapangan ataupun rumput unggul. Bahan
pakan sumber serat yang berupa limbah pertanian sangat
potensi sebagai pakan ternak ruminansia terutama pada
musim kemarau saat rumput sulit didapatkan dan di daerah-
daerah lahan kering. Tetapi walaupun sangat potensi sebagai
sumber serat, satu kendala penggunaan limbah pertanian
sebagai pakan ternak ruminansia adalah kandungan nutrisi
dan daya cernanya lebih rendah dibanding rumput atau
bahan pakan hijauan lain. Untuk mengatasi kendala dan
meningkatkan potensinya sebagai pakan ternak, maka
limbah pertanian harus diolah atau diberi perlakuan terlebih
dahulu sebelum diberikan pada ternak. Salah satu perlakuan
yang mudah diaplikasikan dan berpengaruh baik terhadap
peningkatan kualitas limbah pertanian adalah perlakuan urea
amoniasi (Marjuki, 2013).
A. Amoniasi Jerami Padi
Amoniasi adalah cara pengolahan kimia
menggunakan amoniak (NH3) sebagai bahan kimia yang
digunakan untuk meningkatkan daya cerna bahan pakan
berserat sekaligus meningkatkan kadar N (proteinnya). Cara
ini mempunyai keuntungan-keuntungan yaitu : sederhana,
mudah dilakukan, murah (sumber NH3 diambil dari urea),
juga sebagai pengawet, anti aflatoksin, tidak mencemari
lingkungan dan efisien. Menurut Sudana (1984) jerami padi
yang diberi perlakuan urea 4% dan disimpan selama 4
minggu terjadi peningkatan daya cerna dari 35% menjadi
43,6% dan kandungan nitrogen total dari 0,48% menjadi
1,55%.
Amoniak dapat menyebabkan perubahan komposisi
dan struktur dinding sel sehingga membebaskan ikatan
antara lignin dengan selulosa dan hemiselulosa, sehingga
memudahkan pencernaan oleh selulase mikroorganisme
rumen. Amoniak akan terserap dan berikatan dengan gugus
asetil dari bahan pakan, kemudian membentuk garam
amonium asetat yang pada akhirnya terhitung sebagai
protein bahan.
B. Cara pembuatan :
a. Kantong plastik langsung dilapis dua dengan cara
memasukan lembar pertama ke dalam lembar
kedua, agar lebih kuat dan menghindarkan bocor.
b. Seluruh jerami dimasukkan ke dalam plastik agak
dipadatkan dengan cara menekan/ mendorong
jerami jangan diinjak dapat menyebabkan plastik
sobek.
c. Larutkan 870 gram urea ke dalam ember yang
berisi 5 liter air dengan cara diaduk sampai benar-
benar larut hingga tidak ada lagi butir-butir urea
yang terlihat.
d. Siramkan larutan urea tersebut ke dalam kantong
plastik yang berisi jerami dengan gembor agar
lebih mudah dan dapat merata, sampai seluruh
larutan tersebut habis.
e. Tutup dahulu kantong plastik lapis dalam dengan
cara mengikat bagian atasnya, kemudian baru
kantong plastik bagian luarnya. Kantong plastik ini
dapat disimpan di tempat yang telah disediakan
dan cukup aman.
f. Setelah satu bulan kantong plastik dapat dibuka, ketika
membuka plastik harus hati-hati karena selama proses
amoniasi ini terjadi pembentukan gas, sehingga ketika
plastik tersebut dibuka gas akan keluar dan dapat
menyebabkan pedih di mata. Jerami hasil amoniasi
kemudian diambil lalu diangin-anginkan beberapa jam
sebelum diberikan kepada ternak.
C. Menyimpan Jerami Amoniasi
1. Jerami amoniasi cara basah dengan kantong plastik,
drum, maupun silo dalam tanah sebagian besar terutama
di bagian bawah sangat lembab bahkan basah. Jerami ini
setelah diangin-anginkan selama 2 atau 3 hari masih
tetap basah. Jerami lembab ini sebaiknya langsung
diberikan kepada ternak dan harus habis dalam jangka
waktu satu minggu.
2. Pada daerah tertentu terutama dataran tinggi jerami
amoniasi yang masih lembab akan menyebabkan
tumbuhnya jamur kayu atau jamur putih yang halus pada
permukaan jerami amoniasi. Jamurnya sendiri tidak
berbahaya untuk ternak, tapi kurang estetik dan bagian
permukaan itu agak menurun kualitasnya. Terutama bila
jerami tersebut ditumpuk di udara terbuka dan terkena air
hujan maka akan terjadi proses pelapukan (dekomposisi).
3. Untuk disimpan jangka lama maka jerami amoniasi
tersebut harus dijemur dan dikeringkan di panas matahari
selama kurang lebih satu minggu hingga kadar air
mencapai 20 %. Bila jerami tersebut sudah dijemur dan
kering maka dapat disimpan di bawah atap dan tahan 6
bulan sampai satu tahun tanpa adanya penurunan
kualitas.
Dari materi yang telah di sampaikan di atas,semoga
peternak dapat melakukan dan membuat Amoniasi
jerami padi sesuai kebutuhan masing-masing peternak.
Setelah mengetahui cara dan manfaat dari Amoniasi
jerami ini diharapkan bisa mengubah Perilaku
,ketrampilan dan sikap petani/peternak
Lampiran. 5 Pertimbangan Pemilihan Metode Penyuluhan Pertanian
Pertimbangan Pemilihan Metode Penyuluhan Pertanian
Kegiatan Penyuluhan : ...........................................................
Tujuan Penyuluhan : ...........................................................
Sasaran Karakteristik Sasaran Pertimbangan Penetapan/Pemilihan Metode
Penerapan Karakteristik Kondisi/Kerag Tujuan Materi Media Yang Pendekatan Tingkat Adopsi
Metode aan penyuluhan Penyuluhan Digunakan Psiko-Sosial
(P/K/S)
1. Kelompok 1. Karakteristik Pribadi
a. Jenis Kelamin
tani..............
b. Umur
............ c. Agama
(....... orang)
2. Topik Materi 2. Status sosial
Penyuluhan ekonomi
a. Tingkat
pendidikan
b. Tingkat
pendapatan
c. Jumlah
tanggungan
keluarga
d. Keterlibatan
dalam kelompok
3. Pengalaman
Beraagribisnis
4. Tingkat Adopsi
(sadar, minat,
menilai, mencoba,
menerapkan)
5. Perilaku
keinovatifan
(perintis (inovator),
pelopor (early
adopeter),
penganut dini (eraly
majority), penganut
lambat (later
majority) dan
kelompok yang
tidak bersedia
berubah (leggards).
6. Moral ekonomi
(moral subsistensi
dan moral
rasionalitas
*) Catatan : Apabila jumlah sasaran penyuluhan adalah kelompok (orang banyak) penentuan karakteristik sasaran meruapakan rata-rata
dari jumlah sasaran.