0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
201 tayangan5 halaman

Praktikum Infrared dan Komponen Elektronik

Inframerah adalah radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang lebih panjang dari cahaya tampak tetapi lebih pendek dari gelombang radio. Photodioda dapat mengubah cahaya menjadi arus listrik, sedangkan optocoupler berfungsi sebagai penghubung berdasarkan cahaya optik. Laporan ini membahas percobaan mengenai infrared, photodioda, dan optocoupler.

Diunggah oleh

Cantika Melinda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
201 tayangan5 halaman

Praktikum Infrared dan Komponen Elektronik

Inframerah adalah radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang lebih panjang dari cahaya tampak tetapi lebih pendek dari gelombang radio. Photodioda dapat mengubah cahaya menjadi arus listrik, sedangkan optocoupler berfungsi sebagai penghubung berdasarkan cahaya optik. Laporan ini membahas percobaan mengenai infrared, photodioda, dan optocoupler.

Diunggah oleh

Cantika Melinda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELNIKA DASAR

INFRARED, PHOTODIODE, DAN OPTOCOUPLER


Praktikan :

1. Bima Maulana Raharjo


2. Livan Pramono
3. Anisia Yunita Maulani Argumery

Asisten :
Waktu Percobaan: Rabu, 21 Agustus 2019
Kode: TEM 2209
Laboratorium Elektronika:
Jurusan Teknik Elektromedik-Poltekkes Surabaya

Abstrak
Inframerah adalah radiasi elektromagnetik dari panjang gelombang lebih panjang dari cahaya tampak,
tetapi lebih pendek dari radiasi gelombang [Link] adalah komponen elektronika yang dapat
mengubah cahaya menjadi arus listrik. Optocoupler adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai
penghubung berdasarkan cahaya optik.

Kata kunci : infrared, photodioda, optocoupler

Abstract
Infrared is electromagnetic radiation of wavelengths longer than visible light, but shorter than radiant wave
radiation. Photodiodes are electronic components that can convert light into electrical current. Optocoupler
is an electronic component that functions as a link based on optical light.

Keywords: infrared, photodioda, optocouple

1. Pendahuluan 2. Dapat membuktikan teori mengenal infrared,


Infra merah (infra red) ialah sinar photodioda, dan optocoupler.
elektromagnet yang panjang gelombangnya lebih 3. Dapat membuktikan cara kerja infrared,
daripada cahaya nampak yaitu di antara 700 nm photodioda, dan optocoupler.
dan 1 mm. Sinar infra merah merupakan cahaya
yang tidak tampak. Jika dilihat dengan 2. Dasar Teori
spektroskop cahaya maka radiasi cahaya infra 2.1 Infrared
merah akan nampak pada spektrum Infra merah (infra red) ialah sinar
elektromagnet dengan panjang gelombang di elektromagnet yang panjang gelombangnya lebih
atas panjang gelombang cahaya merah. daripada cahaya nampak yaitu di antara 700 nm
Photodioda adalah suatu jenis dioda yang dan 1 mm. Sinar infra merah merupakan cahaya
resistansinya berubah-ubah kalau cahaya yang yang tidak tampak. Jika dilihat dengan
jatuh pada dioda berubah-ubah intensitasnya. spektroskop cahaya maka radiasi cahaya infra
Dalam gelap nilai tahanannya sangat besar merah akan nampak pada spektrum
hingga praktis tidak ada arus yang elektromagnet dengan panjang gelombang di
[Link] kuat cahaya yang jatuh pada atas panjang gelombang cahaya merah. Dengan
dioda maka makin kecil nilai tahanannya, panjang gelombang ini maka cahaya infra merah
sehingga arus yang mengalir semakin besar. akan tidak tampak oleh mata namun radiasi
Optocoupler adalah komponen elektronika yang panas yang ditimbulkannya masih terasa.
berfungsi sebagai penghubung berdasarkan
cahaya optik. Pada dasarnya Optocoupler terdiri Berdasarkan daerah panjang gelombangnya,
dari 2 bagian utama yaitu Transmitter yang infra merah dapat dibedakan menjadi tiga, yakni :
berfungsi sebagai pengirim dan Receiver yang 1. Near Infrared dengan daerah panjang
berfungsi sebagai pendeteksi sumber cahaya. gelombang 0.75 - 1.5 µm.
2. Mid Infrared dengan daerah panjang
1.1 Tujuan gelombang 1.50 - 10 µm.
1. Mengenalkan komponen elektronika, yaitu 3. Far Infrared dengan daerah panjang
gelombang 10 - 100 µm.
HALAMAN1

inftared, photodioda, dan optocoupler.


2. Membuktikan teori mengenal infrared,
photodioda, dan optocoupler.
3. Membuktikan cara kerja infrared, photodioda,
dan optocoupler.

1.2 Manfaat
1. Dapat mengenal komponen elektronika, yaitu Gambar 4.1 Infrared
inftared, photodiode, dan optocoupler. (Sumber: [Link]
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELNIKA DASAR
Karakteristik Inframerah Optocoupler terdiri dari 2 bagian utama yaitu
1. Tidak dapat dilihat oleh manusia, Transmitter yang berfungsi sebagai pengirim
2. Tidak dapat menembus materi yang tidak cahaya optik dan Receiver yang berfungsi
tembus pandang, sebagai pendeteksi sumber cahaya.
3. Dapat ditimbulkan oleh komponen yang Masing-masing bagian Optocoupler (Transmitter
menghasilkan panas, dan Receiver) tidak memiliki hubungan konduktif
4. Panjang gelombang pada inframerah memiliki rangkaian secara langsung tetapi dibuat
hubungan yang berlawanan atau berbanding sedemikian rupa dalam satu kemasan
terbalik dengan suhu. Ketika suhu mengalami komponen.
kenaikan, maka panjang gelombang
mengalami penurunan.

2.1 Photodioda
Photodioda adalah suatu jenis dioda yang
resistansinya berubah-ubah kalau cahaya yang
jatuh pada dioda berubahubah
[Link] gelap nilai tahanannya
sangat besar hingga praktis tidak ada arus yang
[Link] kuat cahaya yang jatuh pada Gambar 4.3 Optocoupler
dioda maka makin kecil nilai tahanannya, (sumber: [Link]
sehingga arus yang mengalir semakin besar.
Jenis-jenis Optocoupler yang sering
ditemukan adalah Optocoupler yang terbuat dari
bahan Semikonduktor dan terdiri dari kombinasi
LED (Light Emitting Diode) dan Phototransistor.
Dalam Kombinasi ini, LED berfungsi sebagai
pengirim sinyal cahaya optik (Transmitter)
sedangkan Phototransistor berfungsi sebagai
penerima cahaya tersebut (Receiver). Jenis-jenis
Gambar 4.2 Photodioda lain dari Optocoupler diantaranya adalah
(Sumber: [Link] kombinasi LED-Photodioda, LED-LASCR dan
juga Lamp-Photoresistor.
Photodioda terbuat dari bahan
Pada prinsipnya, Optocoupler dengan
semikonduktor. Biasanya yang dipakai adalah
kombinasi LED-Phototransistor adalah
silicon (Si) atau gallium arsenide (GaAs), dan
Optocoupler yang terdiri dari sebuah komponen
lain-lain termasuk indium antimonide (InSb),
LED (Light Emitting Diode) yang memancarkan
indium arsenide (InAs), lead selenide (PbSe), dan
cahaya infra merah (IR LED) dan sebuah
timah sulfida (PBS). Bahan-bahan ini menyerap
komponen semikonduktor yang peka terhadap
cahaya melalui karakteristik jangkauan panjang
cahaya (Phototransistor) sebagai bagian yang
gelombang, misalnya: 250 nm ke 1100 untuk nm
digunakan untuk mendeteksi cahaya infra merah
silicon, dan 800 nm ke 2,0 μm untuk GaAs.
yang dipancarkan oleh IR LED. Untuk lebih jelas
Photodioda adalah jenis dioda yang
mengenai Prinsip kerja Optocoupler.
berfungsi mendeteksi cahaya. Berbeda dengan
diode biasa, komponen elektronika ini akan
mengubah cahaya menjadi arus listrik. Cahaya
yang dapat dideteksi oleh diode foto ini mulai dari
cahaya infra merah, cahaya tampak, ultra ungu
sampai dengan sinar-X. Aplikasi diode foto mulai
dari penghitung kendaraan di jalan umum secara
otomatis, pengukur cahaya pada kamera serta
beberapa peralatan di bidang medis.
Prinsip kerja photodioda :
1. Cahaya yang diserap oleh photodioda
2. Terjadinya pergeseran foton Gambar 4.3 Optocoupler
3. Menghasilkan pasangan electron-hole (Sumber: [Link]
dikedua sisi
Dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa
4. Electron menuju [+] sumber & hole menuju [-]
Arus listrik yang mengalir melalui IR LED akan
HALAMAN2

sumber
menyebabkan IR LED memancarkan sinyal
5. Sehingga arus akan mengalir di dalam
cahaya Infra merahnya. Intensitas Cahaya
rangkaian
tergantung pada jumlah arus listrik yang mengalir
pada IR LED tersebut. Kelebihan Cahaya Infra
2.2 Optocoupler
Merah adalah pada ketahanannya yang lebih baik
Optocoupler adalah komponen elektronika
jika dibandingkan dengan Cahaya yang tampak.
yang berfungsi sebagai penghubung
Cahaya Infra Merah tidak dapat dilihat dengan
berdasarkan cahaya optik. Pada dasarnya
mata telanjang.
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELNIKA DASAR
Cahaya Infra Merah yang dipancarkan
Membuat rangkaian pada projectboard
tersebut akan dideteksi oleh Phototransistor dan sesuai gambar di bawah in. lalu
menyebabkan terjadinya hubungan atau Switch hubungkan dengan catudaya +5V
ON pada Phototransistor. Prinsip kerja
Phototransistor hampir sama dengan Transistor
Bipolar biasa, yang membedakan adalah
Terminal Basis (Base) Phototransistor Mengatur nilai resistansi potensiometer
merupakan penerima yang peka terhadap (R2) pada nilai resistansi 1Kꭥ, 5 ꭥ, dan
cahaya. 10Kꭥ

3 Metodologi
3.1 Alat dan Bahan
NO ALAT DAN GAMBAR Mencatat setiap kondisi sesuai tabel
BAHAN pada laporan sementara.
1. Resistor 220ꭥ (Sumber :)
SCAN
(Sumber:modul elektronika )
2. Resistor 47Kꭥ (Sumber :)
3.2.3 Percobaan 3
Potensiometer
3. (Sumber :) Membuat rangkaian pada projectboard
10Kꭥ
sesuai gambar di bawah in. lalu
4. Infrared (Sumber :) hubungkan dengan catudaya +5V

5. Catudaya (Sumber :)

Menutup dan buka optocoupler dengan


6. Kawat Jumper (Sumber :) suatu penghalang

7. Photodioda (Sumber :)

8. Projectboard (Sumber :) Mengukur tegangan pada beberapa


komponen, sesuai tabel pada laporan
sementara
9. Jepit Buaya (Sumber :)

10. Optocoupler (Sumber :)


Mencatat setiap kondisi sesuai tabel
3.2 Langkah-Langkah Kegiatan pada laporan sementara
3.2.1 Percobaan 1
SCAN
Membuat rangkaian pada projectboard (Sumber: modul elektronika)
sesuai gambar di bawah in. lalu
hubungkan dengan catudaya +5V 4 Hasil dan Analisis
4.1 Hasil
4.1.1 Percobaan 1
Mengatur nilai resistansi potensiometer Terlampir.
(R2) pada nilai resistansi 1Kꭥ, 5Kꭥ, dan 4.1.2 Percobaan 2
10Kꭥ Terlampir.
4.1.3 Percobaan 3
Terlampir.

Mencatat setiap kondisi sesuai tabel


pada laporan sementara 4.2 Analisis
Pada praktikum kali ini kami belajar
mengenal elektronika, yaitu infrared, photodioda,
SCAN optocoupler serta membuktikan teori dan cara
(Sumber: modul elektronika )
kerja mengenai infrared, photodioda, optocoupler
3.2.2 Percobaan 2 yang dirangkai sesuai dengan langkah-langkah
HALAMAN3

kegiatan.
Pada percobaan 1 di butuhkan resistor
220ꭥ , resistor 47K ꭥ , potensiometer, infrared,
dan photodioda yang dirangkai pada projectboard
lalu dihubungkan pada catudaya +5V serta
mengatur resistansi potensiometer 1Kꭥ , 5Kꭥ ,
10Kꭥ . Kemudian mencatat hasil pada laporan
sementar. Pada percobaan diresistansi 1Kꭥ kami
memperoleh hasil tegangan pada R1 0,5 V;
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELNIKA DASAR
tegangan potensiometer 3,3 V; tegangan infrared LED 0V; tegangan kolektor 0V; tegangan emitor
1,1; tegangan R3 4,6; tegangan photodioda 0,15 4,85V; tegangan R2 0V; dan kondisi LED tidak
dan kondisi LED terang. Pada percobaan menyala.
diresistansi 5Kꭥ kami memperoleh hasil
tegangan pada R1 0,1 V; tegangan pada 5 Kesimpulan
potensiometer 3,8 V; tegangan infrared 1,05; 5.1 Untuk percobaan 1 dan 2 terdapat perubahan
tegangan R3 4,5; tegangan photodioda 0,16 dan sedikit tegangan yang masuk pada resistor
kondisi LED redup. Sedangkan pada percobaan 1,2, dan infrared. Namun berbeda tegangan
diresistansi 10Kꭥ kami memperoleh hasil resistor 3 dan photodiodanya. Semakin besar
tegangan pada R1 0,085 V; tegangan hambatan pada potensiometer, maka semakin
potensiometer 3,9 V; tegangan infrared 1; redup kondisi infrared.
tegangan R3 4; tegangan photodioda 0,3 dan 5.2 Sifat photodioda jika terkena cahaya, maka
kondisi LED tidak menyala. nilai resistansinya semakin kecil. Dan jika
Pada percobaan ke 2 hampir sama dengan tidak terkena cahaya, maka nilai resistansinya
percobaan kedua. Yang membedakan hanya semakin besar.
terletak pada penempatan di rangkaian kedua, 5.3 Untuk percobaan ke 3 apabila optocoupler
penempatan pada photodioda dan R3 dibalik dibuka maka tegangan akan masuk
serta photodioda dengan infrared kedua ujung menyebabkan LED menyala dan
ditempelkan. Pada percobaan diresistansi 1Kꭥ menyebabkan LED dan resistor memiliki
kami memperoleh hasil tegangan pada R1 0,5 V; tegangan. Sedangkan apabila optocoupler
tegangan potensiometer 3,3 V; tegangan infrared ditutup maka tegangan tidak masuk
1,1; tegangan R3 4,9; tegangan photodioda 0,085 menyebabkan LED dan resistor tidak memiliki
dan kondisi LED terang. Pada percobaan tegangan dan LED mati.
diresistansi 5Kꭥ kami memperoleh hasil
tegangan pada R1 0,14 V; tegangan pada
potensiometer 3,6 V; tegangan infrared 1;
6 Daftar Pustaka
[1] wikipedia(2019)
tegangan R3 4,8; tegangan photodioda 0,16 dan
[Link]
kondisi LED redup. Sedangkan pada percobaan
[2] Elektronika Terknik(2019)
diresistansi 10Kꭥ kami memperoleh hasil
[Link]
tegangan pada R1 0,10 V; tegangan
potensiometer 3,7 V; tegangan infrared 0,95; photodiode-dioda-foto-prinsip-kerja-
photodiode/
tegangan R3 4; tegangan photodioda 0,2 dan
kondisi LED tidak menyala. [3] Elektronika Teknik
[Link]
Pada percobaan ke 3 dibutukan dua buah
resistor 220ꭥ , optocoupler, dan LED yang di optocoupler-fungsi-prinsip-kerja-optocoupler/
rangkai di projectboard yang dihubungkan pada [4] Design Erlina (2016)
catudaya +5V serta menutup dan membuka [Link]
optocoupler dengan suatu penghalang. [Link]
Kemudian kami mengukur dan mencatat hasil
pada laporan sementara. Pada saat optocoupler PARAF ASISTEN
dibuka kami memperoleh hasil pada tegangan
LED 1,8V; tegangan kolektor 2,5V; tegangan
emitor 4,85V; tegangan R2 0,19V; dan kondisi TANGGAL
LED menyala. Sedangkan pada saat optocoupler JAM
ditutup kami memperoleh hasil pada tegangan
HALAMAN4
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELNIKA DASAR
LAMPIRAN
Percobaan 1

VOLT VOLT KONDISI


VR (ꭥ) VOLT R1 VOLT R2 VOLT R3
INFRARED PHOTODIODA LED
1K ꭥ 0,5 3,3 1,1 4,6 0,15 TERANG
5K ꭥ 0,1 3,8 1,05 4,5 0,16 REDUP
10K ꭥ 0,085 3,9 1 4 0,3 TIDAK
MENYALA

Percobaan 2

VOLT VOLT KONDISI


VR (ꭥ) VOLT R1 VOLT R2 VOLT R3
INFRARED PHOTODIODA LED
1K ꭥ 0,5 3,3 1,1 4,9 0,085 TERANG
5K ꭥ 0,14 3,6 1 4,8 0,16 REDUP
10K ꭥ 0,10 3,7 0,95 4 0,2 TIDAK
MENYALA

Percoban 3

VOLT VOLT KONDISI


OPTOCOUPLER VOLT LED VOLT R2
KOLEKTOR EMITOR LED
DITUTUP 0 0 4,85 0 TIDAK
MENYALA
DIBUKA 1,8 2,5 4,85 0,19 MENYALA

HALAMAN5

Anda mungkin juga menyukai